Parenting

Sering Memarahi Anak di Depan Umum? Anda Harus Tahu, Ini 10 Dampak Buruk Pada Psikologis Anak Jika Sering Memarahinya di Depan Umum

memarahianakdepanmum

Dikaruniai buah hati dalam kehidupan rumah tangga merupakan anugerah terbesar yang diberikan oleh Tuhan. Anggota keluarga menjadi tambah lengkap dengan kedatangan si kecil dalam kehidupan pasangan suami dan istri.

Sebagai seorang ibu, melihat tumbuh kembang si kecil adalah hal yang membahagiakan. Mulai dari mengajarinya makan, belajar berbicara, hingga akhirnya bisa melihatnya aktif berjalan dan berlari.

Namun ada kalanya sebagai orang tua, harus bersiap menghadapi tingkah laku si kecil yang sringkali membuat kewalahan dan membuat sakit kepala. Ketika merasa anak sudah mulai sulit untuk dikendalikan, umumnya orang tua secara sadar atau tidak sering memarahi anak yang dianggap melakukan kesalahan. Parahnya lagi hal ini sering dilakukan di tempat umum.

Memarahi anak terutama di depan umum dapat berakibat buruk terhadap perkembangan mental dan kejiwaan sang anak

Tak jarang ketika memarahi anak di depan umum, para orang tua seringkali melontarkan kata-kata kasar, sambil menunjuk atau melakukan kekerasan fisik seperti mencubit atau menjewernya. Cara ini biasanya dilakukan agar anak segera diam dan tidak melakukan perbuatan yang dianggap orang tua menjengkelkan.

Tahukah Anda, memarahi anak terutama di depan umum dapat berakibat buruk terhadap perkembangan mental dan kejiwaan sang anak. Dampak buruk yang diterimanya saat kecil biasanya akan terbawa hingga dewasa kelak. Ketahui dampak buruk yang bisa ditimbulkan pada psikologis anak ketika Anda memarahinya di depan umum.

Anak akan menjadi tidak percaya diri dan tidak berani berekspresi

Ketika sedang berjalan-jalan di tempat umum, tak jarang anak-anak melakukan hal yang diluar kendali, entah karena ingin diperhatikan oleh banyak orang atau hanya keingintahuannya terhadap suatu hal sehingga melakukan sesuatu yang membuat Anda geleng-geleng kepala. Tak jarang orang tua yang kesal, lantas segera memarahinya engan nada bicara yang tinggi dan mencubitnya.

Ketika dimarahi di depan banyak orang, bukan hanya perasaan sedih yang dirasakan tapi juga malu dan takut karena banyaknya orang-orang yang memperhatikan. Rasa malu ini dapat berakibat anak menjadi tidak percaya diri dan tidak berani berekspresi ketika melakukan kesalahan di kemudian hari karena takut akan dimarahi lagi oleh orang tua.

Mengingat terus kata kasar yang diucapkan orangtua

Memori anak-anak adalah yang paling baik. Pada saat masih usia belia, anak-anak akan mudah mengingat dan menyerap apa yang dilihat dan didengarnya. Ingatan tersebut akan terbawa terus sampai ia dewasa.

Ketika Anda secara tak sadar berkata, “Dasar Anak Bodoh!” atau “Dasar tidak berguna!”. Efek yang akan terjadi pada anak Anda ialah ia merasa yakin bahwa dia adalah anak yang benar-benar bodoh atau tidak berguna karena perkataan tersebut datang langsung dari orang tuanya.

Bukan tidak mungkin, anak Anda akan meniru perbuatan dan perkataan buruk yang Anda lakukan sehingga bukan tidak mungkin ketika sudah besar, ia akan akan memarahi dan berakata kasar orang yang melakukan kesalahan terhadap dirinya.

Menimbulkan Sifat Keras dan Egois pada anak

Perilaku memarahi anak di depan umum yang kerap dilakukan orang tua akan menimbulkan sikap keras terhadap anak. Bila dilakukan secara terus-menerus, anak akan menjadi pribadi yang memberontak dan keras karena merasa tidak disayangi oleh kedua orang tuanya.

Kepercayaannya terhadap lingkungan sekitar dan orang lain perlahan menghilang, hal ini mengakibatkan dirinya memiliki sifat yang arogan dan cuek terhadap kondisi di sekelilingnya. Sikap seperti ini tentunya akan menyebabkan kesulitan dalam bersosialisasi terhadap orang lain di masa yang akan datang.

Tidak hormat pada orangtua

Seringnya orang tua memarahi anak di depan umum bukan tidak mungkin akan menimbulkan rasa benci yang amat mendalam pada orang tua, karena si anak merasa malu dibentak oleh orang tua di depan orang-orang yang tidak dikenalnya. Ketika rasa benci tersebut tidak bisa dikendalikan sang anak, dan orang tua tidak menunjukan rasa kasih sayang, anak-anak akan kehilangan rasa hormatnya pada orang tua dan memiliki sikap acuh.

Ketika Ingin Memarahi Anak di Depan Umum, Ada Baiknya Mengingat Hal Ini

Anak-anak merupakan pribadi yang polos dan masih belum bisa membedakan apa yang salah dan benar untuk dilakukan. Ketika Anda merasa jengkel akan perbuatan ulah anak Anda, usahakan selalu berpikir positif dan menganggap itu sebagai bagian dari ujian menjadi orang tua yang bai. Ingat kembali alasan mengapa Anda membangun rumah tangga dengan pasangan.

Kesal terhadap kesalahan yang anak dilakukan di depan umum itu merupakan hal yang wajar. Namun ada baiknya tidak melimpahkan kekesalan tersebut di depan orang banyak. Hal ini hanya akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan psikologis anak. Bukan hanya pribadinya yang akan terguncang, anak pun akan minder melakukan kegiatan sehari-hari karena dibayang-bayangi oleh kemarahan orang tua yang membekas di memorinya.

Pentingnya melatih kesabaran dan mengelola emosi pada anak. Ingat, anak sebagai karunia Tuhan yang paling indah, yang tidak semua pasangan suami-istri bisa memilikinya.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
1 Comment

1 Comment

  1. Radiana

    June 11, 2017 at 7:05 pm

    Untuk para ibu, artikel ini sangat penting dan sudah saya buktikan sendiri, lho.

    Ibu, tolong bersikap lebih bijak lagi dan jangan samakan anak-anak dengan orang dewasa.
    Saya adalah remaja usia 18 tahun yg memiliki pengalaman tidak menyenangkan dengan ibu sewaktu kecil.
    Sering dipermalukan di depan orang lain, dipelototi, dibentak. Dan dampaknya membekas sampai sekarang. Saya jadi rendah diri. Kurang bisa bersosialisasi dan mengaktualisasi diri saya. Jika teringat masa kecil, saya jadi suliy respect dengan ibu. Padahal, surga itu ada di telapak kaki ibu.

    Ibu² di Indonesia, dampak dari membentak, kasar, dan merendahkan anak tidaklah langsung terlihat. Tetapi hal itu akan selalu membekas di memori sang anak sampai ia dewasa. “Saya selalu salah, saya sangat ceroboh, saya selalu merugikan orang lain
    “Seperti itulah dampak psikis yang tercipta.
    Dan, sangat sulit untuk si anak, seperti saya, saat beranjak dewasa, untuk hidup dan bergaul dengan bebas tanpa dibayangi rasa takut akan dipermalukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top