Kesehatan

Mengetahui Tahapan Tumbuh Kembang Anak Membantu Orangtua Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak, Ini Tahap Tumbuh Kembang Anak

mengoptimalkan perkembangan anak

Menyimak tahap tumbuh kembang anak si buah hati secara seksama tentunya akan menjadi suatu hal yang berkesan untuk  orang tua, karena di setiap tahap  usianya orang tua akan melihat proses perkembangan yang berbeda-beda dan sangat menakjubkan.

mengoptimalkan perkembangan anak Mengetahui tahapan tumbuh kembang anak dapat membantu  orang tua mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Simak 2 hal yang  harus dipahami orang tua untuk mengoptimallkan tumbuh kembang anak.  Setelah mengetahui hal tersebut, berikut Tahap  Tumbuh Kembang Anak pada setiap usianya :

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 1 bulan

  • Di hari-hari pertama setelah kelahiran, bayi belum bisa membuka matanya. Namun setelah berjalan beberapa hari kemudian, ia akan bisa melihat pada jarak 20 cm.
  • Bulan pertama ini bayi akan memulai adaptasinya dengan lingkungan baru
  • Memiliki gerakan refleks alami.
  • Memiliki kepekaan terhadap sentuhan.
  • Secara refleks kepalanya akan bergerak ke bagian tubuh yang disentuh.
  • Sedikit demi sedikit sudah bisa tersenyum.
  • Komunikasi yang digunakan adalah menangis. Arti dari tangisan itu sendiri akan Anda ketahui setelah mengenal tangisannya, apakah ia lapar, haus, gerah, atau hal lainnya.
  • Peka terhadap sentuhan jari yang disentuh ke tangannya hingga ia memegang jari tersebut.
  • Tiada hari tanpa menghabiskan waktunya dengan tidur.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 2 bulan

  • Sudah bisa melihat dengan jelas dan bisa membedakan muka dengan suara.
  • Bisa menggerakkan kepala ke kiri atau ke kanan, dan ke tengah.
  • Bereaksi kaget atau terkejut saat mendengar suara keras.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 3 bulan

  • Sudah mulai bisa mengangkat kepala setinggi 45 derajat.
  • Memberikan reaksi ocehan ataupun menyahut dengan ocehan.
  • Tertawanya sudah mulai keras.
  • Bisa membalas senyum di saat Anda mengajaknya bicara atau tersenyum.
  • Mulai mengenal ibu dengan penglihatannya, penciuman, pendengaran, serta kontak.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 4 bulan

  • Bisa berbalik dari mulai telungkup ke terlentang.
  • Sudah bisa mengangkat kepala setinggi 90 derajat.
  • Sudah bisa menggenggam benda yang ada di jari jemarinya.
  • Mulai memperluas jarak pandangannya.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 5 bulan

  • Dapat mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil.
  • Mulai memainkan dan memegang tangannya sendiri.
  • Matanya sudah bisa tertuju pada benda-benda kecil.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 6 bulan

  • Bisa meraih benda yang terdapat dalam jangkauannya.
  • Saat tertawa terkadang memperlihatkan kegembiraan dengan suara tawa yang ceria.
  • Sudah bisa bermain sendiri.
  • Akan tersenyum saat melihat gambar atau saat sedang bermain.

Tahap tumbuh Kembang Anak Usia 7 bulan

  • Sudah bisa duduk sendiri dengan sikap bersila.
  • Mulai belajar merangkak.
  • Bisa bermain tepuk tangan dan cilukba.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 8 bulan

  • Merangkak untuk mendekati seseorang atau mengambil mainannya.
  • Bisa memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya.
  • Sudah bisa mengeluarkan suara-suara seperti, mamama, bababa, dadada, tatata.
  • Bisa memegang dan makan kue sendiri.
  • Dapat mengambil benda-benda yang tidak terlalu besar.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 9 bulan

  • Sudah mulai belajar berdiri dengan kedua kaki yang juga ikut menyangga berat badannya.
  • Mengambil benda-benda yang dipegang di kedua tangannya.
  • Mulai bisa mencari mainan atau benda yang jatuh di sekitarnya.
  • Senang melempar-lemparkan benda atau mainan.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 10 bulan

  • Mulai belajar mengangkat badannya pada posisi berdiri.
  • Bisa menggenggam benda yang dipegang dengan erat.
  • Dapat mengulurkan badan atau lengannya untuk meraih mainan.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 11 bulan

  • Setelah bisa mengangkat badannya, mulai belajar berdiri dan berpegangan dengan kursi atau meja selama 30 detik.
  • Mulai senang memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
  • Bisa mengulang untuk menirukan bunyi yang didengar.
  • Senang diajak bermain cilukba.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 12 bulan

  • Mulai berjalan dengan dituntun.
  • Bisa menyebutkan 2-3 suku kata yang sama.
  • Mengembangkan rasa ingin tahu, suka memegang apa saja.
  • Mulai mengenal dan berkembang dengan lingkungan sekitarnya.
  • Reaksi cepat terhadap suara berbisik.
  • Sudah bisa mengenal anggota keluarga.
  • Tidak cepat mengenal orang baru serta takut dengan orang yang tidak dikenal/asing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Tahapan Tumbuh Kembang dan Cara Mengatasi Jenis-jenis Gangguan Perkembangan Balita Pada Usia 25 – 36 Bulan

Keterlambatan perkembangan pada anak dapat mencakup berbagai area keterampilan termasuk bahasa, motorik, sosial atau kemampuan berpikir. Namun, sebagai orangtua, kita juga harus mengerti jika tahapan perkembangan antara anak yang satu dengan yang lainnya tidak bisa disamaratakan. Ada anak yang cepat pada beberapa aspek, namun ada juga yang lambat. Itulah sebabnya, penting sekali untuk mengenali gangguan perkembangan balita pada usia 25 – 36 bulan. 

Tahapan Perkembangan yang Akan Anak Usia 25 – 36 Bulan Alami

Nah, untuk mengetahui apakah anak, mengalami tanda-tanda gangguan perkembangan pada usia 25 – 36 bulan, Bunda perlu memahami terlebih dahulu tahapan yang pada umumnya dilalui di usia tersebut. Sehingga, jadi informasi ini kita bisa memiliki tolok ukur untuk memeriksa tumbuh kembang si kecil. Berikut ini beberapa acuan tahapan perkembangan si kecil yang perlu diketahui, di antaranya:

1. Perkembangan Sosial dan Emosional

Saat anak memasuki usia 25 – 36 bulan mereka mulai mengenal teman-temannya dan senang jika bermain bersama. Bagi anak yang aktif interaksi saat bertemu dengan teman menjadi hal yang menyenangkan untuk mereka. Namun, tetap saja sebagai orang tua harus terus mengawasinya. 

Meskipun kemampuan berkomunikasi dengan temannya sudah baik, namun di fase ini mereka masih belum stabil emosinya. Terkadang masih harus ada penengah untuk melerai pertengkaran. Maka inilah saat yang tepat untuk mengajarkan kepada mereka tentang empati, negosiasi, kompromi, tahu batasan, dan lainnya. 

2. Perkembangan Motorik

Fisik dan keterampilan si kecil saat memasuki usia 25 – 36 bulan sudah semakin sempurna dan ahli. Mereka juga senang dan mulai mahir mengayuh sepeda, bermain dengan berbagai jenis permainan di taman, dan lainnya. Buatlah jadwal yang rutin setiap minggunya agar si kecil senang dengan aktivitasnya. 

Saat usia ini mereka sedang senang-senangnya bermain bersama teman-teman. Fisiknya juga sudah terlatih dengan sangat baik dan kemampuan berjalan atau berlari sudah begitu lancar. Dari segi fisik harusnya anak di usia tersebut sudah bisa menggerakan tangan dan kaki dengan sempurna. 

3. Perkembangan Bicara dan Bahasa

Pada umumnya, anak-anak yang berusia 25 – 36 bulan sudah memiliki kemampuan bahasa yang meningkat pesat. Mereka juga sudah bisa memahami instruksi atau kalimat perintah yang kompleks. Bahkan anak-anak juga sudah bisa menggambarkan aktivitas dan apapun yang dilihatnya dengan baik. 

Contohnya seperti menggambarkan kegiatan selama di sekolah, mendeskripsikan apa yang dilihat dengan runut dan jelas baik kata kerja maupun kata sifatnya. Kosakata yang dikuasai juga semakin banyak bahkan hingga 900 kata atau lebih tergantung bagaimana orang tua mengajarinya.. 

Dan Berikut Adalah Jenis Gangguan Perkembangan Balita Pada Usia 25 – 36 Bulan yang Harus Dihindari

Gangguan perkembangan anak bisa dialami oleh siapa saja, sehingga kita sebagai orangtua patut mengantisipasi dan mengatasinya dengan baik. Namun, bukan berarti setiap gangguan yang menyebabkan keterlambatan tersebut bisa dianggap cacat. Bisa jadi masih berada di batas normal, yang perlu kita lakukan adalah mengidentifikasi apa yang ia alami dan tahu bagaimana cara mengatasinya.

1. Gangguan Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

ADHD merupakan salah satu jenis gangguan yang sifatnya kronis dan biasanya dalam jangka panjang. Penyebabnya adalah karena ada masalah yang terjadi di sel saraf otak sehingga tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Gejalanya muncul saat kanak-kanak namun bisa bertahan hingga mereka dewasa. 

Saat usia tiga tahun, gejala ini sudah bisa mulai muncul baik yang kondisinya ringan maupun berat. Tanda-tanda anak yang mengalami ADHD seperti terlalu banyak bicara, sulit fokus, sulit mengatur aktivitas, sering melamun, suka lupa melakukan sesuatu, tidak sabar, lebih suka menyendiri, dan lainnya. 

2. Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan atau yang biasa dikenal dengan istilah anxiety disorder ternyata tidak hanya dialami oleh orang dewasa. Anak pun bisa mengalami gangguan kecemasan dengan rasa takut yang berlebihan. Ketika mengalami gangguan ini, mereka cenderung selalu merasa tertekan dan cemas. 

Bahkan mereka bisa mengalami gangguan kecemasan yang begitu dahsyat dan bisa muncul kapan saja tanpa peringatan. Contoh gangguan jenis ini yang terjadi pada anak adalah obsesif-kompulsif saat si kecil terus mengalami perilaku dan pemikiran yang seolah terobsesi sehingga mereka tidak dapat berhenti. 

3. Bipolar

Bipolar dikenal juga dengan istilah mania-depresi atau kelainan otak yang menyebabkan mood berubah dengan sangat tidak wajar pada tingkat energi dan aktivitas tertentu. Anak-anak yang mengalami penyakit ini bisa tiba-tiba memiliki banyak energi dan menjadi lebih aktif dari biasanya. 

Namun, di satu sisi saat mereka mengalami episode depresi, maka anak akan merasa sangat terpuruk dan bahkan tidak bisa aktif sama sekali. Resiko gangguan bipolar bisa semakin meningkat jika ada faktor yang mempengaruhinya yakni kelainan genetik, struktur otak, hingga riwayat kesehatan keluarga. 

4. Cerebral Palsy

Anak yang memasuki usia 25 – 36 bulan harusnya sudah bisa berjalan dan berbicara dengan normal. Gangguan cerebral palsy menyebabkan anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan motoriknya untuk bergerak maupun mempertahankan keseimbangan tubuh. 

Anak-anak yang mengalami cerebral palsy biasanya memiliki kekakuan pada otot, kekurangan koordinasi otot, gerakan yang lambat, sulit berjalan, sulit makan, kejang, hingga sulit berbicara. 

5. Gangguan Spektrum Autisme

Gangguan ini berdampak pada kemampuan interaksi dan komunikasi pada anak. Biasanya muncul di awal masa tumbuh kembang mereka di mana penderita seolah punya dunia sendiri. Bahkan mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan hubungan sosial-emosional dengan orang sekitarnya. 

Gangguan spektrum autisme pun ada beberapa jenis mulai dari aspek komunikasi dan bahasa, interaksi sosial, perilaku, hingga panca indra. Penderita autisme biasanya memiliki panca indra yang tergolong sensitif sehingga sering tidak kuat mendengar kebisingan atau melihat yang terlalu silau. Gangguan perkembangan balita pada usia 25 – 36 bulan di atas perlu Bunda ketahui tanda-tandanya agar bisa mengetahui apa si kecil ada indikasi ke arah gangguan tersebut atau tidak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Sudah 1 Tahun Anak Masih Belum Bisa Berjalan? Ini Penyebab Anak Terlambat Berjalan dan Cara Mengatasinya

Lazimnya, anak sudah mulai bisa berdiri dan melakukan langkah pertama pada usia antara 8-18 bulan. Pada usia tersebut, ia akan mulai berjalan dengan merambat pada barang-barang yang ada di sekitarnya. Jika sekiranya, pada usia tersebut si kecil belum menunjukkan tanda-tanda bisa berjalan, bisa jadi ia mengalami gangguan anak terlambat berjalan. Jika tidak ditangani dengan segera, dikhawatirkan gangguan anak terlambat berjalan bisa berakibat fatal. 

Perlu Bunda ketahui, ada banyak faktor yang menyebabkan anak mengalami gangguan tersebut. Bisa jadi karena memang belum waktunya berjalan atau ada kelainan yang menyebabkan si kecil mengalami kesulitan berjalan.

Gangguan Anak Terlambat Berjalan dan Solusinya

Anak yang terlambat berjalan tidak seperti anak lain pada umumnya memang menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Namun, perlu dipahami bahwa perkembangan setiap anak itu berbeda-beda dan tidak bisa disamaratakan. Berikut ini penyebab keterlambatan berjalan pada anak, di antaranya :

1. Pengaruh Kemampuan Motorik

Kemampuan motorik anak sangat berpengaruh pada bagaimana perkembangan berjalan anak. Biasanya ada faktor genetik yang turut mempengaruhi seperti ada anggota keluarga yang mungkin pernah mengalami hal serupa sebelumnya. Namun, bukan berarti keterlambatan ini dianggap cacat. 

Jika semua kemampuan motorik si kecil sudah berjalan baik dan normal, maka bisa jadi memang itu hanya terlambat saja dan tidak termasuk dalam kategori bahaya. Bunda bisa terus membantu si kecil dengan menstimulasi gerakan motorik dan mengajaknya jalan-jalan sambil dipegang tangannya. 

2. Mengalami Kelainan Pada Otot

Kondisi anak yang terlambat jalan dalam beberapa kasus bisa menjadi tanda awal dari cerebral palsy namun dalam kasus yang ringan. Kelainan pada otot ini dikenal juga dengan istilah hypertonia di mana terjadi peningkatan tonus otot yang disebabkan oleh lesi di batang otak maupun otak. 

Hypertonia menjadi salah satu kondisi yang biasanya dialami oleh penderita cerebral palsy. Mereka biasanya mengalami kesulitan berjalan karena otot tubuhnya lemas sehingga tidak mampu menyangga tubuh si kecil ketika mereka berdiri dan berusaha untuk berjalan. Dalam kasus ini harus ditangani oleh dokter. 

3. Faktor Lingkungan

Selain faktor internal dalam diri si kecil, faktor lingkungan dan kebiasaan juga bisa mempengaruhi kemampuan anak dalam berjalan. Misalnya karena adanya infeksi seperti ensefalitis, meningitis, dan sitomegalovirus. Cedera pada kepala juga bisa menyebabkan anak terlambat berjalan. 

Sebagai orang tua juga wajib memberikan malnutrisi dan gizi yang cukup karena jika tidak terpenuhi maka bisa mempengaruhi perkembangan anak khususnya dalam berjalan. Kelainan tulang karena kekurangan vitamin D, baby walker, dan kebiasaan menaruh anak di boks juga bisa turut berpengaruh. 

Tips Mengatasi Anak yang Terlambat Berjalan

Bunda tidak perlu langsung panik ketika mendapati si kecil belum bisa berjalan padahal teman seusianya sudah. Lakukan terapi agar anak bisa terstimulasi untuk berjalan dan konsultasikan kepada dokter ahli yang bisa membantu untuk mengatasi masalah gangguan anak terlambat berjalan. 

1. Beri si Kecil Media Untuk Belajar Berjalan

Jika diperlukan, Bunda bisa memakai media seperti push walker untuk membantu si kecil agar lebih percaya diri berjalan. Namun, jika tidak ada maka bisa juga dengan memakai perabotan yang ada di rumah seperti kursi, sofa kecil yang ringan, meja kecil, dan lainnya. 

Saat memberikan media tersebut, jangan lupa untuk terus mendampingi si kecil dan bantu mereka menyeimbangkan tubuhnya saat berpegangan pada alat bantu. Selalu siaga di belakang mereka untuk mengantisipasi kepala terbentur ketika terjatuh ke belakang. 

2. Coba Pancing si Kecil dengan Mainan

Mainan adalah salah satu hal yang paling menarik bagi si kecil. Bunda bisa memancingnya dengan mainan saat mereka sedang ogah-ogahan belajar berjalan. Bawa mainan kesukaan lalu minta anak untuk berjalan mendekati mainan tersebut dengan melangkah perlahan. 

Saat melatih anak berjalan menggunakan mainan, Bunda juga bisa memberikan instruksi arah seperti ke kanan atau ke kiri. Terapi ini sekaligus sangat bermanfaat untuk membantu melatih koordinasi antara otak, tangan, dan kaki. Lakukan secara rutin setiap hari agar anak terbiasa berjalan. 

3. Mengulurkan Tangan Saat Anak Belajar Berjalan

Salah satu faktor penyebab anak enggan belajar berjalan adalah karena sering merasa tidak percaya diri. Oleh karena itu, penting sekali untuk memberinya semangat salah satunya dengan mengulurkan tangan di depan si kecil agar ia berusaha untuk meraih tangan tersebut. 

Setelah anak berhasil meraih tangan dengan baik, ajak si kecil untuk berjalan ke manapun dengan cara mengikuti Bunda sambil menelusuri ruangan atau jalan. Anak pun akan merasa senang karena ada yang mendampingi dalam prosesnya saat belajar berjalan. Sehingga mereka lebih tenang dan nyaman. 

4. Hindari Menggunakan Baby Walker

Sebagian orang tua mungkin masih menganggap perlu untuk menggunakan baby walker. Namun, American Academy of Pediatrics tidak merekomendasikan alat ini sebagai media untuk terapi berjalan. Hal ini dikarenakan baby walker cenderung berbahaya untuk keselamatan si kecil. 

Pergerakan roda pada alat ini tidak bisa dikendalikan oleh anak dan dalam beberapa kasus yang terjadi malah justru menyebabkan si kecil terjatuh di tangga atau area lainnya. Anak juga jadi ketergantungan karena ada penyangga badannya saat menggunakan baby walker. 

5. Beri Apresiasi Kepada Anak

Pujian atau apresiasi yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya dapat membuat mereka merasa senang dan bangga sehingga lebih semangat lagi dalam belajar. Usahakan untuk tidak terlalu memaksakan kehendak saat si kecil sedang tidak ingin berjalan. 

Beri senyuman saat anak berhasil berjalan atau ucapkan kalimat penyemangat seperti, “Hore, adek sudah berhasil tambah langkah. Besok kita coba lagi ya, Nak!” Beri tatapan yang tulus dan penuh kasih sayang agar si kecil merasa nyaman. Gangguan anak terlambat berjalan memang menuntut orang tua untuk terus bersabar mendampingi tumbuh kembangnya. Solusi di atas bisa Bunda coba di rumah untuk membantu si kecil agar bisa berjalan dengan lancar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Lifestyle

Bunda Mungkin Memikirkan Mainan sesuai dengan Kepribadian Anak, Mainan Anak Perempuan Edukatif dan Menggemaskan

Bicara tentang dunia anak-anak pasti tidak jauh dari adanya mainan. Mainan anak perempuan atau laki-laki sebenarnya sekarang ini sama saja, Karena pada dasarnya saat kecil orang tua lebih senang melatih motoric serta kecerdasannya. Soal kepribadian bisa mengikuti sesuai perkembangan usianya. 

Memilih Mainan Anak Perempuan yang Sesuai untuk Buah Hati

Bagi Anda yang punya anak perempuan pasti saat masih dalam kandungan pun sudah memikirkan mainan sesuai dengan kepribadiannya. Ingin eksplor fashion, printilan aksesoris lucu, dan masih banyak lagi. Namun ada baiknya jika memilih mainan agak unik jika niatnya adalah untuk hadiah.

1. Lovely Kitchen Set 

Sumber Foto : Shopee

Anak perempuan pasti identik dengan mainan masak-masakan. Kitchen playset ini bisa jadi pilihan tepat untuk mengembangkan bakat sejak dini. Ada berbagai macam replika alat dapur terbuat dari plastik dan tentunya tersedia dalam beragam warana. Bentuknya pun menarik, ada ikan, buah, sayur, dan lain-lain.

Semua set mainan ada di dalam box terbuat dari plastik PVC yang pastinya aman ketika dimainkan oleh anak-anak. Selain membuat mereka senang, peralatan set masak ini tentunya juga bisa melatih sistem motorik si kecil sejak dini. Soal harga memang sedikit mahal, namun bisa juga cari sesuai kemampuan.

2. Redbox Simply Salad 

Sumber Foto : Shoopee

Ingin membuat anak perempuan Anda mengenal buah-buahan serta sayuran sejak dini? Mainan redbox simply salad ini bisa jadi salah satu pilihannya. Apalagi bagi si kecil yang sudah memperlihatkan bakat memasaknya sejak dini, pasti sangat senang dan langsung betah seharian main pakai set simply salad.

Dalam satu box mainan terdapat berbagai macam varian sayur mayur, buah, peralatan makan serta saus untuk membuat salad. Uniknya lagi sayuran bisa dipotong kemudian disatukan kembali dalam bentuk yang utuh. Cocok sekali bagi si kecil yang berusia 3 tahun keatas. Bisa jadi kado ulang tahun mereka.

3. Vtech Dress & Discover Friend 

Selanjutnya adalah mainan bentuk monyet yang lucu dan menggemaskan. Nantinya si kecll bisa mengganti ulang pakaian monyet tersebut agar nampak baru dan berbeda setiap harinya. Bentuk dan warnanya juga beragam sehingga membuat si kecil tertarik enggan beranjak ke mainan lain. 

Mainan set monyet ini bisa membantu si kecil untuk memilih kombinasi yang sesuai. Tentunya hal ini sangat bagus sebagai stimulasi awal pada motoriknya. Selain itu materialnya juga dipilih khusus, bebas dari BPA sehingga sudah dipastikan aman ketika digunakan bermain oleh anak-anak. 

4. Happy Toon Doctor 

Biasanya anak perempuan juga sangat senang sekali bermain dokter-dokteran. Sekarang ini Anda juga dengan mudah bisa menemukan mainan tema serupa, misalnya saja Happy Toon Doctor. Satu Set perlengkapannya berisikan alat-alat kedokteran seperti stetoskop, suntikan, juga gelas dan obat.

Desain dari satu set perlengkapan dokter ini juga sangat menarik dan punya warna-warna cerah. Banyak anak-anak bercita-cita ingin jadi tenaga medis, jadi sebelum ia bertarung dengan kenyataan, tidak ada salahnya memberikan mainan untuk mendukung mimpinya tersebut. Siapa tau beneran terwujud.

5. Lego Friends 

Sebenarnya lego sudah menjadi mainan anak perempuan maupun laki-laki. Hanya saja sekarang ini memang sudah ada beragam tema lego yang dibedakan sesuai gender. Misalnya untuk wanita maka akan lebih condong ke girly sedangkan laki-laki sebaliknya. Namun cara mainnya sama saja. 

Lego sendiri merupakan mainan yang penuh edukasi dan bisa digunakan untuk latihan motorik si kecil. Dengan warna cerah dan sulit pudar tentu akan membuat anak mudah suka dan tertarik memainkannya. Selain itu lego juga dibuat dari material yang aman  dimainkan oleh si kecil.

6. Alat Make Up LOL 

Sumber Foto : Tokopedia.com

Rasanya sulit sekali memisahkan perempuan dengan make up. Bahkan dari kecil saja mereka sudah mengenalnya. Jika si kecil memang suka berdandan, tidak ada salahnya sebagai orang tua turut mendukung kemauannya tersebut. Salah satunya adalah dengan mainan set alat make up.

Mainan yang berisikan berbagai alat make up dengan bahan aman digunakan pada kulit si kecil. Walaupun harganya cukup mahal namun tidak ada salahnya sesekali memanjakan si kecil. Sebab dengan desain lucu super menggemaskan dijamin akan membuat mereka betah main dengan teman.

7. Little Helper 

Sumber Foto : Tokopedia.com

Ingin mengajarkan anak bersih-bersih sejak dini ? Sekarang juga sudah ada satu set mainan berisikan sapu, pel, ember, kemoceng, tapi dalam ukuran mini. Bunda bisa gunakan sebagai pengenalan untuk anak agar nantinya dapat bertanggung jawab, setidaknya untuk kebersihan kamarnya sendiri. 

Mainan anak perempuan ini juga sangat cocok kepribadian cewek yang suka bersih-bersih. Little helper juga bisa membantu si kecil belajar hidup bersih serta rapi. Dengan harga terjangkau mainan satu ini punya desain dan lucu pada setiap alatnya. Warnanya juga sangat bervariasi. 

8. LOL Surprises Under Wraps 

Siapa yang tidak tahu mainan satu ini? LOL Surprise memang populer apalagi di perkotaan. Mainan yang memberikan kejutan karena harus bisa memecahkan teka-teki dulu sebelum membukanya. Anak juga tidak tahu sebenarnya edisi apa yang ada di dalamnya. 

Setelah berhasil menyelesaikan teka-teki barulah tutup bisa terbuka dan tahu apa isi yang ada di dalamnya. Mainan seperti bisa melatih daya pikir anak supaya lebih tajam dan kritis, melatihnya bersabar dan berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.

Masih banyak lagi mainan lucu dan menggemaskan yang bisa Anda berikan sebagai hadiah untuk si kecil atau ponakan tercinta. Walaupun harus merogoh kocek agak dalam namun sepertinya cukup ampuh juga karena bisa digunakan sebagai media edukasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top