Kesehatan Ibu & Anak

Pastikan Bunda Mendapatkan Perawatan Ini Setelah Melahirkan Bayi Prematur

abdomen-casual-close-up-1415554

Pasca melahirkan, Bunda tentunya akan mendapatkan berbagai perawatan intensif. Khusus Bunda yang melahirkan bayi prematur, umumnya rumah sakit akan memberikan perawatan yang khusus untuk si kecil. Mulai dari inkubator untuk bayi, hingga perawatan lainnya bergantung pada kondisi masing-masing bayi. Semua dilakukan guna memastikan kesehatan bayi tetap terjaga sampai nanti ia diperbolehkan pulang.

Tapi tahukah Bunda, selain si kecil, Bunda pun perlu mendapatkan perawatan untuk memulihkan diri. Para ibu yang melahirkan bayi secara premature umumnya memiliki kekhawatiran yang berlebih bahkan didera rasa bersalah sehingga memiliki beban mental.

Hal ini akhirnya membuat Bunda enggan makan, stres, dan juga kelelahan karena bayi harus diperhatikan lebih ekstra. Umumnya, Bunda yang melahirkan bayi secara prematur harus mendapatkan perawatan ini.

Adanya Perawatan Kontraksi Pasca Melahirkan

Bunda akan mengalami afterpains, yaitu kontraksi sesekali pasca melahirkan. Biasanya Bunda akan didera rasa nyeri selama beberapa hari setelah persalinan. Rasa nyeri yang dikeluhkan mirip seperti kram haid, yang diyakini juga memiliki manfaat untuk mencegah perdarahan berlebih dengan menekan pembuluh darah di rahim.

Dilansir Mayo Clinic, selama proses menyusui pun, rasa nyeri ini kerap terjadi akibat adanya pelepasan hormon oksitosin. Untuk mengurangi risiko perdarahan berlebihan atau rasa nyeri yang mengganggu, atasi dengan mengompres area perut yang nyeri dengan air dingin atau es. Apabila sampai beberapa hari kemudian rasa nyeri ini tak kunjung hilang dan justru terasa semakin mengganggu, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter ya, Bun.

Jangan Lupa Konsumsi Asupan Serat Tinggi, Protein, dan Zat Besi

Biasanya, ibu yang melahirkan bayi premature, kondisi badannya jadi lebih cepat lelah. Bunda membutuhkan waktu adaptasi yang lebih lama. Oleh sebab itu, Buunda perlu memenuhi kebutuhan energi harian dari sumber makanan yang bernutrisi. Dikutip dari Web MD, ada baiknya saat makan, Bunda mengisi setengah piring dengan buah-buahan dan sayuran.

Setelah itu, isi setengah bagian piring lainnya dengan biji-bijian utuh seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal. Cobalah membatasi makanan dan minuman olahan dalam kemasan yang biasanya mengandung tinggi garam, lemak jenuh, dan gula tambahan. Bunda juga perlu mendapatkan asupan protein, kalsium, dan zat besi yang diperlukan dalam proses pemulihan. Nutrisi ini dapat Bunda dapatkan dari daging merah dan unggas.

Dan Tetap Jaga Kebersihan Area Organ Intim ya Bun

Terkhusus untuk Bunda yang melewati persalinan normal, jagalah area organ intim tetap bersih dan kering. Ganti pembalut sesering mungkin supaya terhindari dari risiko infeksi. Jika perlu, gunakan air hangat untuk membilas area vagina guna membantu meringankan rasa sakit dan menghindari pembengkakan karena radang ya Bun.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tumbuh Kembang Setiap Anak Berbeda, Stop Membandingkan Dengan Anak Lain

membandingkananak

Sebagai orangtua tentunya kita menginginkan tumbuh kembang yang optimal untuk anak. Namun, terkadang orangtua mengukur tumbuh kembang anak dengan membandingkan dengan anak lain. Hal itu justru akan membuat orangtua khawatir dan merasa insecure jika tumbuh kembang anaknya tidak sama dengan anak lain.

Hal yang sering dibandingkan orangtua misalnya berat badan anak, kapan anak bisa merangkak, berjalan, dan berbicara. Momen saat berkumpul bersama sesama ibu biasanya menjadi waktu di mana bunda sering membandingkan anak dengan anak lain, atau justru ada orang lain yang membandingkan anaknya dengan anak bunda.

Diawali dari obrolan ringan seputar anak berujung dengan membandingkan, misalnya saat ada yang bertanya, “Anakmu sudah bisa apa?” lalu berlanjut dengan membandingkan, “Wah, anakku umur segitu sudah bisa jalan.”

Obrolan-obrolan kecil seperti itu bisa membuat bunda merasa tertekan karena merasa gagal mengasuh anak, lho. Padahal, kecepatan tumbuh kembang setiap anak pasti berbeda-beda. Bunda tidak perlu membandingkan anak bunda dengan anak lainnya, cukup membandingkan dengan kurva pertumbuhan dan perkembangan dari dokter.

Efek Buruk Membandingkan Anak Bagi Ibu

Sering membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain mempunyai efek buruk untuk bunda, lho. Hal itu bisa menjadi penyakit yang tidak terlihat. Bunda bisa merasa iri, malu, tidak percaya diri, hingga merasa tertekan dan gagal dalam mengasuh anak. Jika rasa tertekan tersebut terjadi berlarut-larut bunda bisa stres dan depresi.
Oleh karena itu, saat bunda melihat anak lain lebih montok, lebih cepat merangkak, jalan, berbicara, dan lainnya, bunda jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa anak bunda kalah atau pertumbuhannya terlambat.

Yang harus bunda lakukan adalah mengukur setiap pertumbuhan dan perkembangannya lalu sesuaikan dengan milestone dan kurva pertumbuhan. Jika bunda merasa ada aspek tumbuh kembang yang terlambat, sebaiknya bunda berkonsultasi langsung kepada dokter agar mendapatkan penjelasan dari ahlinya.

Efek Psikologis Anak yang Sering Dibandingkan

Selain mempunyai efek buruk bagi ibu, sering membandingkan anak juga mempunyai efek negatif bagi anak. Terkadang orangtua berniat memotivasi anak dengan membandingkannya dengan teman sebayanya.

Namun, hal itu bukanlah cara yang tepat untuk memotivasi lho. Setiap anak mempunyai karakter dan talenta yang berbeda-beda, sehingga tidak seharusnya dibanding-bandingkan.

Membadingkan anak membuatnya mengalami stres, rendah diri, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial

Dilansir dari laman beingtheparent.com, sering membandingkan anak mempunyai efek psikologis untuk anak. Anak bisa mengalami stres, rendah diri, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Anak juga akan menjauh dari orangtua jika orangtua terus-terusan membandingkannya dengan orang lain sehingga merasa dirinya tidak berharga di mata orangtuanya.

Oleh karena itu, yuk bunda, kita stop membandingkan anak kita dengan anak lain. Daripada membandingkan, lebih baik bunda fokus untuk menstimulasi setiap aspek tumbuh kembang si kecil, memberikan nutrisi yang terbaik, dan mendukung setiap aktivitas anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Supaya Si Kecil Mau Mendengarkan Bunda tanpa Harus Diancam

boy-child-cute-1598122

Bun, saat si kecil tak mau menuruti nasihat orangtua, biasanya hal ini membuat para orangtua kehabisan akal untuk mengendalikan si kecil. Apalagi kalau kondisi orangtua sudah lelah, misalnya baru pulang kerja atau sedang sibuk mengurus adiknya. Akhirnya, alih-alih menasehati, tak sedikit orangtua yang akhirnya mengancam sang anak. Ini karena ancaman, dianggap salah satu cara paling mudah untuk mendapatkan hasil secepat mungkin.

Sebenarnya, kita para orang tua, perlu tahu: ancaman tidak efektif untuk membuat anak menurut. Ya Bun, pasalnya ancaman hanya ampuh sesaat saja tapi tidak untuk jangka panjang.

Lagipula anak yang sering diancam kelak menjadi anak yang terbiasa diancam dulu baru mau melakukan sesuatu. Tentu kebiasaan semacam ini jadi tak mendidik si kecil, kan? Tugas orangtua tak hanya mengasuh si kecil, tapi juga menumbuhkan sifat tanggung jawab dan rasa percaya diri padanya. Lantas bagaimana solusinya, Bun?

Adele Feber, seorang penulis buku berjudul How to Talk so Kids Will Listen and Listen so Kids Will Talk menyampaikan tiga tips ini, Bun.

Berikan Pilihan Padanya dan Jangan Mengekangnya

Berikan pilihan yang mudah dipahami oleh anak. Misalnya, “Rapikan mainanmu sekarang supaya kamu masih punya waktu nonton televisi sebelum tidur, atau rapikannya nanti saja tapi kamu enggak nonton televisi sama sekali.” Dengan memberikan pilihan, si kecil merasa mendapat kepercayaan sehingga ia akan percaya diri untuk melakukan hal tersebut. Selanjutnya, biarkan ia memilih dan Bunda tak perlu mengekangnya.

Beri Batasan

Bila Bunda memberikan perintah, maka berikan batasan yang jelas padanya. Batasan ini melatih kepekaan dan rasa tanggung jawabnya, Bun. Misalnya, “Ibu akan pergi ke rumah Nenek 30 menit lagi. Kamu bisa ikut kalau sekarang segera mandi dan berpakaian. Kalau kamu belum siap saat ibu akan berangkat, kamu bisa tidak bisa ikut dan main di rumah saja.”

Dan Tetapkan aturan

Buatlah aturan yang jelas dan sampaikan aturan ini di awal serta pastikan anak paham apa saja yang menjadi tugas atau kewajibannya berikut konsekuensi jika ia tidak memenuhinya. Entah mengenai jam main, atau hal-hal seputar aktivitasnya. Bila si kecil menunjukkan perilaku melanggar aturan, maka Bunda tak perlu kesal. Tetap ingatkan ia lagi dan lagi. Dengan begitu, Bunda tidak perlu lagi mengancam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Sebelum Si Jagoan Kecil Minta Sunat, Pastikan Bunda Sudah Mempersiapkan Diri dari Jauh-jauh Hari

blurred-background-boy-child-1416741

Untuk Bunda yang memiliki anak laki-laki, kelak akan tiba saatnya ia meminta khitan, terlebih bila teman-teman sekelasnya sudah mulai banyak yang dikhitan. Budaya sunat atau khitan seolah memang membawa prestis tersendiri untuk anak yang usianya kurang lebih 10 tahun.

Bahkan ada anak laki-laki yang malu bila dirinya merasa terlambat dikhitan, atau juga ingin segera melakukan khitan karena tergiur kado yang diterima teman-temannya yang sudah melakoninya. Nah, sebagai orangtua, Bunda tentu juga harus mempelajari dan mempersiapkan banyak hal sebelum menuruti permintaan si Anak. Yang penting, si kecil harus siap lahir dan batin ya Bun.

Tanyakan dan Pastikan si Kecil Memang Sudah Yakin dengan Keinginannya

Ya Bun, hal pertama yang perlu Bunda lakukan tentu memastikan si kecil sudah benar-benar yakin dengan keinginannya untuk dikhitan. Tanyakan padanya, apa dia sudah tahu seperti apa prosesnya. Bunda jangan menakut-nakuti apalagi berbohong tentang proses sunat. Nah, bila Bunda terbuka sejak awal, maka pastikan lagi tentang keinginannya itu.

Baca dan Caritahu secara Detail Tentang Sunat

Khitan sudah dilakukan secara turun temurun baik sebagai tradisi atau ritual keagamaan ya Bun. Menariknya, semakin berkembangnya zaman, diketahui bahwa pada kenyataannya sunat juga punya banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya yaitu menurunkan risiko infeksi saluran kemih serta memberikan perlindungan terhadap kanker penis. Bahkan sunat juga dapat mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan, dan masih banyak lagi keuntungan lain dalam hal medis.

Di Indonesia sendiri, tradisi sunat kebanyakan dilakukan saat usia remaja. Namun melakukan sunat di usia yang mendekati remaja tentu ada risikonya. Seperti nyeri yang lebih lama, kemungkinan iritasi di kepala penis, serta meningkatkan risiko radang dan cedera pada penis. Namun risiko tersebut dapat dicegah dengan ketelatenan Bunda merawat buah hati pasca sunat. Rajin membersihkan lukanya, mengganti perban secara berkala, dan memberikan obat dalam dan luar yang diberikan dokter secara teratur.

Siapkan Anggaran dan Cari Dokter Terpercaya dari Jauh-jauh Hari ya Bun

Sebagai orangtua dengan anak laki-laki, punya tabungan khusus, menyisihkan sedikit dari penghasilan selama kurang lebih tiga tahun, seharusnya cukup untuk menggelar syukuran momen sunat si Anak. Akan ada banyak yang harus dibayarkan saat momen itu tiba. Selain itu, cari tahu dokter yang memang terpercaya melakukan proses sunat ya Bun. Jangan ragu membayar lebih mahal untuk dokter terbaik bagi jagoan Bunda. Penting juga memperhatikan jam terbang dokter tersebut.

Di lain sisi, biarkan anak tahu mengenai teknik-teknik sunat dan biarkan ia memilih sendiri proses dan tekniknya nanti. Bunda cukup memberitahu kekurangan dan kelebihannya sampai si anak memiliki gambaran prosesnya. Setidaknya ada tiga teknik sunat yang bisa dipilih, yaitu:

  1. Teknik dorsumsisi, ini adalah teknik dengan metode konvensional. Setelah dibius lokal, kulup diiris melingkar dengan gunting atau pisau bedah, sampai terlepas. Proses yang umum dilakukan pada anak atau orang dewasa.
  2. Teknik laser atau electrical cauter. Pemotongan kulup dengan metode ini dilakukan dengan pemotongan menggunakan logam yang dialiri listrik. Untuk proses ini, perdarahan dan jahitan bisa lebih minim, serta penyembuhannya pun lebih cepat.
  3. Teknik klem, yaitu pemotongan kulup dengan memasangkan klem terlebih dahulu pada penis. Ukuran klem yang berupa tabung plastik khusus ini berbeda-beda sesuai ukuran penis. Klem akan tetap terpasang pada penis sampai luka mengering.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top