Mom Life

Tips dan Cara Cepat Hamil setelah Haid

Ketika sah menjadi pasutri, suami patut tahu kapan waktunya Bunda haid. Hal ini guna mengantisipasi Bunda dan suami yang mungkin sudah memiliki jadwal rutin dalam berhubungan badan. Sebab kalau haid tiba, tentu melakukan hubungan badan dengan penetrasi harus ditunda dulu, bukan? Baru setelahnya, suami bisa kembali menghampiri Bunda.

Nah, khusus untuk Bunda yang sedang mengusahakan kehamilan, ketahui juga bahwa ternyata peluang hamil pasca haid itu relatif besar, Bun. Sekalipun sel telur memang baru saja luruh menjadi darah menstruasi, tak ada salahnya mencoba setelah Bunda benar-benar selesai haid. Berikut ini cara supaya cepat hamil.

Berhubungan saat Bunda sedang di Masa Subur

Bun, dengan melakukan hubungan seks di waktu masa subur, memungkinkan peluang agar cepat hamil jadi lebih besar. Ini adalah cara terpenting agar Bunda cepat hamil setelah haid. Tenang, zaman sekarang Bunda tak perlu kesulitan mendeteksi masa subur dan kapan haid datang. Sebab sudah banyak aplikasi yang akan membantu Bunda mengetahui jadwal yang tepat untuk tahu masa subur Bunda.

Mengonsumsi Asam Folat Serutin Mungkin

Ya Bun, asam folat sangat diperlukan di awal kehamilan. Bahkan kebanyakan ibu baru menyadari dirinya benar-benar hamil setelah minggu kelima. Padahal keberadaan asam folat sangat dibutuhkan oleh janin sejak ia pertama kali dalam kandungan ibunya.

Mengonsumsi asam folat secara extra sejak masa persiapan kehamilan bisa menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan janin sedini mungkin. Dengan begitu perkembangan janin bisa tumbuh secara maksimal.

Konsumsi Protein dan Vitamin E ya Bun

Bun, manfaat utama dari protein sehat dan vitamin E adalah agar kadar hormon dalam tubuh Bunda tetap stabil. Itulah sebabnya porsi protein dan vitamin E menjadi penting sebagai salah satu cara cepat hamil. Serta usahakan untuk tetap menjaga berat badan jangan sampai terlalu gemuk atau kurus ya Bun.

Sebab ahli ginekologi Profesor Biran Affandi mengatakan, kabar tentang orang gemuk sulit hamil itu adalah benar. Orang gemuk berarti memiliki kelebihan berat badan yang diakibatkan adanya timbunan lemak di dalam tubuh. Keadaan ini yang membuat perempuan kegemukan menjadi sulit hamil. Begitu juga badan yang terlalu kurus, lemak tubuh yang sangat sedikit juga akan mengganggu aliran hormon dari otak kamu menuju kelenjar hipofisis. Artinya, sinyal dari kelenjar hipofisis untuk memberi tahu ovarium untuk melepaskan sel telur (ovulasi) tidak akan terjadi.

Bila Bunda benar-benar mengusahakan kehamilan, lebih seringlah berolahraga. Aliran darah yang lancar bisa terjadi dengan melakukan olahraga teratur. Setelah olahraga biasanya tubuh menjadi relaks dan ada stimulasi yang baik pada metabolisme tubuh kita.

Hindari Stress yang Bisa Mendera Kapan Saja

Stres merupakan situasi yang rumit dan mengganggu kestabilan hormon seseorang. Untuk itu Bunda jangan sampai mengalami stres di masa-masa krusial ketika sedang mengupayakan kehamilan. Cobalah jalin hubungan baik dengan orang-orang di sekitar. Berhenti mengeluh dan perbanyak rasa syukur. Selalu berpikiran positif di dalam segala suasana. Hal ini baik untuk ketenang jiwa Bunda lho.

Buat Kegiatan yang Akan Membuat Pasangan Bahagia

Adakah kegiatan yang paling disukai Bunda dan pasangan? Mungkin Bunda suka maraton nonton film di bioskop, wisata kuliner makanan yang lagi trending di internet, atau liburan bersama? Lakukanlah agar hubungan suami istri terasa semakin hangat. Ini yang penting dilakukan bagi pasangan yang sedang mempersiapkan kehamilan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Mengatasi Puting Lecet Pada Ibu Saat Menyusui untuk yang Pertama Kali

Menyusui bayi adalah momen yang berharga bagi ibu dan bayi. Namun, masa awal menyusui bayi juga bisa menjadi masa yang terberat. Belum ada pengalaman dan keterbatasan pengetahuan bisa membuat menyusui terasa sulit dan salah posisi menyusui. Karena itu, banyak ibu yang mengalami puting lecet.

Penyebab tersering lecet pada puting adalah karena posisi menyusui yang salah. Saat menyusui, seharusnya mulut bayi terbuka lebar dan mengisap bagian areola, yaitu bagian yang berwarna coklat di sekitar puting. Namun posisi perlekatan yang tidak benar bisa membuat puting luka.

Jika bunda mengalami hal ini, yang pertama bunda harus lakukan adalah memperbaiki posisi menyusui. Bunda bisa berkonsultasi kepada konselor laktasi untuk belajar cara perlekatan yang benar. Kemudian untuk mengatasi luka pada puting, bunda bisa mencoba beberapa cara berikut ini:

1. Mengoleskan ASI Pada Bagian yang Lecet

Salah satu anjuran dokter anak untuk mengatasi puting yang lecet adalah mengoleskan beberapa tetes ASI ke bagian yang luka. Bunda tetap bisa menyusui si kecil, tetapi jika terasa nyeri dan tidak bisa ditahan, gunakan payudara yang satunya dulu hingga payudara yang lecet membaik.

2. Hindari Memakai Sabun untuk Membersihkan Puting

Memakai sabun untuk membersihkan puting bisa membuat kulit menjadi kering sehingga lebih mudah iritasi. Gunakan air biasa untuk membersihkan puting. Bunda juga bisa mengompres payudara menggunakan air hangat sebelum menyusui dan kompres menggunakan air dingin  setelah menyusui untuk mengurangi rasa sakit.

3. Gunakan Pelembab Khusus

Jika puting yang lecet mengeluarkan darah maka bersihkan dengan air dingin. Jika puting terlihat kering dan pecah-pecah, oleskan pelembab khusus untuk puting. Gunakan pelembab setelah selesai menyusui dan bersihkan dulu sebelum menyusui si kecil.

4. Gunakan Bra yang Nyaman

Hindari memakai bra yang terlalu ketat karena dapat membuat payudara tertekan dan melukai puting. Pilih bra khusus menyusui dengan bahan yang nyaman. Keringkan payudara setelah mandi sebelum memakai pakaian. Jika bunda menggunakan breast pad, maka selalu ganti breast pad setelah selesai menyusui si kecil.

Jika bunda sudah mencoba beberapa cara di atas tetapi kondisi tidak membaik atau muncul gejala lain seperti payudara bengkak dan demam, maka sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Amankah Ibu Hamil Memakai Produk AHA?

ciri ciri hamil muda

Sederet produk kecantikan saat ini dibuat dan mengandung banyak Alpha Hyddroxy Acid atau AHA yang memang diklaim bagus untuk kulit, Bun. Secara umum memang zat yang satu ini aman-aman saja untuk diaplikasikan ke kulit wajah. Lantas bagaimana bila ibu hamil juga ikut menggunakannya?

Mengutip dari Baby Center, penggunaan AHA pada masa kehamilan memang belum diteliti. Namun karena pemakaiannya hanya sejumlah kecil yang akan diserap ke dalam kulit, penggunaan bahan tersebut dianggap berisiko rendah ketika digunakan dalam perawatan kulit. Ya Bun, disarankan memang lebih aman bila menggunakan produk tersebut dalam jumlah kecil.

Heidi Waldorf, M.D, dari Mount Sinai School of Medicine di New York mengatakan selama kehamilan sebaiknya ibu hamil menghindari retinoid atau turunan dari vitamin A, seperti retin-A atau renova serta salisilat, termasuk produk yang mengandung asam salisilat (yang juga dikenal sebagai asam beta hidroksi).

Bunda perlu tahu, semua kandungan tersebut justru dapat menyebabkan potensi kerusakan pada bayi Bunda yanng sedang berkembang.

“Sebaiknya para ibu hamil mencari produk yang mengandung asam laktat atau asam glikolat,” ujar Heidi, seperti dikutip dari Parents.

Sementara itu, untuk pemakaian produk perawatan kullit yang lebih aman, Bunda disarankan untuk mencari produk yang berbahan gliserin, asam haluronat atau shea butter yang aman digunakan untuk tubuh selama kehamilan.

Agar lebih aman, penggunaan make up mineral mungkin menjadi pilihan terbaik selama kehamilan dan ketika kulit dapat bereaksi secara tidak terduga. Selain itu, make up mineral juga diketahui tidak mengandung bahan yang dapat mengiritasi kulit seperti pewangi ataupun pengawet.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Pasutri Bisa Coba Posisi Yab Yum Demi Memperkuat Relasi

Bunda dan suami bosan dengan posisi seks yang begitu-begitu saja? Faktanya, penting sekali untuk bereksplorasi dengan cara baru, Bun. Hal ini supaya kehidupan rumah tangga semakin harmonis dan mempererat ikatan Bunda dan suami. Meski lelah setelah beraktivitas sehari penuh, Bunda dan suami tentu harus meluangkan waktu untuk bercinta.

Bahkan penulis sekaligus penasihat pernikahan asal Kanada Daniel Arseneault mengatakan, penting bagi pasangan suami istri meluangkan waktu untuk cinta.

“Satu hal paling penting yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan koneksi Anda dengan pasangan adalah membuat komitmen nyata dalam hubungan dan meluangkan waktu untuk cinta,” tutur Arseneault.

Apalagi bagi pasangan yang sudah memiliki kesibukan masing-masing, misalnya Bunda yang menghabiskan waktu mengurus anak atau memang ada pekerjaan di luar rumah, demikian juga ayah. Nah, itulah pentingnya Bunda dan ayah perlu meluangkan waktu berdua. Supaya keintiman pernikahan tetap terjaga. Kalau Ayah dan Bunda termasuk pasangan yang ingin menjajal hal baru, bagaimana dengan posisi seks yab yum?

Pernah dengar Bun? Mengutip dari HuffPost, yab yum merupakan trik bercinta yang berasal dari seks tantra, yaitu aktivitas seks yang sudah ada selama ribuan tahun lalu dan diwariskan dalam garis keturunan Buddha Tibet.

Seorang terapis hubungan seks dan tantra, Devika Singh mengatakan, dengan seks tantra, hubungan spiritual pernapasan yang disinkronkan, kontak mata yang dalam, dan perhatian tentu menjadi hal penting.

“Yab yum sering digambarkan sebagai ‘pelukan penuh’ dalam terjemahan tantra tertentu, ketika kita melihat dewa-dewa Buddha Tibet yang digambarkan dalam posisi ini. (Posisi) ini intens. Lihatlah bagaimana posisi ini dalam visualisasi yoga dan karya seni yang menghasilkan energi,” katanya.

Bunda perlu tahu, posisi yab yum digambarkan dimana ada pria duduk bersila dan wanita duduk di pangkuan menghadap wajahnya dengan kedua kaki yang disilangkan ke belakang tubuh serta tangan memegang punggung pria.

Bun, sekalipun kelihatannya mudah, mereka yang mengaku pernah mencoba posisi ini ternyata harus berlatih selama berjam-jam. Disarankan penulis buku Diana Daffner, cobalah melakukan posisi yab yum secara menyamping.

“Dengan sedikit manuver, pria melakukan penetrasi dengan lembut, lalu selama 10 menit, pasangan bisa fokus menyinkronkan energi mereka bersama dengan napas dan kontak mata. Ini membangkitkan aliran orgasme yang secara fisik menyenangkan, ikatan emosional, dan bermanfaat secara spiritual.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top