Parenting

Tak Usah Panik Bun, Atasi Ketombe di Kepala Bayi dengan Cara yang Sederhana

adorable-baby-blur-428388

Bayi yang berumur kurang dari setahun masih memiliki kulit kepala yang lembut. Namun kalau Bunda tak menjaga kebersihan kulit kepalanya, bukan berarti ia terbebas dari masalah. Sebab ternyata ada lho bayi yang mengalami masalah ketombe di rambutnya.

Umumnya ketombe terlihat dalam bentuk serpihan-serpihan kecil putih pada kulit kepala. Ini merupakan salah satu jenis ringan dari masalah kulit yang disebut seborrhea dermatitis. Meskipun ini adalah masalah kecil, ketombe menyebabkan gatal di kulit kepala dan kemerahan. Selain itu juga bisa menyebabkan rambut rontok. Gatal parah dan munculnya serpihan putih adalah tanda utama ketombe. Selain itu, gejala lainnya adalah rambut rontok, kulit dahi, wajah, dan alis cenderung kering.

Beberapa penyebab munculnya ketombe sejatinya karena adanya pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebih sehingga memicu pelepasan sel-sel mati yang berlebihan. Pelepasan sel mati ketika dicampur dengan sebum atau minyak kulit kemudian akan menghasilkan ketombe. Bahkan paparan sinar matahari yang berlebihan pun juga dapat memicu datangnya ketombe.

Untuk itu, biasakan untuk memakaikan topi pada bayi ketika berada di luar ruangan saat panas terik ya Bun. Nah, bila ketombe sudah terlanjur menjadi masalah untuk kulit kepala si kecil, segera cari tahu cara mengatasinya yuk Bun.

Rutinlah Menyikat dan Mencuci Rambut Si Kecil

Bun, saat si kecil mengalami masalah ketombe, maka Bunda perlu menggunakan sikat lembut untuk menyisir rambutnya. Ini akan membantu menghilangkan serpihan kulit mati. Setelah menyikat rambut dan menghilangkan serpihan, cuci rambut bayi dengan sampo ringan ya Bun.

Gunakan Sampo Khusus Ketombe dan Jangan Gunakan Kondisioner

Jika sampo bayi ringan tidak bekerja maka mungkin perlu menggunakan sampo bayi anti ketombe. Tergantung pada tingkat keparahannya, dokter mungkin menyarankan untuk menggunakannya setiap hari, hari alternatif, dua kali seminggu, atau sekali seminggu.

Sementara itu, terus keramasi rambut bayi dengan sampo bayi ringan selama tidak menggunakan sampo anti ketombe. Jangan pernah gunakan kondisioner pada rambut bayi. Ini akan merusak tekstur rambut dan kulit kepalanya.

Nah, guna melembutkan kulit kepala, maka Bunda dapat menggunakan lidah buaya dan mengoleskan ke kulit kepala. Kemudian diamkan 10-15 menit dan bilas dengan bersih.

Pakai Minyak Kelapa Juga Boleh Loh Bun

Minyak kelapa juga memiliki sifat anti jamur sehingga menjadikannya salah satu alternatif untuk mengobati dan mencegah ketombe. Bunda dapat mengoleskan minyak kelapa setiap hari. Biarkan sekitar 30 menit baru kemudian bilas dengan bersih.

Bun, sejatinya penanganan ketombe sangat mudah. Namun jika tidak menunjukkan tanda-tanda membaik, bahkan rambut bayi sampai rontok, segera konsultasikan ke dokter kulit. Dokter akan mencari masalahnya dan memberikan penanganan yang tepat untuk bayi ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Manfaat Mengelus Perut Istri Saat Hamil

Cover Artikel Sayangianak

Kehamilan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan saat menantikan kehadiran sang buah hati. Umumnya ibu hamil akan mengalami ngidam sehingga membuatnya lebih ingin dimanja dan diperhatikan oleh suami. Perubahan hormon pada ibu hamil akan membuat moodnya ikut berubah-ubah dan kadang menjadi lebih sensitif. Hal tersebut normal terjadi, sehingga sang suami harus memberikan perhatian yang lebih banyak.

Itulah sebabnya, kehadiran dan perhatian suami akan membuat ibu hamil merasa tenang dan nyaman. Kebahagiaan ibu hamil pun sangat sederhana, suami yang sering mengelus perutnya merupakan sumber kebahagiaan tersendiri bagi ibu hamil. Hal itu terlihat sangat sepele dan sederhana, tapi bisa menjadi salah satu sumber bahagia dan kenyamanan bagi ibu hamil.

Misalnya, saat pillow talk sebelum tidur atau saat santai bersama suami bisa sambil mengelus perut istri yang sedang hamil. Selain membuat istri senang, mengelus perut ibu hamil mempunyai banyak manfaat lho. Salah satunya, jadi bentuk rasa bahagia yang bisa suami perlihatkan pada istri.

Karena kehadiran buah hati merupakan hal yang ditunggu setiap pasangan suami istri setelah menikah. Maka mengelus perut istri yang sedang hamil, merupakan salah satu bentuk rasa bahagia dan syukur suami atas kehamilan sang istri. Hal itu menunjukkan bahwa suami juga merasa bahagia dan menantikan kehadiran sang buah hati. Dengan begitu istri akan merasa mendapat dukungan dan bahwa dia tidak berjuang sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Bahaya Menaruh Si Kecil Berlama-lama di Car Seat

baby-child-close-up-1132688

Keberadaan car-seat memudahkan para balita untuk merasa nyaman saat berada di dalam mobil ya Bun. Tapi tahukah Bunda, bila si kecil dibiarkan tertidur terlalu lama di car seat, ternyata hal tersebut berbahaya lho Bun. Hal ini diungkapkan berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Pediatrics pada Juli 2019.

Para peneliti menyelidiki tentang kematian bayi yang berhubungan langsung dengan kebiasaan tidur di perangkat duduk — car seat, stroller, ayunan— menemukan bahwa lebih dari 90 persen kematian di car seat. Car seat tidak digunakan sesuai petunjuk, artinya bayi itu tidak diikat ke car seat berukuran tepat. Lebih dari setengah kematian di car seat terjadi di rumah dan yang menjadi korban justru bukan bayi yang kondisinya lemah.

Ketika bayi tidur dalam posisi duduk, kondisi kepala mereka akan jatuh ke depan, Bun. Hal ini yang akhirnya membatasi saluran udara dan menyebabkan mereka berhenti bernapas. Fenomena yang dikenal sebagai sesak napas posisional ditemukan sebagai penyebab 48 persen kematian di kursi mobil dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Pediatrics. 52 persen sisanya karena tercekik oleh tali yang tidak diamankan dengan baik.

Di lain sisi, kendati orangtua mengira aman bagi bayi untuk tetap tidur siang di car seat dalam waktu singkat saat Bunda berkendara, menurut Canadian Pediatric Society, bayi tidak boleh dibiarkan terus tertidur di car seat ketika sudah sampai tujuan ya Bun. Bahkan ketika car seat tersebut dikeluarkan dari mobil, orangtua biasanya akan melonggarkan tali pengikat atau melepas ikatan karena merasa keadaan sudah aman dan nyaman bagi bayi.

Namun ini sangat berbahaya, bayi akan merosot di mana dagunya menyentuh dada. Car seat juga memungkinan bayi menggeliat dan bergerak-gerak sehingga posisi mereka menjadi miring atau terbalik. Ini membuat bayi menjadi terjebak di car seat dan membahayakan jalan napasnya. Lamanya waktu bayi berada di car seat adalah faktor dalam banyak kematian dalam penelitian ini.

Lantas, apa yang Dapat Dilakukan oleh Orangtua?

Bunda dapat membatasi waktu perjalanan atau beristirahat guna memeriksa bayi dan mengeluarkan mereka dari kursi mobil ya Bun. Jika saat tiba di tempat tujuan sementara bayi masih tertidur, maka hal yang paling aman dilakukan adalah membangunkan si kecil dengan lembut dan diam-diam mengeluarkan bayi dari car seat dan meletakannya di tempat tidur. Hal terakhir yang ingin dilakukan orangtua adalah adalah membangunkan bayi yang sedang tidur, tetapi ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan.]

Agar bayi dapat dipindahkan ke tempat tidur dengan lancar, Sukkie Sandhu, spesialis tidur bayi dan anak dan pemilik HappyBaby Sleep Solutions di Victoria, BC, menyarankan untuk membawa car seat ke kamar dan memastikan ruangan gelap dan sunyi. Baru kemudian Bunda mengangkatnya dari car seat dan pindahkan ia ke tempat tidur. Tapi jika bayi terbangun saat Bunda berusaha memindahkannya, buat ia kembali mengantuk dengan membacakan buku, atau menyanyiak lagu pengantar tidur ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Tiga Masalah Kulit yang Biasanya Dialami Bayi Baru Lahir

adorable-baby-blanket-1973270 (1)

Kemampuan adaptasi diperlukan setiap orang, bahkan bayi pun perlu melakukan adaptasi begitu ia lahir. Tak terkecuali bagian kulitnya, mengingat sebelumnya selama dalam kandungan, ia terlindungi oleh air ketuban, begitu lahir maka kondisinya berbeda. Untuk itu, para orangtua baru sangat disarankan untuk selalu menjaga kondisi kulit bayi ditahun pertama yakni 0-12 bulan.

“Bicara soal kulit jika kalau direntangkan bisa 1 sampai 2 meter persegi. Salah satu organ terbesar dan paling penting, karena sebagai pertahanan tubuh, keluar masuknya partikel lewat kulit. Kalau kulit sakit otomatis kita gampang sakit,” kata Caessar di acara media gathering Bambi Baby, di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan ketebalan kulit bayi sejatinya hanya sepertiga kulit orang dewasa lho Bun. Belum lagi karena adanya proses adaptasi, tak sedikit bayi akan mengalami kelainan kulit. Tapi Bunda tak perlu khawatir karena kata dokter spesialis anak yang berpraktik di RSPI Bintaro ini hanya bersifat sementara. Apa saja kelainan kulit bayi yang bersifat sementara? Berikut jenisnya, Bun.

1. Erythema Toxicum Neonatorum

Kelainan ini ditandai dengan ruam kemerahan yang dapat mulai timbul saat bayi usia 3 hari. Menurut Caessar, umumnya terjadi di wajah, dada, dan punggung. Bentuknya seperti bercak, bentol ataupun menyerupai jerawat.

“Kelainan ini diduga merupakan bentuk adaptasi kulit bayi, dapat hilang dalam 2 – 4 minggu tanpa pengobatan,” kata Caessar

2. Deskuamasi

Pernah mendengar istilah deskuamasi, Bun? Ya, deskuamasi adalah pengelupasan kulit yang terjadi pada hari-hari pertama kehidupan. Kelainan ini merupakan proses normal pembentukan lapisan kulit dan hilang dalam sekitar 4 minggu.

“Dapat diatasi dengan mengoleskan pelembap segera setelah dimandikan,” ujar Caessar.

3. Cradle cap

“Kalau mengalami ini orang tua baru pasti bertanya-tanya, ‘Bayi kok ketombean ya?’ Nah, cradle cap ini kulit mati yang berwarna kekuningan di kulit kepala dan dahi bayi yang timbul dalam usia beberapa hari atau bulan,” kata Caessar.

Cradle cap disebabkan oleh produksi kelenjar minyak kulit yang berlebih. Cara menanganinya cukup dengan memandikan bayi dan keramas seperti biasa, oleskan minyak mineral atau petrolatum, cradle cap akan hilang dalam beberapa hari atau minggu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top