Kesehatan Ibu & Anak

Tiga Masalah Kulit yang Biasanya Dialami Bayi Baru Lahir

adorable-baby-blanket-1973270 (1)

Kemampuan adaptasi diperlukan setiap orang, bahkan bayi pun perlu melakukan adaptasi begitu ia lahir. Tak terkecuali bagian kulitnya, mengingat sebelumnya selama dalam kandungan, ia terlindungi oleh air ketuban, begitu lahir maka kondisinya berbeda. Untuk itu, para orangtua baru sangat disarankan untuk selalu menjaga kondisi kulit bayi ditahun pertama yakni 0-12 bulan.

“Bicara soal kulit jika kalau direntangkan bisa 1 sampai 2 meter persegi. Salah satu organ terbesar dan paling penting, karena sebagai pertahanan tubuh, keluar masuknya partikel lewat kulit. Kalau kulit sakit otomatis kita gampang sakit,” kata Caessar di acara media gathering Bambi Baby, di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan ketebalan kulit bayi sejatinya hanya sepertiga kulit orang dewasa lho Bun. Belum lagi karena adanya proses adaptasi, tak sedikit bayi akan mengalami kelainan kulit. Tapi Bunda tak perlu khawatir karena kata dokter spesialis anak yang berpraktik di RSPI Bintaro ini hanya bersifat sementara. Apa saja kelainan kulit bayi yang bersifat sementara? Berikut jenisnya, Bun.

1. Erythema Toxicum Neonatorum

Kelainan ini ditandai dengan ruam kemerahan yang dapat mulai timbul saat bayi usia 3 hari. Menurut Caessar, umumnya terjadi di wajah, dada, dan punggung. Bentuknya seperti bercak, bentol ataupun menyerupai jerawat.

“Kelainan ini diduga merupakan bentuk adaptasi kulit bayi, dapat hilang dalam 2 – 4 minggu tanpa pengobatan,” kata Caessar

2. Deskuamasi

Pernah mendengar istilah deskuamasi, Bun? Ya, deskuamasi adalah pengelupasan kulit yang terjadi pada hari-hari pertama kehidupan. Kelainan ini merupakan proses normal pembentukan lapisan kulit dan hilang dalam sekitar 4 minggu.

“Dapat diatasi dengan mengoleskan pelembap segera setelah dimandikan,” ujar Caessar.

3. Cradle cap

“Kalau mengalami ini orang tua baru pasti bertanya-tanya, ‘Bayi kok ketombean ya?’ Nah, cradle cap ini kulit mati yang berwarna kekuningan di kulit kepala dan dahi bayi yang timbul dalam usia beberapa hari atau bulan,” kata Caessar.

Cradle cap disebabkan oleh produksi kelenjar minyak kulit yang berlebih. Cara menanganinya cukup dengan memandikan bayi dan keramas seperti biasa, oleskan minyak mineral atau petrolatum, cradle cap akan hilang dalam beberapa hari atau minggu.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan Ibu & Anak

Kenali Susu Formula Apa yang Cocok untuk Bayi di Bawah Usia 1 Tahun

Perkembangan Bayi 3 bulan

Saat si kecil masih bayi, ASI tentu jadi asupan utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Bunda yang bisa menyusui tentu sudah sangat paham akan hal ini. Semua kebutuhan si kecil akan ASI sudah pasti Bunda penuhi.

Keinginan untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi, tentu adalah idaman setiap para bunda yang mengerti tentang pentingnya ASI. Namun banyak yang lupa, tiap bayi lahir dengan kondisi berbeda. Perbedaan ini turut memengaruhi proses pemberian ASI.

Salah satu hal yang lebih penting dari proses permberian ASI adalah tak membiarkan bayi Bunda menangis kelaparan. Ingat, pemberian ASI untuk memberi makan bayi, bukan menjadi ajang prestasi atau sekadar memenuhi keinginan menjadi orang tua sejati.

Meski asupan terbaik untuk bayi adalah Air Susu Ibu (ASI), namun terkadang ada saja masalah yang hadapi Ibu. Masalah seperti, ASI tidak cukup, rasa sakit, tingkat stres yang sangat tinggi sampai harus kembali bekerja adalah beberapa alasannya. Alasan yang sangat bervariasi dan sangat pribadi.

Akhirnya Bunda terpaksa harus menggunakan susu Formula. Susu formula memang tidak akan bisa menandingi manfaat ASI. Namun jika tidak memungkinkan memberi ASI secara eksklusif, jangan sampai keadaan ini membuat Bunda menjadi tertekan.

Susu Formula Apa yang Cocok untuk Bayi di Bawah Usia 1 Tahun?

Pada dasarnya semua produk susu formula terdiri dari kumpulan nutrisi utama, yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Namun, yang membedakan adalah jenisnya.

Pastikan di kemasan susu ada tertulis bahwa produk tersebut cocok untuk dikonsumsi bayi baru lahir. Untuk bayi baru lahir dan masih di bawah usia satu tahun, sebaiknya pilih produk susu formula yang berasal dari susu sapi.

Langkah selanjutnya adalah memperhatikan jenis protein yang digunakan. Protein susu sapi terbagi dua, yaitu whey dan casein. Jenis whey lebih direkomendasikan untuk bayi baru lahir karena dianggap lebih mudah dicerna.

Namun Bunda bisa juga memakai produk yang menggabungkan keduanya. Tapi ingat bahwa komposisi whey harus lebih tinggi daripada casein. Biasanya rasio antara whey dan casein sekitar 60:40. Rasio itu setara dengan kandungan protein pada ASI. Teruskan penggunaan sampai bayi berusia satu tahun. Jika Bunda merasa bayi tidak menyukainya, Bunda boleh mengganti merek yang lebih disukainya, sebaiknya setelah berkonsultasi dengan dokter.

Kumpulan Susu Formula untuk Anak 0 – 12 Bulan

1. Susu Formula Nutramigen LGG

Susubalita

Nutramigen LGG, brand susu bayi favorit yang diformulasikan bagi bayi yang alergi terhadap protein susu sapi. Nutramigen LGG diperkaya dengan protein terhidrolisa ekstensif yang menjadi molekul sangat kecil.

Sehingga merk susu bayi satu ini dapat menurunkan kemungkinan pemicu reaksi alergi.

Komposisi: DHA, ARA, ALA, LA, fat, carbohydrate, protein, energy dan mineral.
Cocok untuk: 0-12 bulan.

2. Susu Formula Baby & Me Organic

susubalita_arla

Baby & Me adalah produk susu formula organik untuk usia 0-6 bulan dan 6-12 bulan yang produksi oleh Arla, perusahaan organik terbesar dari skandinavia. Produk Baby & Me diolah secara organik hingga memiliki kandungan organik secara alami seperti omega 3 & 6 organik, AA DHA, dan FOS & GOS organik. Tekstur susunya yang ringan, membuat produk ini dinilai mirip dengan ASI. Baby & Me Organic memiliki sertifikasi organik dari Eropa dan Indonesia, serta label halal dari MUI.

Komposisi: Omega 3 dan Omega 6 Organik, AA DHA, serta FOS dan GOS Organik, Mengandung 15 Vitamin dan 12 Mineral dan tanpa gula tambahan
Cocok untuk: 0-6 & 6-12 bulan.

3. Susu Formula Isomil Plus Advance Soya

susubalita_isomil

Isomil Plus Advanced Soya dengan isi 400gr cocok untuk bayi yang alergi terhadap susu sapi. Mengandung AA&DHA, protein, natrium, kalsium, vitamin, dan mineral yang penting bagi pertumbuhan bayi.

Susu formula bayi ini telah terbukti kualitasnya dalam memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi.

Komposisi: AA&DHA, protein, natrium, kalsium, vitamin, dan mineral.
Cocok untuk: 6-12 bulan.

4. Susu Formula Enfamil A+

Susubalita_enfamila

Merk susu pertumbuhan bayi diperkaya Prebiotik GOS tuk kesehatan pencernaan dan nutrisi penting lainnya, Enfamil A+ juga teruji klinis mendukung perkembangan otak bayi.

Komposisi: AA&DHA, protein, natrium, kalsium, vitamin, dan mineral.
Cocok untuk: 0-6 bulan, 6-12 bulan, dan 0-12 bulan.

5. Susu Formula Bebelove

susubalita_Susu Formula Bebelove

Bebelove merupakan susu yang khusus ditujukan untuk bayi berusia 0 hingga 1 tahun. Susu ini bisa diandalkan bagi bunda untuk memastikan si kecil mendapat gizi lengkap guna pertumbuhannya dengan sempurna.

Susu bebas gula ini bisa menjadi penunjang ASI terbaik, karena kaya akan nutrisi.

Komposisi: Prebiotik FOS, lactoferrin, zat besi, kalsium, vitamin dan mineral.
Cocok untuk: 0-6 bulan, 6-12 bulan.

6. Susu Formula Morinaga

susubalita_chil-kid-soya

Morinaga BMT merupakan susu formula untuk bayi dengan formula khusus yang ditujukan bagi anak usia 0-6 bulan. Susu ini juga sangat tepat digunakan untuk pendamping ASI, agar kebutuhan nutrisi bayi semakin terjamin untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Susu ini punya tekstur mirip ASI, sehingga lebih mudah dicerna oleh si buah hati.

Komposisi: DHA, AA, prebiotik, laktulosa, laktoferin, vitamin dan mineral.
Cocok untuk: 0-6 bulan

7. Susu Formula Nutribaby Royal

susubalita_royal

Susu formula Nutribaby Royal dihadirkan dalam dua varian, yakni Nutribaby Royal 1 untuk bayi usia 0-6 bulan, dan Nutribaby Royal 2 untuk bayi usia 6-12 bulan.
Susu Nutribaby Royal dibuat dengan tekstur menyerupai ASI yang mudah dicerna oleh lambung bayi. Susu ini memastikan bayi tumbuh dan berkembang secara optimal.

Komposisi: Omega 3, omega 6, kolin, taurin, prebiotik FOS-GOS, AA dan DHA, 12 mineral, dan 18 vitamin.
Cocok untuk: 0-6 bulan, 6-12 bulan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Mom Life

Bahaya Menaruh Si Kecil Berlama-lama di Car Seat

baby-child-close-up-1132688

Keberadaan car-seat memudahkan para balita untuk merasa nyaman saat berada di dalam mobil ya Bun. Tapi tahukah Bunda, bila si kecil dibiarkan tertidur terlalu lama di car seat, ternyata hal tersebut berbahaya lho Bun. Hal ini diungkapkan berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Pediatrics pada Juli 2019.

Para peneliti menyelidiki tentang kematian bayi yang berhubungan langsung dengan kebiasaan tidur di perangkat duduk — car seat, stroller, ayunan— menemukan bahwa lebih dari 90 persen kematian di car seat. Car seat tidak digunakan sesuai petunjuk, artinya bayi itu tidak diikat ke car seat berukuran tepat. Lebih dari setengah kematian di car seat terjadi di rumah dan yang menjadi korban justru bukan bayi yang kondisinya lemah.

Ketika bayi tidur dalam posisi duduk, kondisi kepala mereka akan jatuh ke depan, Bun. Hal ini yang akhirnya membatasi saluran udara dan menyebabkan mereka berhenti bernapas. Fenomena yang dikenal sebagai sesak napas posisional ditemukan sebagai penyebab 48 persen kematian di kursi mobil dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Pediatrics. 52 persen sisanya karena tercekik oleh tali yang tidak diamankan dengan baik.

Di lain sisi, kendati orangtua mengira aman bagi bayi untuk tetap tidur siang di car seat dalam waktu singkat saat Bunda berkendara, menurut Canadian Pediatric Society, bayi tidak boleh dibiarkan terus tertidur di car seat ketika sudah sampai tujuan ya Bun. Bahkan ketika car seat tersebut dikeluarkan dari mobil, orangtua biasanya akan melonggarkan tali pengikat atau melepas ikatan karena merasa keadaan sudah aman dan nyaman bagi bayi.

Namun ini sangat berbahaya, bayi akan merosot di mana dagunya menyentuh dada. Car seat juga memungkinan bayi menggeliat dan bergerak-gerak sehingga posisi mereka menjadi miring atau terbalik. Ini membuat bayi menjadi terjebak di car seat dan membahayakan jalan napasnya. Lamanya waktu bayi berada di car seat adalah faktor dalam banyak kematian dalam penelitian ini.

Lantas, apa yang Dapat Dilakukan oleh Orangtua?

Bunda dapat membatasi waktu perjalanan atau beristirahat guna memeriksa bayi dan mengeluarkan mereka dari kursi mobil ya Bun. Jika saat tiba di tempat tujuan sementara bayi masih tertidur, maka hal yang paling aman dilakukan adalah membangunkan si kecil dengan lembut dan diam-diam mengeluarkan bayi dari car seat dan meletakannya di tempat tidur. Hal terakhir yang ingin dilakukan orangtua adalah adalah membangunkan bayi yang sedang tidur, tetapi ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan.]

Agar bayi dapat dipindahkan ke tempat tidur dengan lancar, Sukkie Sandhu, spesialis tidur bayi dan anak dan pemilik HappyBaby Sleep Solutions di Victoria, BC, menyarankan untuk membawa car seat ke kamar dan memastikan ruangan gelap dan sunyi. Baru kemudian Bunda mengangkatnya dari car seat dan pindahkan ia ke tempat tidur. Tapi jika bayi terbangun saat Bunda berusaha memindahkannya, buat ia kembali mengantuk dengan membacakan buku, atau menyanyiak lagu pengantar tidur ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Mom Life

Teknik Pengosongan Payudara Bagi Bunda yang Sedang Menyusui

adult-art-baby-235243 (4)

Saat menjadi ibu, banyak hal baru yang Bunda hadapi. Bukan hanya adaptasi dalam mengurus si kecil, Bunda pun perlu tahu lebih dalam mengenai makanan si kecil yaitu air susu ibu (ASI) yang akan dikonsumsinya selama kurang lebih dua tahun sejak ia lahir.

Tahukah Bunda, dalam memberikan ASI, seorang ibu harus selalu memiliki optimisme dan rasa percaya diri kalau ia mampu memberikan yang terbaik untuk si kecil. Faktanya, banyak ibu yang justru mengalami penurunan rasa percaya diri.

Faktornya seperti kenapa bayi terus menangis padahal sudah disusui, ataupun mengeluh karena puting payudaranya sakit dan lecet akibat proses menyusui bisa menurunkan produksi ASI. Padahal, kuantitas dan kualitas ASI sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik dan mental ibu.

Sementara itu menurut dokter spesialis anak dan konselor laktasi RS Pondok Indah, dr.Fransiska Farah, Sp.A, M.Kes, ibu menyusui harus selalu memiliki pemikiran dan afirmasi positif, juga harus selalu bahagia. Kebahagiaan itu akan memicu keluarnya hormon oksitosin yang melancarkan ASI.

“Kondisi Anda yang tenang, relaks, dan sabar, sangat disukai bayi saat dia ingin menyusu. Jadi, inilah kunci utama menyusui. Asal tahu saja, bayi bisa merasakan hal ini, lho. Jadi, hilangkan segala rasa khawatir, panik, serta pikiran-pikiran negatif selama menyusui,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, konsep ASI itu supply-and-demand, jadi begitu payudara kosong, maka ASI akan mengisinya lagi. Untuk itu, penting untuk mengosongkan payudara sesering mungkin. Caranya? Tentu dengan menyusui sesering mungkin, Bun.

“Semakin sering disusui, maka ASI akan semakin terus diproduksi. Sebaliknya, semakin jarang dan semakin panjang interval waktu antara menyusui ke menyusui berikutnya, maka akan menyebabkan waktu pengisian ASI akan semakin lambat dan volume ASI berkurang,” terangnya.

Ketahui Teknik Mengosongkan Payudara demi Asupan ASI Melimpah

Kata Farah, ASI akan terproduksi dengan baik, jika pengosongan ASI di payudara juga baik. Pengosongan baik dapat terpenuhi jika bayi bisa melekat atau mengisap dengan baik di payudara.

“Posisi dan pelekatan bayi ke payudara menjadi kunci dasar kesuksesan menyusui dan produksi ASI,” tuturnya.

Farah pun membagikan teknik mengosongkan payudara agar produksi ASI semakin optimal, yakni:

1.  Jangan lupa untuk mengupayakan agar payudara kosong sebelum memberikan ASI dari sisi lainnya.

2. Habiskan waktu sekitar 10 menit sebelum berpindah memberikan ASI dari payudara sisi lainnya.

3. Pastikan bayi menyusu di kedua payudara agar produksi ASI di kedua payudara seimbang.

4. Bila bayi terlihat kenyang sebelum ASI di payudara terasa kosong, lanjutkan dengan memompa payudara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Pentingnya Merawat Kulit Bayi Sejak Ia Baru Lahir

bambi

Tahukah Bunda, kondisi kulit bayi berbeda dengan kulit orang dewasa dalam hal struktur dan kematangannya. Tingkat sensitivitas kulit bayi pun jauh lebih rentan. Ini karena saat bayi keluar dari dalam kandungan, ia kemudian terpapar kondisi yang berbeda, mulai dari perubahan suhu, ancaman kuman, dan sebagainya. Untuk itu, banyak hal yang harus dipelajari Bunda dan bayinya.

Lebih lanjut lagi, kelenjar keringat kulit bayi pun belum bekerja secara efektif serta cepat kehilangan kelembaban lantaran jumlah melaninnya jauh lebih sedikit sehingga rentan dengan sinar ultraviolet.

“Bila kulit bayi tak terlindungi dengan baik, masalah yang muncul umumnya ruam popok, biang keringat, kerak kepala, eksim, hingga kulit sensitif. Karenanya, dibutuhkan produk-produk perawatan bayi yang dapat memenuhi kebutuhan bayi,” ujar dokter spesialis anak, Dr Caessar Pronocitro, Sp. A, M.Sc.

Mengetahui kebutuhan tersebut, Bambi Baby baru saja meluncurkan serangkaian produk terbaru mereka dalam acara Media Gathering ‘Mom & Baby’s Priority Care: The Golden First Year’, kemarin (23/7) di Jakarta.

Produk yang diluncurkan Bambi meliputi Mild Lotion, Telon Balm, Face Cream, Diaper Rash Cream, Hand Sanitizer, Hair Gel, dan Hair Lotion untuk bayi. Khusus ibu hamil, Bambi menghadirkan Mom’s Stretchmark Cram yang membantu merawat kulit ibu.

Keberadaan Bambi Baby juga mendapat dukungan dari aktris Shandy Aulia yang diketahui tengah mengandung 12 minggu.

“Karena merupakan kehamilan pertama, saya langsung browsing tentang produk perawatan bayi yang terpercaya dan pilihan saya jatuh ke Bambi Baby karena beragam keunggulannya,” ujar Shandy.

Kesehatan kulit berikut perawatan terhadap kulit bayi sejatinya memang sudah harus diperhatikan bahkan sejak si kecil belum lahir ya, Bun. Hal ini guna meningkatkan kesadaran orangtua tentang kondisi bayi di periode emas tahun pertamanya sehingga berdampak baik untuk tumbuh kembang si kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top