Mom Life

Simak Tips yang Dapat Membuat Hubungan Suami Istri Tetap Bergairah

Hubungan Suami Istri

Sebagai pasangan suami istri, banyak dinamika dan tantangan baru yang dirasakan setiap harinya. Mulai dari suami yang sibuk bekerja, sementara istri sibuk mengurus anak di rumah. Akhirnya, relasi pasutri yang kadang jadi taruhannya.

Hubungan yang dibina sekian tahun kemudian kehilangan gairah, bahkan untuk urusan ranjang, ada sesuatu yang membuatnya terasa hambar. Dalam situasi yang semacam ini, dapatkah relasi suami istri terasa hangat kembali?

Tenang, selalu ada tips dan kiat-kiat supaya hubungan intim dengan pasangan menjadi menggairahkan lagi dan tidak terasa hambar. Yuk ikuti ini.

Supaya Tetap Tenang, Maka Lakukan Saat Tak ada Anak-anak di Rumah

Keberadaan anak-anak memang akan selalu menjadi prioritas orangtua. Hanya saja, terlalu memprioritaskan anak kadang kala membuat pasutri lupa untuk mendekatkan diri pada pasangannya lagi. Nah, saat anak-anak sedang bersekolah atau ada kegiatan, Bunda dapat memanfaatkan momen-momen semacam ini untuk kembali mengumpulkan gairah bersama Ayah. Saat tak ada anak di rumah, orangtua pun bisa lebih bebas berduaan dan melakukan hubungan badan dengan lebih nyaman.

Baca juga: Demi Relasi Pasutri Makin Bergairah, Eksplorasi Gaya Berhubungan Intim Jelas Perlu

Buat Jadwal Berkencan Saat Seperti Sedang Berpacaran itu Perlu

Sekalipun sudah berumahtangga, ternyata membuat jadwal berkencan itu perlu. Hal ini demi membangkitkan gairah yang mungkin belakangan sukar dirasakan karena banyaknya distraksi. Bunda bisa saja sewaktu-waktu membagikan rencana spontan dengan mengirim WhatsApp ke pasangan yang mengajaknya untuk bertemu di ranjang pada malam harinya. Dengan begini, ayah pasti tak sabar menunggu Bunda di rumah. Atau bila perlu, siapkan agenda makan malam romantis berdua.

Manfaatkan Kesempatan yang Ada Sekalipun Peluangnya Kecil

Lantaran si kecil mulai tumbuh dan mulai aktif di rumah, maka Bunda perlu mengajak ayah agar kompak dalam membaca situasi. Sekalipun peluangnya sempit, bila Bunda mungkin sudah lama atau bebrapa hari tak menunaikan hubungan suami istri dengan ayah, maka pintar-pintarlah mencari kesempatan.

Misalnya dengan melakukan itu di kamar mandi, dapur atau di kamar lain ketika anak dan penghuni rumah lain sedang tidak di rumah. Sebentar pun tidak apa-apa, yang penting keharmonisan hubungan tetap terjaga.

Tapi Jangan Lupa, Tetap Beri Perhatian Pada Si Kecil ya Bun

Saat Bunda berusaha memunculkan gairah dalam rumah tangga, jangan lupa untuk tetap memberi perhatian pada si kecil. Hal-hal sederhana dapat Bunda lakukan yang penting ayah dan anak tetap dalam perhatian Bunda. Misalnya, setelah berduaan dengan pasangan selalu ajak anak bermain atau mungkin pergi jalan-jalan. Dengan begitu hubungan keluarga akan selalu hangat sehingga pikiran kamu pun merasa tenang.

Jalin Komunikasi yang Baik dengan Pasangan

Cara membuat hubungan suami istri lebih bergairah berikutnya adalah dengan menjalin komunikasi yang baik. Bagaimanapun, ini adalah kunci supaya Bunda dan ayah tetap menjadi pasangan yang bergairah. Bicaralah ketika ada masalah atau ada yang mengganjal di hati. Ini akan membuat pasangan merasa nyaman satu sama lain, sehingga tak akan menimbulkan masalah ketika sedang ‘bermain’ di atas ranjang.

Bukan hanya itu, sesekali lakukan komunikasi yang mengarah ke hubungan intim dengan pasangan. Misalnya, pancinglah pasangan untuk membicarakan tentang posisi seks baru yang ingin dilakukan bersama atau bagaimana cara agar keduanya bisa sama-sama mencapai klimaks yang memuaskan. Tenang Bun, ada banyak cara untuk membuat rumah tangga tetap bergairah.

Baca juga: Gaya Berhubungan Intim Demi Durasi yang Lebih Lama di Ranjang

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

7 Tanda-Tanda Melahirkan Semakin Dekat

Mengetahui dan mengenali tanda-tanda melahirkan sangat penting bagi seorang calon ibu. Pada umumnya, tubuh akan merasakan sejumlah perubahan yang terjadi secara bertahap dan konsisten. Apabila tanda-tanda tersebut semakin sering muncul, Bunda harus segera mempersiapkan diri untuk menyambut momen kelahiran si kecil.

Bagi setiap wanita, momen melahirkan adalah pengalaman yang sangat unik. Sering kali, persiapan yang dilakukan justru tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. 

Namun, tidak ada salahnya untuk mempersiapkan diri dengan informasi yang lengkap seputar tanda-tanda menjelang persalinan. Melatih diri dengan metode khusus untuk meredakan nyeri juga akan membantu menghadapi momen menegangkan ini.

Tanda-Tanda Melahirkan, Hitungan Hari Hingga Jam

Persalinan tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi melalui proses yang cukup panjang. Sebagian ibu mungkin akan merasakan tiap fase dalam waktu yang singkat, sedangkan sebagian ibu yang lain butuh waktu berjam-jam. Yuk, simak penjelasan para ahli di Mayo Clinic mengenai tahap-tahap persalinan beserta tanda-tanda yang mengiringinya.

Penipisan Serviks

Sebelum melahirkan, seorang wanita akan mengalami tahap yang disebut penipisan serviks. Serviks berada di bagian bawah rahim dan menghubungkan rahim dengan vagina. Pada umumnya, ketebalan serviks adalah sekitar 3,5 cm hingga 4 cm.

Ketika proses persalinan dimulai, serviks akan menjadi lebih lunak, pendek, serta tipis. Hal ini terjadi sebagai persiapan jalan lahir bagi anak. Penipisan biasanya diukur dalam persentase. Tepat sebelum persalinan per vaginam, leher rahim akan benar-benar hilang atau menipis 100 persen.

Hal yang akan Bunda rasakan saat penipisan serviks terjadi adalah rasa tidak nyaman. Selain itu, kontraksi bisa terjadi secara tidak teratur. Biasanya ada sedikit rasa nyeri yang akan muncul. Namun, sebagian ibu hamil bisa saja tidak merasakan tanda apa pun pada tahap ini.

Pembukaan Serviks

Tahap selanjutnya adalah serviks mengalami pembukaan atau lebih lebar. Untuk mengecek pembukaan, tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan dalam. Pelebaran diukur dalam centimeter mulai dari 0 hingga 10.

Pada pembukaan awal, pelebaran biasanya berlangsung lambat. Artinya, pembukaan satu menuju pembukaan selanjutnya bisa berlangsung lebih dari sehari. Namun, menjelang persalinan pembukaan akan berlangsung lebih cepat. Pada tahap ini, Bunda sudah mulai merasakan kontraksi secara berkala.

Jumlah Keputihan Meningkat

Selama kehamilan, ada lendir kental yang menyumbat pembukaan serviks. Gunanya adalah untuk menghalangi bakteri masuk ke dalam rahim. Nah, pada akhir trimester ketiga, sumbatan lendir ini akan didorong ke area vagina. Hal inilah yang membuat terjadi peningkatan jumlah keputihan menjelang persalinan.

Keputihan yang keluar pada umumnya berwarna bening. Beberapa hari menjelang persalinan atau di awal persalinan, warna keputihan berwarna merah muda atau sedikit berdarah.

Bunda perlu waspada jika keputihan yang keluar berupa pendarahan yang sama dengan jumlah darah saat menstruasi normal. Perdarahan parah pada vagina bisa menjadi tanda adanya masalah pada kehamilan.

Merasakan Energi Berlebih

Menjelang persalinan, ada fase khusus yang cukup unik. Pada tahap ini, ibu hamil akan merasakan energi yang berlebih. Bunda mungkin akan bangun dengan perasaan energik dan melakukan aktivitas sehari-hari tanpa merasa lelah.

Para ahli menyebut fase ini dengan istilah nesting instinct. Ini adalah dorongan melakukan sesuatu untuk mempersiapkan diri dan tempat bagi kelahiran bayi. Insting tersebut bisa saja sudah dirasakan sepanjang masa kehamilan. Namun, sebagian wanita mengalaminya tepat menjelang momen persalinan.

Jika Bunda juga merasakan dorongan untuk beraktivitas pada detik-detik menjelang melahirkan, jangan menghalanginya. Lakukan apa pun yang harus dilakukan. 

Kondisi ini justru menguntungkan karena ada kesempatan untuk bersiap-siap. Akan tetapi, jangan terlalu lelah agar Bunda dapat mempersiapkan diri menjalani proses persalinan yang butuh banyak energi.

Posisi Bayi Terasa Lebih Turun

Menjelang persalinan, Bunda juga akan merasakan perbedaan posisi bayi di dalam rahim. Bayi akan terasa lebih turun daripada sebelumnya. Kepala bayi terasa berada di dalam panggul. 

Jika dilihat dari fisik ibu, bentuk perut mungkin akan mengalami perubahan. Ini dapat terjadi sejak beberapa minggu hingga beberapa jam sebelum persalinan.

Ketuban Pecah

Fase selanjutnya adalah pecahnya ketuban. Ketuban adalah selaput yang berisi cairan dan berfungsi menjadi bantalan bayi selama berada di dalam rahim. Ketuban pecah adalah tanda-tanda melahirkan yang harus diperhatikan oleh ibu hamil.

Saat pecah, Bunda akan merasakan adanya tetesan cair yang encer keluar dari vagina. Biasanya jumlahnya sedikit dan tidak teratur, tetapi terjadi secara terus-menerus. Namun, keluarnya air ketuban juga bisa terjadi dalam bentuk semburan kecil.

Masalah yang sering terjadi adalah tidak jelasnya sumber cairan tersebut, apakah air ketuban atau urine. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter. Langkah ini sangat penting untuk memastikan kondisi janin di dalam rahim tetap aman.

Perlu diketahui, jika kantung ketuban tidak lagi utuh, pengaturan waktu merupakan hal yang sangat penting. Anda dan bayi dapat mengalami risiko terkena infeksi jika proses persalinan tidak segera dimulai setelah ketuban pecah. Karena itu, walaupun kontraksi belum terjadi, jika ketuban telah pecah, dokter akan melakukan induksi persalinan guna merangsang kontraksi uterus.

Kontraksi

Pada persalinan normal, pecahnya ketuban akan diiringi dengan munculnya kontraksi. Apa itu kontraksi? Kontraksi adalah rasa nyeri berupa sensasi menegang dan mengendur pada rahim yang dialami ibu hamil menjelang persalinan. Fungsi kontraksi adalah untuk membantu mendorong bayi keluar dari rahim.

Rasa nyeri mungkin sesekali pernah dialami ibu beberapa bulan terakhir kehamilan. Namun, ini disebut kontraksi palsu atau dikenal dengan istilah Braxton Hicks. Kontraksi palsu berbeda dengan kontraksi yang sebenarnya.

Kontraksi yang sebenarnya berlangsung antara 30 detik hingga 70 detik. Jedanya antara 5 – 10 menit. Kontraksi terjadi dengan kuat sehingga ibu tidak bisa berjalan atau bahkan berbicara selama itu.

 Seiring waktu, intensitasnya makin sering dan rasa sakit yang dialami ibu pun makin kuat. Bagian yang nyeri adalah perut dan punggung bawah. Jika bergerak atau berganti posisi, rasa nyeri tidak menghilang.

Kontraksi Palsu Vs Kontraksi Sebenarnya

Dalam proses persalinan, ada yang disebut kontraksi palsu. Apa yang dimaksud dengan kontraksi palsu? Kontraksi palsu bukan merupakan tanda-tanda melahirkan. Namun, banyak ibu hamil yang belum bisa membedakan antara kontraksi palsu dan kontraksi yang sebenarnya.

Kontraksi palsu atau Braxton Hicks dapat terjadi pada masa hamil hingga menjelang persalinan. Bahkan, ada juga ibu hamil yang sudah merasakan kontraksi Braxton Hicks sejak bulan keempat kehamilan. Kontraksi palsu ini merupakan cara tubuh mempersiapkan diri untuk kontraksi yang sebenarnya.

Supaya tidak salah mendeteksi kontraksi yang dialami, Bunda perlu mengetahui seperti apa kontraksi Braxton Hicks tersebut. Dikutip dari website Cleveland Clinic, kontraksi Braxton Hicks adalah pengetatan pada area perut yang terjadi secara tidak stabil atau datang dan pergi.

Kontraksi palsu ini biasanya tidak terjadi dalam jarak yang dekat. Selain itu, durasi kontraksi juga tidak makin lama, tidak makin sering, atau tidak makin kuat terjadi. Bunda mungkin akan merasakan kontraksi palsu saat mengubah posisi, tetapi kemudian berhenti saat memutuskan untuk istirahat.

Lalu, bagaimana dengan kontraksi yang sebenarnya? Bagi setiap wanita, nyeri akibat kontraksi dapat terasa berbeda. Bahkan kontraksi yang dialami ibu pada kehamilan yang satu dengan yang lain bisa jadi tidak sama.

Namun, pada umumnya kontraksi persalinan yang sebenarnya akan menyebabkan ketidaknyamanan di bagian punggung dan perut bagian bawah. Ada tekanan yang terasa di panggul. Beberapa wanita merasakan sakit pada bagian paha. Ada juga yang menggambarkan kontraksi seperti kram menstruasi dalam intensitas yang kuat. Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai kram diare.

Masalahnya, bagaimana meyakinkan diri bahwa kontraksi yang terjadi adalah Braxton Hicks atau justru kontraksi yang sebenarnya? Sesuai penjelasan mengenai Braxton Hicks, ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mengujinya.

Pertama, cek waktu kontraksi. Jika palsu, kontraksi terjadi secara tidak teratur dan biasanya tidak berdekatan. Jika asli, kontraksi akan terjadi secara berkala. Semakin dekat masa persalinan, waktu kontraksi akan semakin singkat. Biasanya, waktu kontraksi berlangsung selama 30 hingga 70 detik.

Kedua, ganti posisi atau lakukan gerakan yang berbeda. Kontraksi palsu biasanya akan berhenti saat istirahat. Bahkan, ada pula kontraksi palsu yang tidak terjadi lagi saat ibu hamil mengubah posisi. Ini berbeda dengan kontraksi yang sebenarnya. Apa pun posisi yang dipilih atau gerakan apa pun yang dilakukan tidak menghentikan rasa nyeri akibat kontraksi.

Kontraksi palsu dapat berupa rasa nyeri yang tajam dan menusuk di bagian sisi perut hingga selangkangan. Hal ini mungkin terjadi karena peregangan ligamen untuk menopang rahim. 

Agar ketidaknyamanan saat kontraksi palsu dapat berkurang, hal yang perlu dilakukan selain mengubah posisi adalah memastikan cairan yang masuk ke dalam tubuh sudah cukup. Minumlah setidaknya 10-12 gelas air, termasuk jus, maupun susu.

Tips Agar Melahirkan Normal dan Lancar

Melahirkan dengan normal (per vaginam) adalah harapan para ibu. Karena itu, jika kondisi memungkinkan, persalinan normal sangat disarankan.

Nah, agar berjalan lancar, ibu perlu mengetahui beberapa tips. dr. Kyler Elwell-Silver, seorang dokter kandungan dan ginekolog di US Southwestern Medical Center, memberikan tips melahirkan dengan normal dan lancar berdasarkan pengalamannya. Berikut beberapa tipsnya:

Buat Rencana Persalinan

Langkah awal yang sangat penting adalah rencana persalinan. Jika Bunda memutuskan untuk melahirkan secara alami, bicarakan hal tersebut terlebih dahulu kepada dokter kandungan yang menangani. 

Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan persalinan normal secara per vaginam berdasarkan kondisi ibu dan janin. Jika keduanya sehat, dokter kandungan pasti akan menyetujui keinginan tersebut.

Selain dokter kandungan, tanyakan juga kesiapan rumah sakit yang akan membantu persalinan. Apa saja opsi yang ditawarkan dan fasilitas apa yang akan didapatkan? Dengan memiliki rencana persalinan, Bunda akan merasa lebih tenang sebelum tanda-tanda melahirkan mulai terasa.

Tentukan “Support Person

Tips kedua adalah menentukan siapa saja yang akan membantu dan mendukung dalam melewati proses persalinan. Salah satu kunci agar persalinan berlangsung lancar adalah memiliki pendamping yang tepat. 

Siapa yang akan Bunda pilih? Sebagian besar calon ibu akan menunjuk pasangan mereka. Ada juga yang ingin ditemani oleh ibu, bahkan teman yang berpengalaman melewati persalinan normal.

Selain itu, ada satu lagi “support person” yang umum dikenal dalam persalinan, yaitu doula. Doula adalah seseorang yang terlatih untuk mendukung wanita melewati proses persalinan. 

Tugas doula adalah membantu calon ibu menikmati pengalaman melahirkan. Bukan hanya selama proses persalinan, doula juga biasanya memberikan layanan sebelum maupun setelah ibu melahirkan.

Bekali Diri dengan Pengetahuan

Tak kalah penting, bekali diri dengan pengetahuan seputar melahirkan secara normal. Perlu diketahui, proses ini bisa berlangsung lama dan menyakitkan. Dengan mengetahui sebanyak mungkin informasi seputar persalinan normal, Bunda akan lebih siap menghadapinya.

Sangat penting bagi ibu hamil untuk mengikuti kelas persalinan yang biasanya bisa dijumpai di pusat kesehatan terdekat. Di kelas ini, Bunda akan belajar melakukan pernapasan dan cara meredakan rasa nyeri.

Perlu diketahui, setiap persalinan merupakan proses yang unik. Segala hal yang direncanakan kadang-kadang tidak sesuai dengan rencana. Karena itu, ibu hamil harus siap dengan berbagai kemungkinan tersebut. Belajar di kelas persalinan pun akan membantu Bunda lebih percaya diri.

Mempersiapkan Mental

Secara normal, tak seorang pun terbiasa mengalami rasa sakit, apalagi dalam intensitas yang hebat. Rasa sakit sering kali diasosiasikan sebagai hal yang harus diperbaiki dengan pengobatan.

Akan tetapi, rasa sakit ketika melahirkan adalah sesuatu yang normal dan perlu terjadi. Ini adalah sinyal bagi tubuh untuk melakukan hal yang seharusnya. Ketika rasa sakit semakin intens, ini berarti proses keluarnya bayi semakin dekat.

Mengetahui bahwa ibu harus menjalani rasa sakit selama proses persalinan bisa jadi akan menciptakan rasa khawatir dan takut. Untuk mencegahnya, persiapkan mental dengan baik sebelum melahirkan.

Latih Teknik Menangani Nyeri

Ada berbagai teknik alternatif yang bisa dilakukan untuk menangani rasa nyeri. Bunda dapat membicarakan hal ini kepada layanan kesehatan yang akan menangani persalinan. 

Tanyakan apa saja teknik yang diperbolehkan atau tersedia di tempat persalinan. Selain itu, dengan mempelajari teknik meredakan nyeri sejak masih hamil, ini akan menjadi kebiasaan dan sewaktu-waktu dapat digunakan saat dibutuhkan.

Beberapa teknik penanganan nyeri yaitu teknik pernapasan, pijat, minyak asiri atau aromaterapi, meditasi, hipnosis, terapi musik, mandi air hangat, berjalan-jalan, atau melakukan posisi tertentu seperti jongkok atau duduk di birthing ball.

Selain itu, hal yang bisa dilakukan untuk menangani rasa nyeri menjelang persalinan adalah fokus pada kegiatan yang lain. Menjelang momen melahirkan, Bunda bisa tetap melakukan aktivitas secara normal. Tenangkan diri dan tidak perlu terburu-buru atau panik. Setelah intensitas rasa sakit makin sering, barulah mulai menghubungi layanan kesehatan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa tanda-tanda melahirkan bisa diamati selama beberapa hari hingga beberapa jam sebelum momen persalinan. Bunda juga perlu jeli mengenali kontraksi palsu dengan kontraksi yang sebenarnya. 

Selain itu, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri selama proses persalinan. Latih dan lakukan hal ini agar melahirkan tetap menjadi momen yang membahagiakan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Hiburan yang Diperlukan Oleh Setiap Ibu Agar Tidak Mengalami Stress

Menjadi ibu rumah tangga yang full mengurus rumah dan anak terkadang memang melelahkan. Selama 24 jam harus berkutat dengan pekerjaan rumah dan anak yang terkadang rewel. Maka tidak ada salahnya Anda melakukan hiburan yang diperlukan ibu agar pikiran lebih rileks dan tidak stress.

Beberapa Hiburan yang Diperlukan Ibu

Menjadi ibu rumah tangga adalah kewajiban yang harus dijalani setelah menikah. Ada yang masih tetap menjalankannya sambil berkarir. Namun, ada juga yang memilih untuk fokus menjadi ibu rumah tangga dan meninggalkan karirnya. Berikut ini contoh hiburan yang mungkin Anda perlukan sebagai seorang ibu:

Skincare-an Sendiri di Rumah atau Memakai Make Up untuk Mempercantik Diri

Bagi seorang wanita, tampil cantik setiap saat adalah ekspektasi sekaligus kepuasan untuk diri sendiri. Melakukan perawatan sendiri di rumah dengan menggunakan produk-produk skincare menjadi andalan bagi ibu rumah tangga untuk mengatasi penat dan rutinitas sehari-hari di rumah.

Anda bisa maskeran atau dandan menggunakan kosmetik yang ada untuk hiburan. Selain membuat tampilan menjadi lebih cantik, hiburan seperti ini juga bisa menyenangkan suami. Sehingga semua anggota keluarga pun senang. Lakukan skincare atau berdandan saat anak sedang tidur sehingga bisa leluasa.

Pergi ke Salon, Agar Pikiran Kembali Tenang dan Fresh

Salah satu me time terbaik yang bisa ibu rumah tangga lakukan adalah melakukan perawatan di salon. Setidaknya ketika pergi ke salon Anda bisa melupakan sejenak urusan rumah tangga dan rileks menjalani perawatan mulai dari totok wajah, creambath, facial, spa, dan lain sebagainya.

Apalagi saat perawatan biasanya petugas akan melakukan pemijatan pada area kepala yang membuat Anda akan semakin rileks. Selain dapat menenangkan, melakukan perawatan di salon juga bisa membuat tampilan lebih fresh dan cantik. Namun, pastikan anak ada yang menjaga ketika pergi ke salon.

Menghirup Udara Luar dengan Hangout Bersama Teman-teman

Ketika sudah menikah, maka waktu Anda akan lebih banyak dihabiskan bersama keluarga. Sehingga jangan kaget ketika harus lebih sering menolak ajakan teman untuk nongkrong maupun hangout. Namun, tidak ada salahnya sesekali meluangkan waktu pergi hangout bersama teman atau sahabat.

Anda bisa bekerjasama dengan suami untuk gantian menjaga anak di rumah sehingga bisa lebih tenang dan leluasa saat pergi meninggalkan rumah. Lakukan sesekali seperti sebulan sekali atau saat momen-momen tertentu untuk pergi hangout ke mall, hotel, atau liburan di tempat wisata lainnya.

Main Game untuk Mendapatkan Sensasi Menyenangkan di Pikiran

Main game memang menjadi hiburan tersendiri untuk semua kalangan mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, tak terkecuali ibu. Pilihlah game yang seru dan menarik sesuai dengan selera Anda. Lebih menantang lagi jika memilih game yang bisa battle dan mengajak lawan main lainnya.

Bermain game ini bisa Anda lakukan baik melalui smartphone maupun PC komputer atau laptop. Lakukan saat anak-anak sedang tidur sehingga tidak mengganggu aktivitas mereka. Boleh bermain game seperlunya sebagai hiburan, namun jangan sampai kecanduan sampai melupakan kewajiban.

Nonton Film atau Drama Korea

Drama Korea menjadi hiburan yang saat ini tengah booming di Indonesia. Selain ceritanya menarik, setiap scene di drama ini selalu dikemas dengan apik dan sinematografi ciamik. Belum lagi para pemainnya yang terkenal ganteng-ganteng dan cantik. Anda bisa menonton drama yang sedang ongoing.

Bisa juga dengan menonton drama Korea yang sudah lama ditayangkan kemudian rerun lagi. Pilihlah genre drama yang menghibur seperti kisah cinta yang romantis, drama fantasi, komedi, dan lain sebagainya. Sebaiknya jangan memilih drama berat yang membuat Anda stres memikirkan plot alurnya.

Berkebun Agar Perasaan Lebih Tenang dan Bahagia Lagi

Masing-masing orang memiliki cara sendiri untuk membuat dirinya bahagia. Berkebun bagi sebagian orang mungkin kurang menarik, namun ada juga yang merasa ketagihan dan menjadi hiburan menyenangkan ketika melakukan aktivitas ini. Apalagi jika melihat tanamannya tumbuh subur.

Anda bisa menanam berbagai jenis sayuran, buah, atau bunga warna-warni yang cantik agar sekalian menghiasi rumah. Berkebun selain menjadi sarana hiburan, bisa juga sebagai edukasi untuk anak-anak mengenal berbagai jenis tanaman. Maka disarankan untuk sekalian mengajak anak-anak saat berkebun.

Merajut untuk Mengisi Waktu Sambil Beristirahat

Merajut bagi sebagian besar orang mungkin terlihat rumit. Faktanya, ketika sudah bisa memainkan jarum dan benang untuk merangkai rajutan, pikiran Anda justru akan lebih rileks dan tenang. Sehingga bagi yang tertarik, maka merajut bisa menjadi opsi terbaik untuk hiburan khususnya bagi ibu rumah tangga.

Bagaimana jika belum memiliki keahlian merajut? Saat ini sudah banyak sekali tersedia video tutorial maupun buku tentang merajut. Anda bisa mengikuti tutorial tersebut mulai dari dasar hingga expert. Setelah bisa dan handal, maka setiap ada waktu luang bisa dimanfaatkan dengan membuat rajutan.

Membaca Buku atau e-Book yang Disukai

Membaca buku maupun e-book dalam bentuk digital bagi sebagian orang bisa menjadi cara untuk refreshing. Bacalah buku yang ringan dan tidak terlalu berat agar tidak membuat pikiran Anda semakin stress. Contohnya seperti buku novel, komedi, puisi, pantun, atau cerita inspiratif lainnya.

Selain dengan membaca buku, Anda juga bisa memanfaatkan smartphone untuk membaca e-book secara digital. Apalagi saat ini sudah tersedia banyak sekali platform bagi penulis seperti Wattpad yang menyediakan beragam cerita menarik, seru, dan unik untuk dijadikan hiburan di kala penat.

Olahraga Agar Tubuh Lebih Sehat dan Pikiran Kembali Jernih

Olahraga selain menyehatkan, juga sangat bagus untuk membuat pikiran menjadi lebih rileks dan tenang. Anda bisa memilih olahraga yang ringan seperti senam sehingga selama menjalankannya tetap bisa happy. Lakukan kegiatan ini bersama anak atau saat mereka sedang tidur agar lebih leluasa.

Jika memiliki lebih banyak waktu luang atau ada orang yang bisa diajak kerja sama untuk membantu menjaga anak, maka Anda bisa pergi jogging atau jalan kaki. Selain sehat karena otot-otot tubuh menjadi rileks, tentu saja pergi ke luar rumah akan menjadi hal yang menyenangkan untuk suasana baru.

Memasak untuk Menyenangkan Diri dan Orang Lain yang Memakan Makanan yang Kita Buat

Memasak merupakan hobi yang menyenangkan bagi sebagian orang. Apalagi bagi yang senang eksplor dan mencoba menu-menu baru. Aktivitas seperti ini bisa menjadi hiburan tersendiri bagi mereka. Apalagi ibu rumah tangga, kegiatan memasak sangat direkomendasikan juga untuk hiburan.

Selain menyenangkan, Anda juga bisa sekalian menyiapkan hidangan terbaik untuk keluarga di rumah. Jika anak sudah bisa diajak untuk memasak, maka sekalian ajari mereka bagaimana membuat menu makanan dasar yang mudah terlebih dahulu. Hati bahagia, perut pun kenyang.

Liburan Bersama Orang-orang Tersayang

Jika sudah merasa terlalu penat dengan aktivitas dan rutinitas harian di rumah, maka Anda bisa mencoba keluar sebentar dan pergi ke tempat-tempat wisata untuk refreshing. Bisa pergi sendiri, mengajak teman, atau sekalian liburan bersama keluarga. Tentu kegiatan ini akan menjadi aktivitas seru.

Sehingga ketika kembali ke aktivitas harian sebelumnya, Anda pun akan lebih rileks dan bahagia karena setidaknya pikiran sudah di-refresh. Pergilah ke tempat-tempat yang menarik dan berbau alam agar bisa memberikan ketenangan. Hindari tempat yang crowded karena bisa menambah stress.

Tips Jadi Ibu Bahagia

Banyak yang meremehkan pekerjaan ibu rumah tangga karena hanya di rumah, padahal tanggung jawabnya luar biasa non stop 24 jam mulai dari pagi hingga ke pagi lagi. Namun, Anda tetap harus bahagia menjalaninya agar tidak stress. Berikut ini tips untuk menjadi ibu rumah tangga yang bahagia:

Buat Skala Prioritas Tentang Hal-hal yang Akan Dilakukan

Pekerjaan ibu rumah tangga memang tidak terhitung jumlahnya karena selain mengurus diri sendiri, suami, anak, juga harus mengurus keperluan rumah tangga lainnya. Biasakan untuk membuat jadwal harian sesuai skala prioritas agar tidak keteteran. Tempelkan jadwal tersebut di tempat yang mudah dijangkau.

Contohnya seperti ditempel di kulkas, pintu kamar, dan lainnya. Catat semua keperluan yang harus dilakukan mulai dari membayar tagihan listri, menjemput anak, memasak, membersihkan rumah, belanja keperluan rumah tangga, dan lainnya. Dengan membuat jadwal Anda bisa lebih udah mengerjakannya.

Jangan Gengsi Meminta Bantuan Pada Pasangan

Jika Anda sudah merasa tidak sanggup untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri, tidak ada salahnya meminta bantuan orang lain seperti suami atau ART. Diskusikan kepada suami jika membutuhkan asisten untuk membantu mengurus semua keperluan rumah tangga agar tidak keteteran.

Jangan terlalu memaksakan diri merasa bisa menghandel semuanya padahal fisik dan psikis sudah sangat kelelahan. Karena jika terlalu memaksakan kehendak, maka yang ada Anda akan semakin tertekan dan tidak bahagia. Support sistem yang bagus dalam rumah tangga sangatlah dibutuhkan.

Menetapkan Batasan Secara Profesional

Ibu rumah tangga yang juga memiliki peran ganda sebagai pekerja kantoran tentu akan lebih berat tugas dan tanggung jawabnya. Anda harus menetapkan batasan secara profesional terkait waktu kapan harus mengurus pekerjaan dan kapan harus mengurus rumah tangga agar tidak terbengkalai.

Jika waktunya di rumah, maka fokus urus anak, suami, dan rumah tangga serta lupakan sejenak urusan kantor. Usahakan untuk tidak mengambil lembur dan selesaikan pekerjaan tepat waktu agar tanggung jawab di rumah tetap bisa dikerjakan dengan baik. Buat jadwal harian rutin untuk membantu aktivitas Anda.

Mengutamakan Kebersamaan

Siapa yang tidak bahagia jika memiliki keluarga lengkap yang saling support satu sama lain. Kebersamaan dengan anak-anak adalah salah satu faktor utama yang membuat ibu menjadi bahagia sehingga seorang ibu sampai rela meninggalkan pekerjaannya demi menemani sang anak.

Namun, meskipun dengan terpaksa Anda harus mempekerjakan asisten rumah tangga, jangan lupa untuk tetap mengutamakan kebersamaan bersama keluarga. Seperti mengajak anak ngobrol, membantu mereka mengerjakan tugas atau membereskan mainan, tidur bersama, dan lain sebagainya.

Belajar Tentang Bagaimana Cara Mengatasi Stress

Ibu rumah tangga rentan mengalami stress karena beban dan tekanan pekerjaan sehari-harinya. Apalagi saking sibuknya mereka jadi jarang untuk me time atau melakukan aktivitas yang membuat diri sendiri menjadi bahagia. Pelajari bagaimana cara mengatasi stress karena ini sangat penting.

Contohnya seperti belajar tentang teknik meditasi atau relaksasi sederhana. Cari tahu hal-hal apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi stress. Bisa juga dengan melakukan hal sederhana seperti minum teh sambil baca buku, mendengarkan musik, atau pergi ke salon.

Hiburan yang diperlukan ibu di atas hanyalah sebagai referensi. Tentu saja dalam prakteknya harus menyesuaikan dengan selera dan kebutuhan masing-masing orang. Karena setiap ibu tentu memiliki hobi dan kesenangan yang berbeda. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Ciri-ciri Hamil Muda dan Hal Lain yang Wajib Bunda Ketahui

Selain memeriksakan diri ke dokter, menggunakan alat tes kehamilan adalah cara untuk memastikan kehamilan. Namun sebelum melakukan pemeriksaan, Bunda perlu tahu ciri-ciri hamil muda yang bisa diamati.

Dengan mengamati tanda-tanda awal ini, Bunda bisa menentukan langkah lanjutan yang akan ditempuh. Yuk simak informasi selengkapnya.

Ciri-ciri Umum Hamil Muda yang Sering Tak Disadari

Terkadang seorang perempuan tidak sadar dirinya sedang hamil. Utamanya di awal-awal kehamilan. Nah, berikut ini beberapa ciri-ciri hamil muda yang paling umum.

Menstruasi yang Terlewat

Jika Bunda berada di usia subur dan mengalami keterlambatan menstruasi selama seminggu atau lebih, bisa jadi Bunda hamil. Namun tanda ini bisa jadi tidak valid jika siklus menstruasi tidak teratur.

Payudara Terasa Lembut dan Bengkak

Di awal kehamilan, perubahan hormonal bisa menyebabkan payudara menjadi sensitif dan terasa sakit. Payudara akan membengkak atau lebih besar, namun teraba lembut. Kondisi ini kadang disalahartikan sebagai tanda akan datangnya menstruasi.

Ketidaknyamanan ini biasanya akan berkurang setelah beberapa minggu. Hal ini dikarenakan tubuh sudah menyesuaikan diri dengan perubahan hormonal yang ada

Mual dengan atau Tanpa Disertai Muntah

Morning sickness bisa menyerang kapan saja, baik siang atau malam. Biasanya kondisi ini terjadi dalam satu bulan pertama setelah hamil.

Namun, sebagian wanita tidak mengalami mual sama sekali. Meskipun penyebab mual ini tidak jelas, namun ada dugaan hormon kehamilan yang berperan.

Kendati mengalami mual dan muntah, hal ini sering tak disadari sebagai ciri-ciri hamil muda. Salah makan atau masuk angin terkadang jadi kondisi yang diduga melatarbelakanginya.

Peningkatan Frekuensi Buang Air Kecil

Ciri-ciri hamil muda yang selanjutnya adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil. Selama masa kehamilan, jumlah darah di dalam tubuh meningkat. Akibatnya, ginjal memproses cairan lebih banyak, sehingga urine yang dikeluarkan juga semakin banyak.

Seorang perempuan terkadang tidak menyadari peningkatan frekuensi buang air kecil adalah ciri-ciri kehamilan. Terlalu banyak minum dituding sebagai penyebab dirinya kerap buang air kecil.

Kelelahan

Kelelahan juga merupakan gejala kehamilan yang paling banyak dialami oleh wanita di awal-awal trimester pertama. Di masa-masa ini, kadar hormon progesteron melonjak dan membuat Bunda mudah mengantuk.

Namun, terkadang kelelahan tidak diterjemahkan seseorang sebagai ciri-ciri kehamilan. Banyaknya aktivitas dan kurang tidur dianggap penyebab munculnya rasa lelah ini.

Emosi yang Kurang Stabil

Perubahan hormon dalam tubuh di awal masa kehamilan bisa membuat Bunda menjadi emosional dan cengeng. Hal ini juga diikuti dengan perubahan suasana hati. Tidak banyak yang menyangka ketidakstabilan emosi menjadi pertanda awal kehamilan.

Kembung

Perubahan hormon selama masa kehamilan juga dapat menyebabkan Bunda merasa kembung. Rasanya mirip dengan yang Bunda rasakan di awal periode menstruasi. Tak heran jika ciri-ciri hamil muda ini diartikan sebagai pertanda datangnya menstruasi.

Muncul Flek

Flek atau bercak darah ringan adalah salah satu tanda pertama kehamilan. Kondisi ini dikenal dengan nama perdarahan implantasi.

Hal ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan rahim, sekitar 10 sampai 14 hari setelah pembuahan. Perdarahan implantasi terjadi mendekati waktu menstruasi, sehingga kerap disangka menstruasi. Namun begitu, tidak semua wanita mengalami perdarahan implantasi.

Kram

Beberapa wanita mengalami kram rahim ringan di awal masa kehamilan. Mengingat tidak semua perempuan hamil mengalaminya, ciri-ciri hamil muda ini juga sering terabaikan.

Sembelit

Perubahan hormon saat hamil menyebabkan sistem pencernaan melambat sehingga mengakibatkan sembelit. Akan tetapi, sembelit lagi-lagi sering bukan dianggap tanda kehamilan. Kurang minum atau kurang makan serat sering dianggap sebagai satu-satunya faktor penyebab.

Kehilangan Selera Makan

Saat hamil, seseorang mungkin akan menjadi lebih sensitif terhadap bau tertentu. Bahkan indra perasanya juga mungkin berubah. Seperti kebanyakan gejala lainnya, perubahan selera makan ini juga berhubungan dengan perubahan hormonal.

Hidung Tersumbat

Peningkatan kadar hormon dan produksi darah saat hamil dapat menyebabkan selaput lendir di hidung membengkak, mengering dan mudah berdarah. Ini bisa menyebabkan efek hidung tersumbat atau meler. Alih-alih diyakini sebagai gejala hamil, kondisi ini malah ditengarai pertanda sakit.

Nah, jika Bunda mengalami beberapa tanda yang telah disebutkan, yuk coba lakukan tes kehamilan mandiri di rumah. Jika test pack kehamilan menunjukkan hasil positif, segera lakukan pemeriksaan lanjutan. Semakin cepat kehamilan dipastikan, semakin cepat pula Bunda bisa memulai perawatan pra kelahiran.

Cara Menggunakan Alat Tes Kehamilan

Test pack kehamilan yang biasa dijual di apotek biasanya menguji kandungan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) dalam urine. HCG hanya akan diproduksi oleh tubuh jika sel telur yang sudah dibuahi menempel ke lapisan rahim.

Ada beberapa cara pengujian kehamilan menggunakan sampel urine, tergantung pada jenis alat tes kehamilan yang digunakan. Cara umum melakukan tes kehamilan adalah sebagai berikut:

  1. Kumpulkan urine dalam wadah, lalu celupkan ujung stick penguji ke dalamnya.
  2. Kumpulkan urine dalam wadah, kemudian gunakan alat tetes untuk memindahkan beberapa tetes cairan ke area yang disediakan pada test pack.

Setelah waktu tunggu yang disarankan habis, tes akan menampilkan hasilnya dengan berbagai bentuk (tergantung jenis test pack-nya) antara lain:

  1. Perubahan warna pada ujung stick
  2. Simbol garis
  3. Simbol plus atau minus
  4. Kata “Pregnant” atau “Not Pregnant”.

Waktu Paling Tepat Menggunakan Alat Tes Kehamilan

Apakah Bunda pernah merasakan gejala hamil tapi test pack negatif? Mungkin ada juga Bunda yang bertanya-tanya telat haid tiga hari apakah sudah bisa test pack. Waktu untuk test pack memang berpengaruh pada hasilnya.

Nah, berikut ini beberapa hal yang sebaiknya Bunda ketahui tentang waktu paling tepat menggunakan alat tes kehamilan.

Gunakan Alat Tes Kehamilan di Pagi Hari

Urine yang pertama kali dikeluarkan di pagi hari adalah yang paling baik digunakan untuk menguji kehamilan. Alasannya, konsentrasi hormon HCG yang terdapat di urine pagi hari paling tinggi dibanding waktu-waktu lainnya.

Lakukan Tes Kehamilan Saat Terlambat Menstruasi

Saat seseorang hamil, tubuh memerlukan waktu untuk memproduksi jumlah HCG yang bisa dideteksi oleh alat penguji kehamilan. Biasanya butuh waktu antara 7 sampai 12 hari setelah implantasi sel telur berhasil.

Kadar HCG akan meningkat dua kali lipat setiap dua hari sekali di awal-awal masa kehamilan. Semakin lama durasi keterlambatan menstruasi, semakin mudah bagi test pack untuk mendeteksi kehamilan.

Jika tes dilakukan terlalu cepat, kemungkinan hasilnya tidak akurat. Menurut Cleveland Clinic, sebagian besar tes memiliki tingkat efektivitas 99 persen jika dilakukan setelah terlambat menstruasi.

Bunda sebaiknya menunggu sampai menstruasi terlambat seminggu untuk melakukan tes agar hasilnya lebih akurat. Jika tidak ingin berpatokan pada keterlambatan menstruasi, Bunda setidaknya menunggu satu sampai dua minggu setelah berhubungan seksual.

Jika Bunda masih belum yakin dengan hasil alat tes kehamilan, silakan lakukan pengujian lagi. Bunda bisa memilih 2 atau 3 jenis test pack yang berbeda, buka kemasannya, lalu ikuti instruksi pemakaian yang dianjurkan untuk melihat hasilnya.

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Setelah melakukan tes kehamilan, yang pertama kali muncul di benak banyak wanita adalah: “Sudah berapa minggu usia kehamilan saya?” Selain mengetahui ciri-ciri hamil muda, mengetahui usia kehamilan sangat penting untuk mengetahui HPL (Hari Perkiraan Lahir) sekaligus mengetahui perkembangan janin dari waktu ke waktu.

Ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui usia kehamilan yakni:

1. Periode Menstruasi Terakhir

Menghitung usia kehamilan dengan menggunakan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) sebagai acuan adalah hal yang paling umum dilakukan. Ini cocok digunakan bagi wanita yang memiliki siklus menstruasi 28 hari.

Contoh ilustrasi:

Bunda mengalami menstruasi terakhir pada tanggal 19 November 2020. Maka perhitungannya adalah:

(HPHT + 7), (bulan terakhir haid – 3), (tahun terakhir haid + 1)

Hasilnya:

(19+7), (11-3), (2020+1) = 26, 8, 2021. Artinya, HPL Bunda adalah tanggal 26 Agustus 2021.

Dari ilustrasi dan rumus ini Bunda juga bisa mengetahui bahwa usia kehamilan bertambah per tanggal 26. Dengan demikian, pada tanggal 26 Desember 2020 usia kehamilan Bunda adalah 6 minggu.

2. Ultrasonografi (USG)

Selama masa kehamilan, tentunya Bunda akan melakukan tes USG. Dengan tes ini, penyedia jasa kesehatan bisa memeriksa dan memantau perkembangan janin.

USG juga menjadi cara paling akurat untuk mengetahui usia kandungan. Selain lebih akurat, metode ini sangat berguna jika Bunda tidak ingat kapan tanggal menstruasi terakhir atau jika siklus menstruasi tidak teratur.

Bisakah HPL Berubah?

Selama perawatan pra kelahiran, dokter atau bidan akan memonitor perkembangan kehamilan. Bunda tidak perlu khawatir jika HPL ternyata berbeda dengan tanggal persalinan.

Faktanya, kebanyakan bayi lahir tidak tepat pada HPL. Setiap kehamilan unik dan hanya sedikit persentase yang menunjukkan bayi lahir tepat pada tanggal hari perkiraan lahir. Bayi biasanya lahir antara minggu ke-38 sampai minggu ke-42 kehamilan.

Jika si kecil lahir lebih cepat dari yang seharusnya, dokter akan memberikan saran-saran tentang apa saja yang dibutuhkan untuk merawat bayi prematur. Sebaliknya, jika bayi belum juga lahir setelah 42 minggu usia kehamilan, dokter mungkin akan menyarankan induksi untuk memicu kelahiran normal atau mendiskusikan tentang kemungkinan operasi caesar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top