Parenting

Tak Usah Ikut Euforia, Mengunggah Foto Kartu Identitas Anak Justru Memancing Datangnya Bahaya

pexels-photo-1153976

Baru-baru ini pemerintah melalui Kemendagri membuat kebijakan dimana setiap anak diwajibkan memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Keputusan ini ditetapkan berdasarkan peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 2 tahun 2016. Kartu dengan bentuk dan format yang serupa KTP ini memang difungsikan sebagai tanda pengenal setiap anak dan diterbitkan untuk mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pemenuhan hak konstitusional anak.

Pada dasarnya, KIA merupakan dokumen kependudukan. Kelak, dokumen tersebut diperlukan untuk kebutuhan pengurusan sekolah anak, pengurusan keimigrasian, pengurusan pelayanan kesehatan melalui BPJS serta transaksi keuangan yang melibatkan kepentingan anak.

Menariknya, keberadaan KIA bagi setiap anak diharapkan juga dapat dimanfaatkan untuk pendaftaran anak-anak sekolah, bimbingan belajar dan lain sebagainya. Kelak pihak-pihak yang akan berhubungan dengan urusan pelayanan publik terhadap anak-anak, diharapkan dapat ikut menggaungkan pentingnya penggunaan KIA.

Keberadaan KIA Bisa Jadi Kartu Sakti Si Buah Hati

Untuk para orangtua, KIA akan jadi kartu sakti putra-putri Anda lantaran membawa keuntungan untuk kesejahteraan kehidupan anak. Mulai dari kesejahteraan pendidikan, kesehatan, hiburan, dan lain sebagainya. Mengutip dari kompas.com, anak yang memiliki KIA akan mendapat diskon khusus ketika berbelanja di toko atau tempat yang bermitra dengan pemda. Menarik kan?

Perlu diketahui, berdasarkan dari situs resmi Kemendagri, ada dua jenis tipe Kartu Identitas Anak yaitu untuk anak yang berusia 0-5 tahun dan kartu untuk anak yang berusia 5-17 tahun. Sebenarnya kedua jenis kartu ini sama, hanya saja untuk KIA yang berusia 0-5 tahun tidak memerlukan foto.

Secara teknis, pelayanan KIA direncanakan akan dilaksanakan termasuk dengan melibatkan berbagai pihak seperti rumah sakit dan sekolah. Dengan adanya KIA maka kedepan seluruh penduduk di Indonesia mulai dari bayi sampai dengan para lansia bisa terdata secara lebih akurat. Lantaran fungsinya yang sama dengan KTP, maka setiap KIA akan dilengkapi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sementara, anjuran dari pemerintah, jangan sampai NIK ini bocor ke ranah publik.

Apakah Perlu Mengunggah Foto KIA ke Media Sosial?

Munculnya KIA belakangan ini membawa fenomena dan euforia baru bagi para orangtua. Seperti lazimnya warganet, saat ada hal yang terlihat baru atau masih langka, maka mereka pun akan berlomba-lomba mengunggahnya ke media sosial. Masih banyak orangtua yang melakukan hal senada.

Kepentingannya untuk sekadar pamer atau meramaikan euforia saja. Padahal, mengunggah KIA ke ranah publik atau media sosial justru kurang dianjurkan. Tak banyak keuntungan positif, namun justru membawa ancaman serius bagi buah hati.

Pertama, data lengkap dan pribadi mengenai sang anak justru jadi konsumsi publik. Kedua, kalau dilihat oleh pihak yang tak bertanggungjawab, ada peluang besar untuk disalahgunakan bahkan lebih kompleks lagi, jika ada pihak yang mengincar data tersebut, keselamatan buah hati pun jadi taruhannya.

Pemerintah pun Tak Menganjurkan…

 

Jangankan KIA, masyarakat saja bahkan tak dianjurkan untuk mengunggah Kartu Keluarga maupun KTP di media sosial. Beberapa waktu lalu, mengutip Tribunnews.com,

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan, tindakan tersebut menjadikan nomor induk kependudukan ( NIK) pada KTP serta nomor KK seseorang rentan disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

“Saya imbau, stop publikasi NIK di KTP dan Nomor KK di media sosial. Mulai hari ini, tolong rahasiakanlah nomor KK dan NIK anda kepada yang tidak berkepentingan,” ujar Zudan.

Sebagai orangtua, alangkah baiknya untuk melakukan tindakan preventif tersebut terhadap data-data pribadi anak. Terlebih belum ada UU atau kebijakan yang menjamin mengenai pelanggaran perlindungan data pribadi. Terbaru, Komisi I DPR RI masih terus mendesak Kominfo dan Kemenkumham untuk segera merampungkan UU Rancangan Perlindungan Data Pribadi. Ini karena belum ada UU data penjamin data pribadi, padahal di sejumlah negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam, sudah diberlakukan.

Orangtua perlu tahu, ancaman selalu mengintai buah hati Anda. Jika sebelumnya banyak seleb yang dirugikan karena foto anak mereka dipakai di situs trafficking, lantas bagaimana jika kian banyak orangtua yang dengan mudah membocorkan data anak mereka ke media sosial? Memberi proteksi pada keluarga pun bisa dimulai dengan melindungi privasi anak Anda.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Kenali Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah Susah Makan pada Anak

anaksusahmakan

Proses memberikan makan kepada anak bukan perkara mudah. Salah satu tantangan yang acapkali dihadapi adalah anak susah makan.

Jenis – jenis masalah makan pada anak yang perlu orang tua ketahui

Masalah makan dapat diklasifikasikan menjadi inappropriate feeding practice, small eaters, dan parental misperception.

Inappropriate feeding practice

Merupakan masalah makan yang disebabkan oleh…

Untuk membaca artikel dari Sayangianak Extra ini, silakan isi data dibawah. Sayangianak akan mengirimkan konten ini ke email kamu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Bun, Meminta Tolong Si Kecil Pergi Ke Warung Membawa Banyak Manfaat Loh

brunette-child-daylight-2774383

Biasanya, saat sedang sibuk di dapur, sebagai ibu kadang kita melibatkan si kecil untuk membelikan bumbu dapur ke warung ya Bun. Pekerjaan semacam ini kelihatannya sepele. Bahkan mungkin dulu saat Bunda masih kanak-kanan, Bunda juga pernah mengalaminya.

Tapi tahukah Bun, ternyata aktivitas ini membawa banyak manfaat nih Bun. Menurut laman Sahabat Keluarga – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyuruh anak ke warung memiliki 6 manfaat, apa saja?

Si Kecil dapat Melatih Keberaniannya

Umumnya, anak akan merasa takut untuk pergi keluar rumah kecuali bila ia dipanggil oleh teman-temannya. Sementara dengan menyuruhnya pergi ke warung, hal ini bisa menjadi salah satu trik guna melatih si kecil yang lebih berani.

Mungkin bila awalnya si kecil takut, Bunda bisa mengantarnya sampai ke dekat warung baru kemudian di permintaan selanjutnya, Bunda hanya perlu mengantarnya sampai depan rumah saja. Dalam proses ini memang butuh kesabaran guna melatih keberanian si kecil, tapi ingat, tak perlu sampai memarahinya ya Bun.

Ternyata Bisa Melatih Daya Ingat Juga nih Bun

Bun, selain melatih rasa berani si kecil, dengan meminta tolong si kecil pergi ke warung juga mampu melatih daya ingatnya. Saat Bunda misalnya menyampaikan apa saja yang harus dibeli, maka dengan seksama ia akan menyimak dan mengingat pesan Bunda.

Tapi bila pesanan Bunda terlupa, tak perlu kecewa atau marah ya. Tetap maklumi atau mungkin saja memang ada kesalahan yang terjadi saat transaksi atau saat penjual memasukkan belanjaan ke kantung. Atau, cara terbaik lainnya adalah berikan catatan pada si kecil guna meminimalisir kesalahan.

Melatihnya Memberikan Tanggung Jawab Sedari Dini

Saat memintanya untuk pergi ke warung dengan sederet catatan kebutuhan bumbu dapur atau semacamnya, aktivitas ini berguna untuk melatih tanggung jawabnya, Bun. Bagaimanapun ia pasti akan mempertanggungjawabkan agar pesanan yang diminta dan diamanahkan orangtuanya bahkan mengupayakan agar berhasil mendapatkan barang tersebut.

Juga Melatihnya untuk Belajar Menyampaikan Pesan

Manfaat lain yang didapat adalah melatihnya berkomunikasi dan belajar menyampaikan pesan kepada orang lain. Anak akan berkomunikasi dengan Bunda sebagai pihak yang memberikan instruksi sehingga ia akan berusaha memperhatikan barang yang akan kita pesan.

Selanjutnya, si kecil juga akan berlatih berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada penjual. Mulai dari memberi salam hingga menyampaikan apa saja yang dibutuhkan. Tentunya ada anak yang mampu berkomunikasi dengan baik dan lancar, namun ada juga sebaliknya.

Tapi dengan seringnya Bunda menyuruh anak, maka frekuensi berkomunikasi mereka semakin banyak, serta dapat mengurangi rasa malu, takut, dan menambah percaya diri.

Sekaligus Membiasakannya agar Terbiasa Berhitung

Keuntungan lainnya dari menyuruh anak ke warung adalah melatih untuk berhitung. Terutama jika uang yang Bunda beri ternyata kelebihan, ia akan belajar tak hanya bertanggung jawab pada belanjaannya, tapi juga pada uang serta kembalian yang diterima guna memastikan jumlahnya benar.

Namun dari manfaat yang sudah terlihat, pastikan dulu Bunda menunjuk warung atau toko di sekitar rumah ya Bun. Jadi memang tidak jauh, kondisi jalan aman, serta anak memang sudah bisa diberi kepercayaan ketika usianya sudah cukup matang guna meminta tolong.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Mom Life

Jenis-Jenis Kontraksi Jelang Proses Bersalin yang Bunda Perlu Kenali

Tanda pasti hamil

Dalam proses kehamilan, salah satu tahapan yang tak mudah adalah Bunda harus mengalami proses kontraksi. Situasi ini datang biasanya ditandai dengan sakit perut yang melilit di area pinggang dan terjadi berulang setiap 5-8 menit.

Kendati terdengar menyakitkan, kontraksi memang membawa manfaat yakni menghasilkan hormon oksitosin yang memicu bayi keluar dari rahim. Sebab setiap perut berkontraksi, otot-otot rahim otomatis akan meregang dan melebar sehingga memberi jalan keluar untuk si kecil.

Namun tak jarang, ibu hamil bingung apakah gejala yang mereka alami sekadar kram perut biasa atau kontraksi yang sesungguhnya. Untuk itu, Bunda pun perlu mengenali apa itu kontraksi.

Kontraksi Braxton Hicks

Kontraksi yang satu ini memiliki sebuah gejala yang mirip dengan kontraksi persalinan, Bun. Bahkan tak jarang disebut kontraksi palsu karena bertujuan untuk menyiapkan mulut rahim untuk membesar dan meningkatkan aliran darah dalam plasenta, Bun.

Bun, biasanya kontraksi ini akan terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Ada ciri-cirinya lho Bun, antara lain kontraksi yang tak teratur, bahkan sensasinya lebih ke arah tak nyaman, bukan yang menyakitkan. Umumnya kontraksi ini terjadi di sekitar pangkal paha atau di depan tubuh ibu hamil dan bisa diatasi dengan berjalan atau berbaring.

Kontraksi Persalinan Prodromal

Persalinan yang satu ini mengacu pada kontraksi kelahiran yang dialami beberapa minggu sampai beberapa jam sebelum melahirkan. Munculnya pun relatif teratur bahkan durasinya lebih lama dari kontraksi braxton-hicks. Tapi sekali lagi, kontraksi ini bukan pertanda kelahiran.

Menurut dokter, persalinan prodromal bisa membantu bayi berpidah dari posisi yang salah ke posisi yang benar, Bun. Ciri-cirinya antara lain seperti tidak ada perubahan serviks setelah 24-36 jam, berbaring tidak membantu kontraksi tersebut hilang, dan cenderung lebih kuat dan tidak sering terjadi.

Kontraksi Persalinan Prematur

Mengutip Kumparan.com, nama lain persalinan ini yaitu early labor, dimana ibu hamil berada di tahap mengalami kontraksi saat usia kandungan di bawah 37 minggu. Nah biasanya, kondisi serviks Bunda akan melebar sampai 6 sentimeter. Kontraksi ini biasanya terjadi karena kondisi kehamilan yang tidak normal, misalnya ibu mengalami suatu penyakit atau kelainan bentuk rahim, bahkan stress bisa jadi pemicunya nih Bun.

Bila Bunda mengalami ciri-ciri seperti merasakan sakit pada punggung, kesulitan bernapas saat kontraksi muncul, ada tekanan pada panggul, rasa sakit yang menjalar dari belakang hingga ke bagian depan, dan mengalami kram yang kuat, berarti Bunda wajib mengunjungi rumah sakit dan menghubungi bidan atau dokter.

Kontraksi Persalinan Aktif

Nah, bila kandungan memasuki usia 42 minggu, ibu hamil umumnya mulai mengalami kontraksi yang satu ini. Bunda perlu tahu, pada tahapan ini, serviks akan melebar bahkan mencapai 6 sentimeter yang artinya Bunda sudah siap melahirkan.

Gejala yang dialami adalah kontraksi terjadi setiap 5 menit sekali atau lebih sering, kontraksi berlangsung 60 detik atau lebih, rahim mulai tidak rileks, ada rasa sakit dan tekanan yang signifikan di punggung saat kepala bayi bergerak menuju jalan lahir. Selain itu, pada saat ini mungkin Anda akan merasa seolah-olah akan buang air besar dan merasa akan mendorong sesuatu keluar.

Tips untuk Bunda, cobalah catat beberapa kali kontraksi kelahiran terjadi dalam kurun waktu satu jam. Termasuk durasi dan intensitasnya. Kemudian cobalah untuk berbaring selama beberapa menit, apakah kontraksi membaik atau justru semakin sering. Selain soal durasi dan intensitas kontraksi, penting diingat bila air ketuban pecah disertai cairan berwarna hijau atau coklat, maka sudah saatnya Bunda ke rumah sakit.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top