Parenting

Yuk Bunda Pahami Perkembangan Bayi 5 Bulan

baby

Bayi yang sudah berusia lima bulan bukan hanya dikaruniai wajah yang lucu nan menggemaskan. Kemampuan dan pertumbuhan yang dialami bayi di usia ini pun semakin membuat orangtuanya merasa takjub. Saat Bunda merentangkan kedua lenggan lebar-lebar, pasti ia akan tertawa atau bahkan membuat suara yang terdengar lucu. Ya, Bun, bayi tak hanya tersenyum, mereka bahkan sudah mampu berdecak, menggumam, serta menirukan suara atau bunyi-bunyian yang ada di sekitarnya. Bun, jadikan momen ini sebagai kesempatan emas dengan melatihnya untuk menirukan kata-kata atau suara yang ia dengar ya Bun. Kendati si kecil belum menirukan dengan sama persis, setidaknya otaknya sudah dapat menerima stimulus dari Bunda.

Pahami Aspek Emosi dan Sosial Pada Bayi Usia Lima Bulan ya Bun

Di usia lima bulan, memang masa-masanya bayi akan belajar mengekspresikan emosinya. Ia akan tersenyum, lalu tertawa saat mereka merasa nyaman dan senang. Namun bila ia merasa tak nyaman, ia pun akan tampak cemberut atau menangis sampai berderai air mata. Biarkan bayi mulai belajar tentang dirinya ya Bun. Ia pun juga mulai beradaptasi dan mengenali perbedaan saat diasuh oleh orangtua, pengasuh, atau bahkan kakek dan neneknya.

Di usia ini, si kecil mulai memahami arti bonding dengan orang-orang terdekatnya. Karenanya, bila ia sudah merasa dekat dengan lingkungan keluarganya, pasti ada masa ia akan merasa ketakutan bila ada orang dewasa yang mengajaknya berinteraksi namun belum pernah ia lihat sebelumnya

Ketahuilah Perkembangan Keterampilan Motoriknya Juga

Bun, seiring pertumbuhan bayi, otot-ototnya pun akan semakin kuat. Bayi pun akan semakin sering menggerakan kepala menuruti kemauannya. Ia juga mulai menggerakan anggota badannya guna meraih sesuatu yang ada di depannya. Perlahan tapi pasti, ia juga belajar untuk duduk. Hal-hal semacam ini baik untuk kemampuan motoriknya lho Bun. Kendati untuk duduk memang masih harus disangga dengan sandaran bantal atau tubuh orang dewasa ya Bun.

Nah, untuk membantu si kecil duduk, pastikan Bunda memposisikan kakinya untuk membentuk huruf V ya Bun. Posisi ini akan membantunya menyempurnakan keseimbangannya ketika duduk dan mengurangi risiko jatuh terguling.

Ia Pun Dapat Menggengam Sesuatu Lebih Kuat Lagi

Cobalah Bunda perhatikan, saat ia meraih suatu barang, lalu menggenggammnya di sebelah tangan, ia sudah mampu menggenggam benda tersebut lebih kuat lagi. Menariknya, ia bahkan sudah bisa memindahkannya ke tangan lain. Di usianya ini, tak menutup kemungkinan ia sudah dapat memegang botol atau gelas yang memiliki gagang di kanan kirinya. Bunda cukup pastikan benda apapun yang dipegang oleh si kecil terbuat dair bahan yang tak tajam dan tak mudah pecah ya, ini karena si kecil pasti masih sering membanting atau mengguncang-guncangkannya.

Amati Juga Perkembangan Inderanya, Bun

Di usia lima bulan, indera bayi juga berkembang pesat, Bun. Mulai dari indera pengecap, pendengeran, bahkan penglihatan. Si kecil semakin dapat mengenali benda-benda kecil (seperti misalnya kelereng yang diletakkan di atas lantai) dan benda yang bergerak (seperti misalnya kupu-kupu yang terbang di taman). Ia mulai dapat memahami bahwa ketika ia meletakkan suatu benda dan meninggalkannya, benda itu masih akan berada di sana sampai ia kembali.

Bahkan persepsi si kecil terhadap warna juga semakin baik, ia bahkan mulai mampu membedakan nada warna yang berbeda dari satu jenis warna yang sama.Misalnya, biru muda dan biru tua, meskipun pada usia ini bayi masih tetap memilih warna-warna primer seperti biru, merah, dan kuning.

Yuk Bun Tetap Berikan Stimulasi yang Baik untuk Si Kecil 

Stimulus yang berkelanjutan penting lho Bun guna pertumbuhan yang optimal untuk si kecil. Tak hanya untuk membantu menguatkan otot dan tulang untuk kemampuan motorik si kecil, tapi juga dapat membantu memperkuat hubungan antar sel-sel otak sehingga si kecil berpotensi memiliki kecerdasan yang bervariasi nantinya. Untuk itu, yuk Bun berikan stimulus pada si kecil sebagai berikut:

  1. Tetap lanjutkan kebiasaan berdialog dengan si kecil ya Bun. Perhatikan tiap si kecil membuat suara. Jangan lupa, saat Bunda berbicara, buatlah mimik wajah yang sesuai sehingga si kecil mengenali hubungan antara kata dan perasaan.
  2. Jangan lupa untuk mainkan musik saat Bunda berinteraksi dengannya. Si kecilsuka dengan suara terutama dengan suara musik, Bun. Karena itu, perdengarkan saja musik apa saja mulai dari klasik, jazz, pop, hingga musik tradisional. Perhatikan responnya, mungkin akan bertepuk tangan, tersenyum, bahkan berusaha menirukan musik yang ia dengar.
  3. Letakkan mainan di salah satu tangansi kecil, kemudian pindahkan ke tangan satunya. Lakukan sambil menyebutkan nama benda tersebut. Dengan cara ini, si kecil akan belajar memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain, juga belajar mengenal kosakata baru.
  4. Letakkan mainan di luar jangkauan si kecilketika ia dalam posisi tengkurap, dan perhatikan usahanya untuk meraih benda tersebut. Jika ia gagal, geser mainan tersebut lebih dekat ke arahnya sehingga ia tidak menyerah melakukannya.
  5. Tenangkansi kecil tiap kali bertemu orang asing. Jika Bunda menenangkannya ketika ia menangis atau gelisah, ia akan merasa dicintai, dilindungi, dan aman.
  6. Kondisikan rumah Bunda sehingga aman untuk bayi. Tutup steker listrik yang terbuka, tempatkan peralatan rumah tangga yang berbahaya dalam sebuah lemari yang terkunci, dan singkirkan semua benda yang berpotensi tertelan oleh si kecil. Juga, berhati-hatilah untuk tidak menempatkan wadah berisi air panas atau benda-benda berat di atas meja dimana bayi Bundaberpotensi meraihnya.

 

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Jika Anak Suka Membantah, Orangtua Harus Menyikapinya dengan Benar, Ini Tips untuk Menghadapi Anak yang Suka Membantah

Kidsargue

Semua orangtua pasti menantikan setiap pertumbuhan dan perkembangan sang anak, termasuk saat anak mulai bisa berbicara. Pertama kali mendengar si kecil bisa memanggil “ayah”, dan “bunda” pasti rasanya menyenangkan.

Harapan agar anak segera bisa diajak ngobrol pun tumbuh. Namun, seiring dengan bertambahnya kemampuan berbahasa, maka anak juga mulai bisa membantah lho, Bun.

Anak yang suka membantah merupakan hal yang normal dalam perkembangannya.

Sebagai orangtua pasti ingin anaknya menjadi seorang anak yang penurut dan mematuhi nasihat orangtua. Tapi kenyataannya tidak selalu begitu, ada kalanya anak akan membantah dan terus berargumen untuk mendapatkan keinginannya.

Sejatinya, seorang anak yang suka membantah merupakan hal yang normal dalam perkembangannya. Hal itu bisa menjadi salah satu cara anak untuk menyampaikan keinginannya, dan ingin mengetahui alasan kenapa mereka harus melakukan suatu hal. Misalnya, seorang anak yang berusia 4-5 tahun akan sering bertanya kenapa mereka harus tidur siang, kenapa harus makan sayur, dan lainnya.

Oleh karena itu, tak jarang orangtua dan anak berdebat hanya karena hal kecil. Nah, jika anak mulai suka membantah maka orangtua harus menyikapinya dengan benar. Berikut beberapa tips untuk menghadapi anak yang suka membantah:

1. Dengarkan baik-baik perkataan anak dan hargai perasaannya

Saat anak mulai membantah perkataan orangtua, jangan langsung balik membantahnya. Hal itu justru akan membuat perdebatan tidak kunjung selesai dan emosi meningkat.

Sebaiknya bunda dengarkan dulu setiap argumen dari anak dengan sabar dan penuh perhatian. Tunjukkan sikap bahwa bunda menghargai perasaan anak. Jika bunda menunjukkan sikap yang baik maka anak juga akan menjaga sikapnya. Berbeda jika bunda menunjukkan eskpresi marah dan tidak suka, maka akan juga akan semakin melawan.

2. Jelaskan alasan setiap perintah orangtua

Saat meminta atau menyuruh suatu hal kepada anak, sebaiknya jelaskan alasannya dengan Bahasa yang mudah dipahami oleh anak. Misalnya saat menyuruh anak untuk mandi, bunda bisa mengatakan, “Yuk mandi, biar badannya bersih dan wangi.”

Dengan begitu anak akan paham alasan orangtua menyuruhnya mandi. Terkadang orangtua hanya menyuruh anak melakukan sesuatu tanpa penjelasan karena menganggap orangtua pasti tahu yang terbaik untuk anak. Hal itu akan membuat anak tidak mengerti apa pentingnya menuruti perintah orangtua.

3. Berikan beberapa pilihan kepada anak

Tak jarang seorang anak tidak langsung menuruti perintah orangtua. Misalnya saat diminta berhenti bermain dan tidur siang, ada saja alasan anak agar bisa lanjut bermain.

Jika begitu, bunda bisa memberikan beberapa pilihan, misalnya berikan pilihan untuk tambahan waktu beberapa menit atau satu kali permainan lagi lalu berhenti, daripada memaksanya untuk berhenti saat itu juga. Dengan memberikan beberapa pilihan kepada anak, maka anak akan merasa dilibatkan dalam mengambil keputusan dan dihargai.

4. Buat aturan yang jelas

Langkah terakhir adalah memberikan peraturan yang jelas tentang apa yang boleh dan tidak boleh serta konsekuensinya jika dilanggar. Saat membuat aturan, libatkan anak untuk mendiskusikan poin-poinnya. Sesuaikan aturan yang dibuat dengan usia anak agar anak memahaminya.

Misalnya peraturan tentang berapa lama boleh bermain, kapan harus pulang untuk makan dan mandi, dan lainnya. Tawarkan juga tentang konsekuensi jika melanggar aturan, misalnya dengan mengurangi jam bermain.

Jangan memberikan hukuman fisik jika anak melanggar peraturan. Selain hukuman, berikan juga hadiah jika anak mematuhi peraturannya. Bunda bisa memberikan hadiahnya sebagai kejutan agar anak tidak hanya termotivasi karena hadiah untuk mematuhi aturan.

Itulah beberapa cara menghadapi anak yang suka membantah. Semoga bermanfaat ya, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Hati – hati Sering Puji Anak Cantik, Itu Tak Selalu Bawa Dampak yang Baik Loh

bracelets-candy-child-2781197

Sebagai orangtua, tentu kita ingin memberikan apapun yang terbaik untuk si kecil serta tak ingin menyakiti hatinya. Berbagai perlakuan manis rela ditunjukkan orangtua termasuk dengan senantiasa memuji anak kita terutama si anak perempuan dengan mengatakan ia cantik.

Si Kecil Menganggap Wajah cantik adalah segalanya dan aset paling berharga

Sejatinya tak ada salahnya memuji anak sendiri, bukan? Namun bila terlalu sering, ternyata efeknya tak baik lho Bun. Mengutip laman Practical Parenting, memberi pujian cantik pada anak akan membuat si kecil mengganggap bahwa wajah cantik adalah segalanya dan aset paling berharga, Bun. Karenanya, secara tak langsung, hal ini akan membuat Bunda mengajarkan si kecil untuk menaruh fokus pada apa yang terlihat, bukan yang ada di dalam.

Bahkan menurut laporan Forbes, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa pujian cantik dapat berdampak buruk lho Bun. Ini karena ketika anak diberitahu bila dirinya cantik, maka si kecil akan mempertahankan identitas tersebut. Efeknya, ia akan menghindari permainan atau aktivitas yang menurutnya bisa menghapus identitasnya sebagai anak yang cantik.

Bagaimanapun, pujian ini membawa pengaruh untuk psikologis mereka. Apalagi ditambah dengan survei BBC pada 2011, menemukan 6 dari 8 anak berusia 8 hingga 12 tahun, merasa lebih baik jika memiliki tubuh yang kurus. Penelitian yang dilakukan oleh Girl Guiding UK ini juga menemukan bahwa para anak perempuan sering menghubungkan kebahagiaan dengan bentuk tubuh.

Jadi Bun, memuji cantik itu tak masalah, karena pujian pun sebagai bentuk apresiasi, namun sebaiknya dilakukan dengan cara yang wajar dan tidak berlebihan ya Bun.

“Yang jauh lebih penting adalah apa yang ada di dalam anak saya yakni pikirannya, hatinya, dan jiwanya,” tulis Kerri Sackville, penulis Out There – A Survival Guide for Dating in Midlife, seperti dikutip dari Practical Parenting. Dibanding memperbanyak intensitas pujian secara fisik, justru Bunda disarankan untuk memuji si kecil yang mau melakukan ketrampilan atau pekerjaan rumah sehingga membuat kemampuan atau pengetahuannya bertambah.

“Penelitian menunjukan saat anak-anak tidak memiliki masalah kepercayaan diri pada tubuhnya ketika berada di sekolah, mereka cenderung sering mengajukan pertanyaan. Sementara dalam kasus-kasus ekstrem, ada anak yang menderita dysmorphia atau gangguan kejiwaan yang mungkin tidak merasa senang pergi ke sekolah,” tambah Swinson.

Sementara itu, Dr Sandra Wheatley, psikolog dan penulis Helping New Mothers To Help Yourself memberi saran dalam hal memuji anak, yaitu dengan menambahkan aspek karakternya. Sehingga kecantikan bukanlah yang utama dan si kecil tidak akan berpaku pada penampilan saja.

“Wajar untuk mendandani anak perempuan dengan cara yang feminin dan tidak ada yang salah dengan itu, selama kecantikan (dari luar) bukan yang difokuskan,” tutup Wheatley.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Bun, Meminta Tolong Si Kecil Pergi Ke Warung Membawa Banyak Manfaat Loh

brunette-child-daylight-2774383

Biasanya, saat sedang sibuk di dapur, sebagai ibu kadang kita melibatkan si kecil untuk membelikan bumbu dapur ke warung ya Bun. Pekerjaan semacam ini kelihatannya sepele. Bahkan mungkin dulu saat Bunda masih kanak-kanan, Bunda juga pernah mengalaminya.

Tapi tahukah Bun, ternyata aktivitas ini membawa banyak manfaat nih Bun. Menurut laman Sahabat Keluarga – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyuruh anak ke warung memiliki 6 manfaat, apa saja?

Si Kecil dapat Melatih Keberaniannya

Umumnya, anak akan merasa takut untuk pergi keluar rumah kecuali bila ia dipanggil oleh teman-temannya. Sementara dengan menyuruhnya pergi ke warung, hal ini bisa menjadi salah satu trik guna melatih si kecil yang lebih berani.

Mungkin bila awalnya si kecil takut, Bunda bisa mengantarnya sampai ke dekat warung baru kemudian di permintaan selanjutnya, Bunda hanya perlu mengantarnya sampai depan rumah saja. Dalam proses ini memang butuh kesabaran guna melatih keberanian si kecil, tapi ingat, tak perlu sampai memarahinya ya Bun.

Ternyata Bisa Melatih Daya Ingat Juga nih Bun

Bun, selain melatih rasa berani si kecil, dengan meminta tolong si kecil pergi ke warung juga mampu melatih daya ingatnya. Saat Bunda misalnya menyampaikan apa saja yang harus dibeli, maka dengan seksama ia akan menyimak dan mengingat pesan Bunda.

Tapi bila pesanan Bunda terlupa, tak perlu kecewa atau marah ya. Tetap maklumi atau mungkin saja memang ada kesalahan yang terjadi saat transaksi atau saat penjual memasukkan belanjaan ke kantung. Atau, cara terbaik lainnya adalah berikan catatan pada si kecil guna meminimalisir kesalahan.

Melatihnya Memberikan Tanggung Jawab Sedari Dini

Saat memintanya untuk pergi ke warung dengan sederet catatan kebutuhan bumbu dapur atau semacamnya, aktivitas ini berguna untuk melatih tanggung jawabnya, Bun. Bagaimanapun ia pasti akan mempertanggungjawabkan agar pesanan yang diminta dan diamanahkan orangtuanya bahkan mengupayakan agar berhasil mendapatkan barang tersebut.

Juga Melatihnya untuk Belajar Menyampaikan Pesan

Manfaat lain yang didapat adalah melatihnya berkomunikasi dan belajar menyampaikan pesan kepada orang lain. Anak akan berkomunikasi dengan Bunda sebagai pihak yang memberikan instruksi sehingga ia akan berusaha memperhatikan barang yang akan kita pesan.

Selanjutnya, si kecil juga akan berlatih berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada penjual. Mulai dari memberi salam hingga menyampaikan apa saja yang dibutuhkan. Tentunya ada anak yang mampu berkomunikasi dengan baik dan lancar, namun ada juga sebaliknya.

Tapi dengan seringnya Bunda menyuruh anak, maka frekuensi berkomunikasi mereka semakin banyak, serta dapat mengurangi rasa malu, takut, dan menambah percaya diri.

Sekaligus Membiasakannya agar Terbiasa Berhitung

Keuntungan lainnya dari menyuruh anak ke warung adalah melatih untuk berhitung. Terutama jika uang yang Bunda beri ternyata kelebihan, ia akan belajar tak hanya bertanggung jawab pada belanjaannya, tapi juga pada uang serta kembalian yang diterima guna memastikan jumlahnya benar.

Namun dari manfaat yang sudah terlihat, pastikan dulu Bunda menunjuk warung atau toko di sekitar rumah ya Bun. Jadi memang tidak jauh, kondisi jalan aman, serta anak memang sudah bisa diberi kepercayaan ketika usianya sudah cukup matang guna meminta tolong.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top