Kelas Online

Pembentukan Karakter Anak di Usia Dini

Membangun karakter anak merupakan salah satu tanggung jawab penting yang wajib dimiliki orangtua. Meski sekolah memberi pendidikan karakter dengan menanamkan nilai-nilai yang baik pada diri anak, orangtua tetap memegang peran utama dalam pengembangan karakter anak.

Untuk tahu apakah pola asuh yang Bunda lakukan sudah baik dan bisa mendukung pembentukan karakter anak.

Yuk, ikut #BelajarSayangiAnak tentang ‘Pembentukan Karakter Anak di Usia Dini’ dalam #sayangianakkulwap bersama:

Ivayana C Wichayanti @ivacwicha, Seorang Mom Blogger & Parenting Enthusiast
📆 Minggu, 19 Desember 2021
⏰ Jam 10.00 – Selesai
📌 Via WhatsApp Group

Cara daftarnya, 𝘄𝗮𝗷𝗶𝗯 𝗳𝗼𝗹𝗹𝗼𝘄 𝗮𝗸𝘂𝗻 𝗜𝗻𝘀𝘁𝗮𝗴𝗿𝗮𝗺 @sayangianakcom dan @ivacwicha dan isi data diri pada bit.ly/SayangianakKulwap19Des atau klik link di bio kami!

Yuk Bun, ikutan! GRATIS!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kelas Online

Dukung Pemenuhan Nutrisi Si Kecil, KRAFT Luncurkan #KejuAsliCheck

Keju cheddar merupakan produk turunan susu yang diketahui dapat melengkapi nutrisi harian. Oleh karena itu, tidak heran jika kreasi berbahan keju cheddar banyak dipilih para Ibu untuk membuat sajian lezat bernutrisi bagi buah hati. Namun, ternyata masih banyak para ibu yang belum tahu, bahwa tidak semua keju cheddar di pasaran menggunakan keju cheddar sebagai bahan baku utama. Menyadari hal tersebut, Keju KRAFT yang merupakan salah satu brand unggulan dari Mondelēz  Indonesia, mengajak para Ibu untuk lebih pintar dalam memilih keju cheddar dengan komposisi bahan yang tepat dan berkualitas dengan menghadirkan kampanye #KejuAsliCheck. Sehingga para ibu bisa memastikan kandungan gizi yang optimal dalam proses tumbuh kembang buah hati.

Hal tersebut sejalan dengan hasil survei KRAFT terhadap konsumen yang mengungkap bahwa, 50 persen responden yang merupakan para ibu mengatakan sering mengkonsumsi keju (1 sampai 7 kali dalam seminggu). Namun, lebih dari 61 persen  tidak tahu jika produk keju cheddar di pasaran tidak semuanya berbahan utama keju cheddar.Selain itu, terungkap juga bahwa 77 persen ibu mengaku terbiasa melihat label pangan. Akan tetapi, lebih dari 48 persen  tidak tahu cara membaca susunan komposisi dengan benar.

Dian Ramadianti selaku Senior Marketing Manager Keju KRAFT menjelaskan, kampanye #KejuAsliCheck ini merupakan inisiatif dari KRAFT, sebagai panduan yang memudahkan para ibu dalam membaca label pangan pada kemasan keju cheddar. Terlebih, tidak semua produk keju cheddar di pasaran berbahan utama keju cheddar. “Melalui kampanye ini KRAFT ingin memberikan edukasi kepada semua Ibu di seluruh Indonesia terkait kandungan nutrisi keju cheddar dengan komposisi yang tepat dan berkualitas. Kampanye #KejuAsliCheck dapat diterapkan melalui dua cara mudah, yaitu dengan memastikan keju pada urutan pertama komposisi (bukan air atau tepung) dan memiliki klaim nutrisi pada kemasan,” jelas Dian.

Di Indonesia, pencantuman label pada produk pangan olahan diatur dalam Peraturan Badan POM No. 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, untuk memberikan informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat tentang setiap produk pangan yang dikemas, sebelum membeli dan atau mengonsumsi pangan. “Hadirnya kampanye #KejuAsliCheck ini juga sesuai dengan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), yaitu komposisi bahan baku pada label pangan diurutkan berdasarkan jumlah, dari kandungan yang tertinggi ke rendah. Oleh karena itu, komponen pertama pada komposisi produk keju cheddar idealnya adalah keju cheddar, bukan air ataupun bahan lainnya,” tegas Dian.

Dr. Rita Ramayulis DCN M.Kes selaku Nutritionist menjelaskan, nutrisi sendiri tentunya memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung proses tumbuh kembang buah hati. Terlebih pada masa pandemi, karena kekurangan nutrisi dapat membuat kekebalan tubuh anak menjadi tidak optimal dan dikhawatirkan menjadi lebih rentan terhadap infeksi virus. “Berbagai manfaat yang diberikan oleh keju cheddar tentu tak lepas dari kandungan nutrisi yang ada di dalamnya, seperti kalsium, protein, dan vitamin D. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi Ibu untuk memastikan keju cheddar dengan komposisi yang tepat dan berkualitas,” jelas Dr. Rita.

Penelitian dari National Library of Medicine menunjukkan bahwa produk olahan susu kaya kalsium, salah satunya keju cheddar terbukti dapat meningkatkan kepadatan tulang anak. “Selain itu, keju cheddar juga bisa berperan sebagai sumber energi yang tinggi kalori agar buah hati bisa terus bergerak dan tidak mudah merasa lelah,” tambah Dr. Rita.

Bunga Citra Lestari selaku Mom Influencer punsetuju bahwa penting bagi Ibu untuk memastikan keju cheddar dengan komposisi yang tepat dan berkualitas. “Ibu memiliki peran penting dalam menentukan pola konsumsi rumah tangga, mulai dari menetapkan menu, memilih bahan, sampai memasak dan menyajikannya. Oleh karena itu, ketelitian para Ibu dalam memilih keju cheddar yang tepat sangatlah dibutuhkan untuk memastikan kandungan gizi yang optimal dalam proses tumbuh kembang buah hati,” jelas Bunga.

Salah satu kreasi menu berbahan keju cheddar KRAFT yang mudah diterapkan, yaitu sandwich keju. “Sajian ini bisa menjadi pilihan menu sarapan praktis yang lezat dan bernutrisi bagi buah hati. Keju cheddar yang baik biasanya sudah memberikan rasa lezat gurih yang istimewa. Namun, bisa juga dikombinasikan dengan bahan kegemaran anak, seperti telur, daging ham, sosis, irisan tomat, dan daun selada,” jelas Bunga.

Keju cheddar yang dihadirkan oleh KRAFT telah memenuhi semua kriteria sesuai kampanye #KejuAsliCheck, yaitu berbahan utama Keju Asli New Zealand padaurutan pertama, serta dilengkapi nutrisi Calcimilk yang kaya akan kalsiumprotein dan Vitamin D. Berbagai keunggulan yang dimiliki oleh keju cheddar KRAFT ini juga dapat dilihat langsung pada kemasan, sehingga akan memudahkan para Ibu dalam memastikan manfaatnya bagi buah hati. Selain itu, keju cheddar KRAFT juga memiliki rasa lezat dengan gurih keju yang khas, serta tanpa perisa tambahan.

Mengkonsumsi keju cheddar KRAFT secara rutin bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, karena dapat memenuhi 30 persen kebutuhan kalsium harian, sumber vitamin D dan protein yang merupakan salah satu komponen esensial dalam tumbuh kembang anak. Menjadikannya sebagai pilihan yang tepat bagi Ibu pintar dalam menyajikan hidangan lezat bernutrisi bagi buah hati. “Berbekal semangat ‘Ibu Pintar Lengkapi Nutrisi’ KRAFT senantiasa akan terus menghadirkan produk berkualitas guna menginspirasi para Ibu dalam menghadirkan sajian lezat penuh nutrisi bagi buah hati,” tutup Dian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Event

Gerakan Biskuat #GenerasiTiger Ajak Orangtua Dukung Pengembangan Kekuatan dari Dalam Anak

Bagi setiap orang tua, anak adalah kebanggaan mereka. Mereka senang untuk berbagi prestasi anak-anak mereka di depan orang lain. Tentunya setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, termasuk mendorong anaknya dapat berprestasi agar sukses di masa depan. Namun di sisi lain, banyak orang tua mulai menyadari bahwa untuk menjadi sukses di masa depan setiap anak juga membutuhkan kekuatan dari dalam. Memahami hal tersebut, Biskuat, sebagai salah satu brand unggulan dari Mondelēz Indonesia, mempersembahkan Gerakan Inisiatif Biskuat #GenerasiTiger karena Biskuat percaya bahwa setiap anak memiliki potensi tak terbatas di luar apa yang terlihat.

Maggie Effendy selaku Head of Marketing Mondelez Indonesia menjelaskan, Biskuat #GenerasiTiger merupakan Gerakan yang diluncurkan oleh Biskuat untuk mendorong orang tua memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kekuatan dari dalam. “Melalui Gerakan Inisiatif Biskuat #GenerasiTiger, Biskuat mengajak para orang tua, guru, pemerintah, serta masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menciptakan Generasi Tiger Indonesia yang tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, nilai akademis, perolehan medali dalam kompetisi tetapi juga kekuatan dari dalam anak yang sesungguhnya”, jelas Maggie.

Salah satu tolak ukur keberhasilan anak-anak di masa depan adalah menumbukan kekuatan dari dalam yaitu kekuatan yang bukan hanya secara fisik atau akademis saja namun juga kuat secara mental yang tercermin dari kekuatan karakter, seperti berani, percaya diri, baik hati dan tangguh. Karakter inilah yang dapat membentuk kekuatan dan potensi anak yang sesungguhnya. Kekuatan tersebut terbentuk di masa pertumbuhannya dan para orang tua dan pendidik memiliki peran penting dalam masa-masa tersebut.

Kak Seto selaku Brand Ambassador Biskuat #GenerasiTiger, Psikolog Anak, serta Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menerangkan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan setiap anak. “Setiap anak memiliki kekuatan dari dalam serta potensi yang tak terbatas di luar apa yang terlihat. Agar dapat mengeluarkan kekuatan dari dalam dan potensi tersebut, anak-anak membutuhkan dukungan dari orang tuanya sehingga menjadi lebih optimal dan berguna bagi perkembangan anak-anak di masa depan,” terang Kak Seto.

Menanggapi pernyataan Kak Seto, Mona Ratuliu selaku Mom Influencer menjelaskan bahwa setiap anak yang berprestasi tentu akan menjadi kebanggaan orang tuanya. “Namun selain dari prestasi, sebagai orang tua saya percaya bahwa yang terpenting dalam masa pertumbuhan anak adalah menanamkan karakter, seperti berani, percaya diri, baik hati, dan tangguh. Penanaman karakter ini akan mendukung keberhasilan anak-anak karena kedepannya mereka dapat menggali kekuatan dari dalam untuk mengembangkan potensi diri masing-masing,” jelas Mona.

Lebih lanjut lagi, Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA. selaku Salah satu Ketua Pengurus Besar PGRI dan Ketua PGRI Smart Learning and Character Center menjelaskan, kekuatan dari dalam telah diimplementasikan dengan baik di sekolah-sekolah di Indonesia. “Melalui Pendidikan Karakter yang dilakukan dalam ruang lingkup sekolah, para guru senantiasa mendorong anak didiknya untuk menjadi pribadi yang berkarakter. Hal ini diimplementasikan oleh para guru saat berinteraksi dengan anak didik sehingga mereka dapat terus menggali kekuatan dari dalam,” jelas Richardus Eko Indrajit. Hal ini senada dengan pernyataan Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd. selaku Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengungkapkan bahwa peserta didik harus memiliki kekuatan dari dalam yang tercermin dari pribadi yang cerdas dan berkarakter, dimana cerdas dan berkarakter merupakan ciri dari pelajar Pancasila.

Sebagai wujud nyata untuk mendorong terciptanya Generasi Tiger Indonesia, Biskuat menghadirkan Komitmen Bersama Biskuat #GenerasiTiger yang dapat ditandatangani oleh para orang tua di Indonesia. Komitmen Bersama Biskuat #GenerasiTiger bertujuan untuk mengajak para orang tua bersama-sama memberikan dukungan serta menggali potensi anak lebih dalam sehingga setiap anak dapat memiliki kekuatan dan potensi yang sesungguhnya yang penting untuk perkembangan dan masa depannya.

Komitmen Bersama Biskuat #GenerasiTiger berlangsung dari 21 September 2021 hingga 13 November 2021 dan dapat diakses melalui www.generasitiger.com, lalu mengisi data diri di kolom yang tersedia, serta klik DUKUNG SEKARANG!.

Gerakan Inisiatif Biskuat #GenerasiTiger yang merupakan hasil kolaborasi dengan creative partner kami, Publicis Groupe Indonesia – Leo Burnett and SPARK Foundry, kami harapkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia, khususnya para orang tua. Kami juga ingin mengajak para orang tua, guru, pemerintah, serta masyarakat Indonesia untuk menjadi bagian dari perubahan dalam mendukung dan menemukan potensi anak yang sesungguhnya, serta bersama-sama menciptakan Generasi Tiger Indonesia yang tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, nilai akademis, perolehan medali dalam kompetisi tetapi juga kekuatan dari dalam yang sesungguhnya,” tutup Maggie.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Event

Mondelēz Indonesia ajak UMKM, Kreatif Kembangkan Bisnis Kuliner Kekinian

Pandemi COVID-19 turut berdampak ke berbagai sektor, tanpa terkecuali bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner. Padahal, usaha kuliner merupakan salah satu dari 17 sub sektor ekonomi kreatif yang menjadi penyumbang terbesar struktur Produk Domestik Bruto (PDB), yakni 41% dari keseluruhan sektor ekonomi kreatif tersebut. Memahami kondisi ini, melalui inisiatif #DukungUMKMKuliner, Mondelez Indonesia dengan didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Go Food, Sahabat UMKM, dan Natural Cooking Club, turut mendukung pengembangan UMKM kuliner melalui inspirasi kreativitas kuliner ‘kekinian’ yang dapat meningkatkan penjualan dan bisnis mereka.  

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung penuh inisiatif yang dilakukan oleh Mondelez Indonesia. “Kami turut menyambut baik hadirnya inisiatif #DukungUMKMKuliner ini untuk menginspirasi para pelaku UMKM agar dapat mengembangkan bisnisnya secara lebih kreatif, diantaranya melalui pengembangan menu-menu kuliner ‘kekinian’. Saya yakin pelatihan yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini akan dapat menginspirasi para pelaku UMKM Kuliner, termasuk bagaimana secara kreatif memanfaatkan teknologi digital dan digital marketing untuk mempromosikan bisnis mereka,” terang Sandiaga.

Prashant Peres selaku President Director Mondelez Indonesia menjelaskan, “Hadirnya inisiatif #DukungUMKMKuliner ini merupakan salah satu tanggung jawab sosial #MondelezUntukIndonesia, untuk membagikan pengetahuan terkait tren kekinian dunia kuliner, utamanya camilan dan dessert, kepada para pelaku bisnis kuliner UMKM sebagai salah satu stakeholder terpenting kami, sehingga pengetahuan ini dapat mereka manfaatkan untuk meningkatkan bisnis,”ujar Prashant.

Kebiasaan masyarakat dalam mengkonsumsi kuliner atau camilan, kini terus berkembang menjadi bagian dari gaya hidup. Hal ini didukung oleh hasil survei konsumen Mondelez International The State of Snacking 2020 yang menyebutkan bahwa pandemi telah meningkatkan kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia. Selain itu, terungkap juga bahwa 77 persen responden mencari makanan baru selama pandemi dan 54 persen mendapatkan ide makanannya dari media sosial. “Dari sisi bisnis, tren tersebut tentu menjadi peluang tersendiri bagi pelaku UMKM kuliner untuk terus mengembangkan usahanya, termasuk membuka peluang dari media sosial,” tambah Prashant.

Faisal Hasan Basri selaku Sekretaris Jenderal Sahabat UMKM setuju bahwa UMKM kuliner memiliki kesempatan yang besar untuk terus berkembang, seiring dengan meningkatnya kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi camilan. Namun disisi lain UMKM kuliner juga menghadapi tantangan yang cukup rumit. “Disinilah diperlukan adanya kolaborasi antara pelaku UMKM kuliner dengan berbagai pihak, baik bersama pemerintah maupun sektor swasta untuk bersama-sama dapat mengatasi tantangan tersebut,” jelas Faisal.

Sejalan dengan hasil survei, Fatmah Bahalwan selaku Chef dan Penggiat UMKM Kuliner mengamati bahwa kuliner ‘kekinian’ menjadi salah satu yang kini semakin digemari masyarakat. Kuliner kekinian dapat diasosiasikan dengan kuliner baru dan menarik yang populer di sosial media, yang seringkali menambahkan bahan-bahan yang memang sudah populer seperti keju atau cokelat. “Dengan didukung ide kreatif, bahan makanan yang sederhana bisa menjadi istimewa, sehingga meningkatkan peluang peningkatan harga jualnya. Salah satu tips meningkatkan kelas kuliner menjadi ‘kekinian’ adalah memadukannya dengan bahan-bahan populer berkualitas tinggi yang 

sudah pasti disukai masyarakat. Sebagai contohnya adalah menggunakan keju KRAFT, Oreo crumb, ataupun cokelat Cadbury,” ungkap Fatmah.

Affan Achmad Affandi selaku Founder Martabak Orient, Perwakilan GoFood Partner Sukses menguraikan cara kreatif membangun bisnis dengan kuliner ‘kekinian’ sehingga dapat menarik minat konsumen dan meningkatkan penjualan walaupun berada di kondisi pandemi yang tidak mudah. “Kita harus kreatif menangkap kesempatan dengan memahami tren pasar agar dapat bertahan dan bangkit di tengah kondisi yang menantang, penting untuk memahami tren dan preferensi pelanggan dalam mengkonsumsi kuliner. Martabak Orient juga selalu berusaha untuk menggunakan sosial media sebagai upaya promosi dan bergabung di GoFood agar bisa mempromosikan berbagai produk dan membuka akses ke pelanggan seluas-luasnya, ” jelas Affan.

Sebagai wujud nyata dalam memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM kuliner, Mondelez Indonesia akan mengadakan sebuah pelatihan dalam bentuk virtual yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 September 2021 bertajuk “Kreatif Kembangkan Bisnis Kuliner Kekinian”. Berbagai materi akan diberikan selama pelatihan tersebut, mulai dari pengembangan kreativitas dalam menghadirkan menu kuliner kekinian, hingga pemanfaatan digital marketing sebagai ujung tombak strategi promosi usaha terutama di masa pandemi, serta berbagai tips pengembangan usaha dari para ahlinya. Para pelaku UMKM kuliner dapat mendaftarkan diri pada pelatihan ini melalui tautan https://bit.ly/WorkshopUMKMMondelez paling lambat tanggal 4 September 2021.

Selain melalui pelatihan, Mondelez Indonesia juga menghadirkan berbagai inspirasi menu kekinian guna mengembangkan kreativitas pelaku UMKM melalui website www.snacks-desserts.id yang dapat diakses dengan mudah setiap saat. “Dukungan terhadap UMKM kuliner ini sejalan dengan tujuan perusahaan, yakni ‘Empower People to Snack Right’ dimana Mondelez International berkomitmen membuat produk-produknya dengan cara yang tepat, termasuk dalam memberdayakan masyarakat dan komunitas di sepanjang rantai bisnis. Kami berharap inisiatif ini turut meningkatkan bisnis UMKM kuliner, sekaligus mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional,” tutup Prashant.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top