Kesehatan

Perubahan Cuaca Sering Bawa Gangguan Kesehatan, Inilah 5 Ciri-ciri Anak Masuk Angin yang Perlu Penanganan Cepat

Saat cuaca sedang sering hujan, gangguan kesehatan seperti masuk angin bisa dialami oleh siapa saja. Bahkan bukan hanya orang dewasa, anak-anak kecil juga bisa saja mengalaminya. Biasanya banyak hal yang dilakukan jika kondisi anak sudah rewel, namun jangan salah diagnosis. Nah, agar tak salah dalam menanganinya, beginilah ciri anak masuk angin yang harus Bunda ketahui agar mudah mengatasinya. 

Ketahui Terlebih Dahulu, Beberapa Ciri Anak Masuk Angin yang Harus Segera Ditangani 

Sebenarnya banyak hal yang menyebabkan anak bisa masuk angin yang mengakibatkan ketidaknyamanan beraktivitas. Saat mendapati anak dalam keadaan masuk angin, Bunda jangan langsung panik ya. Jika anak menunjukkan ciri-ciri berikut, artinya dibutuhkan penanganan cepat dan tepat untuk mengurangi parahnya kondisi ini.

1. Kembung 

Kondisi masuk angin pertama adalah perut kembung. Sering terjadi pada anak usia 1 sampai 3 tahun dengan ciri perut membuncit. Saat ditepuk menimbulkan bunyi “bung bung bung”, tandanya anak sedang kembung. 

Selain itu, kadang perut anak juga terasa dingin saat diusap, untuk memastikannya orang tua harus mengusap langsung. Bagian tubuh lainnya tidak sedingin perut. Jika ditekan, terasa perut agak keras. Kondisi ini sangat tidak menyenangkan sebab anak merasa begah sehingga mengurangi keceriaan.

2. Mual dan Muntah 

Kondisi kedua yang menandakan anak masuk angin adalah mengalami mual dan muntah. Mual ditandai dengan rasa bergejolak dan tidak nyaman di perut bagian atas. Jika ditekan kondisi mual akan semakin meningkat hingga bisa berakhir dengan muntah. 

Saat anak merasa mual, sulit sekali diajak makan. Mungkin anak tidak tahu yang dirasakannya disebut mual. Sehingga tidak bisa dijelaskan pada orangtua, yang bisa dilakukan adalah mengolah makan agar anak tetap mau makan. Hal ini harus diperhatikan dengan baik agar tidak memperburuk kondisi kesehatan.

3. Pilek dan Batuk 

Anak yang sedang masuk angin juga bisa ditandai dengan gejala batuk dan pilek. Seperti batuk berdahak, hidung tersumbat, meler hingga demam. Bahkan ada juga kondisi batuk disertai muntah sampai keluar air mata menandakan sakitnya yang dirasakan anak. 

Mungkin sebagian orang tua menganggap ini flu biasa. Tetapi, tidak salah melakukan pengecekan ke dokter dan melihat sejumlah gejala lain yang mungkin terjadi pada anak. Hal ini memudahkan mengetahui penyebab dan dokter bisa memberikan penanganan yang sesuai. 

4. Demam dan Diare 

Demam merupakan kondisi saat suhu tubuh anak meningkat. Meskipun begitu, tidak semua demam tandanya masuk angin. Jika suhu tubuhnya melebihi 38 derajat celcius kemungkinan si kecil sedang masuk angin. 

Semangat bermain dan melakukan kegiatan lainnya menjadi berkurang. Tubuh lemas, panas dan tidak tertarik saat diajak bermain. Selain itu, anak buang air dalam sehari bisa sampai 3 kali dan yang keluarnya cairan, bukan kotoran. Lebih parah lagi jika diare disertai busa dan perut melilit.

5. Anak Rewel 

Rewel juga salah satu ciri anak masuk angin karena rasa tidak nyaman pada tubuhnya. Jika orang bertanya bagian yang sakit, pasti langsung ditunjukkan. Karena itu, jangan langsung marah bila anak tidak berperilaku seperti biasanya tetapi bicarakan dan tanyakan dengan baik untuk mengetahui penyebabnya. 

Anak rewel juga tidak ceria seperti biasanya dan sulit diajak istirahat. Nafsu makan menurun bahkan menolak apapun yang ditawarkan untuk dikonsumsi. Padahal jika sedang masuk angin, asupan makanan dan minuman harus tetap dijaga. 

Dan Beginilah Hal yang Harus Dilakukan Orangtua saat Anak Masuk Angin 

Melihat anak tidak ceria seperti hari-hari biasa, orang tua juga tidak enak hati melihatnya. Karena itu, daripada panik sendiri lebih baik mengatasi kondisi anak masuk angin dengan beberapa poin berikut. Berbagai perawatan di rumah dapat diterapkan untuk memulihkan kondisi si kecil.

1.Pastikan Anak Istirahat yang Cukup 

Hal pertama yang bisa dilakukan orangtua adalah memastikan anak beristirahat dengan cukup. Hal ini bisa mengurangi gejala dan meningkatkan kembali sistem imun. Sehingga setelah bangun, anak akan kembali sehat. 

Tetapi, jangan hanya istirahat begitu saja. Penting diselingi makanan atau obat alami yang mampu meredakan rasa tidak nyaman di perutnya. Orangtua dapat memberikan sup hangat dan pastikan anak minum air putih cukup. 

2. Berikan Sup Hangat 

Sup hangat mampu menghangatkan tubuh yang dingin dan perlahan mengurangi kondisi masuk angin. Sup yang bagusnya diberi adalah sup ayam dibuat menggunakan bahan berkualitas. Tambahkan juga sayur seperti wortel, tomat, kentang dan daun seledri. 

Setelah minum sup, anak akan merasa lebih baik. Tubuhnya sudah sanggup beraktivitas dan nafsu makan kembali meningkat. Jika memberikan makan di ruang tidur, pastikan AC dimatikan agar tidak bertambah dingin suhu tubuh si kecil. 

3. Pastikan Asupan Air Cukup 

Air putih yang cukup selalu dianjurkan dokter dalam kondisi apapun. Apalagi saat anak masuk angin, penting sekali memastikannya mau minum air putih. Karena sebagian anak saat sedang sakit tidak suka air putih, maunya air yang ada rasanya. 

Saat masuk angin mual dan muntah, anak rentang mengalami dehidrasi. Hal ini mengakibatkan kandungan air dalam tubuhnya semakin menurun. Cara untuk mengisi kembali adalah dengan menasehatinya minum air putih yang cukup dan hindari minuman berkafein. 

4. Siapkan Air Hangat untuk Mandi 

Penggunaan air hangat membantu mengurangi nyeri dan pegal pada tubuh anak ketika masuk angin. Otot perut yang awalnya tegang perlahan mengendur saat terkena hangatnya air. Tidur si kecil pun lebih nyenyak dibandingkan sebelumnya. 

Pastikan air yang digunakan tidak terlalu hangat atau terlalu dingin. Setelah mandi oleskan minyak hangat untuk mengembalikan rasa nyaman di tubuhnya. Lebih bagus lagi disertai pijatan di area punggung dan perut. Itulah 5 ciri anak masuk angin yang harus segera ditangani. Jika tidak bisa memperparah kondisinya. Makanya orang tua penting sekali menerapkan beberapa poin di atas untuk mengatasi masuk angin pada si kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Ada Beberapa Benda yang Bisa Berbahaya Pada Si Kecil, Ini Adalah Tips Bermain dengan Aman Bersama Si Kecil

Selain memastikan bahwa rumah dalam keadaan aman dan terhindar dari benda-benda berbahaya seperti disebutkan di atas, ada beberapa hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan. Berikut ini tips bermain dengan aman bersama si kecil, yaitu:

Pilih Permainan yang Sesuai dengan Usia dan Hal Yang Ingin Anak Pelajari

Memilih permainan yang tepat dan sesuai dengan kondisi si kecil adalah hal yang tidak kalah penting lainnya untuk diperhatikan. Pilihlah jenis permainan yang sesuai dengan usia anak termasuk dalam memilih bahan mainan tersebut.

Usahakan untuk memilih mainan yang tidak tajam dan beresiko menyebabkan luka. Contohnya seperti boneka, lego, kertas bergambar, busy book, dan masih banyak lagi. Mainan tersebut terbuat dari bahan-bahan yang tidak tajam sehingga tidak berpotensi melukai si kecil ketika memainkannya.

Awasi Anak Ketika Bermain, Jangan Sampai Ditinggalkan dan Ia Melakukan Hal yang Tak Diinginkan

Pergerakan anak saat mereka memasuki usia belajar merangkak dan berjalan terbilang sangat cepat. Sehingga Anda harus memberikan pengawasan penuh agar bisa terus mengontrol pergerakan mereka setiap saat. Terlebih lagi untuk anak-anak yang terlalu aktif dan tidak mau diam.

Luangkan waktu untuk bermain bersama anak setiap hari. Tidak apa-apa jika harus mengorbankan karir dan aktivitas lainnya. Karena keselamatan dan keamanan anak adalah hal yang paling utama. Anda bisa melakukan aktivitas seperti me time setelah anak tertidur agar bisa lebih tenang.

Buat Ruangan Khusus Untuk Bermain Agar Aktivitas Bermainnya Tetap Aman dan Nyaman

Agar anak bisa bermain dengan aman dan Anda bisa melakukan aktivitas lainnya dengan tenang, maka bisa dengan membuat ruangan khusus untuk bermain. Sehingga ruangan tersebut tidak bercampur dengan benda-benda tajam dan berbahaya yang bisa dijangkau dengan mudah oleh anak.

Jika tidak memiliki ruangan khusus karena rumahnya sempit atau kecil, maka bisa membuat benteng dari guling atau benda-benda lainnya yang aman dengan bentuk kotak atau lingkaran. Dengan memberi batas ruang seperti itu maka anak-anak akan tetap bermain di dalam benteng dan tidak keluar-keluar.

Anak adalah harga paling berharga yang harus dijaga dan dirawat dengan baik. Hal yang membuat si kecil tidak aman sebaiknya diantisipasi agar tidak beresiko menimbulkan cedera atau luka yang kelak berakibat fatal. Sebagai orang tua tentu Anda harus mengawasi mereka dengan baik. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Ketahui Apa Saja Hal yang Membuat Si Kecil Tidak Aman

Rumah adalah tempat di mana si kecil bernaung dan melakukan segala aktivitasnya. Sebagai orang tua tentu sangat penting untuk memperhatikan hal yang membuat si kecil tidak aman. Sehingga hal tersebut dapat diantisipasi untuk memberikan perlindungan maksimal kepada sang anak.

Beberapa Solusi Menghindari Hal yang Membuat Si Kecil Tidak Aman

Dengan keamanan yang terjamin di dalam rumah, maka tidak hanya anak saja yang bisa bermain dengan nyaman, orang tua pun akan lebih tenang. Terlebih lagi usia balita adalah masa di mana anak sedang senang-senangnya mengeksplor segala sesuatu dan benda yang ada di sekitarnya.

Memilih Kasur yang Terlalu Empuk

Pada kenyataannya, kasur yang terlalu empuk malah justru bisa membahayakan keselamatan bayi. Berdasarkan informasi dari Family Doctor, menidurkan anak di kasur yang empuk bisa menyebabkan SIDS (Sudden Infant Death Syndrom) atau kematian mendadak pada anak sehingga sangat membahayakan.

Hal ini dikarenakan bayi bisa saja terjepit di antara kasur dan pinggir boks bayi. Selain itu, bayi juga beresiko tenggelam jika menggunakan kasur yang terlalu empuk karena berat badan. Pastikan untuk memilih kasur yang pas dengan boks dan tidak ada ruang lebih dari dua dari antara boks bayi dan kasur.

Tidak Menutup Area Colokan Listrik

Colokan listrik merupakan area yang paling berbahaya bagi sang anak karena bisa menyebabkan mereka kesetrum. Apalagi si kecil belum bisa memahami apakah benda tersebut berbahaya atau tidak. Sehingga demi keamanan mereka, maka tutup colokan listrik yang tidak terpakai dengan penutup khusus.

Cara tersebut untuk mencegah agar anak tidak menancapkan mainan atau jarinya ke lubang colokan listrik. Selain itu, Anda juga bisa menghalangi akses anak ke arah kabel listrik dengan membuat benteng khusus untuk tempat bermain anak sehingga mereka tidak berjalan ke arah kabel atau colokan.

Menyimpan Kursi Makan Bayi di Dekat Meja

Proporsi kepala bayi cenderung lebih besar jika dibandingkan dengan tubuhnya. Sehingga hal tersebut membuat si kecil kesulitan untuk menjaga keseimbangan tubuh terutama ketika sedang duduk. Oleh karena itu, sangat disarankan agar menggunakan tempat duduk yang khusus dirancang untuk bayi.

Jangan lupa untuk memasang meja dan sabuk pengaman dengan benar agar bayi tidak jatuh ketika sedang aktif bergerak. Jangan meletakkan kursi bayi di dekat meja karena hal tersebut beresio membuat si kecil mendorong meja hingga kursi bisa terjungkir. Berikan jarak seperlunya antara meja dan kursi.

Kamar Mandi Tidak Diperhatikan

Kamar mandi menjadi bagian penting lainnya yang harus diperhatikan oleh orang tua agar anak tetap aman dan terlindungi selama bermain. Usahakan untuk tidak meninggalkan anak sendirian di dalam kamar mandi baik di dalam ember maupun bak mandi sekalipun. Karena hal tersebut sangat berbahaya.

Jumlah air sedikit pun bisa beresiko membuat anak terpeleset dan tenggelam. Sehingga sebaiknya selalu dampingi anak ketika mereka sedang mandi atau bermain air di dalam ember. Selain itu, jangan biarkan si kecil yang masih belajar berjalan ke kamar mandi sendiri karena khawatir terpeleset di lantai licin.

Jendela Lebih Rendah dari Tubuh Anak

Fungsi utama jendela pada dasarnya adalah sebagai tempat sirkulasi udara dari luar rumah ke dalam rumah atau sebaliknya agar udara yang ada di dalam ruangan tetap sehat. Namun, Anda juga harus memperhatikan pemasangan jendela yang tepat agar tidak membahayakan anak dan mereka tetap aman.

Salah satu syarat keamanan rumah bagi si kecil adalah dengan tidak memasang jendela yang lebih tinggi dari tubuh anak. Terlebih lagi untuk jendela kamar anak. Karena hal tersebut bisa beresiko anak akan memanjat jendela dan menybabkan jatuh ke luar. Namun, jika terlanjur maka bisa memasang pengaman.

Menyimpan Plastik di Lantai

Sebaiknya hindari untuk menyimpan mainan atau pakaian di dalam kantong plastik dan membiarkannya tergeletak di sekitar rumah. Karena hal tersebut bisa menyebabkan siapa saja terpeleset tak terkecuali si kecil. Belum lagi resiko menimbulkan luka ketika menginjak mainan di dalam plastik.

Lebih baik simpan kantong plastik tersebut di tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau oleh anak. Karena seringkali mereka juga bisa memsukkan apa saja ke dalam mulutnya termasuk plastik. Bereskan segera mainan ketika sudah selesai digunakan oleh si kecil agar tidak mengganggu keamanan.

Perabotan yang Ujungnya Lancip

Beberapa furnitur di dalam rumah pasti memiliki ujung yang lancip seperti meja, kursi, dan lainnya. Perabotan tersebut bisa membahayakan keselamatan anak karena bisa membuat mereka terluka ketika terjatuh dan menyentuh ujung dari furnitur tersebut. Sehingga lebih baik pindahkan perabotannya.

Namun, jika tidak memungkinkan maka Anda bisa memasang bantalan pelindung pada bagian sudut yang tajam tersebut. Sehingga anak-anak akan tetap aman terlindungi meskipun aktif bergerak, merangkak, berjalan, dan berlari-larian ke semua sudut rumah tanpa khawatir resiko luka lagi.

Memasang Karpet Licin

Saat anak mulai belajar merangkak dan berjalan, mereka akan mengeksplor semua empat di rumahnya termasuk anak tangga. Sebaiknya tutupi anak tangga dengan karpet anti licin agar mereka tidak mudah tergelincir. Pastikan agar karpet terpasang dengan baik hingga bagian tepi tangga secara full.

Selain itu, pasang pembatas pada bagian atas maupun bawah tangga agar anak tidak jatuh ketika mereka sedang aktif bergerak kesana kemari. Sebaiknya hindari menggunakan pembatas yang desainnya memanjang vertikal ke bawah karena bisa beresiko melukai leher atau lengan bayi.

Tempat Obat Dekat dengan Anak-anak

Jika di rumah Anda terdapat kotak P3K yang berisi obat-obatan, maka sebaiknya jauhkan dari jangkauan anak-anak. Hal ini dikarenakan mereka bisa saja meniru kebiasaan orang tuanya saat mengonsumsi obat-obatan dan ingin melakukan hal yang sama. Usahakan untuk tidak ketahuan saat minum obat.

Pil yang biasanya memiliki warna-warni yang menarik juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi anak. Mereka bisa saja dengan sengaja mengambil pil tersebut entah untuk dibuat mainan atau malah dikonsumsi langsung. Tentu ini akan membahayakan apalagi jika obat tersebut memiliki efek samping.

Ada Benda-benda yang Mudah Dipanjat oleh Anak

Saat anak sudah mulai belajar merangkak dan berjalan, jiwa petualan dalam diri mereka akan tumbuh. Hal ini tentu menjadi pertumbuhan yang sangat dinanti-nantikan oleh orang tua. Namun, di satu sisi timbul kekhawatiran tersendiri jika anak terlalu berani untuk mengeksplor lingkungan rumahnya.

Apalagi jika mereka sudah mulai memanjat-manjat benda-benda tertentu yang bisa dipanjat dengan mudah. Sehingga penting bagi orang tua untuk memastikan agar perabotan di dalam rumah tidak mudah terjatuh, stabil, dan sulit dijangkau oleh anak-anak untuk dibuat pijakan memanjat.

Keamanan pada Semua Tangga Kurang

Jika ada tangga di dalam rumah, tentu ini menjadi bagian yang cukup membahayakan bagi anak-anak. Apalagi jika mereka sudah mulai bisa merangkak, berpegangan, dan belajar berdiri. Oleh karena itu, pasang keamanan pada bagian tangga salah satunya dengan menggunakan pagar.

Jika perlu pasang pagar dan pintu pada semua ujung bai bagian bawah maupun atas anak tangga agar si kecil tidak mudah jatuh. Pastikan kunci pintu terpasang dengan aman agar anak tidak mudah membua pintu tersebut. Karena jika tidak cukup kuat maka pintu akan mudah terdorong dan terbuka.

Menyimpan Benda yang Tajam dan Panas di Dekat Anak

Benda-benda yang tajam dan panas merupakan jenis benda berbahaya untuk anak. Sehingga sebisa mungkin jauhkan benda tersebut dari jangkauan mereka. Contohnya seperti setrika, pisau, gunting, kompor, segelas air panas, semangkok mie panas, dan lain sebagainya.

Bahkan taplak meja yang menggantung pun juga bisa jadi benda berbahaya bagi si kecil jika mereka tengah bermain kemudian menarik taplak tersebut. Benda-benda di atasnya bisa jatuh mengenai si kecil dan resikonya sangat berbahaya tergantung dari benda yang ada di atas taplak tersebut.

Tips Bermain Dengan Aman Bersama Si Kecil

Selain memastikan bahwa rumah dalam keadaan aman dan terhindar dari benda-benda berbahaya seperti disebutkan di atas, ada beberapa hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan. Berikut ini tips bermain dengan aman bersama si kecil, yaitu:

Pilih Permainan yang Sesuai

Memilih permainan yang tepat dan sesuai dengan kondisi si kecil adalah hal yang tidak kalah penting lainnya untuk diperhatikan. Pilihlah jenis permainan yang sesuai dengan usia anak termasuk dalam memilih bahan mainan tersebut.

Usahakan untuk memilih mainan yang tidak tajam dan beresiko menyebabkan luka. Contohnya seperti boneka, lego, kertas bergambar, busy book, dan masih banyak lagi. Mainan tersebut terbuat dari bahan-bahan yang tidak tajam sehingga tidak berpotensi melukai si kecil ketika memainkannya.

Awasi Anak Ketika Bermain

Pergerakan anak saat mereka memasuki usia belajar merangkak dan berjalan terbilang sangat cepat. Sehingga Anda harus memberikan pengawasan penuh agar bisa terus mengontrol pergerakan mereka setiap saat. Terlebih lagi untuk anak-anak yang terlalu aktif dan tidak mau diam.

Luangkan waktu untuk bermain bersama anak setiap hari. Tidak apa-apa jika harus mengorbankan karir dan aktivitas lainnya. Karena keselamatan dan keamanan anak adalah hal yang paling utama. Anda bisa melakukan aktivitas seperti me time setelah anak tertidur agar bisa lebih tenang.

Buat Ruangan Khusus Untuk Bermain

Agar anak bisa bermain dengan aman dan Anda bisa melakukan aktivitas lainnya dengan tenang, maka bisa dengan membuat ruangan khusus untuk bermain. Sehingga ruangan tersebut tidak bercampur dengan benda-benda tajam dan berbahaya yang bisa dijangkau dengan mudah oleh anak.

Jika tidak memiliki ruangan khusus karena rumahnya sempit atau kecil, maka bisa membuat benteng dari guling atau benda-benda lainnya yang aman dengan bentuk kotak atau lingkaran. Dengan memberi batas ruang seperti itu maka anak-anak akan tetap bermain di dalam benteng dan tidak keluar-keluar.

Anak adalah harga paling berharga yang harus dijaga dan dirawat dengan baik. Hal yang membuat si kecil tidak aman sebaiknya diantisipasi agar tidak beresiko menimbulkan cedera atau luka yang kelak berakibat fatal. Sebagai orang tua tentu Anda harus mengawasi mereka dengan baik. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Beberapa Hal yang Ditakutkan Orang Tua Saat Anak Remaja

Menginjak usia remaja, anak-anak mulai mencari jati dirinya. Tak jarang mereka lebih sering bergaul dengan teman-temannya daripada menghabiskan waktu di rumah bersama orang tua. Ada banyak hal yang ditakutkan orang tua saat anak remaja, terutama terkait masa depannya karena masa ini krusial.

Bunda Perlu Memahami Apa itu Masa Remaja?

Masa remaja merupakan masa yang cukup krusial karena di fase ini anak-anak mengalami perubahan dari anak-anak menuju dewasa sehingga posisinya berada di tengah-tengah. Sudah tidak bisa disebut anak-anak, namun belum layak juga disebut dewasa. Pada fase ini anak-anak sering labil.

Mereka cenderung kesulitan untuk mengambil keputusan. Tak jarang banyak juga yang akhirnya salah dalam mengambil keputusan karena galau dan labil. Mereka masih belum sepenuhnya memahami mana yang benar dan mana yang salah karena masih dalam masa pencarian jati diri.

Pada fase ini Anda jangan kaget jika anak tiba-tiba tidak mudah bercerita dan cenderung lebih senang curhat kepada teman-temannya. Namun, ketakutan orang tua terhadap anak remaja semua akan bisa dengan mudah teratasi jika mereka sudah diberi bekal yang cukup agar tidak salah langkah.

Beberapa Hal yang Ditakutkan Orang Tua Saat Anak Remaja

Mendidik anak remaja memang cenderung tidak mudah karena mereka mulai memiliki pendirian masing-masing. Tak jarang banyak yang akhirnya berani membangkang ketika merasa tidak sependapat dengan orang tua mereka. Berikut ini beberapa hal yang ditakutkan orang tua untuk anak remaja:

Ketakutan, Jika Anak Akan Salah Pergaulan

Saat anak menginjak usia remaja, lingkungan pergaulan mereka akan banyak mempengaruhi bagaimana karakter dan perilaku yang terbentuk. Jika lingkungannya baik, maka karakternya juga akan baik. Begitupun sebaliknya, jika lingkungan buruk, maka karakternya pun akan terpengaruh.

Salah satu ketakutan terbesar orang tua ketika anak memasuki fase remaja adalah takut jika anaknya salah pergaulan. Takut jika anak-anaknya bergaul dengan orang yang salah, nakal, dan bandel. Terlebih lagi jika lingkungan sekitarnya mayoritas terdiri dari orang-orang yang nakal.

Ketakutan, Jika Anak Perempuan Hamil di Luar Nikah Atau Anak Laki-laki Menghamili Anak Perempuan di Luar Nikah

Fase remaja adalah masa di mana anak-anak menginjak baligh dan mereka sudah mengalami perubahan dari segi reproduksi. Bagi anak perempuan mereka akan mengalami menstruasi. Sedangkan anak laki-laki akan mengalami mimpi basah. Perubahan ini juga mempengaruhi emosi.

Pengaruh hormon yang ada di dalam tubuh akhirnya mulai membentuk emosi pada anak remaja yang sering tidak labil. Selain itu, pada fase ini mereka akan mengalami jatuh cinta dengan lawan jenis. Tak heran banyak orang tua yang takut jika anaknya salah langkah hingga hamil di luar nikah.

Ketakutan Akan Bagaimana Masa Depan Anak

Setiap orang tua tentu memiliki harapan agar masa depan anaknya cerah dan terjamin. Sehingga mereka melakukan berbagai cara seperti memberikan fasilitas pendidikan yang terbaik yang mendukung kegiatan belajar mengajarnya. Namun, di fase ini anak sudah mulai menentukan masa depan.

Sebagian dari mereka sudah ada yang menemukan ingin jadi apa di masa depan nanti. Terkadang apa yang mereka inginkan tidak seperti ekspektasi orang tuanya. Sehingga hal tersebut membuat orang tua was-was dan takut anaknya salah mengambil langkah, jurusan, atau cita-cita yang kurang menjamin.

Tips Mendidik Anak Remaja

Cara mendidik anak remaja tentu tidak bisa disamakan dengan anak balita atau yang masih di bawah umur belasan. Pada fase ini mereka sudah mulai memiliki pola pikir dan prinsip sendiri. Sehingga sebagai orang tua harus mampu memahami anaknya yang menginjak remaja dengan baik.

Menghormati Privasi Anak

Sebesar apapun seorang anak tetaplah anak kecil di mata orang tuanya. Sehingga acapkali banyak orang tua yang masih menganggap semua urusan anaknya adalah urusannya juga. Sudah seharusnya sebagai orang tua menyadari bahwa tidak seharusnya mereka mencapuri semua privasi anaknya.

Anda harus mulai paham bahwa anak yang menginjak remaja sudah mulai memiliki privasi sendiri yang harus dihormati dan dijaga sebagaimana orang dewasa. Berikan mereka ruang untuk meletakkan privasinya di kamar maupun telpon genggam tanpa merasa takut akan adanya ancaman orang tua.

Menjadi Teman dan Pendengar yang Baik

Salah satu hal yang paling dibutuhkan saat anak menginjak usia remaja adalah teman atau sahabat. Karena saat memasuki usia ini mulai muncul berbagai gejolak di dalam dirinya lantaran sudah pubertas. Masalah yang sering dihadapi seperti percintaan atau hubungan pertemanan di lingkungna pergaulannya.

Tak jarang anak remaja juga akan membutuhkan orang tuanya sebagai tempat curhat untuk mengutarakan kecemasan, kegelisahan, atau pertanyaan yang muncul di pikirannya. Sehingga sebagai orang tua sebaiknya posisikan diri sebagai pendengar dan tempat curhat yang nyaman.

Menjadi Teladan yang Baik

Jika Anda sebagai orang tua menginginkan hal terbaik untuk anak-anaknya baik dari segi perilaku, ibadah, kesuksesan, dan lainnya, maka berikan teladan atau contoh pada mereka. Berikan contoh konkret seperti bagaimana belajar dengan giat, peduli dan suka menolong orang, serta masih banyak lagi.

Karena saat usia remaja anak akan cenderung menjadi pemberontok dan mulai memiliki pendirian sendiri. Terkadang dikasih tahu pun akan sulit mereka terima. Sehingga cara terbaik adalah dengan memberikannya secra contoh. Tak hanya mengajarkan secera teori namun juga praktek langsung.

Membuat Kesepakatan Aturan Tertentu

Jangan terlalu mengekang ketika anak sudah memasuki usia remaja, karena yang ada mereka akan semakin memberontak dan menjadi tidak nyaman. Lebih baik ajarkan dan nasehati dengan baik melalui kesepakatan aturan-aturan penting bersama. Ini sangat penting untuk disepakati bersama dengan anak.

Terkadang anak-anak remaja lebih senang menghabiskan waktu di luar bersama teman-temannya dibandingkan di rumah bersama orang tua. Demi menjaga keamanan anak, maka berikan pengertian dengan menerapkan aturan seperti jam pulang malam, larangan merokok, dan lainnya.

Beri Tahu Cara Mengelola Stress

Ketika anak sudah memasuki usia remaja, banyak perubahan yang akan mereka alami baik dari segi fisik maupun psikis. Tak jarang hal tersebut membuat mereka mengalami depresi dan stress terlebih lagi jika ada masalah yang terjadi seperti dalam hubungan asmara maupun percintaan.

Oleh karena itu, penting sekali bagi Anda sebagai orang tua untuk membekalinya dengan berbagai cara dan tips mengelola stres dengan baik. Jangan mudah memarahi anak ketika mereka sedang sedih atau melakukan kesalahan. Bicarakan baik-baik heart to heart agar mereka nyaman untuk bercerita.

Beri Motivasi dan Semangat Untuk Meraih Cita-cita

Masa muda adalah masa yang paling berapi-api di mana anak-anak memiliki cita-cita yang tinggi dan keinginan kuat untuk menggapainya. Dorong dan motivasi mereka agar terus berkembang dan mau mengeksplorasi semua kemampuan yang dimilikinya sebagai salah satu cara mendidik anak remaja.

Anda bisa memberikan aktivitas tertentu yang menarik untuk mereka dan sesuai dengan minatnya. Fasilitasi dengan baik agar anak senang dan mau mengembankan bakatnya. Dukung apapun cita-citanya tanpa menghakimi atau memandang rendah apa yang menjadi pilihan sang anak.

Beri Informasi Tentang Bagaimana Cara Bergaul

Usia remaja adalah masa di mana anak-anak sedang senang-senangnya bermain dan mencari teman yang sefrekuensi dengan mereka. Tak jarang ada yang sudah mulai membuat geng seperti yang mereka inginkan. Maka berikan informasi tentang bagaimana cara bergaul agar mereka tidak salah memilih.

Karena sekali salah dalam memilih pergaulan, maka akan berdampak besar pada masa depannya. Belum lagi di usia remaja mereka sedang labil-labilnya dan seringkali mudah terpengaruh oleh lingkungannya karena masih dalam pencarian jati diri. Bimbing dan dampingi dalam memilih teman.

Bekal Kemampuan Dasar untuk Anak Remaja

Sebagaimana anak di usianya saat masih balita, anak remaja juga membutuhkan bekal agar bisa survive dan beradaptasi di lingkungannya yang baru. Oleh karena itu, penting sekali bagi orang tua untuk memberikan kemampuan dasar sebagai bekal mereka dengan menanamkan nilai-nilai tertentu.

Bertanggung Jawab Atas Dirinya Sendiri

Mulai ajarkan anak untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri maupun barang-barang yang mereka miliki. Contohnya seperti bertanggung jawab agar tidak mudah disentuh lawan jenis, keberishan kamar, sepatu, tas, dan barang lainnya. Ajarkan untuk membersihkan sendiri tanpa mengandalkan orang.

Cara mendidik dengan memberikan tanggung jawab ini juga akan mengajarkan anak kemandirian. Sehingga ketika mereka harus hidup sendiri di kost, kontrakan, atau berumah tangga, mereka sudah bisa mengatasi dan menyelesaikan semua tanggung jawabnya sendiri tanpa mengandalkan orang tua.

Menyiapkan Makanan Sendiri

Penting sekali bagi orang tua untuk mulai mengajarkan anak-anaknya memasak dan menyiapkan makanan sendiri khususnya bagi anak perempuan yang kelak akan mengurus rumah tangga. Ajari anak tentang dasar-dasar memasak seperti menumis sayur, memasak nasi, menggoreng telur, dan lainnya.

Dengan memberikan kesempatan seperti ini, maka mereka akan belajar mandiri dan tidak akan mengalami kesulitan saat nanti hidup jauh dari orang tuanya entah karena pendidikan atau pekerjaan. Selain itu, ketika orang tua sedang sakit maka anak tidak perlu panik karena sudah diajari sebelumnya.

Menggunakan Transportasi Umum atau Membawa Kendaraan Pribadi

Anak remaja harus sudah mulai diajari untuk pergi dengan menggunakan transportasi umum sendiri maupun dengan membawa kendaraan pribadi. Sehingga mereka akan paham ketika butuh untuk pergi ke suatu tempat maka tidak bingung lagi saat naik transportasi umum.

Jelaskan bagaimana menggunakan transportasi umum seperti bis, kereta, pesawat, dan lainnya. Anak remaja juga sudah saatnya untuk diajari mengendarai kendaraan pribadi sendiri seperti motor atau mobil. Namun, jika belum memiliki SIM jangan biarkan mengendarai di jalanan.

Mengatur Keuangan Sendiri

Anak remaja sudah seharusnya diajari bagaimana cara mengatur keuangannya sendiri. Terlebih lagi mereka seringkali masih dalam keadaan emosi yang labil sehingga terkadang belum bisa untuk menentukan prioritas dalam mengelola uang dan cenderung boros membeli sesukanya tanpa pikir panjang.

Salah satu cara mendidik anak dalam mengatur keuangan sendiri adalah dengan mengajaknya berbelanja. Anda bisa menjelaskan bagaimana menentukan budget sesuai kebutuhan yang akan dibeli. Jangan lupa untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya menabung sejak dini.

Hal yang ditakutkan orang tua saat anak remaja merupakan sesuatu yang wajar. Namun, tak perlu terlalu paranoid karena asal Anda sudah memberikan bekal dan mendidiknya dengan benar maka ketakutan tersebut tidak akan pernah terjadi. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top