Parenting

Pentingnya Kenalkan Puasa Arafah Sedari Dini pada Si Kecil

Sudahkah si kecil diajarkan berpuasa? Tentu jadi kabar baik bila buah hati Bunda sudah mau belajar untuk berpuasa. Namun jangan berkecil hati juga bagi para Bunda yang mungkin pada dua bulan lalu berhasil mengajak si kecil puasa Ramadhan, nah kali ini tak ada salahnya memperkenalkan puasa Arafah ke mereka.

Ya, sehari jelang perayaan Hari Raya Idul Adha, umat Muslim memang disarankan untuk menjalankan puasa Arafah, tepat pada tanggal 9 Zulhijah. Melansir laman NU Online, puasa Arafah ini memiliki keutamaan yang begitu besar.

Menurut hadis yang diriwayatkan HR Muslim, puasa ini masuk ke dalam sunah muakkad. Sedangkan menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat Lc, MA puasa memiliki keistimewaan tersendiri, Bun yakni dapat menggugurkan dosa setahun yang lalu plus menjaga untuk tak melakukan dosa setahun yang akan datang.

Lebih jauh lagi, sudah jadi tanggung jawab orangtua juga mengajari anak-anak agar tergugah untuk berpuasa. Pelan-pelan saja Bun.

Mengutip HaiBunda, Ustazah Aini Aryani, LC, yang menegaskan kalau orang tua harus menjadi contoh untuk anaknya.

“Cara mengajarkan anak berpuasa pastinya harus dicontohkan oleh orang tuanya. Kalau orang tua enggak ikut puasa pasti anak enggak akan puasa. Kenapa? Karena anak itu peniru ulung. Melihat orang tuanya daripada mendengarkan,” kata Aini kepada HaiBunda.

Ajarkan Puasa Sejak Mereka Masih Kecil, Bun

Mengajari anak puasa idealnya dimulai sejak mereka kecil, Bun. Jelaskan kepada mereka mengenai manfaat puasa dan ganjaran pahala yang akan diterima oleh orang-orang yang menunaikannya.

Pelan-pelan jelaskan pada anak jika hakikat puasa Arafah yaitu dapat menghapus dosa setahun yang lalu ya Bun. Serta menjaga mereka dari perbuatan dosa yang akan datang. Pada hakikatnya, puasa dapat menjaga seseorang untuk berbuat dosa. Seperti mencegah anak berbohong, nakal, dan tidak nurut pada orang tua.

Lebih jauh lagi, beritahukan juga pada si kecil jika ada amalan-amalan saleh yang dicintai Allah bila dikerjakan menjelang Idul Adha. Mengenalkan tentang hal ini pada si kecil akan membantu menanamkan keimanan pada anak-anak.

“Terakhir ajari anak bersyukur, ‘Kakak bisa bicara, lihat gara-gara Allah. Kalau Kakak mau bersyukur caranya bisa lewat ibadah, melakukan kewajiban yang diperintahkan Allah’,” tambah Aini.

Yang penting, jangan memaksa anak-anak untuk mau berpuasa ya Bun. Tumbuhkan kesadaran untuk melakukannya secara ikhlas dan semampunya sesuai dengan usia masing-masing anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

8 Peran Orang Tua Dalam Kehidupan Anak

Setiap orang pasti memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangatlah penting. Bahkan, peran orang tua diperlukan sejak anak emas dalam kandungan hingga dewasa. Entah itu berperan untuk mengajari anak hingga memenuhi kebutuhannya. 

Pentingnya Peran Orang Tua

Orang tua menduduki peran yang sangat penting, karena menjadi sekolah pertama bagi anak-anak. Sekalipun anak sudah sekolah, peran orangtua masih diperlukan. Mengingat aktivitas anak akan paling banyak dilakukan di rumah.

Tentu jika orang tua tidak melakukan peranannya dengan baik, pasti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Contoh sederhananya jika orang tua tidak menanamkan hal-hal positif dan memberikan contoh tidak baik, tentu anak akan menirunya.

Begitu juga sebaliknya, orang tua yang melakukan perannya dengan baik, maka akan berdampak pada karakternya. Intinya, orang tua mempunyai peranan penting dalam pembentukan karakter anak yang akan berguna untuk masa depan. 

Inilah 8 Peran Orang Tua Di Kehidupan Anak

Meskipun setiap orang memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangat penting, tapi tidak semua orang yang benar-benar memahami dan menerapkannya. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mempunyai anak, penting mengetahui beberapa peranannya berikut ini. 

  1. Menjamin Kebutuhan Anak Tercukupi

Bukan menjadi hal yang asing lagi jika orang tua mempunyai peranan yang cukup penting terutama dalam memenuhi kebutuhan anak. Beberapa hal yang termasuk dalam kebutuhan Anda seperti pakaian yang layak, makanan bergizi, tempat tinggal dan lainnya.

Terutama dalam hal ini penting untuk memastikan kebutuhan anak dalam asupan bergizi sangat diperlukan. Hal ini disebabkan karena asupan yang bergizi sangat berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. 

  1. Memastikan Anak Berada Di Lingkungan yang Baik

Peran orang tua terhadap kehidupan anak selanjutnya yaitu memastikan berada di lingkungan yang baik. Tentunya jika anak berada di lingkungan yang tepat, maka akan berpengaruh juga terhadap tumbuh dan kembangnya.

Begitu juga sebaliknya, jika anak berada di lingkungan yang tidak baik maka akan mudah terpengaruh melakukan hal-hal yang negatif. Kenapa menjadi orangtua penting untuk melakukan pengawasan terhadap anak. 

  1. Menciptakan Keamanan dan Kenyamanan

Menciptakan keamanan atau rasa aman terhadap anak merupakan salah satu peran orang tua. Mengingat orang tua adalah tempat pulang, sehingga jika tidak terdapat rasa aman maka anda akan merasa tertekan.

Menciptakan keamanan dan rasa nyaman bisa dilakukan dengan berbagai hal Salah satunya memberikan kasih sayang. Selain itu, penting juga untuk memberi arahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak seharusnya.

  1. Menanamkan Nilai yang Baik

Peran lain yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya yaitu menanamkan nilai-nilai baik. Mengingat orang tua menjadi guru pertama dalam pendidik anak, sehingga karakter anak dimulai dari orang tuanya. Ada beberapa hal yang harus ditanamkan sejak dini dan setiap orang tua wajib mengetahuinya.

Adapun beberapa hal yang dimaksudkan seperti bersikap jujur, tidak mengambil barang orang lain, saling tolong-menolong, tidak merendahkan orang lain dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga untuk memberi pengertian kepada anak jika melakukan sesuatu yang buruk tidak diperbolehkan. 

  1. Mengajari Anak dalam Hal Baik

Mengajari dan mendidik anak juga menjadi salah satu peran orang tua yang wajib untuk dilakukan. Tentunya dalam hal ini harus mengajari anak dalam hal yang baik. Didikan yang diberikan oleh orang tua sejak dini bisa berpengaruh terhadap karakternya di masa depan. 

Semakin baik didikan dari orang tua sejak dini, maka anak akan lebih mudah untuk berbaur dengan masyarakat dengan cara yang baik. Misalnya saja mempunyai sopan santun, saling tolong-menolong, saling memaafkan dan lain sebagainya. 

  1. Memberikan Arahan

Peran orang tua selanjutnya yang yaitu memberikan arahan kepada anak dan juga bimbingan. Arahkan anak untuk selalu melakukan hal yang baik. Selain itu, jelaskan juga alasan kenapa tidak boleh melakukan hal yang buruk dan apa dampaknya kepada diri sendiri dan orang lain.

Sekalipun anak melakukan sebuah kesalahan, jangan langsung memarahinya. Langkah yang paling tepat untuk menanganinya yaitu menasehati dan memberi hukuman yang sekiranya bisa memberikan kesadaran kepada anak. Selain itu, penting juga untuk memberikan motivasi kepada anak. 

  1. Identitas Keagamaan

Identitas agama seorang anak berasal dari keluarganya, terutama orang tua. Tentunya peran orang tua dalam hal ini harus mengenalkan nilai-nilai agama dan keberadaan Sang Pencipta. Terutama untuk anak-anak, penyampaian tersebut harus dalam bahasa yang mudah dipahami. 

Tentunya untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut akan lebih mudah jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga harus memberikan contoh yang baik agar anak lebih mudah untuk menirunya. 

  1. Mendisiplinkan Anak

Meskipun kasih sayang dari orang tua sangat diperlukan oleh anak, tapi tetap saja harus menerapkan disiplin. Justru dengan membiarkan anak melakukan apapun yang disukainya dapat berdampak menjadi manja dan tidak bisa bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.

Semakin dini mengajarkan untuk disiplin, anak akan tumbuh menjadi orang yang bertanggungjawab. Contoh sederhananya mengajarkan anak untuk makan dan tidur tepat waktu. Bahkan, tidak ada salahnya juga untuk membuat jadwal harian anak. Demikian penjelasan mengenai peran orang tua yang dibutuhkan untuk kehidupan anak. Dari penjelasan ini bisa diambil kesimpulan jika karakter anak dibentuk dari didikan dan peran orang tua. Begitu juga sebaliknya, jika orang tua tidak melakukan perannya dengan baik, karakter yang terbentuk juga tidak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Memahami Gigi Bayi dan Seluk Beluk Pertumbuhannya

Gigi merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Selain berfungsi untuk mengunyah, keberadaan gigi juga bisa menambah estetika wajah. Karena itu, setiap fase perkembangannya—mulai dari gigi bayi sampai dewasa—harus diperhatikan dengan baik, terutama oleh para ibu.

Gigi bayi atau gigi susu bia

 

Please Subscribe

Bantu Kami memberikan artikel berkualitas dengan berlangganan konten premium Kami.

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Panduan MPASI dan Makanan yang Direkomendasikan

MPASI merupakan singkatan dari makanan pendamping ASI yang biasanya diberikan pada bayi di atas 6 bulan. Makanan ini diperlukan sebagai tambahan nutrisi untuk si kecil. Panduan MPASI ini juga sudah direkomendasikan oleh WHO menganjurkan minimal 4 bulan dan jika memungkinkan 6 bulan pertama.

Kapan Anak Mulai Diberi MPASI?

Sebagaimana yang telah dianjurkan oleh WHO bahwa pemberian MPASI disarankan untuk anak berusia 4 sampai 6 bulan asalkan memiliki catatan atau tanda. Syarat pertama yakni berat badan anak tidak cukup bertambah meskipun sudah diberikan ASI.

Sedangkan syarat kedua adalah anak sudah menunjukkan tanda kelaparan meskipun sering diberikan ASI. Dua hal tersebut menjadi tanda bahwa anak sudah siap untuk mendapatkan MPASI. Namun, jika tidak mengalami tanda-tanda di atas maka jangan terlalu memaksakan diri.

Sebisa mungkin hindari memberikan makanan pendamping ASI terlalu dini. Jangan lupa untuk konsultasikan kepada dokter anak apakah sudah diizinkan atau belum. Meskipun makanan pendamping sudah diberikan kepada anak namun ASI tetap harus diberikan hingga si kecil berusia 2 tahun.

Panduan MPASI Menurut WHO

WHO tidak menyarankan pemberian menu tunggal 14 hari termasuk pemberian jenis makanan tertentu. Karena gizi seimbang sudah seharusnya diperkenalkan sejak hari pertama bayi mendapatkan makanan pendamping. 

Berikut ini panduan MPASI yang disarankan oleh WHO:

Anjuran Jenis Makanan

Tujuan utama memberikan makanan pendamping ASI kepada si kecil adalah untuk mencukupkan kadar mikronutrien dan makronutrien pada bayi yang tidak hanya sekedar membuatnya kenyang. Jika hanya memberikan buah atau sayur murni saja, maka kebutuhan gizi mikro dan makro akan kurang tercukupi.

Zat gizi mikro yang dibutuhkan tubuh dan harus terpenuhi dengan baik terdiri dari vitamin A, vitamin B, vitamin C, mineral, zat besi, kalsium, dan lain sebagainya. Pemberian makanan yang harus diutamakan saat MPASI berupa protein, karbohidrat, lemak, serta sayur dan buah untuk memenuhi gizi makro.

Bolehkah Memberikan Makanan Instan?

Karena kesibukan orang tua, terkadang masih banyak yang memberikan MPASI intan kepada sang buah hati. Sebaiknya jangan terlalu mengandalkan menu MPASI instan dan usahakan untuk tetap menyiapkan makanan pendamping sendiri agar Anda paham betul kecukupan gizi untuk dikonsumsi.

MPASI buatan pabrik memang bisa dijadikan sebagai pilihan karena di dalamnya terdapat kandungan zat besi, mikronutrien, dan lainnya. Namun, jangan dibiasakan setiap hari karena gizi yang real dari makanan murni seperti sayur dan buah secara langsung akan lebih baik untuk si kecil.

Jadikan Menu Tunggal Sebagai Snack

Menu tunggal yang dimaksud di sini adalah makanan yang tidak diolah atau dicampur dengan bahan makanan lainnya. Menu tunggal sebaiknya cukup dijadikan snack dan jangan mengandalkannya sebagai menu utama. Menu ini diperlukan untuk mengenalkan jenis makanan secara berkala kepada anak.

Perlu diketahui bahwa alergi makanan pada anak sangat mudah ditebak meskipun sifatnya jarang. Anda bisa memberikan menu tunggal berupa buah-buahan maupun sayur yang bisa dikonsumsi langsung si kecil. Bisa dengann merebusnya atau mengolahnya menjadi bubur agar mudah dikunyah dan ditelan.

Hindari Jus Buah Sebagai Menu MPASI

American Academy of Pdiatrics tidak menyarankan konsumsi jus buah untuk bayi yang masih berusia 0 – 12 tahun. Hal ini dikarenakan jus buah tidak memberikan kontribusi yang bagus untuk pola diet sehat si kecil. Lebih baik biarkan anak untuk mengkonsumsinya secara langsung dengan cara memotongnya.

Jika usianya sudah lebih dari satu tahun, baru Anda bisa memberikan jus buah namun tetap ada standarnya yakni maksimal ukuran 120 ml setiap harinya. Karena jika terlalu berlebihan mengkonsumsi jus buah, maka dapat menyebabkan berat badan si kecil sulit naik.

Jangan Menunda Mengenalkan Makanan yang Picu Resiko Alergi

Ikatan Dokter Anak Indonesia sudah menjelaskan bahwa presentasi alergi makanan pada anak hanya sekitar 6 – 8% saja. Sehingga tidak ada salahnya Anda mengenalkan berbagai jenis makanan pada si kecil. Jika semakin menunda mengenalkan makanan pada bayi, maka resiko alergi semakin tinggi.

Bahan makanan yang biasanya memicu terjadinya alergi seprti ayam, telur, susu, makanan laut, kacang-kacangan, dan lain sebagainya. Sebaiknya berkonsultasi kepada dokter atau ahli gizi terlebih dahulu jika ragu karena dokter biasanya akan memberi saran makanan apa yang cocok dan tidak.

Rekomendasi Menu Makanan Pendamping ASI

Agar anak tidak merasa bosan, maka Anda harus membuat menu yang bervariasi untuk MPASI setiap harinya. Cobalah beberapa jenis makanan yang mengandung nilai gizi tinggi untuk mengetahui apakah anak alergi atau tidak dan menyukai makanan tersebut atau tidak. Berikut ini rekomendasi menu MPASI:

Puree Alpukat dan Pisang

Pisang dan alpukat merupakan jenis buah-buahan yang sangat cocok untuk MPASI karena selain teksturnya lembut sehingga mudah dikunyah, kandungan gizinya juga cukup tinggi. Cara membuatnya pun sangat mudah, Anda tinggal menyiapkan pisang, alpukat, dan ASI atau susu formula.

Pertama cucui bersih buah alpukat dan pisang lalu kupas kulitnya. Ambil bagian dalam alpukat dan pisang kemudian blender masing-masing. Aduk kedua buah tersebut dan campur dengan ASI atau susu formula hingga merata. Pisang dan alpukat sangat bagus karena kaya vitamin dan mengandung antioksidan.

Puree Kentang, Brokoli, dan Kaldu Ikan

Brokoli dan kentang mengandung nutrisi berupa vitamin, protein, dan karbohidrat yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Bahan-bahan yang diperlukan juga mudah ditemukan. Cukup siapkan kentang, brokoli, dan ati ayam. Sebelum mengolahnya cuci bersih bahan-bahan tersebut terlebih dahulu.

Setelah itu, potong kentang dan brokoli menjadi beberapa bagian lalu kukus selama kurang lebih 10 menit. Rebus ati ayam hingga matang lalu blender semua bahan tersebut hingga halus agar anak bisa lebih mudah mengunyahnya. Ketika sudah memiliki gigi coba latih mereka mengkonsumsi tanpa harus dihaluskan.

Puree Ayam, Beras Merah, Buncis, dan Tahu

Kandungan gizi yang terdapat pada beras merah, ayam, tahu, dan buncis sangat bagus untuk menjaga keseimbangan nutrisi pada tubuh bayi. Anda cukup menyiapkan 2 genggam beras merah, 1 buah tahu sutra, 25 gram ayam cincang, 5 buncis, dan geprek bawang putih.

Langkah pertama membuat menu ini adalah dengan merendam beras merah selama setengah hari dan masak beras tersebut menjadi bubur. Kukus ayam dengan rebusan kaldu bawang putih selama kurang lebih 30 menit. Saring tahu, lumat, blender buncis, dan campur semua bahan tersebut menjadi satu.

Puree Oat dan Salmon

Makanan yang mengandung omega 3 tinggi sangat bagus untuk perkembangan otak anak. Salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan ini adalah salmon. Sementara itu, oat juga mengandung gizi yang sangat bagus berupa vitamin dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Siapkan bahan-bahan berupa oat, salmon, bawang putih yang digeprek, seledri, dan perasan air jeruk nipis. Lumuri ikan salom selama 10 menit dengan air jeruk nipi salu kukus bersama seledri dan bawang putih. Masak oat hingga matang lalu campur semua bahan dan blender hingga lunak.

Puree Daging, Kentang, Tomat, dan Wortel

Daging, kentang, wortel, dan tomat sangat bagus untuk dikonsumsi sebagai makanan pendamping ASI karena kaya akan vitamin yang tinggi. Siapkan semua bahan-bahan tersebut di atas termasuk bawang putih, daun bawang, dan bawang bombai secukupnya sebagai bumbu.

Setelah semua bahan siap, rebus bawang-bawangan yang sudah digeprek sebelum memasukkan daging sapi cincang. Tunggu hingga 30 menit dan sambil menunggu potong kentang dan wortel untuk dikukus selama 20 menit. Blender semua bahan hingga halus dan saring agar terpisah puree dan airnya.

Bubur Ikan Dori

Bubur ikan dori bisa menjadi salah satu menu pilihan yang bakal menjadi favorit anak. Karena selain cita rasanya gurih, tekstur ikan ini juga lembut sehingga mudah dikunyah dan ditelan oleh anak. Cukup siapkan ikan dori, beras putih, bawang bombai, seledri, jahe, dan air secukupnya.

Masak beras putih terlebih dahulu sampai matang dan aduk hingga nasi setengah lembek. Setelah itu, masukkan ikan dori, dan bahan-bahan lainnya. Jahe di sini memiliki fungsi untuk menghilangkan bau amis pada ikan. Aduk semuanya dan campur rata. Biarkan dingin lalu saring dan sajikan.

Puree Wortel dan Nasi Kentang

Kentang mengandung karbohidrat yang bagus buat tubuh. Sementara itu, wortel memiliki kandungan vitamin A yang sangat bagus untuk kesehatan mata anak. Siapkan nasi putih, seledri, kentang, wortel, dan susu formula atau ASI secukupnya. Cuci semua bahan terlebih dahulu hingga bersih.

Masak nasi putih untuk dijadikan bubur dan tambahkan seledri. Kukus kentang dan wortel sampai empuk. Lalu saring bahan-bahan yang telah dimasak tersebut setelah matang. Campurkan semua bahan yang sudah disaring dengan ASI atau susu formula dan aduk hingga rata.

Puree Bayam dan Jagung Manis

Bayam merupakan jenis sayuran yang kaya akan serat sehingga sangat bagus untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Jagung dan bayam menjadi olahan yang sangat ideal dan bisa menjadi favorit sang anak. Anda bisa memberikan menu ini untuk disajikan bersamaan dengan bubur nasi.

Siapkan jagung manis, daun bayam, dan air matang. Sebelum diolah, pastikan semua bahan-bahan tersebut sudah dicuci bersih lalu rebus jagung manis hingga empuk. Setelah empuk serut dan masukkan bayam ke air mendidih. Campur semua bahan dan blender hingga halus.

Apple Stew dengan Cinnamon

Apple stew dengan cinnamon bisa menjadi salah satu menu MPASI andalan Anda. Cinnamon dan apel menjadi kombinasi menu yang sangat menarik karena selain kandungan gizinya tinggi, aromanya juga menggugah selera. Cukup siapkan apel, air, dan bubuk kayu manis secukupnya.

Setelah semua bahan sudah bersih, kupas dan potong apel berbentuk dadu. Kukus irisan apel tersebut dan haluskan menggunakan food processor atau blender. Saring apel menggunakan alat penyaring dan tambahkan bubuk kayu manis secukupnya. Aduk hingga rata dan menu apple stew siap disajikan.

Memperhatikan panduan MPASI sangatlah penting bagi orang tua yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tujuannya agar kandungan gizi yang dibutuhkan oleh anak benar-benar tercukupi dengan baik. Anda bisa mencoba berbagai menu di atas sebagai referensi. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top