Parenting

Persiapkan Anak Menjadi Pengusaha Sejak Dini, Coba Cara berikut ini

mendidik anak menjadi pengusaha sejak dini

Bukan Sekdar jadi Guru, Dokter, TNI ataupun Polisi profesi yang dikenalkan kepada anak sejak dini. Menjadi pengusaha mungkin bisa menjadi alternatif yang dikenalkan pada anak.

mendidik anak menjadi pengusaha sejak dini

sumber photo: detikphoto

Tak hanya dikenalkan tapi orang tua juga mendidik anak dan mempersiapkan anak menjadi pengusaha. Berikut ini beberapa yang bisa dilakukan orang tua untuk mempersiapkan dan mendidik anak menjadi pengusaha.

Ajarkan anak untuk senantiasa menetapkan tujuan (cita-cita)

Tahukah Parents, bahwa 80% cita-cita yang dituliskan akan terwujud? Jadi, ajak anak untuk menuliskan 10 hal yang menjadi cita-citanya. Minta ia memilih satu cita-cita yang sekiranya akan memberikan perubahan besar dalam hidupnya. Cita-cita inilah yang pada nantinya akan menjadi cita-cita terbesarnya.

Tuliskan cita-cita tersebut (dream card), dan tentukan bersama langkah apa saja yang hendak ditempuh untuk mencapai cita-cita itu. Dorong si Kecil untuk segera memulai langkah pertama mewujudkan cita-citanya.

Ajarkan anak untuk punya target

Ajarkan anak anda untuk mempunyai target-target tertentu dan ajarkan mereka bagaimana cara mencapainya. Permainan yang bisa dilakukan bersama anak anda adalah dengan cara mengajak anak untuk menuliskan 10 keinginan mereka. Kemudian dari 10 keinginan itu, ajaklah anak untuk berpikir, keinginan mana yang paling bisa membawa manfaat terbesar bagi hidup mereka. Lalu jadikan keinginan itu menjadi suatu fokus yang harus dicapai. Langkah berikutnya adalah berikan langkah-langkah terperinci kepada mereka, supaya mereka mengetahui cara untuk mencapai target tersebut. Tidak lupa untuk selalu memberikan pujian dan motivasi jika mereka berhasil melakukan satu tahap.

Anak harus belajar untuk melihat peluang

Banyak orang tidak mendayagunakan potensi yang ada pada diri mereka, karena mereka kurang bisa melihat peluang disekitarnya. Karena dari itu, sangatlah penting untuk mengajarkan anak untuk melihat potensi dan peluang yang ada pada diri mereka dan disekitar mereka. Bagaimana caranya? Tanyakan pada mereka tentang hal-hal kecil yang terkadang mengganggu diri mereka. Sebagai contoh, sebagian anak merasa kesal jika mereka tidak mampu untuk mengambil barang dari tempat yang tinggi. Kemudian ajaklah mereka untuk berdiskusi bagaimana cara memecahkan masalah tersebut. Hal ini akan mengajarkan pada mereka untuk membuat solusi. Hal ini juga akan memacu mereka untuk mengungkapkan ide mereka.

Ajarkan anak pelbagai pengetahuan

Dalam bisnis seorang wirausahawan juga membutuhkan sense untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan konsumen serta bagaimana menjaga pelanggan untuk tetap loyal kepada perusahaan.

Untuk itu jangan sepelekan pengetahuan akademi. Biarkan anak mempelajari apa yang menjadi ketertarikannya. Semakain banyak ilmu seorang calon entreprenuer miliki, akan semakin terbuka peluang baginya untuk membangun pemahaman akan karakteristik pelanggannya kelak.

Jadilah model problem solving untuk anak

Menjadi seorang wirausahawan, berarti memiliki kemampuan untuk menjadi problem solver bagi setiap masalah yang dihadapi. Dan kemampuan ini tidaklah muncul begitu saja saat seorang dewasa. Kemampuan ini adalah hasil dari pembelajaran dan pembiasaan sepanjang hidupnya.

Pedulilah pada mereka saat mereka sedang menghadapi masalah. Ajak mereka mencari solusi, apa yang sebaiknya harus dilakukan. Tuliskan pada secarik kertas apa baik-buruk dari setiap solusi yang dipilih, dan kemudian tetapkan mana solusi yang terbaik di antara kemungkinan solusi tersebut. Cara ini akan membantu anak untuk selalu fokus pada solusi positif dibandingkan pada masalah yang terjadi. Kebiasaan seperti ini juga akan membentuk anak untuk selalu menciptakan ide-ide kreatif dalam keseharian mereka.

Ajarkan anak untuk belajar berjualan

Ilmu untuk berjualan bukan hanya harus dimiliki oleh seorang pengusaha, tapi di segala bidang karir. Karena itu ajarkan anak anda untuk berjualan, karena dengan berjualan, sang anak tidak malu untuk berkomunikasi dengan orang lain, sehingga bisa meningkatkan kepercayaan dirinya. Bagaimana cara mengajarkannya? Ajaklah anak untuk berjualan mainan-mainan yang telah tidak terpakai dirumah, atau buku-buku bekas. Biarkan mereka untuk menentukan harga jual dari barang tersebut dan bantu mereka saat transaksi penjualan berhasil seperti menghitung uang kembalian, membungkus produk yang berhasil dijual dan berterimakasi kepada pembeli.

Ajarkan anak tentang mengelola keuangan

Pengelolaan keuangan sangatlah jarang diajarkan disekolah2, karena itu sebagai orang tua kita bisa membatu mereka dengan cara ajarkan mereka berjualan atau membantu anda berjualan. Kemudian ajarkan bahwa uang yang didapat bisa menghasilkan yang lebih banyak dengan cara memutar uang tersebut untuk berdagang berikutnya. Tidak lupa untuk mengajarkan mereka untuk bersedekah dari setiap penghasilan yang mereka dapatkan.

Ajarkan tentang marketing

Cara marketing atau memasarkan produk sangatlah penting. Tanpa metode pemasaran yang baik, maka suatu usaha bisa mengalami kegagalan. Lalu bagaimana caranya? Ajak anak anda untuk melihat papan, poster atau iklan tentang suatu produk yang sama tapi dari beberapa iklan perusahaan yang berbeda-beda. Lalu tanyakan pada mereka, mana iklan yang lebih bagus dan kenapa yang satu bagus dan yang lain kurang bagus. Anda akan sangat terkejut dengan jawaban-jawaban mereka yang kadang tidak terduga dan bahkan sangat menggelitik.

Ajarkan anak tentang kegagalan

Di sekolah kita selalu diajarkan bahwa kegagalan itu adalah suatu bencana yang besar, tapi di dunia bisnis, kegagalan bisa menjadi guru dan motivasi untuk perubahan yang sangat bagus. Jika anak anda gagal, maka motivasilah mereka untuk belajar dari kesalahan dan untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan tersebut.

Ajarkan bagaimana bertahan dari tekanan emosi dan kecemasan

Dalam wirausaha, ada satu kekuatan mutlak yagn harus dimiliki. Yaitu kekuatan untuk menahan kecemasan, ketakuan dan ketidak pastian.

Ajak si Kecil untuk selalu berpikir positif; mengenali apa yang menjadi kelebihannya dan kekurangannya. Misalkan ia sering cemas dengan hasil ujiannya, maka ajak ia untuk memahami materi dengan lebih baik. Buatkan jembatan keledai, atau flash card bila ia adalah tipe anak yang mudah lupa. Sesekali ajak anak untuk merilekskan pikirannya dengan berhenti dan diam sejenak. Cara seperti ini telah terbukti efektif untuk membantu anak meredakan kecemasan yang sedang dialami.

Terapkan aturan dengan demokratis

Anak-anak sering kali kita ajarkan untuk mengikuti aturan tanpa kesempatan mempertanyakan mengapa aturan tersebut ada dan berlaku untuk mereka. Kebiasaan ini justru akan menghambat jiwa wirausaha yang mungkin ada pada mereka.

Ajak anak untuk membuat aturan dalam keluarga. Saat ada beberapa aturan keluarga yang harus dipatuhi, maka berikan alasan yang rasional atas aturan tersebut. Jangan lupa jelaskan pula bahwa setiap keluarga memiliki aturan tertentu dalam kehidupan mereka; jadi ingatkan anak untuk menghormati aturan orang lain, seperti ia juga menghormati dan mematuhi aturan dalam keluarganya sendiri.

Cara seperti ini diharapkan akan mendidik anak untuk tahu kapan harus diam atau mempertanyakan aturan dengan cara yang assertif.

Bertindak Berdasarkan Ide

Jika anak Anda ingin mencari uang sendiri, bantu mereka untuk menuliskan beberapa ide bisnis satu-hari terbaik dan kemudian bantu mereka untuk mewujudkannya. Pengalaman pertama mereka memegang uang hasil jerih payah mereka tidak akan pernah mereka lupakan.

Komunikasi yang efektif

Anak jaman sekarang terkadang sangat takut untuk berkomunikasi secara tatap muka, karena mereka sangat terbiasa dengan sms dan jejaring sosial. Salah satu penunjang bisnis yang penting adalah cara kita berkomunikasi dan bernegosiasi. Cara mengajarkannya adalah dengan bermain pembeli dan penjual. Pertama contohkan anda sebagai penjual dan anak anda sebagai pembeli. Contohkan kepada mereka bagaimana cara untuk menghadapi pembeli dengan baik. Kemudian gantilah peran tersebut, sekarang anda menjadi pembeli dan anak menjadi penjual. Dengan ini anak anda terlatih untuk berkomunikasi dan berani menanggapi kemauan orang lain.

Kemandirian menciptakan kepercayaan diri

Pastinya kita ingin anak kita menjadi anak yang mandiri dan sukses. Lalu bagaimana caranya? Setiap kali anak anda meminta mainan baru, ajaklah anak anda berpikir bagaimana cara menghasilkan uang agar bisa membeli barang tersebut. Hal ini akan meningkatkan daya kritis dan daya kreatifitas mereka.

Ajarkan untuk menolong sesama

Buat apa berhasil dalam suatu bisnis jika tidak bermanfaat bagi orang lain? Sangatlah penting untuk mengajarkan anak anda untuk bersedekah, sehingga anak tidak menjadi serakah dan egois. Ajak mereka untuk memasukkan uang ke celengan – celengan masjid setiap kali mereka mendapatkan uang dari berjualan ataupun uang jajan dari anda.

Ajarkan kepemimpinan

Di sekolah anak diajarkan untuk selalu mengikuti peraturan yang ada. Mereka di program untuk belajar dan menghapal dan bukan untuk menjadi orang yang berpikir secara mandiri. Ilmu sebagai pengusaha mengajarkan anak untuk berpikir di luar kotak dan menciptakan solusi yang unik dan lebih baik. Bagaimana cara mengajarkannya? Beri kesempatan kepada anak anda untuk memimpin temannya pada saat bermain. Ajarkan mereka untuk berbicara di depan keluarga saat makan malam atau acara keluarga bersama.

Ajak anak untuk berolah raga, terutama olah raga yang ketahanan/ kegigihan untuk menyelesaikannya.

Pernahkah Parents melihat seorang pelari marathon yang tetap menyelesaikan larinya meski ia tidak berada pada urutan pertama? Semangat dan karakter seperti inilah yang harus dimiliki oleh seorang calon entrepreneur. Mengetahui dan paham, bahwa ia harus selalu menyelesaikan apa yang harus ia mulai.

Dorong si Kecil untuk pantang menyerah. Selayak seorang pelari marathon tersebut, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada kilometer-kilometer yang belum ia tempuh. Bisa jadi pada kilometer berikutnya justru ia yang menjadi pemenang dalam perlombaan.

Ajari mereka untuk menemukan keberuntungan mereka sendiri.

Banyak orang percaya, keberuntungan sangat mempengaruhi kesuksesan. Namun, tidak ada yang pernah tahu, bahwa keberuntungan sebetulnya juga dapat dipersiapkan. Keberuntungan sangat dekat dengan kesempatan. Untuk itu ajari anak untuk selalu siap pada setiap kesempatanyang ia tunggu.

Tetap yakin pada ide yang ia miliki meski tidak ide tersebut tidak memberikan gambaran hasil yang pasti (ingat: analogi pelari marathon). Dukung dan dorong ia terus mewujudkan cita-citanya.

Belajar Bisnis Lewat Monopoli

Tidak hanya seru dan mengasikkan, bermain monopoli bisa mengajarkan dasar-dasar keuangan bisa kepada anak dengan cara yang jauh dari membosankan. Bahkan Journal of College Teaching and Learning 4, memuat studi Shanklin, SB dan C. Ehlen pada tahun 2007, dimana permainan Monopoli digunakan untuk mengajarkan para mahasiswa tentang prinsip keuangan. Jadi lupakan dulu permainan elektronik dan digital, ajak si kecil duduk bersama dan mulailah mengocok dadu!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

8 Peran Orang Tua Dalam Kehidupan Anak

Setiap orang pasti memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangatlah penting. Bahkan, peran orang tua diperlukan sejak anak emas dalam kandungan hingga dewasa. Entah itu berperan untuk mengajari anak hingga memenuhi kebutuhannya. 

Pentingnya Peran Orang Tua

Orang tua menduduki peran yang sangat penting, karena menjadi sekolah pertama bagi anak-anak. Sekalipun anak sudah sekolah, peran orangtua masih diperlukan. Mengingat aktivitas anak akan paling banyak dilakukan di rumah.

Tentu jika orang tua tidak melakukan peranannya dengan baik, pasti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Contoh sederhananya jika orang tua tidak menanamkan hal-hal positif dan memberikan contoh tidak baik, tentu anak akan menirunya.

Begitu juga sebaliknya, orang tua yang melakukan perannya dengan baik, maka akan berdampak pada karakternya. Intinya, orang tua mempunyai peranan penting dalam pembentukan karakter anak yang akan berguna untuk masa depan. 

Inilah 8 Peran Orang Tua Di Kehidupan Anak

Meskipun setiap orang memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangat penting, tapi tidak semua orang yang benar-benar memahami dan menerapkannya. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mempunyai anak, penting mengetahui beberapa peranannya berikut ini. 

  1. Menjamin Kebutuhan Anak Tercukupi

Bukan menjadi hal yang asing lagi jika orang tua mempunyai peranan yang cukup penting terutama dalam memenuhi kebutuhan anak. Beberapa hal yang termasuk dalam kebutuhan Anda seperti pakaian yang layak, makanan bergizi, tempat tinggal dan lainnya.

Terutama dalam hal ini penting untuk memastikan kebutuhan anak dalam asupan bergizi sangat diperlukan. Hal ini disebabkan karena asupan yang bergizi sangat berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. 

  1. Memastikan Anak Berada Di Lingkungan yang Baik

Peran orang tua terhadap kehidupan anak selanjutnya yaitu memastikan berada di lingkungan yang baik. Tentunya jika anak berada di lingkungan yang tepat, maka akan berpengaruh juga terhadap tumbuh dan kembangnya.

Begitu juga sebaliknya, jika anak berada di lingkungan yang tidak baik maka akan mudah terpengaruh melakukan hal-hal yang negatif. Kenapa menjadi orangtua penting untuk melakukan pengawasan terhadap anak. 

  1. Menciptakan Keamanan dan Kenyamanan

Menciptakan keamanan atau rasa aman terhadap anak merupakan salah satu peran orang tua. Mengingat orang tua adalah tempat pulang, sehingga jika tidak terdapat rasa aman maka anda akan merasa tertekan.

Menciptakan keamanan dan rasa nyaman bisa dilakukan dengan berbagai hal Salah satunya memberikan kasih sayang. Selain itu, penting juga untuk memberi arahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak seharusnya.

  1. Menanamkan Nilai yang Baik

Peran lain yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya yaitu menanamkan nilai-nilai baik. Mengingat orang tua menjadi guru pertama dalam pendidik anak, sehingga karakter anak dimulai dari orang tuanya. Ada beberapa hal yang harus ditanamkan sejak dini dan setiap orang tua wajib mengetahuinya.

Adapun beberapa hal yang dimaksudkan seperti bersikap jujur, tidak mengambil barang orang lain, saling tolong-menolong, tidak merendahkan orang lain dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga untuk memberi pengertian kepada anak jika melakukan sesuatu yang buruk tidak diperbolehkan. 

  1. Mengajari Anak dalam Hal Baik

Mengajari dan mendidik anak juga menjadi salah satu peran orang tua yang wajib untuk dilakukan. Tentunya dalam hal ini harus mengajari anak dalam hal yang baik. Didikan yang diberikan oleh orang tua sejak dini bisa berpengaruh terhadap karakternya di masa depan. 

Semakin baik didikan dari orang tua sejak dini, maka anak akan lebih mudah untuk berbaur dengan masyarakat dengan cara yang baik. Misalnya saja mempunyai sopan santun, saling tolong-menolong, saling memaafkan dan lain sebagainya. 

  1. Memberikan Arahan

Peran orang tua selanjutnya yang yaitu memberikan arahan kepada anak dan juga bimbingan. Arahkan anak untuk selalu melakukan hal yang baik. Selain itu, jelaskan juga alasan kenapa tidak boleh melakukan hal yang buruk dan apa dampaknya kepada diri sendiri dan orang lain.

Sekalipun anak melakukan sebuah kesalahan, jangan langsung memarahinya. Langkah yang paling tepat untuk menanganinya yaitu menasehati dan memberi hukuman yang sekiranya bisa memberikan kesadaran kepada anak. Selain itu, penting juga untuk memberikan motivasi kepada anak. 

  1. Identitas Keagamaan

Identitas agama seorang anak berasal dari keluarganya, terutama orang tua. Tentunya peran orang tua dalam hal ini harus mengenalkan nilai-nilai agama dan keberadaan Sang Pencipta. Terutama untuk anak-anak, penyampaian tersebut harus dalam bahasa yang mudah dipahami. 

Tentunya untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut akan lebih mudah jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga harus memberikan contoh yang baik agar anak lebih mudah untuk menirunya. 

  1. Mendisiplinkan Anak

Meskipun kasih sayang dari orang tua sangat diperlukan oleh anak, tapi tetap saja harus menerapkan disiplin. Justru dengan membiarkan anak melakukan apapun yang disukainya dapat berdampak menjadi manja dan tidak bisa bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.

Semakin dini mengajarkan untuk disiplin, anak akan tumbuh menjadi orang yang bertanggungjawab. Contoh sederhananya mengajarkan anak untuk makan dan tidur tepat waktu. Bahkan, tidak ada salahnya juga untuk membuat jadwal harian anak. Demikian penjelasan mengenai peran orang tua yang dibutuhkan untuk kehidupan anak. Dari penjelasan ini bisa diambil kesimpulan jika karakter anak dibentuk dari didikan dan peran orang tua. Begitu juga sebaliknya, jika orang tua tidak melakukan perannya dengan baik, karakter yang terbentuk juga tidak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Apa Sajakah Tantangan Mendidik Anak 1 – 3 Tahun itu?

Setiap fase pertumbuhan anak mengalami tantangan tersendiri mulai dari ketika si kecil lahir ke dunia hingga tumbuh dewasa, menikah, dan bisa mandiri sendiri. Bagaimana tantangan mendidik anak 1 – 3 tahun? Fase ini termasuk dalam golden age yang sangat penting untuk diperhatikan perkembangannya.

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah konten mendalam dan premium dari Sayangianak.com. Langganan Sayangi Anak Extra akan membantu Bunda & Ayah mengakses artikel premium, ebook, video dan kelas – kelas dari Sayangi Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

9 Hal Harus Dilakukan Orangtua untuk Memiliki Anak yang Jago Bahasa Sedari Dini

Banyak orang tua mengharapkan anak yang jago bahasa sejak kecil. Sebab, pandai bahasa itu penting sekali. Baik itu bahasa Indonesia, maupun bahasa asing. Apalagi sekarang ini bahasa Inggris paling banyak digunakan saat ada keperluan di negara lain. Namun, kemampuan berbahasa tidak lantas datang begitu saja. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan orangtua, untuk membantu anak cakap dalam berbahasa. Kira-kira apa saja ya?

Hal yang Harus Dilakukan Orangtua untuk Memiliki Anak yang Jago Bahasa Sedari Dini

Cara mengajarkan bahasa pada anak kecil sedikit berbeda dengan orang dewasa. Orangtua harus menimpali kata anak dengan yang sebenarnya, meskipun balita masih belum paham arti kata tersebut. Agar lebih mudah, orangtua dapat menerapkan langkah berikut untuk mendidik bahasa pada anak. 

1. Untuk Membantunya Terbiasa, Kenalkan Dua Bahasa Sedini Mungkin

Ketika anak mulai belajar bicara, ia akan paham bahwa terdapat perbedaan bahasa yang orangtua gunakan. Si kecil yang sudah sering mendengar bahasa asing sejak lahir lebih untuk menguasainya. Sangat bagus memperkenalkan dua bahasa di usia balita. 

Seiring pertumbuhan, adaptasi si kecil terhadap suara dan bahasa akan menurun. Karena itu, anak lebih sulit menguasai bahasa. Mengajarkan bahasa lain pada anak di usia sekolah dasar juga tidak semudah pada anak usia preschool. 

2. Bunda Juga Bisa Mengenalkan Bahasa dengan Bermain, Membaca atau Sambil Bernyanyi 

Lakukan aktivitas menyenangkan dengan menyelipkan penggunaan dua bahasa agar si kecil tidak bosan. Penuhi rumah dengan buku dua bahasa, begitu juga musik, alat mainan, film favorit anak dan yang lainnya. Silakan berbicara apa saja dengan anak sambil memperkenalkan kosakata dan ekspresi bahasa. 

Ketika si kecil bertambah umurnya, perluas kegiatan seperti melukis, membuat kaligrafi dan aktivitas menghasil karya yang lain. Sesuaikan juga dengan minat dan hobi anak. Orang tua perlu mendorong si kecil agar terus menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa asing dalam setiap kegiatannya. 

2. Jadilah Role Model, dengan Memberikan Contoh Berbicara Dua Bahasa di Rumah 

Cara sangat efektif dalam membesarkan si kecil dua bahasa adalah memberikan contoh. Misalnya, orangtua rajin mengobrol menggunakan bahasa Inggris. Saat menyebut makanan atau buah pakai bahasa Inggris. Sebisa mungkin ajarkan anak bahasa asing melalui hal-hal yang ditemukan setiap hari. 

Akan lebih bagus lagi jika orangtua memasukkan si kecil ikut kursus bahasa. Anak dapat langsung berinteraksi dengan teman-teman dengan satu visi. Mempraktikkan kosakata yang dipelajarinya juga lebih mudah sebab ada lawan bicara. 

4. Ayah dan Ibu Menggunakan Bahasa yang Berbeda

Permasalahan yang sering terjadi pada anak bilingual adalah kesulitan melakukan identifikasi bahasa. Solusinya, orangtua gunakan bahasa berbeda. Misalnya Ayah sering berbicara dalam bahasa Inggris sedangkan Ibu menggunakan bahasa Indonesia.

Hal ini memudahkan anak membedakan yang mana bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Sangat bagus lagi jika orang tua sering menghabiskan waktu dengan si kecil. Mempelajari dua bahasa lebih mudah karena orang tua sekaligus guru bagi anak. 

5. Latih Anak dengan Banyak-banyak Berbicara dengan Dua Bahasa Sesering Mungkin 

Gunakan dua bahasa sesering mungkin untuk membiasakan anak yang jago bahasa. Perlu menerapkan kosakata yang sudah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari agar semakin mahir. Apalagi si kecil mudah beradaptasi dengan bahasa baru dan secara kognitifnya lebih fleksibel. 

Maka jangan heran si kecil cepat menangkap arti bahasa baru dan nyaman dengan bahasa tersebut daripada orang dewasa. Orang tua bantu si kecil mempraktikkan kedua bahasa dalam kesehariannya. Karena supaya jago bahasa peran Ayah dan Ibu sangat penting.

6. Lakukan dengan Santai, Jangan Sampai Memaksa Anak untuk Melakukannya 

Mungkin ada satu hari si kecil sedang mengalami emosi naik turun. Misalnya saat dia sedang kurang sehat, semangatnya pun hilang untuk belajar bahasa. Orangtua tidak boleh memaksakan keinginannya pada anak. Tidak masalah tidak belajar hari itu, asalkan semangat belajar untuk hari berikutnya masih ada.

Mengajari anak secara konsisten dan libatkan pada apa saja yang disukai anak. Misalnya saat si kecil tertarik mempelajari hewan, ajarkan bahasa Inggris tentang nama –nama hewan. Begitu juga ketika anak tertarik pada hal baru lainnya, iringi dengan bahasa Inggris.

7. Tidak Perlu Terpaku pada Grammar, Lakukan Pelan-pelan Asal si Kecil Paham

Komponen yang penting sekali diajarkan pada anak kecil adalah kosakata. Tidak perlu langsung mengajarkan tenses atau grammar. Sebab, materi ini agak sulit dipahami dan tidak terlalu penting dalam kesehariannya. 

Selain itu, mengenai tenses si kecil hanya akan mengikuti kalimat-kalimat yang sering diucapkan. Penting sekali untuk fokus pada kemampuan otak. Bukan langsung memaksa harus menguasai tenses. Tetapi, ajarkan sesuatu yang mudah dulu sampai bertambah usianya, baru masuk ke materi lebih sulit. 

8. Bantu Anak Lebih Mudah Memahami Penggunaan Bahasa dengan Memberikan Visualisasi 

Si kecil lebih mudah mengingat dalam bentuk gambar, video atau lainnya yang dapat dilihat. Oleh karena itu, pentingnya memperkenalkan sesuatu padanya dalam bahasa asing diikuti bentuk visualnya. Misalnya, belajar tentang burung merak. Orangtua dapat menunjukkan gambarnya tanpa perlu ke kebun binatang. 

Tunjukkan objek visual supaya lebih mudah diingat anak. Orangtua dapat membelikan si kecil buku bergambar yang berisi kosakata bahasa Inggris tentunya lengkap dengan gambar. Bisa juga menggunakan gambar di internet kemudian mencetaknya. 

9. Manfaatkan Teknologi untuk Mendukung Proses Belajarnya Lebih Menyenangkan dan Mudah

Kecanggihan teknologi memudahkan anak belajar bahasa. Sekarang ini banyak sekali aplikasi untuk memudahkan belajar bahasa asing. Tinggal mengunduhnya di smartphone dan mengaktifkannya. Hebatnya, tampilan aplikasi cukup menarik bagi anak dan langsung tersedia audionya. 

Media sosial seperti Instagram juga tersedia akun untuk belajar bahasa asing. Youtube for Kids tentunya menyediakan ragam video pembelajaran bervariasi. Lebih menyenangkan dan anak tidak bosan dengan aktivitas belajar yang itu-itu saja.Itulah cara yang bisa orang tua terapkan untuk mengembangkan keterampilan anak yang jago bahasa. Sebaiknya, mengajarkan anak harus kompak antara Ayah dengan Ibu. Harus konsisten juga supaya anak lebih cepat mahir.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top