Parenting

Tips Mencegah Kejahatan Seksual pada Anak

Beberapa waktu lalu banyak terjadi kasus pelecehan seksual pada anak. Aksi pelecehan seksual yang terjadi tersebut mungkin menyebabkan banyak orangtua jadi paranoid.

Menurut data dari Komnas PA, dari 10 laporan kekerasan pada anak, 8 di antaranya adalah kasus kejahatan seksual dan 80% korban adalah anak perempuan.

Orangtua yang baik sudah semestinya harus waspada terhadap keselamatan anak. Selain penddikan, kesejahteraan, dan kasih sayang, orangtua harus bisa menjadi tempat berlindung anak-anak.

Berikut ini tips dari Seto Mulyadi  atau yang lebih akrab disapa kak Seto seperti dikutif dari female.kompas.com

1. Edukasi seksual sejak dini
Selama ini, obrolan seputar seksual dianggap tabu untuk anak-anak. Namun, Seto mengatakan, edukasi seksual seharusnya dilakukan sejak dini.”Edukasi seksual sebaiknya diberikan untuk anak di atas lima tahun,” sarannya.

Namun, aturlah penggunaaan kata-kata dan cara menyampaikannya dengan cara yang bisa diterima dan diingat oleh anak.

2. Komunikasi
Komunikasi adalah salah satu kunci utama untuk meningkatkan keharmonisan keluarga, dengan membangun suasana yang hangat dan nyaman, supaya anak-anak akan merasa aman dan bebas bicara.

3. Jadilah sahabat anak
Orangtua harus bisa menjadi sahabat anak. Dengan demikian, anak merasa bebas bercerita apa saja dan kapan saja pada Anda. Memiliki orangtua yang akrab dan terbuka, anak akan merasa memiliki teman terbaik yang bisa membuat mereka tidak merasa sendiri.

 

Selain itu, infografis singkat yang Jawa post ini bisa menjadi tips sedehana buat para orang tua.

anakhidari
untuk mengantisipasi dan melindungi anak, inilah saran dan petunjuk dari ayahbunda.co.id yang penting untuk orang ketahui yaitu:

Gunakan istilah sebenarnya
Ketika Anda mengajari anak, “Ini namanya hidung, yang ini kaki”, perkenalkan juga alat kelamin dengan istilah asli. Biasakan menyebut ‘penis’ untuk anak laki-laki dan ‘vagina’ untuk anak perempuan –tidak ada bedanya dengan menyebut organ tubuh lain. Pembiasaan menggunakan istilah asli adalah langkah pertama pendidikan seks anak. Ketika jika suatu waktu anak mengalami kejahatan seksual, ia bisa mengomunikasikannya dengan bahasa yang dipahami orang lain.

Ajarkan konsep privasi
Beritahu anak bahwa tidak semua orang boleh melihat, apalagi menyentuh alat kelaminnya. Ajarkan padanya siapa saja yang boleh, dan dalam situasi apa. Misalnya, boleh oleh dokter saat memeriksa, atau pengasuh saat memandikan. Anda pun harus mendukung anak dalam menjaga privasinya, misalnya dengan tidak menelanjangkan anak di tempat umum ketika berganti baju di pinggir kolam renang atau pantai, misalnya. Biasakan mengajak anak mengganti bajunya di ruang tertutup, meski untuk itu Anda mungkin akan lebih repot. Hindari pula mengunggah foto anak tanpa busana di situs jejaring sosial. Anda tidak pernah tahu akan adanya ancaman predator yang bergerilya di dunia maya.

Bedakan jenis sentuhan
Ajarkan pada anak mengenai sentuhan di tubuhnya. Ada tiga jenis sentuhan yang perlu anak ketahui: 1. Sentuhan baik dan boleh, yaitu sentuhan dari orang lain menggunakan tangan yang dilakukan di bagian tubuh di atas bahu dan di bawah lutut, yang merupakan sentuhan karena kasih sayang, seperti membelai kepala dan mencubit pipi. 2. Sentuhan harus waspada, karena membingungkan untuk menilainya sebagai bermaksud sayang atau napsu, yang merupakan sentuhan di bawah bahu hingga atas lutut tubuh anak. 3. Sentuhan jelek dan terlarang, yaitu orang lain menyentuh bagian tubuh yang tertutup pakaian renang. Bila ada yang melakukan sentuhan di area ini, anak harus berani menolak dan berkata tegas, misalnya dengan bilang, “Jangan begitu!”

Hargai pendapat anak
Saat anak tidak mau bersalaman dengan teman Anda yang baru dikenalnya, biarkan saja. Tidak perlu dibujuk terus-terusan, apalagi langsung dimarahi, agar ia berubah pikiran. Hargai kemampuan anak untuk bilang tidak. Kemampuan ini merupakan latihan, akan ada momen-momen di kemudian hari saat mereka harus berani berkata “Tidak!” –termasuk saat merasa terganggu jika ada yang menyentuhnya.

Percaya naluri Anda
Jika seseorang membuat Anda tidak nyaman, itu adalah alasan yang cukup untuk menjaga anak menjauhinya. Saat Anda merasa ragu saat akan menitipkan anak pada seseorang, bahkan pada teman Anda, jangan lakukan. Tak jarang naluri ibu memang bisa ‘mengendus’ sesuatu yang tidak benar, bukan?

Pisahkah tidur
Pisahkah tidur kakak dan adik terutama jika berbeda jenis kelamin. Semakin dini dilakukan, semakin baik. Saat tidur, tersingkapnya pakaian sangat mungkin terjadi, dan hal tersebut bisa menimbulkan hasrat seksual, sekalipun dengan saudara kandung.

Wajib waspada
Wajib waspada terhadap orang dewasa yang mencoba menghabiskan waktu hanya berdua dengan anak, bahkan jika orang tersebut Anda kenal. Menurut riset di Assosiasi Psikolog Amerika Serikat, 90% dari kasus pelecehan seksual yang terungkap, ternyata pelakunya merupakan orang yang dikenal korban. Bahkan, 30% di antaranya masih memiliki hubungan keluarga! Hanya 10% pelaku yang betul-betul orang asing bagi korban.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Ketahui Apa Saja Hal yang Membuat Si Kecil Tidak Aman

Rumah adalah tempat di mana si kecil bernaung dan melakukan segala aktivitasnya. Sebagai orang tua tentu sangat penting untuk memperhatikan hal yang membuat si kecil tidak aman. Sehingga hal tersebut dapat diantisipasi untuk memberikan perlindungan maksimal kepada sang anak.

Beberapa Solusi Menghindari Hal yang Membuat Si Kecil Tidak Aman

Dengan keamanan yang terjamin di dalam rumah, maka tidak hanya anak saja yang bisa bermain dengan nyaman, orang tua pun akan lebih tenang. Terlebih lagi usia balita adalah masa di mana anak sedang senang-senangnya mengeksplor segala sesuatu dan benda yang ada di sekitarnya.

Memilih Kasur yang Terlalu Empuk

Pada kenyataannya, kasur yang terlalu empuk malah justru bisa membahayakan keselamatan bayi. Berdasarkan informasi dari Family Doctor, menidurkan anak di kasur yang empuk bisa menyebabkan SIDS (Sudden Infant Death Syndrom) atau kematian mendadak pada anak sehingga sangat membahayakan.

Hal ini dikarenakan bayi bisa saja terjepit di antara kasur dan pinggir boks bayi. Selain itu, bayi juga beresiko tenggelam jika menggunakan kasur yang terlalu empuk karena berat badan. Pastikan untuk memilih kasur yang pas dengan boks dan tidak ada ruang lebih dari dua dari antara boks bayi dan kasur.

Tidak Menutup Area Colokan Listrik

Colokan listrik merupakan area yang paling berbahaya bagi sang anak karena bisa menyebabkan mereka kesetrum. Apalagi si kecil belum bisa memahami apakah benda tersebut berbahaya atau tidak. Sehingga demi keamanan mereka, maka tutup colokan listrik yang tidak terpakai dengan penutup khusus.

Cara tersebut untuk mencegah agar anak tidak menancapkan mainan atau jarinya ke lubang colokan listrik. Selain itu, Anda juga bisa menghalangi akses anak ke arah kabel listrik dengan membuat benteng khusus untuk tempat bermain anak sehingga mereka tidak berjalan ke arah kabel atau colokan.

Menyimpan Kursi Makan Bayi di Dekat Meja

Proporsi kepala bayi cenderung lebih besar jika dibandingkan dengan tubuhnya. Sehingga hal tersebut membuat si kecil kesulitan untuk menjaga keseimbangan tubuh terutama ketika sedang duduk. Oleh karena itu, sangat disarankan agar menggunakan tempat duduk yang khusus dirancang untuk bayi.

Jangan lupa untuk memasang meja dan sabuk pengaman dengan benar agar bayi tidak jatuh ketika sedang aktif bergerak. Jangan meletakkan kursi bayi di dekat meja karena hal tersebut beresio membuat si kecil mendorong meja hingga kursi bisa terjungkir. Berikan jarak seperlunya antara meja dan kursi.

Kamar Mandi Tidak Diperhatikan

Kamar mandi menjadi bagian penting lainnya yang harus diperhatikan oleh orang tua agar anak tetap aman dan terlindungi selama bermain. Usahakan untuk tidak meninggalkan anak sendirian di dalam kamar mandi baik di dalam ember maupun bak mandi sekalipun. Karena hal tersebut sangat berbahaya.

Jumlah air sedikit pun bisa beresiko membuat anak terpeleset dan tenggelam. Sehingga sebaiknya selalu dampingi anak ketika mereka sedang mandi atau bermain air di dalam ember. Selain itu, jangan biarkan si kecil yang masih belajar berjalan ke kamar mandi sendiri karena khawatir terpeleset di lantai licin.

Jendela Lebih Rendah dari Tubuh Anak

Fungsi utama jendela pada dasarnya adalah sebagai tempat sirkulasi udara dari luar rumah ke dalam rumah atau sebaliknya agar udara yang ada di dalam ruangan tetap sehat. Namun, Anda juga harus memperhatikan pemasangan jendela yang tepat agar tidak membahayakan anak dan mereka tetap aman.

Salah satu syarat keamanan rumah bagi si kecil adalah dengan tidak memasang jendela yang lebih tinggi dari tubuh anak. Terlebih lagi untuk jendela kamar anak. Karena hal tersebut bisa beresiko anak akan memanjat jendela dan menybabkan jatuh ke luar. Namun, jika terlanjur maka bisa memasang pengaman.

Menyimpan Plastik di Lantai

Sebaiknya hindari untuk menyimpan mainan atau pakaian di dalam kantong plastik dan membiarkannya tergeletak di sekitar rumah. Karena hal tersebut bisa menyebabkan siapa saja terpeleset tak terkecuali si kecil. Belum lagi resiko menimbulkan luka ketika menginjak mainan di dalam plastik.

Lebih baik simpan kantong plastik tersebut di tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau oleh anak. Karena seringkali mereka juga bisa memsukkan apa saja ke dalam mulutnya termasuk plastik. Bereskan segera mainan ketika sudah selesai digunakan oleh si kecil agar tidak mengganggu keamanan.

Perabotan yang Ujungnya Lancip

Beberapa furnitur di dalam rumah pasti memiliki ujung yang lancip seperti meja, kursi, dan lainnya. Perabotan tersebut bisa membahayakan keselamatan anak karena bisa membuat mereka terluka ketika terjatuh dan menyentuh ujung dari furnitur tersebut. Sehingga lebih baik pindahkan perabotannya.

Namun, jika tidak memungkinkan maka Anda bisa memasang bantalan pelindung pada bagian sudut yang tajam tersebut. Sehingga anak-anak akan tetap aman terlindungi meskipun aktif bergerak, merangkak, berjalan, dan berlari-larian ke semua sudut rumah tanpa khawatir resiko luka lagi.

Memasang Karpet Licin

Saat anak mulai belajar merangkak dan berjalan, mereka akan mengeksplor semua empat di rumahnya termasuk anak tangga. Sebaiknya tutupi anak tangga dengan karpet anti licin agar mereka tidak mudah tergelincir. Pastikan agar karpet terpasang dengan baik hingga bagian tepi tangga secara full.

Selain itu, pasang pembatas pada bagian atas maupun bawah tangga agar anak tidak jatuh ketika mereka sedang aktif bergerak kesana kemari. Sebaiknya hindari menggunakan pembatas yang desainnya memanjang vertikal ke bawah karena bisa beresiko melukai leher atau lengan bayi.

Tempat Obat Dekat dengan Anak-anak

Jika di rumah Anda terdapat kotak P3K yang berisi obat-obatan, maka sebaiknya jauhkan dari jangkauan anak-anak. Hal ini dikarenakan mereka bisa saja meniru kebiasaan orang tuanya saat mengonsumsi obat-obatan dan ingin melakukan hal yang sama. Usahakan untuk tidak ketahuan saat minum obat.

Pil yang biasanya memiliki warna-warni yang menarik juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi anak. Mereka bisa saja dengan sengaja mengambil pil tersebut entah untuk dibuat mainan atau malah dikonsumsi langsung. Tentu ini akan membahayakan apalagi jika obat tersebut memiliki efek samping.

Ada Benda-benda yang Mudah Dipanjat oleh Anak

Saat anak sudah mulai belajar merangkak dan berjalan, jiwa petualan dalam diri mereka akan tumbuh. Hal ini tentu menjadi pertumbuhan yang sangat dinanti-nantikan oleh orang tua. Namun, di satu sisi timbul kekhawatiran tersendiri jika anak terlalu berani untuk mengeksplor lingkungan rumahnya.

Apalagi jika mereka sudah mulai memanjat-manjat benda-benda tertentu yang bisa dipanjat dengan mudah. Sehingga penting bagi orang tua untuk memastikan agar perabotan di dalam rumah tidak mudah terjatuh, stabil, dan sulit dijangkau oleh anak-anak untuk dibuat pijakan memanjat.

Keamanan pada Semua Tangga Kurang

Jika ada tangga di dalam rumah, tentu ini menjadi bagian yang cukup membahayakan bagi anak-anak. Apalagi jika mereka sudah mulai bisa merangkak, berpegangan, dan belajar berdiri. Oleh karena itu, pasang keamanan pada bagian tangga salah satunya dengan menggunakan pagar.

Jika perlu pasang pagar dan pintu pada semua ujung bai bagian bawah maupun atas anak tangga agar si kecil tidak mudah jatuh. Pastikan kunci pintu terpasang dengan aman agar anak tidak mudah membua pintu tersebut. Karena jika tidak cukup kuat maka pintu akan mudah terdorong dan terbuka.

Menyimpan Benda yang Tajam dan Panas di Dekat Anak

Benda-benda yang tajam dan panas merupakan jenis benda berbahaya untuk anak. Sehingga sebisa mungkin jauhkan benda tersebut dari jangkauan mereka. Contohnya seperti setrika, pisau, gunting, kompor, segelas air panas, semangkok mie panas, dan lain sebagainya.

Bahkan taplak meja yang menggantung pun juga bisa jadi benda berbahaya bagi si kecil jika mereka tengah bermain kemudian menarik taplak tersebut. Benda-benda di atasnya bisa jatuh mengenai si kecil dan resikonya sangat berbahaya tergantung dari benda yang ada di atas taplak tersebut.

Tips Bermain Dengan Aman Bersama Si Kecil

Selain memastikan bahwa rumah dalam keadaan aman dan terhindar dari benda-benda berbahaya seperti disebutkan di atas, ada beberapa hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan. Berikut ini tips bermain dengan aman bersama si kecil, yaitu:

Pilih Permainan yang Sesuai

Memilih permainan yang tepat dan sesuai dengan kondisi si kecil adalah hal yang tidak kalah penting lainnya untuk diperhatikan. Pilihlah jenis permainan yang sesuai dengan usia anak termasuk dalam memilih bahan mainan tersebut.

Usahakan untuk memilih mainan yang tidak tajam dan beresiko menyebabkan luka. Contohnya seperti boneka, lego, kertas bergambar, busy book, dan masih banyak lagi. Mainan tersebut terbuat dari bahan-bahan yang tidak tajam sehingga tidak berpotensi melukai si kecil ketika memainkannya.

Awasi Anak Ketika Bermain

Pergerakan anak saat mereka memasuki usia belajar merangkak dan berjalan terbilang sangat cepat. Sehingga Anda harus memberikan pengawasan penuh agar bisa terus mengontrol pergerakan mereka setiap saat. Terlebih lagi untuk anak-anak yang terlalu aktif dan tidak mau diam.

Luangkan waktu untuk bermain bersama anak setiap hari. Tidak apa-apa jika harus mengorbankan karir dan aktivitas lainnya. Karena keselamatan dan keamanan anak adalah hal yang paling utama. Anda bisa melakukan aktivitas seperti me time setelah anak tertidur agar bisa lebih tenang.

Buat Ruangan Khusus Untuk Bermain

Agar anak bisa bermain dengan aman dan Anda bisa melakukan aktivitas lainnya dengan tenang, maka bisa dengan membuat ruangan khusus untuk bermain. Sehingga ruangan tersebut tidak bercampur dengan benda-benda tajam dan berbahaya yang bisa dijangkau dengan mudah oleh anak.

Jika tidak memiliki ruangan khusus karena rumahnya sempit atau kecil, maka bisa membuat benteng dari guling atau benda-benda lainnya yang aman dengan bentuk kotak atau lingkaran. Dengan memberi batas ruang seperti itu maka anak-anak akan tetap bermain di dalam benteng dan tidak keluar-keluar.

Anak adalah harga paling berharga yang harus dijaga dan dirawat dengan baik. Hal yang membuat si kecil tidak aman sebaiknya diantisipasi agar tidak beresiko menimbulkan cedera atau luka yang kelak berakibat fatal. Sebagai orang tua tentu Anda harus mengawasi mereka dengan baik. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Memilih Permainan yang Pas Untuk Bayi Usia 0 – 12 Bulan

Banyak yang mengira bahwa memberikan mainan pada bayi yang baru lahir sebenarnya tidak dibutuhkan. Padahal memberikan mainan membantu tumbuh kembang anak meskipun baru lahir. Karena bermain adalah proses belajar yang bisa dilakukan anak di kehidupan awal mereka. Apa saja permainan yang pas untuk bayi?

Ide Mainan Untuk Bayi

Ada banyak sekali jenis mainan yang bisa Anda berikan kepada bayi mulai dari lahir hingga umur 12 bulan. Tentu saja mainan tersebut harus menyesuaikan dengan fase perkembangan anak. Seiring dengan kemampuannya semakin bertambah, maka macam-macam mainan yang diberikan pun bisa lebih bervariasi dan menantang.

Gambar Hitam Putih

Gambar hitam putih merupakan mainan yang sangat tepat untuk diberikan kepada bayi yang baru lahir dengan usia 0 sampai 1 bulan. Hal ini dikarenakan fungsi mata bayi belum bisa berfungsi dengan sempurna sehingga ia hanya dapat melihat warna hitam putih saja dengan jarak pandang yang dekat yakni 10 sampai 25 cm.

Cara pandang bayi akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Anda bisa memperlihatkan gambar yang berwarna hitam dengan putih kontras. Meskipun hanya warna tersebut, biasanya bayi akan memperhatikan dan menunjukkan ketertarikannya.

Mainan yang Digantung

Bayi berusia 0 sampai 1 bulan biasanya menyukai mainan yang digantung. Anda bisa menggeser perlahan mainan tersebut apakah mata bayi akan mengikuti gerakan dari mainan itu atau tidak. Mainan yang digantung ini sangat menarik dan dapat membantu merangsang perkembangan motorik mata.

Anda bisa membeli mainan yang memang khusus untuk digantung atau bisa juga dengan menggantung benda-benda yang ada di rumah. Contohnya seperti kain, plastik, dan lain sebagainya. Lebih menarik lagi jika permainan itu bisa diputar-putar dan digerakkan secara otomatis dan ada bunyi-bunyian yang mengiringinya.

Boneka Laba-laba

Boneka laba-laba menjadi permainan yang bisa menarik perhatian bayi dan cenderung akan mereka sukai. Mainan gantung seperti boneka laba-laba ini sangat bagus untuk merangsang Indra anak yang berusia 1 sampai 4 bulan. Bagian bawa boneka biasanya berpola hitam putih / disenangi bayi baru lahir.

Jika bayi sudah lebih besar dan sudah bisa melihat beragam warna, maka ia akan lebih tertarik dengan gantungan pada setiap kaki laba-laba. Bentuknya yang menarik dan unik juga bisa membuat bayi senang ketika mendapatkan mainan ini. Apalagi jika boneka tersebut bisa diremas dan ada bunyinya.

Mainan Dengan Cermin

Mainan dengan cermin juga bisa menjadi pilihan yang menarik untuk bayi berusia 3 sampai 4 bulan yang mana fungsi matanya sudah lebih baik. Pada fase usia ini bayi sudah bisa melihat warna dengan jarak pandang lebih jauh dan jenis warna yang lebih bervariasi tidak hanya hitam dan putih.

Mereka sudah bisa mulai menggapai mainan yang digantung meskipun koordinasi tangannya masih kurang sempurna. Bahkan terkadang mereka bisa menangis ketika ingin memegang namun tetap tidak bisa. Pada usia ini mereka senang melihat refleksi diri pada cermin. Anda bisa mengajaknya bermain sambil bercanda di depan cermin.

Mainan Lunak (Soft Toys)

Boneka lunak atau soft toys bisa menjadi pilihan permainan yang menarik pada bayi berusia 4 bulan. Boneka seperti ini biasanya sama mereka gemari karena anak-anak mulai belajar dan gemar menggigit-gigit. Sehingga untuk menstimulasi giginya akan tumbuh dan kekuatan gusi maka gunakan mainan ini.

Namun, Anda harus berhati-hati dalam memilih mainan berupa boneka lunak atau teether ini dan pastikan bahannya aman. Karena mainan tersebut biasanya akan digigit oleh anak sehingga jangan sampai bahan berbahaya masuk ke tubuh mereka. Selain itu, pilih mainan yang bisa digenggam oleh tangan bayi.

Buku Bayi

Buku bayi menjadi pilihan yang bagus untuk mainan anak usia 5 bulan. Memasuki fase usia ini, anak-anak sudah senang menggosok-gosokkan tangannya ke berbagai permukaan benda. Untuk merangsang indra peraba dan perasanya, Anda bisa memberikan buku yang memiliki tekstur. Perkenalkan buku yang terbuat dari kain.

Karena buku-buku yang terbuat dari kertas biasanya memiliki ketajaman pada bagian sudutnya sehingga bisa membahayakan bayi. Buku tersebut juga bisa menjadi sarana untuk memberikan dongeng kepada anak setiap hari sebelum tidur sehingga budaya membaca sudah diajarkan sejak dini. Pilih cerita singkat yang tidak terlalu panjang.

Bola

Mainan bola sangat cocok diberikan untuk anak yang sudah memasuki usia sekitar 7 bulan ketika mereka sudah mulai belajar merangkak serta kemampuan menggenggamnya sudah semakin baik. Ajak anak-anak untuk belajar mengejar bola dengan menggelindingkannya. Dengan demikian mereka akan belajar merangkak lebih jauh.

Berikan bola yang bertekstur untuk melatih kemampuan sensori bayi. Pilih mainan yang bisa berbunyi jika dipencet sehingga dapat melatih logika sebab akibat pada anak. Berikan bola dengan berbagai ukuran dan warna agar mereka juga bisa mengenal ragam bentuk dan ragam warna untuk melatih kecerdasan otak.

Baby Playnat dan Playgym

Baby playmat dan playgym merupakan karpet arena untuk bermain bayi. Playmat ini bisa Anda lengkapi dengna mainan gantung untuk mendorong bayi mengeksplorasi lingkungan sekitarnya melalui suara, sentuhan, dan penglihatan.

Bayi akan belajar melihat berbagai warna yang digantung di atasnya, mendengar suara kerincing dari mainan yang disentuhnya, serta menyentuh dan merasakan tekstur karpet. Bayi juga akan terdorong untuk tengkurap dan melatih kekuatan tangan serta kaki karena alas playmat memiliki warna cerah.

Tips Memilih Mainan Untuk Bayi

Mainan memiliki manfaat yang sangat banyak untuk melatih kecerdasan otak, kemampuan motorik, dan kemampuan fisiknya. Beberapa mainan di atas merupakan jenis mainan yang sangat cocok untuk diberikan pada bayi yang mana kemampuannya masih sangat terbatas. Berikut ini tips memilih mainan:

Berikan Mainan Sesuai Fase Perkembangannya

Mainan bayi dirancang sesuai dengan tumbuh kembang dan kemampuan bayi yang disesuaikan dengan umurnya. Tentu saja Anda tidak akan bisa memberikan mainan untuk anak berusia 1 tahun ke atas kepada bayi yang baru berusia 3 bulan karena yang ada mereka tidak akan tertarik.

Sangat penting untuk mengetahui bagaimana tahap dan fase perkembangan anak untuk setiap usianya agar bisa memilih jenis mainan yang tepat. Pilihlah mainan yang dapat merangsang kemampuan motorik, fisik, dan otak anak sesuai dengan usianya yang tepat.

Bahannya Aman Untuk Bayi

Ketika bayi masih berusia di bawah tiga bulan, mereka sedang senang-senangnya memasukkan mainan ke dalam mulut. Sehingga agar keamanan bayi tetap terjaga dengan baik, Anda harus memastikan bahwa mainan tersebut terbuat dari bahan yang aman dan tidak membahayakan.

Jika mainan tersebut merupakan mainan plastik, maka pastikan bahan plastik yang digunakan aman untuk bayi dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Cara untuk memastikannya sangat mudah yakni cukup melihat apakah mainan tersebut memiliki tanda daur ulang nomor 3 atau tidak.

Pilih Mainan yang Memiliki Tekstur dengan Beragam Bentuk, Ukuran, dan Warna

Masa-masa bayi adalah saat yang tepat untuk mengajarkan kepada anak kemampuan dasar yang nantinya akan terbawa hingga dewasa kelak. Karena daya ingat anak pada usia golden age ini sangat bagus sehingga Anda harus memperhatikan betul mainan yang tepat untuk mereka.

Pilihlah mainan yang bertekstur serta memiliki beragam warna, ukuran, bentuk, dan suara untuk memberikan stimulasi pada sentuhan, pendengaran, dan penglihatan bayi. Semakin banyak variasi tesebut, maka bayi akan mengenali semakin banyak benda yang dapat merangsang kecerdasan otaknya.

Pilih Mainan yang Dapat Mendorong Interaksi

Stimulasi atau rangsangan yang diberikan kepada bayi akan lebih optimal jika terjadi interaksi positif saat orang tua bermain dengan anaknya. Pilihlah mainan yang dapat mendorong interaksi antara anak dengan orang tua serta menumbuhkan respon pada anak.

Contoh mainan yang dapat mendorong interaksi adalah buku cerita atau buku dongeng. Anda bisa memilih buku cerita singkat yang banyak gambarnya. Ceritakan dongeng atau kisah untuk anak setiap hari sebelum mereka tidur sambil menunjukkan gambar dan tulisan pada buku tersebut.

Mainan yang Empuk dan Lembut

Selain senang memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya, bayi pada usia di bawah tiga bulan juga cenderung senang mengeksplorasi kemampuan melempar. Sehingga sangat penting untuk memilih mainan yang empuk dan lembut agar aman untuk bayi.

Karena mainan yang kasar dan berat tentu akan membuat bayi kesusahan saat memainkannya. Belum lagi jika ada sudut yang tajam tentu akan membahayakan keamanan mereka. Oleh karena itu, perhatikan betul tekstur dan jenis bahan pada mainan yang akan diberikan pada bayi.

Jangan Memilih Mainan yang Mudah Lepas dan Berukuran Kecil

Hindari mainan yang berukuran kecil karena khawatir akan ditelan oleh bayi. Bagian-bagian kecil pada mainan seperti manik-manik, kancing baju boneka, mata boneka, dan lainnya terpasang dengan baik serta tidak mudah lepas. Karena pada usia 3 bulan mereka bisa menarik-narik bagian tersebut.

Jika khawatir bayi bisa menarik bagian kecil mainan hingga terlepas, maka sebaiknya pilih mainan yang tidak memiliki banyak aksesoris kecil seperti manik-manik. Ukurannya pun jangan terlalu kecil agar tidak ditelan bayi karena mereka belum bisa membedakan mana yang boleh ditelan dan mana yang tidak.

Pilih Mainan yang Mudah Dibersihkan

Mainan menjadi salah satu sumber dan sarang bakteri yang sangat berbahaya jika tidak mudah dibersihkan. Mainan bayi harus dibersihkan secara rutin demi menjaga kesehatan si kecil. Pilihlah mainan yang terbuat dari plastik atau karet yang mudah dibersihkan dan tidak mudah kotor.

Jangan memilih mainan yang terlalu banyak celah kecil untuk masuk debu dan kotoran hingga sulit untuk dibersihkan. Setiap mainan yang diberikan pada bayi pastikan dibersihkan dengan tepat dengan cara mencucinya menggunakan air panas untuk membunuh bakteri dan kuman.

Memilih mainan yang tepat sangatlah penting untuk merangsang dan menstimulus tumbuh kembang si kecil. Apalagi ketika masih bayi mereka belum memiliki banyak kemampuan untuk melakukan berbagai hal. Sehingga pilihlah mainan yang tepat dan sesuai tips di atas.

Beragam permainan yang pas untuk bayi di atas bisa menjadi rekomendasi pilihan untuk Anda yang ingin memberikan mainan terbaik untuk anaknya demi merangsang tumbuh kembang mereka. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

10 Cara Orang Tua untuk Menanamkan Karakter Anak yang Rajin pada Si Kecil Sedari Dini

Orangtua tentu sangat bahagia jika memiliki anak yang rajin dalam belajar, beribadah serta menyelesaikan tugas rumah. Kenyataannya tidak semua si kecil senang belajar bahkan beribadah. Maka, di sinilah peran Ayah dan Bunda sebagai orangtua dibutuhkan. Kita memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan dan membimbing mereka ke sikap yang baik. Mengajari mereka sebagaimana yang kita inginkan. Agar punya acuan tentang bagaimana cara menanamkan karakter anak yang rajin pada si kecil, inilah yang perlu kita lakukan. 

Cara Orangtua Menumbuhkan Pribadi Anak yang Rajin Belajar dan Beribadah 

Rajin belajar tidak hanya bermanfaat di waktu kecil namun juga saat anak dewasa. Rajin beribadah selain mendapat pahala, Allah SWT akan memberikan kebaikan di dunia dan akhirat. Karena hal ini, si kecil yang rajin adalah anugerah terindah untuk orang tua. 

Meskipun begitu, jika sekarang si kecil masih sering malas, sebaiknya orang tua menerapkan langkah berikut:

1. Berikan Waktu Anak Melakukan Hobi untuk Menyalurkan Minat yang Dimilikinya

Semua anak memiliki minat masing-masing. Orang tua tidak boleh menghalangi dan memaksakan keinginan pada anak, apalagi yang berbanding terbalik dengan hobi si kecil. Belajar memang kegiatan yang penting sekali. 

Namun, selama melakukan hobi anak juga dapat mempelajari hal baru. Jadi, tidak hanya belajar di sekolah atau les yang memberikan tekanan pada anak. Memforsir anak belajar terus menerus meningkatkan stress, berikutnya anak akan malas belajar. 

2. Mulailah Mengajarkan si Kecil untuk Membuat Jadwal Kegiatan dan Rutinitasnya

Membuat jadwal rutinitas juga cara yang bagus untuk meningkatkan sifat rajin anak. Sebab, dengan adanya daftar kegiatan si kecil lebih mudah fokus pada satu per satu jadwal. Tidak terburu-buru, lebih tenang selama menyelesaikannya.

Selesai satu kegiatan, anak bisa lanjut ke aktivitas berikutnya. Tidak perlu ada paksaan dari orang tua, tetapi harus menanamkan pemahaman agar si kecil dapat mengikuti jadwal tersebut. Sebaiknya libatkan anak dalam mengatur jadwal harian. 

3. Latih Kedisiplinan Anak dengan Memberinya Beberapa Aturan yang Perlu Dilakukan dan Tak Boleh Dilanggar

Anak yang disiplin biasanya rajin karena berusaha mengisi waktu dengan baik. Rajin beribadah biasanya dimulai dari pemahaman kedisiplinan. Apalagi shalat memiliki waktu khusus, didik anak mengerjakannya tepat waktu. 

Orang tua juga harus disiplin, bukan hanya si kecil saja. Sebab, anak akan meniru perilaku orang tuanya. Ingatkan anak untuk mengerjakan tugas sekolah dan beribadah tepat waktu. Boleh juga memberikan pilihan bermain dulu atau menyelesaikan tugas lebih dulu.

4. Berikan Anak Apresiasi untuk Membuatnya Merasa Dihargai Atas Upaya yang Sudah Dilakukan

Saat anak berhasil melakukan yang terbaik, beri dia pujian. Sampaikan bahwa orang tua senang anak rajin dan itu perilaku yang luar biasa. Si kecil merasa dihargai bahwa kegiatan dilakukan selama ini tidak sia-sia. 

Sesekali beri anak hadiah berupa makanan atau barang sesuai keinginan. Ajak si kecil ke toko buku jika orang tua ingin menghadiahkan buku cerita tentang rajin. Hadiah lain seperti menambah sekitar 30 menit jadwal bermain anak dibandingkan biasanya. 

5. Jangan Terlalu Memaksa Anak, Cobalah Ikuti Perubahan Sikap dan Keinginannya Sembari Tetap Diarahkan 

Menumbuhkan sifat rajin tidak dapat dilakukan sekejap mata. Semua butuh proses apalagi si kecil yang belum sepenuhnya paham pentingnya perilaku rajin dalam hidup. Tidak perlu memaksa anak untuk langsung mematuhi perkataan orang tua.

Si kecil butuh adaptasi perlahan-lahan sampai dia senang menerapkannya dalam hidup. Orang tua perlu terus mendorong anak rajin belajar dan beribadah. Misalnya, bertanya tentang sekolahnya atau hal yang baru ditemuinya di lingkungan.

6. Jangan Jadi Orangtua yang Hanya Fokus Pada Nilai Saja 

Semua orang berhak memiliki nilai jelek dalam mata pelajaran. Bukan hanya anak kecil  bahkan remaja pun pernah mengalaminya. Tidak perlu marah karena nilai si kecil turun agar dia tidak putus asa. Seharusnya orang tua bicarakan dengan baik sampai anak paham kesalahannya. 

Orang tua juga penting memperhatikan kemampuan anak, mungkin dia memang kesulitan di mata pelajaran itu. Bantu anak saat kesulitan tetapi bukan langsung mengerjakan tugasnya. Ajarkan langkah sampai si kecil bisa mandiri. 

7. Berilah Si Kecil Dukungan untuk Tumbuh Jadi Anak yang Rajin Seperti yang Orangtua Inginkan

Dukungan sangat dibutuhkan anak yang rajin untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Meskipun saat ini ia malas, tidak boleh membentak agar ia rajin. Mungkin saja si kecil sedang ada masalah sendiri yang sulit diutarakan. Orang tua harus mendekati anak untuk mengetahui penyebabnya.

Dukungan penting sekali bagi pola pikir anak. Sebab tanpa dukungan, si kecil merasa tidak termotivasi untuk belajar dan beribadah. Juga mampu meningkatkan rasa tanggung jawab pada diri anak untuk melakukan sebelum disuruh orang tua.

8. Tak Hanya Jadi Orangtua yang Memberi Perintah, Ayah dan Bunda Juga Harus Jadi Pendengar yang Baik Untuknya 

Meskipun masih kecil, terkadang anak juga memiliki masalah dengan temannya, perlakuan orang lain yang tidak menyenangkan dan hal lainnya. Mungkin juga anak membutuhkan sesuatu agar memudahkan proses belajarnya. 

Ajari anak untuk berani mengungkapkan segala hal pada orang tua. Tidak perlu takut menjelaskan apa yang dirasakan atau kebutuhannya. Orang tua juga harus menjadi pendengar yang baik, jangan langsung menghakimi sebelum si kecil selesai bercerita.

9. Jadi Sosok Teladan yang Bisa Dicontoh Oleh Si Kecil di Rumah

Jika orangtua ingin anaknya rajin tentu harus memperlihatkan perilaku rajin juga. Jika melakukan tindakan bertentangan dengan didikan, anak akan berpikir bahwa pengajaran orang tua tidak terlalu penting. Selanjutnya dia akan malas mengikuti. 

Ayah dan ibu harus kompak dalam mendidik. Si kecil lebih mudah menurutinya dibandingkan orang tua plin plan. Tanpa memberikan contoh teladan, sangat sulit mendapatkan anak melakukan semua hal baik yang sudah diajarkan.

10. Berikan Anak Penjelasan Tentang Keuntungan, Jika Ia Jadi Anak yang Rajin Belajar dan Beribadah 

Sampaikan keuntungan belajar dan beribadah agar dia termotivasi untuk lebih rajin. Gunakan kata yang mudah dimengerti, lembut dan tidak memaksa. Hindari bentakan saat anak mungkin sibuk pada kegiatannya selama orang tua menjelaskan. Itulah 10 hal yang harus dilakukan orang tua untuk menumbuhkan perilaku anak yang rajin. Tanggung jawab orang tua sangat penting dalam menumbuhkan karakter rajin dalam segala kegiatan bermanfaat. Ajarkan dari kecil agar saat dewasa tetap mempraktikkan tanpa suruhan orangtua.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top