Parenting

Tahap Mengenalkan Sendok dan Garpu Pada Si Kecil Pun Ada Tandanya

adorable-baby-blur-1482769 (1)

Memasuki usia 6 bulan, bayi sudah diizinkan mengonsumsi makanan lain yang masih tergolong MPASI alias Makanan Pendamping ASI. Bunda boleh memberikannya sari buah, bubur tim, atau biskuit bayi yag dilumatkan. Saat memasuki fase ini, tentunya si kecil masih membutuhkan peran orangtua atau bantuan orang dewasa untuk membantu menyuapinya ya Bun. Namun, seiring pertumbuhan dan bertambahnya usia si kecil, tentunya ada waktunya Bunda perlu mengajarinya memakai sendok dan garpu sendiri.

Sekalipun nanti selama proses tersebut Bunda akan menemukan pengalaman dimana makanan akan berantakan, mengajarkan si kecil untuk bisa makan sendiri itu perlu. Bukan hanya melatih kemandiriannya Bun, melainkan juga mengasah ketrampilan dasar yang memang perlu dikuasai oleh si kecil yaitu memegang dan memasukkan makanaan ke mulut. Kendati kelihatannya mudah, si kecil pasti perlu waktu yang cukup lama demi mempelajari hal ini. Nah, kira-kira kapan ya Bun waktu yang tepat untuk mengajari si kecil makan pakai sendok?

“Sekitar usia 6 bulan, bayi sudah bisa menggenggam makanan di telapak tangan mereka, kemudian diikuti dengan kemampuan menjepit makanan dengan jarinya.”, jelas Eileen Behan, RD, LD, seorang penulis buku berjudul The Baby Food Bible, seperti dilansir dari The Bump.

Di usia tersebut, bayi tentu sudah mampu menggenggam sendok dan peralatan makan lainnya yang ringan. Tapi belum tentu ia bisa menyendok dengan benar. Kemungkinan besar ia hanya akan menggerakkan sendok plastik ringan ke atas ke bawah dengan beberapa kali jatuh terlepas. Baru ketika bayi mencapai usia 13 hingga 18 bulan, umumnya mereka sudah bisa diajari makan sendiri dengan menggunakan sendok. Tiga bulan setelahnya, anak sudah bisa sangat mahir menggunakan sendok dan peralatan makan lainnya.

Tapi yang perlu diperhatikan, melatih si kecil dengan menggunakan garpu sejatinya perlu perhatian ekstra. Ini karena garpu memiliki ujung yang tajam dan bisa membahayakan bayi. Jadi, Bunda sebaiknya lebih hati-hati terutama saat mengajari penggunaan garpu setelah anak mampu menggunakan sendok dengan baik.

Saat melatih anak menggunakan sendok, mungkin saja si kecil berkali-kali akan menjatuhkan sendok atau mengotori meja atau bahkan membuat cucian menumpuk karena bajunya yang kotor kena makanan. Namun ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan ketika mengajari anak pakai sendok, antara lain:

Kenali Dulu Tanda-tanda Si Kecil Mau Belajar

Perkembangan dan kemampuan motorik setiap anak itu berbeda-beda ya Bun. Ada yang cepat, ada juga pula yang lambat. Meski anak sudah lebih dari satu tahun, jangan memaksa anak jika ia belum siap. Bunda harus perhatikan bagaimana respons anak dengan sendok, apakah ia terlihat tertarik dan penasaran atau tidak.

Jangan Lupa, Pilih Sendok yang Sesuai untuk Usianya ya Bun

Mungkin orang dewasa terbiasa memakai sendok atau garpu dari alumunium. Tapi Bun, peralatan berbahan dasar alumunium tidak cocok jika digunakan si kecil untuk latihan. Pilih sendok yang ringan, biasanya terbuat dari plastik dan bentuknya lebih kecil. Bunda juga bisa memilih sendok yang ujungnya dilapisi karet sehingga tidak mudah lepas dari tangan si kecil.

Terpenting, Si Kecil Sudah Mulai Tahu Kapan Harus Pakai Sendok atau Garpu

Biarkan si kecil mengenal dan tahu jika sendok dan garpu memiliki fungsi yang berbeda ya Bun. Sendok dipakai untuk mengambil makanan yang ukurannya cukup kecil atau berair, seperti sup, nasi, bubur, yogurt, atau puding. Sementara garpu digunakan untuk mengambil makanan yang cukup licin atau lebih besar, misalnya potongan buah, pasta, atau mie.

Melatihnya untuk Mau Makan Sendiri Harus Dilakukan Sejak Dini

Jangan lupa, latih si kecil untuk mau duduk tertib sebelum makan. Sediakan kursi khusus makan untuknya. Mulailah dengan mencuci tangan terlebih dahulu kemudian memakai celemek kecil. Biasakan untuk duduk di kursinya saat makan ya Bun.

Sajikan makanan terpisah antara nasi dan lauknya. Minta dia untuk memakan nasi dan lauknya dahulu. Jangan berikan terlalu banyak jenis makanan ya biar dia bisa konsentrasi ke makanannya dan latihan memakai sendok.

Dan Terakhir, Kuncinya yaitu Tetap Latihan ya Bun

Setiap perkembangan balita tidaklah sama. Ada balita yang diajari sebentar sudah bisa makan pakai sendok. Tapi jika si kecil masih susah, Bunda jangan menyerah untuk melatihnya terus menerus. Pertama-tama boleh bantu dia menyuapkan makanannya ke dalam mulut. Lama-kelamaan dia akan terampil memakai sendok untuk makan sendiri.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tumbuh Kembang Setiap Anak Berbeda, Stop Membandingkan Dengan Anak Lain

membandingkananak

Sebagai orangtua tentunya kita menginginkan tumbuh kembang yang optimal untuk anak. Namun, terkadang orangtua mengukur tumbuh kembang anak dengan membandingkan dengan anak lain. Hal itu justru akan membuat orangtua khawatir dan merasa insecure jika tumbuh kembang anaknya tidak sama dengan anak lain.

Hal yang sering dibandingkan orangtua misalnya berat badan anak, kapan anak bisa merangkak, berjalan, dan berbicara. Momen saat berkumpul bersama sesama ibu biasanya menjadi waktu di mana bunda sering membandingkan anak dengan anak lain, atau justru ada orang lain yang membandingkan anaknya dengan anak bunda.

Diawali dari obrolan ringan seputar anak berujung dengan membandingkan, misalnya saat ada yang bertanya, “Anakmu sudah bisa apa?” lalu berlanjut dengan membandingkan, “Wah, anakku umur segitu sudah bisa jalan.”

Obrolan-obrolan kecil seperti itu bisa membuat bunda merasa tertekan karena merasa gagal mengasuh anak, lho. Padahal, kecepatan tumbuh kembang setiap anak pasti berbeda-beda. Bunda tidak perlu membandingkan anak bunda dengan anak lainnya, cukup membandingkan dengan kurva pertumbuhan dan perkembangan dari dokter.

Efek Buruk Membandingkan Anak Bagi Ibu

Sering membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain mempunyai efek buruk untuk bunda, lho. Hal itu bisa menjadi penyakit yang tidak terlihat. Bunda bisa merasa iri, malu, tidak percaya diri, hingga merasa tertekan dan gagal dalam mengasuh anak. Jika rasa tertekan tersebut terjadi berlarut-larut bunda bisa stres dan depresi.
Oleh karena itu, saat bunda melihat anak lain lebih montok, lebih cepat merangkak, jalan, berbicara, dan lainnya, bunda jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa anak bunda kalah atau pertumbuhannya terlambat.

Yang harus bunda lakukan adalah mengukur setiap pertumbuhan dan perkembangannya lalu sesuaikan dengan milestone dan kurva pertumbuhan. Jika bunda merasa ada aspek tumbuh kembang yang terlambat, sebaiknya bunda berkonsultasi langsung kepada dokter agar mendapatkan penjelasan dari ahlinya.

Efek Psikologis Anak yang Sering Dibandingkan

Selain mempunyai efek buruk bagi ibu, sering membandingkan anak juga mempunyai efek negatif bagi anak. Terkadang orangtua berniat memotivasi anak dengan membandingkannya dengan teman sebayanya.

Namun, hal itu bukanlah cara yang tepat untuk memotivasi lho. Setiap anak mempunyai karakter dan talenta yang berbeda-beda, sehingga tidak seharusnya dibanding-bandingkan.

Membadingkan anak membuatnya mengalami stres, rendah diri, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial

Dilansir dari laman beingtheparent.com, sering membandingkan anak mempunyai efek psikologis untuk anak. Anak bisa mengalami stres, rendah diri, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Anak juga akan menjauh dari orangtua jika orangtua terus-terusan membandingkannya dengan orang lain sehingga merasa dirinya tidak berharga di mata orangtuanya.

Oleh karena itu, yuk bunda, kita stop membandingkan anak kita dengan anak lain. Daripada membandingkan, lebih baik bunda fokus untuk menstimulasi setiap aspek tumbuh kembang si kecil, memberikan nutrisi yang terbaik, dan mendukung setiap aktivitas anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Tips Ajarkan Dua Bahasa pada Anak

adorable-book-boy-1250722

Selain bahasa ibu alias bahasa Indonesia, kini banyak orangtua yang mengutamakan buah hatinya agar memiliki kemampuan berbahasa asing misalnya saja bahasa Inggris. Orangtua berpikir, dengan memiliki kemampuan tersebut, maka akan memudahkan buah hatinya meniti karier di masa depan. Namun kapan sebaiknya mengajari si kecil berbahasa asing? Sejatinya belajar bahasa asing pada anak-anak bisa dilakukan sedini mungkin. Hal ini supaya mereka lebih mudah menyerap kosa kata dan pola bahasa yang dipelajari.

Sebagai contoh, Bun, anak kecil saja bila menonton kartun berbahasa inggris lambat laun tak akan asing bahkan mulai berani berbicara dalam bahasa Inggris. Nah, mengutip Very Well Family, sekitar 12 persen anak di atas usai 5 tahun merupakan bilingual atau bisa berbicara dalam dua bahasa.

Sebuah penelitian menunjukkan, mengajarkan anak dalam dua bahasa jauh lebih mudah jika dilakukan sejak dini. American Speech-Language-Hearing Association menjelaskan ada beberapa keuntungan mengajarkan dua bahasa kepada anak. Mulai dari bisa belajar kata-kata baru dengan cepat, meningkatkan kemampuan mempelajari informasi baru, lebih mudah menyelesaikan masalah, serta punya keterampilan mendengarkan lebih baik.

Sebagai panduannya, berikut ini cara yang tepat yang dapat Bunda lakukan untuk mengajarkan dua bahasa pada anak.

Perdengarkan Suara-suara yang Unik ya Bun

Pada usia dua atau tiga tahun, anak biasanya sedang dalam proses mengenali pola bicara, Bun. Untuk itu cobalah untuk mengajarkan dua bahasa padanya dengan suara-suara yang unik. Di usia tersebut, mereka dengan mudah lebih mengenali suara. Selain itu, menurut Francois Thibaut, Director of the Language Workshop for Children, di New York City, Anda bisa mengajarkan mereka dengan cara memperdengarkan musik lho.

Usahakan Bunda Menciptakan Lingkungan Belajar yang Santai Untuknya

Thibaut mengatakan, cara terbaik untuk mengajarkan bahasa baru pada anak adalah dengan membiarkannya mendengarkan percakapan seseorang yang sudah lancar berbahasa tersebut. Kelak secara alami ia akan mencoba untuk bicara juga. Apalagi anak yang berusia 2 atau 3 tahun juga suka meniru apa yang mereka dengar.

Namun pastikan Bunda dan pasangan pun juga sudah fasih berbicara dengan bahasa yang ingin diajarkan pada anak ya Bun. Hal itu untuk memudahkan si kecil memahami arti dari kata-kata dan frasa yang pendek yang Bunda ucapkan.

Ajarkan Kata Demi Kata

Jika tidak ingin melakukan pelajaran formal kepada anak, Bunda bisa memperkenalkan dasar-dasar bahasa tersebut dengan menunjukkan suatu benda memiliki dua bahasa. Manfaatkan kartu-kartu permainan yang punya dua bahasa dilengkapi dengan gambar. Selain itu, Bunda juga bisa menggunakan video-video tutorial untuk mengajarkan dua bahasa pada anak di YouTube. Jangan lupa untuk terus mengulang pelajaran tersebut sesering mungkin, agar anak cepat memahami.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengajarkan si kecil lebih dari satu bahasa. Kunci terpenting, Bunda dapat mengajarkan si kecil belajar bahasa asing sebagai bahasa kedua setelah ia menguasai banyak kosakata dari bahasa ibu, ya Bun. Dengan begitu anak tidak kesulitan membedakan kosakata dari bahasa ibu dengan kosakata dari bahasa asing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Mainan Anak

Anak Masa Kini Sudah Kecanduan Gadget, Inilah 12 Cara Menghilangkan anak kecanduan gadget

Sumber : TodayParents

Gadget saat ini merupakan sebuah benda yang tidak bisa terpisahkan dari aktifitas sehari-hari. Bagaimana tidak? Kemana pun pergi gadget selalu dibawa, apa pun yang ada selalu bisa diakses dengan gadget.

Sehingga tak heran jika anak-anak masa kini pun sudah mulai kenal yang namanya gadget ini. Tidak hanya itu saja, melainkan banyak anak yang sudah kecanduan untuk memakai gadget untuk keperluan berbagai hal.

Memang pada dasarnya anak boleh diperkenalkan kepada gadget, tetapi tentu tidak berlebihan dan tidak terlalu jauh mengenalnya. Hal itu sangat tidak baik untuk perkembangan pemikiran anak kedepannya, karena jika sudah kecanduan akan sulit untuk terlepas.

Banyak hal memang yang bisa dipelajari untuk anak dari gadget, seperti hafalan doa-doa, lagu anak-anak, permainan yang moderen untuk anak, dan satu lagi melatih anak supaya mengenal teknologi baru serta tidak gaptek.

Tetapi, perlu orang tua ketahui bahwa dalam gadget tersebut terdapat hal-hal yang negatif yang tentunya tidak baik jika anak terlalu lama dibiarkan bermain gadget. Terlebih jika dia sudah kecanduan, maka akan semakin sulit untuk diatasi karena gadget sudah merupakan teman baginya.

Jika anda memiliki anak yang sudah mengalami kecanduan gadget, maka jangan hanya tinggal diam, melainkan carilah cara atau panduan untuk menghilangkannya. Sebab itu sangat tidak baik untuk kemajuan cara berpikir anak.

Sedangkan kita tahu bahwa anak adalah aset yang harus dijaga karena merupakan titipan dari Tuhan. Untuk anda yang mungkin sedang mengalami permasalahan tentang anak yang kecanduan gadget, maka berikut ini adalah tips untuk menghilangkan kecanduan tersebut.

10 cara menghilangkan anak kecanduan gadget

Jika seorang anak sudah mulai kecanduan gadget akan berdampak negatif karena kemana pun ia pergi tentu tidak bisa lepas dari gadget tersebut, bahkan makan pun bisa jadi akan dibawa. Selain itu, saking asiknya bermain gadget maka anak akan lupa untuk belajar, bergaul dengan teman, dan akan malas untuk pergi ke sekolah.

Mengapa tidak? Dalam gadget ada banyak hal yang membuat anak anda merasa betah, apalagi jika sudah banyak game-game yang seru, tentu mereka akan lebih memilih duduk di rumah bermain gadget. Tentu anda tidak mau stres karena anak anda kecanduan gadget bukan? Maka lakukanlah tips berikut ini.

1. Berikan batasan waktu kepada anak

Anda bisa memberikan batasan waktu kepada anak anda untuk bermain gadget. Anda dalam hal ini harus tegas dan jangan membiarkan anak anda terlalu asik bermain gadget. Apabila anda membiarkan anak anda, maka yang ada akan semakin kecanduan, terlebih lagi jika gadget yang anda berikan mendukung banyak game-game dan fitur-fitur lain yang mumpuni. Maka anak anda akan sulit untuk terlepas dari gadget tersebut.

2. Berikanlah mainan alternatif

Berikanlah mainan alternatif seperti boneka atau mobil-mobilan. Pada dasarnya cara ini kurang efektif, tetapi setidaknya anak anda masih memiliki beberapa pilihan mainan yang bisa untuk dimainkan. Selain itu, jika anda memang melihat banyak kawan di luar rumah, biarkanlah dia bermain dengan mereka asalkan tidak berbahaya.

3. Luangkan waktu anda untuk anak

Apabila anda menginginkan si anak tidak kecanduan gadget maka ada baiknya anda meluangkan waktu untuk bermain bersama anak. Perlu anda ketahui salah satu alasan mereka memilih bermain gadget karena merasa kesepian dan kurang perhatian dari orang tuanya. Oleh karena itulah, jangan sibuk bekerja melulu tetapi luangkan waktu untuk si kecil.

4. Biarkan anak anda bermain di luar

Pada umumnya orang tua tidak menginginkan si kecil bermain di luar rumah. Memang mereka memiliki tujuan baik yakni ingin melindungi anak dari berbagai hal yang buruk yang akan menimpanya. Seperti misalnya ajakan dari teman-temannya yang kurang baik, bicara yang kurang baik, takut bajunya kotor dan masih banyak yang lain. Namun ada baiknya anda memberi kesempatan walau hanya sedikit untuk bermain di luar rumah supaya tidak kesepian dan pastinya bisa sejenak terlupa dengan gadget.

5. Batasi pengunaan jaringan internet di rumah

Pada dasarnya bukan hal yang baru lagi jika para orang tua memasang koneksi internet di rumahnya yang membuat mereka akan mudah dalam mengakses internet. Namun perlu anda ketahui bahwa hal itu juga yang dapat menyebabkan anak anda kecanduan gadget. Sambungan internet yang mudah mereka dapatkan akan mendukung aksi mereka untuk semakin mencintai kehidupan dunia maya. Maka tak heran jika anak anda akan indifidualis mengurung diri di kamar bermain internet. Maka dari itulah anda patut untuk membatasi penggunaan jaringan internet di luar kebutuhan anda.

6. Sibukan waktu kegiatan anak

Semakin banyak waktu yang dimiliki oleh anak maka akan semakin banyak peluang untuk merasa bosan. Ketika sudah bosan maka anak akan cenderung memilih untuk bermain gadget. Dari situlah anak akan merasa kecanduan dan sulit untuk lepas. Maka tidak ada salahnya anda memberi kesibukan yang bermanfaat untuk anak anda seperti: les bernyanyi, les piano, les bahasa inggris dan lain sebagainya.

7. Diskusikan pada anak-anak anda

Cara yang paling efektif untuk menghilangkan kecanduan gadget adalah mendiskusikan kepada anak-anak anda. Jelaskan pada anak anda mengapa anda membatasi penggunaan gadget, katakan padanya bahwa hal itu dilakukan semata-mata untuk kebaikan mereka. Selain itu, berikanlah pemahaman yang logis kepada mereka jika sudah kecanduan dengan gadget maka akan banyak dampak yang ditimbulkan, seperti: insomia, indifidual yang nantinya akan menyulitkan kehidupannya dimasa yang akan datang.

8. Ajaklah anak untuk bermain mengenali alam semesta

Ketika anda sudah tidak ada pekerjaan di kantornya maka tidak ada salahnya untuk mengajak anak-anak anda untuk jalan-jalan di waktu sore hari. Tentu dengan menikmati pemandangan yang indah disekitar rumah atau dimana saja yang dirasa indah ketika sore tiba. Dengan begitu mereka akan sejenak lupa dengan gadgetnya, karena asik menikmati pemandangan alam yang sangat menyenangkan.

9. Berikanlah spirit atau reword kepada anak anda

Berikanlah motifasi kepada si anak ketika bisa berhasil untuk mengurangi jumlah frekuensi bermain gadgetnya. Berikanlah hadiah secara bertahap, sehingga anak anda akan memiliki keinginan kuat untuk tidak terlalu intens bermain gadget.

10. Ajaklah anak anda untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya

Bisa jadi anak bermain gadget karena tidak ada aktifitas bermain dengan teman yang menyenangkan dengan teman sebayanya. Maka dari itulah orang tua perlu mengajak anak untuk bermain kepada teman sebayanya, anda bisa mengundang teman-temannya untuk ke rumah atau bisa mengajaknya untuk berkunjung ke rumah sahabatnya di sekolah. Dengan banyak teman maka dia akan memiliki kesibukan baru dan bisa lupa dengan gadgetnya.

11. Anak itu peniru yang ulung, maka berikan contoh

Anak adalah peniru yang ulung, dia bermain gadget karena meniru orang tuanya. Maka sebaiknya orang tua perlu memberikan contoh dengan tidak bermain gadget di depan anak. Sisihkan ponsel, tablet, dan laptop Anda selama beberapa jam setiap harinya. Kemudian, libatkan diri dalam bentuk hiburan alternatif dan habiskan waktu bersama keluarga serta anak-anak.

12 Perhatikan konten prioritaskan program-program pendidikan

Sampai anak-anak berusia 9 tahun, akses mereka ke internet masih harus sepenuhnya dikendalikan orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus mencoba memprioritaskan program-program pendidikan dan situs yang bisa membantu pertumbuhan beragam skill anak.

Demikianlah pembahasan tentang cara menghilangkan anak kecanduan gadget. Semoga dapat bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top