Kesehatan

Perbedaan Gejala Flu dan Gejala Batuk Pilek Yang Harus Bunda Pahami dan Penanganan yang Perlu Dilakukan

Pilek dan flu bisa dialami oleh semua orang di dunia mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Gejala flu dan gejala batuk pilek tidak sama sehingga penting sekali dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kesalahan penanganan. Oleh karena itu, orangtua juga harus mengetahui beberapa info penting lainnya.

Pengertian dan Gejala Flu 

Flu adalah masalah kesehatan organ pernapasan yang disebabkan oleh virus. Meskipun begitu, masih banyak orang menganggap flu sebagai pilek, padahal keduanya memiliki gejala yang berbeda. Akibat dari flu pada tubuh seperti demam, sakit tenggorokan, batuk hingga sakit kepala.

Terdapat sejumlah virus yang menyerang sistem pernapasan seperti hidung, tenggorokan bahkan paru-paru. Menimbulkan gejala gejala diantaranya batuk kering, sakit tenggorokan, sakit kepala, sakit badan, kelelahan hingga demam tinggi. Kondisi ini jika tak segera diobati bisa memberikan masalah serius. 

Gejala flu pada anak berlangsung lebih lama yang melibatkan demam, nyeri otot serta menggigil. Flu bisa diatasi dengan sering mencuci tangan dan hindari kontak langsung dengan orang sakit. Bahkan dalam kasus tertentu, kondisi flu akan pulih dalam lima sampai 6 hari.

Pengertian dan Gejala Batuk Pilek 

Batuk pilek adalah infeksi virus ruangan yang menyerang saluran pernapasan bagian atas yaitu tenggorokan dan hidung. Kondisi ini dapat menyebar secara tidak langsung melalui kontak tangan serta secara langsung lewat percikan lendir dari mulut atau hidung penderita. 

Gejala yang muncul akibat batuk pilek pada anak biasanya bersin-bersin, hidung tersumbat, demam, mata berair, nyeri telinga, hilang nafsu makan serta gatal dan nyeri tenggorokan. Sebagian orang juga merasa tidak enak badan atau pegal-pegal, sakit kepala, menurunnya daya pengecapan dan penciuman. 

Batuk pilek umumnya jarang menimbulkan demam tetapi rasa pegal-pegal yang ringan saja. Batuk pilek tidak sampai mengakibatkan nyeri dada dan sakit kepala. Gejala yang lebih sering dialami adalah bersin, hidung tersumbat dan sakit kepala. 

Perbedaan Gejala Flu dan Gejala Batuk Pilek dari Segi Risiko Komplikasi 

Flu dan batuk pilek juga memiliki perbedaan jika dilihat dari segi risiko komplikasi. Biasanya batuk pilek tidak memberikan komplikasi pada organ tubuh yang lain. Sehingga, batuk pilek bisa disebut sebagai masalah kesehatan ringan. 

Berbeda dengan flu berlarut-larut tanpa pengobatan yang tepat mengakibatkan munculnya penyakit lain. Seperti pneumonia (radang paru-paru), gangguan sistem saraf pusat, myositis (radang otot). Selain itu juga bisa menyebabkan masalah jantung diantaranya perikarditis, miokarditis dan serangan jantung. 

Jika memiliki riwayat penyakit asma kemudian sedang dalam kondisi flu dan belum membaik, segera konsultasi dengan dokter. Sampaikan semua gejala dengan jelas agar dokter mudah memberikan resep obat. Jangan malas untuk periksa ke dokter atas masalah kesehatan yang dialami. 

5 Hal yang Harus Dilakukan Orangtua Saat Anak Mengalami Flu dan Batuk Pilek 

Orangtua tentu tidak akan membiarkan anaknya terkena flu dan batuk pilek berlarut-larut. Masalah kesehatan ini jika tak segera diatasi bisa mengakibatkan penyakit lainnya. Karena itu orangtua dapat menerapkan langkah berikut untuk mengurangi flu dan batuk pilek pada anak. 

1. Pastikan Kebutuhan Air Anak Tercukupi

Flu membuat anak mengalami dehidrasi apalagi jika sampai muntah dan diare. Jika air dalam tubuh terus berkurang, kondisi tubuh menjadi tidak bertenaga. Orang tua perlu memastikan si kecil minum air putih yang cukup. 

Jus buah juga sangat disarankan untuk dikonsumsi. Sedangkan minuman berkafein seperti kopi dan sejenisnya sebaiknya dihindari sebab bersifat diuretik. Jika merasa mual, maka minumlah air putih sedikit demi sedikit, jangan sampai tidak ada air sama sekali masuk ke tubuh. 

2. Sajikan Sup Ayam untuk Dimakan oleh Anak

Menyediakan sup ayam untuk si kecil yang sedang flu atau batuk pilek juga pilihan yang bagus. Hangatnya sup mampu mengatasi gejala infeksi saluran pernapasan bagian atas. Juga memiliki efek antiinflamasi bagus untuk mengurangi risiko peradangan.

Uap dari sup ayam berkhasiat dalam membersihkan sinus dan meredakan gejala infeksi pada anak. Juga kaya nutrisi yang bagus untuk kesehatan tubuh. Tambahkan juga sayuran seperti brokoli, tomat, wortel agar supnya berwarna guna menarik perhatian si kecil. 

3. Pastikan Anak Mendapatkan Istirahat yang Cukup

Kondisi tubuh saat terkena flu dan batuk pilek biasanya tidak bergairah dan lemas. Karena itu, ajarkan anak agar beristirahat yang cukup jangan keluyuran di luar rumah. Hindari aktivitas fisik bahkan tidak masalah menghabiskan sepanjang hari di tempat tidur. 

Anak-anak belum ada tanggung jawab bekerja, sehingga mudah sekali memiliki waktu istirahat yang cukup. Tujuannya untuk mengembalikan sistem imun tubuh agar flu dan batuk pilek bisa cepat hilang. Larang anak bermain game sampai larut malam ketika kesehatannya tidak mendukung. 

4. Mandikan Anak dengan Air Hangat

Mandi air hangat juga solusi yang tepat mengatasi flu dan batuk pilek pada anak. Suhu hangat dan udara lembab membantu meredakan sakit tenggorokan dan hidung tersumbat. Tinggal nyalakan shower dan anak bisa menikmati air hangat hingga beberapa menit. 

Tetapi, perhatikan juga agar jangan sampai berjam-jam berada di kamar mandi. Bisa juga menggunakan alat bantu vaporizer dan pelembab udara (humidifier). Bersihkan alat yang digunakan secara rutin untuk menghindari tumbuh jamur. 

5. Tempatkan Anak dalam Posisi Tidur dengan Sandaran yang Lebih Tinggi 

Cara terakhir yang bisa diterapkan adalah menidurkan anak pada sandaran atau bantal lebih tinggi. Terutama penderita flu akan lebih nyaman sistem pernapasan saat tidur dengan posisi sandaran lebih tinggi. Bisa menggunakan bantal double jika perlu. Itulah perbedaan gejala flu dan gejala batuk pilek yang penting sekali diketahui agar ke depannya tidak salah lagi. Jangan lupa terapkan tips di atas untuk mengurangi flu dan batuk pilek pada anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Beberapa Tips untuk Meningkatkan Kecintaan Anak Usia 5 Tahun Membaca Buku

Karena perkembangan teknologi yang semakin canggih, saat ini anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan penggunaan smartphone. Belum lagi situasi yang memang membuat mereka kerap lebih banyak menikmati kegiatan yang berbentuk visual. Sehingga, ketika kita mulai mengarahkan anak untuk membaca buku, mereka tentu tidak akan langsung menyukainya.

Untuk itulah, sebagai orangtua kita perlu memberitahu anak, jika aktivitas membaca juga adalah kegiatan yang menyenangkan. Karena selain membantunya mengurangi kegiatan dengan gadget, ada banyak sekali manfaat pentingnya bukiu bagi anak usia 5 tahun. Dan berikut adalah beberapa manfaatnya:

1. Membantu Anak Meningkatkan Kreativitas dalam Dirinya

Pentingnya buku bagi anak usia 5 tahun yaitu dapat meningkatkan kreativitasnya. Dan perlu diketahui jika kreativitas ini mempunyai peranan yang sangat penting agar anak dapat mengembangkan ide atau minatnya. Selain itu buku juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan imajinasi anak. Tentunya jika anak mempunyai kemampuan tersebut kedepannya bisa lebih mudah dalam mengelola emosi. Terutama nantinya Saat berinteraksi dengan orang lain. 

2. Mampu Meningkatkan Fungsi Otaknya dalam Berpikir

Manfaat lain buku bagi anak usia 5 tahun yaitu dapat meningkatkan fungsi otaknya. Dengan kata lain, fungsi otak anak akan semakin aktif jika sering membaca buku. Bahkan, sudah dibuktikan oleh sebuah penelitian di mana anak yang sering membaca buku dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan berbahasa. Apalagi jika sejak kecil sudah di bacakan buku oleh orang tuanya, kemungkinan terbesarnya saat sudah berusia 5 tahun atau lebih akan lebih mudah untuk belajar membaca. Inilah kenapa penting untuk membiasakan membaca buku. 

3. Dengan Membaca Kemampuan Kognitif Anak Juga Ikut Meningkat

Kemampuan kognitif yang meningkat juga menjadi salah satu dampak dari terbiasanya anak membaca buku. Kemampuan kognitif yang dimaksudkan bisa berupa ingatan, pemecahan masalah, perhatian dan penggunaan kata-kata. Tentu jika kemampuan kognitif tersebut semakin meningkat, maka kedepannya anak akan lebih mudah untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Selain itu, hal tersebut juga sangat bermanfaat agar anak mudah beradaptasi.

Lalu Bagaimana Tips untuk Meningkatkan Kecintaan Anak Terhadap Buku? Ini Jawabannya

Dari penjelasan sebelumnya bisa diambil kesimpulan jika buku mempunyai peranan yang sangat penting pada anak usia 5 tahun. Lalu, bagaimana tips meningkatkan kecintaan anak usia 5 tahun terhadap buku? Berikut ini penjelasannya. 

1. Sebagai Orangtua Kita Harus Bisa Menciptakan Lingkungan yang Kaya Aksara

Tips pertama yang bisa diterapkan dalam meningkatkan kecintaan anak terhadap buku yaitu menciptakan lingkungan kaya akan aksara. Dengan kata lain, sediakan tempat bermain dengan berbagai media seperti gambar dan teks. Tentu dengan media-media tersebut, anak akan lebih mudah untuk memahami dan memperkaya pengetahuannya. Contoh sederhananya permainan yang berhubungan dengan menyusun huruf, suara hewan, tebak gambar dan permainan lainnya.

2. Jadilah Sosok yang Bisa Dicontoh Anak dalam Hal Membaca

Orang tua memang menjadi role model atau contoh bagi anak. Jadi, apapun yang dilakukan oleh orang tuanya akan mudah ditiru oleh anak-anaknya. Tentunya untuk meningkatkan kecintaan anak terhadap buku, pastikan jika orang tuanya juga gemar membaca buku. Melihat orang tuanya yang sering membaca buku, anak juga akan tertarik untuk melakukan hal sama. Bahkan, Jika memungkinkan mengajak anak untuk membaca buku bersama-sama atau sekedar menemaninya membaca. 

3. Ajak Anak Membaca Buku dengan Ekspresi

Tips selanjutnya yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kecintaan anak usia 5 tahun terhadap buku yaitu membacakan buku cerita dengan intonasi dan ekspresi yang tepat. Membaca buku dengan cara yang seperti ini bisa menarik minat anak untuk mengetahui isi buku tersebut. Selain itu, tips ini juga sangat berguna agar anak bisa mempersepsi jika pada buku tersebut banyak hal yang menarik dan selalu ingin untuk menggalinya. Berawal dari tips sederhana ini diharapkan anak bisa tertarik untuk membaca buku. 

4. Beli dan Sediakan Buku Menarik dan Sesuai dengan Minat Anak

Menyediakan buku yang menarik juga menjadi salah satu cara agar kecintaan anak terhadap pukul bisa meningkat. Sebagai langkah awal, pastikan jika orang tua menyediakan buku yang penuh dengan gambar dan warna. Hal ini penting dilakukan dengan tujuan agar anak tidak merasa bosan saat melihat buku tersebut. Buku yang seperti ini juga akan mengenalkan warna dan bentuk gambar pada buku tersebut, sehingga kemampuan anak akan mengalami peningkatan.

5. Sering-seringlah Ajak Anak Ke Toko Buku dan Perpustakaan

Tips selanjutnya bisa mengajak anak ke perpustakaan. Cara ini bisa meningkatkan minat anak dalam membaca buku dan pengalaman baru. Hal ini disebabkan karena di tempat tersebut akan menjumpai banyak orang yang membaca buku, sehingga bisa meningkatkan minat anak. Selain itu, dengan mengajak anak ke perpustakaan atau toko buku juga bisa meningkatkan kemampuannya dalam berinteraksi dengan orang lain yang ada disekitarnya. Tentu tips ini bisa memberikan dua manfaat sekaligus. 

6. Dan Berikan Kesempatan Anak Memilih Buku yang Disukainya

Selanjutnya tips meningkatkan kecintaan anak usia 5 tahun terhadap buku bisa dilakukan dengan cara memberikan kesempatan dalam memilih buku. Dengan kata lain, kesempatan tersebut dapat meningkatkan minat anak untuk membaca buku sesuai dengan keinginannya.

Begitu juga sebaliknya, jika anak dipaksa membaca buku yang diberikan oleh orang tua, justru akan merasa tertekan. Bahkan, parahnya lagi tidak berminat untuk membaca buku. Tentunya setiap orang tua pasti tidak menginginkan hal tersebut.

Demikian penjelasan mengenai beberapa tips yang bisa diterapkan dalam meningkatkan kecintaan anak terhadap buku. Dengan tersedianya berbagai tips tersebut, bisa diterapkan secara bergantian agar anak tidak bosan dan justru tertarik untuk membaca buku terus menerus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Mencari Tahu Apa Saja Penyebab Masalah Perkembangan Bayi dan Cara Mengatasinya

Mempunyai bayi dengan perkembangan yang optimal pasti impian setiap orang tua. Namun, terkadang bisa saja masalah perkembangan bayi terjadi dan membuat orang tua khawatir. Sebenarnya setiap adanya permasalahan pasti ada penyebabnya, sehingga harus bisa mengetahuinya. Tak terkecuali permasalahan yang dialami bayi. Karena tumbuh kembang tiap anak berbeda, maka orangtua juga perlu memahami apa saja permasalahan yang mungkin sedang dialami anaknya.

Berikut ini beberapa gangguan perkembangan bayi yang mungkin terjadi beserta dan bagaimana cara menanganinya. 

1. Ketika Bayi Terlambat Berjalan

Pada umumnya bayi berusia 8 bulan sudah mulai belajar berjalan. Jadi, jika di usia tersebut atau lebih belum bisa berjalan, mungkin terjadi masalah pada perkembangannya. Apalagi jika seiring bertambahnya usia dan tetap tidak menunjukkan kemampuan berjalan, wajib diwaspadai.

Namun, jika menjumpai bayi dengan masalah seperti ini, tidak perlu khawatir berlebihan karena ada beberapa cara untuk menanganinya. beberapa cara yang bisa dilakukan seperti memberikan stimulasi otot daging yang, mengajak anak sering bergerak dan membawanya ke tempat terapi. 

2. Saat si Kecil Terlambat Berbicara

Masalah perkembangan yang umum terjadi pada bayi yaitu terlambat berbicara. Masalah seperti ini bisa disebabkan karena beberapa faktor seperti orang tua yang tidak memberikan dorongan maupun stimulasi dan minimnya komunikasi dengan orang-orang disekitarnya.

Cara menangani masalah perkembangan yang seperti ini bisa dilakukan dengan melakukan stimulasi anak secara terus-menerus. Selain itu, bisa juga melakukan rangsangan dengan cara mengajaknya berbicara. Jika memungkinkan, mengajaknya ke tempat terapi.

3. Cerebral Palsy

Perlu diketahui jika cerebral palsy merupakan masalah perkembangan yang sudah terjadi saat bayi berada di dalam kandungan. Masalah ini ini dapat menyebabkan bayi lahir dalam keadaan cacat, pertumbuhan semakin melambat dan sistem motorik yang tidak normal.

Cara menangani masalah yang seperti ini bisa dilakukan dengan agar anak bisa tumbuh Mandiri dengan cara memperkenalkannya dengan berbagai kegiatan. Selain itu, bisa juga melatih dengan menggunakan alat agar kemampuan fisik anak dapat berkembang. 

4. Jika Anak Mengalami Autisme

Autisme merupakan masalah tumbuh kembang anak yang bisa terjadi karena beberapa faktor. Pada umumnya masalah perkembangan ini bisa ditandai dengan sulitnya kemampuan berinteraksi maupun berbicara, emosional yang berlebihan dan tidak dapat memahami situasi. 

Mempunyai bayi dengan masalah perkembangan seperti ini bisa diatasi dengan membawanya ke dokter khusus. Nantinya dokter akan memberikan penanganan yang tepat agar masalah tersebut bisa berkurang dan kemampuan berkomunikasi maupun berbicara bisa berkembang..

5. Sindrom Down

Sindrom Down merupakan masalah perkembangan bayi yang menunjukkan adanya keterlambatan tumbuh kembang. Perlu diketahui jika masalah seperti ini terjadi saat bayi di kandungan. Bahkan, masalah ini juga bisa menyebabkan bayi lahir dalam keadaan cacat fisik.

Sebenarnya masalah ini tidak ada upaya yang bisa dilakukan untuk menanganinya. Namun, sebagai orang tua bisa membawanya ke tempat terapi agar anak mempunyai keterampilan khusus. Selain itu, penting juga untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dengan tujuan kesehatan tetap terjaga.

6. Gangguan Perawakan Pendek

Masalah lain dalam perkembangan bayi yaitu gangguan perawakan pendek. Sesuai dengan namanya, gangguan ini ditunjukkan dengan bayi yang mempunyai tubuh lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Penyebabnya bisa karena keturunan maupun kekurangan gizi.

Sebenarnya tidak ada cara khusus untuk menangani gangguan masalah yang satu ini. Namun, sebagai orang tua tetap harus memberikan terapi sejak dini. Selain itu, penting juga untuk memastikan agar kebutuhan gizi bayi tetap tercukupi.

Lalu Apa Saja Penyebab Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Setelah mengetahui apa saja permasalahan pada perkembangan bayi, penting juga untuk mengetahui apa penyebabnya. Selengkapnya berikut ini penjelasan mengenai penyebab terjadinya masalah pada perkembangan bayi.

Dipengaruhi Oleh Faktor Keturunan

Bukan menjadi hal yang asing lagi jika faktor keturunan menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan tumbuh kembang anak. Misalnya saja jika bayi yang mempunyai tubuh yang pendek, mungkin saja ada salah satu anggota keluarga yang memang sama seperti itu. 

Lebih tepatnya berapa kan tubuh pendek disebabkan karena pertumbuhan tulang yang cenderung lambat dan bisa dikatakan tidak normal. Namun, orang tua tetap bisa mengupayakan berbagai cara seperti melakukan terapi. 

Kebutuhan Nutrisi yang Dibutuhkan Tidak Tercukupi

Kebutuhan nutrisi yang tidak tercukupi juga menjadi salah satu penyebab munculnya masalah perkembangan bayi. Inilah Kenapa saat anak sudah memasuki usia mendapatkan makanan, pasti kan memberikan makan yang bergizi.

Semakin tercukupi nutrisi yang dibutuhkan bayi, tentu akan berpengaruh penting terhadap tumbuh kembangnya. Selain itu, gizi yang tercukupi juga bisa menjamin kesehatan anak seiring bertambahnya usia. 

Mengalami Pertumbuhan Konstitusional

Masalah perkembangan bayi yang selanjutnya bisa disebabkan karena terjadinya pertumbuhan konstitusional atau pubertas tertunda. Meskipun sebenarnya anak dengan pertumbuhan yang seperti ini lahir dalam keadaan normal, tapi saat usia 1 tahun pertumbuhannya akan lambat.

Tentu saja dengan permasalahan yang seperti ini dapat menyebabkan pertumbuhan tulang bayi semakin lambat Begitu juga dengan tinggi badannya. Bahkan, permasalahan seperti ini juga bisa menyebabkan keterlambatan lainnya.

Gangguan Sistem Hormon

Masalah perkembangan bayi juga bisa disebabkan karena terjadinya gangguan sistem hormon. Kondisi seperti ini bisa terjadi saat bayi masih dalam kandungan, sehingga dapat mempengaruhi masalah pada tumbuh kembangnya.

Salah satu contoh gangguan sistem hormon seperti hipotiroidisme. Gangguan tersebut jika tidak segera diatasi atau mendapatkan penanganan yang tepat dapat menyebabkan sistem pertumbuhan anak bisa terhambat. 

Itulah penjelasan mengenai beberapa masalah yang terjadi pada perkembangan bayi. Terlepas dari permasalahan tersebut, banyak juga cara yang bisa dilakukan untuk menanganinya. Selain itu, ketahui juga apa saja penyebabnya untuk memudahkan penanganan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Jangan Jadi Orangtua yang Sekedar Status Saja, Inilah Peran Kita Bagi Pertumbuhan Anak

Setiap anak pasti mempunyai tahapan pertumbuhan yang tentunya harus dipantau oleh orangtuanya. Dengan kata lain, peran orang tua bagi pertumbuhan anak sangatlah penting untuk mendeteksi gangguan sejak dini. Begitu juga penting untuk melakukan penanganan dengan cepat. Karena kelalaian kita dalam menyikapi tumbuh kembang anak, bisa jadi berakibat fatal bagi mereka. Nah, sebelum membahas lebih lanjut, yuk pahami dulu apa itu perkembangan anak.

Sekilas Pemahaman Tentang Apa yang Dimaksud dengan Pertumbuhan Anak

Orangtua perlu mengetahu terlebih dahulu, apa itu pertumbuhan anak. Secara singkatnya pertumbuhan merupakan proses perubahan yang terjadi pada anak dan ditandai dengan bentuk tubuh dan ukuran Fisik yang bertambah.

Selain itu, pertumbuhan juga bisa diartikan sebagai perubahan yang terjadi pada anak dalam aspek fisik maupun jasmaniah dan bersifat terbatas serta kuantitatif. Proses pertumbuhan ini merupakan proses pematangan setiap individu. 

Dengan kata lain, untuk mengetahui pertumbuhan anak bisa dilakukan dengan boleh bang berat badan maupun mengukur tinggi badan. Sedangkan untuk mengetahui pengukuran bisa dikatakan Normal atau tidak dapat disesuaikan dengan standar yang tersedia.

Orangtua Berperan Memastikan Kebutuhan Nutrisi yang Dibutuhkan Oleh Anak

Orangtua mempunyai peranan yang cukup penting terhadap pertumbuhan anak, Salah satunya yaitu menjamin kebutuhan nutrisi tercukupi. Dengan kata lain, nutrisi yang tercukupi pada tubuh anak sangat berperan penting pada pertumbuhannya. Lebih jelasnya berikut ini beberapa asupan nutrisi yang harus didapatkan anak dalam memastikan pertumbuhannya lebih optimal, seperti:

  • Menyediakan makanan yang kaya akan nutrisi seperti vitamin, karbohidrat, mineral, protein dan lemak baik. Beberapa nutrisi tersebut berperan penting agar proses pertumbuhan anak bisa lebih optimal.
  • Beberapa nutrisi tersebut, anak juga membutuhkan kandungan omega 3 dan omega 6. Nutrisi tersebut bisa didapatkan pada produk susu atau makanan tertentu. Mengingat kandungan tersebut merupakan lemak baik yang berperan penting untuk pertumbuhan anak. 
  • Orang tua juga harus memastikan kebutuhan nutrisi penting lain seperti DHA, EPA dan ALA. Kandungan tersebut bisa didapatkan pada beberapa jenis makanan seperti ikan salmon maupun sarden.

Orangtua Berperan Memastikan Kebiasaan Makan yang Baik

Peran penting orang tua bagi pertumbuhan anak tidak hanya terfokus pada kebutuhan nutrisi. Namun, coba berperan penting untuk memastikan agar anak mempunyai kebiasaan makan yang baik. Selengkapnya berikut adalah beberapa kebiasaan makan yang baik dan harus diterapkan pada tumbuh kembang anak.

1. Tidak Melewatkan Sarapan Bersama

Cara pertama agar menciptakan kebiasaan makan yang baik yaitu dengan tidak melewatkan sarapan bersama. Setidaknya pada saat sarapan akan terjadi obrolan yang bisa memacu semangat untuk melakukan aktivitas. 

Selain itu, sarapan juga menjadi waktu yang paling tepat untuk menyetok sumber tenaga tubuh dan terutama otak dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan, dasarkan penelitian yang telah dilakukan jika sarapan dapat meminimalisir terjadinya resiko obesitas. 

2. Menyediakan Cemilan Berupa Buah-buahan

Selain membiasakan sarapan bersama, kebiasaan baik yang yang selanjutnya yaitu menyediakan buah-buahan sebagai camilan. Seperti yang diketahui jika buah-buahan mempunyai peranan yang sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan anak.

Salah satu cara untuk meningkatkan minat anak mengkonsumsi buah-buahan yaitu menyediakannya sebagai camilan dan setiap harinya berbeda jenis. Tentu camilan buah-buahan ini lebih sehat dibandingkan dengan camilan kemasan yang kaya akan MSG. 

3. Membiasakan Makan Bersama Anak

Salah satu cara untuk memastikan kebiasaan makan yang baik agar pertumbuhan lebih maksimal yaitu membiasakan makan bersama. Terutama saat di malam hari, pastikan meluangkan waktu untuk makan bersama bersama anak dan anggota keluarga lainnya.

Selain membiasakan makan yang lebih sehat, makan bersama juga bisa meningkatkan hubungan yang baik antara anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya. Bahkan, bisa menciptakan keluarga yang lebih hangat. 

Untuk Itu, Ada Beberapa Cara Mengoptimalkan Tahapan Pertumbuhan Anak yang Juga Perlu Diketahui Orangtua

Mengetahui peran penting orang tua bagi pertumbuhan anak rasanya kurang lengkap jika tidak mengetahui cara mengoptimalkannya. Dengan kata lain cara pengoptimalan ini diperlukan agar pertumbuhan anak bisa lebih optimal yang bisa berpengaruh terhadap perkembangannya.

1. Membiasakan Anak Makan Makanan Sehat

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan tahapan pertumbuhan anak yaitu membiasakannya mengkonsumsi makanan sehat. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya ada banyak makanan sehat yang dapat dipilih dan dikonsumsi anak. 

Beberapa makanan sehat yang dimaksudkan seperti sayuran, buah-buahan, daging, kacang-kacangan dan lainnya. Intinya pastikan makanan tersebut kaya lemak baik, protein dan nutrisi lainnya. 

2. Terapkan Pola Hidup Sehat

Selain memastikan anak biasa mengkonsumsi makanan sehat, cara selanjutnya yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan yaitu Menerapkan pola hidup yang sehat, seperti halnya menjaga kebersihan. Upaya ini dilakukan dengan tujuan agar anak terbebas dari penyakit infeksi atau bakteri lain yang dapat membahayakan kesehatannya. Tentunya jika kesehatan terjaga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak dan begitu juga dengan perkembangannya.

3. Membiasakan Tidur Cukup

Cara selanjutnya yang bisa diterapkan untuk mengoptimalkan tahapan pertumbuhan anak yaitu membiasakan tidur cukup. Pada umumnya waktu tidur yang ideal bagi balita, setiap harinya sekitar 11 sampai 14 jam.

Sedangkan untuk anak yang berusia antara 3 sampai 5 tahun, waktu ideal tidur setiap harinya sekitar 10 sampai 13 jam. Baik itu waktu tidur di siang hari maupun malam hari, pastikan dilakukan secara rutin setiap harinya. Anak yang mendapatkan Tidur yang cukup, pertumbuhannya bisa lebih optimal.

Demikian penjelasan mengenai peran penting orang tua bagi pertumbuhan anak. Tentu dengan mengetahui peran ini, diharapkan pertumbuhan anak bisa lebih optimal. Mengingat pertumbuhan anak juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak hingga dewasa. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top