Parenting

Sopan Santun Penting Dimiliki Anak, Pastikan 16 Cara Mendidik Anak Bersikap Sopan Santun Anda Ajakarkan padanya

pexels-photo-1913447

Sopan santun merupakan sesuatu yang mahal. Pasalanya semakin lama sikap sopan santun terutama pada anak-anak semakin berkurang.  Pendidikan anak dalam keluarga adalah yang paling utama untuk mengajarkan sopan santun.

sopansantunpadaanak

Bagaimana cara mengajarkan anak sikap sopan santun ? Ini dia 20 cara mendidik anak bersikap sopan santun.

1. Mengajarkan sopan santun pada anak harus dimulai sejak dini

Saat anak Anda masih balita mulailah untuk menunjukkan bagaimana bersikap sopan santun agar tertanam kuat dibenaknya. Usia sekitar 2 atau 3 tahun anak harus dibiasakan melihat orang tuanya bersikap baik dan santun.

2. Pendidikan yang paling efektif adalah dengan contoh dan teladan di rumah maka berikan Contoh Yang Baik

Anda hanya bermimpi jika ingin melihat anak bersikap manis dan sopan santun jika Anda sendiri tidak bersikap demikian. Pendidikan yang paling efektif adalah dengan contoh dan teladan di rumah. Sejak kecil ajarkan anak Anda dengan sikap sopan santun dengan contoh Anda sendiri. Tanpa perlu berkata-kata pun anak akan melihat sendiri bagaimana seharusnya bersikap, apalagi jika masih balita, mungkin dengan kata-kata anak tidak terlalu faham. Jadi, mulailah bersikap sopan santun dan menjadi orangtua yang memberikan teladan.

3. Terima kasih, Tolong Dan Maaf, Ini adalah tiga kata kunci dasar dalam bersikap sopan santun.

Biasakan di rumah jika meminta sesuatu pada anak Anda dengan menggunakan kata “tolong”. Jika melakukan salah, kecil apalagi besar, sengaja ataupun tidak, gunakanlah kata “maaf”. Jangan lupa gunakan kata “terima kasih” jika anak melakukan sesuatu untuk Anda.

Tidak sulit bukan, tapi itu akan sangat berpengaruh bagi anak Anda. Ajarkan juga kata-kata lain seperti permisi, ucapan salam dan lainnya, cara mendidik anak dengan membiasakan kata-kata dan bahasa seperti itu cukup efektif bagi anak.

4. Melatih sikap sopan santun mereka dengan belajar sambil bermain sandiwara

Jika Anak Anda masih kecil, ajaklah dia bermain peran. Anak biasanya akan suka bermain peran dengan teman sebayanya. Libatkan diri Anda dan gunakan kesempatan ini untuk melatih sikap sopan santun mereka. Misalnya latihan berperan sebagai tamu dan tuan rumah secara bergiliran dengan anak, ajaran cara menjadi tamu yang santun, ajarkan juga anak cara menjadi tuan rumah yang baik.

5. Terpenting adalah jangan pernah lelah mengingatkan, latihlah dengan konsisten

Namanya juga anak-anak, mereka masih sering lupa dan tak cukup diajarkan sekali untuk bersikap sopan santun. Jangan marahi mereka, ingatkan dengan lembut, ajarkan anak dengan penuh cinta.  Dan yang terpenting adalah jangan pernah lelah mengingatkan mereka, jangan sekali-kali memaklumi karena nanti orang tua tidak konsisten di mata anak.

6. Ajarkan santun dan kesopanan Lewat Cerita

Ada dua hal yang biasanya tidak ditolak oleh anak, yaitu cerita dan musik (lagu). Pilihlah buku-buku cerita atau dongeng yang baik untuk dibacakan pada anak Anda. Mereka akan mengenal karakter yang santun dalam cerita tersebut dan akan meresap ke dalam hatinya.

7. Jangan pernah menjadikan lelucon atas setiap sikap kurang sopan anak

Kenapa demikian? karena itu hanya akan membuat anak sulit untuk memahami arti sopan santun. Apalagi jika anak Anda masih kecil atau balita, setiap perbuatannya yang salah harus diingatkan dengan lembut, jangan dijadikan bahan tertawaan karena anak akan menganggap perbuatannya adalah hal lucu.

8. Berikan perhatian pada buah hati Anda sesibuk apapun Anda di rumah

Kadang Anak melakukan hal-hal atau sikap yang dinilai kurang santun karena untuk menarik perhatian  Anda sebagai orang tua. Karena itu berikan perhatian pada buah hati Anda sesibuk apapun Anda di rumah.

9. Jika anak bersikap baik dan sopan, berikan pujian namun tidak usah terlalu berlebihan

Tidak adil rasanya jika anak terus diingatkan tentang kesalahannya, sementara dia tidak mendapatkan sesuatu atas keberhasilannya. Jika anak bersikap baik dan sopan, berikan pujian namun tidak usah terlalu berlebihan, seperti ucapan “Wah pintar anak Mamah”. Atau jika perlu berilah anak imbalan berupa makanan atau minuman kesukaannya.

10. Sabar, ajari anak Anda dengan telaten dan jangan marah-marah

Mengajarkan sopan santun harus terus dilakukan dengan konsisten dan penuh kesabaran. Mungkin anak butuh waktu yang tidak sebentar, seminggu atau dua minggu tidak akan cukup. Ajari anak Anda dengan telaten dan jangan marah-marah jika anak masih mengulangi perbuatannya.

11. Kenalkan dengan nilai moral dalam Agama sangat penting untuk perkembangan kepribadian anak 

Bagaimanapun Agama merupakan pilar yang sangat penting bagi semua manusia. Kenalkan Anak Anda dengan Agama sejak dini, nilai-nilai moral dalam Agama sangat penting untuk perkembangan kepribadian anak saat ia besar nanti.

12. Berbicara dengan halus dan libatkan mereka dalam percakapan dengan memberi contoh cara berbicara yang sopan

Jangan terbiasa berteriak-teriak biarpun di rumah, anak-anak akan mengikuti kebiasaan ini.  Ingat, Berbicara dengan anak harus mendekat dan bukan seperti Tarzan berteriak, ini bukan hutan.  Misalnya di meja makan ajarkan mereka berbicara dengan suara perlahan, libatkan mereka dalam percakapan dengan memberi contoh cara berbicara yang sopan.

13. Ketika bertemu orang, ajarkan supaya mereka tersenyum, menatap mata dan memberi salam

Ajarkan anak-anak untuk tidak menjadi pemalu. Bila ada teman atau kerabat orang tua mereka yang belum mereka kenal datang berkunjung ke rumah, ajarkan supaya mereka tersenyum, menatap mata dan memberi salam dengan menyebutkan nama mereka. Anda dapat melatih anak-anak dengan mengadakan sandiwara kecil seolah-olah Anda menjadi tamu di rumah itu. Beritahu anak-anak bahwa sikap sopan santun membantu kita menjalin hubungan dengan orang lain.

14.Tanamkan pada anak untuk selalu memilih kata-kata yang pantas

Anak-anak gampang meniru kata-kata yang mereka dengar dari orang lain, teman di sekolah atau teve. Tanamkan dalam diri mereka kebiasaan untuk selalu memilih kata-kata yang pantas dan menghindari kata-kata yang tidak pantas.  Selain memberikan penjelasan, mungkin Anda dapat memberi mereka peraturan, setiap kali mereka memakai kata kata tidak pantas, maka anak akan kena denda satu rupiah dari uang saku mereka.

15. Ajarkan Memanggil Nama

Cobalah membiasakan memanggil nama ketika berinteraksi dengan temannya. Namun tentu saja, dengan cara yang hangat. Anak-anak juga akan belajar sopan santun dengan bicara menyertakan namanya, misal, “Ayah, bolehkah Ade…” atau “Bu, apakah ibu ijinkan Ade..”. Kendati sesekali permintaan anak sedikit mendesak atau memaksa, orangtua pasti akan lebih terkesan dengan kata-kata yang sopan.

16. Lakukan Koreksi secara Sopan dan lembut, bukan marah

Ketika  anak membuat sebuah kebodohan atau kesalahan, jaga intonasi dan suara tetap terkontrol. Tetap upayakan kontak mata dan letakkan tangan di bahunya sembari menasihati. Gestur ini merefleksikan jika Anda mengoreksi anak karena kepeduliannya. Dan, bukan karena marah.

Kesopanan yang diperlihatkan pada anak akan menunjukkan betapa berharganya anak di mata orangtua. Dan, orangtua ingin anak belajar dari kesalahannya serta selalu mendengarkan nasihat orangtua.  Kelak, anak juga akan menjadi orang dewasa yang dapat menghormati dan menghargai orang lain.

Jadi, pernahkah Anda perhatikan mengapa anak-anak bisa menjadi anak yang sopan? Alasannya, karena mereka dibesarkan di lingkungan yang memberikan mereka kesopanan.

 

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Sopan Santun Penting Dimiliki Anak, Pastikan 16 Cara Mendidik Anak Bersikap Sopan Santun Anda Ajakarkan Padanya | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Bun, Meminta Tolong Si Kecil Pergi Ke Warung Membawa Banyak Manfaat Loh

brunette-child-daylight-2774383

Biasanya, saat sedang sibuk di dapur, sebagai ibu kadang kita melibatkan si kecil untuk membelikan bumbu dapur ke warung ya Bun. Pekerjaan semacam ini kelihatannya sepele. Bahkan mungkin dulu saat Bunda masih kanak-kanan, Bunda juga pernah mengalaminya.

Tapi tahukah Bun, ternyata aktivitas ini membawa banyak manfaat nih Bun. Menurut laman Sahabat Keluarga – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyuruh anak ke warung memiliki 6 manfaat, apa saja?

Si Kecil dapat Melatih Keberaniannya

Umumnya, anak akan merasa takut untuk pergi keluar rumah kecuali bila ia dipanggil oleh teman-temannya. Sementara dengan menyuruhnya pergi ke warung, hal ini bisa menjadi salah satu trik guna melatih si kecil yang lebih berani.

Mungkin bila awalnya si kecil takut, Bunda bisa mengantarnya sampai ke dekat warung baru kemudian di permintaan selanjutnya, Bunda hanya perlu mengantarnya sampai depan rumah saja. Dalam proses ini memang butuh kesabaran guna melatih keberanian si kecil, tapi ingat, tak perlu sampai memarahinya ya Bun.

Ternyata Bisa Melatih Daya Ingat Juga nih Bun

Bun, selain melatih rasa berani si kecil, dengan meminta tolong si kecil pergi ke warung juga mampu melatih daya ingatnya. Saat Bunda misalnya menyampaikan apa saja yang harus dibeli, maka dengan seksama ia akan menyimak dan mengingat pesan Bunda.

Tapi bila pesanan Bunda terlupa, tak perlu kecewa atau marah ya. Tetap maklumi atau mungkin saja memang ada kesalahan yang terjadi saat transaksi atau saat penjual memasukkan belanjaan ke kantung. Atau, cara terbaik lainnya adalah berikan catatan pada si kecil guna meminimalisir kesalahan.

Melatihnya Memberikan Tanggung Jawab Sedari Dini

Saat memintanya untuk pergi ke warung dengan sederet catatan kebutuhan bumbu dapur atau semacamnya, aktivitas ini berguna untuk melatih tanggung jawabnya, Bun. Bagaimanapun ia pasti akan mempertanggungjawabkan agar pesanan yang diminta dan diamanahkan orangtuanya bahkan mengupayakan agar berhasil mendapatkan barang tersebut.

Juga Melatihnya untuk Belajar Menyampaikan Pesan

Manfaat lain yang didapat adalah melatihnya berkomunikasi dan belajar menyampaikan pesan kepada orang lain. Anak akan berkomunikasi dengan Bunda sebagai pihak yang memberikan instruksi sehingga ia akan berusaha memperhatikan barang yang akan kita pesan.

Selanjutnya, si kecil juga akan berlatih berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada penjual. Mulai dari memberi salam hingga menyampaikan apa saja yang dibutuhkan. Tentunya ada anak yang mampu berkomunikasi dengan baik dan lancar, namun ada juga sebaliknya.

Tapi dengan seringnya Bunda menyuruh anak, maka frekuensi berkomunikasi mereka semakin banyak, serta dapat mengurangi rasa malu, takut, dan menambah percaya diri.

Sekaligus Membiasakannya agar Terbiasa Berhitung

Keuntungan lainnya dari menyuruh anak ke warung adalah melatih untuk berhitung. Terutama jika uang yang Bunda beri ternyata kelebihan, ia akan belajar tak hanya bertanggung jawab pada belanjaannya, tapi juga pada uang serta kembalian yang diterima guna memastikan jumlahnya benar.

Namun dari manfaat yang sudah terlihat, pastikan dulu Bunda menunjuk warung atau toko di sekitar rumah ya Bun. Jadi memang tidak jauh, kondisi jalan aman, serta anak memang sudah bisa diberi kepercayaan ketika usianya sudah cukup matang guna meminta tolong.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Sopan Santun Penting Dimiliki Anak, Pastikan 16 Cara Mendidik Anak Bersikap Sopan Santun Anda Ajakarkan Padanya | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Hindari Ucapan yang Bisa Membuat Percaya Diri Anak Menurun, Bun

baby-boy-child-1361766 (2)

Orangtua yang sedang emosi dengan perilaku si kecil mungkin sering lupa dengan ucapan yang terlontar dari mulutnya. Bahkan tanpa disadari, ucapan orangtua bisa saja menyakiti bahkan mempengaruhi harga diri si kecil, Bun.

Linda Bress Silbert, Ph.D dan Alvin J Silbert, Ed.D, yang merupakan founder STRONG Learning Centers, New York, mengatakan kendati ada keluarga dan teman sebaya, sejatinya ucapan orangtua tentu membawa pengaruh besar terhadap anak-anak.

Jadi, orang tualah yang membantu anak-anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Lantas bagaimana caranya? Silbert mengatakan, cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mendukung dan menerimanya sepenuh hati, Bun. Bukan justru merendahkannya.

Hindari ucapan bahwa dia tidak cukup kuat, tidak cukup tampan, atau tidak cukup pintar untuk melakukan sesuatu. Kata-kata dan tindakan Bunda bisa mencegah harga diri anak tumbuh. Karenanya, Silbert mengatakan sebaiknya orang tua membiarkan anak tahu kalau Bunda berpikir dia hebat.

“Anda mungkin tidak menyadari betapa pentingnya untuk menyadari bagaimana Anda berbicara dengan anak,” kata Silbert mengutip bukunya yang berjudul Why Bad Grades Happen to Good Kids; What Parents Need to Know, What Parents Need to Do.

Guna meningkatkan harga diri si kecil, sampaikan pesan dengan lebih hati-hati lagi, Bun. Termasuk saat mereka mengamati wajah dan suara ortu, juga bahasa tubuhnya saat berbicara.

“Anak bisa saja menangkap pesan yang berbeda,” ujar Silbert.

Menurut Silbert, apabila anak-anak percaya orang penting mereka yakni orang tuanya menghargai mereka, mereka pun merasa layak dihargai. Faktor ini sangat penting dalam perkembangan emosional dan keberhasilan sekolah anak-anak, Bun.

“Persepsi anak-anak didasarkan pada firasat, pendapat, gerak tubuh, dan hal-hal lembut lainnya. Anak-anak sangat subyektif dengan tindakan. Karena itu, kita perlu memastikan bahwa kita tidak sengaja mengirimi mereka pesan yang tidak diinginkan,” kata Silbert.

Brynn Burger, seorang ibu yang juga berprofesi sebagai guru pernah mengatakan orang tua yang membesarkan anak-anaknya dengan cara ekstrem hanya membuat masa dewasanya menuju ke jurang kehancuran, Bun. Sebab, yang diperlukan anak-anak adalah sikap positif dari orang tua dan sesuai untuk anak-anak.

“Ketika kita menjadi orang tua, kita tidak menerima instruksi manual atau penjelasan tentang apa yang diharapkan dari setiap anak. Setiap anak, bahkan di rumah yang sama, mungkin memerlukan hal-hal yang berbeda dari orang tua yang berbeda, dan ini bisa sulit diarahkan,” kata Brynn dilansir Addidutemag.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Sopan Santun Penting Dimiliki Anak, Pastikan 16 Cara Mendidik Anak Bersikap Sopan Santun Anda Ajakarkan Padanya | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Pentingnya Kenalkan Puasa Arafah Sedari Dini pada Si Kecil

adult-baby-child-1776135 (1)

Sudahkah si kecil diajarkan berpuasa? Tentu jadi kabar baik bila buah hati Bunda sudah mau belajar untuk berpuasa. Namun jangan berkecil hati juga bagi para Bunda yang mungkin pada dua bulan lalu berhasil mengajak si kecil puasa Ramadhan, nah kali ini tak ada salahnya memperkenalkan puasa Arafah ke mereka.

Ya, sehari jelang perayaan Hari Raya Idul Adha, umat Muslim memang disarankan untuk menjalankan puasa Arafah, tepat pada tanggal 9 Zulhijah. Melansir laman NU Online, puasa Arafah ini memiliki keutamaan yang begitu besar.

Menurut hadis yang diriwayatkan HR Muslim, puasa ini masuk ke dalam sunah muakkad. Sedangkan menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat Lc, MA puasa memiliki keistimewaan tersendiri, Bun yakni dapat menggugurkan dosa setahun yang lalu plus menjaga untuk tak melakukan dosa setahun yang akan datang.

Lebih jauh lagi, sudah jadi tanggung jawab orangtua juga mengajari anak-anak agar tergugah untuk berpuasa. Pelan-pelan saja Bun.

Mengutip HaiBunda, Ustazah Aini Aryani, LC, yang menegaskan kalau orang tua harus menjadi contoh untuk anaknya.

“Cara mengajarkan anak berpuasa pastinya harus dicontohkan oleh orang tuanya. Kalau orang tua enggak ikut puasa pasti anak enggak akan puasa. Kenapa? Karena anak itu peniru ulung. Melihat orang tuanya daripada mendengarkan,” kata Aini kepada HaiBunda.

Ajarkan Puasa Sejak Mereka Masih Kecil, Bun

Mengajari anak puasa idealnya dimulai sejak mereka kecil, Bun. Jelaskan kepada mereka mengenai manfaat puasa dan ganjaran pahala yang akan diterima oleh orang-orang yang menunaikannya.

Pelan-pelan jelaskan pada anak jika hakikat puasa Arafah yaitu dapat menghapus dosa setahun yang lalu ya Bun. Serta menjaga mereka dari perbuatan dosa yang akan datang. Pada hakikatnya, puasa dapat menjaga seseorang untuk berbuat dosa. Seperti mencegah anak berbohong, nakal, dan tidak nurut pada orang tua.

Lebih jauh lagi, beritahukan juga pada si kecil jika ada amalan-amalan saleh yang dicintai Allah bila dikerjakan menjelang Idul Adha. Mengenalkan tentang hal ini pada si kecil akan membantu menanamkan keimanan pada anak-anak.

“Terakhir ajari anak bersyukur, ‘Kakak bisa bicara, lihat gara-gara Allah. Kalau Kakak mau bersyukur caranya bisa lewat ibadah, melakukan kewajiban yang diperintahkan Allah’,” tambah Aini.

Yang penting, jangan memaksa anak-anak untuk mau berpuasa ya Bun. Tumbuhkan kesadaran untuk melakukannya secara ikhlas dan semampunya sesuai dengan usia masing-masing anak.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Sopan Santun Penting Dimiliki Anak, Pastikan 16 Cara Mendidik Anak Bersikap Sopan Santun Anda Ajakarkan Padanya | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top