Parenting

Supaya Si Kecil Terlatih Bersyukur, Pakai Cara-cara Ini Bun

pexels-photo-1660234

Punya balita yang sudah memasuki usia sekolah tentu menyenangkan. Tantangan dalam membesarkannya jauh lebih berat lagi pastinya. Selain belajar membaca, menulis, dan berhitung, si Kecil juga perlu mendapatkan pendidikan karakter yang baik ya Bun. Salah satunya adalah mengajarinya untuk lebih bersyukur.

Apalagi saat ia sudah berada di lingkungan sekolah, pasti dirinya akan dihadapkan dengan berbagai perbedaan fisik dan latar belakang. Hal ini bisa membuat ia membandingkan diri dengan teman-temannya, Bun. Itu sebabnya, ketika ia sudah aktif sekolah,

Bunda mulai mencari tahu cara mengatasi masalah ini di berbagai forum. Berikut beberapa cara agar si Kecil lebih mudah bersyukur.

Biasakan Ucapkan Terima Kasih

Bun, di usia empat tahun ke atas, kemampuan bicara si Kecil umumnya sudah berkembang pesat. Untuk itu, manfaatkan momen ini untuk membiasakannya mengucapkan kata “terima kasih”. Selain mengajarkannya sopan santun, tanpa disadari, cara ini juga bisa membantu si Kecil untuk lebih bersyukur terhadap segala keadaan lho Bun.

Dorong si Kecil untuk Mau Berbagi pada Sesama

Di usianya yang sekarang, mengajarkan si Kecil untuk berbagi memang gampang-gampang susah, Bun. Bahkan ada Bunda yang kesulitan ketika mengajak si Kecil menyumbangkan mainannya yang sudah tidak terpakai. Hal ini sebenarnya sangat wajar terjadi, karena anak seusianya belum mengerti perbedaan antara berbagi dan menyerahkan kepemilikan barangnya.

Itu sebabnya, Bunda harus memulainya dengan menasehati si kecil dengan halus dan beri ia pengertian bahwa masih banyak anak lain yang tidak mampu membeli mainan di luar sana.

Jelaskan Padanya Kalau Tiap Keluarga punya Aturan yang Berbeda

Mungkin ada kalanya nanti si kecil iri dengan temannya. Ada temannya yang punya waktu bermain lebih banyak, ada temannya yang sudah diizinkan membawa gawai, dan semacamnya. Bun, kalau begini, cobalah jelaskan bahwa setiap keluarga memiliki aturan yang berbeda-beda. Berikan pengertian bahwa kebiasaan main yang berlebihan itu belum tentu baik, atau membawa gawai seusianya tak akan membawa manfaat yang baik. Berikan saja pengertian yang bisa dipahami dengan mudah oleh si kecil.

Ciptakan Waktu yang Berkualitas saat Bersama si Kecil ya Bun

Saat senggang, Bunda  bisa mengajak si Kecil melakukan aktivitas seru, seperti berenang, membuat kue, atau mengunjungi rumah Nenek. Cara ini bisa mengajarkan si Kecil bahwa waktu berkualitas bersama orang tersayang lebih berarti ketimbang hadiah material seperti mainan.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Kakek – Nenek Lebih Sayang Cucu Daripada Anak Sendiri, Mengapa demikian?

polasuhkakeknenek

Nenek dan kakek terkadang terlihat lebih sayang pada cucu dibanding anaknya sendiri. Itulah sebabnya anak-anak betah berada di rumah nenek dan kakeknya.

Nenek dan kakek cenderung memanjakan anak yang terkadang menurut kita terlalu berlebihan. Padahal beliau tidak begitu saat mengasuh kita ketika kecil. Apa ya, alasannya?

Mereka tidak terlibat langsung dalam pengasuhan

Kakek dan nenek biasanya tidak menghadapi anak rewel yang membuatnya emosi dan anak-anak juga tidak merasakan kemarahan dari mereka. Itulah sebabnya hubungan nenek-kakek dan cucu terlihat sangat manis.

Kesempatan untuk melakukan hal yang lebih yang mereka tidak bisa berikan pada anak dulu

Di usia tuanya, mereka mengingat cara asuh mereka yang kurang menunjukkan kasih sayang pada kita di masa lalu, ia ingin memperbaiki kegagalan itu.

Itulah sebabnya mereka menjadi lebih perhatian, lebih cinta, dan lebih peduli kepada anak dari anaknya. Mereka merasa harus memberikan hal yang lebih yang mereka tidak bisa berikan pada anak-anaknya sendiri di masa lalu melalui cucunya.

Cucu mewarisi lebih banyak gen nenek ketimbang kakek

Salah satu teori genetika meyakini bahwa keterikatan nenek dengan cucu yang lebih besar daripada keterikatan kakek dengan cucu disebabkan oleh kromosom X.

Sebanyak 25% kromosom X di DNA cucu laki-laki maupun perempuan berasal dari nenek. Sementara kromosom X nenek dari pihak ayah hanya menurun kepada cucu perempuan dan tidak kepada cucu laki-laki.

Teori lain yang dinamai “paternal uncertainty” menyebut bahwa hubungan DNA itu menyebabkan nenek dari pihak ibu punya perasaan lebih kuat kepada cucu mereka. Dampaknya, nenek menjadi lebih intens berperan dalam pengasuhan anak hingga dewasa dibanding kakek atau ayah–sebab kakek dan ayah tidak punya ikatan yang lahir dari proses melahirkan anak.

Jika Anda percaya teori tersebut, inilah yang menjelaskan mengapa ikatan matrilineal (garis keturunan ibu) sangat kuat bergenerasi-generasi.

Dibanding Kakek dan nenek, siapa yang banyak menghabiskan waktu dengan cucunya?

Menurut studi genetika, seorang nenek mewariskan seperempat DNA mereka kepada cucunya. Kita mewarisi gen kakek-nenek kita, tapi, menurut ilmuwan, gen nenek dari pihak ibu lebih banyak memengaruhi.

Nenek dari pihak ibu memiliki ikatan yang lebih kuat dengan cucu dibanding antara kakek dan cucu karena nenek melahirkan ibu, dan ibu melahirkan kita. Di banyak keluarga, nenek dari pihak ibu punya bawaan untuk merasa lebih bertanggung jawab atas cucu mereka.

Itulah alasan mengapa banyak nenek dari pihak ibu banyak menghabiskan waktu dengan cucunya. Ini bukan semata alasan psikologis, melainkan juga genetis. Gen nenek dari pihak ibu ada lebih banyak di dalam tubuh kita ketimbang gen dari kakek.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Khawatir Bayi Umur Setahun Belum Tumbuh Gigi ?

gigibayi

Pertumbuhan gigi menjadi salah satu milestone pada bayi yang ditunggu-tunggu oleh orang tua. Tumbuh kembang tiap bayi memang bervariasi, pun soal kapan gigi pertamanya muncul. Ada yang cepat, ada juga yang lambat. Bahkan pada beberapa bayi, gigi belum juga muncul hingga lewat ulang tahunnya yang pertama. Normalkah?

Rata-rata gigi bayi akan mulai tumbuh di usia 5 hingga 12 bulan. Dua gigi depan bawah (gigi seri tengah bawah) biasanya yang pertama muncul, diikuti oleh dua gigi depan atas (gigi seri tengah atas).

Bila sudah lewat dari 13 bulan si gigi belum juga muncul, maka pertumbuhannya bisa dikatakan terlambat. Pada kebanyakan kasus, pertumbuhan gigi yang terlambat tak perlu dikhawatirkan. Namun ada banyak faktor penentu pertumbuhan gigi yang terlambat.

Apa sih yang jadi penyebab gigi tumbuh terlambat?

1. Faktor keturunan, pertumbuhan gigi yang terlambat bila salah satu atau kedua orang tuanya juga

Telat tumbuh gigi bisa menurun di dalam keluarga. Anak akan memiliki kecenderungan genetik untuk mengalami pertumbuhan gigi yang terlambat bila salah satu atau kedua orang tuanya juga mengalami hal yang serupa.

2. Kurang gizi juga bisa membuat pertumbuhan gigi terlambat

Pertumbuhan gigi yang terlambat juga bisa disebabkan karena kekurangan gizi. Pada kasus ini, telat tumbuh gigi menjadi salah satu dari banyaknya gejala malnutrisi pada bayi. Bayi yang telat tumbuh gigi karena malnutrisi biasanya juga menampakkan gejala lain, seperti lemas, berat badan rendah, dan tinggi badan kurang.

Hal ini dapat terjadi karena pemberian ASI (air susu ibu) yang tidak memadai dan suplementasi yang rendah dari susu formula bayi. Bayi membutuhkan vitamin A, C, dan D serta kalsium dan fosfor. Kekurangan vitamin atau mineral, terutama vitamin D dan kalsium, dapat menyebabkan pertumbuhan gigi terlambat.

3. Hipotiroidisme

Tumbuh gigi yang terlambat juga dapat terjadi akibat hipotiroidisme. Hipotiroidisme merupakan suatu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon tiroid.

Bayi dengan kelenjar tiroid yang kurang aktif akan mengalami sejumlah masalah perkembangan. Tanda-tanda hipotiroidisme antara lain kelelahan, lemas, sakit kepala, dan kekakuan pada sendi. Khususnya pada bayi, hipotiroidisme dapat memunculkan gejala lain seperti keterlambatan berjalan, keterlambatan bicara, kelebihan berat badan dan terlambat tumbuh gigi.

Kapan orang tua harus khawatir?

Jika bayi berusia 13 bulan masih belum menampakkan gigi pertamanya dan Bunda telah memastikan bahwa telat tumbuh gigi tidak ada dalam riwayat keluarga, sebaiknya berkonsultasilah dokter anak. Dokter anak dapat menentukan apakah masalah tumbuh gigi disebabkan oleh gizi buruk, hipotiroidisme atau penyebab lainnya.

Bunda akan mendapatkan rujukan ke dokter gigi anak jika bayi Bunda masih tak memiliki gigi hingga ia berusia 18 bulan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Kenali Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah Susah Makan pada Anak

anaksusahmakan

Proses memberikan makan kepada anak bukan perkara mudah. Salah satu tantangan yang acapkali dihadapi adalah anak susah makan.

Jenis – jenis masalah makan pada anak yang perlu orang tua ketahui

Masalah makan dapat diklasifikasikan menjadi inappropriate feeding practice, small eaters, dan parental misperception.

Inappropriate feeding practice

Merupakan masalah makan yang disebabkan oleh…

Untuk membaca artikel dari Sayangianak Extra ini, silakan isi data dibawah. Sayangianak akan mengirimkan konten ini ke email kamu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top