Parenting

Terpaksa Meninggalkan Anak Sejenak Karena Ada Kepentingan Mendadak, Ini 9 Hal yang Dapat Mengatasi Balita yang Sulit Ditinggalkan Orangtua

Ketika anak hanya mau dekat dengan ibunya saja, kerap kali dianggap wajar. Mungkin karena ibunya lebih banyak waktu bersama anak. Ya, mungkin anak mau dekat dengan orang tertentu karena merasa nyaman.

Orangtua memang berharap selalu bisa bersama anak selama 24 jam, apalagi jika masih bayi atau balita. Namun, ada kebutuhan yang membuat Orangtua terpaksa meninggalkannya. Akan jadi masalah bukan jika kemudian jika anak terlalu ‘lengket’ pada Orangtua dan tidak mau ditinggal.

Anak mengalami kecemasan berpisah dengan orang yang sangat dikenal dekat oleh anak merupakan  merupakan tanda separation anxiety. Ini adalah fase tonggak perkembangan yang seringkali dialami oleh anak. Sehingga seringkali anak yang masih kecil memiliki kekhawatiran apabila dipisahkan dengan orang yang sudah dikenal akrab oleh anak. Kecemasan ini dikarenakan anak tidak mengerti waktu sehingga anak mengkhawatirkan kapan ibu akan kembali lagi.

kecemasanditinggal

Jika terpaksa harus meninggalkan anak sejenak,  maka ini hal-hal yang bisa orangtua lakukan:

1. Berikan Stimulasi sejak bayi dengan parmainan cilukba

Kelekatan antara ibu dan anak sudah dipelajari dimulai usia bayi sehingga anak akan memilih dengan siapa anak Orangtua cenderung lebih dekat. Umumnya dengan yang seringkali bertemu dan bertatap muka dengan anak Orangtua. Sejak bayi Orangtua dapat memberikan permainan cilukba atau permainan yang menyembunyikan wajah Orangtua di hadapan anak kemudian kembali muncul. Permainan ini akan memberikan pengertian bahwa ibu akan kembali di pandangan bayi.

2. Ibu tidak dramatis meninggalkan bayi, Lebih baik  melakukan komunikasi meskipun usianya masih bayi

Pada saat Orangtua akan bepergian, ia dapat memberikan pengertian kepada anak. Sehingga Orangtua tidak meninggalkan anak dengan trauma. Lebih baik Orangtua melakukan komunikasi meskipun usianya masih bayi. Cobalah dengan memberikan pengertian ketika bayi Orangtua sedang main dan Orangtua akan meninggalkannya ke kamar mandi atau meninggalkan beberapa saat sehingga anak Orangtua mendapatkan pengertian.

3. Jangan membohongi anak sehingga anak Orangtua kehilangan kepercayaan pada Orangtua

Ketika anak  susah sekali dipisahkan dengan Orangtua. Seringkali beberapa Orangtua mengajak anak bermain petak umpet dan kemudian menghilang dari hadapan anak. Apalagi bila anak Orangtua sudah berusia batita. Anak sudah mengerti dan tidak mau ditinggalkan sehingga anak  kehilangan kepercayaan pada Orangtua.

4. Berikan pengertian, Jangan Meninggalkannya Begitu Saja

Untuk memulai melatih anak mengatasi rasa cemas ditinggal orangtua, sebaiknya jangan meninggalkannya begitu saja tanpa ‘pemanasan’ karena dapat memancing rasa takut berlebihan. Orangtua dapat memberikan pengertian dengan menggendong anak Orangtua atau mengajak berjalan-jalan kecil di halaman rumah kemudian ceritakan hal yang menarik dan bilang bahwa ibu akan kembali setelah usai aktivitas.

5. Sediakan waktu bermain bersama  sebelum pergi,  di sela-sela bermain katakan  jika  akan pergi sebentar dan akan segera kembali

Sebelum Orangtua meninggalkan anak, nyamankan ia dengan mainan yang menghiburnya. Jika ditemani dengan pengasuh, pastikan ia merasa familiar dengan pengasuhnya. Sediakan waktu bermain bersama sejenak sebelum Orangtua pergi dan katakan di sela-sela bermain bahwa Orangtua akan pergi sebentar dan akan segera kembali. Yakinkan kepadanya bahwa ia akan baik-baik saja selama ditinggal.

6. Lakukan dengan mudah dan perlahan, mulailah dengan meninggalkannya sejenak dan amati perilakunya

Anak yang tidak terbiasa ditinggal orangtuanya pasti merasa cemas jika tiba-tiba harus tinggal dengan orang lain. Jangan terlalu terburu-buru melatih anak mengatasi rasa cemasnya ketika ditinggal. Lakukanlah secara perlahan-lahan. Mulailah dengan meninggalkannya sejenak dan amati perilakunya. Jika ia menangis jangan hampiri ia hingga 10 menit berlalu asal jangan lupa untuk meninggalkan benda-benda atau mainan yang dapat menyamankannya. Kemudian keesokan harinya, tambahkan waktunya. Latihan ini butuh konsistensi dan berkelanjutan hingga dia ‘lulus.’ Latihan ini juga akan mempermudah saat anak mulai masuk playgroup atau pre-school.

7. Tetaplah ceria dan gembira saat Orangtua kembali kepadanya

Ketika Orangtua kembali kepadanya, hujani ia pelukan, ciuman dan ungkapan kasih sayang. Jangan lupa bicarakan mengenai apa yang dia lakukan selama Orangtua tidak bersamanya. Orangtua juga bisa menceritakan apa yang Orangtua lakukan selama tidak bersamanya. Tetap tunjukkan wajah gembira, jangan tunjukkan wajah muram atau sedih karena berpisah dengannya.

8. Jaga komunikasi dengan anak namun abaikan segala complaint-nya

Ketika Orangtua sedang berada di ruangan terpisah dengan anak Orangtua pada hari pertama berlatih, tetaplah berbicara dengannya. Ceritakan apa yang sedang Orangtua lakukan disana dan katakan bahwa Orangtua akan segera kembali. Tentu saja dia akan protes dan meminta Orangtua segera kembali, tetapi abaikan sampai waktu yang Orangtua sudah tentukan berlalu. Sekali lagi, konsisten dengan apa yang sedang Orangtua lakukan !

9. Tinggalkan ia di tempat tidur dengan sesuatu yang membuatnya nyaman

Ketika akan tidur terpisah, tidak ada salahnya memberikan benda milik Orangtua yang masih menyisakan bau Orangtua untuk membuatnya tetap tenang. Letakkan juga mainan kesayangannya. Perlu untuk Orangtua ingat : berikanlah benda milik Orangtua hanya ketika waktu tidur tiba, jadi benda itu berfungsi untuk sekedar menyamankan bayi ketika Orangtua tidak berada di sisinya dan bukan yang lain.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tumbuh Kembang Setiap Anak Berbeda, Stop Membandingkan Dengan Anak Lain

membandingkananak

Sebagai orangtua tentunya kita menginginkan tumbuh kembang yang optimal untuk anak. Namun, terkadang orangtua mengukur tumbuh kembang anak dengan membandingkan dengan anak lain. Hal itu justru akan membuat orangtua khawatir dan merasa insecure jika tumbuh kembang anaknya tidak sama dengan anak lain.

Hal yang sering dibandingkan orangtua misalnya berat badan anak, kapan anak bisa merangkak, berjalan, dan berbicara. Momen saat berkumpul bersama sesama ibu biasanya menjadi waktu di mana bunda sering membandingkan anak dengan anak lain, atau justru ada orang lain yang membandingkan anaknya dengan anak bunda.

Diawali dari obrolan ringan seputar anak berujung dengan membandingkan, misalnya saat ada yang bertanya, “Anakmu sudah bisa apa?” lalu berlanjut dengan membandingkan, “Wah, anakku umur segitu sudah bisa jalan.”

Obrolan-obrolan kecil seperti itu bisa membuat bunda merasa tertekan karena merasa gagal mengasuh anak, lho. Padahal, kecepatan tumbuh kembang setiap anak pasti berbeda-beda. Bunda tidak perlu membandingkan anak bunda dengan anak lainnya, cukup membandingkan dengan kurva pertumbuhan dan perkembangan dari dokter.

Efek Buruk Membandingkan Anak Bagi Ibu

Sering membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain mempunyai efek buruk untuk bunda, lho. Hal itu bisa menjadi penyakit yang tidak terlihat. Bunda bisa merasa iri, malu, tidak percaya diri, hingga merasa tertekan dan gagal dalam mengasuh anak. Jika rasa tertekan tersebut terjadi berlarut-larut bunda bisa stres dan depresi.
Oleh karena itu, saat bunda melihat anak lain lebih montok, lebih cepat merangkak, jalan, berbicara, dan lainnya, bunda jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa anak bunda kalah atau pertumbuhannya terlambat.

Yang harus bunda lakukan adalah mengukur setiap pertumbuhan dan perkembangannya lalu sesuaikan dengan milestone dan kurva pertumbuhan. Jika bunda merasa ada aspek tumbuh kembang yang terlambat, sebaiknya bunda berkonsultasi langsung kepada dokter agar mendapatkan penjelasan dari ahlinya.

Efek Psikologis Anak yang Sering Dibandingkan

Selain mempunyai efek buruk bagi ibu, sering membandingkan anak juga mempunyai efek negatif bagi anak. Terkadang orangtua berniat memotivasi anak dengan membandingkannya dengan teman sebayanya.

Namun, hal itu bukanlah cara yang tepat untuk memotivasi lho. Setiap anak mempunyai karakter dan talenta yang berbeda-beda, sehingga tidak seharusnya dibanding-bandingkan.

Membadingkan anak membuatnya mengalami stres, rendah diri, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial

Dilansir dari laman beingtheparent.com, sering membandingkan anak mempunyai efek psikologis untuk anak. Anak bisa mengalami stres, rendah diri, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Anak juga akan menjauh dari orangtua jika orangtua terus-terusan membandingkannya dengan orang lain sehingga merasa dirinya tidak berharga di mata orangtuanya.

Oleh karena itu, yuk bunda, kita stop membandingkan anak kita dengan anak lain. Daripada membandingkan, lebih baik bunda fokus untuk menstimulasi setiap aspek tumbuh kembang si kecil, memberikan nutrisi yang terbaik, dan mendukung setiap aktivitas anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Mainan Anak

Anak Masa Kini Sudah Kecanduan Gadget, Inilah 12 Cara Menghilangkan anak kecanduan gadget

Sumber : TodayParents

Gadget saat ini merupakan sebuah benda yang tidak bisa terpisahkan dari aktifitas sehari-hari. Bagaimana tidak? Kemana pun pergi gadget selalu dibawa, apa pun yang ada selalu bisa diakses dengan gadget.

Sehingga tak heran jika anak-anak masa kini pun sudah mulai kenal yang namanya gadget ini. Tidak hanya itu saja, melainkan banyak anak yang sudah kecanduan untuk memakai gadget untuk keperluan berbagai hal.

Memang pada dasarnya anak boleh diperkenalkan kepada gadget, tetapi tentu tidak berlebihan dan tidak terlalu jauh mengenalnya. Hal itu sangat tidak baik untuk perkembangan pemikiran anak kedepannya, karena jika sudah kecanduan akan sulit untuk terlepas.

Banyak hal memang yang bisa dipelajari untuk anak dari gadget, seperti hafalan doa-doa, lagu anak-anak, permainan yang moderen untuk anak, dan satu lagi melatih anak supaya mengenal teknologi baru serta tidak gaptek.

Tetapi, perlu orang tua ketahui bahwa dalam gadget tersebut terdapat hal-hal yang negatif yang tentunya tidak baik jika anak terlalu lama dibiarkan bermain gadget. Terlebih jika dia sudah kecanduan, maka akan semakin sulit untuk diatasi karena gadget sudah merupakan teman baginya.

Jika anda memiliki anak yang sudah mengalami kecanduan gadget, maka jangan hanya tinggal diam, melainkan carilah cara atau panduan untuk menghilangkannya. Sebab itu sangat tidak baik untuk kemajuan cara berpikir anak.

Sedangkan kita tahu bahwa anak adalah aset yang harus dijaga karena merupakan titipan dari Tuhan. Untuk anda yang mungkin sedang mengalami permasalahan tentang anak yang kecanduan gadget, maka berikut ini adalah tips untuk menghilangkan kecanduan tersebut.

10 cara menghilangkan anak kecanduan gadget

Jika seorang anak sudah mulai kecanduan gadget akan berdampak negatif karena kemana pun ia pergi tentu tidak bisa lepas dari gadget tersebut, bahkan makan pun bisa jadi akan dibawa. Selain itu, saking asiknya bermain gadget maka anak akan lupa untuk belajar, bergaul dengan teman, dan akan malas untuk pergi ke sekolah.

Mengapa tidak? Dalam gadget ada banyak hal yang membuat anak anda merasa betah, apalagi jika sudah banyak game-game yang seru, tentu mereka akan lebih memilih duduk di rumah bermain gadget. Tentu anda tidak mau stres karena anak anda kecanduan gadget bukan? Maka lakukanlah tips berikut ini.

1. Berikan batasan waktu kepada anak

Anda bisa memberikan batasan waktu kepada anak anda untuk bermain gadget. Anda dalam hal ini harus tegas dan jangan membiarkan anak anda terlalu asik bermain gadget. Apabila anda membiarkan anak anda, maka yang ada akan semakin kecanduan, terlebih lagi jika gadget yang anda berikan mendukung banyak game-game dan fitur-fitur lain yang mumpuni. Maka anak anda akan sulit untuk terlepas dari gadget tersebut.

2. Berikanlah mainan alternatif

Berikanlah mainan alternatif seperti boneka atau mobil-mobilan. Pada dasarnya cara ini kurang efektif, tetapi setidaknya anak anda masih memiliki beberapa pilihan mainan yang bisa untuk dimainkan. Selain itu, jika anda memang melihat banyak kawan di luar rumah, biarkanlah dia bermain dengan mereka asalkan tidak berbahaya.

3. Luangkan waktu anda untuk anak

Apabila anda menginginkan si anak tidak kecanduan gadget maka ada baiknya anda meluangkan waktu untuk bermain bersama anak. Perlu anda ketahui salah satu alasan mereka memilih bermain gadget karena merasa kesepian dan kurang perhatian dari orang tuanya. Oleh karena itulah, jangan sibuk bekerja melulu tetapi luangkan waktu untuk si kecil.

4. Biarkan anak anda bermain di luar

Pada umumnya orang tua tidak menginginkan si kecil bermain di luar rumah. Memang mereka memiliki tujuan baik yakni ingin melindungi anak dari berbagai hal yang buruk yang akan menimpanya. Seperti misalnya ajakan dari teman-temannya yang kurang baik, bicara yang kurang baik, takut bajunya kotor dan masih banyak yang lain. Namun ada baiknya anda memberi kesempatan walau hanya sedikit untuk bermain di luar rumah supaya tidak kesepian dan pastinya bisa sejenak terlupa dengan gadget.

5. Batasi pengunaan jaringan internet di rumah

Pada dasarnya bukan hal yang baru lagi jika para orang tua memasang koneksi internet di rumahnya yang membuat mereka akan mudah dalam mengakses internet. Namun perlu anda ketahui bahwa hal itu juga yang dapat menyebabkan anak anda kecanduan gadget. Sambungan internet yang mudah mereka dapatkan akan mendukung aksi mereka untuk semakin mencintai kehidupan dunia maya. Maka tak heran jika anak anda akan indifidualis mengurung diri di kamar bermain internet. Maka dari itulah anda patut untuk membatasi penggunaan jaringan internet di luar kebutuhan anda.

6. Sibukan waktu kegiatan anak

Semakin banyak waktu yang dimiliki oleh anak maka akan semakin banyak peluang untuk merasa bosan. Ketika sudah bosan maka anak akan cenderung memilih untuk bermain gadget. Dari situlah anak akan merasa kecanduan dan sulit untuk lepas. Maka tidak ada salahnya anda memberi kesibukan yang bermanfaat untuk anak anda seperti: les bernyanyi, les piano, les bahasa inggris dan lain sebagainya.

7. Diskusikan pada anak-anak anda

Cara yang paling efektif untuk menghilangkan kecanduan gadget adalah mendiskusikan kepada anak-anak anda. Jelaskan pada anak anda mengapa anda membatasi penggunaan gadget, katakan padanya bahwa hal itu dilakukan semata-mata untuk kebaikan mereka. Selain itu, berikanlah pemahaman yang logis kepada mereka jika sudah kecanduan dengan gadget maka akan banyak dampak yang ditimbulkan, seperti: insomia, indifidual yang nantinya akan menyulitkan kehidupannya dimasa yang akan datang.

8. Ajaklah anak untuk bermain mengenali alam semesta

Ketika anda sudah tidak ada pekerjaan di kantornya maka tidak ada salahnya untuk mengajak anak-anak anda untuk jalan-jalan di waktu sore hari. Tentu dengan menikmati pemandangan yang indah disekitar rumah atau dimana saja yang dirasa indah ketika sore tiba. Dengan begitu mereka akan sejenak lupa dengan gadgetnya, karena asik menikmati pemandangan alam yang sangat menyenangkan.

9. Berikanlah spirit atau reword kepada anak anda

Berikanlah motifasi kepada si anak ketika bisa berhasil untuk mengurangi jumlah frekuensi bermain gadgetnya. Berikanlah hadiah secara bertahap, sehingga anak anda akan memiliki keinginan kuat untuk tidak terlalu intens bermain gadget.

10. Ajaklah anak anda untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya

Bisa jadi anak bermain gadget karena tidak ada aktifitas bermain dengan teman yang menyenangkan dengan teman sebayanya. Maka dari itulah orang tua perlu mengajak anak untuk bermain kepada teman sebayanya, anda bisa mengundang teman-temannya untuk ke rumah atau bisa mengajaknya untuk berkunjung ke rumah sahabatnya di sekolah. Dengan banyak teman maka dia akan memiliki kesibukan baru dan bisa lupa dengan gadgetnya.

11. Anak itu peniru yang ulung, maka berikan contoh

Anak adalah peniru yang ulung, dia bermain gadget karena meniru orang tuanya. Maka sebaiknya orang tua perlu memberikan contoh dengan tidak bermain gadget di depan anak. Sisihkan ponsel, tablet, dan laptop Anda selama beberapa jam setiap harinya. Kemudian, libatkan diri dalam bentuk hiburan alternatif dan habiskan waktu bersama keluarga serta anak-anak.

12 Perhatikan konten prioritaskan program-program pendidikan

Sampai anak-anak berusia 9 tahun, akses mereka ke internet masih harus sepenuhnya dikendalikan orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus mencoba memprioritaskan program-program pendidikan dan situs yang bisa membantu pertumbuhan beragam skill anak.

Demikianlah pembahasan tentang cara menghilangkan anak kecanduan gadget. Semoga dapat bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Supaya Si Kecil Mau Mengonsumsi Sayur, Bujuk dengan Cara-cara yang Menyenangkan

baby-baby-eating-chair-973970 (3)

Banyak sekali manfaat yang akan didapat bila si kecil terbiasa mengonsumsi sayur. Di masa tumbuh kembangnya, sayur merupakan makanan sumber energi yang mengandung vitami, antioksidan, serat, serta air. Anak yang gemar makan sayur, bisa membantu melindungi mereka dari berbagai penyakit di kemudian hari, seperti jantung, stroke hingga kanker.

Mengutip dari laman raisingchildren, menurut Australian Dietary Guidelines, berikut ini porsi sayur yang sebaiknya dikonsumsi anak-anak, Bun.

– Anak 1-2 tahun, 2-3 porsi sayuran setiap hari
– Anak 2-3 tahun, 2 ½ porsi sayuran setiap hari
– Anak 4-8 tahun, 4 ½ porsi sayuran setiap hari.

Namun memberikan makanan seperti sayur tak semudah yang kita bayangkan. Tak sedikit anak-anak yang mengaku tak suka makan sayur. Untuk itu, perlu cara kreatif untuk mengenalkan sayur pada si kecil. Ingat Bun, tak perlu memarahi atau pusing sendiri. Berikut ini cara-cara yang dapat Bunda aplikasikan.

Berikan Contoh yang Baik tentang Sayuran, Bun

Mendorong anak makan sayur bisa dilakukan dengan memberinya contoh, seperti membiarkan anak melihat orangtuanya makan sayuran. Cobalah cara ini saat sedang kumpul makan bersama keluarga. Lalu beritahukan anak untuk mengonsumsi makanan sehat diawali dengan makan sayur ya Bun. Dengan begitu, anak secara perlahan akan meniru kebiasaan Moms makan sayur.

Terus Mencoba Berikan Sayuran

Salah satu alasan anak tak suka sayur bisa jadi lantaran tekstur atau rasanya. Alasan ini normal lho Bun. Kendati begitu, teruslah berusaha untuk memberikan sayur sampai ia mau mencobanya suatu saat nanti. Beberapa anak biasanya perlu mencoba makanan baru sampai 10 kali sebelum mereka mengonsumsinya. Kemudian 10 kali lagi sebelum anak memutuskan untuk menyukai sayur.

Bunda Juga Bisa, Berikan Pujian Saat Si Kecil Mencoba Makan Sayur

Berikan pujian pada si kecil setiap mau makan sayur ya Bun. Dengan cara ini, si kecil tentu akan menyukainya. Yang perlu diingat, berikan pujian yang bijak ya Bun sehingga si kecil memang benar-benar menyukai sayur, bukan karena hanya ingin mendapatkan pujian dari Bunda saja.

Dan Cobalah Melibatkan Anak Memasak Sayur Bersama saat di Dapur Bun

Melibatkan anak memasak sayuran di dapur, lalu menyiapkan segalanya bersama dengan Bunda, bisa membantu anak untuk menyukai sayuran secara perlahan. Untuk anak yang sudah mulai besar, ajak ia untuk memotong sayuran. Atau sekali waktu, ajak si kecil berbebelanja sayuran sehingga ia dapat memilih sendiri sayur apa yang diinginkannya, Bun.

Jadikan Sayur Sebagai Pilihan Camilan untuknya

Jika si kecil tak suka sayur, Bunda bisa mencari alternatif lain dengan menjadikan sayur sebagai camilan sehat sehingga bila tak ada camilan di rumah, si kecil akan memilih mengonsumsi sayuran saat ia lapar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top