Kesehatan

Penyebab Payudara Terasa Nyeri, Saat Bunda Menyusui

Setelah si kecil lahir, aktivitas selanjutnya yang akan Bunda lakukan, tentu saja menyusuinya. Tapi, tak selalu berjalan lancar, beberapa Bunda mungkin mengalami beberapa kendali. Dan rasa nyeri pada payudara, bisa jadi salah satunya. 

Betul Bun, kondisi ini biasanya jadi salah satu yang mengganggu, hingga membuat Ibu menyusui enggan untuk memberikan ASI secara langsung pada bayinya. 

Nah, jika sudah sepert ini, proses menyusui Bunda dan si kecil pasti terganggu. Untuk itu, cobalah cari penyebab apa yang sebetulnya membuat Bunda merasa nyeri selama menyusui. 

Produksi ASI Bunda, Mungkin Terlalu Banyak

Beberapa saat setelah melahirkan, hal yang kerap dialami oleh para Ibu adalah meningkatnya produksi ASI. Dimana hal ini, bisa jadi salah satu penyebab nyeri yang terasa di payudara.

Tapi, jangan terlalu cemas ya Bun, rasa nyeri ini perlahan akan menghilang saat payudara Bunda sudah bisa menyesuaikan produksi ASI dengan kebutuhan asupan Si Kecil. Biasanya nyeri akan hilang dengan sendirinya dalam tiga bulan pertama menyusui.

Terdapat Luka atau Lecet pada Puting

Kondisi lain yang sering terjadi di awal proses menyusui hingga menyebabkan payudara nyeri adalah lecet. Hal ini disebabkan oleh pelekatan yang belum sempurna hingga kerap membuat puting Bunda rentan lecet atau terluka. Untuk menghindarinya, Bunda perlu memerhatikan posisi pelekatan, saat ingin menyusui apakah sudah tepat atau tidak. Upayakan untuk memegang bayi menghadap payudara, jika dirasa perlu Bunda bisa menggunakan bantal agar sanggahannya lain agar proses menyusuinya jadi lebih nyaman.

Adanya Sumbatan Pada Saluran ASI 

Situasi lain yang memungkinkan Bunda merasa nyeri pada Payudara adalah ketika saluran ASI tersumbat. Maka, yang perlu Bunda perhatikan adalah apakah ada benjolan di sekitar area payudara?, Terdapat tanda putih atau sumbatan pada puting, hingga kerap merasa tak nyaman saat menyusui atau memompa asi. 

Jika ternyata hal-hal tersebut sedang Bunda rasakan, kemungkinan besar nyeri yang Bunda rasa memang berasal dari sumbatan saluran ASI. Untuk mengatasinya, cobalah untuk senantiasa memperhatikan peletakan payudara, ketika ingin mengusui dan menghindari pemakaian baju yang terlalu ketat atau ngepas. 

Mastitis atau Infeksi Payudara 

Perlu Bunda ketahui, Mastitis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan payudara, dan kondisi ini sering dialami oleh ibu menyusui. Efek yang ditimbulkan bisa membuat payudara nyeri, bengkak, dan kemerahan.

Terjadi pada satu bagian payudara saja, umumnya, kondisi ini memang akan terjadi kapan saja selama menyusui, atau paling tidak akan terjadi selama 6 minggu pertama menyusui. Selain nyeri, mastitis juga mungkin akan membuat Bunda demam, meriang, pembengkakan, payudara terasa nyeri, kemerahan, dan terasa hangat saat disentuh.

Dan Pemakaian Bra yang Kurang Tepat

Walau terkesan sepele, ini adalah bagian penting yang tak boleh Bunda abaikan ketika sedang dalam proses menyusui. Cobalah untuk mencari dan memilih Bra yang tepat. Mulai dari ukuran yang sesuai, dan bahan yang memang nyaman dipakai tanpa menimbulkan efek nyeri atau lecet pada payudara.  

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

8 Peran Orang Tua Dalam Kehidupan Anak

Setiap orang pasti memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangatlah penting. Bahkan, peran orang tua diperlukan sejak anak emas dalam kandungan hingga dewasa. Entah itu berperan untuk mengajari anak hingga memenuhi kebutuhannya. 

Pentingnya Peran Orang Tua

Orang tua menduduki peran yang sangat penting, karena menjadi sekolah pertama bagi anak-anak. Sekalipun anak sudah sekolah, peran orangtua masih diperlukan. Mengingat aktivitas anak akan paling banyak dilakukan di rumah.

Tentu jika orang tua tidak melakukan peranannya dengan baik, pasti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Contoh sederhananya jika orang tua tidak menanamkan hal-hal positif dan memberikan contoh tidak baik, tentu anak akan menirunya.

Begitu juga sebaliknya, orang tua yang melakukan perannya dengan baik, maka akan berdampak pada karakternya. Intinya, orang tua mempunyai peranan penting dalam pembentukan karakter anak yang akan berguna untuk masa depan. 

Inilah 8 Peran Orang Tua Di Kehidupan Anak

Meskipun setiap orang memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangat penting, tapi tidak semua orang yang benar-benar memahami dan menerapkannya. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mempunyai anak, penting mengetahui beberapa peranannya berikut ini. 

  1. Menjamin Kebutuhan Anak Tercukupi

Bukan menjadi hal yang asing lagi jika orang tua mempunyai peranan yang cukup penting terutama dalam memenuhi kebutuhan anak. Beberapa hal yang termasuk dalam kebutuhan Anda seperti pakaian yang layak, makanan bergizi, tempat tinggal dan lainnya.

Terutama dalam hal ini penting untuk memastikan kebutuhan anak dalam asupan bergizi sangat diperlukan. Hal ini disebabkan karena asupan yang bergizi sangat berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. 

  1. Memastikan Anak Berada Di Lingkungan yang Baik

Peran orang tua terhadap kehidupan anak selanjutnya yaitu memastikan berada di lingkungan yang baik. Tentunya jika anak berada di lingkungan yang tepat, maka akan berpengaruh juga terhadap tumbuh dan kembangnya.

Begitu juga sebaliknya, jika anak berada di lingkungan yang tidak baik maka akan mudah terpengaruh melakukan hal-hal yang negatif. Kenapa menjadi orangtua penting untuk melakukan pengawasan terhadap anak. 

  1. Menciptakan Keamanan dan Kenyamanan

Menciptakan keamanan atau rasa aman terhadap anak merupakan salah satu peran orang tua. Mengingat orang tua adalah tempat pulang, sehingga jika tidak terdapat rasa aman maka anda akan merasa tertekan.

Menciptakan keamanan dan rasa nyaman bisa dilakukan dengan berbagai hal Salah satunya memberikan kasih sayang. Selain itu, penting juga untuk memberi arahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak seharusnya.

  1. Menanamkan Nilai yang Baik

Peran lain yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya yaitu menanamkan nilai-nilai baik. Mengingat orang tua menjadi guru pertama dalam pendidik anak, sehingga karakter anak dimulai dari orang tuanya. Ada beberapa hal yang harus ditanamkan sejak dini dan setiap orang tua wajib mengetahuinya.

Adapun beberapa hal yang dimaksudkan seperti bersikap jujur, tidak mengambil barang orang lain, saling tolong-menolong, tidak merendahkan orang lain dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga untuk memberi pengertian kepada anak jika melakukan sesuatu yang buruk tidak diperbolehkan. 

  1. Mengajari Anak dalam Hal Baik

Mengajari dan mendidik anak juga menjadi salah satu peran orang tua yang wajib untuk dilakukan. Tentunya dalam hal ini harus mengajari anak dalam hal yang baik. Didikan yang diberikan oleh orang tua sejak dini bisa berpengaruh terhadap karakternya di masa depan. 

Semakin baik didikan dari orang tua sejak dini, maka anak akan lebih mudah untuk berbaur dengan masyarakat dengan cara yang baik. Misalnya saja mempunyai sopan santun, saling tolong-menolong, saling memaafkan dan lain sebagainya. 

  1. Memberikan Arahan

Peran orang tua selanjutnya yang yaitu memberikan arahan kepada anak dan juga bimbingan. Arahkan anak untuk selalu melakukan hal yang baik. Selain itu, jelaskan juga alasan kenapa tidak boleh melakukan hal yang buruk dan apa dampaknya kepada diri sendiri dan orang lain.

Sekalipun anak melakukan sebuah kesalahan, jangan langsung memarahinya. Langkah yang paling tepat untuk menanganinya yaitu menasehati dan memberi hukuman yang sekiranya bisa memberikan kesadaran kepada anak. Selain itu, penting juga untuk memberikan motivasi kepada anak. 

  1. Identitas Keagamaan

Identitas agama seorang anak berasal dari keluarganya, terutama orang tua. Tentunya peran orang tua dalam hal ini harus mengenalkan nilai-nilai agama dan keberadaan Sang Pencipta. Terutama untuk anak-anak, penyampaian tersebut harus dalam bahasa yang mudah dipahami. 

Tentunya untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut akan lebih mudah jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga harus memberikan contoh yang baik agar anak lebih mudah untuk menirunya. 

  1. Mendisiplinkan Anak

Meskipun kasih sayang dari orang tua sangat diperlukan oleh anak, tapi tetap saja harus menerapkan disiplin. Justru dengan membiarkan anak melakukan apapun yang disukainya dapat berdampak menjadi manja dan tidak bisa bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.

Semakin dini mengajarkan untuk disiplin, anak akan tumbuh menjadi orang yang bertanggungjawab. Contoh sederhananya mengajarkan anak untuk makan dan tidur tepat waktu. Bahkan, tidak ada salahnya juga untuk membuat jadwal harian anak. Demikian penjelasan mengenai peran orang tua yang dibutuhkan untuk kehidupan anak. Dari penjelasan ini bisa diambil kesimpulan jika karakter anak dibentuk dari didikan dan peran orang tua. Begitu juga sebaliknya, jika orang tua tidak melakukan perannya dengan baik, karakter yang terbentuk juga tidak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

7 Tanda-Tanda Melahirkan Semakin Dekat

Mengetahui dan mengenali tanda-tanda melahirkan sangat penting bagi seorang calon ibu. Pada umumnya, tubuh akan merasakan sejumlah perubahan yang terjadi secara bertahap dan konsisten. Apabila tanda-tanda tersebut semakin sering muncul, Bunda harus segera mempersiapkan diri untuk menyambut momen kel

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah mendalam dan premium dari Sayangianak.com yang membantu Bunda dalam mendidik dan membesarkan Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Mengenal Bagaimana Perkembangan Mental Anak Usia 4 – 5 Tahun

Usia bawah lima tahun merupakan masa golden age di mana sebagai orang tua sangat penting untuk memperhatikan perkembangan anak di usia ini. Terlebih lagi terkait perkembangan mental anak usia 4 – 5 tahun yang biasanya mulai muncul pada fase ini terkadang membuat bingung banyak orang tua.

Fase Per

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah mendalam dan premium dari Sayangianak.com yang membantu Bunda dalam mendidik dan membesarkan Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top