Dapatkan Artikel menarik dan mendalam langsung lewat SAYANGIANAK EXTRA di emailmu...

* indicates required
Parenting

Yuk Bunda Pahami Perkembangan Bayi 5 Bulan

baby

Bayi yang sudah berusia lima bulan bukan hanya dikaruniai wajah yang lucu nan menggemaskan. Kemampuan dan pertumbuhan yang dialami bayi di usia ini pun semakin membuat orangtuanya merasa takjub. Saat Bunda merentangkan kedua lenggan lebar-lebar, pasti ia akan tertawa atau bahkan membuat suara yang terdengar lucu. Ya, Bun, bayi tak hanya tersenyum, mereka bahkan sudah mampu berdecak, menggumam, serta menirukan suara atau bunyi-bunyian yang ada di sekitarnya. Bun, jadikan momen ini sebagai kesempatan emas dengan melatihnya untuk menirukan kata-kata atau suara yang ia dengar ya Bun. Kendati si kecil belum menirukan dengan sama persis, setidaknya otaknya sudah dapat menerima stimulus dari Bunda.

Pahami Aspek Emosi dan Sosial Pada Bayi Usia Lima Bulan ya Bun

Di usia lima bulan, memang masa-masanya bayi akan belajar mengekspresikan emosinya. Ia akan tersenyum, lalu tertawa saat mereka merasa nyaman dan senang. Namun bila ia merasa tak nyaman, ia pun akan tampak cemberut atau menangis sampai berderai air mata. Biarkan bayi mulai belajar tentang dirinya ya Bun. Ia pun juga mulai beradaptasi dan mengenali perbedaan saat diasuh oleh orangtua, pengasuh, atau bahkan kakek dan neneknya.

Di usia ini, si kecil mulai memahami arti bonding dengan orang-orang terdekatnya. Karenanya, bila ia sudah merasa dekat dengan lingkungan keluarganya, pasti ada masa ia akan merasa ketakutan bila ada orang dewasa yang mengajaknya berinteraksi namun belum pernah ia lihat sebelumnya

Ketahuilah Perkembangan Keterampilan Motoriknya Juga

Bun, seiring pertumbuhan bayi, otot-ototnya pun akan semakin kuat. Bayi pun akan semakin sering menggerakan kepala menuruti kemauannya. Ia juga mulai menggerakan anggota badannya guna meraih sesuatu yang ada di depannya. Perlahan tapi pasti, ia juga belajar untuk duduk. Hal-hal semacam ini baik untuk kemampuan motoriknya lho Bun. Kendati untuk duduk memang masih harus disangga dengan sandaran bantal atau tubuh orang dewasa ya Bun.

Nah, untuk membantu si kecil duduk, pastikan Bunda memposisikan kakinya untuk membentuk huruf V ya Bun. Posisi ini akan membantunya menyempurnakan keseimbangannya ketika duduk dan mengurangi risiko jatuh terguling.

Ia Pun Dapat Menggengam Sesuatu Lebih Kuat Lagi

Cobalah Bunda perhatikan, saat ia meraih suatu barang, lalu menggenggammnya di sebelah tangan, ia sudah mampu menggenggam benda tersebut lebih kuat lagi. Menariknya, ia bahkan sudah bisa memindahkannya ke tangan lain. Di usianya ini, tak menutup kemungkinan ia sudah dapat memegang botol atau gelas yang memiliki gagang di kanan kirinya. Bunda cukup pastikan benda apapun yang dipegang oleh si kecil terbuat dair bahan yang tak tajam dan tak mudah pecah ya, ini karena si kecil pasti masih sering membanting atau mengguncang-guncangkannya.

Amati Juga Perkembangan Inderanya, Bun

Di usia lima bulan, indera bayi juga berkembang pesat, Bun. Mulai dari indera pengecap, pendengeran, bahkan penglihatan. Si kecil semakin dapat mengenali benda-benda kecil (seperti misalnya kelereng yang diletakkan di atas lantai) dan benda yang bergerak (seperti misalnya kupu-kupu yang terbang di taman). Ia mulai dapat memahami bahwa ketika ia meletakkan suatu benda dan meninggalkannya, benda itu masih akan berada di sana sampai ia kembali.

Bahkan persepsi si kecil terhadap warna juga semakin baik, ia bahkan mulai mampu membedakan nada warna yang berbeda dari satu jenis warna yang sama.Misalnya, biru muda dan biru tua, meskipun pada usia ini bayi masih tetap memilih warna-warna primer seperti biru, merah, dan kuning.

Yuk Bun Tetap Berikan Stimulasi yang Baik untuk Si Kecil 

Stimulus yang berkelanjutan penting lho Bun guna pertumbuhan yang optimal untuk si kecil. Tak hanya untuk membantu menguatkan otot dan tulang untuk kemampuan motorik si kecil, tapi juga dapat membantu memperkuat hubungan antar sel-sel otak sehingga si kecil berpotensi memiliki kecerdasan yang bervariasi nantinya. Untuk itu, yuk Bun berikan stimulus pada si kecil sebagai berikut:

  1. Tetap lanjutkan kebiasaan berdialog dengan si kecil ya Bun. Perhatikan tiap si kecil membuat suara. Jangan lupa, saat Bunda berbicara, buatlah mimik wajah yang sesuai sehingga si kecil mengenali hubungan antara kata dan perasaan.
  2. Jangan lupa untuk mainkan musik saat Bunda berinteraksi dengannya. Si kecilsuka dengan suara terutama dengan suara musik, Bun. Karena itu, perdengarkan saja musik apa saja mulai dari klasik, jazz, pop, hingga musik tradisional. Perhatikan responnya, mungkin akan bertepuk tangan, tersenyum, bahkan berusaha menirukan musik yang ia dengar.
  3. Letakkan mainan di salah satu tangansi kecil, kemudian pindahkan ke tangan satunya. Lakukan sambil menyebutkan nama benda tersebut. Dengan cara ini, si kecil akan belajar memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain, juga belajar mengenal kosakata baru.
  4. Letakkan mainan di luar jangkauan si kecilketika ia dalam posisi tengkurap, dan perhatikan usahanya untuk meraih benda tersebut. Jika ia gagal, geser mainan tersebut lebih dekat ke arahnya sehingga ia tidak menyerah melakukannya.
  5. Tenangkansi kecil tiap kali bertemu orang asing. Jika Bunda menenangkannya ketika ia menangis atau gelisah, ia akan merasa dicintai, dilindungi, dan aman.
  6. Kondisikan rumah Bunda sehingga aman untuk bayi. Tutup steker listrik yang terbuka, tempatkan peralatan rumah tangga yang berbahaya dalam sebuah lemari yang terkunci, dan singkirkan semua benda yang berpotensi tertelan oleh si kecil. Juga, berhati-hatilah untuk tidak menempatkan wadah berisi air panas atau benda-benda berat di atas meja dimana bayi Bundaberpotensi meraihnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Ini Cara Mengembangkan Potensi Anak Sesuai Dengan Kepribadiannya, Setiap Orang Tua Perlu Tahu

megembangkanpotensianak

Setiap anak terlahir unik dan memiliki karakter yang berbeda-beda. Bahkan antar saudara kandung pun bisa memiliki karakter yang berbeda.

Bisa saja sang kakak yang pendiam dan pemalu mempunyai adik yang lebih berani dan selalu ingin tampil. Selain itu, setiap anak juga memiliki minat dan bakatnya masing-masing.

Oleh karena itu, bunda perlu mengenali masing-masing kepribadian anak saat akan mengembangkan potensinya.

Orangtua bertugas mengembangkan potensi anak dengan memberikan stimulasi yang tepat. Namun, mungkin bunda sering kebingungan, stimulasi apa lagi yang harus diberikan agar potensi anak berkembang?

Nah, agar bunda tidak kebingungan maka bunda perlu mengetahui kepribadian serta minat dan bakat anak.

Mengetahui Kepribadian Anak Adalah Langkah Awal Dalam Mengembangkan Potensi

Sebelum mencoba untuk mengembangkan potensi anak, bunda perlu mengetahui tipe kepribadian anak. Apakah anak bunda cenderung pendiam dan pemalu, aktif, supel, atau mudah bergaul.

Bunda juga bisa mempelajari tipe kepribadian melankolis, sanguinis, koleris, dan plegmatis. Amati perilaku anak sehari-hari agar bunda mengenali kepribadian anak.

Amati pula setiap kegiatan anak, lihat hal-hal yang membuat anak berbinar-bianr saat mengerjakannya. Dengan begitu bunda bisa mengetahui kepribadian dan hal yang disukai anak.

Ketahui Kepribadian pada Manusia yang harus kita ketahui:

Berikut penjelasan keempat kepribadian tersebut yang dirangkum dari Psichologia:

1. Sanguinis

Orang dengan tipe kepribadian sanguinis cenderung hidup, optimis, ringan, dan riang. Tipe ini juga menyukai petualangan dan memiliki toleransi tinggi akan risiko.

Selain itu, tipe sanguin biasanya lemah dalam menoleransi kebosanan, serta akan mencari variasi dan hiburan. Secara alami, sifat ini kadang-kadang negatif dalam memengaruhi hubungan percintaan dan lainnya.

Karena kepribadian ini berperilaku mencari kesenangan, banyak orang dengan kepribadian sanguinis cenderung berjuang dengan kecanduan (ingin suatu hal dengan terus-menerus).
2. Plegmatis

Seseorang dengan kepribadian plegmatis biasanya adalah orang-orang yang cinta damai. Tipe ini biasanya mencari keharmonisan antar-pribadi dan hubungan dekat yang membuat orang-orang plegmatis menjadi pasangan yang setia dan orang tua yang penuh kasih.

Orang-orang plegmatis suka menjaga hubungan dengan teman-teman lama, anggota keluarga yang jauh, dan tetangga. Dalam hal kepribadian, tipe plegmatis cenderung menghindari konflik dan selalu berusaha menengahi orang lain untuk memulihkan perdamaian dan harmoni.

3. Koleris

Seseorang dengan kepribadian koleris biasanya orang yang sangat berorientasi pada tujuan. Orang yang koleris terkenal sangat cerdas, analitis, dan logis, sangat praktis dan langsung, tetapi tipe ini tidak harus menjadi teman baik atau orang yang ramah.

Seorang koleris tidak menyukai pembicaraan singkat dan menikmati percakapan yang mendalam dan bermakna. Mereka lebih suka sendirian daripada di perusahaan dengan orang berkepribadian lemah.

4. Melankolis

Orang-orang dengan kepribadian melankolis menyukai tradisi. Misalnya wanita memasak untuk laki-laki, laki-laki membuka pintu bagi wanita.

Tipe melankolis rata-rata mencintai keluarga dan teman-temannya, tidak seperti orang-orang sanguinis. Melankolis tidak suka mencari hal-hal baru dan petualangan dan bahkan cenderung akan sangat menghindarinya.

Orang yang melankolis juga dikenal sangat sosial dan berupaya berkontribusi pada komunitas, sangat teliti dan akurat. Tipe ini adalah manajer yang fantastis dengan kepribadian yang baik.

Tips yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi anak dari kecil.

Setelah bunda mengetahui kepribadian, minat dan bakat anak, maka selanjutnya bunda perlu mengembangkan Potensinya. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi anak dari kecil.
~ Kenali Anak Sebagai Teman

Sepertinya terlalu klise, tapi memang benar. Dengan mengenali anak sebagai teman, anak akan lebih mudah untuk diajak berkompromi, anak lebih mudah diarahkan misalnya untuk mencoba hal-hal baru yang bertujuan untuk membuatnya pintar dan mengembangkan potensinya.

~ Bebaskan anak menjadi diri sendiri

Karakter yang baik dapat dibangun dan diajarkan pada anak tanpa menghilangkan karakteristik pribadinya. Bebaskan anak untuk menjadi diri sendiri namun tetap arahkan kearah kebaikan.

~ Berikan Stimulasi yang Tepat Sesuai Usianya

Setiap orangtua pasti ingin anaknya pintar, ingin anaknya bisa melakukan ini dan itu. Tapi jangan lupa, bahwa si Kecil juga punya bakat dan minat yang berbeda, dan kemampuan dasar yang berbeda sesuai dengan usianya. Jadi berikanlah stimulasi yang tepat sesuai dengan usianya.

Stimulasi yang tepat dan dilakukan secara konsisten, akan dapat merangsang kekuatan hubungan antar sel otak, yang akan membuat anak lebih pintar dalam berbagai hal.

~ Pendidikan agama sejak dini

Apabila sejak kecil ia sudah diajarkan ilmu dan norma-norma agama, maka hal tersebut akan melekat dalam perilaku sehari-hari. Dengan mengenal Tuhan maka anak akan mencerminkan perilaku yang baik dan menghindari perbuatan yang tidak terpuji.

~ Mengenalkan Nilai-nilai Positif Sejak Dini

Penting sekali mengenalkan hal-hal kecil tapi positif kepada anak sejak dini, sejak usia berapapun, baik dia sudah mengerti ataupun belum. Karena nilai-nilai itulah yang akan tertanam di dalam alam bawah sadarnya hingga anak dewasa nanti, dan mempengaruhi perkembangan potensi dalam dirinya.

~ Buat Daftar Permainan Edukatif

Di era di mana informasi digital semakin pesat, tidak susah untuk mencari informasi atau ide-ide mengenai berbagai permainan edukatif yang bisa dikenalkan pada si Kecil. Agar tidak lupa dan tidak bingung saat tiba-tiba harus bermain bersama si Kecil, bisa membuat daftarnya, lalu menyimpannya di handphone agar dapat diakses sewaktu-waktu, dan juga bisa menambahkan daftarnya jika terpikir ide permainan edukatif yang lain.

~ Menjadi contoh bagi si Kecil
Tidak hanya anak, orang dewasa termasuk Bunda pun memiliki tipe karakter sendiri. Bunda dapat mengidentifikasi mana karakter dasar Mama.

Untuk mengajarkan dan membangun sifat positif dalam diri si Kecil tentunya harus dibarengi oleh contoh nyata. Mama harus dapat menjadi contoh yang baik bagi anak sebagai standar acuannya dalam bersikap dan merespon segala hal dalam kehidupannya.

~ Memahami perasaan anak

Sebagai orangtua, sudah seharusnya memiliki kedekatan batin dengan buah hati. Bunda harus dapat menyentuh dan memahami perasaan anak.Dengan kasih sayang tulus dan keinginan untuk memahami apa yang anak rasakan maka akan lebih mudah dalam mendidik dan mengarahkan si Kecil.

Jika anak terlihat sedih sepulang bermain dengan temannya, tanyakan apa yang membuatnya demikian. Apabila ada permasalahan antara anak dan temannya, berilah nasehat apa yang harus dilakukan untuk berdamai dan saling memaafkan. Dengan begitu anak akan merasa bahwa Mama perhatian dengannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Anak Tidak Percaya Diri? Ini 10 Penyebab yang Perlu Bunda Waspadai

Little boy playing superhero at the playground

Kepercayaan diri adalah salah satu faktor penting dalam perkembangan anak. Rasa percaya diri yang tinggi akan mendorong keberanian anak untuk mengeskplorasi sesuatu yang ingin dia tahu dan berani mencoba hal baru.

Anak yang kurang memiliki rasa percaya diri akan menarik diri dari keramaian, tidak berani mencoba hal baru, dan membuatnya menjadi anak yang pemalu hingga tidak punya banyak teman. Bunda pasti ingin mempunyai anak yang memiliki rasa percaya diri kan? Oleh karena itu bunda perlu mengetahui hal-hal yang dapat membuat rasa percaya diri anak menurun.

Bahkan bisa jadi penyebabnya adalah pola asuh yang salah, lho. Agar si kecil tidak kehilangan rasa percaya dirinya, bunda perlu mengetahui penyebabnya. Berikut beberapa hal yang bisa membuat percaya diri anak menurun.

1. Anak sering dibandingkan dengan saudaranya atau temannya

Setiap anak mempunyai karakter yang berbeda dan tentunya mempunyai keistimewaan masing-masing. Oleh karena itu, seharusnya seorang anak tidak perlu dibandingkan dengan teman sebayanya atau bahkan saudara kandungnya sendiri.

Beberapa orangtua bahkan membandingkan anaknya dengan teman atau saudaranya agar sang anak termotivasi dengan berkata, “Lihatlah kakakmu, sudah rajin bantu ibu, juara kelas pula. Seharusnya kamu mencontoh kakak!” atau kalimat lainnya yang sejenis. Namun, dengan membandingkan anak justru bisa membuat anak merasa tidak berharga hingga kehilangan rasa percaya dirinya.

2. Orangtua kurang memberikan dorongan dan meremehkan anak

Seorang anak awalnya mungkin akan merasa malu, tidak berani mencoba hal baru atau berkenalan dengan teman baru. Jika begitu, maka bunda perlu memberikan dorongan dan motivasi. Jika si kecil merasa tidak yakin bisa melakukan sesuatu, bunda perlu meyakinkan si kecil. Berikan dorongan pada si kecil agar setidaknya mau mencoba melakukan hal yang baru.

Orangtua yang kurang memberikan dorongan dan motivasi kepada anak akan membuat anak terus merasa ragu dan tidak berani mencoba hal baru. Apalagi jika orangtua justru meremehkan si kecil. Misalnya meremehkan hobi atau meremehkan pencapaian anak.

3. Orangtua yang over protective

Setiap orangtua pasti ingin melindungi anaknya dan memastikan bahwa anaknya baik-baik saja. Namun, orangtua yang over protective memiliki kekhawatiran berlebih terhadap anaknya sehingga cenderung melarang anak melakukan banyak hal karena berbagai alasan, misalnya khawatir anak terluka, gagal, atau kecewa.

Orangtua tipe ini akan mengatur setiap hal yang dilakukan oleh anak. Dengan begitu anak tidak akan belajar untuk mandiri dan tidak percaya diri untuk melakukan hal yang disukainya atau mengambil keputusan.

Itulah beberapa penyebab anak tidak percaya diri yang perlu bunda ketahui. Agar kepercayaan diri si kecil tumbuh, maka selalu berikan dorongan dan motivasi kepada anak ya.

4. Anak-anak yang kurang kasih sayang pun diketahui dapat memiliki kepercayaan diri yang rendah

Hal ini berkaitan karena anak-anak merasa dirinya tidak disayang. Anak yang merasa tidak disayang menganggap dirinya tidak memiliki kemampuan apapun.

Belum lagi ketika anak merasa dirinya tidak berarti bagi orang tuanya, karena orang tua lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah dibandingkan dengan di rumah.

Oleh sebab itu, anak-anak penting untuk selalu ditemani dan diberikan kasih sayang orang tuanya. Mungkin orang tua merasa waktu-waktu kerja di mana mereka meninggalkan anak merupakan waktu yang wajar. Padahal ada banyak alasan mengapa orang tua kemudian akan kehilangan banyak informasi mengenai anaknya.

5. Trauma Akibat Pernah Gagal Sebelumnya

Anak-anak yang mengalami kegagalan seringkali mengalami trauma yang menyebabkan dirinya selanjutnya sulit sekali untuk mempercayai kemampuan dirinya. Hal inilah yang kemudian memerlukan peranan orang tua untuk kembali meningkatkan kepercayaan diri anak.

Anak-anak yang mengalami kegagalan kemudian diharapkan dapat memiliki orang tua yang selalu berada di sisinya dan menjelaskan bahwa satu kegagalan tidak berarti anak tersebut tidak mampu. Melainkan dibutuhkan waktu lebih untuk belajar lebih baik lagi.

6. Pengaruh Orang Tua yang Kurang Percaya Diri

Orang tua yang kurang percaya diri dapat menjadi alasan anak-anak pun menjadi tidak percaya diri. Hal ini berkaitan dengan bagaimana orang tua dapat menjadi contoh untuk anak-anaknya.

Seorang anak yang memiliki orang tua yang tidak percaya diri, kemudian dapat meniru sifat-sifat orang tuanya tersebut. Itulah kemudian yang menjadi alasan mengapa seorang anak harus melihat contoh orang tua yang percaya diri untuk dapat menjadi percaya diri.

7. Anak Memiliki Sifat Introvert

Selanjutnya, anak-anak yang introvet pun diketahui dapat memiliki kepercayaan diri yang rendah. Hal ini berkaitan karena anak-anak merasa dirinya tidak dianggap. Anak yang merasa tidak dianggap menganggap dirinya tidak memiliki kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain.

Belum lagi ketika anak merasa dirinya tidak berarti bagi teman di sekitarnya, karena teman-temannya tidak menyukai menghabiskan waktu dengan dia yang pendiam. Oleh sebab itu, anak-anak penting untuk selalu ditemani dan diberikan kasih sayang oleh orang tuanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Jika Anak Suka Membantah, Orangtua Harus Menyikapinya dengan Benar, Ini Tips untuk Menghadapi Anak yang Suka Membantah

Kidsargue

Semua orangtua pasti menantikan setiap pertumbuhan dan perkembangan sang anak, termasuk saat anak mulai bisa berbicara. Pertama kali mendengar si kecil bisa memanggil “ayah”, dan “bunda” pasti rasanya menyenangkan.

Harapan agar anak segera bisa diajak ngobrol pun tumbuh. Namun, seiring dengan bertambahnya kemampuan berbahasa, maka anak juga mulai bisa membantah lho, Bun.

Anak yang suka membantah merupakan hal yang normal dalam perkembangannya.

Sebagai orangtua pasti ingin anaknya menjadi seorang anak yang penurut dan mematuhi nasihat orangtua. Tapi kenyataannya tidak selalu begitu, ada kalanya anak akan membantah dan terus berargumen untuk mendapatkan keinginannya.

Sejatinya, seorang anak yang suka membantah merupakan hal yang normal dalam perkembangannya. Hal itu bisa menjadi salah satu cara anak untuk menyampaikan keinginannya, dan ingin mengetahui alasan kenapa mereka harus melakukan suatu hal. Misalnya, seorang anak yang berusia 4-5 tahun akan sering bertanya kenapa mereka harus tidur siang, kenapa harus makan sayur, dan lainnya.

Oleh karena itu, tak jarang orangtua dan anak berdebat hanya karena hal kecil. Nah, jika anak mulai suka membantah maka orangtua harus menyikapinya dengan benar. Berikut beberapa tips untuk menghadapi anak yang suka membantah:

1. Dengarkan baik-baik perkataan anak dan hargai perasaannya

Saat anak mulai membantah perkataan orangtua, jangan langsung balik membantahnya. Hal itu justru akan membuat perdebatan tidak kunjung selesai dan emosi meningkat.

Sebaiknya bunda dengarkan dulu setiap argumen dari anak dengan sabar dan penuh perhatian. Tunjukkan sikap bahwa bunda menghargai perasaan anak. Jika bunda menunjukkan sikap yang baik maka anak juga akan menjaga sikapnya. Berbeda jika bunda menunjukkan eskpresi marah dan tidak suka, maka akan juga akan semakin melawan.

2. Jelaskan alasan setiap perintah orangtua

Saat meminta atau menyuruh suatu hal kepada anak, sebaiknya jelaskan alasannya dengan Bahasa yang mudah dipahami oleh anak. Misalnya saat menyuruh anak untuk mandi, bunda bisa mengatakan, “Yuk mandi, biar badannya bersih dan wangi.”

Dengan begitu anak akan paham alasan orangtua menyuruhnya mandi. Terkadang orangtua hanya menyuruh anak melakukan sesuatu tanpa penjelasan karena menganggap orangtua pasti tahu yang terbaik untuk anak. Hal itu akan membuat anak tidak mengerti apa pentingnya menuruti perintah orangtua.

3. Berikan beberapa pilihan kepada anak

Tak jarang seorang anak tidak langsung menuruti perintah orangtua. Misalnya saat diminta berhenti bermain dan tidur siang, ada saja alasan anak agar bisa lanjut bermain.

Jika begitu, bunda bisa memberikan beberapa pilihan, misalnya berikan pilihan untuk tambahan waktu beberapa menit atau satu kali permainan lagi lalu berhenti, daripada memaksanya untuk berhenti saat itu juga. Dengan memberikan beberapa pilihan kepada anak, maka anak akan merasa dilibatkan dalam mengambil keputusan dan dihargai.

4. Buat aturan yang jelas

Langkah terakhir adalah memberikan peraturan yang jelas tentang apa yang boleh dan tidak boleh serta konsekuensinya jika dilanggar. Saat membuat aturan, libatkan anak untuk mendiskusikan poin-poinnya. Sesuaikan aturan yang dibuat dengan usia anak agar anak memahaminya.

Misalnya peraturan tentang berapa lama boleh bermain, kapan harus pulang untuk makan dan mandi, dan lainnya. Tawarkan juga tentang konsekuensi jika melanggar aturan, misalnya dengan mengurangi jam bermain.

Jangan memberikan hukuman fisik jika anak melanggar peraturan. Selain hukuman, berikan juga hadiah jika anak mematuhi peraturannya. Bunda bisa memberikan hadiahnya sebagai kejutan agar anak tidak hanya termotivasi karena hadiah untuk mematuhi aturan.

Itulah beberapa cara menghadapi anak yang suka membantah. Semoga bermanfaat ya, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top