Lifestyle

Untuk Ibu hamil yang Persalinan Secara Normal, Ini Tips Melahirkan Normal dengan Lancar untuk

Buat ibu hamil yang memilih persalinan secara normal, wajib perhatikan tips melahirkan normal di bawah ini. Sebenarnya semua metode sama-sama memiliki resiko tinggi. Caesar pun punya tingkat kesulitan sama besarnya. Oleh karena itu mempersiapkan diri dengan baik  akan menjadi solusi terbaik.

8 Tips Melahirkan Normal dengan Tenang 

Persalinan secara normal memang akan terasa lebih sakit, namun kebanyakan orang memilih opsi ini karena mungkin dari segi pemulihan terasa lebih cepat. Ada banyak hal yang bisa bunda lakukan sebelum proses persalinan berlangsung. Hal ini semacam persiapan menjelang hari membahagiakan.

1. Sering Baca Artikel dan Bahasan Mengenai Melahirkan 

Tips pertama yang sebenarnya penting tapi sering diabaikan adalah sering-sering membaca artikel atau bahasan tentang melahirkan secara normal. Bersiap menjadi seorang ibu dengan langkah pertama yakni melahirkan buah hati ke dunia dengan selamat, Anda bisa gunakan banyak media di zaman canggih ini.

Sekarang  tidak susah lagi jika ingin tahu tentang sebuah informasi. Begitu juga soal melahirkan secara normal. Banyak sumber seperti internet, artikel, majalah, atau buku khusus yang membahas mengenai persiapan menjelang persalinan secara normal. Pengetahuan ini akan membuat ketakutan mereda.

2. Jaga Pola Makan dengan Baik 

Ketika konsultasi dengan dokter pastinya sudah berkali-kali diberi wejangan untuk menjaga pola makan dengan baik. Banyak protein, jangan malas makan sayuran hijau, juga mulai kurangi konsumsi makanan serta minuman yang dapat berpengaruh pada kesehatan. Misalnya gula, kafein, dan semacamnya.

Makanan yang mengandung nutrisi sangat baik untuk menjaga pertumbuhan bayi dalam kandungan, juga melancarkan kehamilan saat persalinan tiba. Saat si kecil tumbuh dengan baik tentu saja akan mempermudah proses persalinan. Kemungkinan berbagai macam resiko juga menurun drastis.

3. Manfaatkan Adanya Kelas Prenatal 

Persalinan secara normal maupun caesar sama-sama membutuhkan persiapan matang. Jangan habiskan masa kehamilan hanya dengan duduk santai saja, perubahan mood sedrastis apapun usahakan untuk tetap olahraga. Selain jalan kecil kelas prenatal juga akan membantu persalinan berlangsung lancar.

Sekarang ini kelas prenatal memang sudah menjadi standar penting dan wajib bagi para ibu hamil. Banyak anjuran edukasi maupun informasi mengenai kehamilan dan persalinan yang akan didapatkan selama masa kelas berlangsung. Selain itu ada sharing juga dari para ibu hamil lainnya.

4. Selalu Minum Banyak Air Putih

Hal penting lain yang tidak boleh dilupakan oleh ibu hamil adalah selalu rajin minum air putih. Bagaimanapun ini akan membantu mengeluarkan racun dalam tubuh melalui urine. Sehingga nantinya kemungkinan infeksi pada saluran kemih juga minim terjadi. Sehari setidaknya harus 10 gelas.

Selain membantu kelancaran proses hamil dan melahirkan secara normal, minum air putih juga sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Pasalnya kandungan alami di dalamnya dapat memberikan kebugaran serta tenaga agar tidak merasa lemas. Kulit wajah juga terasa lembab dan terus segar walau jam tidur kurang.

5. Belajar Menghadapi Kontraksi 

Mulai trimester kedua belajarlah untuk menghadapi kontraksi. Ada banyak informasi bisa diakses melalui internet agar bunda bisa melahirkan normal tanpa rasa sakit teramat sangat. Salah satu kuncinya adalah dengan mengatur pernapasan agar bisa melalui kontraksi dengan lancar dan cepat.

Agar hal ini bisa terjadi bunda harus mempersiapkannya sedini mungkin. Mulai mengikuti berbagai macam kelas yoga, olahraga rutin setiap pagi hari, juga mengesampingkan rasa takut. Persalinan memang pertaruhan antara hidup mati, namun jika bisa rileks dan tenang tidak terlalu menyiksa.

6. Selalu Tidur yang Cukup 

Selanjutnya jangan lupa ibu hamil harus punya jam tidur yang cukup. Hal ini bertujuan agar badan terasa segar dan membantu janin tumbuh dengan sehat. Memang tidak mudah untuk mendapatkan jam tidur ideal apalagi menjelang trimester ketiga. Rasa gelisah, was-was akan semakin meningkat.

Namun sayangnya jika Anda menginginkan persalinan dengan cara normal maka harus terbiasa dengan jam tidur yang teratur. Hindari begadang yang bisa menyebabkan penurunan stamina baik pada ibu hamil maupun kondisi kesehatan bayi dalam rahim. Lakukan rutin sampai HPL persalinan tiba.

7. Memahami Risiko Persalinan Normal 

Setiap metode persalinan yang diambil memang punya risikonya tersendiri. Begitu juga dengan persalinan normal. Biasanya aka nada komplikasi seperti posisi bayi sungsang atau kepala belum berada di bawah tepat di jalur keluar, tali pusat prolaps atau menumbung, dan masih banyak lagi.

Untuk menghindari berbagai macam risiko tersebut bunda harus selalu melakukan kontrol rutin ke dokter kandungan sebulan sekali. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga apabila terjadi keadaan darurat menyangkut bayi dan bisa ditangani secepat mungkin dengan tindakan medis yang maksimal.

8. Menentukan Lokasi Lahiran 

Setelah selesai dengan persiapan mental, fisik, serta perlengkapan bayi maka tinggal menentukan saja lokasi lahiran bayi. Pilihlah rumah sakit atau sebuah klinik bersalin sesuai dengan keinginan dan kenyamanan ibu hamil. Pastikan tenaga medis mampu memberikan pelayanan maksimal pada pasien.

Carilah informasi di wilayah sekitar jika ingin melakukan persalinan dekat dengan tempat tinggal. Tidak ada salahnya melakukan riset melalui survei, misalnya minta brosur atau nomor Customer Service dari rumah sakit tersebut. Dengan begitu bisa tahu jenis pelayanan serta budgeting harus dipersiapkan. 

Melahirkan secara normal merupakan proses yang panjang dan melelahkan. Butuh stamina dan fisik yang bagus agar nantinya berjalan dengan maksimal. Bantulah dengan memaksimalkan persiapan dari diri sendiri dengan semaksimal mungkin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Sering Merasa Kesepian, Inilah Macam-Macam Bentuk Dukungan Keluarga yang Dibutuhkan Ibu Rumah Tangga

Menjalani peran sebagai ibu rumah tangga tidak mudah tanpa adanya dukungan keluarga. Anak yang rewel, omongan tetangga dan keluarga ipar membuat Ibu mudah stress. Akibatnya banyak pekerjaan rumah tangga terbengkalai, mulai merasa lelah mengurus anak dan suami, padahal peranan ibu dalam keluarga sangat penting.

Tapi, beberapa suami justru tak peka tentang apa yang seharusnya dilakukan untuk istrinya. Padahal, perlakuan yang dibutuhkan seorang ibu rumah tangga tak selalu hal besar yang mewah. Dibantu membersihkan rumah saja, kadang sudah cukup untuk membuat Ibu rumah tangga bahagia.  

Hal yang Dibutuhkan Ibu Rumah Tangga dari Suami, Agar Bahagia dan Terhindar dari Stress

Menjadi ibu rumah tangga bahagia merupakan keinginan semua wanita di dunia. Semua pekerjaan dalam rumah yang tidak pernah ada habisnya sering kali membuat Ibu stress. Seringkali merasa diri tidak berkembang dan produktif, apalagi suami kurang memberi dukungan. Agar menjadi bahagia, seorang Ibu perlu hal berikut ini. 

1. Punya Waktu untuk ‘Me Time’ Tanpa Harus Terganggu dengan Pekerjaan Rumah yang Tak Ada Habisnya 

Seorang ibu rumah tangga penting sekali memiliki waktu sendiri. Melakukan kegiatan yang diinginkan sesuai hobi dan passion. Me time juga sering dimanfaatkan untuk memanjakan diri mengurangi stress pikiran. 

Me time artinya waktu yang digunakan dan dibutuhkan untuk memprioritaskan diri sendiri. Seperti merawat badan ke salon, berbelanja ke mall, menikmati makanan di restoran favorit. Berkunjung ke tempat wisata bersama teman-teman juga salah satu kegiatan me time sangat dibutuhkan ibu guna menyegarkan pikiran.

2. Bisa Makan dengan Tenang dan Nyaman Karena Suami Menggantikan Momong Anak Sebentar

Ketika sudah memiliki anak, jam makan ibu sering kali terkuras. Makan tidak nyaman karena selalu diganggu si kecil. Hal ini sering kali terjadi sehingga seorang ibu membutuhkan waktu menikmati makanan dengan tenang dan nyaman.

Jauh dari segala gangguan misalnya makan ketika anak tidur. Bisa juga makan saat anak sedang dijaga oleh suami. Tetapi, pasti ada sesuatu yang dibutuhkan anak nantinya tidak dapat dipenuhi suami, terpaksa ibu juga yang direpotkan. 

3. Punya Waktu untuk Olahraga Demi Menjaga Kesehatan Diri Sendiri 

Olahraga memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh dan pikiran. Menikmati udara segar pagi hari sambil lari-lari pagi mampu menenangkan pikiran. Karena itu, penting sekali bagi ibu memiliki waktu olahraga. Jika sudah ada anak, pasti sulit sekali berolahraga sendiri. 

Melakukan kegiatan olahraga di luar rumah menjadikan pikiran terbuka akan hal-hal yang ada di lingkungan sekitar. Terlalu lama berada di rumah membuat pikiran buntu bahkan merasa sumpek. Supaya mental ibu tetap waras dan bahagia, cobalah sesekali berolahraga. 

4. Bisa Memanjakan Diri dengan Berbelanja, Meski Itu Adalah Barang yang Murah

Menghabiskan uang membeli barang yang diinginkan memang kegiatan menyenangkan. Berkeliling mall, supermarket serta pertokoan lainnya melihat barang-barang unik, bermerek dan berkelas. Pasti menarik perhatian para wanita lajang maupun yang sudah menikah.

Karena itu, suami harus paham bahwa semua istri membutuhkan kegiatan shopping sendiri atau bersama teman-teman. Berikan uang untuk ibu memanjakan dirinya sebagai apresiasi atas kerja kerasnya mengurus rumah tangga. 

5. Mendapat Dukungan dari Suami Atas Semua Ha yang Sudah Dikerjakan Sebagai Ibu Rumah Tangga 

Tanpa adanya dukungan suami, semua waktu dan energi dikorbankan istri merasa sia-sia. Karena suami harus tahu bahwa mengurus rumah, kebutuhan anak dan suami cukup menguras pikiran, bukan hanya tenaga. 

Jika suami dan keluarga tidak mendukung, istri merasa pengorbanannya tidak berguna sama sekali. Karena itu, semua yang sudah disiapkan ibu meskipun ringan seperti menyiapkan pakaian kerja, suami harus menghargainya. Setidaknya mengucapkan terima kasih sambil memeluk dan mencium istri.

Macam-Macam Bentuk Dukungan Keluarga yang Dibutuhkan Ibu Rumah Tangga 

Tidak hanya dari suami, dukungan keluarga juga dibutuhkan ibu rumah tangga. Baik itu keluarga dari pihak istri sendiri maupun pihak suami. Harus menghargai semua susah payah istri dalam mengurus rumah serta menyiapkan segala keperluan anak dan suami. 

1. Keluarga yang Tidak Ikut Campur dalam Masalah Rumah Tangga Kita

Salah satu bentuk dukungan dari keluarga adalah tidak suka ikut campur dalam rumah tangga anaknya, bagi orang tua. Apapun masalahnya, yakinlah bahwa suami istri dapat menyelesaikannya. Jangan beri saran dan nasehat tanpa diminta.

Begitu juga adik atau kakak ipar tidak boleh mencampuri urusan keluarga ibu rumah tangga. Semua yang dilakukan pasti sudah melalui pertimbangan matang. Selain itu, tentu saja atas semua pilihan dan keputusan telah diketahui konsekuensinya.

2. Perlakuan Menghargai Peran Kita Sebagai Ibu Rumah Tangga

Semua pihak keluarga semestinya menghargai peran ibu rumah tangga. Karena bukan pekerjaan mudah meskipun tampaknya hanya berada di rumah saja. Stress, bosan dan perasaan tidak nyaman lainnya seringkali menghinggapi pikiran seorang ibu. 

Makanya siapapun itu tidak boleh mengkritik atau mengomentari ibu rumah tangga tanpa diminta. Jika rumah berantakan jangan langsung menjudge bahwa ibu atau istri malas. Sebab mungkin saja sudah berkali-kali dibersihkan namun anaknya membuat mainan kembali berserakan. 

3. Jika Memungkinkan, Keluarga Bersedia Membantu Pekerjaan Kita Sebagai Ibu Rumah Tangga

Meskipun masalah rumah tangga adalah urusan suami istri. Jika mereka meminta bantuan kepada anggota keluarga sebaiknya bersedia membantu jika mampu. Hidup di dunia ini harus tolong menolong dalam kebaikan. 

Tetapi, harus diperhatikan juga bahwa saat memberikan bantuan hanya pada hal-hal yang dimintai tolong saja. Tidak boleh kepo hingga secara tidak sadar mencampuri masalah yang bukan ranahnya. Suami istri memiliki privasi yang tidak boleh diganggu oleh anggota keluarga lain. 

4. Tidak Berkomentar Negatif Atas Kondisi Rumah yang Pada Waktu-waktu Tertentu Akan Berantakan

Jika ibu dari pihak istri maupun pihak suami datang dan menemukan kondisi rumah amburadul, harus memaklumi keadaan. Apalagi jika di dalam rumah terdapat lebih dari satu anak kecil. Tidak boleh bagi orang tua mengejek istri selaku ibu rumah tangga tidak pandai mengurus rumah. 

Semua ibu rumah tangga pasti ingin rumah selalu dalam keadaan rapi, bersih dan nyaman dihuni. Namun, kondisi membuat rumah tersebut menjadi berantakan. Pakaian berserakan di semua sudut ruangan. Sisa makanan yang belum sempat dibersihkan, ini bukan sepenuhnya salah ibu rumah tangga.Itulah beberapa bentuk dukungan keluarga yang sangat dibutuhkan oleh ibu rumah tangga. Selain itu, sebagai keluarga seharusnya memang saling mendukung, bukan mengejek apalagi menyalahkan. Karena semua ibu tentu ingin memberikan yang terbaik untuk rumah tangganya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

10 Beban Ibu Rumah Tangga yang Sering Dipandang Remeh oleh Orang Lain, Bunda Pasti Pernah Merasakannya!

Setelah menikah, wanita yang bekerja di rumah memiliki beban ibu rumah tangga. Menjadi seorang ibu rumah tangga tidak semudah yang dipikirkan banyak orang. Bahkan, membutuhkan waktu sendiri untuk menyegarkan pikiran agar tidak stress dan frustasi. Tak ada batas jam kerja, tak terbatas pula jumlah pekerjaannya. Dan beberapa hal ini, tentu pernah bunda rasakan selama menjadi Ibu rumah tangga. 

Macam-Macam Beban Ibu Rumah Tangga yang Sering Dianggap Remeh oleh Orang, Padahal Kenyataannya Berat!

Ibu rumah tangga dalam sehari melakukan lebih dari satu pekerjaan. Mulai dari bangun pagi, memasak, membersihkan semua ruangan, mencuci baju dan mengurus anak. Aktivitas seperti ini dilakukan setiap hari rentan mengakibatkan seorang ibu stress. Selain itu, ada lagi beban-beban dalam rumah tangga yang dipandang remeh oleh orang lain. 

1. Jangan Cuma Ingat Saat Sedang Bertingkah Lucu Saja, Anak Tantrum Sering Buat Ibu Pusing Tak Terhingga

Anak rewel, bertingkah dan susah diatur cukup membuat orang tua stress. Apalagi jika sudah berbagai cara dilakukan tetapi si kecil tetap tidak mau tenang. Kondisi ini membuat ibu rumah tangga pusing sendiri karena keributan yang disebabkan anak. 

Pekerjaan lain dilakukan ibu menjadi tidak konsentrasi. Anak akan mengganggu pekerjaan ibunya, terkadang ibu kesal sampai memarahi si kecil. Beban ini jangan dianggap remeh oleh orang lain yang tidak merasakannya. 

2. Kerap Jadi Sumber Masalah, Jika Mertua Terlalu Ikut Campur Perihal Rumah Tangga Kita

Mertua yang terlalu ikut campur dalam rumah tangga juga menjadi beban bagi seorang ibu rumah tangga. Sebab setelah menikah, maka rumah tangga adalah urusan suami istri sepenuhnya. Boleh saja mertua memberikan nasihat atau saran jika diminta. 

Pikiran, prinsip ataupun pendapat antara mertua dan ibu rumah tangga tidak selalu sama. Terlalu ikut campur rentan terjadi kesalahpahaman. Apalagi mertua yang selalu menyalahkan istri atas semua hal yang terjadi di rumah. 

3. Sudah Lelah dengan Pekerjaan Rumah, Tapi Suami Tidak Peka 

Ibu rumah tangga sangat senang dengan suami yang peka pada pekerjaan rumah tangga dan perasaan istri. Banyak suami saat ini jika melihat piring kotor menumpuk tidak mau peduli, malahan sibuk bermain game. Sedangkan istrinya dari tadi menenangkan si kecil yang bertingkah.

Lebih menjadi beban saat suami baru pulang kerja langsung marah-marah melihat rumah berantakan. Padahal, sebelumnya sudah dibersihkan tetapi anak kembali membuatnya berserakan. Ibu rumah tangga tidak sempat merapikan lagi karena harus memasak dan lain sebagainya.

4. Bukannya Membantu Berbagi Tugas Pekerjaan Rumah, Suami Malah Sibuk Main Handphone dengan Santainya 

Suami yang terus bersama ponsel, laptop atau tabletnya setiap jam tentu membuat ibu rumah tangga stress. Karena banyak pekerjaan yang diselesaikan dan suami akan lebih baik membantu bukan main ponsel. 

Misalnya saat istri sedang memasak, maka tugas suami menjaga anak. Bukan membiarkan anak sendiri bahkan menangis tetapi tidak dipedulikan. Ibu rumah tangga yang sudah lelah dari tadi meluapkannya melalui marah, membanting piring atau mengomel. 

5. Punya Tetangga yang Selalu Berkomentar Nyiyir Atas Hidup Kita

Tetangga yang sibuk mengurusi rumah tangga orang lain juga membuat pusing seorang istri. Karena sebagai wanita memiliki perasaan dimana semua perkataan orang langsung masuk ke hatinya. Bukan sengaja dipedulikan, tetapi memang teringat-ingat sendiri. 

Akhirnya stress sendiri di rumah. Tetangga bukannya membantu atau saling menyemangati, malahan suka sekali berkomentar negatif. Bagi orang lain mungkin sepele karena tidak merasakannya, tetapi hal ini beban yang berat bagi ibu rumah tangga. 

6. Belum Lagi Jika Uang Belanja Kurang 

Uang belanja yang diberikan suami setiap harinya selalu kurang. Istri harus memutar otak demi mendapatkan bahan makanan terbaik dengan harga terjangkau. Karena jika dibuat masakan seadanya nanti juga tidak disukai suami. 

Ini menjadi beban tersendiri bagi istri. Karena tidak mudah mengatur uang belanja kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ketika bumbu dapur, bawang, cabai, tomat dan yang lainnya sedang naik harganya. Belum lagi harus beli ikan untuk lauk. 

7. Suami Kerap Mengeluh Capek dengan Nada Bicara yang Terdengar Seolah-olah Ibu Rumah Tangga Tak Ada Lelahnya

Suami sepulang kerja asik mengeluh tentang betapa dirinya lelah di kantor. Saat diminta bantuan oleh istri suami langsung marah bahkan sampai membentak. Kondisi ini menyakiti perasaan istri. Karena dalam rumah tangga kedua pihak pasti kelelahan. 

Jadi, jangan egois dan hanya mementingkan diri sendiri. Penting sekali bagi suami mengambil beberapa pekerjaan rumah setelah pulang kerja. Meskipun lelah, saat dikerjakan bersama-sama dengan istri akan lebih menyenangkan. 

8. Semua Tanggung Jawab Rumah Diserahkan pada Istri, Tanpa Bantuan Suami

Tanggung jawab rumah tangga setelah menikah dilakukan bersama, bukan oleh istri saja. Oleh karena itu, bagi suami harus mau membantu ibu rumah tangga menjalankan perannya di rumah. Apalagi jika istri juga bekerja di luar rumah, ini lebih rentan stress. 

Beban tanggung jawab tidak bisa hanya diwajibkan kepada istri. Sebab, hidup bersama bukan hidup sendiri-sendiri. Apalagi pekerjaan rumah yang diselesaikan istri bukan satu jenis saja. Ada banyak sekali aktivitas dari pagi hingga menjelang tidur. 

9. Terlalu Stress Sampai-sampai Merasa Tidak Produktif 

Ibu rumah tangga seringkali merasa tidak produktif karena hanya mengerjakan pekerjaan itu-itu saja. Tidak ada perubahan yang drastis pada hidupnya sebab selalu melakukan aktivitas yang sama. Ini menjadi beban pikiran dimana orang lain sering menganggap remeh. 

Aktivitas yang sama cenderung merasa bosan, muak tetapi harus dilakukan. Ibu rumah tangga yang terus merasa tidak produktif mengakibatkan pekerjaan rumah terbengkalai. Sebab tidak menyenangkan lagi untuk menyelesaikan semua tanggung jawab yang ada. 

10. Suami Sering Kesal Hanya Karena Kita Meminta Bantuan Atau Menyuruhnya Ikut Membantu Pekerjaan 

Semua suami tidak suka mendengar keributan ocehan dan omelan istri. Padahal ini wujud dari stress yang tengah dihadapi. Jika tidak dikeluarkan, beban dalam pikiran semakin bertambah. Jika suami kesal karena hal ini, juga meningkatkan beban dirasakan istri. Itulah sejumlah beban ibu rumah tangga yang sering kali dianggap remeh oleh suami maupun orang lain. Beban membuat ibu rumah tangga stress dan bisa berdampak negatif pada si kecil. Tidak sedikit Ibu mencelakai anaknya hanya karena frustasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Le Minerale Bersama POGI Jakarta Hadirkan Sentra Vaksin untuk Ibu Hamil

Sesuai yang Pemerintah telah tetapkan, tentang ibu hamil yang termasuk dalam salah satu kelompok sasaran prioritas program vaksinasi Covid-19. Dikarenakan, ibu hamil memiliki risiko gejala berat apabila terinfeksi Covid-19. Selain melakukan vaksinasi, ibu hamil juga dihimbau untuk memenuhi kebutuhan dan kecukupan mineral dalam tubuh agar daya tahan tubuh tetap terjaga di tengah pandemi saat ini.

Mendukung upaya pemerintah Indonesia, Le Minerale bekerja sama dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) cabang Jakarta dengan menghadirkan sentra vaksinasi  bagi ibu hamil di wilayah Jabodetabek. Upaya ini dilakukan guna mempercepat proses vaksinasi bagi ibu hamil dan mencapai kekebalan kelompok. 

Kementerian Kesehatan Indonesia melalui situs resminya merilis sejumlah pernyataan terkait perlunya vaksinasi Covid-19 yang diperlukan oleh ibu hamil. Vaksinasi Covid-19 kepada ibu hamil merupakan langkah tepat untuk melindungi ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Beberapa ibu hamil sempat dilaporkan yang terkonfirmasi positif Covid-19 berpotensi mengalami gejala berat bahkan meninggal dunia.

“Menanggapi kebijakan dari pemerintah, kami sudah siap untuk melakukan vaksinasi kepada seluruh ibu hamil. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh ibu hamil sebelum menerima vaksin Covid-19 yaitu pemberian dosis pertama pada trimester kedua kehamilan dan dosis kedua yang dilakukan sesuai dengan interval dari jenis vaksin,” ucap dr. Ulul Albab selaku Perwakilan POGI Cabang Jakarta. 

Terdapat tiga jenis vaksin yang dapat diberikan kepada ibu hamil, antara lain seperti yaitu CoronaVac (Sinovac), Pfizer, dan Moderna. Ibu hamil direkomendasikan untuk menjaga pola hidup sehat sebelum menerima vaksin Covid-19. 

dr. Ulul Albab menambahkan, “Program kerjasama ini diharapkan mampu meredam kekhawatiran akan infeksi virus Covid-19. Para ibu hamil juga tidak perlu ragu untuk menerima vaksin Covid-19. Karena vaksin Covid-19 ini sudah dipastikan aman dan tidak memiliki efek samping apapun untuk ibu hamil. Selain itu, pola hidup sehat dengan menjaga asupan gizi dan asupan air mineral dalam tubuh juga penting untuk proses kelancaran vaksinasi untuk ibu hamil. Selama ibu hamil memenuhi persyaratan penerima vaksin, selalu menjaga pola hidup sehat, mencukupi kebutuhan gizi dan asupan mineral maka dipastikan aman.”

Ibu hamil perlu memiliki imunitas tubuh yang kuat. Upaya meningkatkan imunitas tubuh dapat dilakukan dengan rutin konsumsi air mineral sebagai zat gizi mikro. Di sisi lain, mineral termasuk salah satu asupan yang berperan penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Asupan mineral bisa didapatkan dari berbagai sumber, salah satunya melalui air minum mudah diserap oleh tubuh.

“Sebagai salah satu kelompok prioritas vaksinasi Covid-19, ibu hamil harus memiliki imunitas tubuh yang kuat. Oleh karena itu, kerja sama ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap ibu hamil dan kami ingin agar ibu hamil terfasilitasi secara cepat, mudah dan nyaman sehingga ibu hamil tidak perlu menunggu terlalu lama dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Le Minerale akan terus mendorong dan mengedukasi masyarakat Indonesia untuk terus menerapkan pola hidup sehat baik dari asupan makanan dan juga kecukupan akan konsumsi air mineral,” ujar Dolphin Siregar selaku Regional Sales Promotion Manager Le Minerale.

Kedepannya, Le Minerale akan terus berkomitmen mendukung berbagai kegiatan positif demi masyarakat Indonesia yang lebih sehat. Le Minerale sebagai produk air mineral dalam kemasan memberikan produk air mineral berkualitas yang mengandung mineral alami, dikemas secara terproteksi sehingga aman dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top