Kesehatan

Peralantan Penujang Pemberian ASI Eksklusif ketika di Kantor

pompa asi

Terkait dengan pemberian ASI Eksklusif, saat masih cuti kerja sebaiknya mempersiapkan beberapa peralatan penujang menyusui yang pasti akan berguna untuk pemberian ASI ketika berada di Kantor.

Sebelumnya SayangiAnak.com share Cara Penyimpanan ASI Perah untuk para ibu yang kerja kantoran. Di Artikel kali ini, SayangiAnak.com berbagi tentang Peralantan Penujang Pemberian ASI Eksklusif ketika di Kantor.

 

pompa asi

  1. Pompa ASI. Saat ini jenis dan harga pompa ASI beragam. Sesuaikan dengan kebutuhan. Jika memang membutuhkan pompa elektrik yang harganya cukup mahal, kita bisa menyewa terlebih dahulu untuk memastikan bahwa pompa tersebut memang laik di beli.
  2. Botol Penyimpan ASI
  3. Kotak Pendingin
  4. Celemek ASI. Untuj menutupi dada saat memerah ASI atau menyusui di tempat-tempat yang agak terbuka.
  5. Blue Ice. Semacam gel yang terbungkus plastik anti bocor. Sebelum diguakan harus disimpan terlebih dahulu didalam freeser. Blue ice berfungsi seperti es batu pada suhu dingin.

Selain peralatan-peralatan terbut, kita perlu juga pakaian-pakaian yang nyaman di pakai untuk menyusui atau memompa ASI. Selain bra, sekarang juga banyak baju yang nyaman dan modis untuk ibu menyusui.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Event

HCC: 62% Tenaga Kesehatan Indonesia Sulit Pertahankan Ibu Menyusui dan Beri ASI Eksklusif

Pandemi yang sudah memasuki tahun kedua, memengaruhi kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan terutama layanan primer dalam pelayanan ASI Eksklusif dan laktasi di Indonesia. Penelitian cross-sectional secara daring yang dilakukan Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK sebagai Peneliti Utama serta Founder & Chairman dari Health Collaborative Center (HCC), menemukan fakta bahwa 62% tenaga kesehatan di layanan primer di Indonesia kesulitan mempertahankan ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama masa pandemi. 

Menurut Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, temuan penelitian ini antiklimaks dari momentum Pekan ASI Sedunia di tengah pandemi ini yang bertemakan Lindungi ASI Tanggungjawab Bersama. Apalagi tingginya angka tenaga kesehatan Indonesia yang mengakui kesulitan dalam mempertahankan ibu memberikan ASI eksklusif karena banyak faktor. “Penelitian kami menemukan data bahwa ternyata selama pandemi Covid-19, para tenaga kesehatan terutama di layanan primer mengakui kesulitan mempertahankan ibu untuk menyusui karena ketidak-tersediaannya layanan antenatal care atau pemantauan kehamilan dan menyusui secara daring, sementara hampir 50% pasien ibu hamil dan menyusui memutuskan untuk mengurangi jumlah kunjungan serta posyandu dan puskesmas mengurangi pelayanan ibu hamil dan menyusui. Akibatnya kesempatan konseling laktasi terganggu. Ini bisa akibatkan ibu menyusui gagal ASI eksklusif karena penelitian membuktikan peran tenaga kesehatan sangat kritikal dalam keberhasilan menyusui”, ungkap Dr. Ray yang aktif melakukan edukasi daring lewat akun instagram @ray.w.basrowi ini. 

Lebih lanjut, Dr. Ray yang meraih gelar Doktor Ilmu Kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan disertasi di bidang laktasi ini menjelaskan temuan dan analisis statistik penting penelitian ini adalah:

  • 57% fasilitas kesehatan layanan primer tidak memiliki pelayanan antenatal care daring/ telemedecine selama pandemi Covid-19 sehingga berisiko 1,4 kali lebih besar ganggu pelayanan laktasi dan kesehatan ibu anak
  • 66% tenaga kesehatan di layanan primer ini ternyata tidak pernah mendapatkan pelatihan menyusui khusus manajemen laktasi untuk pandemi sehingga berisiko 1,2 kali lebih besar risiko ganggu pelayanan laktasi dan kesehatan ibu anak
  • 42% mengakui tidak ada ketersediaan informasi tentang menyusui yang aman selama masa pandemi di fasilitas kesehatan mereka bertugas
  • 64% fasilitas kesehatan primer tidak punya fasilitas menyusui khusus pasien Covid-19

“Statistik ini menunjukkan betapa besar pengaruh layanan antenatal care selama pandemi serta adanya pelatihan dan sosialisasi mendasar terkait proses menyusui untuk dokter, bidan praktik mandiri dan tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit tingkat sehingga bila aspek fasilitas antenatal care dan pelatihan tenaga kesehatan selama pandemi terlewatkan maka konsekuensinya adalah ancaman turunya angka asi eksklusif Indonesia, dan ini adalah potensi risiko kesehatan jangka panjang”, ungkap Dr. Ray yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran UNSRAT ini.

Penelitian tentang kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan dalam proses menyusui ini dilakukan oleh tim Dr. Ray Wagiu Basrowi bersama Dr. Levina Chandra Khoe, MPH dan Qisty melalui survei daring selama periode Februari – Mei 2021. Sebanyak 1004 tenaga kesehatan berpartisipasi, mayoritas bidan serta dokter umum, dan 45% adalah tenaga kesehatan layanan primer yang bekerja di Puskesmas serta 17% bidan praktik mandiri dari 22 provinsi di Indonesia.

Tim peneliti HCC memberi rekomendasi terkait hasil penelitian ini. Terkait praktik Konsultasi Pemberian ASI Eksklusif selama Pandemi Covid-19, kompilasi deskriptif penelitian ini menyimpulkan penting untuk melakukan sistem penjadwalan kunjungan yang telah disepakati ibu sebelumnya, kemudian opsi lain adalah melalui kunjungan rumah atau juga melalui konseling daring seperti  Whatsapp/SMS dan telepon. Saran inovasi antenatal care serta konseling Menyusui Selama Pandemi yang juga diperoleh dari respon para tenaga kesehatan diantaranya Fasilitas telemedicine/konsultasi daring yang mudah digunakan dan bebas biaya/gratis tersedia, Posyandu daring/online, Kelas ibu menyusui daring/online, Instrumen (contoh: aplikasi ponsel, kalender online) pengawasan ibu hamil dan menyusui berbasis daring/online.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Konsumsi Makanan Penambah ASI Agar Stamina Bunda Tetap Terjaga

Masa-masa menyusui bisa jadi adalah saat paling menyenangkan. Jarang ada pantangan khusus untuk orang yang sedang menyusui. Nah, agar air ASI tetap lancar, ada beberapa makanan penambah ASI bisa Anda coba. Beberapa diantaranya mudah ditemukan di lingkungan sekitar, tidak perlu sibuk mencarinya.

Rekomendasi Makanan Penambah ASI 

Ketika bayi lahir ke dunia, makanan sumber energi yang paling dibutuhkan adalah ASI. Terkadang karena jam tidur yang berantakan, rutinitas baru super sibuk membuat bunda jadi stress dan kelelahan, hingga akhirnya berdampak pada kurangnya ASI. 

Oleh karena itu coba konsumsi rekomendasi makanan berikut:

1. Daun Katuk 

Pasti sudah tidak asing lagi ketika ASI sedang tidak lancar kemudian orang tua memberi tahu untuk gunakan daun katuk saja. Ternyata wejangan ini benar adanya, khasiatnya memang bagus untuk ibu yang sedang menyusui. Terdapat kandungan protein bisa menambah produksi ASI agar semakin lancar.

Saat sedang dalam fase menyusui, setidaknya butuh protein 20 gram lebih banyak dari hari-hari biasa. Oleh karena itu rajin-rajinlah makan sayur daun katuk supaya produksi ASI mencukupi untuk si kecil. Setidaknya setiap hari dalam kondisi menyusui Anda membutuhkan 60 gram protein supaya tetap segar.

2. Oatmeal 

Siapa bilang jika oatmeal hanya digunakan sebagai makanan pengganti nasi saja. Ternyata havermout atau oatmeal juga bisa digunakan untuk menambah produksi ASI selama fase menyusui. Jika memakannya secara rutin maka perasaan akan jadi rileks dan tenang, terhindar dari stress parah. 

Hormon oxytocin yang memunculkan perasaan tenang dan relaks inilah akan membuat produksi ASI ibu hamil semakin meningkat. Selain itu oatmeal juga bermanfaat untuk menjaga tekanan darah agar tetap stabil walaupun sering begadang, mengurangi kolestrol agar tidak mudah naik dan berakibat fatal.

3. Buah Pepaya 

Kemudian ada buah pepaya yang punya sejuta khasiat untuk kesehatan tubuh. Kandungan vitamin A, vitamin C juga berbagai nutrisi lainnya seperti kalium, mineral, asam folat bisa membantu suplai protein lebih banyak ke dalam tubuh. Sehingga nantinya juga akan berimbas pada produksi ASI .

Selain itu buah pepaya juga mengandung banyak cairan yang bagus untuk mencukupi kebutuhan dalam tubuh untuk produksi ASI. Cara konsumsinya bermacam-macam, bisa langsung dimakan saja ketika buahnya sudah  ranum, atau jadikan jus dan masukkan ke lemari pendingin agar terasa lebih segar.

4. Sup Daging

Tidak hanya buah-buahan atau sayuran hijau saja bisa digunakan untuk membantu produksi ASI semakin lancar. Nyatanya sup daging ayam atau ikan juga mampu menambah protein untuk tubuh. Selain hangat dan segar, di dalamnya juga sudah ada beragam sayuran dapat memberi vitamin penambah tenaga.

Untuk ibu yang sedang dalam keadaan menyusui sebaiknya buat sup daging dengan campuran bumbu secukupnya saja. Jangan tambahkan terlalu banyak micin karena tidak terlalu bagus untuk kesehatan ibu dan si kecil. Cukup gunakan garam dapur atau kaldu jamur saja yang komposisinya lebih aman.

5. Buah Alpukat 

Selanjutnya ada buah alpukat yang bisa Anda konsumsi untuk menambah energi ketika sedang masa menyusui. Asam lemak omega 3, 6, serta 9-nya dapat membantu menghasilkan ASI yang lancar bagi si kecil. Selain itu ada kandungan folat juga vitamin yang baik untuk perkembangan bayi. 

Buah alpukat sendiri rasanya sudah sangat segar, apalagi jika cara penyajiannya di jus dan diamkan beberapa saat dalam lemari pendingin. Selain enak ternyata buah satu ini juga bisa membantu menjaga kadar gula darah dalam tubuh supaya tetap seimbang dan terhindar dari resiko penyakit kolesterol.

6. Buah Pisang 

Pisang merupakan buah yang disukai hampir semua orang. Rasa manisnya sesuai jika dikombinasikan dengan olahan makanan manis apa saja.  Selain itu buah satu ini juga punya efek mengenyangkan sehingga cocok untuk ibu menyusui yang butuh tambahan energi namun tidak mau badan melar.

Pisang mengandung kalori tinggi yang bisa membantu mengatasi rasa lapar, juga ada kandungan asam folat sehingga bisa membuat pertumbuhan si kecil semakin baik. Bunda bisa makan pisang sambil menyusui agar tidak terus merasa lapar karena kenyang lebih lama juga. 

7. Blueberry 

Blueberry dikenal sebagai buah yang kaya akan antioksidan. Baik untuk kesehatan kulit wajah, membantu proses diet atau pengurangan berat badan semakin lancar. Namun selain itu ternyata blueberry juga bisa digunakan sebagai makanan penambah energi ketika bunda sedang menyusui. 

Ada banyak kandungan vitamin A, K, serta kalsium juga potasiym yang baik untuk energi Bunda. Meregenerasi kulit mati secepat mungkin agar bunda tetap terlihat segar bugar walaupun sedang lelah-lelahnya akibat jam tidur yang berantakan. Sebab menyusui butuh perasaan bahagia agar ASI lancar.

8. Buah Mangga

Terakhir adalah buah mangga. Dibalik rasa manis segarnya ternyata mangga juga bisa digunakan sebagai makanan penambah energi ketika sedang menyusui. Mangga kaya akan antioksidan yang baik untuk kulit juga mengisi kembali kebutuhan nutrisi dari ibu. 

Selain itu mangga juga mengandung kalium yang baik untuk ibu menyusui. Nantinya nutrisi ini juga akan mengalir ke tubuh si kecil melalui air ASI. Usahakan pilih buah yang matang dan tidak terasa masam sekali. Takutnya nanti berimbas pada pencernaan buah hati. Berbagai bentuk makanan penambah ASI tadi sudah terbukti khasiatnya, bukan hanya omongan belaka saja. Masa menyusui bisa dibilang merupakan waktu yang berharga, jangan sampai melewatkannya dengan perasaan kurang menyenangkan. Buatlah perasaan bahagia dan senyaman mungkin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Bayi Tidak Mau Menyusu! Ada yang Salah dengan ASI ?

Masa menyusui merupakan waktu berharga untuk membangun komunikasi antara ibu dan anak. Namun terkadang akan ada kendala di pertengahan prosesnya. Misalnya saja bayi tidak mau menyusu sehingga membuatnya rewel sepanjang hari. Daripada bingung cobalah kenali penyebab dari kejadian tersebut.

Kenali Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu

Sebagai ibu yang baru melahirkan anak pertama, tentu saja bingung jika ternyata bayinya tidak mau menyusu. Kondisi ini terkadang membuat para ibu stres, apalagi ditambah suami tidak memberikan support moril. Namun alih-alih bersedih, lebih baik ketahui penyebab dan solusi agar bayi mau menyusu

1. Adanya Perubahan pada Rasa ASI 

Hal pertama yang biasanya menyebabkan bayi enggan meminum ASI dari ibunya adalah adanya perubahan rasa. Bisa jadi perubahan hormon sedang terjadi pada ibu sehingga membuat rasa pada ASI berubah menjadi pahit dan sulit diterima si kecil. Bisa juga ada faktor penyebab lainnya.

Tidak jarang rasa ASI juga berubah menjadi asin sehingga mengakibatkan si kecil enggan meminumnya. Hal tersebut dikarenakan kadar natrium dari tubuh ibu jumlahnya lebih rendah dibanding biasanya. Perubahan rasa inilah yang bisa memicu bayi enggan minum ASI, bahkan menangis menolaknya.

2. Pasca Imunisasi 

Selanjutnya bayi terkadang enggan minum ASI sesudah suntikan imunisasi. Bekas yang masih meninggalkan rasa sakit tersebut memang memberikan efek tidak nyaman pada si kecil. Itulah sebabnya mengapa banyak anak rewel pasca dilakukan suntikan imunisasi ke badannya. Hal ini jelas berpengaruh.

Rasa tidak nyaman ini juga akan membuatnya rewel seharian. Menangis bahkan enggan menyusu pada ibunya. Jika sudah terjadi demikian tidak ada cara selain memaksanya pelan-pelan. Bentuk penolakan si kecil biasanya adalah menggigit puting payudara, serta tidak mau menempelkan bibirnya ke payudara.

3. ASI Mengalir Terlalu Deras

Kelebihan ASI juga bisa jadi penyebab bayi enggan menyusu loh Bun. ASI yang mengalir begitu deras tentu akan membuatnya menjadi tidak nyaman, sulit menelan hingga akhirnya mogok. Jika menemui kondisi seperti ini maka jangan memaksa si kecil untuk menyesap susu langsung dari payudaranya. 

Solusinya adalah dengan memompanya perlahan dan diletakkan ke dalam wadah khusus ASI. Selanjutnya bisa diberikan kepada si kecil lewat dot dulu, menunggu sampai volumenya tidak terlalu deras lagi. Ingat ya bun jangan memaksakan karena bisa mengakibatkan si kecil tersedak. 

4. Si Kecil Mengalami Stress atau Mengalami Gangguan 

Ternyata perubahan emosional pada bayi yang berujung pada stress juga bisa membuatnya jadi malas menyusu. Biasanya ia mengalami gangguan tertentu, misal adanya perubahan cuaca dan waktu sehingga membuatnya harus beradaptasi dengan lingkungan baru/habis melakukan perjalanan jauh.

Akibatnya bayi akan memberikan banyak bentuk reaksi misalnya saja mogok menyusu dalam kurun waktu 2 sampai 6 hari. Lebih parah lagi ia selalu menggigit puting ibunya tanda merasa takut atau malas. Jika sampai terjadi hal demikian cobalah untuk tetap tenang dan alihkan perhatiannya saat menyusu.

5. Volume ASI berkurang 

Volume terlalu deras tidak bagus, ternyata berkurang juga sama. Kondisi ini dinamai dengan Nursing Strike atau ASI tidak diproduksi dalam jumlah yang banyak. Keadaan ini tidak lebih baik dari sebelumnya, si kecil akan memberikan reaksi penolakan kepada bunda agar tidak menyodorkannya puting ASI.

Kondisi Nursing Strike ini akan membuat bayi stress, penyebabnya adalah saat ia menghisap air susu justru tidak kunjung keluar dari puting. Jelas saja ini membuatnya stress, marah, serta frustasi dan tidak malas untuk menyusu lagi. Ibu harus peka jika mengalami kondisi demikian agar bisa segera mengatasi.

6. Aroma Tubuh Bunda yang Berbeda 

Si kecil memang sangat peka terhadap sesuatu di sekitarnya, termasuk aroma tubuh dari ibu. Bahkan ia juga tahu kalau sang ibu sudah mengganti produk seperti parfum, sabun, juga deodorant. Walaupun Bunda suka namun jika buah hati merasa kurang nyaman sebaiknya tinggalkan dulu selama di fase menyusui. 

Sebab perubahan aroma ini juga sangat tidak disukai oleh si kecil. Ketika mereka menyadari adanya perubahan wangi ini maka jadi malas untuk menyusu. Biasanya untuk memberikan kode rasa tidak suka bayi akan menggigit puting atau menangis guna menghindari payudara ibunya sendiri. 

7. Sariawan pada Bayi 

Bayi malas menyusu pada ibunya bisa jadi sedang merasa sariawan ya Bunda. Sebenarnya ini merupakan hal umum yang bisa saja terjadi, namun terkadang orang tua tidak menyadarinya. Bila melihat adanya bercak putih pada lidah atau mulut adalah pertanda jika si kecil sedang tidak dalam kondisi nyaman.

Bercak putih ini biasanya punya tekstur kasar dan bisa berdarah juga ketika melakukan pergerakan di area tersebut. Hal ini tentu membuat bayi merasa kesakitan dan merasa tidak nyaman dengan hal tersebut. Saat sadar atas gangguan tersebut orang tua harus segera mengatasinya.

8. Adanya Rasa Nyeri Karena Infeksi 

Terakhir, penyebab bayi tidak mau menyusu mungkin saja adalah rasa nyeri karena infeksi di salah satu pancaindranya. Biasanya telinga merupakan salah satu bagian sering merasa sakit. Jika sudah begini mereka pasti rewel dan tidak mau menyusu. Gerakan mengisap justru akan menyakiti Bunda. 

Selain rasa nyeri karena infeksi telinga bisa juga si kecil merasa tidak nyaman karena akan tumbuh gigi. Jika memang yang terjadi demikian solusinya hanya banyak-banyak sabar saja. Sebab tumbuh gigi merupakan siklus alami.

Nah sekarang sudah tahu ya Bunda beberapa indikasi penyebab dari enggannya si kecil menyusu. Prose menyusui adalah salah satu kegiatan paling berkesan selama masa pertumbuhan bayi. Cobalah bersabar walaupun banyak hambatannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top