Kesehatan

Tolong Pak, Anak-anaklah yang Paling Menderita Akibat Asap Ini, Mereka Harusnya aktif bermain, Bersekolah, Harus Terampas Haknya

Asap pekat di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan nyaris menghentikan aktivitas masyarakat di daerah terkait. Dampak yang paling mengkhawatirkan adalah gangguan kesehatan yang diderita masyarakat, terutama anakanak dan bayi.

Anak-anaklah yang paling menderita akibat bencana asap ini

ASAP
“Anak-anak kami mesti memakai masker di rumah, sekolah juga diliburkan,” Ujar Andri  (34) warga Jambi seperti dikutif dari detik.com. “Kasus ISPA semakin meningkat penderitanya,” terang dia lagi.

Seperti dikutif dari indopos.co.id, Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Fahmi Idris menyatakan, setidaknya ada 700 ribu balita dan lebih dari satu juta anak yang tinggal di beberapa provinsi yang terkena bencana asap. Fahira menilai bencana kabut asap berpotensi atau sudah mengganggu kesehatan mereka, terutama kepada bayi yang notabene belum memiliki sistem pernapasan yang kuat dan sempurna.

“Potensi terburuk gangguan pernapasan adalah radang paru-paru. Anak-anaklah yang paling menderita akibat bencana asap ini,” kata Fahira saat dikonfirmasi, kemarinMenurut Fahira, selain dari sisi kesehatan, kebutuhan pendidikan dan psikologis anak juga terganggu.

Mereka yang seharusnya aktif bermain, bersekolah, harus terampas haknya karena harus diam di rumah demi menghindari asap. “Jika bencana ini tak cepat selesai tumbuh kembang anak-anak ini akan terganggu,” ujarnya khawatir. Fahira mendesak adanya pelayanan kesehatan yang prima dan gratis kepada anak-anak yang terpapar asap. Anak-anak harus segera dipulihkan kesehatannya. “Ini tugas pemerintah dan sebagai bentuk nyata permintaan maaf negara kepada rakyatnya,” ujar senator dari DKI Jakarta itu. Fahira berharap bencana asap ini bisa segera berlalu dan tahun ini menjadi bencana asap yang terakhir.

Anak-anak yang telah menjadi korban kabut asap

Efek Pencemaran udara di Sumatera dan Kalimantan tersebut semakin parah. Indeks pencemaran udaranya semakin parah dan berbahaya bagi pernapasan anak. Bahkan telah menelan korban anak-anak meninggal.

Asap2

‘Cukup anak hamba ya Allah yg jadi korban akibat asap yang tidak kunjung berhenti, jgan lagi ada korban lain, sesak nafas, batuk, pilek akibat kabut asap dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab’, demikian tulis Rhia dalam akun Facebooknya. Dalam postingan itu dia memasang duka saat putrinya Nabila yang berusia 15 bulan meninggal dunia. Di foto itu, bayi Nabila memakai masker, dan juga ada yang sudah berbungkus kafan.

Para murid di sekolah dipaksa sekolah menggunakan masker, Kita orang tua saja pakai masker juga sesak nafas, apalagi anak-anak

Seperti dikurif dari detik.com, Hari  Senin (5/10/2015) seluruh sekolah di Riau disuruh masuk walau kondisi polusi udara di level berbahaya. Para murid di sekolah dipaksa menggunakan masker dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Pemkot Pekanbaru.

Kendati menggunakan masker, ternyata hal itu tidak membuat nyaman selama proses belajar berlangsung. Apalagi terhadap murid yang masih duduk di bangku SD.

“Kita orang tua saja pakai masker juga sesak nafas, apalagi anak-anak. Mau sampai kapan kondisi seperti ini, kasihan anak-anak bersekolah pakai masker. Dan mereka juga tak merasa nyaman,” tutur Elis orangtua murid Hafizh, murid kelas satu SDN 110 di Jl Purwodadi, Kecamatan Tampan, Pekanbaru

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top