Kesehatan

Pastikan Hal Ini Saat Merawat Kebersihan Kulit Bayi di Area Genital

Bun, kulit bayi dengan orang dewasa tentu tak sama. Bahkan butuh perawatan ekstra lantaran sistem kekebalan bayi masih rendah. Bahkan menurut dr Mardiati Ganjardani, Sp. KK., kalau struktur kulit bayi kita lihat pakai mikroskop, jauh lebih tipis dari kulit orang dewasa. Karenanya, biasanya kulit bayi rentan kering dan sangat sensitif. Tak terkecuali di area genital bayi, Bun.

“Kulit itu kan organ terluas dan terbesar di badan kita. Dan kulit bayi sebagai organ proteksi, karena itu kelembapan kulit bayi penting,” kata Mardiati belum lama ini.

Untuk area genital, Mardiati mengatakan jika yang perlu diperhatikan dan diprioritaskan adalah urusan popok. Perawatannya ekstra karena selalu tertutup.

“Popok ganti 3 – 4 jam sekali, jadi kita enggak bisa mengontrol kulit bayi di bagian itu. Kalau anak laki-laki yang dijaga itu bagian ujung penisnya harus terjaga. Daerah lipatannya harus lembap juga,” ujar Mardiati.

Sedangkan untuk anak perempuan yang dibersihkan itu bagian luarnya saja, dilap tisu kering di bagian luarnya, Bun. Mardiati menyarankan untuk memilih krim popok yang tepat dan tidak mengandung zat berbahaya. Ia juga menyarankan agar Bunda menghindari produk kulit yang mengandung zat berbahaya. Bahkan hindari memilih bahan popok yang mengandung alkohol lantaran dapat memicu iritasi.

Sementara itu, untuk pemakaian lotion, Bunda dapat memakaikannya setelah mandi. Jadi begitu dikeringi pakai handuk, langsung oleskan di daerah yang memang sekiranya butuh kelembaban ekstra.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Manfaat Mengelus Perut Istri Saat Hamil

Kehamilan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan saat menantikan kehadiran sang buah hati. Umumnya ibu hamil akan mengalami ngidam sehingga membuatnya lebih ingin dimanja dan diperhatikan oleh suami. Perubahan hormon pada ibu hamil akan membuat moodnya ikut berubah-ubah dan kadang menjadi lebih sensitif. Hal tersebut normal terjadi, sehingga sang suami harus memberikan perhatian yang lebih banyak.

Itulah sebabnya, kehadiran dan perhatian suami akan membuat ibu hamil merasa tenang dan nyaman. Kebahagiaan ibu hamil pun sangat sederhana, suami yang sering mengelus perutnya merupakan sumber kebahagiaan tersendiri bagi ibu hamil. Hal itu terlihat sangat sepele dan sederhana, tapi bisa menjadi salah satu sumber bahagia dan kenyamanan bagi ibu hamil.

Misalnya, saat pillow talk sebelum tidur atau saat santai bersama suami bisa sambil mengelus perut istri yang sedang hamil. Selain membuat istri senang, mengelus perut ibu hamil mempunyai banyak manfaat lho. Salah satunya, jadi bentuk rasa bahagia yang bisa suami perlihatkan pada istri.

Karena kehadiran buah hati merupakan hal yang ditunggu setiap pasangan suami istri setelah menikah. Maka mengelus perut istri yang sedang hamil, merupakan salah satu bentuk rasa bahagia dan syukur suami atas kehamilan sang istri. Hal itu menunjukkan bahwa suami juga merasa bahagia dan menantikan kehadiran sang buah hati. Dengan begitu istri akan merasa mendapat dukungan dan bahwa dia tidak berjuang sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Bahaya Menaruh Si Kecil Berlama-lama di Car Seat

Keberadaan car-seat memudahkan para balita untuk merasa nyaman saat berada di dalam mobil ya Bun. Tapi tahukah Bunda, bila si kecil dibiarkan tertidur terlalu lama di car seat, ternyata hal tersebut berbahaya lho Bun. Hal ini diungkapkan berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Pediatrics pada Juli 2019.

Para peneliti menyelidiki tentang kematian bayi yang berhubungan langsung dengan kebiasaan tidur di perangkat duduk — car seat, stroller, ayunan— menemukan bahwa lebih dari 90 persen kematian di car seat. Car seat tidak digunakan sesuai petunjuk, artinya bayi itu tidak diikat ke car seat berukuran tepat. Lebih dari setengah kematian di car seat terjadi di rumah dan yang menjadi korban justru bukan bayi yang kondisinya lemah.

Ketika bayi tidur dalam posisi duduk, kondisi kepala mereka akan jatuh ke depan, Bun. Hal ini yang akhirnya membatasi saluran udara dan menyebabkan mereka berhenti bernapas. Fenomena yang dikenal sebagai sesak napas posisional ditemukan sebagai penyebab 48 persen kematian di kursi mobil dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Pediatrics. 52 persen sisanya karena tercekik oleh tali yang tidak diamankan dengan baik.

Di lain sisi, kendati orangtua mengira aman bagi bayi untuk tetap tidur siang di car seat dalam waktu singkat saat Bunda berkendara, menurut Canadian Pediatric Society, bayi tidak boleh dibiarkan terus tertidur di car seat ketika sudah sampai tujuan ya Bun. Bahkan ketika car seat tersebut dikeluarkan dari mobil, orangtua biasanya akan melonggarkan tali pengikat atau melepas ikatan karena merasa keadaan sudah aman dan nyaman bagi bayi.

Namun ini sangat berbahaya, bayi akan merosot di mana dagunya menyentuh dada. Car seat juga memungkinan bayi menggeliat dan bergerak-gerak sehingga posisi mereka menjadi miring atau terbalik. Ini membuat bayi menjadi terjebak di car seat dan membahayakan jalan napasnya. Lamanya waktu bayi berada di car seat adalah faktor dalam banyak kematian dalam penelitian ini.

Lantas, apa yang Dapat Dilakukan oleh Orangtua?

Bunda dapat membatasi waktu perjalanan atau beristirahat guna memeriksa bayi dan mengeluarkan mereka dari kursi mobil ya Bun. Jika saat tiba di tempat tujuan sementara bayi masih tertidur, maka hal yang paling aman dilakukan adalah membangunkan si kecil dengan lembut dan diam-diam mengeluarkan bayi dari car seat dan meletakannya di tempat tidur. Hal terakhir yang ingin dilakukan orangtua adalah adalah membangunkan bayi yang sedang tidur, tetapi ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan.]

Agar bayi dapat dipindahkan ke tempat tidur dengan lancar, Sukkie Sandhu, spesialis tidur bayi dan anak dan pemilik HappyBaby Sleep Solutions di Victoria, BC, menyarankan untuk membawa car seat ke kamar dan memastikan ruangan gelap dan sunyi. Baru kemudian Bunda mengangkatnya dari car seat dan pindahkan ia ke tempat tidur. Tapi jika bayi terbangun saat Bunda berusaha memindahkannya, buat ia kembali mengantuk dengan membacakan buku, atau menyanyiak lagu pengantar tidur ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Ajarkan Cara Mengangkat Kepala pada Si Kecil yang Mulai Tumbuh Kembang

Salah satu perkembangan si kecil yang paling ditunggu oleh orangtua adalah saat melihat si kecil sudah mampu mengangkat kepalanya. Momen ini tentu membuat orangtua bangga sekaligus merasa anaknya bisa dengan mudah berinteraksi langsung bahkan saat digendong pun terasa lebih mudah.

Nah, menurut ahli perkembangan anak, Rebecca Chicot, Ph.D, ia mengatakan bahwa di usia 4 sampai 8 minggu, bayi mulai mengangkat kepala, meski hanya sebentar. Saat bayi tengkurap, bayi belajar mengontrol kepala mereka.

“Jika bayi prematur, mungkin perkembangannya akan terlambat. Untuk itu sebaiknya Bunda melihat lagi grafik perkembangan sesuai usia. Jika belum bisa angkat kepala, coba kenalkan berbagai posisi tapi jangan biasakan di posisi tidur atau duduk menyender,” kata Chicot, dikutip dari Essential Parent. Nah, ada empat cara yang dapat Bunda lakukan guna memperkuat otot lehernya seperti dilansir dari Parenting Firstcry.

Gendonglah si Kecil dengan Posisi Menghadap ke Depan

Bila biasanya Bunda menggendong bayi seperti memeluk, maka cobalah ubah posisi bayi dengan menghadap ke depan. Pegang badan bayi dengan kedua tangan Bunda, satu tangan di dada, satu lagi di perut. Selain bisa melatih mengontrol kepalanya, bayi pun bisa melihat sekeliling saat digendong. Dengan posisi ini, bayi pun akan tetap aman.

Pilihkan Mainan yang Tepat ya Bun

Sejak lahir, bayi sejatinya mulai suka bereksplorasi dengan mainan, Bun. Untuk itu gunakan mainan tersebut guna menguatkan otot leher dan kepala si kecil. Tidurkan bayi dan gunakan mainan bersuara agar perhatian si kecil teralihkan. Saat anak mulai melihat mainan, secara pelan-pelan kepalanya juga akan bergerak.

Biasakan untuk Memberikan Perenggangan leher

Beberapa bayi mungkin terlahir dengan otot leher yang lemah dan bentuk kepala yang besar. Nah, jika bayi biasanya tidur dengan posisi kepala ke satu sisi, coba pelan-pelan pindahkan ke sisi yang lain ya Bun. Tapi, jangan paksa anak menengok ya.

Tummy Time

Ini adalah cara klasik untuk menguatkan otot leher dan anggota tubuh bagian atas bayi. Saat posisi bayi tengkurap, Bunda bisa panggil nama si kecil dengan memastikan jarak pandang yang terfokus dan arahkan bayi untuk mengangkat kepalanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top