Mom Life

Sering Nangis Saat Hamil Seperti Nagita Slavina, Ini Sebabnya

nangis saat hamil

Selebriti Nagita Slavina saat ini sedang hamil muda. Rupanya di kehamilannya kali ini, Nagita sering sekali menangis. Adakah Bunda yang sering nangis juga saat hamil? Kira-kira apa penyebabnya ya?

Sebenarnya soal tangis-menangis ini wajar saja kita alami ya, Bun. Menonton film sedih sering bikin air mata berderai-derai. Mendengar kisah sedih atau ingat kenangan masa lalu, hati jadi mudah terharu dan air mata mengucur. Namun, saat hamil terkadang menangis ini semakin menjadi-jadi.

Sebelum hamil, rasanya biasa-biasa saja saat suami tiba-tiba mengganti channel televisi tanpa seizin kita. Namun, hal ini kadang “menyakiti” perasaan si ibu hamil, lho. Akibatnya ibu hamil jadi nangis deh hanya gara-gara channel televisi yang diganti tanpa seizinnya.

Perubahan Hormon Bikin Gampang Nangis Saat Hamil

Nangis saat hamil lumrah dialami perempuan/ Foto: Canva

Segera setelah perempuan hamil, tubuh bersiap untuk menjaga dan memelihara kehamilan ini. Caranya adalah dengan meningkatkan kadar hormon estrogen dan progesteron dalam darah.

Perubahan hormon ini memiliki sejumlah efek samping. Misalnya saja morning sickness, kelelahan, dan perubahan suasana hati. Tak cuma mudah menangis, beberapa ibu hamil melaporkan dirinya jadi gampang tersinggung.

Umumnya di tiga bulan pertama, tubuh ibu hamil akan beradaptasi dengan tingkat hormon yang lebih tinggi ini. Dengan begitu, gejala perubahan suasana hati mulai menghilang. Akan tetapi menurut laman nct.org beberapa perempuan mengalaminya selama kehamilan.

Rasa Khawatir Juga Bisa Bikin Mudah Nangis Saat Hamil

Ada beberapa hal yang mengakibatkan mudah nangis saat hamil/ Foto: Canva

Meskipun kehamilan umumnya menjadi fase yang menyenangkan, tetapi bisa jadi juga menimbulkan kekhawatiran. Apalagi bila di kehamilan sebelumnya mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan. Misalnya pernah mengalami keguguguran, bed rest hampir sepanjang kehamilan, dan trauma persalinan.

Kehamilan terkadang membuat perubahan besar pada hidup seorang perempuan. Terkadang ada beberapa keputusan sulit yang harus diambil. Misalnya ketika memutuskan berhenti bekerja karena kehamilan.

Hal-hal semacam ini bisa memicu kekhawatiran. Alhasil ibu hamil jadi lebih sensitif perasaannya.

Kelelahan Fisik Juga Bisa Memicu Gampang Nangis Saat Hamil

Kehamilan mengakibatkan beberapa perubahan. Hal itu terkadang membuat seorang ibu jadi lebih mudah lelah. Ketika kelelahan melanda, dirinya jadi lebih mudah stres atau tertekan. Kondisi ini membuat dirinya jadi lebih mudah menangis.

American Pregnancy menyebut perubahan suasana hati sebagian besar dialami selama trimester pertama, di usia kehamilan 6 hingga 10 minggu. Hal yang sama kemungkinan terjadi lagi di trimester ketiga saat tubuh bersiap untuk melahirkan.

Mengelola Emosi Saat Hamil

Cara agar tidak mudah menangis saat hamil/ Foto: Canva

Saat badan lelah, rasanya sulit untuk berpikir jernih atau merasa positif. Akibatnya ibu hamil jadi lebih mudah terbawa emosi.

Beberapa hal yang bisa dilakukan ibu hamil agar emosi lebih stabil yakni:

  1. Istirahat dan tidur yang cukup.
  2. Menghindari makanan yang terlalu manis, alkohol, teh, kopi, dan minuman bersoda.
  3. Olahraga ringan.
  4. Mengurangi sumber stres dengan mengatasi kekhawatiran satu demi satu.
  5. Mengikuti kelas yoga kehamilan atau meditasi.
  6. Menonton film bersama teman atau pasangan.
  7. Pijat ibu hamil agar lebih relaks.
  8. Menghabiskan waktu bersama pasangan.

Menangis Saat Hamil yang Jadi Pertanda Masalah Serius

Menangis saat hamil bisa jadi salah satu tanda depresi/ Foto: Canva

Kendati mudah menangis saat hamil dianggap wajar akibat perubahan hormon, tetapi tetap perlu diperhatikan. Siapa tahu hal ini justru menjadi pertanda masalah serius yakni depresi saat hamil.

Lalu bagaimana mengenali depresi saat hamil? Mengutip laman marchofdimes.org, depresi tidak hanya ditandai dengan menangis saja. Ada sejumlah hal yang menyertai yakni:

  1. Sulit berkonsentrasi
  2. Kehilangan selera makan
  3. Kehilangan minat pada aktivitas favorit
  4. Muncul perasaan tidak berharga
  5. Muncul perasaan bersalah
  6. Tidur terlalu banyak
  7. Tidur terlalu sedikit
  8. Muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain, bahkan terlintas pikiran untuk bunuh diri.
  9. Selalu merasa lelah sepanjang waktu.
  10. Mengalami sakit kepala atau sakit perut atau keluhan sakit lainnya berkepanjangan.

Depresi selama kehamilan ini bisa hilang dengan sendirinya. Namun, jika gejala berlangsung selama 2 minggu atau lebih, ada baiknya membicarakannya dengan dokter.

Kesimpulannya, mudah menangis saat hamil sebenarnya lumrah terjadi. Perubahan hormon menjadi penyebab kondisi ini. Namun, perlu diwaspadai pula kerap menangis saat hamil yang menjadi salah satu tanda depresi. Semoga sehat selalu ya, Bunda.

Referensi:

NCT. Emotions During Pregnancy. https://www.nct.org.uk/pregnancy/how-you-might-be-feeling/emotions-during-pregnancy diakses pada 23 April 2021.

American Pregnancy Association. Mood Swings During Pregnancy. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/mood-swings-during-pregnancy-1079/ diakses pada 23 April 2021.

March of Dimes. Depression During Pregnancy. https://www.marchofdimes.org/complications/depression-during-pregnancy.aspx diakses pada 23 April 2021.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Tahap Perkembangan Janin Trimester Kedua yang Wajib Diketahui

Ketika hamil, perkembangan janin tentu menjadi hal yang bikin Bunda penasaran. Sudah sebesar apa si kecil dalam kandungan? Kemampuan apa yang sudah dimilikinya? Melihatnya melalui layar saat pemeriksaan USG pun selalu ditunggu-tunggu.

Memasuki trimester kedua, biasanya tubuh sudah beradaptasi lebih baik dengan hadirnya janin. Ketidaknyamanan yang kerap dikeluhkan di trimester pertama semakin jauh berkurang. Mual dan muntah yang umum dirasakan di awal kehamilan pun mulai jarang muncul.

Bisa dibilang trimester kedua adalah saat hamil yang paling nyaman. Tak heran banyak ibu hamil yang melakukan babymoon di masa ini.

Nah, informasi kali ini akan membahas seluk-beluk perkembangan janin pada trimester kedua kehamilan. Penasaran? Yuk, intip penjelasannya berikut ini!

Perkembangan Janin per Minggu di Trimester Kedua

Umumnya kehamilan berlangsung sekitar 40 minggu. Minggu-minggu ini terbagi dalam tiga trimester. Nah, trimester kedua dimulai dari minggu 13 hingga minggu 27 masa kehamilan. 

Pada masa ini, janin tumbuh lebih besar dan lebih kuat. Menurut American Pregnancy Association, janin akan mencapai panjang 355,6 milimeter dan bobot lebih dari 907 gram pada akhir trimester kedua.

Fitur wajah janin akan mulai terbentuk di bulan-bulan ini. Bunda pun mulai dapat merasakan pergerakan dalam rahim, seperti saat janin berbalik dan berputar. Selain itu, pada trimester kedua, jenis kelamin janin juga sudah mulai terlihat lebih jelas.

Yuk simak penjelasan selengkapnya mengenai tahap-tahap perkembangan janin di trimester kedua, dari awal hingga akhir.

Minggu ke-13 Kehamilan

Memasuki 13 minggu kehamilan atau 11 minggu setelah pembuahan, janin mulai memproduksi urine dan mengeluarkannya ke dalam cairan amniotik yang mengelilinginya. Janin juga akan menelan sebagian cairan amniotik.

Pada fase ini, kulit janin masih tipis dan transparan, tetapi sudah menunjukkan tanda-tanda menebal. Tulang-tulang yang menjadi kerangka tubuh bayi akan mulai mengeras, terutama tulang panjang dan tempurung kepala.

Minggu ke-14 Kehamilan

Berikutnya, memasuki 14 minggu kehamilan, leher janin akan terbentuk lebih kompleks. Sel darah merah juga terbentuk pada limpa fetus. Jenis kelamin bisa dilihat di minggu ini atau minggu selanjutnya.

Pada minggu 14, panjang bayi bisa mencapai 87 milimeter, mulai dari pucuk kepala hingga pantat. Beratnya diperkirakan mencapai 45 gram.

Minggu ke-15 Kehamilan

Pada 15 minggu kehamilan atau 13 minggu setelah pembuahan, pertumbuhan janin menjadi lebih pesat. Perkembangan tulang berlanjut dan dapat dilihat menggunakan pemindaian ultrasonik. Pola rambut di kulit kepala janin juga mulai terbentuk di minggu ini.

Minggu ke-16 Kehamilan

Masuk ke minggu ke-16, kepala janin mulai terangkat. Matanya pun mulai bergerak secara perlahan. Telinga janin saat ini mendekati posisi akhir. Selain itu, mata janin menjadi sensitif terhadap cahaya walau dalam kondisi tertutup.

Pada masa ini, kulit janin akan terus menebal. Pergerakan lengan saat minggu ke-16 menjadi lebih terkoordinasi dan bisa dicek saat pemeriksaan ultrasonik (USG). Namun, gerakan ini masih terlalu pelan untuk dirasakan oleh sang ibu.

Pada fase minggu ke-16 kehamilan, bobot janin menjadi sekitar 110 gram. Sedangkan panjang dari pucuk kepala hingga pantat mencapai 120 milimeter.

Minggu ke-17 Kehamilan

Minggu ke-17 kehamilan atau minggu ke-15 setelah masa pembuahan merupakan waktu kuku kaki janin berkembang. Selain itu, janin menjadi lebih aktif dalam kantung amniotik. Ia akan lebih sering berbalik dan berguling. Denyut jantungnya memompa sekitar 110 sampai 160 detak per menit.

Minggu ke-18 Kehamilan

Saat masuk ke minggu ke-18 kehamilan atau minggu ke-16 sesudah masa pembuahan, telinga janin mulai membuka di sisi kepala. Janin kemungkinan mulai dapat mendengar suara. Tak hanya itu, janin juga mulai bisa menguap.

Mata janin juga mulai menatap ke depan. Kemudian, sistem pencernaannya sudah mulai bekerja. Panjang janin, mulai ujung kepala hingga pantat, sekitar 140 milimeter dan bobotnya mencapai 200 gram.

Minggu ke-19 Kehamilan

Masuk ke minggu ke-19 kehamilan atau 17 minggu sesudah pembuahan, pertumbuhan janin akan melambat dibanding sebelumnya. Lapisan lengket dan mirip seperti keju, vernix caseosa, mulai membalut tubuh janin.

Kulitnya sangat rapuh dan bisa terkena pengaruh abrasi, pengerasan, dan pecah-pecah akibat paparan cairan amniotik. Saat inilah vernix caseosa menjalankan peran untuk melindungi kulit bayi. Tak hanya itu, apabila janin berjenis kelamin perempuan, rahim dan saluran vagina akan terbentuk.

Minggu ke-20 Kehamilan

Minggu ke-20 adalah masa pertengahan jalan kehamilan atau minggu ke-18 setelah pembuahan. Ukuran janin pada minggu ini mencapai 160 milimeter, dari pucuk kepala sampai bokong. Sementara itu, beratnya sekitar 320 gram.

Gerakan janin pada fase ini mulai dirasakan lebih jelas oleh sang ibu dan terasa lebih cepat. Janin akan berkali-kali tidur dan bangun. Ia bisa jadi terbangun akibat pergerakan Bunda atau suara berisik dari luar.

Minggu ke-21 Kehamilan

Minggu ke-21 kehamilan atau ke-19 sesudah masa pembuahan, janin mulai terbalut secara keseluruhan oleh lanugo, yakni rambut-rambut halus yang tumbuh di tubuh fetus. Lanugo membantu menopang vernix caseosa pada kulit.

Tak hanya itu, refleks mengisap pada janin mulai berkembang. Janin akan mulai mengisap ibu jari tangannya sendiri. Saat USG dilakukan, cobalah Bunda perhatikan baik-baik. Siapa tahu mendapati si kecil yang sedang mengisap jempolnya.

Minggu ke-22 Kehamilan

Memasuki minggu ke-22 kehamilan atau ke-20 sesudah masa pembuahan, rambut dan bulu mata bayi mulai tampak. Selain itu, lemak kecokelatan, yaitu sebagai pusat penghasil panas, juga terbentuk.

Bobot janin berkisar 460 gram dan panjangnya mencapai 190 milimeter. Untuk janin berjenis kelamin laki-laki, testis sudah mulai berkembang.

Minggu ke-23 Kehamilan

Gerakan mata janin mulai gesit di minggu ke-23 kehamilan atau minggu ke-21 setelah masa pembuahan. Pada telapak kaki dan telapak tangannya, mulai terbentuk pola-pola yang nantinya akan menjadi fondasi untuk sidik jari. Janin akan mulai cegukan dan mengakibatkan gerakan menyentak-nyentak.

Minggu ke-24 Kehamilan

Pada masa minggu ke-24 kehamilan atau ke-22 sesudah masa pembuahan, kulit janin mulai mengeriput dan terang. Kemudian, kulit menjadi berwarna merah atau merah muda akibat darah yang terlihat di kapiler. Panjang janin menjadi 210 milimeter dan bobotnya mencapai 630 gram.

Minggu ke-25 Kehamilan

Selanjutnya, memasuki minggu ke-25 kehamilan atau minggu ke-23 setelah pembuahan. Janin kemungkinan akan mampu merespons suara yang familier, seperti suara sang ibu, dengan gerakan.

Kemudian, saat tertidur, janin mulai melakukan gerakan mata cepat atau rapid eye movement. Jadi, matanya akan bergerak-gerak secara gesit meskipun kelopak mata sedang tertutup.

Minggu ke-26 Kehamilan

Saat memasuki minggu ke-26 kehamilan atau minggu ke ke-24 sesudah pembuahan, janin mulai menghasilkan surfaktan. Zat inilah yang membuat kantung udara dalam paru-paru mengembang.

Selain itu, surfaktan juga melindungi agar paru-paru tidak hancur atau menempel satu sama lain saat mengempis. Kini janin sudah sepanjang 230 milimeter dan bobotnya mencapai 820 gram.

Minggu ke-27 Kehamilan

Minggu ini merupakan fase terakhir dari trimester kedua. Minggu ke-27 kehamilan atau minggu ke-25 setelah masa pembuahan, sistem saraf janin berkembang menuju kematangan. Selain itu, berat badan janin mulai bertambah karena lemak. Lemak inilah yang menjadikan kulit janin tampak lebih lembut.

Perubahan Tubuh Saat Hamil Trimester Kedua

Perhatian dengan pengaruh perkembangan janin terhadap tubuh dapat membantu Bunda dalam persiapan yang lebih baik. Pada trimester kedua, tubuh wanita terus mengalami perubahan. Hal ini dikarenakan janin di dalam rahim mengalami perkembangan dan pertumbuhan hampir setiap hari. Itu artinya, perut makin membesar dan muncul perubahan-perubahan lain, baik secara psikis maupun hormon.

Apa saja perubahan yang dimaksud? Berikut penjelasannya.

Perubahan pada Payudara

Pada trimester kedua, payudara kemungkinan tidak seempuk saat trimester pertama. Namun, payudara akan terus mengalami pertumbuhan. 

Fase pertumbuhan ini menyebabkan kelenjar susu membesar dan menyimpan lemak. Perubahan inilah yang menjadi persiapan seorang ibu untuk menyusui.

Selain itu, Bunda mungkin menyadari adanya perubahan warna menjadi gelap di sekitar puting. Terdapat pula semacam benjolan-benjolan kecil di sekelilingnya.

Benjolan tersebut merupakan kelenjar yang memproduksi substansi berminyak supaya puting terhindar dari kekeringan. Kolostrum, zat cair berwarna kuning, juga kemungkinan mulai keluar dari puting.

Perubahan pada Kulit

Sebagian area kulit bisa jadi mengencang selama perubahan tubuh. Serat elastis tepat di bawah kulit dapat terkoyak. Inilah yang membuat munculnya guratan-guratan pada kulit yang berlekuk, atau biasa disebut sebagai gurat peregangan (stretch mark). 

Gurat peregangan umumnya berada pada area perut dan payudara. Tidak semua wanita hamil memiliki gurat peregangan, tetapi hal ini lumrah dialami. Sayangnya, tidak ada cara untuk benar-benar mencegah pembentukan gurat peregangan.

Namun, menjaga berat badan agar tidak berlebihan bisa menjadi ikhtiar mencegah stretch mark. Selain itu, menjaga agar kulit tetap lembap bisa mengurangi rasa gatal dari gurat peregangan. Setelah kehamilan, guratan-guratan ini akan memudar dan tidak begitu tampak.

Ada perubahan kulit lain yang dapat terjadi. Misalnya, rasa kering dan gatal pada perut. Lalu, kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Artinya, kulit lebih mudah tersengat dan terbakar. Selain itu, terdapat garis hitam di tengah perut, tepatnya mulai dari pusar hingga bulu kemaluan. Muncul pula melasma pada wajah yang sering disebut dengan “topeng kehamilan”.

Perubahan pada Tubuh

Tubuh wanita hamil berubah dengan cepat untuk beradaptasi dengan pertumbuhan janin. Anda bisa jadi mengalami beberapa perubahan tubuh, seperti

sakit punggung, panggul, dan pinggul.

Punggung akan merasakan sakit akibat menopang perut yang semakin membesar. Selain itu, pinggul dan panggul juga mulai terasa nyeri saat hormon kehamilan merelaksasi ligamen yang menopang tulang-tulang sebagai persiapan melahirkan bayi.

Nyeri pada Kaki

Kram kaki dapat terjadi, terutama ketika Anda terlelap. Hal ini berkaitan dengan tekanan yang diperoleh dari perkembangan janin sehingga mengenai saraf dan pembuluh darah yang menuju kaki. Oleh karena itu, pastikan Bunda tidur menyamping dan hindari posisi telentang.

Kondisi kaki lain seperti trombosis vena dalam dapat menjadi masalah serius. Trombosis vena dalam ialah darah yang membeku dan terbentuk di pembuluh vena sehingga mengakibatkan rasa sakit dan bengkak pada satu kaki. Apabila mengalami gejala tersebut, segera hubungi dokter.

Nyeri Perut

Ligamen dan otot yang menopang rahim akan berkontraksi saat rahim berkembang. Proses ini yang kerap kali menyebabkan kram dan nyeri ringan di sekitar perut.

Gigi renggang

Hormon kehamilan pun dapat memengaruhi tulang dan ligamen di dalam mulut. Perubahan ini akan membuat gigi goyang. Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena kondisi tersebut hanya terjadi pada masa kehamilan dan akan kembali seperti semula.

Jika mengalami gusi bengkak atau berdarah, sebaiknya segera kunjungi fasilitas kesehatan. Gejala ini bisa menjadi tanda-tanda penyakit periodontal.

Sudah sejak lama penyakit periodontal berkaitan erat dengan kelahiran prematur dan bobot bayi di bawah rata-rata. Waktu trimester kedua adalah momen paling tepat untuk melakukan perawatan gigi.

Bengkak pada Pergelangan Kaki, Tangan, dan Wajah

Bagian ini bisa saja mengalami pembengkakan selama trimester kedua. Ini terjadi karena tubuh menahan lebih banyak cairan untuk janin. Selain itu, sirkulasi darah pun menjadi lebih lambat.

Panas Dalam

Pada trimester kedua, panas dalam bisa jadi muncul atau malah memburuk. Perkembangan rahim menekan perut sehingga makanan dan asam di dalamnya dapat naik secara paksa ke esofagus. Inilah yang menyebabkan gejala panas dalam.

Kontraksi Braxton Hicks

Kontraksi Braxton Hicks, atau yang juga dikenal sebagai kontraksi palsu, merupakan kondisi penegangan pada otot-otot rahim. Gejala ini merupakan salah satu cara agar rahim bersiap-siap dengan kontraksi asli dan proses melahirkan. Selain itu, perut jadi terasa tegang dan keras selama kontraksi Braxton Hicks sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

Kondisi ini terjadi secara acak dan akan menghilang setelah beberapa menit. Hubungi dokter kandungan jika kontraksi tersebut menjadi sering dan menyakitkan. Bisa jadi ini merupakan tanda-tanda kelahiran prematur.

Gusi Berdarah, Mimisan, dan Hidung Tersumbat

Mengapa bisa terjadi? Hal ini disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke membran mukosa pada hidung dan mulut.

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi di masa trimester kedua bisa saja terjadi. Perubahan hormon memperlambat aliran urine dan kandung kemih tidak benar-benar kosong karena rahim yang membesar terus mendorongnya.

Infeksi saluran kemih yang tidak segera ditangani dapat memicu kelahiran prematur. Jadi, periksakan ke dokter jika Bunda merasakan gejalanya. Tanda-tanda infeksi saluran kemih, antara lain, rasa ingin buang air kecil lebih sering, bau tak sedap atau keluar darah pada urine, dan sensasi panas saat kencing.

Pemeriksaan Penting Saat Trimester Kedua

Di trimester kedua ini, dokter akan mulai melakukan pemeriksaan singkat terhadap fisik Bunda. Kemudian, berat badan dan tekanan darah pada ibu hamil juga akan dicek. Poin-poin lain yang diperiksa, misalnya, ukuran perut, tinggi fundus, denyut jantung janin, pembengkakan, edema, kadar protein urine, dan kadar gula urine.

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Bunda dan keluarga serta suplemen atau obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Setelah itu, dokter biasanya akan menanyakan pergerakan janin, pola tidur, ada atau tidaknya gejala kelahiran prematur, diet, pemakaian vitamin pranatal, atau gejala preeklamsia.

Bunda bisa mempersiapkan daftar pertanyaan yang akan diajukan pada dokter sebelum berkunjung untuk pemeriksaan. Berikutnya, pastikan untuk menemui dokter kandungan segera jika mengalami gejala-gejala tak biasa. Misalnya, vagina berdarah, meriang, demam, muntah-muntah, nyeri perut, pandangan kabur, pusing akut, serta keluar cairan tak biasa pada vagina.

Bagaimana? Sudah mendapatkan gambaran jelas tentang perkembangan janin di trimester kedua? Perkembangan yang menakjubkan di dalam rahim wanita hamil ini diharapkan mampu mendorong Bunda untuk melakukan yang terbaik sebagai calon orang tua. Misalnya, mengonsumsi makanan dan minuman kaya nutrisi, berolahraga khusus ibu hamil, serta mencukupkan kebutuhan istirahat.

Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan tepercaya. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan. Salam sehat selalu untuk Bunda dan si kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Kapan Waktu Terbaik untuk Cek Kehamilan ke Dokter Kandungan

Setelah mengetahui ciri-ciri hamil muda, Bunda perlu membuat janji temu dengan dokter spesialis kandungan. The American Pregnancy Association merekomendasikan ibu hamil untuk berkonsultasi dengan dokter setidaknya 8 minggu sejak periode menstruasi terakhir.

Dengan memulai perawatan sejak awal lewat pengawasan dokter, kesehatan Bunda dan si kecil di dalam kandungan akan terpantau dengan baik. Dari spesialis kandungan, Bunda bisa mendapatkan berbagai informasi terkait kondisi kehamilan, seperti:

  1. Mengetahui HPL.
  2. Mengetahui berbagai faktor risiko kehamilan yang berkaitan dengan kondisi kesehatan, penyakit keturunan atau usia.
  3. Riwayat kesehatan keluarga.
  4. Jadwal perawatan pra kelahiran terbaik.

Seberapa Sering Memeriksakan Kehamilan?

Pada kunjungan pertama, dokter mungkin akan memberitahu seberapa sering sebaiknya Bunda memeriksakan diri ke dokter. Untuk kehamilan yang sehat dan aman, rekomendasi waktu kunjungan ke dokter sebaiknya dilakukan pada:

  1. Minggu ke-4 sampai minggu ke-28 dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sekali dalam sebulan.
  2. Minggu ke-28-36 dianjurkan untuk melakukan kunjungan ke dokter setiap dua minggu sekali.
  3. Minggu ke 36-40 dianjurkan untuk memeriksakan kandungan setiap minggu.

Meskipun sibuk, pastikan untuk memenuhi anjuran jadwal kunjungan yang diberikan oleh dokter. Melakukan perawatan pra kelahiran sangat penting untuk kesehatan Bunda dan si kecil.

Ketika seorang ibu tidak mendapatkan perawatan pra kelahiran, bayi berisiko tiga kali lebih tinggi lahir dengan berat badan rendah. Melalui pemeriksaan berkala, dokter bisa menemukan berbagai masalah sejak dini. Dengan demikian, langkah penanganan bisa dilakukan. Hal ini adalah kunci untuk menjalani kehamilan sehat.

Kondisi yang Mengharuskan Pemeriksaan Kandungan Lebih Sering

Rekomendasi terkait frekuensi pemeriksaan kandungan sifatnya tidak tetap. Dokter biasanya memiliki pertimbangan tersendiri. Semua tergantung pada kondisi Bunda dan janin yang dikandung.

Ada beberapa faktor risiko yang mungkin mengharuskan Bunda lebih sering melakukan pemeriksaan antara lain:

1. Berusia 35 Tahun atau Lebih

Sebenarnya kebanyakan wanita usia 30-an sampai 40-an melahirkan bayi yang sehat. Namun wanita yang berusia di atas 35 tahun punya risiko lebih besar mengalami masalah dalam kehamilan termasuk kondisi cacat lahir pada bayi yang dikandung.

2. Memiliki Masalah Kesehatan Sebelum Hamil

Jika Bunda punya kondisi medis khusus, termasuk diabetes atau tekanan darah tinggi, kondisi kehamilan perlu dikelola dengan cermat. Hal ini dilakukan agar tidak berpengaruh pada kesehatan janin. Masalah kesehatan lain yang juga memerlukan penanganan khusus saat hamil adalah asma, lupus, anemia, dan obesitas

3. Memiliki Masalah Kesehatan yang Muncul Saat Hamil

Selama kunjungan pra kelahiran yang Bunda lakukan, dokter akan mencari tahu komplikasi yang mungkin terjadi di masa kehamilan seperti preeklamsia (tekanan darah tinggi yang terjadi selama masa kehamilan) atau diabetes gestasional (diabetes yang dialami seorang wanita hanya dia masa kehamilan saja). Jika Bunda mengalami salah satu dari masalah kesehatan ini, dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan yang lebih sering

4. Ada Risiko Kelahiran Prematur

Jika sebelumnya Bunda punya riwayat persalinan prematur atau ada tanda-tanda akan melahirkan prematur, dokter kandungan perlu melakukan pengawasan lebih ketat.

Dengan mengunjungi dokter secara rutin untuk perawatan pra kelahiran, Bunda akan merasa lebih nyaman. Bunda bisa mengetahui kondisi kesehatan bayi dan melakukan pencegahan untuk risiko-risiko yang tidak diinginkan.

Itulah ulasan lengkap terkait ciri-ciri hamil muda dan berbagai hal yang perlu diketahui di awal masa kehamilan. Sambut kelahiran dengan persiapan terbaik agar Bunda dan si kecil sehat selalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Le Minerale Bersama POGI Jakarta Hadirkan Sentra Vaksin untuk Ibu Hamil

Sesuai yang Pemerintah telah tetapkan, tentang ibu hamil yang termasuk dalam salah satu kelompok sasaran prioritas program vaksinasi Covid-19. Dikarenakan, ibu hamil memiliki risiko gejala berat apabila terinfeksi Covid-19. Selain melakukan vaksinasi, ibu hamil juga dihimbau untuk memenuhi kebutuhan dan kecukupan mineral dalam tubuh agar daya tahan tubuh tetap terjaga di tengah pandemi saat ini.

Mendukung upaya pemerintah Indonesia, Le Minerale bekerja sama dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) cabang Jakarta dengan menghadirkan sentra vaksinasi  bagi ibu hamil di wilayah Jabodetabek. Upaya ini dilakukan guna mempercepat proses vaksinasi bagi ibu hamil dan mencapai kekebalan kelompok. 

Kementerian Kesehatan Indonesia melalui situs resminya merilis sejumlah pernyataan terkait perlunya vaksinasi Covid-19 yang diperlukan oleh ibu hamil. Vaksinasi Covid-19 kepada ibu hamil merupakan langkah tepat untuk melindungi ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Beberapa ibu hamil sempat dilaporkan yang terkonfirmasi positif Covid-19 berpotensi mengalami gejala berat bahkan meninggal dunia.

“Menanggapi kebijakan dari pemerintah, kami sudah siap untuk melakukan vaksinasi kepada seluruh ibu hamil. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh ibu hamil sebelum menerima vaksin Covid-19 yaitu pemberian dosis pertama pada trimester kedua kehamilan dan dosis kedua yang dilakukan sesuai dengan interval dari jenis vaksin,” ucap dr. Ulul Albab selaku Perwakilan POGI Cabang Jakarta. 

Terdapat tiga jenis vaksin yang dapat diberikan kepada ibu hamil, antara lain seperti yaitu CoronaVac (Sinovac), Pfizer, dan Moderna. Ibu hamil direkomendasikan untuk menjaga pola hidup sehat sebelum menerima vaksin Covid-19. 

dr. Ulul Albab menambahkan, “Program kerjasama ini diharapkan mampu meredam kekhawatiran akan infeksi virus Covid-19. Para ibu hamil juga tidak perlu ragu untuk menerima vaksin Covid-19. Karena vaksin Covid-19 ini sudah dipastikan aman dan tidak memiliki efek samping apapun untuk ibu hamil. Selain itu, pola hidup sehat dengan menjaga asupan gizi dan asupan air mineral dalam tubuh juga penting untuk proses kelancaran vaksinasi untuk ibu hamil. Selama ibu hamil memenuhi persyaratan penerima vaksin, selalu menjaga pola hidup sehat, mencukupi kebutuhan gizi dan asupan mineral maka dipastikan aman.”

Ibu hamil perlu memiliki imunitas tubuh yang kuat. Upaya meningkatkan imunitas tubuh dapat dilakukan dengan rutin konsumsi air mineral sebagai zat gizi mikro. Di sisi lain, mineral termasuk salah satu asupan yang berperan penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Asupan mineral bisa didapatkan dari berbagai sumber, salah satunya melalui air minum mudah diserap oleh tubuh.

“Sebagai salah satu kelompok prioritas vaksinasi Covid-19, ibu hamil harus memiliki imunitas tubuh yang kuat. Oleh karena itu, kerja sama ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap ibu hamil dan kami ingin agar ibu hamil terfasilitasi secara cepat, mudah dan nyaman sehingga ibu hamil tidak perlu menunggu terlalu lama dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Le Minerale akan terus mendorong dan mengedukasi masyarakat Indonesia untuk terus menerapkan pola hidup sehat baik dari asupan makanan dan juga kecukupan akan konsumsi air mineral,” ujar Dolphin Siregar selaku Regional Sales Promotion Manager Le Minerale.

Kedepannya, Le Minerale akan terus berkomitmen mendukung berbagai kegiatan positif demi masyarakat Indonesia yang lebih sehat. Le Minerale sebagai produk air mineral dalam kemasan memberikan produk air mineral berkualitas yang mengandung mineral alami, dikemas secara terproteksi sehingga aman dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top