Mom Life

Tenang Bun, Di Jabodetabek Banyak Lho Kafe dan Resto Ramah Anak

Punya agenda mengajak si kecil ke restoran tak semudah kelihatannya. Apalagi kalau restoran tersebut nuansanya terkesan monoton. Bisa jadi si kecil jadi rentan bosan dan rewel. Untuk itu, Bunda harus pintar-pintar mencari siasat. Salah satunya dengan mengajak si kecil ke restoran ramah anak.

Ya Bun, restoran yang tergolong ramah anak adalah resto yang memenuhi beberapa kriteria seperti memiliki fasilitas bermain untuk anak, memiliki interior unik, ruangan yang luas dan fasilitas toilet yang memadai, serta menyajikan menu yang disuka anak-anak. Di area Jabodetabek lumayan banyak nih Bun. Ini dia referensinya.

Rasane Seafood Bintaro

Restoran yang satu ini dikenal memiliki area yang luas dan cocok untuk acara keluarga seperti arisan atau halalbihalal. Menariknya, resto yang berlokasi di Jl. HR. Rasuna Said Kav. 04 Blok B7/A5 Bintaro Sektor 7, Tangerang Selatan ini dilengkapi ruang bermain untuk anak-anak. Untuk itu, Bunda tak perlu lagi khawatir si kecil akan rewel seat acara keluarga.

Chipmunks Playland & Café

Nah, di tempat ini orang tua bisa dapat makan dengan santai sambil mengawasi anak-anak bermain di Chipmunks Playland & Café. Playground-nya sangat besar namun aman. Tersedia permainan dari papan luncur hingga flying fox untuk anak.

Jika lapar, anak-anak dapat beristirahat sejenak sambil menyantap berbagai camilan, sebelum bermain lagi. Mereka pasti tidak akan bosan. Lokasi kafe ini ada di Kota Kasablanka Lantai 2, Unit 206, Jl. Casablanca Raya, Kav. 88, Jakarta, Indonesia

Hello Kitty Cafe

Untuk yang punya anak perempuan, sesekali bawa ia ke tempat ini yuk Bun. Dengan interior girlie bertema Hello Kitty, kafe ini terasa homey. Beberapa menunya dikreasi seperti bentuk wajah Hello Kitty, sehingga menggunggah selera anak terutama yang susah makan. Kafe ini beralamat di Ruko Metro Broadway, Blok A No. 6, Jl. Pantai Indah Utara 2, Pantai Indah Kapuk, Jakarta

Marche

Dekorasi restoran Marche disesuaikan dengan gaya pasar tradisional Swiss yang sangat menarik. Menunya ramah dan tergolong sehat bagi anak-anak. Tersedia area bermain bernama “Heidi House” sehingga orang tua tidak perlu kuatir untuk berlama-lama di sini.

Untuk yang memiliki bayi, tidak perlu kuatir, ada ruang ganti popok juga di restoran ini. Lokasi restoran yang satu ini ada di mall Plaza Senayan Lantai 5 Unit CP 500, Jl. Asia Afrika No. 8, Jakarta.

Gubug Makan Mang Engking

View this post on Instagram

Edisi koneng koneng

A post shared by syanny. (@_syanny) on

Untuk Bunda yang mencari tempat makan ramah anak sekaligus menawarkan nuansa alami, maka Gubug Mang Engking bisa jadi jawabannya. Tempat ini menyajikan masakan seafood dan khas Sunda. Tempatnya luas dan anak-anak dapat melihat ikan mas koki di bawah saung tempat Anda makan dan bersantai.

Lokasinya di area kampus Universitas Indonesia yang rindang cocok untuk anak-anak karena jauh dari polusi dan cenderung sejuk. Ya Bun, lokasinya ada di Danau Salam, Universitas Indonesia, Beji, Depok

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Lifestyle

Seorang Ibu Perlu Mencintai Dirinya Sendiri

Seorang ibu sering dituntut untuk menjadi sempurna. Cekatan mengurus anak, suami, dan pekerjaan rumah. Karena itu, ibu sering lupa dan tidak sempat untuk mengurus dirinya sendiri. Dengan begitu, ibu rentan mengalami kelelahan bahkan stres.

Padahal, tidak ada orang yang sempurna di dunia ini, termasuk seorang ibu. Jangan menetapkan standar kesuksesan dengan standar orang lain, dan jangan mengurangi kebahagiaan dengan membandingkan diri dengan orang lain.

Ibu perlu mencintai diri sendiri. Terima diri ibu apa adanya, terima kekurangan ibu dengan terus berusaha memperbaiki apa yang bisa diperbaiki, lakukan hal-hal yang ibu sukai, dan berhenti membandingkan anak serta kondisi keluarga dengan keluarga lain.

Sadari bahwa setiap keluarga mempunyai tantangan yang berbeda-beda dan tidak ada yang sempurna. Ibu juga berhak bahagia. Dan beberapa cara dibawah ini mungkin bisa Ibu lakukan untuk mencintai diri sendiri agar lebih bahagia.

  1. Pertama kita harus jujur dengan diri kita sendiri.
  2. Percaya pada diri sendiri.
  3. Menjadi lebih lembut terhadap diri sendiri.
  4. Memaafkan diri sendiri.
  5. Rutin melakukan hal-hal yang disukai secara bertanggung jawab.
  6. Dan berhenti membandingkan diri sendiri dengan Ibu lain. Jadilah bahagia dan merasa cukup.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Bunda Tahu Tidak? Emosi Ibu Menular ke Anak

Seorang Ibu yang bahagia akan mendidik anak dengan bahagia, sehingga anak akan tumbuh dengan sehat juga ikut bahagia. Sebaliknya, jika ibu memendam amarah dan kesedihan, maka tidak akan maksimal dalam membersamai anak. Risiko buruknya, anal bisa saja jadi sasaran ibu dalam meluapkan amarah. Kemungkinan lainnya, bisa saja anak melihat kesedihan di mata ibu sehingga anak juga ikut sedih.

Dibalik ibu yang suka marah-marah, mungkin ada permasalahan atau konflik batin yang masih terpendam dan belum selesai. Oleh karena itu, ibu harus membersihkan konflik batin ibu terlebih dahulu. Misalnya dengan curhat ke pasangan atau ke teman lain yang sekiranya bisa membantunya.

Bunda perlu tahu, jika seorang perempuan, termasuk ibu butuh seorang pendengar yang baik untuk mengeluarkan perasaan dan unek-uneknya, karena setiap hari perempuan perlu mengeluarkan 20.000 kata setiap harinya. Dengan mengeluarkan apa yang ada di dalam hati dan tidak memendamnya sendiri mungkin akan membuat perasaan ibu lebih baik. Solusi lainnya, seorang Ibu dan pasangan bisa melakukan pillow talk setiap harinya sebelum tidur.

Hal lain yang perlu Bunda sampaikan kepada Ayah adalah, sering mengobrol bersama pasangan akan membantu Bunda dalam mengelola emosi. Dan kedekatan antara Bunda dan Pasangan akan semakin terjalin dan bisa saling mengungkapkan perasaan, jika bisa saling mengerti dan memahami. Nilai penting lain yang perlu Ayah ketahui, mempunyai suami yang mau menjadi pendengar yang baik dan teman ngobrol bisa membantu mengobati konflik batin ibu adalah sesuatu yang sangat penting. Ibu akan menjadi lebih bahagia menjalani aktivitasnya sehari-hari dan mendidik anak dengan bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Setelah Beranjak Besar, Mengapa Anak Jadi Tidak Menuruti Orangtua?

Awalnya anak-anak kita adalah anak yang selalu mendengarkan kata-kata orangtuanya, Mengapa? Karena mereka percaya sepenuhnya pada orang tuanya. Namun, ketika anak beranjak besar, ia sudah tidak menuruti perkataan atau permintaan kita? Apa yang terjadi? Apakah anak kita sudah tidak percaya lagi dengan perkataan atau ucapan-ucapan kita lagi?

Mari kita melihat ke belakang sejenak, pada beberapa kejadian dalam mendidiknya. Bisa jadi, tanpa sadar kita sebagai orang tua setiap hari sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak kita meminta ikut atau mengajak berkeliling perumahan. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengalihkan perhatian si kecil ke tempat lain, setelah itu kita buru-buru pergi? Atau yang ekstrem kita mengatakan, “Ayah/Bunda hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya, sebentar saja ya, Sayang.” Tapi ternyata, kita pulang malam.

Contah lain yang sering kita lakukan ketika kita sedang menyuapi makan anak kita, “Kalo maemnya susah, nanti Ayah/Bunda tidak ajak jalan-jalan loh.” Padahal secara logika antara jalan-jalan dan cara/pola makan anak, tidak ada hubungannya sama sekali.

Dari beberapa contah di atas, jika kita berbohong ringan atau sering kita istilahkan “bohong kecil”, dampaknya ternyata besar. Anak tidak percaya lagi dengan kita sebagai orang tua. Anak tidak dapat membedakan pernyataan kita yang bisa dipercaya atau tidak. Akibat lebih lanjut, anak menganggap semua yang diucapkan oleh orang tuanya itu selalu bohong, anak mulai tidak menuruti segala perkataan kita.

Untuk itu, demi menghindari pembentukan pola sikap anak yang seperti ini. Sebagai orangtua, kita perlu memahami bahwa sekecil apapun kebohongan tak bisa dibenarkan. Karena selain mengikis kepercayaan anak terhadap Ayah dan Bundanya. Hal tersebut juga dapat mempengaruhi pembetukan sikap yang buruk dalam diri anak. Jadi, sebisa munkin Ayah dan Bunda harus selalu berusaha untuk bersikap jujur ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top