Parenting

Pola Asuh Otoriter dan Permisif yang Banyak Digunakan oleh Orang Tua. Pola Asuh Ini Seperti yang Ia Terima Saat Menjadi Anak

Pola asuh adalah topik yang sering muncul dalam setiap diskusi orang tua. Teori mengenai pola asuh yang masih dipakai hingga saat ini adalah yang dikeluarkan Baumrid. Ia menyatakan bahwa pola asuh terdiri dari tiga jenis yaitu, pola asuh otoriter, permisif, dan otoritatif. Dari ketiganya, hanya pola asuh otoritatif yang dapat secara efektif digunakan untuk membesarkan anak-anak yang sehat secara fisik dan mental. ( Baca Juga: Kenali Pola Asuh untuk Anak)

ayahPSayangnya, tidak semua orang tua tidak mengetahui teori ini. Hal ini menyebabkan orang tua cenderung memilih pola asuh seperti yang ia terima di masa lalu saat menjadi anak. Ya, ia menjadi cermin pengasuhan orang tuanya di masa lalu. Yang membahayakan adalah, jika pola asuh yang diwarisi adalah pola asuh yang terlalu ketat (otoriter) atau terlalu longgar (permisif).

Pola asuh otoriter , Orang tua dengan pola asuh otoriter sangat keras dalam mendisiplinkan anak.

Tapi, mereka tidak mau atau tidak mampu menunjukkan kasih sayang dan kurang berkomunikasi. Biasanya, mereka juga memiliki ekspektasi yang tinggi. Jenis pola asuh ini dikenali dengan perintah satu arah dan mengabaikan pendapat anak. Cara mendisiplinkan anak biasanya menggunakan fisik, meskipun tidak sampai melukai. Anak-anak pun diharapkan untuk bertanggung jawab selayaknya orang dewasa. Karenanya, tidak ada timbal balik dan semua hal sangat tergantung pada keinginan orang tua.

Kenali Kelemahannya Sekilas Pola asuh otoriter

Anak-anak yang didisiplinkan dengan cara seperti ini akan nampak menurut. Namun, sebenarnya mereka memilih untuk bersikap pasif demi terhindar dari hukuman. Akibat dari pemilihan pola asuh ini amat fatal bagi perkembangan anak. Secara akademis, mereka tidak percaya diri, keras kepala, dan kurang berinisiatif. Selain itu, mereka menjadi lebih tertekan secara sosial, tertutup, tidak mau berdiskusi dengan orangtua, dan lebih memilih pendapat teman-temannya. Banyak dari anak-anak yang dibesarkan dengan pola ini malah cenderung menjadi frustasi dan pemberontak.

Pola asuh permisif, orang tua yang permisif sangat hangat namun tidak mau menekankan disiplin

Berbanding terbalik dengan pola pengasuhan otoriter, orang tua yang permisif sangat hangat namun tidak mau menekankan disiplin. Orang tua percaya bahwa, dengan memilih pola asuh ini, anak akan menjadi lebih kreatif dan bahagia. Mereka lebih memilih untuk memberikan kebebasan tanpa batas kepada anak dan tidak merasa bahwa itu akan berdampak pada masa depan mereka.

Kenali Kelemahannya Sekilas Pola asuh permisif

Namun, apakah benar anak-anak seperti ini lebih bahagia? Ternyata banyak penelitian yang menunjukkan sebaliknya. Banyak anak yang memiliki masalah psikologis seperti depresi dan tidak mampu menyelesaikan masalah. Mereka juga belajar cara untuk memanipulasi orang tua dan akhirnya menjadi sangat mahir membohongi orang lain. Karena tidak memiliki disiplin,anak-anak ini juga cenderung tidak hormat kepada yang lebih tua. Pada akhirnya, secara akademik, mereka akan tertinggal dan sering bermasalah dengan orang dewasa maupun peraturan. Di masa depan, jika tidak ada intervensi, anak-anak dapat tumbuh menjadi sosok yang mudah menyerah, kekanak-kanakan, dan tidak mau mengambil tanggung jawab.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top