Mom Life

Viral Video Cicak Jilati Sikat Gigi, Yuk Pakai Tembakau dan Kopi untuk Usir Cicak

Cicak termasuk hewan yang sangat mudah ditemukan. Bahkan hampir di setiap rumah pasti ada cicak yang sering hinggap di tembok rumah. Sekalipun cicak tak berbahaya, bahkan membantu mengurangi nyamuk dan serangga, keberadaannya bisa saja mengganggu lho Bun. Penghuni rumah harus mencaritahu cara mengusir cicak.

Cicak tembok bisa muncul di mana saja, di sela-sela figura foto, di balik lemari, bahkan sampai kamar mandi. Nah, kalau cicak sampai muncul di kamar mandi, banyak penghuni rumah yang tak sadar. Alih-alih mengabaikan, keberadaan cicak di kamar mandi harus diwanti-wanti. Baru-baru ini beredar video yang menunjukkan cicak yang sedang menjilati sikat gigi.

Video tersebut diunggah dalam kanal YouTube Miss Blessings pada 6 Agustus 2017 dan kembali viral di Indonesia setelah akun Twitter @bubblelac mengunggah video yang sama. Tak jarang warganet juga merasa jijik dengan sikat gigi yang telah dijilati oleh cicak tembok. Nah Bun, perlu diketahui air liur cicak juga mengandung zat yang berbahaya untuk tubuh manusia.

Hati-hati lho Bun, jika Bunda atau anggota keluarga lain terkontaminasi dengan air liur cicak, bisa saja hal ini akan memicu sakit perut. Untuk itu Bunda perlu mengetahui cara mengusir cicak yang tak cukup dengan gertakan saja. Selain itu, manfaatkan bahan-bahan alami untuk mengusir cicak ya Bun. Cukup siapkan tembakau dan bubuk kopi.

Buatlah campuran tembakau dengan kopi menjadi bola-bola kemudian letakan campuran tersebut di setiap sudut rumah atau tempat favorit yang kerap didatangi cicak.

Cicak akan penasaran dengan bola-bola yang ternyata adalah perangkap. Cicak tembok yang memakan bola-bola tersebut akan menyingkir dari sekitar sudut rumah atau bahkan mati, Bun.

Selain itu, tetap jaga kebersihan rumah ataupun kamar mandi. Beri jarak antara tembok kamar mandi dengan wadah perlengkapan mandi. Sebagai tindakan preventif, selalu beli sikat gigi yang memiliki penutup plastik di kepalanya ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Ciri-ciri Gangguan Perkembangan Bayi Usia 0-6 Tahun

Terjadinya gangguan perkembangan bayi usia 0-6 tahun sering diabaikan, karena banyak orang tua yang tidak menyadari. Padahal perkembangan bayi sangat berpengaruh untuk masa depannya. Maka dari itu, penting mengetahui ciri-ciri anak yang mengalami keterlambatan perkembangan. Dengan demikian kita bisa memberikan anak stimulasi dan penanganan yang tepat, sesuai kebutuhannya.

5 Masalah pada Tahap Perkembangan Bayi

Setiap orang tua yang mempunyai anak penting untuk mengetahui apa saja masalah yang seringkali terjadi pada tahap perkembangan bayi di usia 0-6 tahun. Selengkapnya berikut ini penjelasan dari 5 masalah yang sudah terjadi tersebut.

1. Kemampuan Motorik 

Perlu diketahui jika motorik merupakan kemampuan anak dalam gerakan seperti memegang mainan atau melempar mainan tersebut. Pada umumnya saat anak sudah berusia 3 bulan, sudah mulai bisa mengangkat kepalanya, sehingga harus diperhatikan.

Sedangkan jika terjadi masalah pada kemampuan motorik ini anak akan menunjukkan beberapa hal seperti tidak bisa meraih mainan, tidak dapat memasukkan mainan ke mulut dan usia 6 bulan belum bisa duduk tanpa bantuan orang lain. 

2. Kemampuan Bahasa

Saat anak berusia mulai dari 0-6 tahun, mungkin bisa terjadi masalah pada tahap perkembangannya seperti tidak dapat merespon suara. Lebih tepatnya pada saat ini sudah berusia 3 sampai 4 bulan, seharusnya bayi sudah mulai bisa merespon suara, bahkan bisa mengoceh.

Permasalahan pada kemampuan bahasa bisa disebabkan karena beberapa faktor seperti gangguan spektrum autisme, menjadi masalah pada otot pengendali bicara dan gangguan pendengaran karena kelainan genetik. Tentu jika anak mempunyai masalah seperti ini, segera konsultasi dengan dokter.

3. Kemampuan Melihat

Sebenarnya saat anak berusia enam bulan pertama, penglihatannya memang belum jelas. Meskipun begitu, bayi di usia tersebut sudah mulai bisa melihat apapun yang ada di sekitarnya. Bahkan, sudah mulai bisa memberikan respon atau mengikuti gerakan orang lain.

Sedangkan bayi yang mengalami gangguan penglihatan bukan menunjukkan beberapa ciri-ciri seperti tidak dapat melihat tangannya sendiri saat berusia 2 bulan. Selain itu, gangguan penglihatan juga bisa dilihat dari adanya air mata terus mengalir. 

4. Kemampuan Sosial dan Emosional

Gangguan perkembangan bayi usia 0-6 tahun yang selanjutnya yaitu pada kemampuan sosial dan emosionalnya. Meskipun pada umumnya kondisi tersebut dapat dilihat saat anak sudah memasuki sekolah, tapi sudah mulai dapat dilihat saat anak berusia 3 bulan.

Permasalahan yang seperti ini bisa disebabkan karena beberapa faktor, seperti halnya hubungan anak dengan orang tua yang tidak berjalan dengan baik dan adanya gangguan bahasa. Sedangkan saat di usia 6 bulan pertama disebabkan karena gangguan kognitif.

5. Kemampuan Kognitif

Gangguan kognitif yang terjadi pada tahap perkembangan bayi di usia 0 sampai 6 tahun sangat berpengaruh terhadap fungsi intelektual bayi. Bahkan, gangguan ini juga bisa menyebabkan kesulitan anak dalam belajar dan mengganggu kesadarannya.

Biasanya anak dengan permasalahan kemampuan kognitif akan menunjukkan ciri-ciri seperti sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain, bahkan tidak bisa bermain dengan orang lain. Sedangkan gangguan ini disebabkan karena terjadinya cedera otak. 

3 Ciri-Ciri Anak dengan Gangguan Perkembangan

Bayi berusia 0-6 tahun yang mengalami gangguan perkembangan mempunyai ciri-ciri tersendiri dan dapat dilihat dengan jelas. Apa itu dari fisik atau responnya terhadap lingkungan. Lebih jelasnya berikut ini ciri-ciri anak dengan gangguan perkembangan

1. Postur Tubuh Pendek

Ciri-ciri anak yang mempunyai gangguan perkembangan yaitu mempunyai postur tubuh pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Gangguan seperti ini bisa disebabkan karena beberapa hal seperti penyakit, masalah genetik, kekurangan nutrisi hingga kekurangan hormon pertumbuhan.

Jika memang merasa postur anak lebih pendek dibandingkan anak seusianya, in salah satu solusi yang bisa dilakukan yaitu membawanya ke dokter untuk mendapatkan diagnosis lebih akurat. Bisa saja nantinya dokter akan menyarankan untuk melakukan terapi.

2. Belum Bisa Melakukan Sesuatu

Anak atau bayi di usia 0 sampai 6 tahun yang belum bisa melakukan sesuatu sesuai dengan anak sepantarannya, itu juga menjadi salah satu gangguan perkembangan. Misalnya saja saat di usia 4 bulan anak belum bisa mengangkat kepalanya dan menggenggam benda.

Contoh lainnya Saat berusia 12 bulan belum bisa mengoceh atau babbling dan berbicara satu katapun. Tentu jika mengetahui kondisi yang seperti ini diharapkan segera melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan. 

3. Tidak Tertarik Berinteraksi

Ciri-ciri anak dengan gangguan perkembangan yang selanjutnya tidak tertarik untuk berinteraksi dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Mungkin saja kondisi seperti ini disebabkan karena tidak mempunyai kontak mata.

Perlu diketahui jika keterbatasan kontak mata yang dimiliki juga menjadi salah satu tanda autisme. Begitu juga saat anak tidak tertarik untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar, segera periksakan ke dokter.

Risiko Keterlambatan Perkembangan

Bayi yang mengalami keterlambatan atau gangguan pada perkembangan mempunyai resiko tersendiri. Perlu diketahui jika keterlambatan perkembangan ini biasa terjadi saat berada di dalam kandungan ataupun setelah lahir.

Jadi, saat keterlambatan atau gangguan tersebut terjadi saat masih di dalam kandungan, memungkinkan bayi lahir dalam keadaan cacat. Bahkan, hal tersebut juga bisa berlangsung saat anak menjelang remaja. 

Perlu diketahui juga jika gangguan perkembangan atau keterlambatan ini bisa menjadi salah satu gejala dari kondisi medis seperti kelainan genetik, gejala spektrum autisme, distrofi otot, Landau kleffner syndrome dan sindrom x yang rapuh.

Demikian penjelasan mengenai gangguan perkembangan bayi usia 0-6 tahun. Dari penjelasan ini bisa diambil kesimpulan jika gangguan perkembangan bayi terjadi karena beberapa faktor yang mempengaruhinya. Begitu juga cara penanganannya juga sebaiknya diserahkan kepada dokter.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Event

Dukung Sisi Eksplorasi Anak dengan Mini Oreo dan Cadbury Lickabels yang Berkolaborasi dengan Minions

Bunda pasti setuju, jika sebagai Ibu, kita punya perang yang sangat penting untuk menjaga kehangatan di tengah-tengah keluarga. Caranya pun bermacam-macam, salah satunya saat sedang menikmati waktu bersama sambil ngemil. Dan untuk urusan ini, peran Bunda kembali diperlukan. Karena, sebelum menentukan jenis cemilan, pastilah kita butuh tahu kualitas dan kandungan yang terdapat pada camilan yang akan dipilih. Mencoba memahami hal tersebut, Mino Oreo dan Cadbury Lickables sebagai brand unggulan dari Mondelez Indonesia, berkolaborasi dengan Minions menghadirkan kemasan khusus edisi tematik karakter Minions yang diangkat dari film terbaru, The Rise of Gru. 

Minions sendiri, akan tayang per hari ini, 29 Juni 2022  bersamaan dengan momen liburan sekolah. Untuk itu, Maggie Effendy selaku Head of Marketing Mondelez Indonesia mengatakan bahwa sejalan dengan komitmen perusahaan untuk Empower People to Snack Right, Mondelez International senantiasa berupaya memahami kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia sehingga dapat menghadirkan camilan yang tepat, di waktu yang tepat, dan membuatnya dengan cara yang tepat pula. Hal ini mendorong Mini OREO dan Cadbury Lickables untuk senantiasa mengedepankan semangat inovasi guna menghadirkan produk-produk terbaik yang bisa dinikmati oleh setiap anggota keluarga. 

“Berkolaborasi dengan Minions, Mini OREO dan Cadbury Lickables meluncurkan kemasan edisi khusus bertematik karakter Minions 2: The Rise of Gru yang dilengkapi dengan stiker dan mainan menarik di balik kemasan sebagai wujud nyata kami dalam mendorong anak mengasah sisi eksplorasi sehingga menciptakan momen main semakin seru bersama keluarga. Inovasi yang hadirkan oleh Mini OREO dan Cadbury Lickables dilatarbelakangi bahwa Minions merupakan salah satu karakter favorit anak-anak Indonesia sehingga diharapkan kolaborasi ini bisa menawarkan kegiatan yang menyenangkan bagi mereka”, jelas Maggie. 

Karena memang akan dihadirkan dengan nilai yang eksklusif, Mini OREO Pouch akan menghadirkan 9 desain kemasan edisi khusus bertema karakter Minions dan pada Mini OREO Cup terdapat 15 desain stiker lucu di seluruh varian rasa. Sementara, Cadbury Lickables akan menghadirkan kemasan edisi khusus bertema karakter Minions, dilengkapi total 31 mainan menarik di balik kemasan, terdiri dari 8 jenis mainan dengan 4-6 desain yang berbeda. 

Di sisi lain, Tya Ariestya selaku Mom Influencer menjelaskan bahwa seorang ibu turut berperan dalam menjaga kebersamaan dan kehangatan keluarga, dan salah satunya bisa dilakukan melalui kegiatan ngemil. “Guna menjaga kebersamaan dan kehangatan keluarga, Mini OREO selalu menjadi produk makanan ringan andalan yang mampu membuat momen ngemil bersama di keluarga saya menjadi lebih seru. Melalui berbagai varian rasa dan kualitas terbaik, sehingga OREO berhasil mempertahankan posisi sebagai biskuit nomor 1 di dunia. Tak hanya itu, momen main keluarga pun menjadi semakin seru karena Mini OREO kini hadir dengan edisi khusus Minions”, jelas Tya. 

Tak hanya Tya saja, hadirkan kolaborasi ini juga mendapat sambutan hangat dari Sabai Dieter selaku Mom Influencer juga. Sependapat dengan Tya, ia juga mengungkapkan bagaimana peran dan preferensinya ketika memilih sebuah brand makanan ringan untuk keluarganya. “Ketika memilih produk makanan ringan tentu saya akan memilih produk yang tak hanya berkualitas namun juga memberikan nilai lebih bagi keluarga. Dengan perpaduan coklat berkualitas yang lembut dan susu menjadikan Cadburry sebagai salah satu brand coklat favorit keluarga Indonesia. Jadi, hadirnya kolaborasi Cadbury Lickables bersama Minions semakin mendorong anak saya lebih bereksplorasi dengan cara menyenangkan bagi mereka melalui kemasan dan beragam mainan yang unik”, ujar Sabai. 

Nah, selain menawarkan kemasan edisi khusus Minions dengan stiker dan mainan dalam kemasan, Mini OREO dan Cadbury Lickables juga turut menggandeng Cinepolis untuk menghadirkan menu paket Mini OREO, Cadbury Lickables, dan Popcorn guna memeriahkan momentum penayangan film terbaru Minions 2: The Rise of Gru yang akan tayang serentak pada 29 Juni 2022 yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga karena bertepatan dengan momen liburan sekolah. 

Hal menarik lain dari kolaborasi ini, Mini OREO dan Cadbury Lickables juga mengadakan berbagai macam keseruan yang bertujuan mendorong anak untuk bereksplorasi dengan hadiah menarik. Mini OREO mengadakan kompetisi kreasi kemasan dan stiker mini OREO, sementara Cadbury Lickables menghadirkan Toys Collection Competition untuk semakin memeriahkan peluncuran kemasan edisi khusus bertema karakter Minions. Untuk informasi details nya, Bunda bisa cek di Instagram @OREO_Indonesia dan @Cadburyid. 

Maggie berharap, melalui kolaborasi ini, Mini OREO dan Cadbury Lickabels bisa memberikan inspirasi bagi keluarga Indonesia untuk selalu meluangkan waktu berkualitas dan melakukan berbagai kegiatan bersama guna menciptakan lebih banyak momen keseruan dan mempererat ikatan serta kehangatan dalam keluarga Indonesia. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Memahami Gigi Bayi dan Seluk Beluk Pertumbuhannya

Gigi merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Selain berfungsi untuk mengunyah, keberadaan gigi juga bisa menambah estetika wajah. Karena itu, setiap fase perkembangannya—mulai dari gigi bayi sampai dewasa—harus diperhatikan dengan baik, terutama oleh para ibu.

Gigi bayi atau gigi susu bia

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Dengan Sayangi Anak EXTRA, orang tua dapat mengakses semua artikel premium, kelas & event eksklusif dan video – video seputar parenting, kesehatan dan ibu & anak baik dari para ahli Sayangi Anak maupun dari Team Sayangi Anak..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top