Kesehatan

Walau Sudah Diberi MPASI, Berat Badan si Kecil Tak Kunjung Naik, Kenapa ya?

Berat badan bayi jadi salah satu hal yang jadi prioritas Bunda saat membesarkan dan memantau tumbuh kembang si kecil. Bila berat badan si kecil tak sesuai grafik atau standar bayi seusianya, orangtua sering merasa sangat khawatir. Di usia enam bulan biasanya berat badan bayi memang fluktuatif. Bunda sering khawatir saat berat badan si kecil stagnan padahal ia sudah mengonsumsi MPASI. Kira-kira apa penyebabnya ya Bun?

Mengutip dari Kumparan.com, ahli gizi dr Tan Shot Yen mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat Bunda memberikan MPASI, sebab kalau satu faktor saja terlewat, maka hal ini bisa jadi pemicu berat badan si kecil tak kunjung bertambah. Nah, hal apa saja? Berikut ini paparannya, Bun.

Pemberian MPASI Harus Pas dengan Umur si Kecil

Memberi MPASI tak boleh sembarangan ya Bun. Usia menjadi titik awal si kecil boleh atau tidak diberikan MPASI. Bunda dapat memberikan MPASI padanya bila si kecil makan ditandai dengan tanda-tanda berikut: bisa meraih makanan yang dimasukkan ke mulut, sebab koordinasi mata mulut dan tangan sudah ada, duduk dengan kepala yang dapat tersangga tubuh, tertarik pada makanan yang dilihatnya ketika orang lain sedang makan, dapat menelan makanan, sebab jika tidak, risiko tersedak atau dikeluarkan lagi.

Menu MPASI Sudahkah Memenuhi Kebutuhan Gizi Harian?

Bun, sudahkah Bunda memperhatikan dengan detail setiap menu MPASI yang akan diberikan pada si kecil? Bunda perlu tahu, MPASI yang baik untuknya adalah menu yang terdiri dari variasi bahan empat bintang meliputi karbohidrat, protein nabati, protein hewani, serta sayur dan buah.

Jadi, kalau si kecil berat badannya tak kunjung bertambah sekalipun ia sudah diberikan MPASI, mungkin ini saatnya Bunda memberikan varian menu MPASI yang lebih sehat.

Pastikan Tekstur Makanan dan Takarannya pun Tak Bunda Lewatkan Ya

Memberikan MPASI itu bertahap ya Bun. Pertama, mulailah dengan memberikan bubur saring. Kemudian kalau sudah beberapa waktu, gantilah menunya menjadi nasi tim cincang sampai akhirnya si kecil makan dengan menu yang sama dengan keluarga.

Selain tekstur, takaran pun juga perlu diperhatikan. Bunda perlu mengetahui, kebutuhan pangan si kecil tepat dengan kebutuhan makro dan mikronutrien. Jadi bukan hanya variasi 4 bintangnya, tapi jumlah bahan dan kualitas bahan yang dipilih mampu mencegah kekurangan zat besi dan mineral lainnya yang dibutuhkan saat tumbuh kembang.

Perhatikan Waktu atau Pola Pemberian MPASI-nya Juga

Bun, supaya si kecil tumbuh sehat dengan MPASI, maka pemberian MPASI bisa rutin hingga 3 kali sehari dengan selingan buah sementara ASI jalan terus. Selain itu, perhatikan kebersihan MPASI menjadi syarat mutlak, karena jangan sampai tujuan pemberian makan yang mestinya memastikan tumbuh kembang bayi, malah menjadi petaka karena diare.

Dari keempat hal tersebut, sudahkan Bunda memenuhi kebutuhan MPASI si kecil dengan baik? Kalau berat badannya tak kunjung naik, mungkin saja hal itu bisa menjadi pemicu alasan berat badan si kecil tidak naik sesuai grafik pertumbuhan. Bahkan bukan hanya berat badannya saja yang tidak naik, tinggi badan si kecil juga bisa berpengaruh.

Untuk membantu berat badan si kecil naik sesuai dengan grafik pertumbuhan, orangtua harus segera mencari tahu terlebih dahulu penyebabnya supaya tumbuh kembang si kecil tidak mengalami masalah yang serius ya Bun.

Selain itu, sebagai orangtua pun Bunda juga perlu lebih bijak dan tidak berbangga dengan kuantitas makanan yang dimakan oleh si kecil setiap harinya, tanpa memperhatikan kualitas dan kebersihannya. Sebab kata dia, kuantitas menjadi percuma bila kualitas dan kebersihan makanan yang diberikan kepada bayi buruk.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

3 Kebiasaan Sepele yang Bikin Gigi si Kecil Karies

gigi karies pada anak

Gigi karies atau berlubang, bisa mengganggu aktivitas dan tumbuh kembang anak. Sayangnya, masih banyak orang tua yang menganggap enteng masalah ini, sehingga merasa tidak perlu melakukan perawatan khusus. 

Lubang pada gigi bisa terjadi pada usia berapa pun jika kebersihan gigi dan mulut si kecil terabaikan. Umumnya, gigi karies pada anak disebabkan oleh kebiasaan yang sering dianggap sepele berikut ini: 

1. Ngedot 

Balita bisa sampai ketiduran sambil ngedot atau menyusu dari botol. Jika dibiarkan, sisa susu atau minuman manis lainnya seperti teh manis atau jus bisa menempel dan bersarang di gigi anak dalam waktu yang lama. 

Gula yang melekat di gigi akan menjadi makanan bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang. Lama kelamaan, bakteri membentuk plak dan menghasilkan asam yang mengikis lapisan terluar gigi. Kombinasi dari plak dan lapisan terluar gigi perlahan akan hilang dan mengakibatkan lubang. 

2. Ngemut 

Saat mulut tertutup karena mengemut makanan, produksi kelenjar ludah berkurang. Karbohidrat dari sisa makanan di rongga mulut akan difermentasikan oleh bakteri menjadi asam. Rasa asam inilah yang menimbulkan gigi berlubang. 

3. Malas Sikat Gigi 

Jelas, malas menyikat gigi pagi dan malam sebelum tidur, dan terutama setelah makan yang manis-manis, mengundang bakteri semakin betah bersarang di gigi anak. Malas menyikat gigi bisa mempercepat pembusukan gigi anak, membuatnya menghitam dan akhirnya berlubang. 

Cara Mencegah Gigi Anak Karies

Jika sudah tahu penyebabnya, terapkan cara mudah dan sederhana ini untuk mencegah gigi karies pada anak. 

1.Hindari Menyusu Sambil Tidur 

Kalau anak masih menyusu ASI atau susu botol, jangan biarkan ia tertidur dalam keadaan menyusu. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi paparan asam pada gigi anak yang menimbulkan karies gigi. 

Usahakan anak tetap terjaga setidaknya 15 menit setelah selesai menyusu, dan mintalah ia membersihkan giginya terlebih dahulu sebelum tidur. Pada saat usianya menginjak 12 bulan, ajari anak untuk mulai minum susu dari gelas. Dengan cara ini, diharapkan pertumbuhan karies gigi pada anak dapat dicegah. 

2. Mengunyah Makanan dengan Benar 

Latih anak mengonsumi makanan padat sesuai tahap perkembangan usia. Dengan demikian, anak perlahan akan menghilangkan kebiasaan mengemut makanannya. 

Latihan ini juga berfungsi memperkenalkan si kecil pada berbagai tekstur makanan. Kegiatan ini juga merangsang proses pertumbuhan serta perkembangan rahang dan gigi. 

3. Jadi Contoh yang Baik untuk Anak 

Anak akan mencontoh perilaku orang tua. Maka, Bunda dan Ayah harus memperlihatkan kebiasaan rajin menyikat gigi. Supaya lebih menyenangkan, jadikan momen sikat gigi sebagai kegiatan rutin harian yang dilakukan secara bersama-sama dengan keluarga. 

Selain untuk mengawasi aktivitas menyikat gigi si kecil, cara ini juga tepat untuk membangun ikatan antara orang tua dan anak. Jika gigi susu anak belum tumbuh, Bunda atau Ayah bisa membersihkan gusi dan mulutnya dengan kain lap lembut yang sudah dibasahi air hangat. 

Masih banyak pertanyaan seputar karies gigi pada anak? Cari tahu jawabannya di kelas online Kelasin.com ‘Kebiasaan yang Bisa Sebabkan Gigi Anak Rusak’. Di sini, semua dibahas lengkap dan Bunda bisa curhat langsung sama ahlinya. Yuk, ikutan kelasnya. Gratis! 

Sumber: Tanyapepsodent.com  

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Jangan Bingung, Menyiapkan MPASI Tak Sesulit yang Dibayangkan

mpasi homemade

Memasuki usia bayi mulai MPASI, orang tua biasanya dilanda kegalauan. Rasanya campur aduk, antara senang karena anak akan makan untuk pertama kalinya, sekaligus bingung karena baru belajar tentang MPASI. Wajar saat banyak pertanyaan muncul.

Menyiapkan MPASI memang susah-susah gampang. Namun, kata mereka yang sudah melewatinya, tidak sesulit yang dibayangkan kok. Buat sebagian orang tua, mempersiapkan MPASI malah mengasyikkan karena bisa bereksperimen di dapur. Bebas, yang penting, tetap ikuti aturan seperti yang disarankan para ahli ya. 

Kapan Mulai MPASI? 

Menurut World Health Organization (WHO), MPASI sudah boleh diberikan ketika anak berusia 180 hari atau 6 bulan. Di usia ini, sistem pencernaan anak sudah berkembang lebih baik dan cukup matang sehingga siap untuk menerima makanan selain ASI.

Tanda anak siap makan antara lain: 

  • Sudah bisa duduk tegak dan stabil menyangga kepalanya. 
  • Mulai tertarik pada makanan, berusaha meraih makanan yang didekatkan kepadanya dan ada refleks membuka mulut. 
  • Anak bisa mengunyah dan mengendalikan lidah dengan baik untuk menggerakkan makanan yang ada di mulutnya. 

MPASI yang Baik

Agar gizinya seimbang, panduan MPASI yang disarankan WHO menyebutkan kuncinya adalah keberagaman makanan. Perlu diketahui, tidak ada satu pun bahan makanan yang mengandung semua elemen gizi yang diperlukan.

Karenanya, sejak usia 6 bulan, anak perlu dikenalkan semua variasi makanan. Apa saja? Mulai dari bahan pangan pokok (serealia, ubi-ubian), buah dan sayuran, kacang-kacangan dan olahannya (tempe tahu), sumber protein hewani (daging sapi, ayam, telur, ikan, hati), dan sumber lemak tambahan (minyak, mentega tawar, santan, kaldu). 

Jadi jelas ya, variasi makanan berlaku untuk semua usia. Hanya saja, untuk tekstur, porsi dan frekuensi ditingkatkan secara bertahap sesuai perkembangan bayi. 

Gimana kalau Anak Alergi Saat Memulai MPASI? 

Ini memang jadi ketakutan tersendiri orang tua yang baru memulai MPASI untuk anaknya. Tapi tunggu deh, coba singkirkan dulu kekhawatiran itu. Kalau belum dicoba, dari mana kita tahu anaknya alergi atau tidak? 

Sebenarnya, kita bisa mengambil rujukan dari periode  pemberian ASI selama 6 bulan. Selama menyusui, makanan atau minuman apa saja yang dikonsumsi ibu, yang menimbulkan reaksi alergi pada bayi? Coba diingat-ingat.   

Jangan lupa untuk membuat food diary. Fungsinya, agar kita tahu dan punya catatan tentang makanan apa saja yang memberikan reaksi tertentu pada anak. 

MPASI Homemade 

Pemberian makanan bagi anak pada periode emas sangat penting. Karena di masa ini, terjadi pertumbuhan dan perkembangan untuk tumbuh kembang anak secara optimal. Setuju kan?   

Untuk MPASI sendiri ada pilihan yang bisa diberikan, yakni MPASI instant atau yang homemade alias dibuat sendiri. MPASI instan banyak sekali beredar di pasaran dengan menawarkan kepraktisan dan lebih cepat dalam proses penyajiaannya. 

Sedangkan MPASI homemade, sesuai namanya, merupakan hasil olahan sendiri, pastinya membutuhkan waktu dan persiapan untuk mengolahnya. Meski agak repot, MPASI yang diolah sendiri punya beberapa keuntungan, yaitu dibuat langsung dari bahan alami dan masih segar, dan menunya bisa lebih bervariasi untuk memenuhi kriteria gizi seimbang. 

Kalau mau belajar lebih banyak, semua ini dibahas secara lengkap dan bisa diikuti di kelas online ‘Memulai MPASI Buatan Rumah’. Untuk detail acara dan cara pendaftaran, bisa langsung klik di link ini

— source foto: Canva

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Jika Si Kakak Cemburu Pasca Kelahiran Sang Adik, Ini yang Harus Bunda Lakukan

Punya anak kedua itu tantangan tersendiri ya Bun. Apalagi kalau jarak usia antara si kakak dan adiknya tak jauh berbeda. Bukan hanya Bunda dan Ayah yang mempersiapkan diri, sebab si sulung pun juga. Terlebih di usia balita, biasanya anak masih membutuhkan perhatian ekstra dari orangtuanya.

Tidak ada yang melarang bila Bunda memang memiliki program untuk menambah momongan dengan jarak usia yang tak jauh dari si sulung. Tapi pastikan Bunda sudah tahu cara menangani rasa cemburu yang dimunculkan sang kakak saat Bunda memberitahukan kalau ia akan kedatangan seorang adik.

Apalagi banyak cerita kalau balita justru tidak senang dan ‘menolak’ kehadiran adik barunya. Karenanya, Bunda perlu memberikan pengertian kepada Si Kecil sejak adiknya masih di dalam kandungan.

Berikut tipsnya:

  • Tak usah khawatir bila si sulung berubah perasaannya dalam beberapa minggu atau bulan. Tetap lah bersabar dan Bunda cobalah pahami perasaannya. Beritahukan dengan pelan-pelan bahwa keberadaan adiknya kelak bukanlah sebagai saingan melainkan jadi teman tumbuh bersama.
  • Merasa terancam akan kedatangan adik baru adalah perasaan normal yang dialami si sulung. Bunda bisa membuatnya tak merasa terancam dengan melibatkannya dalam kehamilan Bunda. Izinkan sang kakak untuk merasakan tendangan kaki bayi di perut Anda. Jelaskan kepadanya mengenai bayi yang akan lahir dan ceritakan bahwa ia dulu juga pernah berada di dalam perut Anda.
  • Sebelum Bunda ke rumah sakit untuk bersalin, jelaskan terlebih dahulu kepadanya bahwa sebentar lagi adiknya akan lahir. Jelaskan pula siapa yang akan menemaninya saat Bunda dan suami harus ke rumah sakit. Dengan begini, ia tak akan merasa dilupakan atau tersaingi oleh kehadiran sang adik.
  • Saat adiknya lahir dan setiap perhatian tamu terpusat pada bayi yang baru lahir, Bunda jangan sampai lupa untuk tetap memberikan perhatian kepada Si Kakak. Misalnya, saat tamu memuji bayi baru Anda, katakanlah bahwa ia secantik dan sepintar kakaknya.
  • Jangan ragu untuk sertakan juga si kakak saat merawat adiknya. Minta bantuannya untuk mengambilkan baju atau popok bayi. Puji ia di depan adik barunya.
  • Kadang, kakak merasa dituakan dan bisa bersikap agresif terhadap adiknya dengan memukul, menggigit, atau mendorong. Bun, saat menghadapi situasi semacam ini, cobalah katakan dengan tegas namun lembut, bahwa ia tidak boleh menyakiti adiknya.
  • Luangkan waktu Bunda untuk si kakak dan katakan bahwa ia tetap bagian terpenting dalam hidup Anda. Berikan waktu, serta perhatian khusus bersamanya setiap hari.
  • Saat adiknya sudah bisa tertawa dan bercanda, buat permainan bersama antara Si Kakak dan adik barunya, seperti cilukba, bernyanyi bersama, dan sebagainya. Dengan begitu, si sulung pun akan menyadari bahwa adiknya adalah teman bermainnya.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top