Kesehatan

Mengetahui Tahapan Tumbuh Kembang Anak Membantu Orangtua Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak, Ini Tahap Tumbuh Kembang Anak

mengoptimalkan perkembangan anak

Menyimak tahap tumbuh kembang anak si buah hati secara seksama tentunya akan menjadi suatu hal yang berkesan untuk  orang tua, karena di setiap tahap  usianya orang tua akan melihat proses perkembangan yang berbeda-beda dan sangat menakjubkan.

mengoptimalkan perkembangan anak Mengetahui tahapan tumbuh kembang anak dapat membantu  orang tua mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Simak 2 hal yang  harus dipahami orang tua untuk mengoptimallkan tumbuh kembang anak.  Setelah mengetahui hal tersebut, berikut Tahap  Tumbuh Kembang Anak pada setiap usianya :

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 1 bulan

  • Di hari-hari pertama setelah kelahiran, bayi belum bisa membuka matanya. Namun setelah berjalan beberapa hari kemudian, ia akan bisa melihat pada jarak 20 cm.
  • Bulan pertama ini bayi akan memulai adaptasinya dengan lingkungan baru
  • Memiliki gerakan refleks alami.
  • Memiliki kepekaan terhadap sentuhan.
  • Secara refleks kepalanya akan bergerak ke bagian tubuh yang disentuh.
  • Sedikit demi sedikit sudah bisa tersenyum.
  • Komunikasi yang digunakan adalah menangis. Arti dari tangisan itu sendiri akan Anda ketahui setelah mengenal tangisannya, apakah ia lapar, haus, gerah, atau hal lainnya.
  • Peka terhadap sentuhan jari yang disentuh ke tangannya hingga ia memegang jari tersebut.
  • Tiada hari tanpa menghabiskan waktunya dengan tidur.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 2 bulan

  • Sudah bisa melihat dengan jelas dan bisa membedakan muka dengan suara.
  • Bisa menggerakkan kepala ke kiri atau ke kanan, dan ke tengah.
  • Bereaksi kaget atau terkejut saat mendengar suara keras.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 3 bulan

  • Sudah mulai bisa mengangkat kepala setinggi 45 derajat.
  • Memberikan reaksi ocehan ataupun menyahut dengan ocehan.
  • Tertawanya sudah mulai keras.
  • Bisa membalas senyum di saat Anda mengajaknya bicara atau tersenyum.
  • Mulai mengenal ibu dengan penglihatannya, penciuman, pendengaran, serta kontak.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 4 bulan

  • Bisa berbalik dari mulai telungkup ke terlentang.
  • Sudah bisa mengangkat kepala setinggi 90 derajat.
  • Sudah bisa menggenggam benda yang ada di jari jemarinya.
  • Mulai memperluas jarak pandangannya.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 5 bulan

  • Dapat mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil.
  • Mulai memainkan dan memegang tangannya sendiri.
  • Matanya sudah bisa tertuju pada benda-benda kecil.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 6 bulan

  • Bisa meraih benda yang terdapat dalam jangkauannya.
  • Saat tertawa terkadang memperlihatkan kegembiraan dengan suara tawa yang ceria.
  • Sudah bisa bermain sendiri.
  • Akan tersenyum saat melihat gambar atau saat sedang bermain.

Tahap tumbuh Kembang Anak Usia 7 bulan

  • Sudah bisa duduk sendiri dengan sikap bersila.
  • Mulai belajar merangkak.
  • Bisa bermain tepuk tangan dan cilukba.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 8 bulan

  • Merangkak untuk mendekati seseorang atau mengambil mainannya.
  • Bisa memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya.
  • Sudah bisa mengeluarkan suara-suara seperti, mamama, bababa, dadada, tatata.
  • Bisa memegang dan makan kue sendiri.
  • Dapat mengambil benda-benda yang tidak terlalu besar.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 9 bulan

  • Sudah mulai belajar berdiri dengan kedua kaki yang juga ikut menyangga berat badannya.
  • Mengambil benda-benda yang dipegang di kedua tangannya.
  • Mulai bisa mencari mainan atau benda yang jatuh di sekitarnya.
  • Senang melempar-lemparkan benda atau mainan.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 10 bulan

  • Mulai belajar mengangkat badannya pada posisi berdiri.
  • Bisa menggenggam benda yang dipegang dengan erat.
  • Dapat mengulurkan badan atau lengannya untuk meraih mainan.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 11 bulan

  • Setelah bisa mengangkat badannya, mulai belajar berdiri dan berpegangan dengan kursi atau meja selama 30 detik.
  • Mulai senang memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
  • Bisa mengulang untuk menirukan bunyi yang didengar.
  • Senang diajak bermain cilukba.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 12 bulan

  • Mulai berjalan dengan dituntun.
  • Bisa menyebutkan 2-3 suku kata yang sama.
  • Mengembangkan rasa ingin tahu, suka memegang apa saja.
  • Mulai mengenal dan berkembang dengan lingkungan sekitarnya.
  • Reaksi cepat terhadap suara berbisik.
  • Sudah bisa mengenal anggota keluarga.
  • Tidak cepat mengenal orang baru serta takut dengan orang yang tidak dikenal/asing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Semakin Kita Memaklumi Perilaku Buruk Anak, Semakin Sering Ia Melakukannya

Kehidupan metropolitan telah memaksa sebagian besar orang tua banyak menghabiskan waktu di kantor dan di jalan raya daripada bersama anak. Terbatasnya waktu inilah yang menyebabkan banyak orang tua merasa bersalah atas situasi ini. Merasa bersalah karena tidak jadi orangtua yang cukup baik untuk anak-anaknya. Akibat dari perasaan bersalah ini, kita, para orang tua kerap kali menyetujui perilaku buruk anaknya dengan ungkapan yang sering dilontarkan, “Biarlah dia seperti ini mungkin karena saya juga yang jarang bertemu dengannya…”. 

Ayah dan Bunda boleh saja merasa bersalah, tapi hal yang sebaiknya dilakukan adalah tetap berusaha jadi orangtua yang baik untuk anak-anak kita. Jika perasaan tersebut terus menerus diiyakan dan membiarkan mereka berperilaku buruk, maka semakin banyak pula kita akan menyemai perilaku buruk anak kita. Hal lain yang perlu Ayah dan Bunda tahu, sebagian besar perilaku anak bermasalah, banyak bersumber dari cara berpikir orang tuanya yang seperti ini. 

Lantas, Apa yang Sebaiknya Orangtua Lakukan?

Apa pun yang bisa kita berikan secara benar pada anak kita adalah hal yang terbaik. Kita tidak bisa membandingkan kondisi sosial ekonomi dan waktu kita dengan orang lain. Tiap keluarga memiliki masalah yang unik, tidak sama. Ada orang yang punya kelebihan pada aspek finansial tapi miskin waktu bertemu dengan anak, dan sebaliknya. Jangan pernah memaklumi hal yang tidak baik.

Lakukanlah pendekatan berkualitas jika kita hanya punya sedikit waktu; gunakan waktu yang minim itu untuk bisa berbagi rasa sepenuhnya antara sisa-sisa tenaga kita, memang tidak mudah. Tapi lakukanlah demi mereka dan keluarga kita, anak akan terbiasa serta bisa memahami orangtuanya. Dan tumbuh besar dengan perangai yang baik serta memahami bahwa meski tak sempurna, orangtuanya berusaha untuk selalu ada untuk mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Anak yang Terlambat Bicara Bukan Berarti Bodoh

Setiap orangtua tentu tak ingin anaknya sulit untuk berbicara. Tapi, bagaimana apabila anak ternyata sulit untuk berbicara? Masalah ini tentunya Saya hadapi. Anak Saya boleh dibilang terlambat bicara. Anak Saya berusia sekitar 3,5 tahun belum juga lancar bicara, maka bisa dianggap mengalami keterlambatan bicara. Lalu beberapa tetangga, kerap mencibir jika saya tidak peka terhadapnya, tak berinteraksi dengannya dan anak saya dianggap bodoh. Saya sedih, padahal saya sudah berupaya untuk mengawasi tumbuh kembangnya dengan optimal. Hanya saja, memang sampai sekarang ia masih belum bisa bicara dengan lancar. 

Cerita diatas, barangkali adalah satu dari sekian banyak persoalan yang pernah kita lalui sebagai orangtua. Tapi, siapa sih orangtua yang tidak mau anaknya pintar berkomunikasi dan berkepribadian menyenangkan? Semua Ayah dan Bunda juga pasti mau kan? Tapi, setiap anak lahir dan tumbuh dengan proses yang berbeda. Bahkan meski lahir dari rahim yang sama, tak membuat mereka memiliki perjalanan hidup yang sama. 

Sebagai orangtua, kita harus bisa memahami dan membedakan gejala gangguan bicara yang ditunjukkan anak dengan anak yang prosesnya bicara yang mungkin sedikit terlambat. Terlambat bicara bukan berarti ia bodoh, bukan berarti pula ia mengidap autisme. Mungkin anak terlambat bicara karena kurang pendengaran, bisa karena infeksi telinga sehingga anak sulit untuk memahami dan menggunakan bahasa, lalu ada gangguan pada otak anak sehingga ia sulit menggunakan lidah, bibir, dan rahang untuk berbicara, kemudian kurang berinteraksi dengan orangtua, dan terlalu sering menonton televisi dan gadget. 

Agar lebih memahami tumbuh kembangnya, untuk bisa membedakan apakah anak mengalami gangguan keterlambatan bicara. Bunda bisa melakukan beberapa hal dibawah ini :

  • Bicaralah sambil menatap mata anak. Anak yang delayed relatif lebih mudah menjalin kontak mata sementara anak autisme cenderung menghindari kontak mata. 
  • Coba Ayah dan Bunda perhatikan, apakah anak bereaksi terhadap bunyi-bunyian yang ada di sekitarnya. Untuk memastikan apakah pendengarannya normal. Misalnya, memanggilnya dari belakang atau bertepuk tangan di belakang telinganya. 
  • Dan perhatikan lagi, apakah anak bisa mengucapkan huruf mati atau konsonan ataukah tidak. Hal ini bertujuan untuk memastikan jika ia tidak gagu. Mulai dari mengucapkan kata-kata yang sederhana. Misalnya, Baba-mama-pipi-caca. 

Jika ternyata Ayah dan Bunda menemukan kejanggalan dalam perkembangan buah hati,  sebaiknya segera konsultasi dengan dokter ahli. Tapi perlu diingat, anak yang terlambat bicara tidak bodoh. Soalnya banyak tetangga yang masih menganggap demikian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Jangan Berjanji Pada Anak Jika Hanya untuk Merayu dan Tak Ditepati

Dengan berbagai alasan, Ayah dan Bunda mungkin beberapa kali merayu anak sebagai trik agar ia patuh terhadap apa yang kita perintahkan. Berpikir bahwa semuanya sudah usai ketika ia sudah menurut, padahal yang selanjutnya jadi akibatnya bisa jadi berdampak buruk. Bunda harus tahu, anak memiliki ingatan yang tajam terhadap suatu janji, mereka akan merekam segala hal yang ia dengar tak terkecuali janji-janji atau rayuan yang kita pernah sampaikan. 

Untuk itu, sebagai orangtua sebaiknya jangan pernah mengumbar janji pada anak dengan tujuan untuk merayunya, apalagi jika tidak mampu menepatinya. Ayah dan Bunda perlu untuk berlaku konsisten. Bahkan ini adalah sikap mutlak yang memang diperlukan dalam mendidk anak. Dengan begitu, mereka bisa melihat konsistensi antara pernyataan dan kenyataan yang kita lakukan. 

Anak memiliki ingatan yang tajam terhadap suatu janji, dan ia sangat menghormati orang-orang yang menepati janji baik untuk beri hadiah atau janji untuk memberi sanksi. Jadi Bun, jangan pernah mengumbar janji pada anak dengan tujuan untuk merayunya, agar ia mengikuti permintaan kita seperti segera mandi, selalu belajar, tidak menonton televisi.

Bukan sekedar rayuan yang mungkin menurut Bunda tak ada artinya. Sebelum melakukan hal tersebut, cobalah untuk memikirkannya terlebih dahulu sebelum berjanji. Apakah kita benar-benar bisa memenuhi janji tersebut? Atau hanya dijadikan tameng agar anak jadi penurut?

Padahal ada cara lain untuk membuat anak berperilaku baik tanpa berbohong.  Sebagai orangtua kita harus berusaha mengakui perasaan anak, memberikan informasi yang tepat agar anak tahu apa yang diharapkan, menawarkan pilihan, dan menyelesaikan masalah tersebut bersama-sama tanpa harus membohonginya.

Walau harus diakui, mengasuh anak dengan berbohong sepertinya memang cara praktis menghemat waktu, terutama jika hal yang akan disampaikan rumit. Akan tetapi ini tentu bukanlah sesuatu yang benar untuk dilakukan.Jadi bun, jika ada janji yang tidak bisa terpenuhi segeralah minta maaf, berikan alasan yang jujur dan minta dia untuk menentukan apa yang kita bisa lakukan bersama anak untuk mengganti janji tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top