Lifestyle

Rayakan Ultah Si Kecil Tanpa Menguras Dompet Ayah dan Bunda

Anak kecil akan suka bila ulangtahunnya dirayakan. Namun bagi orangtua, mengadakan perayaan semacam ini perlu banyak pertimbangan dan persiapan. Apalagi urusan biaya ya Bun. Sekalipun tak banyak teman-teman yang diundang, persiapan menjelang pesta si kecil pasti akan menguras dompet ayah dan Bunda.

Tenang Bun, urusan anggaran bisa disiasati lho. Tak perlu takut acara jadi membosankan, justru beberapa trik ini dapat Bunda lakukan demi menekan anggaran serta tak mengurangi keseruan pesta ulangtahun si kecil.

Katakan Pada Si Kecil Kalau Bunda Akan Merayakan Ulangtahunnya di Rumah

Ya Bun, hal pertama yang dapat Bunda lakukan untuk menghemat pengeluaran adalah merayakan pestanya di rumah saja. Dengan begini Bunda tak perlu membayar tempat atau menyewa ruangan untuk mengadakan pesta. Tapi pastikan Bunda memilih dekor atau aksesori yang tepat supaya anak-anak tetap leluasa. Bagi yang rumahnya memiliki teras atau halaman belakang, manfaatkan saja ruang tersebut, Bun.

Tetaplah Buat Kegiatan Seru

Bun, alih-alih memanggil MC atau badut, lebih baik alokasikan dana yang ada untuk membeli peralatan dan perlengkapan untuk kegiatan seru yang Bunda rancang. Nah, salah satu kegiatan yang seru sekaligus murah meriah yaitu mencari harta karun.

Bunda hanya perlu persiapan matang di hari-hari sebelumnya untuk mempersiapkan kegiatan ini. Anggaran mungkin akan dipakai untuk menyetak peta harta karun yang sesuai dengan denah rumah. Nah, dengan kegiatan ini, Bunda juga dapat menyelipkan beberapa hadiah di titik tertentu.

Percayalah, efek kejutan dan sukarnya menemukan harta karun akan jadi cerita seru untuk anak-anak yang ada di pesta si kecil.

Sewa Mainan juga Tak Kalah Seru Lho Bun

Tak mau repot menjaga mood anak-anak yang berkumpul saat pesta ulang tahun? Sewa saja mainan. Belakangan ini sudah banyak jasa sewa mainan yang tersedia lho Bun. Pilih saja yang paling dekat dengan area rumah sehingga memudahkan Bunda saat hendak mengambil dan mengembalikan mainan.

Ada banyak mainan yang biasanya ditawarkan oleh penyedia jasa sewa mainan. Pastikan Bunda memilih mainan yang dapat dinikmati banyak anak seperti kastil dengan ayunan, perosotan, atau kolam renang dari plastik.

Berikan Tontonan yang Menarik dan Pasang Layar di Rumah

Bunda tak perlu khawatir akan kehabisan ide untuk menghibur si kecil. Selalu ada banyak cara lho. Selain aktivitas di luar, Bunda juga bisa memilih alternatif seperti memasang layar di rumah dan memberikan tontonan yang menarik.

Ya, cobalah dengan mengumpulkan mereka untuk menonton film dengan layar proyektor. Layaknya layar tancap yang sering ditonton dahulu kala, buatlah yang sejenis. Bunda bisa memasang film di salah satu sisi tembok rumah, atau di kain putih yang digantung di kebun rumah.

Siapkan area yang nyaman serta filmnya pun sudah disetujui oleh para tamu yang datang.

Siapkan Goodie Bag yang Lucu dan Menarik

Banyak cara kreatif membuat goodie bag untuk para pengunjung kecil yang datang. Mulai dari membuat makanan sendiri, atau mengisinya dengan beragam mainan seru. Jika Mama tak ingin memberikan snack kemasan, cobalah membuat snack kering sendiri.

Seperti kue coklat, atau sebungkus granola dengan yoghurt. Selain snack, Bunda juga dapat mengakali isi goodie bag dengan mainan yang murah meriah seperti balon tiup, orang-orangan dari karton, rubik, dan lain-lain. Tetap menarik kan, Bun?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Jika Si Kakak Cemburu Pasca Kelahiran Sang Adik, Ini yang Harus Bunda Lakukan

Punya anak kedua itu tantangan tersendiri ya Bun. Apalagi kalau jarak usia antara si kakak dan adiknya tak jauh berbeda. Bukan hanya Bunda dan Ayah yang mempersiapkan diri, sebab si sulung pun juga. Terlebih di usia balita, biasanya anak masih membutuhkan perhatian ekstra dari orangtuanya.

Tidak ada yang melarang bila Bunda memang memiliki program untuk menambah momongan dengan jarak usia yang tak jauh dari si sulung. Tapi pastikan Bunda sudah tahu cara menangani rasa cemburu yang dimunculkan sang kakak saat Bunda memberitahukan kalau ia akan kedatangan seorang adik.

Apalagi banyak cerita kalau balita justru tidak senang dan ‘menolak’ kehadiran adik barunya. Karenanya, Bunda perlu memberikan pengertian kepada Si Kecil sejak adiknya masih di dalam kandungan.

Berikut tipsnya:

  • Tak usah khawatir bila si sulung berubah perasaannya dalam beberapa minggu atau bulan. Tetap lah bersabar dan Bunda cobalah pahami perasaannya. Beritahukan dengan pelan-pelan bahwa keberadaan adiknya kelak bukanlah sebagai saingan melainkan jadi teman tumbuh bersama.
  • Merasa terancam akan kedatangan adik baru adalah perasaan normal yang dialami si sulung. Bunda bisa membuatnya tak merasa terancam dengan melibatkannya dalam kehamilan Bunda. Izinkan sang kakak untuk merasakan tendangan kaki bayi di perut Anda. Jelaskan kepadanya mengenai bayi yang akan lahir dan ceritakan bahwa ia dulu juga pernah berada di dalam perut Anda.
  • Sebelum Bunda ke rumah sakit untuk bersalin, jelaskan terlebih dahulu kepadanya bahwa sebentar lagi adiknya akan lahir. Jelaskan pula siapa yang akan menemaninya saat Bunda dan suami harus ke rumah sakit. Dengan begini, ia tak akan merasa dilupakan atau tersaingi oleh kehadiran sang adik.
  • Saat adiknya lahir dan setiap perhatian tamu terpusat pada bayi yang baru lahir, Bunda jangan sampai lupa untuk tetap memberikan perhatian kepada Si Kakak. Misalnya, saat tamu memuji bayi baru Anda, katakanlah bahwa ia secantik dan sepintar kakaknya.
  • Jangan ragu untuk sertakan juga si kakak saat merawat adiknya. Minta bantuannya untuk mengambilkan baju atau popok bayi. Puji ia di depan adik barunya.
  • Kadang, kakak merasa dituakan dan bisa bersikap agresif terhadap adiknya dengan memukul, menggigit, atau mendorong. Bun, saat menghadapi situasi semacam ini, cobalah katakan dengan tegas namun lembut, bahwa ia tidak boleh menyakiti adiknya.
  • Luangkan waktu Bunda untuk si kakak dan katakan bahwa ia tetap bagian terpenting dalam hidup Anda. Berikan waktu, serta perhatian khusus bersamanya setiap hari.
  • Saat adiknya sudah bisa tertawa dan bercanda, buat permainan bersama antara Si Kakak dan adik barunya, seperti cilukba, bernyanyi bersama, dan sebagainya. Dengan begitu, si sulung pun akan menyadari bahwa adiknya adalah teman bermainnya.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Cara Menanamkan Rasa Tanggung Jawab Pada Diri Anak

Apakah anak-anak suka melempar kesalahan kepada orang lain ketika berbuat salah? Jika iya, maka anak belum mengerti tentang tanggung jawab. Anak-anak berbuat kesalahan bisa jadi karena mereka tidak tahu konsekuensi dari perbuatannya dan karena belum bisa mengendalikan diri. Untuk menghindari hukuman atau disalahkan, maka anak akan menyalahkan orang lain atau hal lain. Oleh karena itu, orang tua perlu mengajarkan rasa tanggung jawab kepada anak. Jika anak sudah mengerti tentang tanggung jawab, maka anak bisa memilih mana perbuatan yang benar atau salah.

Beri Pemahaman Tentang Tanggung Jawab Kepada Anak

Sebelum melatih anak untuk bertanggung jawab, orang tua perlu menjelaskan kepada anak apa itu tanggung jawab. Misalnya, ketika anak berbuat salah, hindari untuk memarahi atau menyalahkan anak. Sebaiknya hadapi dengan tenang, cari penyebabnya, dan jelaskan kepada anak dimana letak kesalahannya. Setelah itu, jelaskan tentang konsekuensi logis yang harus dilakukan anak.

Konsekuensi logis merupakan bentuk tanggung jawab anak terhadap perbuatannya. Misalnya jika anak memberantakkan kamar maka harus membereskannya. Ingat bahwa konsekuensi berbeda dengan hukuman.

Tumbuhkan Rasa Tanggung Jawab Anak Sejak Dini

Untuk melatih dan menumbuhkan rasa tanggung jawab anak, ayah dan bunda bisa mengajarkannya sejak dini. Berikut beberapa cara dibawah ini :

  1. Mulai Beri Tanggung Jawab untuk Hal Kecil dan Mulai Dari Diri Sendiri

Mengajari tanggung jawab dimulai dari hal sederhana dulu. Misalnya membuang sampah di tempatnya, meletakkan sepatu di rak, merapikan mainan dan kamar sendiri. Biasakan hal-hal tersebut sejak dini, jika anak lupa maka ingatkan dengan kata-kata yang lembut, bukan dengan membentak.

  1. Buat Peraturan Rumah Atas Kesepakatan Bersama

Agar jelas tentang apa saja tanggung jawab anak, maka bisa dengan membuat peraturan rumah. Ketika membuat peraturan libatkan anak, jangan seenak orang tua saja. Tuliskan peraturan dan tanggung jawaba anak dengan jelas. Misalnya harus merapikan kamar sebelum sekolah, menyiapkan keperluan sekolah sendiri, dan lainnya.

  1. Dan Memberi Anak Contoh 

Anak adalah peniru ulung. Jangan hanya memberi nasihat dengan kata-kata, karena anak akan lebih meneladani perilaku orang tua. Jadi, ayah dan bunda juga perlu memberi contoh tentang tanggung jawab dan konsisten melakukannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Langkah Mengenali Minat dan Bakat Anak Sejak Dini

Setiap anak dilahirkan dengan kemampuan di dalam diri yang disebut bakat. Bakat dapat berkembang jika distimulasi dengan baik. Jika anak berbakat terhadap sesuatu maka biasanya hanya dengan dekat sedikit stimulasi maka kemampuannyya lebih cepat berkembang daripada yang tidak berbakat. Namun, kemampuan ini bisa saja tidak terlihat karena kurang diasah.

Sementara, minat merupakan ketertarikan anak terhadap sesuatu. Mengenali bakat dan minat anak penting dilakukan untuk mengarahkan kagiatan anak dengan tepat. Jika aktivitas anak sudah sesuai minat dan bakatnya maka bisa menjadi keahlian dan bekal anak kelak.

Cara Mengenali Minat dan Bakat Anak

Minat dan bakat tidak muncul begitu saja. Jika tidak dieskplorasi, maka bakat anak akan menjadi bakat terpendam. Oleh karena itu, ayah dan bunda perlu mencoba beberapa cara untuk mengenali minat dan bakat anak sejak dini. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

1. Menyediakan Berbagai Aktivitas

Untuk mengetahui minat dan bakat anak, ayah dan bunda perlu memberikan stimulus dengan menyediakan berbagai macam aktivitas untuk anak. Misalnya fasilitasi anak untuk menggambar, mewarnai, bermain bola, bercerita, dan berbagai aktivitas lainnya. Dengan mengeksplorasi berbagai macam aktivitas maka anak akan menemukan hal yang disukainya.

2. Mengamati Ekspresi Anak pada Setiap Kegiatan

Ketika anak mencoba berbagai kegiatan, amati tingkah laku dan ekspresi anak. Apakah anak terlihat semangat, menyukai kegiatan tersebut, atau justru tidak ingin berlama-lama melakukan kegiatan tersebut. Dengan mengamati ekspresi anak, orang tua bisa tahu mana yang merupakan minat dan bakat anak. Jika anak sudah bisa diajak berkomunikasi, ayah dan bunda bisa menanyakan langsung bagaimana perasaan anak terhadap kegiatannya dan mana yang disukai.

3. Biarkan Anak Memilih Sendiri Kegiatan Kesukaannya

Anak akan memilih kegiatan yang memang disukai dan membuatnya merasa bahagia. Oleh karena itu, biarkan anak memilih sendiri kegiatannya. Jangan memaksakan anak untuk melakukan sesuatu yang tidak disukainya karena anak tidak akan menikmatinya dan sulit untuk berkembang.

4. Mengikuti Talents Mapping

Sekarang sudah banyak talents mapping atau test minat bakat yang bisa diikuti. Ayah dan bunda bisa mencoba cara ini sambil tetap mengamati langsung. Mengetahui minat dan bakat anak tidak bisa dilakukan dengan instan. Ayah dan bunda perlu mengamatinya selama beberapa waktu untuk mengenali apa yang menjadi minat dan bakat anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top