Dapatkan Artikel menarik dan mendalam langsung lewat SAYANGIANAK EXTRA di emailmu...

* indicates required
Kesehatan

Tips Atasi Selangkangan Nyeri Saat Hamil

active-aerobic-beauty-866019

Saat hamil, perempuan umumnya akan menghadapi beberapa masalah di tubuhnya. Salah satunya di sekitar selangkangan. Alih-alih bisa bebas bergerak, selangkangan ibu hamil justru sering nyeri. Hal ini tentu cukup mengganggu kenyamanan Bunda.

Kendati begitu, sakit di selangkangan saat hamil tak akan membahayakan Bunda dan janin. Ibu hamil pun tetap memiliki kemungkinan untuk dapat melahirkan normal. Tapi kira-kira apa ya penyebab atau pemicunya?

Penyebab Sakit Selangkangan pada Ibu Hamil

Bun, selangkangan nyeri biasanya dipicu perubahan hormon saat hamil. Tubuh ibu hamil akan memproduksi hormon relaksin yang berfungsi untuk membuat jaringan penyokong otot di sekitar panggul lebih relaks dan merenggang. Perenggangan tersebutlah yang dapat memicu rasa sakit di selangkangan saat hamil.

Penyebab lainnya yaitu, ukuran dan berat bayi dalam kandungan, yang menyebabkan tulang panggul ibu hamil mengalami pelebaran. Untuk itu yuk Bun atasi dengan beberapa hal yang dapat meredakan rasa sakit dan tidak nyaman akibat kondisi ini, Bumil dapat melakukan beberapa cara berikut:

Rutin Berolahraga

Kendati akan terasa sedikit nyeri, alangkah baiknya Bunda tetap melakukan olahraga. Salah satu pilihan olahraga yang dapat dilakukan ibu hamil adalah yoga. Olahraga ini bermanfaat menguatkan otot-otot selangkangan sehingga mengurangi rasa sakit yang Bumil rasakan. Atau, supaya tak salah melakukan gerakan yang tepat dalam mengatasi rasa sakit pada selangkangan saat hamil, Bunda dapat berkonsultasi ke dokter kandungan terlebih dulu.

Gunakan Ikat Pinggang Khusus ya Bun

Bun, cara lain yang dapat Bunda lakukan adalah menggunakan ikat pinggang khusus untuk menyangga perut Bunda. Cara ini dapat mengurangi beban pada panggul Bumil, sehingga rasa sakit selangkangan pun ikut berkurang. Serta pastikan istirahat Bunda cukup dan teratur ya. Jika Bumil banyak melakukan aktivitas dengan berdiri seperti menyetrika atau masak, jangan lupakan istirahat, meski hanya sekadar duduk sejenak. Istirahat yang cukup akan membantu mengurangi dampak tekanan gravitasi di area panggul sehingga rasa tak nyaman di selangkangan pun akan berkurang. Tips penting lainnya, sebaiknya hindari duduk sembari menyilangkan kaki ya Bun.

Cobalah untuk Tidur Menghadap ke Sisi Kiri

Bun, posisi tidur ibu hamil yang disarankan adalah menghadap ke sisi kiri karena pada posisi ini, ibu hamil dapat mengurangi tekanan pada pembuluh darah di daerah perut dan panggul. Bila perlu, letakkan bantal di sela lutut saat tidur dalam posisi ini.

Usahakan untuk Tak Mengangkat Barang yang Terlalu Berat ya Bun

Pada dasarnya, ibu hamil memang tidak dianjurkan untuk mengangkat barang berat, terlebih bagi ibu hamil yang sedang mengeluhkan sakit pada selangkangan. Sebab saat mengangkat benda berat, beban dan tekanan pada panggul akan bertambah, sehingga membuat selangkangan semakin terasa sakit.

Bumil juga sebaiknya menghindari posisi berdiri atau duduk yang terlalu lama, berdiri dengan satu kaki, serta mendorong beban berat. Aktivitas ini akan membuat nyeri selangkangan yang Bumil rasakan semakin parah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Kira-kira Usia Kehamilan Berapa Minggu Bisa Terdeteksi Test Pack?

adult-belly-body-54289

Setelah penantian sekian lama, pasutri tentu senang bukan main bila akhirnya istri dikabarkan tengah mengandung. Bagaimanapun, memiliki keturunan tentu menjadi salah satu tujuan dalam proses pernikahan. Saat wanita dinyatakan hamil, akan ada harapan dan cita-cita baru dalam hidupnya.

Di lain sisi, cara mengetahui hamil atau tidaknya Bunda, ada banyak cara yang dapat dilakukan. Salah satunya dengan menggunakan test pack. Alat uji yang satu ini relatif sederhana namun dapat memunculkan hasil yang akurat.

Salah satu hasil yang perlu diperhatikan adalah waktu penggunaan test pack. Alih-alih membawa hasil yang sesuai ekspetasi, biasanya ada tipe test pack yang memberikan hasil ketika memang benar-benar memasuki tahap tertentu dari kehamilan. Nah Bun, berikut ini ada hal-hal yang perlu Bunda perhatikan sebelum menggunakan test pack.

Proses Terjadinya Kehamilan

Bun, proses terjadinya kehamilan sebenarnya dimulai dari awal masa haid atau hari pertama haid. Oleh karena hal tersebutlah cara menghitung usia kehamilan secara umum ditentukan berdasarkan hari pertama haid terakhir yang terjadi pada seorang wanita. Setelah masa haid tersebut, maka indung telur biasanya akan mengeluarkan sel telur yang disebut sebagai proses ovulasi.

Keluarnya ovum atau sel telur tersebut selama masa ovulasi akan menjadi titik awal bahwa sistem reproduksi wanita siap untuk dibuahi oleh sel telur. Pembuahan memiliki potensi yang besar dalam mendapatkan kehamilan ketika hubungan intim dan sel sperma yang masuk ke dalam rahim terjadi pada saat wanita dalam masa suburnya. 1- 3 hari pertama sebanyak 300 juta sel sperma akan masuk ke dalam rahim.

Selama perjalanan menuju sel telur, maka ada jutaan sel sperma yang akan mati. Bahkan umumnya hanya sebanyak 200 sel sperma saja yang dapat sampai pada sel telur. Pembuahan dapat terjadi ketika sel sperma tersebut masuk ke dalam sel telur dan menjadi suatu proses awal kehamilan.

Sel telur yang telah dibuahi akan berubah menjadi zigot dan berkembang menjadi banyak sel setiap jamnya. Zigot tersebut akan melakukan perjalanan menuju rahim untuk menempel pada rahim yang disebut sebagai implantasi. Proses implantasi inilah yang akan menimbulkan beberapa gejala hamil muda pada awal kehamilan.

Untuk mendeteksi kehamilan seseorang, salah satu cara yang banyak dilakukan adalah dengan mendeteksinya menggunakan alat test pack. Test pack tersebut berkerja dengan cara mendeteksi peningkatan hormon HCG yang memang akan meningkat pada awal awal kehamilan. Penggunaan test pack haruslah dilakukan dengan benar agar hasil akurasi yang di dapatkan juga benar adanya. Untuk meningkatkan akurasi tersebut maka Test Pack harus digunakan dengan waktu yang tepat.

Lantas Kapan waktu yang dianjurkan untuk memakai test pack?

Usia kehamilan yang dapat dideteksi oleh alat test pack setidaknya pada usia 1 bulan pertama karena memang pada saat usia tersebut peningkatan hormon HCG sebagai hal yang dideteksi oleh test pack baru terjadi. Usia kehamilan 1 bulan tersebut dihitung berdasarkan penetapan dokter kandungan yang berdasar pada perhitungan dari hari pertama haid terakhir. Sangat disarankan pemeriksaan test pack baru dilakukan ketika memang sudah ada beberapa tanda kehamilan yang muncul.

Cara memilih test pack yang paling sensitif

Mengutip HelloSehat, tingkat sensitivitas alat tes kehamilan ini dapat Bunda lihat pada kemasan, dengan satuan ukuran mIU/ml (mili-International Unit per mililiter). Pada umumnya, sensitivitas alat tes kehamilan berkisar antara 10 mIU/ml sampai 40 mIU/ml. Semakin rendah angkanya, maka semakin sensitif alat tes kehamilan tersebut, sehingga semakin dini kehamilan dapat terdeteksi.

Apa saja faktor yang mempengaruhi hasil tes?

Kapan sel telur menempel pada dinding rahim.

Ketika sel telur yang dibuahi sperma menempel pada dinding rahim, hormon HCG akan mulai dilepaskan dan jumlahnya terus bertambah, Bun. Dalam kondisi inilah, Bunda dapat melakukan tes kehamilan dan mendapatkan hasil positif.

Di lain sisi, tes kehamilan yang terlalu dini dapat menghasilkan tes negatif lantaran membutuhkan waktu sekitar satu minggu bagi sel telur untuk menempel pada dinding rahim dan melepaskan hormon HCG.

Berapa banyak air yang Bunda minum dalam sehari

Kadar hormon HCG dalam urin tergantung dari seberapa banyak Bunda. Jika Bunda terlalu banyak minum, bukan tidak mungkin kadar hormon HCG dalam urin tentu sedikit lantaran urin terlalu encer sehingga menunjukkan hasil tes negatif. Urin yang lebih pekat biasanya menunjukkan hasil tes yang positif.

Kadar hormon HCG dalam darah

Kadar hormon HCG dalam darah juga memiliki tingkat yang bervariasi antara setiap individu, Bun. Hal inilah yang mempengaruhi keakuratan hasil tes kehamilan. Hasil tes yang positif mungkin memerlukan waktu yang lebih lama jika Bunda memiliki kadar hormon HCG yang rendah dalam darah.

Sensitivitas tes urin

Alat tes kehamilan yang menggunakan urin memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda-beda yang menunjukkan seberapa cepat alat tes tersebut dapat mendeteksi keberadaan hormon HCG dalam urin. Sebaiknya Bunda membaca tingkat sensitivitas dan petunjuk dalam kemasan sebelum melakukan tes agar Anda tidak salah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Ciri-ciri Hamil Muda Sebelum Telat Haid nih Bun

ciri ciri hamil muda

Banyak perubahan yang terjadi pada fisik ibu yang sedang hamil. Bicara kehamilan, tanda-tanda awal yang muncul biasanya Bunda akan mengalami telat haid. Selain itu, fisik pun terasa lelah dan rentan mengantuk. Bahkan payudara mengalami perubahan ukuran.

Sebagai seorang wanita, Bunda berhak tahu tanda-tanda hamil muda dengan jelas. Tidak hanya menilainya dengan haid yang tiba-tiba berhenti. Mengutip dari The Asian Parent, dr.Bobtriyan Tanamas menjelaskan bagaimana cara mendeteksi kehamilan dini dan apa saja yang perlu dilakukan.

Ia pun menjelaskan apa yang dimaksud dengan kehamilan dini. “Sebenarnya setiap orang memang memiliki persepsi yang berbeda terkait dengan kehamilan dini.”

Ia pun melanjutkan untuk mengetahui ciri ciri hamil muda sebelum telat haid bisa dilihat dari beberapa kondisi. Misalnya Bunda akan mengalami sakit kepala, mual, atau muntah. Sementara jika dilihat dari segi klinis, wanita yang sedang hamil muda diketahui sering buang air kecil atau bahkan merasa sembelit. Mengutip dari Net Doctor, berikut ini ciri kehamilan yang perlu Bunda ketahui. 

Perubahan Bentuk Payudara

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, salah satu tanda awal kehamilan adalah terjadinya perubahan payudara dimana ukurannya jadi lebih besar bahkan terasa lembut. Selain itu, di area sekitar puting atau areolae biasanya juga kian menggelap.

Kenapa hal ini terjadi? Hal ini disebabkan kadar hormon perempuan yang berubah dengan cepat setelah pembuahan, menyebabkan kelenjar di dalam payudara tumbuh dan bersiap untuk produksi ASI dan menyusui setelah bayi lahir.

Fisik Sering Terasa Lelah

Ciri lainnya adalah, kondisi yang mudah merasa sangat lelah luar biasa. Kondisi ini pun ternyata terkait dengan perubahan hormonal, terutama peningkatan hormon progesteron, meskipun faktor lain seperti tekanan darah rendah dan penurunan kadar gula dalam darah juga bisa menjadi hal yang memengaruhi.

Karenanya, di awal kehamilan memang Bunda disarankan untuk beristirahat, termasuk tidur siang. Jangan lupa, asupan makanan pun juga perlu dijaga. Konsumsilah makanan yang kaya akan zat besi dan protein.

Sakit Kepala

Di awal kehamilan, ternyata banyak ibu hamil yang mengatakan bahwa sering kali merasa sakit kepala ringan. Ini bisa disebabkan oleh sejumlah faktor termasuk morning sickness, kelelahan, kelaparan, perubahan hormon, tekanan darah rendah dan bahkan suasana hati rendah atau depresi.

Cobalah untuk makan secara teratur dalam jumlah kecil, istirahat dan tidur sebanyak yang dibutuhkan dan minum cukup cairan sehingga dapat mencegah terjadinya dehidrasi.

Flek dan Kram

Saat awal kehamilan, seorang ibu bisa saja merasakan perasaan aneh, merasakan kram layaknya saat awal menstruasi. Ini bisa menjadi salah satu salah satu tanda awal kehamilan. Dikenal sebagai pendarahan implantasi yang terjadi di mana saja dari 6 hingga 12 hari setelah sel telur dibuahi.

Biasanya kondisi flek dan kram yang akan dirasakan masih bisa ditoleransi karena sifatnya tidak ‘berat’. Jika kondisinya terasa lebih berat khususnya di awal kehamilan, tak ada salahnya untuk memeriksakan pada dokter kandungan.

Mengalami Mood Swing

Ya, kondisi suasana hati yang mudah berubah memang menjadi salah satu ciri yang sangat umum. Dalam waktu yang relatif singkat, ibu hamil bisa merasakan perubahan hati dari senang menjadi sedih dan mudah menangis.

Kondisi ini sering terjadi sejak awal kehamilan, ini terkait dengan perubahan hormon yang sangat cepat dan biasanya menetap saat kehamilan berlangsung. Karenanya, pastikan pasangan menyadari kondisi ini ya Bun. Perubahan suasana hati yang begitu cepat karena perubahan hormon pun tak bisa disalahkan. Memang ada fasenya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Jenis-Jenis Kontraksi Jelang Proses Bersalin yang Bunda Perlu Kenali

Tanda pasti hamil

Dalam proses kehamilan, salah satu tahapan yang tak mudah adalah Bunda harus mengalami proses kontraksi. Situasi ini datang biasanya ditandai dengan sakit perut yang melilit di area pinggang dan terjadi berulang setiap 5-8 menit.

Kendati terdengar menyakitkan, kontraksi memang membawa manfaat yakni menghasilkan hormon oksitosin yang memicu bayi keluar dari rahim. Sebab setiap perut berkontraksi, otot-otot rahim otomatis akan meregang dan melebar sehingga memberi jalan keluar untuk si kecil.

Namun tak jarang, ibu hamil bingung apakah gejala yang mereka alami sekadar kram perut biasa atau kontraksi yang sesungguhnya. Untuk itu, Bunda pun perlu mengenali apa itu kontraksi.

Kontraksi Braxton Hicks

Kontraksi yang satu ini memiliki sebuah gejala yang mirip dengan kontraksi persalinan, Bun. Bahkan tak jarang disebut kontraksi palsu karena bertujuan untuk menyiapkan mulut rahim untuk membesar dan meningkatkan aliran darah dalam plasenta, Bun.

Bun, biasanya kontraksi ini akan terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Ada ciri-cirinya lho Bun, antara lain kontraksi yang tak teratur, bahkan sensasinya lebih ke arah tak nyaman, bukan yang menyakitkan. Umumnya kontraksi ini terjadi di sekitar pangkal paha atau di depan tubuh ibu hamil dan bisa diatasi dengan berjalan atau berbaring.

Kontraksi Persalinan Prodromal

Persalinan yang satu ini mengacu pada kontraksi kelahiran yang dialami beberapa minggu sampai beberapa jam sebelum melahirkan. Munculnya pun relatif teratur bahkan durasinya lebih lama dari kontraksi braxton-hicks. Tapi sekali lagi, kontraksi ini bukan pertanda kelahiran.

Menurut dokter, persalinan prodromal bisa membantu bayi berpidah dari posisi yang salah ke posisi yang benar, Bun. Ciri-cirinya antara lain seperti tidak ada perubahan serviks setelah 24-36 jam, berbaring tidak membantu kontraksi tersebut hilang, dan cenderung lebih kuat dan tidak sering terjadi.

Kontraksi Persalinan Prematur

Mengutip Kumparan.com, nama lain persalinan ini yaitu early labor, dimana ibu hamil berada di tahap mengalami kontraksi saat usia kandungan di bawah 37 minggu. Nah biasanya, kondisi serviks Bunda akan melebar sampai 6 sentimeter. Kontraksi ini biasanya terjadi karena kondisi kehamilan yang tidak normal, misalnya ibu mengalami suatu penyakit atau kelainan bentuk rahim, bahkan stress bisa jadi pemicunya nih Bun.

Bila Bunda mengalami ciri-ciri seperti merasakan sakit pada punggung, kesulitan bernapas saat kontraksi muncul, ada tekanan pada panggul, rasa sakit yang menjalar dari belakang hingga ke bagian depan, dan mengalami kram yang kuat, berarti Bunda wajib mengunjungi rumah sakit dan menghubungi bidan atau dokter.

Kontraksi Persalinan Aktif

Nah, bila kandungan memasuki usia 42 minggu, ibu hamil umumnya mulai mengalami kontraksi yang satu ini. Bunda perlu tahu, pada tahapan ini, serviks akan melebar bahkan mencapai 6 sentimeter yang artinya Bunda sudah siap melahirkan.

Gejala yang dialami adalah kontraksi terjadi setiap 5 menit sekali atau lebih sering, kontraksi berlangsung 60 detik atau lebih, rahim mulai tidak rileks, ada rasa sakit dan tekanan yang signifikan di punggung saat kepala bayi bergerak menuju jalan lahir. Selain itu, pada saat ini mungkin Anda akan merasa seolah-olah akan buang air besar dan merasa akan mendorong sesuatu keluar.

Tips untuk Bunda, cobalah catat beberapa kali kontraksi kelahiran terjadi dalam kurun waktu satu jam. Termasuk durasi dan intensitasnya. Kemudian cobalah untuk berbaring selama beberapa menit, apakah kontraksi membaik atau justru semakin sering. Selain soal durasi dan intensitas kontraksi, penting diingat bila air ketuban pecah disertai cairan berwarna hijau atau coklat, maka sudah saatnya Bunda ke rumah sakit.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top