Parenting

Penyebab Anak Susah Tidur Bisa Dipicu Dari Hal Sederhana yang Ternyata Tak Bunda Sadari

perkembangan fisik bayi usia 2 bulan

Anak susah tidur sering jadi beban tersendiri untuk orangtuanya. Bunda pernah berada di situasi semacam ini? Entah mengapa rasanya sukar sekali membuat buah hati tertidur di jam yang telah ditentukan. Kendati sudah membujuk atau mencoba menidurkannya, tetap saja si kecil tetap segar sepanjang malam.

Sejatinya, saat anak menginjak usia empat tahun, mereka mulai memiliki jam tidur yang normal lho Bun. Karenanya, kalau si kecil mulai kesulitan tidur, berarti ada hal yang mungkin membuatnya merasa tak nyaman untuk memejamkan mata. Apa saja ya kira-kira? Ini dia beberapa diantaranya.

Si Kecil Mengalami Masalah Kesehatan

Bunda berasumsi si kecil sehat-sehat saja, padahal di malam hari, ia justru sukar sekali terlelap. Atau, kondisinya mungkin ia sudah tertidur, namun tiba-tiba bangun di tengah malam. Jika Bunda menemukan kondisi semacam ini, sebaiknya Bunda perlu curiga ya.

Terlebih jika anak mengorok atau mengeluarkan bunyi saat berbaring, keesokan paginya lebih baik Bunda bawa si kecil ke dokter anak. Dari sekian banyak persoalan, masalah kesehatan yang seringkali memicu buah hati jadi sulit tidur adalah sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan pernapasan yang disebabkan oleh sesuatu yang mengganjal atau menghambat saluran pernapasan.

Si Kecil Mungkin Saja Mengalami Sleep Walking

Bunda wajib berhati-hati dengan masalah yang satu ini. Bayangkan saja, si kecil yang mengalami sleepwalking umumnya melakukan sesuatu secara tak sadar. Kejadian ini pun memiliki presentase yanng cukup tinggi di kalangan anak usia sekolah, sekitar 20 hingga 40 persen. Menurut dr Karen Ballaban-Gill, seorang dokter spesalis anak dan neurologist dari Children’s Hospital di Montefiore, penyebab sleepwalking adalah tahapan transisi tidur yang tak komplet.

Akibatnya otak merasa badan sudah tidur namun badan belum merasa istirahat. Karenanya, apabila si kecil mengalami sleepwalking, pastikan lantai aman dan tak ada barang berbahaya yang membuat si kecil rentan terpeleset. Di lain sisi, ada baiknya juga Bunda dan Ayah mengajak si kecil berkonsultasi ke dokter demi meredakan masalah sleepwalking-nya ini Bun.

Sering Gelisah pun Bisa Jadi Pemicunya

Bun, kondisi gelisah tak hanya dialami oleh orang-orang dewasa. Tapi juga anak-anak, kendati penyebab gelisahnya pun berbeda-beda. Kegelisahan anak-anak biasanya berasal dari ketakutan seperti tak mau tidur sendiri. Yang terpenting, yang perlu diingat adalah jangan sampai orangtua marah saat mengatasi anak yang susah tidur dan gelisah.

Bunda sebaiknya menenangkan dan bertanya tentang apa yang dikhawatirkan oleh buah hati. Kita bisa meminta anak mengatakan ketakutannya lewat tulisan atau gambar. Jika memang butuh ke dokter atau terapis, jangan sungkan untuk berkonsultasi ya, Bun.

Sudahkah Si Kecil Sering Diajak Berolahraga?

Mager alias malas gerak sejatinya bisa memicu anak jadi kian susah tidur. Coba perhatikan lagi keseharian si kecil, apakah dia tipikal yang aktif, atau justru lebih banyak waktu untuk menghabiskan waktu dengan duduk berjam-jam di depan gawai? Hati-hati Bun, hal itu bisa membuat mereka susah tidur.

Menurut dr Shariar Shahzeidi dari University of Miami, olahraga bisa memproduksi zat kimia pada otak yang bisa membuat anak lebih mudah tidur dan rileks ketika jam tidur tiba. Karenanya, pastikan anak kita berolahraga atau beraktivitas fisik setiap hari. Jika memang anak tak olahraga di sekolah, ajak mereka keluar rumah dan bermain. Yoga juga bisa menjadi pilihan untuk membuat anak tetap aktif lho. Apalagi yoga juga bisa membuat mereka tenang.

Mulailah Kurangi Waktu Bermain Gawai Pada Si Kecil

Bun, screen time yang terlalu sering dan relatif lama bisa membuat anak susah tidur. Apalagi kalau main gadget-nya menjelang waktu tidur. Untuk itu, yuk Bun atur jadwal anak main gadget sebijak mungkin supaya anak tak kecanduan.

Susah tidur juga bisa membuat anak berisiko mengalami obesitas lho. Dibanding membiarkan buah hati terlalu lama menatap gawai, lebih baik ajak anak melakukan hal yang bisa membuatnya tidur seperti baca buku dongeng atau saling bertukar cerita ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tips Menjadi Orangtua yang Lebih Positif

picsea-EQlTyDZRx7U-unsplash

Tingkah laku anak yang kadang tidak terkontrol mungkin bisa membuat bunda pusing. Ditambah dengan tugas lain misalnya pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya atau pekerjaan di kantor yang menumpuk bisa membuat bunda sakit kepala. Kondisi tersebut bisa membuat bunda emosi dan kesal sehingga mengeluarkan omelan panjang.

Menjadi orangtua memang memiliki banyak tantangan agar bisa mengasuh anak dalam koridor yang benar. Oleh karena itu, ayah dan bunda perlu belajar dan memperbaiki sikap agar menjadi orangtua yang lebih positif dan terhindar dari stres. Berikut beberapa tips untuk menjadi orangtua yang lebih positif.

1. Sediakan Waktu Khusus untuk Anak

Orangtua tidak bisa setiap saat berada di dekat anak. Ayah dan bunda harus bekerja atau anak sudah mulai sekolah akan mengurangi waktu bersama anak. Namun, berkurangnya waktu bersama tidak seharusnya membuat kedekatan dan komunikasi terbatas. Ayah dan bunda tetap harus menjalin kedekatan dengan si kecil. Sediakan waktu khusus bersama si kecil tanpa ada gangguan apapun misalnya malam hari sebelum tidur. Gunakan waktu berkualitas tersebut untuk fokus bersama anak, dengarkan semua yang cerita si kecil, mengajakny berdiskusi, membacakan buku kesukaan, atau bermain bersama.

2. Pandang Masalah dengan Pikiran yang Positif

Hidup tidak bisa dihindarkan dari masalah. Apalagi ketika sudah menjadi orangtua, sepertinya setiap hari ada saja insiden yang membuat bunda harus tarik napas dalam. Mungkin bunda harus menghadapi anak yang tidak mau makan, tidak mau mandi atau anak sudah mulai suka membantah. Namun, daripada mengomel atau marah-marah, lebih baik bunda mencoba untuk menghadapinya dengan positif. Ketika anak tidak mau makan, cobalah untuk memikirkan penyebabnya, apakah anak bosan dengan menunya atau memang sudah kenyang. Dengan mengetahui penyebabnya bunda bisa mengambil jalan keluarnya.

Selain itu, bagaimana orangtua bereaksi terhadap suatu masalah juga akan dicontoh oleh anak. Jika orangtua bereaksi negatif saat menghadapi masalah misal dengan marah-marah, teriak, atau bahkan merusak barang maka anak juga akan mencontohnya. Oleh karena itu, ayah dan bunda perlu mengubah cara pandang terhadap suatu masalah dari sisi yang positif. 

3. Hindari Kalimat Negatif 

Ketika sedang menghadapi masalah, sedang lelah, atau stres mungkin secara tidak sadar akan mengucapkan hal yang negatif tentang diri sendiri, misalnya, “Aku sudah gagal,” atau “aku nggak bisa melakukan ini.” Jika anak mendengar perkataan bunda tersebut maka anak akan mencontohnya. Oleh karena itu, hindari kalimat negatif, apalagi saat berkomunikasi dengan anak. Sebaiknya gunakan kata-kata yang positif misalnya, “Kali ini belum bisa, lain kali aku bisa mencoba lagi sampai berhasil ya.” Jika ayah dan bunda terbiasa menggunakan kalimat positif maka si kecil juga akan menirunya sehingga kelak saat menghadapi masalah tetap bisa berpikir positif.

Karena anak adalah peniru ulung. Sebagai orangtua tentunya harus berusaha memberikan contoh sebaik mungkin. Semoga tips di atas bermanfaat untuk ayah dan bunda dalam belajar menjadi orangtua yang lebih positif.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mainan Anak

Manfaat Aktivitas Mewarnai untuk Perkembangan Anak Usia Dini

sigmund-OV44gxH71DU-unsplash

Mewarnai adalah salah satu aktivitas yang banyak disukai oleh anak-anak. Awalnya anak hanya akan mencoret-coret kertas secara tidak beraturan, seiring dengan bertambahnya usia dan kemampuan anak maka dia akan semakin mengerti cara mewarnai. Berbagai macam warna akan membuat anak tertarik.

Walaupun sederhana, kegiatan ini mempunyai banyak manfaat untuk perkembangan anak usia dini loh bun. Anak akan menuangkan imajinasi dan kreativitasnya. Tidak hanya itu, beberapa hal di bawah ini adalah manfaat lain dari mewarnai bagi perkembangan buah hati.

1. Meningkatkan Kreativitas Anak

Aktivitas mewarnai bisa meningkatkan kreativitas anak. Mereka akan menuangkan imajinasi dan kreativitasnya ke dalam berbagai warna. Ketika mewarnai biarkan anak memilih warna sendiri, sebaiknya ayah dan bunda jangan banyak mengintervensi atau mengkoreksi warna yang dipilih anak. Biarkan ia menentukan, warna mana yang ia suka.

2. Melatih Motorik Halus

Menggenggam pensil warna atau crayon akan melatih motorik halus anak. Kekuatan otot jari-jari juga akan semakin terlatih ketika anak mencoretkan pensil warna di kertas. Motorik halus dan kekuatan otot tangan sangat penting untuk perkembangan anak karena banyak aktivitas sehari-hari yang menggunakan tangan dan jari-jari.

3. Anak Belajar Menggenggam Pensil

Ternyata menggenggam pensil butuh latihan juga loh bun. Hal yang mungkin sepele ini bagi anak-anak bisa menjadi sangat membingungkan. Agar anak bisa menggenggam pensil  dengan benar, bunda bisa membelikan triangular pencil grip. Triangular pencil grip adalah pensil dengan model segitiga untuk memudahkan anak meletakkan jari-jarinya pada posisi yang benar ketika memegang pensil.

4. Melatih Koordinasi Mata dan Tangan

Ketika mewarnai mata dan tangan akan berkoordinasi agar warnanya tidak keluar dari garis gambar. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kegiatan yang membutuhkan koordinasi mata dan tangan misalnya menulis, menangkap benda, memotong, menggunting dan masih banyak lagi.

5. Melatih Konsentrasi Anak

Mewarnai juga melatih daya konsentrasi anak. Ketika asyik mewarnai anak akan terlihat fokus dan konsentrasi dengan gambarnya. Kemampuan berkonsentrasi juga penting untuk kehidupan anak. Misal ketika sekolah, belajar, dan ketika bekerja saat anak dewasa kelak.

6. Belajar Macam-macam Warna

Dengan mewarnai anak bisa belajar berbagai macam warna. Anak juga bisa belajar percampuran warna misalnya dengan menggunakan cat air, ternyata dua atau beberapa warna ketika dicampur akan menjadi warna lain. Dengan begitu secara tidak langsung, anak tela belajar sains yang sederhana.

Wah, ternyata banyak ya manfaat mewarnai. Apakah si kecil suka mewarnai? Yuk ajak si kecil mewarnai dan lihat bagaimana ekspresinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Manfaat Mengelus Perut Istri Saat Hamil

Cover Artikel Sayangianak

Kehamilan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan saat menantikan kehadiran sang buah hati. Umumnya ibu hamil akan mengalami ngidam sehingga membuatnya lebih ingin dimanja dan diperhatikan oleh suami. Perubahan hormon pada ibu hamil akan membuat moodnya ikut berubah-ubah dan kadang menjadi lebih sensitif. Hal tersebut normal terjadi, sehingga sang suami harus memberikan perhatian yang lebih banyak.

Itulah sebabnya, kehadiran dan perhatian suami akan membuat ibu hamil merasa tenang dan nyaman. Kebahagiaan ibu hamil pun sangat sederhana, suami yang sering mengelus perutnya merupakan sumber kebahagiaan tersendiri bagi ibu hamil. Hal itu terlihat sangat sepele dan sederhana, tapi bisa menjadi salah satu sumber bahagia dan kenyamanan bagi ibu hamil.

Misalnya, saat pillow talk sebelum tidur atau saat santai bersama suami bisa sambil mengelus perut istri yang sedang hamil. Selain membuat istri senang, mengelus perut ibu hamil mempunyai banyak manfaat lho. Salah satunya, jadi bentuk rasa bahagia yang bisa suami perlihatkan pada istri.

Karena kehadiran buah hati merupakan hal yang ditunggu setiap pasangan suami istri setelah menikah. Maka mengelus perut istri yang sedang hamil, merupakan salah satu bentuk rasa bahagia dan syukur suami atas kehamilan sang istri. Hal itu menunjukkan bahwa suami juga merasa bahagia dan menantikan kehadiran sang buah hati. Dengan begitu istri akan merasa mendapat dukungan dan bahwa dia tidak berjuang sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top