Parenting

Pemberian Buah pada Masa MPASI Sebaiknya Jangan Awal, Buah Justru Berada di Urutan Paling Akhir

Beberapa orangtua, khususnya ibu, mungkin pernah mengalami kebingungan ketika anak memasuki masa MPASI. Salah satu yang sering membuat dilema adalah menu makan apa yang seharusnya diberikan kepada anak di hari pertama mereka makan.

Pemberian Pisang dan buah kurang tepat, mengapa?

Tak bisa dipungkiri, sekarang ini masih banyak orangtua memberikan anaknya pisang, alpukat atau buah dan sayuran lainnya ketika anak mulai belajar makan. Kebiasaan ini terjadi turun-menurun seolah sudah menjadi warisan nenek moyang.

Ternyata itu kurang tepat. Kenapa? Menurut dr. Tiwi, seperti, sebaiknya bayi berusia 6 bulan tidak diberikan buah semacam pisang sebagai pengenalan MPASI tahap awal. “Kebanyakan orang memberikan buah sebagai MPASI. Padahal, yang pertama penting dikenalkan itu adalah karbohidrat,” kata dr. Tiwi.

Urutan Pemberian MPASI: karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan barulah buah.

Orang dewasa perlu banyak makan serat, baik dari sayur maupun buah, agar pencernaannya lancar. Berbeda dengan orang dewasa, untuk bayi, buah dan sayuran justru urutan terakhir. Mengapa? karena pencernaan bayi masih susah untuk menerima serat. Ingat, sistem pencernaan orang dewasa tidak sama dengan sistem pencernaan bayi, khususnya yang di bawah 12 bulan.

Jadi buah justru berada di urutan paling akhir untuk dikenalkan kepada bayi. Jadi, urutan asupan yang sebaiknya diperkenalkan pada bayi dalam tahapan MPASI pada masa-masa awal adalah karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan barulah buah.

Mengapa buah sebaiknya tidak diberikan kepada bayi

Dalam bukunya berjudul Sehat lezat Olah Saji, dr. Tiwi, juga menjelaskan bahwa buah sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena buah tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi pada awal pemberian MPASI.

Selain itu, buah juga umumnya memiliki rasa manis. Jika bayi sudah lebih dulu dikenalkan pada rasa manis, ia seringkali akan enggan menerima makanan lain yang rasanya tawar atau bahkan amis seperti ikan.

Sebagai solusinya, Bunda bisa berikan sereal dengan mencampurkan pada buah

Bunda bisa memberikan buah pada Si Kecil jika ia sudah mencoba berbagai jenis karbohidrat, seperti beras, kentang, ubi, dan labu kuning, namun tetap menolak. Sebagai solusinya, Bunda bisa berikan sereal dengan mencampurkan pada buah untuk menambah sedikit rasa manis pada karbohidrat yang biasanya berasa tawar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tahapan Pemberian Makanan Pendamping Asi Berdasarkan Rentang Usia

jadwal pemberian makan bayi

Ayah dan Bunda perlu memerhatikan waktu pemberian, frekuensi, porsi atau jumlah, jenis atau pemilihan bahan makanan dan sebagainya agar kebutuhan gizi terpenuhi, . Tentunya pemberian MPASI dilakukan secara bertahap, sesuai dengan tingkat usia bayi. Dimulai dari makanan berstektur lunak (seperti bubur susu, lalu bubur saring), lembek (bubur biasa, lalu nasi tim), hingga padat (nasi biasa/makanan keluarga).

Penting orangtua mengetahui urutan-urutan untuk memperkenalkan makanan pendamping ASI pada bayi. Memperkenalkan satu persatu jenis makanan dengan urutan yang benar bertujuan agar ia dapat menerima semua jenis makanan tersebut dengan baik. Simak tips sayangaianak.com yang dishare dalam infografis: Urutan Memperkenalkan MPASI yang Baik.

jadwalpemberianMPASI
*Usia 6-7 bulan

Berikut ini tahapan pemberian MPASI berdasarkan rentang usia seperti dikutif dari health.kompas.com:

Pemberian MPASI berguna untuk merangsang tumbuhnya gigi, melatih kemampuan motorik yaitu saat ini memegang makanan sendiri (finger good).Untuk tahap awal, bayi diberikan makanan lunak dan cair seperti bubur susu dan biskuit. Bubur susu dapat dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan ASI. Selingi dengan tepung beras merah, kacang hijau, atau labu kuning. Berikan dalam jumlah sedikit, lalu secara bertahap kentalkan dan tambah jumlahnya. Kenalkan makanan satu demi satu pada bayi, hindari dicampur. Tunggu beberapa hari untuk mengenalkan makanan baru lainnya. Ini untuk melihat apakah bayi alergi terhadap makanan itu atau tidak.

Kemudian bayi dapat diberikan buah-buahan seperti pisang raja, pisang ambon, jeruk, labu dan papaya. Pilih buah yang baik dan tak bergetah untuk menghindari diare. Buat jus dengan campuran susu atau buah dikonsumsi sebanyak dua sendok makan sekali makan dan dua kali sehari. Setiap jenis buah diberikan 2-3 hari berturut-turut agar si kecil mengenal rasanya. Selanjutnya dikenalkan buah lain.

Setelah ia mengenal rasa buah, kemudian ditambahkan bubur susu. Beri ia satu kali buah lumat dan satu kali bubur susu. Gunakan sendok kecil untuk menyuapkan bubur. Bila ia enggak makan, hindari memaksa tapi coba bujuk sehingga ia kembali mau makan atau tunda di waktu lain ketika ia merasa lapar.

Kemudian pada usia 7 bulan, selain bubur susu dan buah, mulai diberi bubur saring. Pilih bahan makanan sumber karbohidrat, seperti beras, kentang, makaroni, kacang hijau, atau roti. Lalu dilengkapi protein hewani maupun nabati serta sayuran. Protein hewani bisa didapat dari kuning telur. Campur bahan-bahan tersebut, lalu diblender agar halus atau diulek di atas saringan. Untuk tahap awal, berikan 2 sendok makan sekali makan untuk 2-3 kali sehari. Selanjutnya tingkatkan jumlahnya sampai setidaknya 7 sendok makan.

Berikut Contoh Jadwal MPASI bagi usia 6-7 bulan:

Pukul 06.00-07.00 atau setelah bangun tidur ASI
Pukul 09.00 : bubur susu
Pukul 11.00-12.00 : buah
Pukul 14.00 : bubur susu
Pukul 17.00 : buah atau biskuit yang dicampur susu
Pukul 18:00 : ASI

*Usia 8-9 bulan

Saat ini pencernaan bayi sudah lebih kuat dan bisa dikenalkan dengan makanan yang lebih padat. Selain bubur susu berbahan buah atau tepung, lengkapi dengan bubur saring. Pada tahap usia ini dapat diberikan bubur dengan jumlah pemberian minimal 8 sendok makan untuk sekali makan. Kenalkan makanan selingan seperti bubur kacang hijau, pudding dari susu dan buah atau biskuit dan lainnya.

Lalu, secara bertahap tambahkan kandungan gizi dalam bubur dengan zat lemak seperti santan, margarin, atau minyak kelapa. Lemak dapat menambah kalori makanan, juga memberi rasa gurih dan mempertinggi penyerapan vitamin A serta zat gizi lain yang larut dalam lemak. Selain telur, sumber protein hewani bisa didapat dari daging ayam atau daging sapi, serta ikan. Variasikan bahan makanan secara bergantian sehingga si kecil terhindar dari masalah sulit makan seperti hanya mau makan dengan menu tertentu atau pilih-pilih makanan.

Berikut contoh Jadwal MPASI usia 8-9 bulan:

Pukul 06.00-07.00 atau setelah bangun tidur: ASI
Pukul 09.00 : bubur susu (berbahan buah atau tepung)
Pukul 11.00-12.00 : bubur saring
Pukul 14.00 : bubur susu (berbahan buah, tepung atau biskuit)
Pukul 17.00 : bubur saring
Pukul 18:00 : ASI

*Usia 10-12 bulan

Si kecil mampu mencerna makanan semi padat berupa nasi tim. Kenalkan pada makanan keluarga secara bertahap. Bentuk dan kepadatan nasi tim diatur secara berangsur mendekati makanan keluarga. Nasi tim dibuat dari beras dan dilengkapi protein hewani dan nabati: ikan, hati ayam, ceker ayam, tempe, tahu, telur, daging ayam dan sapi, serta sayur-sayuran. Tambahkan bumbu alami dalam nasi tim, misalnya ikan ditumis dengan bawang putih dan mentega, sayur sup dimasak dengan bawang merah, bawang putih, dan daun bawang.

Campurkan ke dalam makanan lembek lauk pauk dan sayuran secara bergantian.Lauk pauk sebaiknya diolah terpisah. Karena bila dicampur, lalu dihangatkan berulang-ulang, maka gizinya akan berkurang. Berikan makanan selingan bergizi seperti bubur kacang hijau, biskuit, atau buah-buahan seperti pisang, jeruk dan pepaya. Jadi perkenalkan dengan beraneka ragam makanan.. Pengenalan berbagai bahan makanan sejak dini akan berpengaruh baik terhadap kebiasaan makan yang sehat di kemudian hari.

Berikut contoh Jadwal MPASI bagi usia 10-12 bulan:

Pukul 06.00 atau setelah bangun tidur: ASI
Pukul 08.00 : bubur susu
Pukul 10.00 : buah atau biskuit
Pukul 12.00 : nasi tim
Pukul 13.00 : ASI
Pukul 14:00 : biskuit
Pukul 16.00 : ASI
Pukul 18:00 : nasi tim
Pukul 19:00 : ASI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top