Event

Peluncuran 15 Dongeng Asli Indonesia, untuk Rayakan Hari Anak Nasional 

Membesarkan buah hati adalah kebahagian yang juga penuh tantangan. Sebagai orangtua kita tentu akan berupaya untuk memberikan segala yang terbaik untuk mereka. Memastikan nutrisi yang cukup, kasih sayang dan cinta, serta stimulasi yang tepat sesuai dengan usianya.

Benar Bun, terlalu fokus pada pemenuhan nutrisi kadang kita lupa jika stimulasi juga jadi salah satu hal yang sangat dan diperlukan oleh anak. Dan ternyata kegiatan mendongeng adalah salah satu cara yang tepat untuk memberikan stimulasi yang baik untuk anak. 

Menurut dra. Ratih Ibrahim, M.M., yang juga seorang Psikolog Klinis selain stimulasi dongeng juga akan mempererat hubungan kita dan si kecil. 

Kiri-kanan :Lydia, dra.Ratih, Dr.Murti, Daniel Mananta

Kiri-kanan :Lydia, dra.Ratih, Dr.Murti, Daniel Mananta

“Mendongeng proses stimulasi yang menyenangkan untuk buah hati, serta dapat membantu mempererat hubungan orangtua dan anak sambil menanamkan nilai-nilai moral yang positif bagi pembentukan karakter anak unggul Indonesia ke depannya,” katanya dalam acara peluncuran ‘Dongeng Aku dan Kau’ oleh Dancow di Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2019). 

Inilah yang kemudian memicu Dancow Advanced Excelnutri+ meluncurkan ‘Dongeng Aku dan Kau’ dalam rangka perayaan Hari Anak Nasional yang akan diperingati pada 23 Juli mendatang. Dihadirkan sebagai bentuk kontribusi dalam melestarikan kekayaan budaya dan nilai-nilai asli masyarakat Indonesia. Gerakan ini juga mendapat sambutan yang baik oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

Lydia Sahertian, selaku Brand Manager DANCOW Advanced Excelnutri+ mengatakan ada alasan mengapa pihaknya akhirnya memilih cerita-cerita asli Indonesia dalam ‘Dongeng Aku dan Kau’ yang diluncurkan oleh Dancow. 

“Seperti yang kita ketahui anak-anak sekarang mungkin sudah banyak yang tidak mengenal dongeng-dongeng nusantara ya. Mereka sudah banyak mendengar cerita-cerita dari luar. Makanya, dalam rangka Hari Anak Nasional ini, Dancow dibantu dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Dancow meluncurkan ‘Dongen Aku dan Kau’ untuk seluruh anak-anak Indonesia”  Terang Lydia.

Lebih lanjut Lydia juga menjelaskan jika ada total 15 Cerita yang dihadirkan sesuai dengan tahapan usia para si kecil, 5 cerita untuk anak usia 1 tahun, 5 cerita untuk anak 3 tahun, dan 5 cerita untuk anak usia 5 tahun yang konon akan diluncurkan dalam bentuk kartu demi memudahkan Bunda dalam proses penyampaikan pada si kecil. Dan untuk dongeng yang berbentuk video bisa juga bunda lihat dengan mengunjungi dancowparentingcenter.com.  

Hadir dengan ilustrasi yang menarik dengan teks yang tidak terlalu banyak, Dancow berharap jika cerita-cerita asli Indonesia ini akan jadi salah satu upaya memperkenalkan dan mempertahankan budaya asli negeri sendiri pada anak dengan cara yang menyenangkan. 

“Sebagai mitra terpercaya orangtua Indonesia, serta sejalan dengan program KPPPA, Dancow mengajak para orangtua Indonedia untuk berperan aktif dalam proses tumbuh kembang optimal anak, dengan memberikan gizi seimbang yang akan melindungi si buah hati dalam bereksplorasi. Serta memberikan stimulasi yang tepat sesuai usia pertumbuhan,” tutup Lydia. 

Daniel

Menariknya, selain mendapat dukungan dari KPPPA, Dancow juga berkolaborasi dengan DAMN! I Love Indonesia. Dimana kolaborasi ini menghasilkan kaos Timun Mas yang merupakan salah satu tokoh dari 15 seri dongeng yang diluncurkan. 

“DAMN! I Love Indonesia hadir dengan semangat untuk memperkenalkan Indonesia dengan cara yang Revolusioner. Kali ini kolaborasi untuk menyampaikan kearifan lokal dalam dongeng anak dengan media baru, seperti kaos. Nilai keberanian dan pantang menyerang dalam dongeng Timun Mas disampaikan melalui ilustrasi dan karakter dalam koleksi kolaborasi ini, dengan design lucu dan menarik” ujar Daniel Mananta, CEO DAMN! I Love Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Untuk Orangtua yang Sering Mengancam atau Menakut-nakuti Anaknya

“Adik, jangan naik ke atas meja! nanti jatuh, nggak akan mama tolong ya!” 

“Jangan ganggu adik, nanti Ayah/Bunda marah!” 

Bunda merassa cukup familiar dengan beberapa kalimat diatas? Sering Bunda dengar atau bisa jadi bunda yang mengatakannya pada si kecil di rumah? Iya, kami paham. Jika pada beberapa kesempatan si kecil mungkin bersikap menyebalkan atau membuat kita marah. Tapi meresponnya dengan kalimat diatas tentu bukanlah sesuatu yang benar. 

Dari sisi anak pernyataan yang sifatnya melarang atau perintah dan dilakukan dengan cara berteriak tanpa kita beranjak dari tempat duduk atau tanpa kita menghentikan suatu aktivitas, pernyataan itu sudah termasuk ancaman. Terlebih ada kalimat tambahan “….nanti Bunda/Ayah marah!”. 

Biar bagaimanapun, seorang anak adalah makhluk yang sangat pandai dalam mempelajari pola orang tuanya; mereka tidak hanya bisa mengetahui pola orang tuanya mendidik, tapi dapat membelokkan pola atau malah mengendalikan pola orang tuanya. Hal ini terjadi bila kita sering menggunakan ancaman dengan kata-kata, namun setelah itu tidak ada tindak lanjut atau mungkin kita sudah lupa dengan ancaman-ancaman yang pernah kita ucapkan

Lantas, Apa yang Sebaiknya Ayah dan Bunda Lakukan?

Kita tidak perlu berteriak-teriak seperti itu. Dekati si anak, hadapkan seluruh tubuh dan perhatian kita padanya. tatap matanya dengan lembut, namum perlihatkan ekspresi kita tidak senang dengan tindakan yang mereka lakukan.

Sikap itu juga dipertegas dengan kata-kata, “Sayang, Bunda/Ayah mohon supaya kamu boleh meminjamkan mainan ini pada adikmu. Bunda/Ayah akan makin sayang sama kamu.” Tidak perlu dengan ancaman atau menggunakan teriakan-teriakan.

Atau Bunda juga bisa menyatakan suatu pernyataan yang menjelaskan suatu konsekuensi, misal “Sayang, bila kamu tidak meminjamkan mainan in ke adikmu, Bunda/Ayah akan menyimpan mainan ini dan kalian berdua tidak bisa bermain”. Atau “Bunda/Ayah akan keluarkan, bila kamu mau pinjamkan mainan itu ke adikmu. Selanjutnya, tepati pernyataan kita dengan tindakan. Selamat mencoba bun. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Sumber Gizi yang Praktis dan Higienis untuk Nutrisi Keluarga Saat New Normal

Sebuah informasi penting untuk ayah dan bunda, Crystal of the Sea baru-baru inin mengumumkan komitmennya untuk memenuhi permintaan produk ikan teri yang terus meningkat di market Indonesia, khususnya di masa new normal. Bubuk ikan teri Crystal of the Sea mengandung berbagai gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak, menambah selera makan anak, dan memenuhi kebutuhan gizi seluruh anggota keluarga agar tubuh senantiasa sehat. Dengan shelf-life (masa simpan) yang panjang sampai 2 tahun, bubuk teri ini adalah salah satu sumber gizi yang ideal, praktis, dan aman bagi seluruh anggota keluarga bun.

Bahan utama bubuk ikan teri Crystal of the Sea adalah murni 100 persen ikan teri yang sudah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia dan populasinya melimpah di perairan Indonesia. Kekayaan gizi ikan teri sudah tak terbantahkan lagi. Meski bentuknya mungil-mungil, manfaat ikan teri bagi kesehatan tak sekecil ukurannya. Ikan teri mengandung Omega-3, Protein dan Kalsium, yang baik untuk pertumbuhan otak dan tulang. Di setiap satu sendok teh (4 gram) bubuk teri Crystal of the Sea terkandung 202mg Omega-3, 3g Protein dan 74mg Kalsium yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian yang dibutuhkan tubuh kita.

Bunda juga tentu sudah tahu kan, kalau Omega-3 bagus untuk perkembangan otak bagi anak-anak dan kesehatan jantung bagi orang dewasa. Asam lemak ini tidak bisa diproduksi oleh tubuh secara alami, melainkan dari makanan dan ikan adalah sumber Omega-3 yang terbesar. Adapun Kalsium yang tinggi akan membantu pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi. 

“Pada masa new normal ini, kualitas dan keamanan makanan sangatlah penting untuk menjaga dan bahkan meningkatkan kesehatan seluruh anggota keluarga. Crystal of the Sea diciptakan untuk keluarga yang membutuhkan produk makanan yang praktis, sehat, dan berkualitas tinggi, serta dipastikan bebas bahan pengawet dan impurities,” tutur Kenji Kusuma, General Manager Crystal of the Sea. “Demand terhadap ikan teri di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, di sinilah Crystal of the Sea hadir untuk membangun kepercayaan konsumen dengan selalu memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan pangan. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk seluruh keluarga di Indonesia, sebab ini adalah produk yang memakai bahan baku dari perairan Indonesia, diproduksi oleh orang Indonesia untuk masyarakat Indonesia.”

Sebagai informasi untuk bunda, Crystal of the Sea yang diproduksi oleh PT. Urchindize Indonesia adalah bubuk ikan pertama yang mendapat sertifikasi Badan POM. Produk ini dilahirkan dari proses produksi berstandar internasional untuk menjamin produk yang bersih dan aman untuk dikonsumsi. Crystal of the Sea juga dijamin bebas bahan pengawet, seperti formalin, maupun pemutih, sehingga mengeliminasi kekhawatiran dan keraguan konsumen akan keamanan produk ikan teri.

Dengan quality control yang sangat ketat, produk Crystal of the Sea sangat aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak. Penyajiannya sangat mudah, bubuk teri ini bisa langsung ditambahkan ke dalam masakan sebagai perasa alami, atau ditaburkan di makanan yang siap disantap, untuk mendapatkan manfaatnya.

Crystal of the Sea adalah pilihan yang tepat bagi yang membutuhkan nutrisi yang lengkap untuk menjaga maupun meningkatkan kesehatan anak dan seluruh anggota keluarga di masa new normal ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tips Melatih Anak Toilet Training Tanpa Drama

Mengajarkan anak untuk buang air kecil dan buang air besar di toilet adalah sebuah proses yang tidak instan. Toilet training adalah salah satu aspek kemandirian yang harus diajarkan kepada anak. Selama prosesnya, orang tua perlu lebih bersabar dan meluangkan waktu lebih banyak.

Anak tidak langsung berhasil dalam sekali coba dan mungkin akan mengompol atau “kebocoran” sehingga harus lebih sering mengepel lantai atau membersihkan akibat “kebocoran” tersebut. Sebaiknya toilet training dilakukan ketika anak sudah menunjukkan tanda-tanda fisik dan emosional, serta ketika anak mau melakukannya.

Hindari memaksakan anak karena akan membuat anak tertekan. Orang tua bisa mengajarkannya secara bertahap, misal mulai dengan memperkenalkan fungsi toilet kepada anak dan membuat anak merasa nyaman untuk buang air di toilet.

Tips Melatih Anak Toilet Training

Ketika anak sudah mau dan menunjukkan kesiapan untuk toilet training, maka orang tua bisa mulai toilet training. Berikut beberapa tips yang bisa ayah dan bunda coba ketika mengajarkan anak buang air di toilet:

  1. Siapkan Perlengkapan yang Dibutuhkan, Pilih yang mMenarik untuk Anak

Siapkan dulu perlengkapan toilet training untuk anak, misalnya adapter seat atau dudukan kursi pada toilet dengan ukuran yang sesuai dengan si kecil. Pilih yang warnanya menarik bagi anak. Selain itu, bisa juga dengan menghias kamar mandi misal dengan menempel stiker karakter atau tokoh favorit anak.

  1. Ganti Popok dengan Trining Pants

Sebagai permulaan, bunda bisa mengganti popok dengan training pants agar jika anak mengalami “kebocoran” tidak langsung ke lantai karena lapisannya lebih tebal sehingga bisa menampung air kencing. Namun, training pants tidak seperti popok sekali pakai yang bisa tetap kering walaupun si kecil sudah pipis. Jika anak pipis di training pants maka akan terasa basah sehingga anak risih. Pilih training pants dengan gambar yang disukai oleh anak.

  1. Ajarka Cara Menggunakan Toilet Kepada Anak

Ajarkan anak cara menggunakan toilet. Untuk anak perempuan, bunda bisa mengajarkannya, sedangkan untuk anak laki-laki bisa diajarkan oleh ayah.

  1. Buat Jadwal Anak Buang Air

Salah satu tanda kesiapan toilet training pada anak adalah waktu buang airnya hampir sama setiap harinya atau bisa diprediksi. Dengan begitu bunda bisa membuat jadwal BAB dan BAK pada anak. Bunda bisa mengajak anak ke toilet sebelum tidur, bangun tidur, setelah makan, atau setiap 2-3 jam sekali.

Melatih kemandirian anak harus dilakukan secara konsisten, termasuk toilet training. Ayah dan bunda harus lebih bersabar dalam prosesnya ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top