Event

Tips Mengelola Emosi Orangtua Selama Pandemi

Coba ingat, selama pandemi sudah berapa kali Bunda tak bisa menahan emosi di rumah?

Demi menyesuaikan situasi, sekolah online memang masih dijadikan acuan untuk sistem pembelajaran anak di masa pandemi. Mendampingi anak belajar dirumah pun bukanlah hal yang mudah. Orang tua perlu menjaga kestabilan emosi ketika mendampingi anak belajar. Namun ketika anak mengalami fase bosan saat belajar, terkadang timbul emosi dari orang tua. Lalu bagaimana tipsnya bagi orang tua agar dapat mengelola emosi selama mendampingi anak belajar ketika pandemi ini?

Berusaha untuk memahami kegundahan yang selama ini Bunda rasakan, kali ini Sayangianak.com bekerja sama dengan KALCare. Ingin mengajak Bunda untuk sama-sama belajar untuk mengelola emosi di rumah selama pandemi.

Yuk temukan jawabannya di Kulwap KALCare : “Tips Mengelola Emosi Orang Tua Selama Pandemi.”

šŸ“… : Rabu, 25 November 2020
ā° : 13.00 WIB – 15.00 WIB

Pembicara:
1. Novia Dwi Rahmaningsih, M. Psi., Psikolog (Psikolog Kawan Bicara)
2. Maria Olga, S.Tr.Gz (Ahli Gizi KALCare)

Registration : FREE (Kuota Terbatas)

Registrasi di https://bit.ly/kaltipsmengelolaemosiorangtua dan dapatkan voucher Belanja di KALCare sebesar Rp.50.000,-. Kunjungi www.kalcare.com atau download aplikasi KALCare di iOs dan Android.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Anak Susah Makan Membuat Bunda Bingung ? Kenali Penyebabnya

Menghadapi anak  susah makan memang tidaklah mudah. Terkadang bunda sampai habis kesabaran dan menyerah karena sang anak gigih tidak mau buka mulut untuk makan. Kondisi ini bisa saja terjadi karena berbagai macam faktor. Coba cermati dulu, apa penyebabnya dan bagaimana solusinya. 

Faktor yang Menyebabkan Anak Susah MakanĀ 

Salah satu kesedihan menjadi orang tua adalah ketika menyaksikan anaknya susah makan. Ternyata kondisi ini bisa terjadi karena berbagai faktor, tidak melulu masakan bundanya tidak enak ya. Daripada asal tebak-tebak saja lebih baik langsung cermati lewat penjelasan dibawah ini saja. 

1. Terlalu Banyak Minum Susu 

Secara tidak sadar terkadang orang tua justru memberikan anak minuman  produk olahan dari susu, misalnya yoghurt.  Susu sendiri ternyata mengandung banyak kalori dan bisa membuat anak mudah merasa kenyang.  Tentu saja sudah tidak selera lagi ketika dihadapkan pada menu-menu makanan.

Boleh memberikan susu namun hanya di jam-jam tertentu saja. Misalnya pagi hari untuk menu sarapan, atau malam hari menjelang tidur. Dengan begitu perut anak masih terasa kosong dan bisa terisi dengan beragam menu makanan lain seperti nasi serta olahan masakan dari bunda yang mengandung gizi.

2. Sedang Merasa Lelah 

Ternyata ketika anak merasa lelah ia juga akan malas menyentuh snack atau makanan yang ada di hadapannya. Namun kebanyakan kasus mereka tidak menjelaskan atau berkata terus terang pada bundanya, oleh karena itu sebagai orang tua harus peka terhadap hal tersebut. 

Jika melihat gejala anak seperti ogah-ogahan menyentuh makanan, coba tanyakan apakah ia sedang merasa lelah. Jangan lupa tawarkan juga beberbagai menu makanan kesukaan untuk menggugah seleranya. Cara ini cukup berhasil dan efektif untuk membangkitkan kembali semangat makannya.

3. Terlalu Banyak Makan Snack 

Punya anak yang sedang dalam masa pertumbuhan memang tidak mudah. Biasanya mereka sedang aktif-aktifnya dan senang makan snack kesukaan. Hal tersebut sebenarnya boleh-boleh saja asalkan masih dalam batas wajar. Jangan sampai melebihi aturan dan membuat mereka enggan makan berat.

Biasanya jadwal snack yang tidak diatur terlalu ketat akan membuat anak-anak merasa kenyang sebelum akhirnya makan berat.  Saat anak sedang senang-senangnya dengan snack segera ambil tindakan dengan memberikan jadwal yang ketat dan konsisten, jangan sampai mengganggu masa pertumbuhan.

4. Sedang Tidak Enak Badan 

Ketika sedang merasa tidak enak badan biasanya anak juga akan bertindak tidak tertarik terhadap makanan. Hal ini dikarenakan sistem imunnya memang sedang turun dan berpengaruh pada semua sistem tubuh termasuk pancaindra. Oleh karena itu perasanyanya juga cenderung pahit. 

Jika sedang dalam kondisi seperti ini paling benar memang memberikan tindakan penanganan terhadap sakitnya terlebih dulu. Namun selama masa pemulihan sebaiknya berikan makanan dan minuman yang bisa membantu menyembuhkan sakitnya atau menunjang recovery berjalan dengan cepat.

5. Adanya Porsi yang Terlalu Besar 

Bunda sebaiknya selalu tanyakan kepada anak tentang porsi makanan yang disukainya. Dengan menyesuiakan porsi makan anak akan merasa bersemangat ketika menyantapnya. Namun jika terlalu berlebih bisa memberikan tekanan tersendiri, ia berpikir harus menghabiskannya agar tidak kena marah. 

Biasanya ketika melihat porsi terlalu besar si kecil juga akan langsung malas, menghidar dari makanan. Ia sudah mengerti jika makan terlalu banyak maka akan merasa kewalahan. Anak cenderung menyesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhannya, jadi bunda secukupnya saja jika menyediakan.

Cara Mengatasi Anak yang Susah MakanĀ 

Anak susah makan biasanya susah diatasi, namun jika dibiarkan tentu akan berbahaya bagi kesehatannya, apalagi jika masih dalam masa pertumbuhan. Namun bukan berarti orang tua harus berdiam diri saja, ada beberapa cara agar si kecil jadi doyan makan lagi, yuk simak penjelasannya. 

1. Gunakan Porsi Makan Kecil 

Usahakan untuk memberi makan dengan porsi kecil terlebih dulu. Biasanya dengan begini anak akan lebih tertarik menghabiskannya. Lambat laun Anda bisa menambahkan porsinya. Namun jangan terburu-buru. Biarkan sampai dia terbiasa dulu, jangan sampai mengakibatkan anak badmood lagi. 

Kemudian jangan lupa untuk menyelipkan pujian setiap si kecil berhasil menghabiskan makanannya dengan baik. Selipkan kata-kata baik seperti ā€œanak budan hebatā€ dan semacamnya. Dengan begitu si kecil makin bersemangat juga untuk selalu menghabiskan porsi makannya tersebut.

2. Ciptakan Kebiasaan Makan yang Menyenangkan 

Setiap ingin masuk jam makan usahakan jangan awali dengan omelan atau bentakan, karena hal tersebut bisa mempengaruhi mental dan perasaan si kecil. Lebih baik gunakan kalimat yang baik, buat suasana menjadi menyenangkan. Misalnya play lagu kesukaannya. 

Atur jam makan ketika anak memang sedang lapar, insting seorang ibu akan membantu Anda untuk memahami  kondisi perut anak. Jika memang perlu tanyakan saja kepada si kecil karena biasanya ia juga sering lapar di jam-jam tidak terduga misalnya sore menjelang malam.

3. Buat Kreasi dari Makanan 

Bunda memang harus sedikit menggunakan usaha ekstra untuk mempersiapkan makanan si kecil agar terlihat menarik. Ciptakan kreasi dari sayuran juga buah dengan bearagam bentuk untuk membuat anak merasa senang ketika waktunya makan tiba. 

Agar usaha ini berbuah manis bunda juga harus mencontohkan cara makan yang baik kepada anak. Temani waktu makannya agar merasa lebih bersemangat menghabiskan porsinya. Walaupun terkesan tidak mudah namun cara ini cenderung berhasil.

Masa pertumbuhan si kecil merupakan proses panjang yang perlu perjuangan dan pengorbanan. Tidak mau makan merupakan salah satu batu krikil saja, bunda harus menghadapinya dengan strategi yang baik untuk kebaikan bersama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Cara Mendidik Anak Pakai Ilmu Parenting Tanpa Drama

Sebagai orang tua ilmu parenting pastinya sangat penting diterapkan kepada anak-anak. Cara mendidik anak zaman sekarang dengan dulu tentunya berbeda. Ada beberapa hal yang sudah tidak bisa lagi diajarkan memakai metode sama, harus lebih fleksibel mengikuti perkembangan zaman. 

Tips Cara Mendidik Anak dengan Ilmu Parenting Zaman SekarangĀ 

Merekatkan hubungan anak dan orang tua harus dijalin sejak dini. Ilmu parenting bisa menjadi jembatan penghubung antar keduanya. Jangan sampai karena enggan belajar ayah dan bunda hanya mengikuti tumbuh kembangnya saja tanpa ada parenting sesuai dengan usianya.

1. Siap Untuk Jadi Pendengar yang BaikĀ 

Saat sudah tumbuh dan mulai bisa berbicara bersiaplah untuk jadi pendengar yang baik. Apalagi di usia remaja biasanya anak mulai mengalami berbagai gejolak masa pubertas. Ada banyak hal ingin ia sampaikan entah itu hanya sekedar bercerita ataupun bertanya untuk tahu lebih lanjut. 

Saat seperti itulah orang tua harus menjadi pendengar yang baik. Jangan sampai anak merasa bahwa dia tidak punya tempat mengadu dan akhirnya mencari pelampiasan lain. Perlu diingat hubungan baik antar pembicara dan pendengar ini harus dijalin sejak dini. Saat besar anak tidak canggung lagi.

2. Sepakati Berbagai Aturan PentingĀ 

Membangun karakter disiplin dan mandiri anak juga bisa dari membuat peraturan-peraturan kecil dalam rumah. Tanamkan konsistensi sejak dini dan rasa tanggung jawab, tentu saja secara perlahan. Misalkan dengan mengajaknya menjaga kebersihan kamarnya sendiri, membantu orang tua, dan semacamnya.

Tidak hanya anak saja yang menyepakati aturan tersebut, orang tua juga harus ikut andil melakukannya secara konsisten. Ajarkan dengan perlahan, jangan gunakan paksakan sehingga mereka hanya tidak tulus dalam mengerjakannya. Hal ini juga akan mengajarkan keterbukaan antara dua belah pihak.

3. Hargai Privasi MerekaĀ 

Selanjutnya jangan lupa anak juga punya privasi yang harus dihargai oleh orang tua. Jangan campuri urusannya jika memang mereka tidak menginginkannya, meskipun itu hal-hal kecil. Jaga dan hormati hal yang ia anggap sebagai privasi agar saat dewasa juga tetap berlaku sama kepada teman-temannya.

Seiring dengan pertambahan usianya, terkadang banyak orang tua lupa bahwa anak juga akan memiliki privasinya. Untuk itu siapkan kamar serta telepon genggam adalah bentuk dari menghormatinya, jangan campuri jika memang mereka tidak mau membaginya. Namun ketika mulai bercerita tetap dengarkan.

4. Selalu Menjadi Teladan yang BaikĀ 

Pernah dengar kalau anak adalah peniru yang ulung, istilah tersebut benar adanya. Sebab apa saja yang orang tua lakukan dan ucapkan akan ditiru oleh anak. Jika tidak ingin menyesal di kemudian hari sebaiknya mulailah jadi teladan yang baik, dalam bertingkah laku maupun tutur kata. 

Inilah sebabnya banyak orang selalu mengatakan jangan pernah bertengkar di depan anak atau mengucapkan kata kasar. Sebab secara tidak langsung otak akan merekam dan menyimpannya dalam memori. Suatu saat memori tersebut bisa menjadi  pembentukan tingkah laku anak ketika dewasa.

5. Selalu Memberikan MotivasiĀ 

Setiap anak pastinya sudah punya cita-cita dan impian yang ingin ia raih. Sebagai orang tua tunjukkan bahwa ia mampu meraihnya dengan kemampuannya. Selalu berikan motivasi agar rasa percaya diri itu muncul. Mulai arahkan dan tunjukkan jalan agar sedari kecil sudah tau tujuannya. 

Orang tua merupakan support system anak. Bagaimana anak berani menghadapi dunia adalah bentukan sikap sedari kecil yang ditanamkan oleh ayah dan ibu. Selalu bangun komunikasi dengan mereka agar tahu dan menjadi orang pertama selalu dipercaya untuk mendengar keluh kesan dan mimpinya.

6. Berikan Informasi Tentang Pertemanan di UsianyaĀ 

Saat mulai bertambah usianya dan harus menjalin interaksi dengan orang lain, membentuk pertemanan dengan sebayanya jadilah orang tua yang kooperatif.  Berikan informasi mengenai pergaulan, apalagi di usia remaja yang rentan dan akan melihat banyak prespektif kehidupan.

Sebagai orang tua tentunya harus berani membicarakan masalah pergaulan tersebut kepadanya. Berikan infromasi yang tepat tentang edukasi seks, rokok, alkohol, bahkan juga narkoba. Jangan sampai anak justru tahu dari orang lain dan akhirnya terbujuk rayuan mereka untuk mencobanya.

8. Ajarkan Cara Mengelola Stres Yang BenarĀ 

Sebagai orang tua pastinya sudah paham dan mengerti jika sudah mulai beranjak dewasa anak akan mulai menghadapi berbagai masalah dari sekolahnya, pergaulan, bahkan juga percintaan. Jika tidak tersalurkan dengan baik  maka bisa saja terjadi penumpukan stres berkelanjutan. 

Ajarkan kepada anak untuk mengelolanya dengan baik. Ada banyak cara agar stres bisa tersalurkan dengan baik. Misalnya mulai bercerita dengan sesama, menghadapinya dengan cari solusi atau mencari kesibukan lain agar pikiran tidak memikirkan hal-hal itu saja. Berikan anak ruang untuk memilihnya.

9. Menghargai Sesama dan Berani Mengakui SalahĀ 

Kemampuan dasar anak yang harus diperhatikan dan dibina sejak kecil adalah menghargai sesamanya. Ajarkan beberapa kalimat ajaib sebagai bentuk menghargai keberadaan orang lain. Misalkan permisi, tolong, dan terima kasih. Biasakan sejak dari kecil agar jadi pribadi rendah hati. 

Selanjutnya jangan lupa juga untuk memberikan pengertian kepada mereka bahwa jika salah maka harus berani bertanggung jawab dan meminta maaf. Jangan justru sembunyi tangan dan akhirnya justru hilang melimpahkan kesalahan tersebut pada orang lain. 

Berikan informasi dan pengertian kepada mereka jika berbuat salah adalah hal biasa dan tidak perlu terlalu dipikirkan. Namun ajarkan juga agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Jadi orang tua memang tidak mudah dan ini adalah pekerjaan seumur hidup. Jadi lakukan dengan bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Si Kecil Sering Menangis Histeris Tengah Malam, Kenapa Ya Bun?

Terbangun tengah malam karena si kecil menangis, memang sudah jadi hal lumrah untuk orangtua. Hal yang membuat frustasi adalah ketika Bunda tidak tahu apa yang membuat si kecil menangis, tengah malam pula. Eits, jangan dulu berpikir yang tidak tidak ya Bun. Karena jika cermati lagi, pasti ada beberapa pemicu yang membuat si kecil sering histeris tengah malam. 

Nah, daripada terbawa emosi saat menghadapi kondisi ini, karena mungkin Bunda juga sedang mengantuk dan tak bisa mengontrol diri. Mari, pahami dan teliti lagi, apa sih yang membuat anak sering terbangun dan menangis di tengah malam.

Bisa Jadi si Kecil Sedang Mengalami Mimpi Buruk

Tidak hanya orang dewasa saja, anak kecil juga bisa mengalami mimpi buruk loh Bun. Apa yang dialaminya, kemungkinan membuatnya terjaga hingga tak lagi bisa tidur atau justru menangis karena memang benar benar takut. Karena mimpi buruk yang dialaminya bisa jadi terasa begitu nyata. 

Dan tidak hanya membuatnya terbangun, mimpi buruk juga bisa membuatnya merasa selalu ada yang menganggunya saat akan tertidur. Alhasil, si kecil menjadi lebih cemas atau bahkan merasa trauma hingga membuatnya histeris. 

Terlalu Capek Karena Aktivitasnya Seharian

Ayo Bun, coba ingat lagi. Di malah si kecil menangis histeris, apakah siangnya dia bergerak teralalu banyak? Atau mungkin juga ia menjalani aktivitas yang benar benar padat sampai membuatnya kelelahan. Jika ternyata Iya, hal tersebut bisa jadi faktor pemicunya. 

Untuk kondisi ini, salah satu cara yang bisa segera Bunda lakukan adalah memahaminya. Coba tanyakan pada si kecil, bagian tubuhnya mana yang terasa sakit. Dengan begitu Bunda bisa memberinya pijitan sederhana untuk menghilangkan rasa kram atau lelah di bagian tubuhnya karena terlalu banyak bergerak. 

Suasana Dan yang Ia Gunakan di Tempat Tidurnya Tidak Nyaman

Harus diakui, kenyamanan adalah poin penting yang harus Bunda perhatikan ketika si kecil sedang tidur. Karena pada rentang usia tersebut, si kecil masih sangat sensitif terhadap sesuatu yang ada di sekitarnya. Untuk menghindari ia menangis di tengah malam, maka Bunda perlu memerhatikan lagi.

Apakah tempat tidurnya sudah nyaman, bagaimana bahan selimut dan pakaian tidur yang ia gunakan, hingga pada udara ruangan tempat ia tidur. Jika ternyata kamarnya terlalu panas, bukan tak mungkin jika ia bisa mendadak terbangun lalu histeris tengah malam. 

Dan Gangguan Malam Lain yang Mungkin Sedang Dirasakannya 

Yap, ini jadi pemicu atas gangguan tidur yang banyak dialami si kecil hingga membuatnya bangun dan histeris di tengah malam. Gangguan yang dimaksud tidak hanya membuat ia terbangun, tapi juga ketika mendadak berbicara hingga berteriak sendiri. 

Kondisi ini bisa disebabkan oleh jam tidurnya yang tidak teratur, sehingga istirahat malamnya kurang berkualitas. Untuk menghindari terjadinya gangguan tidur saat malam seperti ini, Bunda perlu memastikan jika si kecil tidak beraktivitas secara berlebihan saat siang hari. Hindari pula kegiatan berlebihan lain sebelum ia tidur, seperti menatap layar gadget terlalu lama. 

Dan sebaliknya, sebagai orangtua Bunda perlu menjamin jika ia bisa terhindar dari kondisi tersebut dan bisa tidur dengan situasi dan kondisi yang nyaman. Sebagai tambahan, Bunda bisa membuat suasana kamar tidurnya lebih bersahabat untuk mendukung aktivitas tidurnya. Mulai dari mengatur pencahayaan, menambah wangi wangian di ruangan, dan memastikannya tidur dengan aman dan nyaman. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top