Extra

Serba-serbi Prosedur Operasi Caesar yang Perlu Bunda Ketahui

Melahirkan dengan operasi caesar masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian Ibu. Bukan hanya prosedurnya yang membuat takut, tetapi juga stigma masyarakat. Pasalnya, masih ada yang beranggapan bahwa seorang ibu belum menjadi ibu yang sempurna jika tidak melahirkan secara normal. Padahal, melahirkan dengan operasi caesar bukan berarti Bunda tidak berjuang. Melahirkan secara normal atau caesar memiliki perjuangannya masing-masing, sehingga tidak perlu dibandingkan.

Operasi caesar adalah metode melahirkan dengan membuat sayatan di perut hingga rahim untuk mengeluarkan bayi. Umumnya, operasi caesar dilakukan pada usia kehamilan di atas 38 minggu, kecuali jika ada kondisi darurat. Sebagian besar operasi caesar dilakukan karena ada kondisi yang membuat bunda tidak bisa melahirkan secara normal. Namun, ada juga yang memilih untuk melahirkan dengan operasi sejak awal kehamilan.

Nah, jika Bunda harus melahirkan dengan operasi caesar, berikut beberapa informasi yang perlu Bunda ketahui.

Kondisi yang Membuat Bunda Harus Melahirkan Secara Caesar

Sejak awal kehamilan, sebaiknya bunda rutin memeriksakan kondisi kandungan dan kesehatan ibu ke dokter. Dengan begitu, dokter kandungan bisa menilai apakah bunda bisa melahirkan secara normal atau perlu menjalani operasi caesar. Berikut beberapa kondisi yang menjadi indikasi melahirkan secara caesar:

  1. Ukuran bayi terlalu besar dan ukuran panggul bunda kecil
  2. Masalah kesehatan bunda, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan preeklampsia
  3. Posisi bayi melintang atau sungsang
  4. Kehamilan kembar
  5. Masalah pada tali pusat dan placenta, seperti posisi placenta yang menutup jalan lahir dan placenta yang menempel ke otot rahim
  6. Proses persalinan normal yang lama dan tidak ada kemajuan
  7. Adanya kondisi yang membahayakan janin atau gawat janin, misalnya janin kekurangan oksigen
  8. Riwayat operasi caesar sebelumnya.

Proses Operasi Caesar

Sebelum proses pembedahan dimulai, dokter akan memberikan obat bius atau anestesi. Biasanya anestesi yang diberikan adalah bius spinal atau epidural. Proses pembiusan ini dengan menyuntikkan obat bius ke tulang punggung bunda. Anestesi ini membuat bagian tubuh bawah bunda mati rasa, tetapi bunda tetap sadar. Namun, ada beberapa kondisi di mana dokter akan memberikan anestesi umum sehingga bunda tidak sadar selama operasi. Terkait jenis obat bius yang akan diberikan, sebaiknya bunda mengkonsultasikannya langsung kepada dokter.

Setelah prosedur anestesi dan obat bius sudah bekerja, proses pembedahan siap dilakukan. Dokter kandungan akan membuat sayatan di perut, sedikit di bawah garis pinggang. Biasanya sayatan dibuat secara horizontal sepanjang 10 sampai 20 cm. Dokter akan menyayat perut hingga rahim. Kemudian, dokter akan mengeluarkan si kecil dari rahim.

Dokter anak akan memeriksa kondisi si kecil dan memastikannya bisa bernapas dengan normal. Setelah itu, biasanya dokter akan memperlihatkan si kecil kepada bunda. Wah, pasti rasanya mengharukan ya.

Setelah si kecil lahir, dokter kandungan akan mengeluarkan placenta dari rahim dan menyuntikkan obat bernama oksitosin yang akan merangsang kontraksi rahim. Kontraksi ini berfungsi untuk membantu menghentikan perdarahan.

Setelah semua proses selesai, dokter akan menutup sayatan rahim dan perut dengan jahitan. Jika tidak ada masalah selama operasi, umumnya proses operasi caesar berlangsung selama 40 hingga 50 menit.

Perawatan Setelah Operasi caesar

Setelah semua prosedur operasi caesar selesai dilakukan, bunda akan dipindahkan ke ruang perawatan. Biasanya, bunda harus dirawat di rumah sakit selama 3 sampai 4 hari. Dokter akan memberikan obat anti nyeri untuk meredakan sakit pada luka operasi bunda.

Di ruang perawatan, dokter akan menganjurkan bunda untuk mencoba bangun dan berjalan secara perlahan. Bunda juga akan diajarkan untuk menyusui si kecil. Mungkin awalnya bunda akan kesusahan untuk menyusui, apalagi ditambah dengan bekas operasi yang belum pulih. Oleh karena itu, bunda perlu mencari posisi menyusui yang paling nyaman.

Sama seperti pada proses persalinan normal, darah juga akan keluar dari vagina setelah operasi caesar. Darah ini disebut dengan lokia. Awalnya berwarna merah dan jumlahnya cukup banyak, lama-kelamaan warnanya berubah menjadi kecoklatan, lalu putih. Namun, bunda perlu waspada jika darah keluar terlalu banyak, sampai harus ganti pembalut lebih dari dua kali dalam satu jam, atau masih sangat banyak pada hari ke-4 setelah operasi.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang perlu bunda waspadai dan perlu segera konsultasi kepada dokter, yaitu:

  1. Keluar nanah atau darah dari luka bekas sayatan operasi
  2. Bunda merasakan nyeri pada bagian kaki bawah dan terjadi pembengkakan.
  3. Luka bekas operasi terasa nyeri, kemerahan, atau bengkak
  4. Perdarahan banyak dari vagina dan berbau tidak enak
  5. Ada tanda-tanda infeksi seperti demam dan menggigil
  6. Bunda merasa nyeri ketika buang air kecil.

Jika selama masa perawatan tidak ada masalah, maka bunda bisa pulang setelah 2-4 hari. Sebelum pulang dari rumah sakit, biasanya dokter atau bidan akan memberikan penjelasan tentang beberapa hal yang perlu bunda lakukan di rumah untuk membantu pemulihan, seperti berikut:

  1. Bunda harus tenang, hindari stres, dan banyak beristirahat
  2. Hindari aktivitas yang berat, seperti mengangkat beban yang berat, olahraga yang berat seperti bersepeda, berlari, aerobik, sit up, dan lainnya. Jika ingin olahraga, bunda bisa jalan kaki ringan.
  3. Gunakan posisi yang nyaman saat menyusui, bunda bisa menopang bagian perut menggunakan bantal
  4. Hindari berhubungan seksual sesuai anjuran dokter, biasanya antara 4 – 6 minggu
  5. Bunda perlu banyak minum untuk mengganti cairan yang hilang selama operasi agar tidak dehidrasi. Apalagi jika bunda menyusui, maka perlu lebih banyak minum.
  6. Konsumsi makanan yang bergizi.
  7. Minum obat yang diberikan oleh dokter seusai jadwal dengan teratur
  8. Bunda harus merawat luka bekas operasi, bersihkan luka dang anti perbannya setiap hari. Jika bekas operasi tidak dijaga kebersihannya maka berisiko terjadi infeksi.

Komplikasi yang Bisa Terjadi Pada Operasi Caesar

Sama seperti tindakan pembedahan lainnya, operasi caesar juga memiliki beberapa risiko. Berikut beberapa komplikasi yang bisa terjadi saat operasi caesar.

  1. Perdarahan
    Melahirkan dengan operasi caesar memiliki risiko perdarahan yang lebih parah daripada proses melahirkan normal.
  2. Cedera Pembedahan
    Ketika proses pembedahan, organ di sekitar rahim berisiko cedera. Misalnya cedera pada kandung kemih atau usus.
  3. Pembekuan Darah
    Pembekuan darah bisa terjadi di pembuluh darah, terutama di bagian kaki atau punggul.
  4. Infeksi
    Infeksi bisa terjadi pada luka sayatan atau di rahim. Jika terjadi infeksi pada luka sayatan, bunda akan merasakan beberapa gejala misalnya demam, menggigil, bekas luka operasi keluar darah, nanah, atau bengkak. Sedangkan jika terjadi infeksi pada bagian rahim, maka akan keluar darah yang banyak dan bisa berbau tidak sedap.

Itulah beberapa hal tentang operasi caesar yang perlu bunda ketahui. Operasi caesar tidaklah semenakutkan yang banyak dibayangkan. Jika bunda harus melahirkan dengan operasi caesar, tidak perlu cemas ya. Jika ada hal yang bunda tidak mengerti, maka tanyakan dan konsultasikan kepada dokter. Mintalah dukungan suami, keluarga, atau orang terdekat bunda.

Jika ada yang menganggap bunda gagal menjadi ibu karena melahirkan dengan operasi caesar, tidak perlu dipedulikan. Ingatlah, bahwa bunda sudah berjuang sekuat tenaga untuk bertemu dengan si kecil. Jadi, tak perlu bersedih dan tetap semangat ya, Bun!

Terima kasih sudah berlangganan Sayangi Anak Extra. Untuk mengakses konten - konten Sayangi Anak Extra. Untuk membaca konten Sayangi Anak Extra. Silakan kunjungi kategory Extra pada website Sayangianak.com atau klik disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Begini Perkembangan Janin di Trimester Pertama Kehamilan

Mendeteksi perkembangan janin secara periodik merupakan salah satu cara efektif untuk meminimalkan risiko kehamilan. Nah, periode terpenting dalam masa kehamilan adalah trimester pertama.

Deteksi dini kehamilan perlu dilakukan. Jangan abai ya, Bunda, karena berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan. Bahkan, tak sedikit kasus komplikasi dan keguguran terjadi pada awal kehamilan.

Perkembangan Janin per Minggu di Trimester Pertama

Supaya Bunda lebih memahami kondisi janin dan tubuh di awal kehamilan, simak penjelasan yang dikutip dari MayoClinic mengenai perkembangan janin dari minggu ke minggu berikut ini.

Minggu Pertama dan Kedua

Secara biologis, pembuahan (konsepsi) adalah awal dari perkembangan manusia. Pembuahan biasanya terjadi ketika sperma bergabung dengan sel telur di dalam tuba rahim. Pada usia kehamilan satu minggu, sel telur baru akan meninggalkan indung telur menuju tuba falopi.

Di masa ini, Bunda belum bisa dinyatakan hamil karena biasanya pembuahan terjadi sekitar dua minggu setelah menstruasi terakhir. Meskipun demikian, sebenarnya tubuh Bunda sudah siap untuk hamil. Di minggu kedua, janin mulai terbentuk setelah sel telur bertemu dengan sperma.

Minggu Ketiga

Penyatuan sperma dan sel telur di salah satu saluran tuba akan membentuk entitas bersel satu, zigot. Zigot memiliki empat puluh enam kromosom yang berasal dari Ayah dan Bunda dengan perbandingan 50:50. Kromosom bertugas membantu menentukan jenis kelamin dan ciri fisik bayi.

Setelah pembuahan, zigot akan bergerak menuruni tuba falopi menuju rahim. Di saat yang sama, zigot akan membelah diri membentuk sekelompok sel yang disebut morula.

Jika janin memiliki kromosom XY, maka kemungkinan besar janin akan tumbuh menjadi anak laki-laki. Sementara janin yang memiliki kromosom XX akan tumbuh menjadi anak perempuan.

Minggu Keempat

Bagaimana perkembangan janin di minggu keemoat kehamilan? Pada minggu ini, bola sel yang memiliki kemampuan membelah dengan cepat (blastokista) mulai melekat di dalam lapisan rahim (endometrium). Proses ini disebut penanaman atau implantasi.

Di dalam blastokista, kelompok sel bagian dalam akan berubah menjadi embrio. Sementara lapisan luar akan membentuk bagian dari plasenta yang akan menyehatkan bayi selama masa kehamilan. Bentuk janin usia empat minggu menyerupai ukuran biji kacang, sekitar dua milimeter.

Pada tahap ini, kepala, mata, telinga, dan batang struktur yang akan menjadi lengan dan tungkai mulai muncul. Otak juga mulai berkembang menjadi lima bagian, termasuk beberapa saraf kranial.

Minggu Kelima

Di minggu kelima, kadar hormon HCG yang diproduksi oleh blastokista akan meningkat pesat. Ini merupakan sinyal yang diberikan pada ovarium untuk berhenti melepaskan sel telur dan menghasilkan lebih banyak progesteron dan estrogen.

Peningkatan kadar hormon tidak hanya menghentikan periode menstruasi Bunda, tetapi juga memicu pertumbuhan plasenta. Pada periode ini, wanita sering kali tidak menyadari tanda-tanda kehamilan awal, seperti meningkatnya intensitas buang air kecil dan membengkaknya payudara.

Kondisi janin berusia lima minggu mulai berkembang sebesar biji wijen, dengan berat sekitar satu gram. Pada kehamilan normal, selama periode ini seluruh organ bayi dari bagian otak hingga sistem saraf mulai terbentuk sempurna.

Pada minggu kelima, organ jantung juga mulai berkembang. Ditandai dengan terbentuknya sekat dan serambi sehingga janin dapat memompa darahnya sendiri. Jantung dan sistem peredaran darah akan terbentuk di lapisan tengah sel, mesoderm. Lapisan sel ini juga berfungsi sebagai fondasi tulang bayi, ginjal, ligamen, dan sebagian besar sistem reproduksi janin.

Sementara lapisan atas, ektoderm akan membentuk lapisan kulit terluar janin, sistem saraf pusat dan tepi, mata, dan telinga bagian dalam. Lapisan dalam sel, endoderm adalah tempat berkembangnya paru-paru dan usus si kecil.

Minggu Keenam

Perkembangan ukuran janin di minggu keenam bertambah secara signifikan. Bentuknya menyerupai huruf C. Pada periode ini, tabung saraf di sepanjang punggung bayi akan menutup sehingga memudahkan proses berkembangnya otak dan sumsum tulang belakang.

Selain itu, struktur yang diperlukan untuk pembentukan mata dan telinga juga mulai berkembang. Bibir dan hidung bagian atas telah terbentuk. Kaki dan tangan sudah bisa dibedakan. Kaki tumbuh lebih panjang. Sementara jari tangan dan kaki yang mulai terbentuk masih tertutup selaput.

Pada fase ini, otak dan paru-paru mulai terbentuk. Sedangkan jantung mulai berdetak dengan kecepatan sekitar seratus hingga seratus lima puluh kali per menit.

Minggu Ketujuh

Memasuki usia kehamilan tujuh minggu, otak dan wajah bayi berkembang sangat pesat hingga menghasilkan ratusan sel baru setiap menit. Hidung mulai terlihat jelas, gigi dan langit mulut serta retina mulai terbentuk. 

Begitu juga dengan sendi lengan dan tungkai. Lantaran kulit masih teramat tipis, pembuluh darah janin tampak jelas.

Pada fase ini, tunas tungkai bawah dan lengan yang tumbuh pada minggu sebelumnya sudah menyerupai bentuk dayung. Meskipun sumsum tulang belum terbentuk, hati sudah mulai menghasilkan banyak sel darah merah.

Minggu Kedelapan

Di delapan minggu kehamilan, seluruh bagian tubuh utama janin, seperti bentuk jari-jari, bibir, hidung, dan bibir atas tampak jelas. Sementara batang leher janin mulai tegak. Panjangnya mungkin sudah mencapai sebelas hingga empas belas milimeter dari puncak kepala hingga bagian pantat.

Di minggu ini, leher janin mulai berkembang. Sementara kelopak mata mulai menutup untuk melindungi mata janin yang sedang berkembang. Meskipun belum sempurna, seluruh bagian tubuh utama sudah terbentuk dan berkembang. Bahkan, posisi mata, telinga, lengan dan kaki dapat dikenali melalui pemeriksaan Ultrasonografi (USG).

Minggu Kesembilan

Pada minggu kesembilan kehamilan, lengan janin tumbuh dan siku muncul. Jari kaki terlihat dan kelopak mata terbentuk. Kepala janin mulai membesar, tetapi bentuk dagunya masih belum sempurna.

Kepala janin mulai tegak. Telinga terus membesar, jari kaki tampak lebih jelas, dan seluruh organ penting, seperti otak, hati, jantung, paru-paru, dan ginjal sudah berkembang lebih sempurna dibandingkan minggu sebelumnya.

Lantaran otot-otot kecil janin sudah berkembang, lengan dan kakinya mulai bergerak secara spontan. Namun, Bunda baru bisa merasakan tendangan si kecil sekitar satu hingga dua bulan kemudian. Dari puncak kepala hingga pantat, panjangnya diperkirakan sekitar enam belas hingga delapan belas milimeter.

Minggu Kesepuluh

Pada minggu kesepuluh, kepala janin menjadi lebih bulat, jari kaki dan tangan menjadi lebih panjang serta memiliki kuku. Lengan mulai lentur sehingga janin bisa menekuk sikunya. Selain itu, kelopak mata dan telinga luar terus berkembang. Tali pusar semakin tampak jelas.

Pada fase ini, wajah janin sudah tampak layaknya manusia. Tulangnya sudah terbentuk, lekukan kecil di kaki juga berkembang menjadi pergelangan kaki dan lutut. Detak jantungnya juga dapat dideteksi secara elektronik. Panjangnya hampir tiga puluh delapan milimeter.

Di minggu ini, tunas gigi di bawah gusi akan terbentuk. Namun, tunas gigi ini tidak akan menembus gusi hingga bayi mendekati usia enam bulan. Perut janin juga sudah menghasilkan cairan pencernaan, sedangkan ginjal memproduksi urine. Jika si kecil laki-laki, maka di periode ini si kecil sudah memproduksi testosteron.

Minggu Kesebelas

Pada awal minggu kesebelas kehamilan, karakteristik janin semakin menyerupai manusia. Tangan dan kaki di depan tubuh, bentuk telinga hampir sempurna, lidah dan langit-langit mulut mulai terlihat, begitu juga dengan saluran hidung dan puting.

Folikel janin tidak hanya terbentuk di ubun-ubun, tetapi juga di seluruh tubuh. Tangan dan kaki sudah tidak berselaput. Wajahnya mulai lebar, matanya sudah terpisah jauh, kelopak matanya menyatu, dan telinganya rendah. Tunas gigi yang sudah terbentuk muncul. Hati juga sudah memproduksi sel darah merah.

Selain itu, alat kelamin luarnya akan mulai berkembang menjadi klitoris dan labia mayora atau penis. Begitu juga dengan dasar kuku tangan dan kaki. Sementara kuku baru akan mulai tumbuh dalam beberapa minggu ke depan.

Sekarang janin memiliki panjang sekitar lima puluh milimeter dari puncak kepala hingga pantat dengan berat sekitar delapan gram. Tubuhnya yang semakin memanjang dan tegak sudah bisa berganti posisi, mulai dari peregangan, jungkir balik, hingga berguling ke depan.

Minggu Kedua Belas

Minggu kedua belas adalah masa terakhir di trimester pertama. Bagaimana perkembangan janin di minggu ini? Di masa ini, tugas berat untuk mengembangkan struktur tubuh baru hampir berakhir. Pasalnya, sebagian besar organ dan sistem sudah sepenuhnya terbentuk. Meskipun masih diperlukan proses penyempurnaan.

Disadari atau tidak, tiga minggu terakhir ukuran janin berkembang hingga dua kali lipat. Pada minggu kedua belas, ukurannya mencapai enam puluh satu milimeter dari puncak kepala hingga pantat dengan berat empat belas gram.

Kuku janin mulai tumbuh. Wajahnya sudah lebih berkembang. Otot-otot di sistem pencernaan bayi mulai lentur. Janin sudah bisa menelan, ginjalnya mengeluarkan air seni, dan sumsum tulang mulai sibuk membentuk sel darah putih untuk membantu si kecil melawan infeksi.

Selain itu, kelenjar pituitari di dasar otak mulai memproduksi hormon yang memungkinkan si kecil menghasilkan keturunan di kemudian hari. Untuk janin perempuan, folikel ovarium mulai terbentuk. Sementara untuk janin laki-laki, prostat sudah muncul. Pada periode ini, dokter sudah bisa mengidentifikasi jenis kelamin melalui tes khusus.

Hal-hal yang Harus Diwaspadai Saat Hamil Muda

Kehamilan merupakan salah satu hal yang membuat seorang wanita bahagia dan merasa hampir sempurna. Namun, siklus menstruasi yang datang terlambat sering mengecoh calon ibu. Alhasil, ketika tubuh mengalami gejala awal kehamilan, sebagian besar wanita menganggapnya sebagai gejala pramenstruasi.

Selama trimester pertama berlangsung, tubuh akan mengalami sejumlah perubahan signifikan. Perubahan paling utama adalah terkait hormonal. Selain siklus menstruasi terhenti, Bunda akan merasa mudah lelah, payudara membengkak, sakit perut, sakit kepala, susah buang air besar, berat badan bertambah, perubahan suasana hati yang ekstrem, dan lebih sensitif.

Sebagian besar ibu hamil juga akan mengalami morning sickness yang menyiksa dengan atau tanpa muntah yang bisa menyerang kapan saja, siang atau malam dan fase mengidam. Ketidaknyamanan ini akan berkurang setelah beberapa minggu.

Sakit Kepala

Selama kehamilan awal, hampir semua wanita akan mengalami sakit kepala sesekali. Bukan perkara mudah menangani sakit kepala trimester pertama karena Bunda harus menghindari obat-obatan kimia.

Banyak pemicu sakit kepala, mulai dari kadar hormon dan volume darah yang meningkat, stres, kelelahan, rendahnya kadar gula, hingga kurangnya cairan tubuh. Sangat dianjurkan untuk menghindari pemicu sakit kepala, seperti monosodium glutamat, daging yang diawetkan, keju dengan rasa yang kuat, dan rokok.

Jika sakit kepala tidak kunjung sembuh dan penglihatan mulai kabur, maka Bunda harus segera memeriksakan diri. Meskipun jarang terjadi, beberapa kasus sakit kepala akibat migrain dapat meningkatkan risiko stroke selama kehamilan.

Demam

Sebuah studi dari Slone Epidemiology Center di Boston University yang bekerja sama dengan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan bahwa wanita yang mengalami demam sebelum atau selama awal kehamilan cenderung memiliki bayi dengan cacat tabung saraf. Namun, wanita yang mengalami demam dan rutin mengonsumsi 400 mikrogram (mcg) asam folat setiap hari tidak berisiko melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf.

Perdarahan

Perdarahan merupakan salah satu jenis komplikasi lain yang harus diwaspadai pada trimester pertama. Meskipun perdarahan biasanya terjadi di awal kehamilan, sangat sulit menentukan kasus yang dapat menyebabkan masalah serius. 

Dalam keadaan tertentu, perdarahan bisa menjadi gejala keguguran. Jika sering mengalami perdarahan, maka konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan Bunda dan janin.

Hiperemesis Gravidarum (Muntah Parah)

Muntah selama trimester pertama disebabkan oleh hormon kehamilan B-hCG yang menstimulasi pusat CTZ di otak. Meskipun umum dialami wanita hamil, muntah yang terus berlanjut dan parah dapat menyebabkan Bunda tidak mendapatkan nutrisi dan cairan yang diperlukan tubuh.

Jika dibiarkan, maka hal ini dapat membahayakan Bunda dan janin yang dikandung. Sangat disarankan memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik terjadi ketika implantasi terjadi di luar rongga rahim. Kehamilan ektopik merupakan keadaan darurat yang harus ditangani dengan cepat. Tanda-tanda yang harus diwaspadai adalah nyeri perut bagian bawah di salah satu sisi, perdarahan vagina, peningkatan frekuensi buang air kecil dengan sensasi terbakar, kram tiba-tiba disertai pingsan, nyeri perut parah berulang kali, sering tidak datang bulan, dan demam.

Jika gangguan kesehatan ini diketahui lebih awal, maka kehamilan ektopik dapat sembuh sendiri dengan pengobatan atau pembedahan.

Kehamilan Mola

Kehamilan mola terjadi sebagai akibat dari perkembangan sel-sel abnormal di plasenta yang tidak dapat mendukung pertumbuhan embrio. Kehamilan mola disebabkan oleh kelainan kromosom pada sperma yang membuahi sel telur.

Birth Injury Help Center menyebut bahwa wanita yang hamil di atas umur empat puluh tahun, kekurangan protein, dan kekurangan gizi berisiko besar mengalami kehamilan mola. Selain itu, wanita yang pernah mengalami kehamilan mola sebelumnya dan termasuk etnis Asia dan Afrika-Amerika juga memiliki risiko tinggi terserang kehamilan mola.

Gejala yang harus diperhatikan, antara lain menstruasi tidak teratur selama tiga sampai empat bulan, terdapat bercak cokelat, perdarahan berwarna prunus, dan muntah berlebihan.

Keguguran

Wanita yang hamil muda berisiko tinggi mengalami keguguran. Namun, risiko ini dapat diminimalkan dengan mengonsumsi vitamin prenatal. Hindari minuman beralkohol, rokok, dan obat-obatan selama kehamilan karena dapat menyebabkan komplikasi serius dan cacat lahir pada janin.

Umumnya, dokter akan merekomendasikan perubahan pola makan, termasuk mengurangi kafein, telur setengah matang, daging mentah, daging deli, dan kerang untuk mengurangi kemungkinan keguguran. Dengan menerapkan pola makan sehat dan memastikan asupan asam folat harian tercukupi, risiko keguguran selama trimester pertama dapat dicegah.

Risiko keguguran semakin tinggi pada wanita yang pernah mengalaminya. Jika Bunda mengalami kram perut di bagian bawah disertai sakit punggung, perdarahan, kontraksi rahim, dan mual atau muntah, maka segera hubungi dokter.

Kasus keguguran juga dapat disebabkan oleh faktor genetik, khususnya kelainan kromosom, diabetes yang tidak terkontrol, infeksi, kelainan implantasi plasenta, dan kekurangan hormon progesteron.

Demikianlah informasi mengenai perkembangan janin selama trimester pertama lengkap dengan risiko kesehatan yang wajib Bunda waspadai. Pastikan mengontrol asupan dan menghindari stres untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

Referensi:

Mayo Clinic. Pregnancy Week by Week. <https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/prenatal-care/art-20045302> diakses pada 2 Maret 2021.

Birth Injury Help Center. Risks of Complication at Every Stage of Pregnancy. <https://www.birthinjuryhelpcenter.org/complication-pregnant.html> diakses pada 3 Maret 2021.

Stanford Childrens. Headaches in Early Pregnancy. <https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=headaches-in-early-pregnancy-134-3 diakses pada> 4 Maret 2021.

CDC. Maternal Fever During Early Pregnancy May Be Linked to Birth Defects. <https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/features/kf-birthdefects-maternal-fever-during-pregnancy.html#ntd> diakses pada 4 Maret 2021.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Peluang Kehamilan pada Memang Beragam, Ini Salah Satu Alternatif Membantu Memiliki Anak

Menikah kemudian memiliki momongan tentu merupakan hal yang didambakan hampir semua pasangan suami istri. Namun, dalam perjalanan mewujudkan ini, tak semua pasangan memiliki jalan yang mulus.

Namun, ada banyak hal yang bisa menjadi hambatan untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya adalah infertilitas. infertilitas atau masalah kesuburan menjadi masalah umum yang terjadi pada sistem reproduksi wanita dan pria.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebut ada penurunan angka fertilitas di Indonesia. Bahkan hasil survei dan data Sensus Penduduk, angka fertilitas dinamika kependudukan di Indonesia mengalami penurunan dari sebesar 2,6 per wanita pada periode Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002-2012 menjadi 2,4 anak pada SDKI 2017.

“Peluang kehamilan pada pasangan suami istri memang beragam, karena banyak faktor yang dapat mempengaruhi kesuburan baik dari sisi suami ataupun istri. Menjalani pola hidup sehat adalah salah satu faktor penting menjaga kesuburan. ” ungkap dr. Azhar Nurbahri, MD selaku General Manager Medical Business & Operations Morula Indonesia dalam acara Kampanye Kolaborasi #SehangatHarapanIbu dari Alodokter, Telon Lang Plus, dan Bundamedik Healthcare System pada Kamis (2/6) di RSU Bunda Jakarta.

Bayi Tabung jadi alternatif membantu peluang pasangan untuk mendapatkan momongan?

Namun demikian, di era teknologi canggih saat ini, teknologi kesehatan secara signifikan dapat membantu peluang pasangan untuk mendapatkan momongan. Salah satunya teknologi in vitro fertilization (IVF) atau dikenal dengan bayi tabung.

Keuntungan utama dari program bayi tabung (IVF) adalah kemungkinan tercapainya kehamilan yang sukses dan kelahiran bayi yang lebih sehat. Data tahun 2021 saja menunjukkan bahwa Morula Indonesia memiliki tingkat keberhasilan tertinggi hingga 72%. Pasangan yang mendaftar untuk program ini bukan hanya mereka yang sudah menikah dan menginginkan anak pertama, tetapi juga mereka yang menginginkan proses kehamilan yang lebih aman dan nyaman karena mengurangi berbagai resiko.

dr. Azhar Nurbahri, MD mengatakan ” Program bayi tabung (IVF) saat ini menjadi alternatif utama untuk memiliki buah hati. Ini dapat dibuktikan dari catatan Morula Indonesia telah beroperasi selama 24 tahun, dengan teknologi terbaru dan sertifikasi internasional, hingga saat ini telah membantu lebih dari 100.000 pasien baik dari Indonesia maupun di luar negeri”

Langkah awal dalam merencanakan program bayi tabung (IVF), pasangan suami istri harus dalam kondisi sehat dengan menjalani tes fertilitas untuk mengetahui kondisi kesuburan mereka, agar program kehamilan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat secara medis. Tes kesuburan biasanya meliputi pengecekan kualitas sperma, kualitas rahim, leher rahim, indung telur hingga tuba falopi dan konsultasi gaya hidup yang mendukung kehamilan, hingga indikasi masalah infertilitas.

“Telon Lang Plus yang telah menemani Ibu Indonesia sejak tahun 1983, saat ini tergerak untuk membantu pasangan menikah yang belum memiliki momongan dan yang memiliki tantangan infertilitas agar dapat merasakan kesempatan yang sama menjadi orang tua. Bagi Telon Lang Plus, kualitas adalah segalanya, bukan hanya kualitas produk dan pelayanan saja yang penting namun dalam mencari partner program seperti pada kampanye #SehangatHarapanIbu, Telon Lang Plus yakin sedang bekerja sama dengan partner terbaik di bidangnya yaitu Morula Indonesia dan Alodokter” Hamdan Dahlan selaku Commercial Director PT.Borden Eagle Indonesia

Telon Lang Plus memiliki visi untuk “Caring for The New Generation”, dimana Telon ingin dapat membantu orang tua untuk merawat dan melindungi bayinya dari masalah kesehatan ringan sehingga menjadi lebih tenang dan percaya diri dalam menjaga kesehatan bayinya. Hal ini terutama karena Balita adalah salah satu kelompok usia yang rentan terhadap kondisi hipotermia, yaitu kondisi ketika suhu tubuh turun drastis hingga di bawah 35°C.

Suci Arumsari, Co-Founder & President Director Alodokter, mengatakan, “Saat ini semua hal telah terdigitalisasi, maka secara langsung peran teknologi telehealth dalam mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan secara digital menjadi fundamental. Dari awal Alodokter hadir di Indonesia, topik kehamilan dan tumbuh kembang bayi dan anak adalah topik yang paling dicari di antara jutaan konten yang tersedia di Alodokter. Inilah kenapa Alodokter sangat memahami betapa keinginan memiliki dan membesarkan anak dengan baik masih menjadi impian keluarga Indonesia. Maka kami berharap melalui kolaborasi #SehangatHarapanIbu ini, bersama kita beri inspirasi dan harapan bagi keluarga Indonesia untuk terus berusaha”.

Pada kolaborasi ini Alodokter memberikan keluarga Indonesia kemudahan berkonsultasi melalui fitur “Chat Dokter” pada platform Alodokter, terutama dengan dokter spesialis kandungan. Keluarga Indonesia dapat memastikan untuk melanjutkan pada tahap tes fertilitas dan tahap-tahap berikutnya. Pada Alodokter juga terdapat jutaan konten mengenai Program Bayi Tabung, menjaga kesuburan, mempersiapkan diri untuk kehamilan, Dipastikan bahwa informasi di Alodokter seluruhnya telah diverifikasi oleh dokter.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Yuk Pahami Proses Perkembangan Janin di Trimester Ketiga

Memasuki trimester ketiga, banyak tantangan fisik dan emosional yang harus dilewati ibu hamil. Pasalnya, trimester ketiga merupakan fase akhir perkembangan janin. Saat ini, momen persalinan semakin dekat.

Trimester ketiga kehamilan terjadi mulai minggu ke-28 hingga ke-40. Biasanya, pada minggu ke-37, janin sudah terlihat siap untuk lahir. Karena itu, Bunda mulai mengalami hal-hal yang membuat kurang nyaman di trimester ketiga.

Ingin tahu perkembangan janin dan hal-hal yang terjadi di trimester ketiga? Berikut ulasan selengkapnya.

Perkembangan Janin di Tiap Minggu

Kehamilan trimester ketiga dimulai dari minggu ke-28 sampai ke-40. Dilansir situs Pregnancy Birth Baby dan NHS, berikut detail perkembangan janin tiap minggunya.

Minggu ke-28

Pada minggu ke-28, pancaindra janin berkembang hampir sempurna. Janin mulai bisa mengenali suara ibu, meraba, dan mengecap rasa. Kelopak matanya juga dapat membuka dan menutup secara perlahan.

Pertambahan berat badan calon bayi pada minggu ke-28 mencapai satu kilogram. Karena itu, ibu hamil usia 28 minggu sering merasakan sempit pada rahimnya.

Minggu ke-29

Memasuki minggu ke-29 kehamilan, bagaimana perkembangan janin? Berat badan calon bayi bertambah 1,1 kilogram. Ukuran tubuh janin pada minggu ini juga lebih panjang daripada sebelumnya. Selain itu, ibu hamil mulai bisa merasakan tendangan si kecil dari dalam rahim.

Minggu ke-30

Organ dalam, seperti saluran pencernaan dan paru-paru, berkembang pesat di minggu ke-30. Perkembangan juga terlihat pada kulit tubuh janin yang menjadi lebih halus daripada minggu sebelumnya.

Pancaindra calon bayi juga sudah berfungsi dengan baik. Misalnya bagian mata, tampak lebih sering membuka dan menutup. Janin juga mampu merespons cahaya yang diarahkan kepadanya dan mengisap ibu jari. Di samping itu, janin usia 30 minggu telah memiliki bulu mata dan alis.

Untuk bobot badan pada minggu ke-30, ada pertambahan menjadi sekitar 1,3 kg. Sementara panjang badannya mencapai 40 cm.

Minggu ke-31

Bagian kepala terlihat proporsional—selaras ukuran tubuh janin, yakni 41 cm. Pergerakan calon bayi juga terlihat stabil. Kemudian, berat badannya mencapai 1,5 kg pada minggu ini.

Perkembangan juga terjadi pada otak janin yang terlihat cukup matang. Janin pun sudah bisa merasakan cairan masuk dalam tubuhnya.

Gerakan calon bayi pada minggu ini semakin stabil. Selain itu, sel-sel darah merah di tubuh janin mulai diproduksi oleh sumsum tulang.

Minggu ke-32

Kuku janin mulai tumbuh pada minggu ke-32. Rambutnya pun menebal seiring perubahan posisi kepalanya. Melalui pemeriksaan USG, Bunda dapat melihat kepalanya mengarah ke bagian bawah rahim ketika memasuki minggu ke-32.

Perubahan tersebut disertai dengan pertambahan panjang tubuh janin yang mencapai 42,4 cm dan beratnya 1,7 kg. Bagian organ dalam, seperti paru-paru, juga terlihat perkembangannya. 

Di samping itu, kadar air ketuban meningkat. Janin menelan cairan tersebut, kemudian mengeluarkannya sebagai urine.

Minggu ke-33

Tubuh janin bertambah panjang dengan bobot 1,9 kg pada minggu ini. Bagian paru-paru juga semakin matang dan mampu memproduksi surfaktan. Dengan surfaktan, janin sudah bisa bernapas sendiri.

Perkembangan juga tampak pada sistem saraf dan otak janin. Karena itu, pada minggu ke-33, calon bayi mulai mampu menelan dan mengisap lebih sempurna.

Fungsi hati janin juga sudah mendekati sempurna. Salah satunya mampu menyimpan zat besi untuk cadangan selama enam bulan setelah lahir.

Minggu ke-34

Janin mencapai ukuran 30 cm dengan bobot badan 2 kg pada minggu ke-34. Tulangnya pun sudah terbentuk dan mengeras di periode ini. Namun, bagian tulang tengkorak tetap lunak hingga bayi lahir.

Minggu ke-35

Bunda bisa merasakan calon bayi menendang dan berguling pada minggu ke-35. Ia semakin besar dengan ukuran tubuh 32 cm dan bobot lebih dari 2,3 kg.

Jika dilihat melalui USG, Bunda bisa mengetahui posisi janin dengan kaki ditekuk ke arah dada. Sesekali janin juga mengubah posisi tubuh.

Minggu ke-36

Berat badan janin di minggu ke-36 mencapai 2,5 kg dengan ukuran tubuh 34 cm. Kepala janin juga mulai menghadap ke bawah arah panggul pada masa ini.

Bagian paru-paru dan saluran pencernaan terbentuk sempurna dan berfungsi baik. Janin sudah bisa makan dan bernapas sendiri jika dilahirkan pada minggu ke-36.

Minggu ke-37

Paru-paru janin terbentuk sempurna di minggu ke-37. Bagian usus juga sudah mengandung mekonium hijau yang berfungsi membentuk kotoran pertama.

Bentuk tubuh, ukuran, hingga bobot badan janin pada minggu ini pun sudah sempurna. Bunda akan melihatnya sebagai bayi yang siap dilahirkan.

Minggu ke-38

Kini, janin mencapai bobot 3,2 kg dengan ukuran 35 cm. Semestinya, pada masa ini, lanugo mulai menghilang dari tubuhnya. Namun, beberapa janin usia 38 minggu masih memilikinya sampai umur 40 minggu. Saat lahir, sisa lanugo biasanya juga masih ada.

Minggu ke-39

Pada minggu ke-39 berat badannya mencapai 3,3 kg. Sedangkan ukuran tubuhnya sekitar 35—36 cm.

Bagian alat kelamin mulai terlihat jelas, misalnya untuk bayi laki-laki terdapat testis. Lemak di bawah kulitnya pun telah terbentuk dengan lapisan berwarna putih krem.

Minggu ke-40

Ukuran si kecil mencapai 50 cm dengan berat badan 3,5 kg. Sementara lingkar kepalanya kurang lebih 35 cm.

Normalnya, bayi terlahir dengan bobot 2,5 kg sampai 4,2 kg. Jika Bunda melahirkan bayi yang bobotnya lebih atau kurang dari itu, berikan dukungan ekstra agar kesehatannya terjaga.

Hal-Hal yang Dialami Ibu Hamil Trimester Ketiga

Tepat di awal trimester ketiga, banyak perubahan fisik ibu hamil yang dapat memengaruhi kondisi psikis. Di samping itu, Bunda juga akan mengalami beberapa hal berikut ini.

1. Kontraksi Palsu

Kontraksi palsu biasa dialami menjelang persalinan di trimester ketiga. Awalnya, gangguan medis ini ditandai oleh mengencangnya otot-otot rahim. Kejadian tersebut berlangsung selama kurang lebih 30 detik. Normalnya, frekuensi kontraksi terjadi dua kali dalam satu jam.

Berdasarkan riset American Pregnancy Association (APP), adanya kontraksi palsu tersebut dapat meningkatkan aliran darah ke plasenta. Selain itu, kontraksi dapat menyebabkan pelunakan rahim.

2. Lebih Sering Buang Air Kecil

Intensitas buang air kecil pada ibu hamil trimester ketiga bisa mencapai 10 kali sehari. Biasanya, rasa ingin buang air kecil terjadi di malam hari.

Perubahan hormon adalah salah satu penyebab meningkatnya intensitas buang air kecil. Saat itu terjadi, produksi darah dalam tubuh Bunda melimpah. Akibatnya, ginjal menyaring darah lebih banyak sehingga menaikkan produksi urine.

Seiring bertambahnya produksi urine, kandung kemih pun menjadi penuh. Hal inilah yang merangsang peningkatan intensitas buang air kecil pada ibu hamil.

Penyebab lainnya adalah pertumbuhan janin yang semakin cepat. Pertumbuhan tersebut memengaruhi ukuran rahim. Rahim yang membesar memberi tekanan pada kandung kemih pun kian bertambah. Dampaknya, ibu hamil lebih sering buang air kecil daripada awal-awal kehamilan.

3. Sakit Punggung

Pada trimester ketiga, ukuran perut ibu hamil semakin membesar sehingga titik berat tubuh condong ke depan. Hal ini dapat menimbulkan efek nyeri punggung saat tidur. Rasa nyeri juga muncul di bagian pinggang.

Nyeri punggung juga dapat disebabkan oleh peningkatan hormon. Akibatnya, persendian di bagian tulang panggul meregang. Kondisi ini bisa memengaruhi cara punggung menyangga perut.

Sakit punggung kerap terjadi pada ibu hamil anak kembar. Selain itu, nyeri punggung menyerang ibu hamil yang menghabiskan banyak waktu untuk bekerja dan obesitas.

4. Keputihan

Hampir semua ibu hamil pernah mengalami keputihan. Salah satu dampak keputihan, yakni perasaan tidak nyaman ketika buang air kecil.

Penyebab utama keputihan adalah peningkatan jumlah hormon dalam tubuh. Dengan bertambahnya hormon, organ intim wanita memproduksi cairan putih dengan tekstur encer. Dalam kondisi normal, cairan tidak akan mengeluarkan aroma apa pun.

Sebaliknya, cairan yang beraroma kurang sedap dan berubah warna perlu Bunda waspadai. Biasanya, gejala tersebut diikuti rasa gatal hingga iritasi pada permukaan kulit organ intim.

Untuk itu, cegah keputihan dengan menjaga kebersihan organ intim. Pastikan, organ intim dalam keadaan tidak terlalu lembap. Bunda juga harus menghindari celana ketat, rutin mengganti pakaian dalam, serta memilih busana berbahan katun.

5. Wasir

Bunda pernah mengalami pembengkakan di anus? Hati-hati, pembengkakan bisa menjadi salah satu tanda wasir. Biasanya, gejala tersebut disertai rasa gatal dan nyeri. Bahkan, wasir bisa menyebabkan pendarahan kecil di area pelepasan.

Jika wasir terjadi saat hamil, Bunda dapat mengalaminya kembali usai persalinan. Namun, penyakit tersebut bisa dicegah lebih dini dengan menghindari penyebabnya. Apa saja? Berikut penjelasannya menurut situs Mayoclinic dan Harvard.

Ukuran rahim semakin membesar seiring perkembangan janin sehingga menimbulkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar pelepasan. Hal ini pun menyebabkan aliran darah di sekitar panggul dan rahim terhambat. Karena itu, muncul pembengkakan di area pelepasan yang memicu wasir.

Wasir muncul karena ibu hamil mengidap sembelit. Gangguan kesehatan tersebut menyebabkan tekstur tinja mengeras. Ibu hamil harus mengejan dengan keras untuk mengeluarkannya sehingga menekan pembuluh darah sekitar pelepasan.

Penyebab wasir lainnya adalah perubahan hormon yang signifikan, jumlah darah meningkat, dan berdiri terlalu lama.

Untuk mengatasi wasir, Bunda dapat melakukan beberapa cara berikut ini.

Lakukan olahraga khusus ibu hamil secara rutin selama kurang lebih 30 menit setiap hari. Contoh olahraga ibu hamil, yaitu senam kegel. Fungsi senam adalah melancarkan aliran darah sekitar panggul, vagina, dan area pelepasan.

Tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung serat, misalnya apel, timun, dan brokoli. Selain itu, minumlah air putih sesuai kebutuhan tubuh untuk mencegah sembelit.

Bersihkan area pelepasan dengan sabun atau tisu basah usai buang air besar.

Hindari menahan buang air besar karena dapat menyebabkan tinja mengeras.

Minum obat pencahar sesuai anjuran dokter jika sembelit tak kunjung sembuh.

6. Stretch Mark

Stretch mark adalah gangguan kesehatan kulit akibat peregangan selama kehamilan. Biasanya, gurat peregangan tersebut muncul pada permukaan perut ketika usia kehamilan 6—7 bulan. Saat itu, Bunda akan merasakan perut kencang dan gatal.

Gurat peregangan juga dapat muncul pada kulit payudara dan paha. Bentuknya berupa garis-garis berwarna merah muda keunguan.

Penyebab munculnya gurat tersebut—salah satunya—adalah kehamilan anak kembar. Saat hamil anak kembar, ukuran perut Bunda lebih besar. Karena itu, terjadi peregangan di sekitar perut yang memunculkan gurat-gurat tipis.

Selain itu, air ketuban yang berlebih saat hamil dapat menimbulkan efek gurat peregangan di sekitar perut. Terutama jika Bunda hamil di usia muda, stretch mark yang terlihat semakin banyak.

Namun, tenang saja, Bunda dapat mengatasi stretch mark dengan meningkatkan konsumsi makanan mengandung nutrisi. Di samping itu, hindari makanan yang tinggi lemak, gula, serta garam.

Bunda juga harus minum air putih minimal delapan gelas setiap hari. Imbangi kebiasaan tersebut dengan olahraga rutin, menggunakan losion, dan mengonsumsi vitamin E. Khusus suplemen atau vitamin E, Bunda wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

7. Perut Terasa Kencang

Sejak trimester pertama kehamilan, setiap ibu hamil kerap mengalami perut kencang. Penyebabnya rahim mulai tumbuh mengikuti perkembangan calon bayi.

Dalam kondisi normal, perut kencang hanya dirasakan pada awal kehamilan. Jika berlanjut sampai trimester ketiga, perut kencang bisa jadi indikasi persalinan prematur.

Untuk mencegah hal itu, Bunda harus menjaga tubuh tetap terhidrasi. Caranya dengan mengonsumsi sari buah dan memperbanyak minum air putih.

Mencegah perut kencang juga bisa dilakukan dengan menghindari duduk atau berdiri terlalu lama. Selain itu, Bunda harus mengatur lama waktu berjalan. Jika merasa lelah, sebaiknya segera beristirahat.

8. Sulit Tidur

Tidur merupakan salah satu kebutuhan ibu hamil yang tidak boleh diabaikan. Artinya, ibu hamil harus mematuhi jam tidur sesuai anjuran kesehatan. Menurut pakar, perempuan hamil semestinya bisa tidur siang selama 30—60 menit. Ketika malam hari, hendaknya beristirahat selama sembilan jam per hari.

Sayangnya, waktu tidur ibu hamil kerap terganggu di trimester ketiga. Hal itu karena dengan ukuran perut yang besar, ibu hamil sulit mengatur posisi tidur.

Sebagai solusi, Bunda bisa menggunakan bantal khusus. Jika tidak punya, pakailah beberapa bantal untuk menopang area kaki, pinggang, dan leher. Lalu, ambil posisi menyamping dengan sedikit menekuk kaki saat tidur.

Bunda juga bisa mencoba mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sebelum tidur. Contoh makanan dengan karbohidrat tinggi, antara lain roti, oat, nasi merah, dan ubi.

9. Bengkak di Beberapa Bagian Tubuh

Saat hamil, tubuh menghasilkan cairan melebihi standar (edema). Ini dikarenakan tubuh memproduksi darah lebih dari 50 persen.

Akibat yang terjadi, bagian jari, tangan, dan kaki terlihat membengkak. Bahkan, pembengkakan semakin terlihat seiring bertambahnya ukuran janin.

Untuk mengatasi pembengkakan, Bunda dapat melakukan gerakan ringan. Misalnya, duduk dengan posisi kaki selonjor ke depan, lalu menyangganya menggunakan kursi kecil.

10. Sensasi Nyeri di Bagian Kemaluan

Beberapa ibu hamil mengalami rasa sakit di sekitar kemaluan. Sensasinya seperti kaki dirobek ke samping. Bahkan, ada ibu hamil yang sulit berdiri dengan satu kaki maupun melangkah.

Untuk mengurangi rasa nyeri, Bunda bisa lakukan terapi ringan. Caranya; kompres bagian yang sakit menggunakan handuk yang sudah dicelupkan ke air hangat.

Pencegahan nyeri pada kemaluan juga dapat dilakukan dengan berendam di air hangat. Saat berendam, Bunda akan merasa relaks sehingga nyeri berkurang.

Selain terapi air hangat, akupunktur bisa dicoba. Namun, Bunda harus menggunakan jasa ahli akupunktur profesional dan berpengalaman. Hal ini karena ada titik-titik saraf tertentu yang tidak boleh disentuh selama hamil.

Itulah ulasan singkat seputar perkembangan janin dan hal-hal yang kerap dialami saat kehamilan trimester ketiga. Yuk, jaga kesehatan dan kebugaran tubuh Bunda agar persalinan berjalan lancar dan bayi sehat.

Referensi:

Office on Women’s Health. Pregnancy: Stages of pregnancy. <https://www.womenshealth.gov/pregnancy/youre-pregnant-now-what/stages-pregnancy> diakses pada 3 Maret 2021.

Tommy’s. Third Trimester: Weeks 29 to 40. <https://www.tommys.org/pregnancy-information/im-pregnant/pregnancy-calendar/third-trimester-weeks-29-40> diakses pada 3 Maret 2021.

Pregnancy Birth&Baby. Third Trimester. <https://www.pregnancybirthbaby.org.au/third-trimester> diakses pada 3 Maret 2021.

NHS. Week by Week. <https://www.nhs.uk/pregnancy/week-by-week/> diakses pada 3 Maret 2021.

American Pregnancy. Braxton Hicks. <https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/labor-and-birth/braxton-hicks-762/> diakses pada 3 Maret 2021.

Better Health Channel. Stretch Marks. <https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/stretch-mark> diakses pada 4 Maret 2021.

American Academy of Dermatology Association. Stretch Marks: Why They Appear and How to Get Rid of Them. <https://www.aad.org/public/cosmetic/scars-stretch-marks> diakses pada 4 Maret 2021.

Mayoclinic. Hemorrhoids: Symptoms and Causes <https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemorrhoids/symptoms-causes/> diakses pada 4 Maret 2021.

Harvard Health Publishing. hemorrhoids and what to do about them. <https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/hemorrhoids_and_what_to_do_about_them> diakses pada 4 Maret 2021.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top