Mom Life

Tingkatkan Peluang Hamil Bayi Kembar dengan Trik Ini, Bun

twin

Tak sedikit orangtua yang mendambakan punya bayi kembar dengan beragam alasan. Mulai dari ingin membesarkan beberapa anak sekaligus atau memang sudah lama bermimpi punya anak kembar. Peluang memiliki bayi kembar sejatinya bisa meningkat kalau orangtuanya punya riwayat keluarga dengan anak kembar.

Tapi untuk mereka yang tak memiliki faktor tersebut, bukan berarti mereka tak punya peluang memiliki anak kembar. Bunda dan ayah yang juga mendambakan buah hati kembar juga punya peluang yang sama. Hanya saja, ada beberapa cara yang diyakini bisa meningkatkan peluang memiliki anak kembar. Ini dia tips-tipsnya.

Mengonsumsi Obat-obatan Khusus

Ada obat-obatan yang memang dirancang untuk meningkatkan kesuburan. Cara obat ini bekerja pun dengan meningkatkan jumlah sel telur yang diproduksi di ovarium perempuan. Semakin banyak jumlah sel telur yang diproduksi, maka lebih besar pula peluang ada lebih dari satu sel telur yang berhasil dibuahi.

Dilansir dari laman Healthline, obat jenis clomiphene dan gonadotropin biasanya digunakan sebagai obat kesuburan yang dapat meningkatkan peluang Bunda untuk memiliki anak kembar. Clomiphene adalah obat yang hanya tersedia melalui resep dokter. Jenis obat ini bekerja dengan merangsang hormon tubuh memicu ovulasi.

Sebagai informasi, penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang mengonsumsi obat ini dengan tujuan perawatan kesuburan justru berpeluang memiliki anak kembar. Sementara itu, gonadotropin merupakan jenis obat kesuburan yang biasanya diberikan melalui suntikan. American Society for Reproductive Medicine memperkirakan bahwa hingga 30 persen kehamilan yang terjadi saat sang ibu menggunakan gonadotropin menghasilkan kembar.

Kedua obat ini umumnya dianggap aman dan efektif. Tapi ingat ya Bun, penggunaan obat ini harus dengan resep dan pengawasan dari dokter. Indikasi yang jelas pun diperlukan dalam pemberian resep obat ini, jadi tidak bisa digunakan sembarangan.

Perempuan yang Mengandung di Usia diatas 30 Tahun

Perempuan yang hamil saat usianya berada di atas 30 tahun diyakini memiliki peluang lebih besar untuk bisa memiliki anak kembar. Ini karena meereka cenderung melepaskan lebih dari satu sel telur selama ovulasi, sementara perempuan yang usianya di bawah 30 tahun biasa melepas hanya satu sel telur. Peluang ini bahkan disebut-sebut juga akan meningkat kalau Bunda sebelumnya sudah memiliki anak, baik tunggal maupun kembar.

Bunda Disarankan untuk Mengonsumsi Suplemen Asam Folat

Suplemen yang satu ini biasanya disarankan para dokter bagi para perempuan yang tengah melakoni program hamil guna mengurangi risiko cacat tabung syaraf. Jumlah konsumsi asam folat yang dianjurkan bervariasi antara 400 hingga 600 mikrogram per harinya.

Ada beberapa penelitian kecil yang menunjukkan bahwa asam folat dapat meningkatkan peluang hamil bayi kembar. Namun belum ada penelitian skala besar yang mengonfirmasi hasil ini. Namun tak ada salahnya untuk tetap rutin mengonsumsi suplemen asam folat saat awal kehamilan jika memang diresepkan dokter. Konsumsi asam folat dapat membantu perkembangan otak janin dalam kandungan.

Untuk perempuan yang masih dalam program hamil dapat membantu proses ovulasi meningkat sehingga kemungkinan mendapat anak kembar lebih besar. Ada banyak sekali makanan yang mengandung asam folat seperti ikan laut, sayuran hijau, brokoli, alpukat, kacang merah, dan masih banyak lainnya. Asam folat ini juga bisa didapatkan dalam bentuk suplemen yang bisa anda beli di apotik.

Program Bayi Tabung alias IVF

IVF alias In Vitro Fertilization merupakan salah satu metode dalam program bayi tabung yang sangat populer. Menurut American Pregnancy Association, dalam metode IVF dokter akan memberikan Mama obat hormonal untuk merangsang indung telur memproduksi lebih banyak sel telur. Ini supaya peluang kehamilan Bunda lebih besar. Selama periode minum obat tersebut, dokter akan terus mengawasi kondisi sel telur Bunda.

Nah, saat sel telur sudah matang, dokter akan mengangkatnya untuk kemudian disatukan dengan sperma dari Ayah yang sudah diambil sebelumnya. Dalam metode ini, embrio yang terbentuk kemudian akan diseleksi sebelum ditempatkan ke dalam rahim untuk tumbuh.

Demi meningkatkan peluang embrio yang berhasil berkembang, umumnya jumlah embrio yang ditempatkan lebih dari satu. Oleh sebab itu, hal ini pun berdampak positif pada peluang ayah dan Bunda memiliki bayi kembar.

Konsumsi Tiram pun Dianjurkan

Makanan lainnya yang dianjurkan yaitu tiram, Bun. Tiram mengandung Seng (Zinc) tinggi dan ini membantu dengan produksi sperma, lebih sehat dan mempercepat gerakan sperma. Dimana gerakan sperma yang cepat memiliki kemungkinan mampu untuk membuahi dua sel telur. Selain tiram, suplemen yang mengandung seng antara lain sayuran berdaun hijau, sereal, roti, benih dan gandum.

Dan Mengonsumsi Produk Susu juga Disarankan, Bun

Menurut Dokter Medis Long Island dikenal karena penelitiannya pada perempuan hamil dan beberapa kelahiran, perempuan yang mengonsumsi produk susu dan olahannya, terutama susu dari sapi memiliki peluang lima kali lebih tinggi kemungkinan hamil kembar. Menurut studi yang sama, seorang yang vegetarian memiliki sedikit kemungkinan hamil kembar.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Jenis-Jenis Kontraksi Jelang Proses Bersalin yang Bunda Perlu Kenali

Tanda pasti hamil

Dalam proses kehamilan, salah satu tahapan yang tak mudah adalah Bunda harus mengalami proses kontraksi. Situasi ini datang biasanya ditandai dengan sakit perut yang melilit di area pinggang dan terjadi berulang setiap 5-8 menit.

Kendati terdengar menyakitkan, kontraksi memang membawa manfaat yakni menghasilkan hormon oksitosin yang memicu bayi keluar dari rahim. Sebab setiap perut berkontraksi, otot-otot rahim otomatis akan meregang dan melebar sehingga memberi jalan keluar untuk si kecil.

Namun tak jarang, ibu hamil bingung apakah gejala yang mereka alami sekadar kram perut biasa atau kontraksi yang sesungguhnya. Untuk itu, Bunda pun perlu mengenali apa itu kontraksi.

Kontraksi Braxton Hicks

Kontraksi yang satu ini memiliki sebuah gejala yang mirip dengan kontraksi persalinan, Bun. Bahkan tak jarang disebut kontraksi palsu karena bertujuan untuk menyiapkan mulut rahim untuk membesar dan meningkatkan aliran darah dalam plasenta, Bun.

Bun, biasanya kontraksi ini akan terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Ada ciri-cirinya lho Bun, antara lain kontraksi yang tak teratur, bahkan sensasinya lebih ke arah tak nyaman, bukan yang menyakitkan. Umumnya kontraksi ini terjadi di sekitar pangkal paha atau di depan tubuh ibu hamil dan bisa diatasi dengan berjalan atau berbaring.

Kontraksi Persalinan Prodromal

Persalinan yang satu ini mengacu pada kontraksi kelahiran yang dialami beberapa minggu sampai beberapa jam sebelum melahirkan. Munculnya pun relatif teratur bahkan durasinya lebih lama dari kontraksi braxton-hicks. Tapi sekali lagi, kontraksi ini bukan pertanda kelahiran.

Menurut dokter, persalinan prodromal bisa membantu bayi berpidah dari posisi yang salah ke posisi yang benar, Bun. Ciri-cirinya antara lain seperti tidak ada perubahan serviks setelah 24-36 jam, berbaring tidak membantu kontraksi tersebut hilang, dan cenderung lebih kuat dan tidak sering terjadi.

Kontraksi Persalinan Prematur

Mengutip Kumparan.com, nama lain persalinan ini yaitu early labor, dimana ibu hamil berada di tahap mengalami kontraksi saat usia kandungan di bawah 37 minggu. Nah biasanya, kondisi serviks Bunda akan melebar sampai 6 sentimeter. Kontraksi ini biasanya terjadi karena kondisi kehamilan yang tidak normal, misalnya ibu mengalami suatu penyakit atau kelainan bentuk rahim, bahkan stress bisa jadi pemicunya nih Bun.

Bila Bunda mengalami ciri-ciri seperti merasakan sakit pada punggung, kesulitan bernapas saat kontraksi muncul, ada tekanan pada panggul, rasa sakit yang menjalar dari belakang hingga ke bagian depan, dan mengalami kram yang kuat, berarti Bunda wajib mengunjungi rumah sakit dan menghubungi bidan atau dokter.

Kontraksi Persalinan Aktif

Nah, bila kandungan memasuki usia 42 minggu, ibu hamil umumnya mulai mengalami kontraksi yang satu ini. Bunda perlu tahu, pada tahapan ini, serviks akan melebar bahkan mencapai 6 sentimeter yang artinya Bunda sudah siap melahirkan.

Gejala yang dialami adalah kontraksi terjadi setiap 5 menit sekali atau lebih sering, kontraksi berlangsung 60 detik atau lebih, rahim mulai tidak rileks, ada rasa sakit dan tekanan yang signifikan di punggung saat kepala bayi bergerak menuju jalan lahir. Selain itu, pada saat ini mungkin Anda akan merasa seolah-olah akan buang air besar dan merasa akan mendorong sesuatu keluar.

Tips untuk Bunda, cobalah catat beberapa kali kontraksi kelahiran terjadi dalam kurun waktu satu jam. Termasuk durasi dan intensitasnya. Kemudian cobalah untuk berbaring selama beberapa menit, apakah kontraksi membaik atau justru semakin sering. Selain soal durasi dan intensitas kontraksi, penting diingat bila air ketuban pecah disertai cairan berwarna hijau atau coklat, maka sudah saatnya Bunda ke rumah sakit.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Benarkah Bentuk Perut Ibu Hamil Tentukan Jenis Kelamin Bayi?

anticipation-belly-body-1376959 (1)

Sebagai seorang ibu, Bunda mungkin pernah mendengar beberapa mitos tentang bayi dalam kandungan. Mitos yang paling sering terdengar juga tentang jenis kelamin bayi yang bisa ditebak dari bentuk perut ibunya. Bunda sendiri apakah percaya dengan hal itu? Kendati sumber pastinya tak dapat dipastikan, kenyataannya banyak ibu yang percaya dengan mitos tersebut.

Misalnya, konon katanya bila perut bagian atas lebih besar maka bayi yang dikandung adalah perempuan. Sebaliknya, jika yang besar bagian bawah maka bayinya adalah laki-laki. Selain teori itu, ada juga yang mengatakan kalau perut ibu hamil melebar maka anaknya perempuan. Sementara, apabila perut ibu hamil lonjong ke depan maka ibu mengandung bayi laki-laki. Lantas, benar tidak ya anggapan tersebut?

Dikutip dari Kumparan.com, dalam bukunya yang berjudul Mitos Seputar Masalah Seksualitas & Kesehatan Reproduksi, dokter umum dr. Handrawan Nadesul dan dr. Kartono Mohamad menjelaskan bahwa kedua teori itu tidak benar. Sebab, bentuk dan tinggi perut ditentukan oleh otot perut, rahim dan bayi yang ada di dalamnya.

Sementara untuk perut yang besar di bagian bawah–dekat pelvis atau selangkangan, justru menandakan ibu hamil semakin dekat dengan waktu melahirkan. Bentuk perut yang lebar atau menonjol ke depan juga dipengaruhi oleh kandungan kemih dan posisi bayi di dalam perut.

Sementara mengenai tinggi atau rendahnya bentuk perut saat hamil lantaran dikarenakan bentuk tubuh serta riwayat kehamilan, Bunda perlu tahu lebih lanjut. Justru misalnya Bunda tengah mengandung anak kedua, otot perut sudah lebih kendur sehingga bentuk perut tampak lebih rendah. Dilansir BBC, sebuah penelitian menunjukkan rata-rata bayi laki-laki memang lebih berat daripada bayi perempuan saat lahir. Sehingga logikanya, perut ibu hamil cenderung lebih besar saat mengandung bayi laki-laki.

Jadi jika suatu waktu keluarga ataupun tetangga melihat bentuk perut Bunda dan mengomentari jenis bayi di dalam kandungan, jangan percaya sepenuhnya ya. Berikan saja senyuman padanya dan berterima kasih atas perhatian mereka.Kalaupun tebakan mereka benar, ya memang mungkin terjadi. Apalagi memang lantaran semua kehamilan punya peluang 50 persen bayi perempuan dan 50 persen bayi laki-laki.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Mom Life

Waktu Tepat Melakukan Latihan Kontak Menyusui yang Bunda Perlu Tahu

adult-art-baby-235243 (6)

Setiap ibu yang baru saja melahirkan tentu mendambakan proses menyusui bisa berjalan dengan lancar supaya si kecil mendapatkan nutrisi yang cukup dan terbaik untuk tumbuh kembangnya. Menariknya, memikirkan urusan mengASIhi ternyata tidak dimulai ketika si kecil sudah lahir, melainkan dari jauh-jauh hari saat Bunda tengah mengandung atau yang disebut dengan proses kontak menyusui atau perlekatan.

Konselor laktasi yakni dr Ameetha Drupadi mengatakan, Bunda juga disarankan untuk sering-sering melakukan konseling. Lebih jauh lagi, Ameetha mengatakan, perlekatan adalah hal terpenting dalam menyusui agar bayi nyaman dan Bunda tidak merasakan sakit pada puting.

Nah, berikut ini ada tujuh opsi waktu yang disarankan agar Bunda dapat belajar perlekatan dengan benar dan proses menyusui dengan tepat Bun.

Saat Usia Kehamilan Menginjak 28 Minggu

Kontak pertama kali dilakukan saat trimester yang akan membahas hal dasar tentang menyusui seperti anatomi payudara, proses produksi ASI, dan cara menyusui. Sebagai calon ibu, mungkin ada kalanya Bunda masih bingung memilih ASI atau susu formula. Nah, inilah waktunya bertanya pada konselor laktasi, Bun.

Kelak Bunda juga akan dijelaskan seputar Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan mulai dikenalkan teori posisi dan perlekatan menyusui bayi. Cara merawat payudara saat hamil juga bisa Bunda ketahui dalam tahap ini, lho.

Di Usia Kehamilan Menginjak 36 Minggu

Bun, mendekati masa persalinan, Bunda pun harus tetap melakoni konseling. Biasanya, bahasan yang ditekankan pada tahap ini adalah soal IMD. Tak hanya berkonsultasi pada konselor laktasi, Bunda pun diarahkan untuk bertanya pada obgyn tentang apa yang perlu disiapkan guna kelancaran IMD. Pertemuan kedua ini diajarkan proses produksi ASI di tiga hari pertama pasca persalinan dan ada praktek menyusui menggunakan boneka.

Lakukan IMD ya Bun

Setelah bayi baru lahir sehat dan tidak membutuhkan penanganan khusus, Bunda bisa langsung melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Caranya, bayi diletakan di atas dada atau perut Bunda dalam posisi tengkurap minimal selama 1 jam untuk menemukan puting Bunda. Skin to skin contact ini sangat baik lho Bun untuk menciptakan bonding antara ibu dan bayi dan yang terpenting akan menstimulasi keluarnya kolostrum.

Pastikan Bunda Melakukan Masa Perawatan 1-2 Hari Pasca Melahirkan

Saat dalam perawatan rumah sakit atau tempat bersalin, keberadaan konselor laktasi sangat diperlukan guna membimbing Bunda caranya memposisikan si kecil agar terjadi perlekatan yang benar saat ia sedang menyusu. Bunda juga akan diberi tahu mengenai perkembangan BB bayi ASI eksklusif, banyaknya produksi ASI yang bergantung dari frekuensi bayi menyusu, bonding dan kapasitas lambung bayi serta pentingnya mengASIhi.

Kemudian setelah Bunda dan si kecil keluar dari rumah sakit, pada hari yang ke-7 perkembangan bayi akan dicek lagi Bun. Bunda juga akan kembali konselor laktasi untuk mengkroscek cara menyusui selama sepekan. Bunda masih terus diajarkan cara menyusui yang benar agar bayi mendapatkan ASI dengan tepat.

Khusus untuk Working Mom, Dua Minggu Sebelum Kembali Bekerja, Penting Sekali Mengetahui Tahap Perlekatan Khusus

Di tahap ini, Bunda akan diajarkan cara pumping atau memerah ASI yang benar. Manajemen dan penyimpanan serta pemberian ASI perah juga dibahas tuntas di kontak ke 7 ini. Mama juga disarankan “menabung” ASI perah tidak kurang dan tidak lebih dari 1 bulan sebelum masuk kerja. Kuncinya, persiapkan diri dan jangan lupa mengikuti konseling ASI ya Bun, agar proses mengASIhi Bunda berjalan lancar dan si Kecil mendapatkan ASI yang cukup untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top