Parenting

Perkembangan dan Perilaku Khas Balita 1 Tahun

mengoptimalkan perkembangan anak

Memasuki usia satu tahun, si Kecil biasanya sudah mulai berjalan sendiri. Namun berjalan bukan satu-satunya tanda tumbuh kembang si Kecil di periode penting ini. Di usia 12-24 bulan, terjadi perkembangan otak sangat pesat, ditandai dengan bertambahnya keterampilan bicara, berjalan, atau mengingat. Ulang tahun pertama menjadi tanda bahwa si Kecil sudah meninggalkan masa bayi dan mulai memasuki masa batita dan balita.

Selain pertumbuhan fisik, usia 1 tahun juga ditandai dengan perkembangan sebagai berikut:

Perkembangan kognitif. Si Kecil mulai memiliki kemampuan berpikir, belajar, dan mengingat perilaku orang atau kejadian di lingkungannya. Si Kecil juga mulai memahami simbol, mulai meniru, membayangkan, dan bermain pura-pura.

Perkembangan emosi. Bentuk perlekatan emosi yang kuat pada balita ditandai dengan menangis saat dipisahkan dari orang terdekat. Namun seiring waktu, balita biasanya ingin melakukan aktivitas seorang diri. Ini merupakan tahap awal ia belajar tentang konflik, kebingungan, dan kadang-kadang merusak.

Perkembangan bahasa. Menginjak usia 15 hingga 18 bulan, balita biasanya mulai memahami kosa kata yang semakin banyak, hingga 10 kali lebih banyak dari yang bisa ia katakan. Di ulang tahun kedua, di Kecil sudah bisa mengatakan setidaknya 50 sampai 100 kosa kata.

Perkembangan sensorik dan motorik. Keterampilan motorik terjadi saat otot dan saraf si Kecil bekerja bersama-sama. Balita harusnya sudah mencapai tahap kontrol dan koordinasi sehingga bisa berjalan dengan mantap. Setelah berjalan, ketrampilan berikutnya adalah memanjat, lari, dan melompat.

 Selain itu, berikut  perilaku si 1 tahun jadi lebih kompleks dan menantang.

Hobi Bilang TIDAK

Membantah, menurut John Sargent, MD, profesor psikiatri anak di Baylor College of Medicine, Houston, AS,, adalah salah satu cara anak untuk menunjukkan self-autonomy. Anda frustrasi? Jangan. Ingat saja bahwa anak sedang belajar untuk membuat keputusan, dan sudah semestinya Anda mendukung tugas belajarnya itu. Lakukan kiat menghindari anak berkata tidak.

Tantrum

Tetap tenang dan kenali penyebab balita tantrum. Dalam buku Children Are People Too, Dr. Sharon Fried Buchalter mengatakan ada 2 jenis tantrum, yaitu tantrum aktif (protes dan sosial)  dan tantrum pasif (merengek dan tidak kooperatif). Setiap tantrum butuh penanganan yang berbeda. Cara efektif menangani balita tantrum.

Tidak Mau Berbagi

“Berbagi”. Untuk beberapa anak, mudah saja melakukannya. Namun bagi anak balita, berbagi memang sulit. Dalam buku “What to Expect: The Toddler Years,” disebutkan  bahwa anak balita tidak mengerti perbedaan antara berbagi suatu benda dengan menyerahkan kepemilikan atas benda tersebut. Dukung perkembangan sosialisasinya dengan mengajarkannya berbagi.

Dot Teman Setiaku

Usia 1 tahun, seharusnya balita mulai diajarkan lepas dari dot dan beralih ke gelas. Namun seringkali orang tua tidak tega melihat anak menangis meminta dotnya. Padahal pertumbuhan giginya bisa terganggu jika mengisap dot terlalu lama. Perkembangan bicara juga bisa berpengaruh lho. Ajarkan minum dari gelas yuk!

Serba Takut

Enggan melakukan ini, ogah mengerjakan itu. “Takut ah Bu…,” kata balita. Jangan dulu menjulukinya si penakut. Rasa takut adalah bagian dari tahap perkembangan, muncul sebagai kondisi alami yang membantu anak menyesuaikan diri dengan pengalaman baru dan menghadapi bahaya. Dukung balita jadi pemberani.

Cemburu

Anak 1-2 tahun merasa dirinya adalah pusat dunia. Sehingga menginginkan seluruh perhatian hanya tercurah padanya dan segala sesuatu berjalan sesuai kemauannya. Membantu anak mengolah rasa cemburu di usia dini dapat membantunya mengelola emosi dan mengikis rasa cemburu yang mungkin akan dialaminya lagi kelak.

Memukul dan Mengigit

Balita umumnya belum paham bahwa memukul atau menyubit akan menyakiti orang yang dipukul atau dicubit. Sebabnya ia belum tahu cara mengekspresikan rasa marah, mulai menyadari fungsi dan kekuatan tangan, belum bisa bicara sehingga menggunakan bahasa tubuh, kelebihan energi dan tidak tahu cara menyalurkannya, tidak tahu akibat pukulannya terhadap orang, ingin menarik perhatian orang lain, dan mengira perilakunya lucu. Jangan didiamkan, apalagi menganggap ini lucu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top