Mainan Anak

Tips Agar Si Kecil Mau Membereskan Mainannya Sendiri

Melihat mainan anak yang berantakan tentu mengesalkan ya Bun. Sudah dibereskan, tapi si kecil lagi-lagi menuang mainannya ke lantai. Bahkan buku-buku yang semula tertata rapi, dibiarkan begitu saja di lantai. Kadang hal ini membuat Bunda lelah dan akhirnya marah pada si kecil.

Alih-alih memintanya membereskan mainan dengan baik-baik, yang terjadi justru melontarkan amarah dan melabeli si kecil. Bisa saja kita melabeli mereka sebagai pemalas karena menolak utnuk membereskan mainan.

Bun, sekalipun menjengkelkan, memberi label pada anak jelas tak dianjurkan. Apalagi untuk si kecil yang masih dalam tahap pertumbuhan, bisa-bisa ucapan Bunda membekas di hatinya. Ketimbang marah-marah, Bunda dapat mengajarkan kebiasaan membereskan dan membersihkan mainan maupun kamar Si Kecil sejak dini.

Melansir Verywell Family, konsep merapikan tidak langsung dipahami Si Kecil, maka lakukan lima hal ini untuk menanamkannya sejak dini.

Saat Memintanya, Jangan Lupa Berikan Arahan yang Jelas untuk Pekerjaannya Bun

Bun, seringkali yang terjadi pada orangtua adalah mereka selalu meminta si kecil untuk membereskan mainan tanpa memberikan alasan yang jelas. Hal ini akhirnya membuat si kecil tak tahu harus mulai membersihkan dari area mana.

Nah Bun, lebih baik berikanlah arahan yang detail ya. Katakan kalau buku-buku perlu ditaruh di rak, mobil atau boneka dimasukkan ke wadah. Kalau arahannya jelas, tentu ia mau melakukannya. Atau akali dengan membagi pekerjaan menjadi tugas-tugas kecil, maka tugas yang tampaknya tak ada habisnya menjadi mudah dikelola.

Bagaimanapun, ingat Bun, si kecil baru mengenali konsep kerapihan dan kebersihan, karenanya mereka pun perlu Bunda untuk membersihkan kekacauan dengan bimbingan yang jelas.

Jelaskan Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Menciptakan Keteraturan

Bagi orang dewasa itu sudah jelas, tetapi bagi anak-anak, membersihkan tidak lebih dari menyingkirkan kesenangan. Karenanya, jelaskan baik-baik padanya kenapa mainan perlu diletakkan di tempat semula. Alasan keselamatan atau keteraturan perlu Bunda sampaikan padanya.

Atau jelaskan pada Si Kecil bagian kecil dari mainannya bisa hilang sehingga mainan itu tidak lagi bisa digunakan. Dengan anak kecil, penting untuk membuat koneksi yang bisa mereka hubungkan.

Buatkan Tempat Penyimpanan untuknya, Bun

Dengan menyediakan tempat penyimpanan yang berbeda-beda untuk mainannya, maka hal tersebut akan membantunya belajar menata mainan dan jadi lebih rapi. Cobalah minta Si Kecil menggambar atau memotong gambar kesukaannya yang sesuai bentuk mainan dan gunakan gambar itu sebagai penanda.

Di bawah gambar, tulis dengan rapi nama mainan atau barang, ini juga bisa menjadi cara pengenalan kata pada Si Kecil. Ketika semuanya memiliki tempat yang tepat, itu membuatnya jauh lebih mudah untuk menyingkirkannya.

Biarkan Waktu Bersih-bersih Terasa Lebih Menyenangkan

Bagi si kecil, ia masih lebih suka bermain-main. Karenanya, membereskan mainan menurutnya adalah kegiatan yang membosankan atau bahkan membuatnya kesal. Maka daripada menyuruhnya sambil mengomel, cobalah buat suasana menyenangkan.

Misalnya dengan memutar lagu kesukaannya, lalu ajak ia bernyanyi dan menari sambil meletakkan mainan-mainannya. Bunda juga bisa mengajaknya bermain, misalnya dengan adu cepat membereskan potongan puzzle atau balok-balok mainannya.

Jangan Memperbaiki Hasil Kerja Si Kecil

Saat kamar atau ruang bermain anak akhirnya bersih, jangan ulangi apa yang tidak sempurna menurut Bunda. Biarkan si kecil menikmati keterlibatannya lebih dulu. Perabotan rumah boneka yang tidak cocok? Abaikan itu.

Selama pekerjaan itu dilakukan dengan benar, biarkan saja, sebab anak-anak tidak akan pernah merapikan seperti halnya orang dewasa. Jika Bunda melanjutkan dan mengulang apa yang sudah mereka kerjakan dengan susah payah untuk diselesaikan, Si Kecil mungkin merasa tak senang karena hasil usahanya tetap dianggap tak sempurna.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Memahami Gigi Bayi dan Seluk Beluk Pertumbuhannya

Gigi merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Selain berfungsi untuk mengunyah, keberadaan gigi juga bisa menambah estetika wajah. Karena itu, setiap fase perkembangannya—mulai dari gigi bayi sampai dewasa—harus diperhatikan dengan baik, terutama oleh para ibu.

Gigi bayi atau gigi susu bia

 

Please Subscribe

Bantu Kami memberikan artikel berkualitas dengan berlangganan konten premium Kami.

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Panduan MPASI dan Makanan yang Direkomendasikan

MPASI merupakan singkatan dari makanan pendamping ASI yang biasanya diberikan pada bayi di atas 6 bulan. Makanan ini diperlukan sebagai tambahan nutrisi untuk si kecil. Panduan MPASI ini juga sudah direkomendasikan oleh WHO menganjurkan minimal 4 bulan dan jika memungkinkan 6 bulan pertama.

Kapan Anak Mulai Diberi MPASI?

Sebagaimana yang telah dianjurkan oleh WHO bahwa pemberian MPASI disarankan untuk anak berusia 4 sampai 6 bulan asalkan memiliki catatan atau tanda. Syarat pertama yakni berat badan anak tidak cukup bertambah meskipun sudah diberikan ASI.

Sedangkan syarat kedua adalah anak sudah menunjukkan tanda kelaparan meskipun sering diberikan ASI. Dua hal tersebut menjadi tanda bahwa anak sudah siap untuk mendapatkan MPASI. Namun, jika tidak mengalami tanda-tanda di atas maka jangan terlalu memaksakan diri.

Sebisa mungkin hindari memberikan makanan pendamping ASI terlalu dini. Jangan lupa untuk konsultasikan kepada dokter anak apakah sudah diizinkan atau belum. Meskipun makanan pendamping sudah diberikan kepada anak namun ASI tetap harus diberikan hingga si kecil berusia 2 tahun.

Panduan MPASI Menurut WHO

WHO tidak menyarankan pemberian menu tunggal 14 hari termasuk pemberian jenis makanan tertentu. Karena gizi seimbang sudah seharusnya diperkenalkan sejak hari pertama bayi mendapatkan makanan pendamping. 

Berikut ini panduan MPASI yang disarankan oleh WHO:

Anjuran Jenis Makanan

Tujuan utama memberikan makanan pendamping ASI kepada si kecil adalah untuk mencukupkan kadar mikronutrien dan makronutrien pada bayi yang tidak hanya sekedar membuatnya kenyang. Jika hanya memberikan buah atau sayur murni saja, maka kebutuhan gizi mikro dan makro akan kurang tercukupi.

Zat gizi mikro yang dibutuhkan tubuh dan harus terpenuhi dengan baik terdiri dari vitamin A, vitamin B, vitamin C, mineral, zat besi, kalsium, dan lain sebagainya. Pemberian makanan yang harus diutamakan saat MPASI berupa protein, karbohidrat, lemak, serta sayur dan buah untuk memenuhi gizi makro.

Bolehkah Memberikan Makanan Instan?

Karena kesibukan orang tua, terkadang masih banyak yang memberikan MPASI intan kepada sang buah hati. Sebaiknya jangan terlalu mengandalkan menu MPASI instan dan usahakan untuk tetap menyiapkan makanan pendamping sendiri agar Anda paham betul kecukupan gizi untuk dikonsumsi.

MPASI buatan pabrik memang bisa dijadikan sebagai pilihan karena di dalamnya terdapat kandungan zat besi, mikronutrien, dan lainnya. Namun, jangan dibiasakan setiap hari karena gizi yang real dari makanan murni seperti sayur dan buah secara langsung akan lebih baik untuk si kecil.

Jadikan Menu Tunggal Sebagai Snack

Menu tunggal yang dimaksud di sini adalah makanan yang tidak diolah atau dicampur dengan bahan makanan lainnya. Menu tunggal sebaiknya cukup dijadikan snack dan jangan mengandalkannya sebagai menu utama. Menu ini diperlukan untuk mengenalkan jenis makanan secara berkala kepada anak.

Perlu diketahui bahwa alergi makanan pada anak sangat mudah ditebak meskipun sifatnya jarang. Anda bisa memberikan menu tunggal berupa buah-buahan maupun sayur yang bisa dikonsumsi langsung si kecil. Bisa dengann merebusnya atau mengolahnya menjadi bubur agar mudah dikunyah dan ditelan.

Hindari Jus Buah Sebagai Menu MPASI

American Academy of Pdiatrics tidak menyarankan konsumsi jus buah untuk bayi yang masih berusia 0 – 12 tahun. Hal ini dikarenakan jus buah tidak memberikan kontribusi yang bagus untuk pola diet sehat si kecil. Lebih baik biarkan anak untuk mengkonsumsinya secara langsung dengan cara memotongnya.

Jika usianya sudah lebih dari satu tahun, baru Anda bisa memberikan jus buah namun tetap ada standarnya yakni maksimal ukuran 120 ml setiap harinya. Karena jika terlalu berlebihan mengkonsumsi jus buah, maka dapat menyebabkan berat badan si kecil sulit naik.

Jangan Menunda Mengenalkan Makanan yang Picu Resiko Alergi

Ikatan Dokter Anak Indonesia sudah menjelaskan bahwa presentasi alergi makanan pada anak hanya sekitar 6 – 8% saja. Sehingga tidak ada salahnya Anda mengenalkan berbagai jenis makanan pada si kecil. Jika semakin menunda mengenalkan makanan pada bayi, maka resiko alergi semakin tinggi.

Bahan makanan yang biasanya memicu terjadinya alergi seprti ayam, telur, susu, makanan laut, kacang-kacangan, dan lain sebagainya. Sebaiknya berkonsultasi kepada dokter atau ahli gizi terlebih dahulu jika ragu karena dokter biasanya akan memberi saran makanan apa yang cocok dan tidak.

Rekomendasi Menu Makanan Pendamping ASI

Agar anak tidak merasa bosan, maka Anda harus membuat menu yang bervariasi untuk MPASI setiap harinya. Cobalah beberapa jenis makanan yang mengandung nilai gizi tinggi untuk mengetahui apakah anak alergi atau tidak dan menyukai makanan tersebut atau tidak. Berikut ini rekomendasi menu MPASI:

Puree Alpukat dan Pisang

Pisang dan alpukat merupakan jenis buah-buahan yang sangat cocok untuk MPASI karena selain teksturnya lembut sehingga mudah dikunyah, kandungan gizinya juga cukup tinggi. Cara membuatnya pun sangat mudah, Anda tinggal menyiapkan pisang, alpukat, dan ASI atau susu formula.

Pertama cucui bersih buah alpukat dan pisang lalu kupas kulitnya. Ambil bagian dalam alpukat dan pisang kemudian blender masing-masing. Aduk kedua buah tersebut dan campur dengan ASI atau susu formula hingga merata. Pisang dan alpukat sangat bagus karena kaya vitamin dan mengandung antioksidan.

Puree Kentang, Brokoli, dan Kaldu Ikan

Brokoli dan kentang mengandung nutrisi berupa vitamin, protein, dan karbohidrat yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Bahan-bahan yang diperlukan juga mudah ditemukan. Cukup siapkan kentang, brokoli, dan ati ayam. Sebelum mengolahnya cuci bersih bahan-bahan tersebut terlebih dahulu.

Setelah itu, potong kentang dan brokoli menjadi beberapa bagian lalu kukus selama kurang lebih 10 menit. Rebus ati ayam hingga matang lalu blender semua bahan tersebut hingga halus agar anak bisa lebih mudah mengunyahnya. Ketika sudah memiliki gigi coba latih mereka mengkonsumsi tanpa harus dihaluskan.

Puree Ayam, Beras Merah, Buncis, dan Tahu

Kandungan gizi yang terdapat pada beras merah, ayam, tahu, dan buncis sangat bagus untuk menjaga keseimbangan nutrisi pada tubuh bayi. Anda cukup menyiapkan 2 genggam beras merah, 1 buah tahu sutra, 25 gram ayam cincang, 5 buncis, dan geprek bawang putih.

Langkah pertama membuat menu ini adalah dengan merendam beras merah selama setengah hari dan masak beras tersebut menjadi bubur. Kukus ayam dengan rebusan kaldu bawang putih selama kurang lebih 30 menit. Saring tahu, lumat, blender buncis, dan campur semua bahan tersebut menjadi satu.

Puree Oat dan Salmon

Makanan yang mengandung omega 3 tinggi sangat bagus untuk perkembangan otak anak. Salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan ini adalah salmon. Sementara itu, oat juga mengandung gizi yang sangat bagus berupa vitamin dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Siapkan bahan-bahan berupa oat, salmon, bawang putih yang digeprek, seledri, dan perasan air jeruk nipis. Lumuri ikan salom selama 10 menit dengan air jeruk nipi salu kukus bersama seledri dan bawang putih. Masak oat hingga matang lalu campur semua bahan dan blender hingga lunak.

Puree Daging, Kentang, Tomat, dan Wortel

Daging, kentang, wortel, dan tomat sangat bagus untuk dikonsumsi sebagai makanan pendamping ASI karena kaya akan vitamin yang tinggi. Siapkan semua bahan-bahan tersebut di atas termasuk bawang putih, daun bawang, dan bawang bombai secukupnya sebagai bumbu.

Setelah semua bahan siap, rebus bawang-bawangan yang sudah digeprek sebelum memasukkan daging sapi cincang. Tunggu hingga 30 menit dan sambil menunggu potong kentang dan wortel untuk dikukus selama 20 menit. Blender semua bahan hingga halus dan saring agar terpisah puree dan airnya.

Bubur Ikan Dori

Bubur ikan dori bisa menjadi salah satu menu pilihan yang bakal menjadi favorit anak. Karena selain cita rasanya gurih, tekstur ikan ini juga lembut sehingga mudah dikunyah dan ditelan oleh anak. Cukup siapkan ikan dori, beras putih, bawang bombai, seledri, jahe, dan air secukupnya.

Masak beras putih terlebih dahulu sampai matang dan aduk hingga nasi setengah lembek. Setelah itu, masukkan ikan dori, dan bahan-bahan lainnya. Jahe di sini memiliki fungsi untuk menghilangkan bau amis pada ikan. Aduk semuanya dan campur rata. Biarkan dingin lalu saring dan sajikan.

Puree Wortel dan Nasi Kentang

Kentang mengandung karbohidrat yang bagus buat tubuh. Sementara itu, wortel memiliki kandungan vitamin A yang sangat bagus untuk kesehatan mata anak. Siapkan nasi putih, seledri, kentang, wortel, dan susu formula atau ASI secukupnya. Cuci semua bahan terlebih dahulu hingga bersih.

Masak nasi putih untuk dijadikan bubur dan tambahkan seledri. Kukus kentang dan wortel sampai empuk. Lalu saring bahan-bahan yang telah dimasak tersebut setelah matang. Campurkan semua bahan yang sudah disaring dengan ASI atau susu formula dan aduk hingga rata.

Puree Bayam dan Jagung Manis

Bayam merupakan jenis sayuran yang kaya akan serat sehingga sangat bagus untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Jagung dan bayam menjadi olahan yang sangat ideal dan bisa menjadi favorit sang anak. Anda bisa memberikan menu ini untuk disajikan bersamaan dengan bubur nasi.

Siapkan jagung manis, daun bayam, dan air matang. Sebelum diolah, pastikan semua bahan-bahan tersebut sudah dicuci bersih lalu rebus jagung manis hingga empuk. Setelah empuk serut dan masukkan bayam ke air mendidih. Campur semua bahan dan blender hingga halus.

Apple Stew dengan Cinnamon

Apple stew dengan cinnamon bisa menjadi salah satu menu MPASI andalan Anda. Cinnamon dan apel menjadi kombinasi menu yang sangat menarik karena selain kandungan gizinya tinggi, aromanya juga menggugah selera. Cukup siapkan apel, air, dan bubuk kayu manis secukupnya.

Setelah semua bahan sudah bersih, kupas dan potong apel berbentuk dadu. Kukus irisan apel tersebut dan haluskan menggunakan food processor atau blender. Saring apel menggunakan alat penyaring dan tambahkan bubuk kayu manis secukupnya. Aduk hingga rata dan menu apple stew siap disajikan.

Memperhatikan panduan MPASI sangatlah penting bagi orang tua yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tujuannya agar kandungan gizi yang dibutuhkan oleh anak benar-benar tercukupi dengan baik. Anda bisa mencoba berbagai menu di atas sebagai referensi. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Apa Sajakah Tantangan Mendidik Anak 1 – 3 Tahun itu?

Setiap fase pertumbuhan anak mengalami tantangan tersendiri mulai dari ketika si kecil lahir ke dunia hingga tumbuh dewasa, menikah, dan bisa mandiri sendiri. Bagaimana tantangan mendidik anak 1 – 3 tahun? Fase ini termasuk dalam golden age yang sangat penting untuk diperhatikan perkembangannya.

Beberapa Tantangan Mendidik Anak 1 – 3 Tahun itu

Menghadapi anak umur 1 – 3 tahun cenderung tidak mudah karena kita harus senantiasa mendampingi mereka sampai bisa mandiri dan melakukan beberapa hal sendiri. Tingkah anak-anak di usia ini seringkali sangat menguji kesabaran. Selain itu, masih banyak lagi tantangan lainnya, di antaranya:

Tantrum

Tantrum menjadi hal pertama yang bakal sering dialami oleh anak usia batita 1 – 3 tahun. Mereka biasanya sudah memiliki keinginan sendiri dan sudah bisa merasakan emosi meskipun terkadang masih sulit untuk dikontrol. Emosi yang keluar pun terkadang bisa berlebihan hingga tantrum.

Sehingga Anda jangan kaget jika tiba-tiba sang anak menangis meledak-ledak sampai berteriak dan guling-guling hanya karena apa yang diinginkan tidak terpenuhi. Namun, jangan menyerah saat anak tantrum. Sebagai ibu harus tegas dan berusaha mengalihkan perhatian sang anak lalu peluk dengan tulus.

Menyapih

Menyapih menjadi tantangan selanjutnya yang bakal dihadapi orang tua ketika anaknya berusia 1 – 3 tahun. Terlebih lagi bagi yang full ASI hingga 2 tahun sesuai anjuran karena sudah bisa dikatakan cukup umur. Banyak hal yang harus disiapkan dalam fase ini mulai dari mental dan kesiapan diri.

Menyapih tidak seharusnya menjadi beban bagi si kecil sehingga mereka harus diberi pengertian dengan baik. Bangun bonding dan ajak diskusi sang anak agar nantinya mereka lebih ikhlas saat melepas masa-masa menyusui. Fase ini tidak hanya berat bagi anak namun juga sang ibu.

GTM (Gerakan Tutup Mulut)

Gerakan Tutup Mulut atau yang biasa dikenal dengan istilah GTM kebanyakan dialami oleh anak usia batita sekitar 1 – 3 tahun. Hal ini dikarenakan pada fase ini anak-anak sedang ingin mengeksplor berbagai macam rasa, mulai memperhatikan tampilan makanan, dan ingin meniru orang lain.

Mereka ingin mencoba makan sendiri tanpa disuapi oleh orang tua. Terkadang mereka juga merasa bosan dengan rutinitas yang dilakukannya hingga akhirnya berujung GTM. Fase ini seringkali membuat sang ibu stress karena biasanya mereka rewel dan susah makan. Tentu berat jika anak sampai tidak makan.

Toilet Training

Pada fase ini anak sudah harus mulai diajarkan untuk menggunakan toilet sendiri bahkan sejak usia 1 tahun. Tidak ada salahnya untuk mengajarkan toilet training sedari dini meskipun sebenarnya hal seperti ini lebih maksimal jika diajarkan saat mereka sudah bisa berbicara dengan lebih jelas.

Tanda anak sudah siap diajari toilet training adalah ketika mereka sudah bisa memberikan kode kepada orang tuanya atau sedikit berbicara. Meskipun terkadang banyak kegagalan karena di awal-awal mereka pasti akan banyak poop atau pipis di luar toilet. Sehingga Anda harus banyak bersabar.

Anak Belajar Berjalan

Pada usia 1 tahun anak sudah mulai bisa berjalan sehingga mereka akan sangat aktif dan harus selalu dalam pengawasan agar tidak berjalan terlalu jauh. Mereka sedang senang-senangnya mengeksplor dunianya dengan cara yang berbeda sehingga Anda harus lebih waspada lagi.

Pada fase usia 1 – 3 tahun gerakan mereka biasanya lebih lincah sehingga terkadang cukup mengkhawatirkan terkait keselamatan si kecil. Anda harus mewaspadai tempat-tempat yang cukup membahayakan seperti laci, sudut meja, cipratan air lantai, hingga benda tajam dan berbahaya.

Sering Bertanya Hal yang Sama Berkali-kali

Anda akan dihadapkan pada si kecil yang mulai aktif bertanya banyak hal. Namun, seringkali mereka akan menanyakan hal yang sama berkali-kali meskipun pertanyaan tersebut sudah dijawab sebelumnya. Setelah melewati momen si kecil mengucap kata pertama kali, maka setelahnya lebih menantang.

Ketika mereka sudah mulai lancar berbicara, maka otak akan terus mendorong untuk mengungkapkan semua yang ada di pikiran sang anak. Rasa ingin tahu mereka biasanya sangat besar sehingga Anda harus banyak-banyak bersabar jika terkadang anak menanyakan hal sepele dan pertanyaan sama.

Anak Suka Menjatuhkan, Melempar, dan Merusak Barang

Ketika anak sudah bisa mulai berjalan dan berbicara, mereka sedang senang-senangnya mengeksplor banyak benda-benda baru. Terkadang mereka juga cenderung melakukan tindakan yang hanya ingin menarik perhatian orang tua atau orang lain di sekitarnya seperti menjatuhkan atau melempar barang.

Mereka biasanya melakukan hal tersebut secara sengaja demi bisa mendapatkan perhatian. Jika Anda terus merespon dengan marah, teriak, atau kecewa, malah justru mereka semakin penasaran dan akan melakukan lagi. Selain itu, mereka melakukan itu bisa jadi karena masih belum mampu mengontrol tenaga.

Cara Mendidik Anak 1 – 3 Tahun itu

Setiap orang tua tentu ingin agar anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas dan baik. Maka masa-masa saat mereka masih golden age adalah salah satu masa paling penting untuk untuk memperhatikan tumbuh kembangnya. 

Berikut ini cara mendidik anak usia 1 – 3 tahun, yaitu:

Beri Apresiasi dan Pujian

Usia 1 – 3 tahun merupakan fase di mana anak sedang aktif-aktifnya mengeksplor banyak hal sehingga mereka tak akan ragu untuk mencoba sesuatu hal yang baru. Saat mereka berhasil melakukan sesuatu atau mengikuti instruksi Anda dengan baik, maka beri mereka pujian atau apresiasi sebagai reward.

Anak yang mendapatkan apresiasi biasanya akan lebih termotivasi dan bersemangat untuk belajar dan melakukan hal-hal menarik lainnya. Namun, jangan terlalu berlebihan dalam memberi pujian karena khawatir anak akan tumbuh menjadi sombong dan terlalu berbangga akan dirinya sendiri.

Konsisten

Anak akan merasa lebih aman dan nyaman ketika pola asuh yang Anda terapkan dilakukan secara rutin dan konsisten. Mereka akan paham apa yang diingkan oleh orang tua sehingga bisa nurut dan lebih tenang saat diberi instruksi atau perintah. Dengan rutinitas yang konsisten mereka akan terbiasa.

Contoh didikan kepada si kecil seperti melarang anak untuk tidak menghabiskan makanannya. Lakukan berulang sehingga anak-anak akan terbiasa untuk selalu menghabiskan makanan setiap hari. Karena jika tidak konsisten maka mereka akan cenderung bingung. Anda juga harus memberi contoh dalam hal ini.

Mengenali Pemicu Emosi Sang Anak

Sebagai orang tua, Anda harus mengetahui kapan dan apa penyebab sang anak merasa marah dan kesal atau sesuatu. Jika ingin menegur atau menasehati, maka usahakan untuk tidak dilakukan pada saat-saat tersebut karena hal tersebut akan membuat anak-anak semakin merasa tidak nyaman.

Berikan waktu sebentar dan biarkan mereka lebih tenang sampai bisa menjelaskan alasan apa yang menyebabkan anak-anak menjadi marah. Setelah mereka sudah merasa tenang dan nyaman, barulah Anda bisa memberi nasehat, perintah, atau mengajarkan sesuatu kepada anak-anak.

Tumbuhkan Kebiasaan Untuk Mendengarkan

Anak yang baik perlu diajarkan dan dibiasakan untuk mendengarkan. Cara membangun kebiasaan untuk mendengarkan ini bisa dimulai dengan memberikan contoh bahwa orang tua juga selalu mendengarkan apapun yang dikatakan oleh anak-anaknya. Jangan menjadi egois dengan hanya ingin didengar.

Meskipun orang tua adalah sosok yang memberi perintah dan instruksi dalam mengajarkan sesuatu, Anda juga harus menjadi pendengar yang baik bagi sang anak. Karena bisa jadi ketika mereka lelah bermain, maka yang dibutuhkan hanyalah tempat yang nyaman untuk berbagi cerita.

Berikan Contoh yang Baik

Anak adalah peniru yang ulung dan mereka akan dengan mudah memperhatikan apa yang ada di sekitarnya dan mengikutinya. Maka dari itu sebagai orang tua Anda harus memberikan dan menunjukkan contoh yang baik kepada mereka agar apa yang diikuti adalah hal-hal yang baik saja.

Beri contoh bagaimana bertutur kata yang baik, sopan, dan lemah lembut di depan anak. Jika sedang merasa emosi dan ingin marah, maka sebisa mungkin jangan di depan anak dan lakukan di belakang mereka agar anak-anak tidak sampai melihatnya. Karena peran orang tua adalah sebagai teladan.

Buat Jadwal Kegiatan Untuk Anak

Melatih kedisiplinan sangat penting untuk dilakukan sejak dini sehingga anak-anak akan terlatih dan terbiasa ketika mereka dewasa kelak. Anda bisa mengajarkan anak disiplin dengan cara membuatkan jadwal kegiatan belajar sehingga mereka bisa belajar mengatur waktu dengan baik.

Saat membuat jadwal kegiatan untuk anak, ajak mereka diskusi sehingga si kecil tidak terlalu bergantung dan terkekang dengan apa yang menjadi keinginan orang tuanya. Dengan membuat jadwal, maka anak-anak akan lebih terarah dalam menjalani kegiatan sehari-hari dari pagi hingga malam.

Hindari Menggunakan Kekerasan

Child abush atau kekerasan pada anak sangat tidak disarankan karena hal ini hanya akan menyisakan luka yang akan terus berbekas hingga mereka dewasa kelak. Sebandel apapun mereka, maka jangan jadikan kekerasan dan kemarahan sebagai solusi untuk memberikan hukuman kepada anak.

Karena selain bisa meninggalkan bekas luka yang menyakiti hati, anak-anak juga bisa berpotensi mengikuti tindakan kekerasan tersebut ketika mereka dewasa. Karena bagaimanapun juga anak-anak adalah seorang peniru dan yang akan mereka tiru adalah orang terdekat termasuk orang tua.

Luangkan Waktu Untuk Mengobrol dan Berdiskusi

Anak-anak akan mudah mengingat apa yang diajarkan dan dibiasakan padanya ketika usia 1 – 3 tahun. Sehingga penting sekali untuk mendampingi mereka setiap hari demi bisa melihat tumbuh kembangnya. Luangkan waktu untuk mengajak mereka ngobrol dan berdiskusi tentang sesuatu.

Ajak mereka berdiskusi saat sedang bersantai dan biarkan mereka mengungkapkan perasaannya atau menceritakan kegiatan apa saja yang sudah dilakukan pada hari itu. Di saat mengobrol inilah Anda bisa mengajarkan sesuatu kepada mereka termasuk memberi nasehat atau instruksi.

Saat anak memasuki usia 1- 3 tahun, maka Anda harus lebih banyak mendengarkan dan mendampingi. Tetaplah bersabar ketika mereka bertingkah yang terkadang memicu emosi. Terlebih lagi ketika sudah capek dengan semua urusan pekerjaan di kantor maupun di rumah. Jangan lupa untuk cari waktu me time.

Tantangan mendidik anak 1 – 3 tahun memang tidak mudah dan terkadang sangat menguji kesabaran orang tua. Namun, masa-masa golden age ini adalah masa yang penting sehingga jangan sampai menyesal karena tidak bisa mengajarkan hal yang baik dan mendampingi sang anak dengan utuh. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top