Parenting

Setiap Anak Memiliki Bakat yang Beragam, Begini Melihat Bakat Dan Membimbing Potensi Anak

bakat

Setiap anak memiliki bakat yang begitu beragam. Banyak juga yang menganggap bahwa bakat beberapa anak justru sangat berkenaan dengan potensi yang memang dimiliki oleh orang tuanya. Dengan begitu banyak macam bakat atau hal-hal yang berkaitan akan potensi, maka tidak jarang pula yang memberikan pengertian bahwa bakat bisa diolah atau diasah.

Memang benar adanya, banyak yang menjadi bakat namun belum sampai tereksplorkan dengan baik, namun juga tidak jarang mengenai potensi yang begitu beragam, akan tetapi menjadi hal yang mampu berkembang karena asahan yang dilakukan.

Dengan banyaknya komentar atau pengertian mengenai hal tersebut, maka terdapat pula anggapan mengenai pentingnya melihat bakat serta cara membimbing anak pada potensi yang memang dimilikinya, berikut merupakan pembahasannya,

Peka Terhadap Anak

Banyak orang tua yang bisa dibilang “kecolongan” karena telah kehilangan perkembangan anak yang memang sangat baik untuk mengolah daya bakat yang dimilikinya dari usia 3-14 tahun. Itulah yang sering menjadi penyebab adanya kesenjangan atau arah yang tertinggal, yang artinya orang tua telah terlalu lama tanggap akan potensi anak. Karena itulah yang nantinya membuat anak kurang mampu mengeksplor diri, hingga terkadang anak mengerti mengenai potensi dan bakat dirinya justru pada usia diatas 20 tahun. Sedangkan pada masa perkembangannya, ia belum mengetahui dan tidak terdapat dukungan dari orang tua untuk mengembangkan potensi tersebut.

Dorongan Dan Arahan

Anak akan memiliki rasa percaya diri tinggi apabila ia mengerti tentang olahan daya pikir serta keikutsertaan dari orang tuanya untuk selalu memberi semangat, sehingga orang-orang yang ada di sekitarnya juga akan memiliki anggapan serupa untuk terus mendorong anak dalam meraih sebuah prestasi dan mengasah bakat hingga menjadi hal yang ia kehendaki. Karena pada dasarnya, potensi seorang anak adalah hal yang sangat penting untuk diketahui orang tuanya, namun juga harus terdakat arahan untuk membuat potensi yang dimiliki oleh anak mampu berkembang dengan kesesuaian yang tepat sekaligus terarah.

Pengembangan Potensi

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah pengembangan potensi tersebut. Dengan banyak sekali macam potensi akan membuat orang tua mengetahui arahan mana yang dapat membuat anak semakin banyak mengolah rasa dan karsa yang ia miliki menjadi sesuatu yang nantinya mampu berarti dalam hidupnya. Karena bakat seorang anak menjadi salah satu citra khusus yang dimiliki oleh seorang anak, sehingga terdapat rasa ingin mengembangkan, melakukan yang terbaik, hingga mengeksplorkan bakat yang ia miliki tersebut.

Misalnya saja tentang potensi atau bakat menyanyi seorang anak, tidak aka nada salahnya jika orang tua mengetahui dan membimbing anak agar dapat mengaplikasikan tingkat bakat menyanyinya semakin berkembang, dengan les dan meningkatkan kemampuan percaya akan dirinya sendiri mampu membuat anak semakin melebarkan sayapnya, terlebih lagi apabila terdapat kesempatan-kesempatan emas tertentu yang mampu membuatnya semakin percaya diri, mengembangkan bakat, hingga mencapai prestasi diri.

Bakat Bukan Penghapus Tanggung Jawab

Pengertian satu ini juga menjadi sebuah arahan dari orang tua pada anaknya. Menjadikan bakat berupa upaya pengembangan diri anak, bukan menghapuskan tanggung jawa tertentu yang memang seharusnya dilaksanakan oleh anak dengan baik. Misalnya saja dengan membiarkan anak yang memiliki bakat menari untuk meninggalkan pendidikan formalnya begitu saja diatas bakat atau secara potensial yang ingin anak kembangkan. Inilah PR yang harus diaksanakan orang tua, sehingga anak mampu memberikan keseimbangan antara eksplorasi bakat dengan kewajiban mutlak. Dengan demikian, anak akan mampu mengembangkan bakat, tetapi juga tidak melupakan begitu saja mengenai kewajibannya.

Pengertian Yang Sesuai Pengembangan

Dalam berkembangnya anak, tentu memiliki tingkat pengertian hingga potensi yang berbeda. Maka dari itulah, orang tua tidak dapat menyamaratakan, atau memukul rata nilai-nilai aspek pengembangan bakat dengan usia anak. Karena berbeda tingkat usia, juga berbeda pula pengertian hingga himbauan bagi mereka. Jadi, anak harus tetap dibimbing untuk mengembangkan bakatnya, namun juga sesuai akan usia yang ia miliki saat itu.

Maka dari itulah, snagat penting mengenai pengembangan bakat anak, karena itu salah salah satu tanggung jawab dan kewajiban orang tua, selain hal tersebut juga menjadi faktor yang tidak kalah pentingnya adalah keselarasan anak untuk mengembangkan diri sekaligus tetap melaksanakan kewajiban. Jadi, saling melaksanakan kewajiban dan menyeimbangkan hak adalah kata kunci yang tepat antara orang tua dan anak dalam pengembangan potensi anak.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
2 Comments

2 Comments

  1. Yeni dawarti

    October 12, 2017 at 3:51 pm

    Anak saya laki2 kls 2 sd. Disekolah selalu isengin temannya, kl diberitahu gurunya, malah ngelawan. Dan susah untuk memahami kata2 yg kita ucapkan (bhs indonesia). Malah sering ngobrol sendiri dlm bhs inggris. Saya tdk pernah mengajarkan bhs inggris pdnya.saya bingung mengatasinya. Karna sikap anak saya tsb saya sering di panggil gurunya ke sekolah. Mohon bantuannya bagaimana mengatasinya. Terima kasih sebelumnya. Salam saya ibu yeni

  2. loli

    January 23, 2018 at 7:31 pm

    Bagaimana mendidik anak agar mau mendengarkan larangan atau ajakan dr org tua, saat ini anak saya baru berusia 2 th.trimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Yuk Bunda Pahami Perkembangan Bayi 5 Bulan

baby

Bayi yang sudah berusia lima bulan bukan hanya dikaruniai wajah yang lucu nan menggemaskan. Kemampuan dan pertumbuhan yang dialami bayi di usia ini pun semakin membuat orangtuanya merasa takjub. Saat Bunda merentangkan kedua lenggan lebar-lebar, pasti ia akan tertawa atau bahkan membuat suara yang terdengar lucu. Ya, Bun, bayi tak hanya tersenyum, mereka bahkan sudah mampu berdecak, menggumam, serta menirukan suara atau bunyi-bunyian yang ada di sekitarnya. Bun, jadikan momen ini sebagai kesempatan emas dengan melatihnya untuk menirukan kata-kata atau suara yang ia dengar ya Bun. Kendati si kecil belum menirukan dengan sama persis, setidaknya otaknya sudah dapat menerima stimulus dari Bunda.

Pahami Aspek Emosi dan Sosial Pada Bayi Usia Lima Bulan ya Bun

Di usia lima bulan, memang masa-masanya bayi akan belajar mengekspresikan emosinya. Ia akan tersenyum, lalu tertawa saat mereka merasa nyaman dan senang. Namun bila ia merasa tak nyaman, ia pun akan tampak cemberut atau menangis sampai berderai air mata. Biarkan bayi mulai belajar tentang dirinya ya Bun. Ia pun juga mulai beradaptasi dan mengenali perbedaan saat diasuh oleh orangtua, pengasuh, atau bahkan kakek dan neneknya.

Di usia ini, si kecil mulai memahami arti bonding dengan orang-orang terdekatnya. Karenanya, bila ia sudah merasa dekat dengan lingkungan keluarganya, pasti ada masa ia akan merasa ketakutan bila ada orang dewasa yang mengajaknya berinteraksi namun belum pernah ia lihat sebelumnya

Ketahuilah Perkembangan Keterampilan Motoriknya Juga

Bun, seiring pertumbuhan bayi, otot-ototnya pun akan semakin kuat. Bayi pun akan semakin sering menggerakan kepala menuruti kemauannya. Ia juga mulai menggerakan anggota badannya guna meraih sesuatu yang ada di depannya. Perlahan tapi pasti, ia juga belajar untuk duduk. Hal-hal semacam ini baik untuk kemampuan motoriknya lho Bun. Kendati untuk duduk memang masih harus disangga dengan sandaran bantal atau tubuh orang dewasa ya Bun.

Nah, untuk membantu si kecil duduk, pastikan Bunda memposisikan kakinya untuk membentuk huruf V ya Bun. Posisi ini akan membantunya menyempurnakan keseimbangannya ketika duduk dan mengurangi risiko jatuh terguling.

Ia Pun Dapat Menggengam Sesuatu Lebih Kuat Lagi

Cobalah Bunda perhatikan, saat ia meraih suatu barang, lalu menggenggammnya di sebelah tangan, ia sudah mampu menggenggam benda tersebut lebih kuat lagi. Menariknya, ia bahkan sudah bisa memindahkannya ke tangan lain. Di usianya ini, tak menutup kemungkinan ia sudah dapat memegang botol atau gelas yang memiliki gagang di kanan kirinya. Bunda cukup pastikan benda apapun yang dipegang oleh si kecil terbuat dair bahan yang tak tajam dan tak mudah pecah ya, ini karena si kecil pasti masih sering membanting atau mengguncang-guncangkannya.

Amati Juga Perkembangan Inderanya, Bun

Di usia lima bulan, indera bayi juga berkembang pesat, Bun. Mulai dari indera pengecap, pendengeran, bahkan penglihatan. Si kecil semakin dapat mengenali benda-benda kecil (seperti misalnya kelereng yang diletakkan di atas lantai) dan benda yang bergerak (seperti misalnya kupu-kupu yang terbang di taman). Ia mulai dapat memahami bahwa ketika ia meletakkan suatu benda dan meninggalkannya, benda itu masih akan berada di sana sampai ia kembali.

Bahkan persepsi si kecil terhadap warna juga semakin baik, ia bahkan mulai mampu membedakan nada warna yang berbeda dari satu jenis warna yang sama.Misalnya, biru muda dan biru tua, meskipun pada usia ini bayi masih tetap memilih warna-warna primer seperti biru, merah, dan kuning.

Yuk Bun Tetap Berikan Stimulasi yang Baik untuk Si Kecil 

Stimulus yang berkelanjutan penting lho Bun guna pertumbuhan yang optimal untuk si kecil. Tak hanya untuk membantu menguatkan otot dan tulang untuk kemampuan motorik si kecil, tapi juga dapat membantu memperkuat hubungan antar sel-sel otak sehingga si kecil berpotensi memiliki kecerdasan yang bervariasi nantinya. Untuk itu, yuk Bun berikan stimulus pada si kecil sebagai berikut:

  1. Tetap lanjutkan kebiasaan berdialog dengan si kecil ya Bun. Perhatikan tiap si kecil membuat suara. Jangan lupa, saat Bunda berbicara, buatlah mimik wajah yang sesuai sehingga si kecil mengenali hubungan antara kata dan perasaan.
  2. Jangan lupa untuk mainkan musik saat Bunda berinteraksi dengannya. Si kecilsuka dengan suara terutama dengan suara musik, Bun. Karena itu, perdengarkan saja musik apa saja mulai dari klasik, jazz, pop, hingga musik tradisional. Perhatikan responnya, mungkin akan bertepuk tangan, tersenyum, bahkan berusaha menirukan musik yang ia dengar.
  3. Letakkan mainan di salah satu tangansi kecil, kemudian pindahkan ke tangan satunya. Lakukan sambil menyebutkan nama benda tersebut. Dengan cara ini, si kecil akan belajar memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain, juga belajar mengenal kosakata baru.
  4. Letakkan mainan di luar jangkauan si kecilketika ia dalam posisi tengkurap, dan perhatikan usahanya untuk meraih benda tersebut. Jika ia gagal, geser mainan tersebut lebih dekat ke arahnya sehingga ia tidak menyerah melakukannya.
  5. Tenangkansi kecil tiap kali bertemu orang asing. Jika Bunda menenangkannya ketika ia menangis atau gelisah, ia akan merasa dicintai, dilindungi, dan aman.
  6. Kondisikan rumah Bunda sehingga aman untuk bayi. Tutup steker listrik yang terbuka, tempatkan peralatan rumah tangga yang berbahaya dalam sebuah lemari yang terkunci, dan singkirkan semua benda yang berpotensi tertelan oleh si kecil. Juga, berhati-hatilah untuk tidak menempatkan wadah berisi air panas atau benda-benda berat di atas meja dimana bayi Bundaberpotensi meraihnya.

 

2 Comments

2 Comments

  1. Yeni dawarti

    October 12, 2017 at 3:51 pm

    Anak saya laki2 kls 2 sd. Disekolah selalu isengin temannya, kl diberitahu gurunya, malah ngelawan. Dan susah untuk memahami kata2 yg kita ucapkan (bhs indonesia). Malah sering ngobrol sendiri dlm bhs inggris. Saya tdk pernah mengajarkan bhs inggris pdnya.saya bingung mengatasinya. Karna sikap anak saya tsb saya sering di panggil gurunya ke sekolah. Mohon bantuannya bagaimana mengatasinya. Terima kasih sebelumnya. Salam saya ibu yeni

  2. loli

    January 23, 2018 at 7:31 pm

    Bagaimana mendidik anak agar mau mendengarkan larangan atau ajakan dr org tua, saat ini anak saya baru berusia 2 th.trimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Inilah Cara Menghadapi Anak Yang Nakal, Bandel Dan susah diatur

Inilah Cara Menghadapi Anak Yang Nakal, Bandel Dan susah diatur

Apakah anak anda termasuk anak yang nakal, bandel dan susah diatur? Anda merasa kewalahan mengurusinya? Tenang dalam artikel kali ini penulis akan mencoba untuk memaparkan bagaimana cara menghadapi anak-anak yang nakal, sulit diatur dan bandel.

Pada beberapa kasus mungkin anda menemukan anak-anak anda yang periang dan juga penurut terhadap nasehat anda. Namun anda pasti akan terkejut jika tiba-tiba anak anda berubah menjadi sosok yang nakal, pembangkang, mudah marah, hiperaktif, cengeng dan sikap-sikap lain yang tidak disenangi. Maka dari itulah terkadang anda sebagai orang tua merasa jengkel dan marah ketika menghadapinya. Namun, sebagai orang tua tentulah tidak bisa jika hanya dengan marah-marah, melainkan peranan orang tua begitu penting untuk menghadapi anak yang semacam itu. Lalu bagaimana caranya? Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa anda lakukan.

Tips pintar untuk menghadapi anak yang nakal, bandel dan sulit untuk diatur:

  1. Lakukan pendekatan kepada anak.

Ketika anak anda rewel, nakal dan susah diatur sebaiknya jangan hadapi dia dengan keras, emosional, dan penuh amarah. Sebab cara itu tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada, justru anak akan semakin rewel dan nakal. Jika itu sudah terjadi, maka anda pun akan merasa kerepotan untuk mengurusinya.

Oleh karena itulah, anda harus melakukan pendekatan yang baik, berilah nasehat dengan lembut bahwa apa yang dilakukannya itu tidak baik. Selain itu, anda sebagai orang tua juga harus menjaga kekonsistenan, jangan sampai goyah karena anak merengek menangis. Sebagai contoh, ketika anak anda meminta terus mainan yang harganya mahal, katakan tidak, jika anda sudah mengatakan tidak maka jangan luluh karena tangisannya, melainkan biarkanlah sampai dia pada akhirnya menurut dengan anda. Dengan demikian, anak anda akan terbiasa dengan apa yang anda ajarkan.

  1. Tunjukanlah tekat yang kuat terhadap anak.

Selain harus menjaga kekonsistenan, anda sebagai orang tua juga harus memiliki tekat yang kuat dalam menghadapi anak anda yang memang nakal. Ketika si kecil sedang bertengkar hebat, dan anda sebagai orang tua sulit untuk melerainya, anda harus menunjukan tekad yang kuat. Tentu hal itu sangatlah penting anda miliki sebab jika kita menyerah, meski pun sebenarnya anak-anak tidak tahu apakah mereka bisa menang atau tidak. Maka dari itulah, dengan tekad yang kuat secara internal yang anda miliki akan menjauhkan anak anda dari hal-hal yang buruk.

  1. Buatlah peraturan yang khusus untuk anak.

Buatlah peraturan khusus yang sebelumnya telah dibicarakan terlebih dahulu dengan anak-anak anda. Peraturan yang anda buat harus memiliki konskuensi supaya anak dapat berusaha menghindari perbuatan nakal tersebut. Semakin anda sabar maka anak-anak anda akan semakin mudah untuk dikendalikan oleh anda. Jangan lupa untuk selalu memberlakukan peraturan yang sudah anda buat supaya anak anda mengingat batasannya. Selain itu, anda harus selalu memberikan anak penghargaan pada saat anak melakukan hal-hal yang baik, seperti memberi pujian kepadanya.

  1. Tunjukan sikap yang manis dan lembut kepada anak.

Ketika anak kita melakukan hal yang buruk ditempat umum tentu kita sebagai orang tua merasa dongkol dan ingin memarahi anak tersebut. Namun ternyata tindakan semacam itu sangat salah didalam upaya mendidik anak yang nakal, karena anak akan semakin menangis keras-keras, semakin berontak dan semakin bertingkah yang nakal. Namun anda harus memberikan sikap yang penuh kelembutan, berikanlah dia pengertian dan berusaha untuk memaafkannya.

Cobalah untuk bertanya pada anak anda, mengapa melakukan kesalahan, karena terkadang mereka melakukan hal yang salah bukan karena keinginannya sendiri, melainkan karena dorongan dari lingkungan sekitar.

  1. Jangan terlalu memanjakan anak.

Tentu kita tahu bahwa sikap memanjakan anak yang ditanamkan sejak dini akan berpengaruh buruk bagi perkembangan anak. Hal itu akan mengakibatkan anak menjadi terbiasa dengan jalan yang mudah ketika dia ingin mendapatkan sesuatu. Hal tersebut akan terlihat ketika suatu saat nanti keinginannya tidak terpenuhi maka dia akan menunjukan sikap yang membangkang kepada anda sebagai orang tuanya. Maka dari itulah, anda sebagai orang tua jangan memanjakan anak-anak anda, tetapi perlakukanlah dia dengan baik dan sewajarnya saja.

  1. Berikanlah contoh yang baik untuk anak-anak anda.

Perlu anda tahu bahwa anak yang masih berada dalam tahap pengembangan dan pertumbuhan akan cenderung menirukan apa yang telah anda lakukan. Dia sangat mudah menyerap apapun yang terjadi disekitarnya, maka jika anda ingin anak-anak anda tumbuh menjadi sosok yang baik, patuh dan tidak nakal, sebaiknya berikanlah contoh dengan baik. Berikanlah sikap yang baik, jangan berkata yang kasar atau yang buruk ketika dihadapan anak. Selain itu, usahakan untuk menjauhkan anak-anak anda dari perbuatan-perbuatan yang buruk yang nantinya akan berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak anda.

Sebagai contoh anda harus menjauhkan dari tontonan televisi yang menayangkan kekerasan, teman yang nakal dan tontonan kriminilitas.

  1. Jangan memberikan label buruk pada anak-anak anda.

Ketika anak anda nakal dan bandel, maka anda sebagai orang tua janganlah sekali-kali memberikan label yang buruk pada mereka. Sebagai contoh “kamu anak yang nakal, bandel, susah diatur.” Justru pemberian label itu akan menjadikan anak semakin nakal, dia beranggapan bahwa sifat nakal yang dimiliki adalah karakternya, sehingga akan menyusahkan anda sebagai orang tua untuk mendidiknya.

Demikian tadi pembahasan tentang cara menghadapi anak yang nakal, bandel dan susah diatur. Semoga artikel di atas dapat bermanfaat untuk anda para orang tua.

2 Comments

2 Comments

  1. Yeni dawarti

    October 12, 2017 at 3:51 pm

    Anak saya laki2 kls 2 sd. Disekolah selalu isengin temannya, kl diberitahu gurunya, malah ngelawan. Dan susah untuk memahami kata2 yg kita ucapkan (bhs indonesia). Malah sering ngobrol sendiri dlm bhs inggris. Saya tdk pernah mengajarkan bhs inggris pdnya.saya bingung mengatasinya. Karna sikap anak saya tsb saya sering di panggil gurunya ke sekolah. Mohon bantuannya bagaimana mengatasinya. Terima kasih sebelumnya. Salam saya ibu yeni

  2. loli

    January 23, 2018 at 7:31 pm

    Bagaimana mendidik anak agar mau mendengarkan larangan atau ajakan dr org tua, saat ini anak saya baru berusia 2 th.trimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Inilah Pentingnya Peran Seorang Ayah Untuk Kecerdasan Anak

Inilah Pentingnya Peran Seorang Ayah Untuk Kecerdasan Anak

Perlu diketahui bahwa peran dari seorang ayah sangat penting untuk tumbuh kembang anak sampai dia dewasa nanti. Di zaman sekarang ini baik ayah atau pun ibu memiliki peranan yang sama didalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak supaya optimal. Tidak ada lagi pemisahan yang mengatakan bahwa ayah hanya bertugas mencari nafkah saja, sementara untuk anak sepenuhnya tanggung jawab seorang ibu.

Apabila pandangan itu sampai saat ini masih diterapkan, maka seorang anak akan kehilangan figur dari sosok ayah. Mengapa demikian? Karena peran seorang ayah dalam kehidupan anak sangat berarti, terutama untuk membangun kecerdasan emosional, meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi, dan untuk memberi motifasi anak dikemudian hari. Apabila seorang anak sama sekali tidak merasakan peran dari seorang ayah maka dia akan merasa kesulitan untuk melakukan adaptasi baik di sekolah, lingkungan sosial atau pun dalam perubahan yang lain. Hasil dari reset juga menunjukan bahwa seorang anak yang tanpa peran ayah:

  1. Sebanyak 63 % anak akan mengalami masalah psikologis seperti: merasa gelisah, suasana hati yang mudah sekali berubah, fobia, dan juga depresi.
  2. Sebanyak 56 % lebih memiliki daya tangkap di bawah rata-rata.
  3. Sebanyak 43 % anak sangat agresif terhadap orang tua.

Menurut pakar psikologi dari PBKP Fakultas Psikologi Universitas taruma negara, Agustina, M.Psi., dia pun telah menyeret perbedaan antara ayah pada zaman dulu dengan ayah pada zaman sekarang. Terutama dilihat dari segi waktu. Namun yang lebih membedakan antara ayah zaman dulu dengan ayah zaman sekarang adalah adanya peningkatan dalam hal pendidikan. Jadi, secara gamblang dapat disimpulkan bahwa ayah pada zaman sekarang hampir semua memiliki pendidikan yang relatif tinggi, sehingga dia memiliki cara tersendiri untuk ikut andil dalam memberikan pendidikan untuk anak-anaknya. Dengan demikian, anak akan merasa nyaman dan mampu menjadi sosok anak yang memiliki dua figur, yakni dari seorang ayah dan ibu.

Bentuk perhatian yang harus diberikan dari ayah meski sibuk bekerja

Menjadi seorang ayah memang bukan perkara yang mudah, sebab dia memiliki tanggungjawab yang amat berat yakni menafkahi keluarga. Terlepas dari itu dia juga memiliki peranan yang amat penting dalam mendidik anak-anaknya, meski telah sibuk di luar rumah. Lalu perhatian seperti apakah yang harusnya diberikan untuk anak disela-sela kesibukannya? Berikut ini adalah bentuk perhatian yang harus diterapkan oleh seorang ayah pada anak-anaknya.

  1. Usahakan untuk selalu meluangkan waktu untuk sang anak.

Dalam satu hari minimal ayah harus memiliki waktu 15 sampai 30 menit untuk melakukan cengkrama dengan keluarga. Dalam momen tersebut ayah bisa menanyakan kepada anak tentang kegiatan hari ini dan mengajaknya bermain.

Dengan demikian, anak akan merasa diperhatikan dan cara tersebut memiliki makna untuk perkembangan anak. Seorang ayah yang positif akan memberikan dampak yang positif pula untuk tumbuh kembangnya.

  1. Selalu usahakan untuk menampakan ungkapan sayang pada anak-anak.

Cobalah untuk sejenak memerhatikan anak, dengan bertanya tentang apa saja kegiatan di sekolah, bagaimana belajarnya, bagaimana teman-temannya. Cara seperti itu bisa meningkatkan kemampuan akademis anak. Oleh karena itulah, sesibuk apa pun seorang ayah sebisa mungkin harus meluangkan waktu untuk si buah hati karena sesibuk apapun ayah anak memerlukan perhatian, kasih sayang, dan juga dukungan penuh dari seorang ayah.

Selain ucapan ferbal, ayah juga bisa memberikan perhatian yang berupa belaian sayang, pelukan hangat, dan penghargaan berupa pujian kepada sang anak ketika dia mencapai sesuatu atau ketika dia sudah bisa melakukan hal yang menunjukan perkembangannya. Selain kata-kata, pelukan, sentuhan hangat dari seorang ayah juga amat penting bagi anak. Misalnya ayah bisa menggendong dia saat bersamanya.

  1. Selalu usahakan untuk bisa makan bersama di rumah bersama anak.

Sebisa mungkin ayah harus meluangkan waktunya untuk selalu bisa makan bersama atau berdoa bersama. Jika malam tidak bisa, maka bisa ketika sarapan pagi. Sebab dengan begitu anak dapat merasakan kehangatan dan kedekatan yang erat antara anggota keluarga. Selain itu, momen tersebut dapat dijadikan sebagai ajang untuk saling mengobrol antara anggota keluarga mengenai kegiatan masing-masing pada hari tersebut.

  1. Serasikan antara kesibukan dengan perhatian anak.

Selain harus menyerasikan antara kesibukan dengan perhatian anak, ayah juga harus pandai-pandai dalam menjaga kekompakan di depan anak. Ibu dalam hal ini juga harus ikut serta mendukung demi tumbuh kembangnya.

  1. Menikmati masa liburan bersama anak.

Usahakan ketika ayah libur bekerja selalu bersama menemani anak dalam bermain. Dengan begitu anak akan merasa nyaman dan dekat selayaknya bersama ibunya.

Demikian tadi pembahasan tentang pentingnya peran ayah dalam perkembangan dan pertumbuhan anak. Semoga bisa memberi manfaat yang positif bagi kita semua.

2 Comments

2 Comments

  1. Yeni dawarti

    October 12, 2017 at 3:51 pm

    Anak saya laki2 kls 2 sd. Disekolah selalu isengin temannya, kl diberitahu gurunya, malah ngelawan. Dan susah untuk memahami kata2 yg kita ucapkan (bhs indonesia). Malah sering ngobrol sendiri dlm bhs inggris. Saya tdk pernah mengajarkan bhs inggris pdnya.saya bingung mengatasinya. Karna sikap anak saya tsb saya sering di panggil gurunya ke sekolah. Mohon bantuannya bagaimana mengatasinya. Terima kasih sebelumnya. Salam saya ibu yeni

  2. loli

    January 23, 2018 at 7:31 pm

    Bagaimana mendidik anak agar mau mendengarkan larangan atau ajakan dr org tua, saat ini anak saya baru berusia 2 th.trimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top