Dapatkan Artikel menarik dan mendalam langsung lewat SAYANGIANAK EXTRA di emailmu...

* indicates required
Parenting

Pegal-pegal Saat Arus Balik dapat Diatasi dengan Tiga Cara Ini ya Bun

asleep-bed-cat-1497855

Momen lebaran sudah selesai. Untuk para pemudik, giliran arus balik mudik yang mulai terjadi. Nah, untuk Bunda yang sedang mudik dan tengah mengusahakan untuk kembali ke Ibu Kota, tak ada salahnya nih Bun menyimak tiga tips yang bisa dilakukan agar tubuh tak terlalu pegal saat menempuh perjalanan arus balik.

Dr Angelica Anggunadi, Sp. KO, dalam rilis yang diterima SayangiAnak mengatakan, pengemudi dan penumpang bisa merasa lelah dan pegal karena berada di perjalanan. Tubuh berada di posisi yang cenderung statis dan ada risiko dehidrasi. Akibatnya, aliran darah, terutama di kaki, jadi kurang lancar dan membuat tubuh kaku.

“Terlebih sebelum berangkat biasanya para ibu yang menyiapkan segala keperluan. Saat inilah ibu melakukan banyak gerakan termasuk mengangkat barang. Belum lagi selama perjalanan ibu sibuk mengurus kebutuhan agar si kecil nyaman,” kata Angelica dalam keterangan tertulis.

Nah ini dia Bun, ada beberapa tips yang dapat Bunda terapkan untuk Bunda dan keluarga agar tak gampang pegal saat menempuh perjalanan arus mudik.

Lakukan Relaksasi Atau Pijatan Khusus

Kata Angelica, pijatan dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan pegal pada otot. Ini karena saat badan dipijat akan merangsang sensor mekanik di otot yang akan memicu refleks otot untuk berelaksasi. Pemijatan pun dapat memperlancar peredaran darah, yang sangat berguna untuk mengatasi rasa pegal yang terjadi karena peredaran darah tidak lancar.

“Otot akan lebih lentur dan pegal berkurang. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pemijatan dapat mengaktifkan gen yang bekerja untuk mengurangi peradangan otot, namun masih perlu penelitian lebih lanjut untuk menentukan besarnya efek tersebut,” tuturnya.

Cobalah untuk Merenggangkan Otot-otot Bunda

Tahukah Bunda, peregangan dapat membuat otot yang tadinya kaku jadi lentur lho Bun. Menggerakkan otot yang kaku dengan melakukan gerakan-gerakan peregangan akan memperlancar peredaran darah dan menghilangkan rasa kaku pada otot. Bunda dapat melakukan beberapa gerakan-gerakan sederhana yang dapat dilakukan di perjalanan.

“Waktu paling baik untuk meregangkan tubuh adalah setiap 2 jam sekali, sebuah hal yang sangat mungkin dilakukan saat berhenti di rest area,” ujar Angelica.

Bunda bisa melakukan gerakan peregangan statis di mana suatu bagian tubuh ditahan dalam posisi tertentu di rentang gerak yang maksimal (yang ditandai muncul rasa tidak nyaman, nyeri) selama 10 hingga 15 hitungan. Dalam melakukan peregangan statis ini, tidak boleh ada hentakan dan untuk mendapatkan efek yang maksimal, Bunda dan keluarga bisa mengulang gerakan 2 – 3 kali.

Sesekali Berikan Sensasi Panas pada Bagian Tubuh yang Pegal, Bun

Menurut Angelica, sensasi panas dapat membantu mengurangi rasa pegal pada otot. Salah satu sumber panas yang paling praktis adalah koyo. Saat ditempelkan pada bagian tubuh, koyo akan memanaskan bagian tersebut sehingga aliran darah meningkat dan nyeri pun berkurang. Koyo pun umumnya mengandung zat yang memiliki sifat antiradang (metil salisilat) yang membuatnya efektif mengurangi nyeri otot.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Amankah Mengajak Bayi Bermain Air? Berenang Mempunyai Banyak Manfaat untuk si Kecil

berenangpadaanak

Bunda mungkin mengalami kegalauan ketika ingin mengajak si kecil untuk bermain di air. Apalagi sekarang baby spa sudah menjamur di berbagai kota. Namun apakah berendam atau berenang aman untuk bayi?

Sejatinya bayi sudah berenang-renang sejak di kandungan, di dalam air ketuban. Tidak ada batasan usia untuk mengajak bayi bermain air.

Bahkan, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa berenang mempunyai banyak manfaat untuk si kecil. Namun, bunda perlu memperhatikan tempat si kecil berenang. Sebaiknya bunda tidak mengajak bayi berenang di kolam renang umum. Ada beberapa hal yang perlu bunda perhatikan ketika mengajak si kecil berenang.

Pilih kolam yang aman untuk bayi

Jika bunda ingin mengajak si kecil yang masih bayi untuk berenang, maka bunda harus memilih kolam yang aman untuk si kecil. Jangan membawa si kecil ke kolam renang umum karena biasanya mengandung klorin dan suhunya terlalu dingin untuk bayi.

Selain itu, banyak orang yang memakai kolam renang umum sehingga kebersihannya tidak terjamin. Bunda boleh mempertimbangkan untuk mengajak si kecil ke kolam renang umum ketika usianya sudah lebih dari 6 bulan.

Bunda bisa mengajak si kecil ke baby spa atau menggunakan kolam plastik sendiri di rumah. Pastikan airnya bersih dan hangat. Bunda bisa menggunakan pelampung yang nyaman untuk si kecil.

Jangan terlalu lama membiarkan si kecil di dalam air, cukup 10-15 menit. Durasinya bisa ditambah jika si kecil sudah mulai terbiasa. Pastikan bunda selalu berada di dekat si kecil dan mengawasinya selama berenang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Manfaat berenang untuk bayi

Selain mengasyikkan untuk bayi, berenang ternyata juga memiliki banyak manfaat lho bun. Beberapa penelitian sudah membuktikannya. Berikut beberapa manfaat berenang untuk bayi:

Meningkatkan fungsi kognitif

Saat berenang bayi akan menggerakkan tangan dan kakinya akan menendang-nendang di air. Hal itu dapat menstimulasi otaknya. Penelitian yang dilakukan di Griffith University di Australia menunjukkan hasil bahwa anak yang rutin berenang sejak kecil mempunyai kondisi fisik dan mental yang lebih baik daripada yang tidak berenang.

Meningkatkan rasa percaya diri

Suatu penelitian pada tahun 2010 menunjukkan bahwa pada anak berusia 4 tahun yang sudah mulai berenang dari usia 2 bulan sampai 4 tahun lebih mudah beradaptasi pada lingkungan yang baru dan lebih percaya diri. Anak menjadi lebih percaya diri karena mereka sudah dilatih keberaniannya terhadap air sejak kecil.

Melatih otot, koordinasi dan keseimbangan tubuh

Berenang dapat melatih otot-oto tubuh. Saat berenang si kecil menggunakan otot untuk menegakkan kepala dan otot-otot yang menggerakkan tangan dan kaki. Selain itu, berenang juga melatih koordinasi tubuh dan melatih keseimbangan di dalam air. Hal itu akan memperkuat otot tubuh bayi. Tidak hanya itu, berenang juga baik untuk kesehatan sistem kardiovaskular sehingga menyehatkan jantung.

Wah, ternyata banyak manfaat dari berenang untuk bayi ya. Oleh karena itu bunda tidak perlu ragu lagi untuk mengajak si kecil berenang. Namun bunda tetap harus mengawasi si kecil saat berenang ya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tips Ajarkan Dua Bahasa pada Anak

adorable-book-boy-1250722

Selain bahasa ibu alias bahasa Indonesia, kini banyak orangtua yang mengutamakan buah hatinya agar memiliki kemampuan berbahasa asing misalnya saja bahasa Inggris. Orangtua berpikir, dengan memiliki kemampuan tersebut, maka akan memudahkan buah hatinya meniti karier di masa depan. Namun kapan sebaiknya mengajari si kecil berbahasa asing? Sejatinya belajar bahasa asing pada anak-anak bisa dilakukan sedini mungkin. Hal ini supaya mereka lebih mudah menyerap kosa kata dan pola bahasa yang dipelajari.

Sebagai contoh, Bun, anak kecil saja bila menonton kartun berbahasa inggris lambat laun tak akan asing bahkan mulai berani berbicara dalam bahasa Inggris. Nah, mengutip Very Well Family, sekitar 12 persen anak di atas usai 5 tahun merupakan bilingual atau bisa berbicara dalam dua bahasa.

Sebuah penelitian menunjukkan, mengajarkan anak dalam dua bahasa jauh lebih mudah jika dilakukan sejak dini. American Speech-Language-Hearing Association menjelaskan ada beberapa keuntungan mengajarkan dua bahasa kepada anak. Mulai dari bisa belajar kata-kata baru dengan cepat, meningkatkan kemampuan mempelajari informasi baru, lebih mudah menyelesaikan masalah, serta punya keterampilan mendengarkan lebih baik.

Sebagai panduannya, berikut ini cara yang tepat yang dapat Bunda lakukan untuk mengajarkan dua bahasa pada anak.

Perdengarkan Suara-suara yang Unik ya Bun

Pada usia dua atau tiga tahun, anak biasanya sedang dalam proses mengenali pola bicara, Bun. Untuk itu cobalah untuk mengajarkan dua bahasa padanya dengan suara-suara yang unik. Di usia tersebut, mereka dengan mudah lebih mengenali suara. Selain itu, menurut Francois Thibaut, Director of the Language Workshop for Children, di New York City, Anda bisa mengajarkan mereka dengan cara memperdengarkan musik lho.

Usahakan Bunda Menciptakan Lingkungan Belajar yang Santai Untuknya

Thibaut mengatakan, cara terbaik untuk mengajarkan bahasa baru pada anak adalah dengan membiarkannya mendengarkan percakapan seseorang yang sudah lancar berbahasa tersebut. Kelak secara alami ia akan mencoba untuk bicara juga. Apalagi anak yang berusia 2 atau 3 tahun juga suka meniru apa yang mereka dengar.

Namun pastikan Bunda dan pasangan pun juga sudah fasih berbicara dengan bahasa yang ingin diajarkan pada anak ya Bun. Hal itu untuk memudahkan si kecil memahami arti dari kata-kata dan frasa yang pendek yang Bunda ucapkan.

Ajarkan Kata Demi Kata

Jika tidak ingin melakukan pelajaran formal kepada anak, Bunda bisa memperkenalkan dasar-dasar bahasa tersebut dengan menunjukkan suatu benda memiliki dua bahasa. Manfaatkan kartu-kartu permainan yang punya dua bahasa dilengkapi dengan gambar. Selain itu, Bunda juga bisa menggunakan video-video tutorial untuk mengajarkan dua bahasa pada anak di YouTube. Jangan lupa untuk terus mengulang pelajaran tersebut sesering mungkin, agar anak cepat memahami.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengajarkan si kecil lebih dari satu bahasa. Kunci terpenting, Bunda dapat mengajarkan si kecil belajar bahasa asing sebagai bahasa kedua setelah ia menguasai banyak kosakata dari bahasa ibu, ya Bun. Dengan begitu anak tidak kesulitan membedakan kosakata dari bahasa ibu dengan kosakata dari bahasa asing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Khawatir Bayi Umur Setahun Belum Tumbuh Gigi ?

gigibayi

Pertumbuhan gigi menjadi salah satu milestone pada bayi yang ditunggu-tunggu oleh orang tua. Tumbuh kembang tiap bayi memang bervariasi, pun soal kapan gigi pertamanya muncul. Ada yang cepat, ada juga yang lambat. Bahkan pada beberapa bayi, gigi belum juga muncul hingga lewat ulang tahunnya yang pertama. Normalkah?

Rata-rata gigi bayi akan mulai tumbuh di usia 5 hingga 12 bulan. Dua gigi depan bawah (gigi seri tengah bawah) biasanya yang pertama muncul, diikuti oleh dua gigi depan atas (gigi seri tengah atas).

Bila sudah lewat dari 13 bulan si gigi belum juga muncul, maka pertumbuhannya bisa dikatakan terlambat. Pada kebanyakan kasus, pertumbuhan gigi yang terlambat tak perlu dikhawatirkan. Namun ada banyak faktor penentu pertumbuhan gigi yang terlambat.

Apa sih yang jadi penyebab gigi tumbuh terlambat?

1. Faktor keturunan, pertumbuhan gigi yang terlambat bila salah satu atau kedua orang tuanya juga

Telat tumbuh gigi bisa menurun di dalam keluarga. Anak akan memiliki kecenderungan genetik untuk mengalami pertumbuhan gigi yang terlambat bila salah satu atau kedua orang tuanya juga mengalami hal yang serupa.

2. Kurang gizi juga bisa membuat pertumbuhan gigi terlambat

Pertumbuhan gigi yang terlambat juga bisa disebabkan karena kekurangan gizi. Pada kasus ini, telat tumbuh gigi menjadi salah satu dari banyaknya gejala malnutrisi pada bayi. Bayi yang telat tumbuh gigi karena malnutrisi biasanya juga menampakkan gejala lain, seperti lemas, berat badan rendah, dan tinggi badan kurang.

Hal ini dapat terjadi karena pemberian ASI (air susu ibu) yang tidak memadai dan suplementasi yang rendah dari susu formula bayi. Bayi membutuhkan vitamin A, C, dan D serta kalsium dan fosfor. Kekurangan vitamin atau mineral, terutama vitamin D dan kalsium, dapat menyebabkan pertumbuhan gigi terlambat.

3. Hipotiroidisme

Tumbuh gigi yang terlambat juga dapat terjadi akibat hipotiroidisme. Hipotiroidisme merupakan suatu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon tiroid.

Bayi dengan kelenjar tiroid yang kurang aktif akan mengalami sejumlah masalah perkembangan. Tanda-tanda hipotiroidisme antara lain kelelahan, lemas, sakit kepala, dan kekakuan pada sendi. Khususnya pada bayi, hipotiroidisme dapat memunculkan gejala lain seperti keterlambatan berjalan, keterlambatan bicara, kelebihan berat badan dan terlambat tumbuh gigi.

Kapan orang tua harus khawatir?

Jika bayi berusia 13 bulan masih belum menampakkan gigi pertamanya dan Bunda telah memastikan bahwa telat tumbuh gigi tidak ada dalam riwayat keluarga, sebaiknya berkonsultasilah dokter anak. Dokter anak dapat menentukan apakah masalah tumbuh gigi disebabkan oleh gizi buruk, hipotiroidisme atau penyebab lainnya.

Bunda akan mendapatkan rujukan ke dokter gigi anak jika bayi Bunda masih tak memiliki gigi hingga ia berusia 18 bulan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top