Parenting

Orangtua Harus Tahu Pentingnya Mengetahui Perbedaan Motorik Halus dan Kasar

Keterampilan motorik halus dan kasar merupakan hasil dari kolaborasi antara otak, sistem saraf dan otot tubuh. Keterampilan motorik halus merujuk pada gerakan kecil yang dibuat dengan lidah, bibir, jari, tangan, pergelangan tangan, jari kaki dan kaki.

Keterampilan motorik kasar merujuk pada gerakan menggunakan kelompok otot besar seperti berjalan, melompat dan memanjat. Kedua jenis keterampilan motorik biasanya berkembang pada saat yang sama karena banyak kegiatan memerlukan penggunaan gabungan dari kedua keterampilan motorik halus dan kasar.

Keterampilan Motorik Halus dan Tahapannya

Menurut Ensiklopedia Kesehatan Anak, keterampilan motorik dimulai sangat awal pada masa bayi, ketika di sekitar delapan minggu, bayi menemukan tangan mereka dan mulai bermain dengan mereka. Namun, perkembangan sejati datang sekitar dua sampai empat bulan, ketika koordinasi tangan-mata mulai berkembang. Salah satu tonggak utama keterampilan motorik pada bayi adalah ketika mereka akhirnya bisa meraih sebuah benda dalam jangkauan dengan hanya menggunakan penglihatan untuk membimbing mereka.

Ada banyak keterampilan yang jatuh di bawah kategori keterampilan motorik halus dan mereka terus berkembang seiring perkembangan anak. Pada tahun-tahun awal, ini termasuk, namun tidak terbatas pada:

0-24 bulan: menggenggam benda-benda, menggenggam tangan bersama-sama, memegang benda-benda kecil, memindahkan benda dari tangan ke tangan dan memungut benda, menyapu atau menyendoki benda, menjatuhkan benda dengan sengaja, memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari

24-36 bulan: memakai kaus kaki, sepatu dan celana pendek dan mengambil kaus kaki dan hingga melepasnya, menggunakan sendok, mulai memotong dan menggunakan pegangan yang benar untuk menulis, menggambar dengan membuat garis, titik dan lingkaran

36-48 bulan: membangun bangunan menara menggunakan balok, menyalin lingkaran, menggunakan tanah liat atau adonan untuk membuat bentuk

48-60 bulan: memotong dengan gunting mengikuti garis, menyalin garis atau kotak, mencetak huruf besar

Keterampilan Motorik Kasar dan Tahapannya

Ensiklopedia Kesehatan Anak menjelaskan bahwa pengembangan keterampilan motorik kasar juga dimulai awal pada saat bayi mulai mengangkat kepala dan bahu mereka, meskipun sebagian besar terjadi selama periode singkat selama masa kanak-kanak. Pengembangan keterampilan motorik kasar terikat pada cara tubuh tumbuh dari kepala sampai kaki, dimulai dengan otak dan bergerak ke bawah. Untuk mendorong pengembangan keterampilan motorik kasar, anak-anak membutuhkan ruang bermain terbuka dan aman, serta teman-teman sebaya untuk bermain dengan. Selain itu, mereka juga memerlukan bimbingan dan dorongan dari orang dewasa di sekitar mereka.

Keterampilan motorik kasar termasuk tetapi tidak terbatas pada:

0-24 bulan: menyentuh benda, melambaikan tangan dan kaki, merangkak, berjalan, melompat dan memanjat

24-36 bulan: berjalan dengan baik, menendang bola, melompat dengan kedua kaki, berjalan berjinjit

36-48 bulan: melompat dengan satu kaki, mengendarai sepeda roda tiga, mengemudi, menangkap bola, melempar bola melewati kepala

48-60 bulan: berderap, melompat ke depan beberapa kali berturut-turut, naik tangga bolak kaki

Mengapa Orang Tua Perlu Tahu Bedanya

Banyak orang percaya bahwa anak-anak secara otomatis memperoleh gerak motorik yang sempurna secara alami, baik itu berlari, melompat, dan melempar, sebagai tanda tubuh mereka sedang berkembang yang merupakan proses alami yang terjadi bersamaan dengan kematangan fisik.

Memang benar bahwa suatu hari bayi berguling sendirian, akhirnya mulai merangkak, dan lalu tiba-tiba naik ke atas dengan tangan dan lutut dan mulai merayap. Beberapa waktu sekitar ulang tahun pertamanya, dengan hanya sedikit bantuan dan dorongan dari orang dewasa, ia mulai melangkah. Dan kemudian tampaknya, tiba-tiba ia berjalan!

Tapi membantu tumbuh kembang anak hanya bagian dari proses yang memungkinkan anak untuk mengeksekusi sebagian keterampilan pada tingkat yang belum matang atau awal. Pada tingkat ini, sesuatu tentang bentuk anak atau teknik keterampilan fisik tidak sepenuhnya dikembangkan.

Hal ini dapat terjadi bahkan dengan dasar seperti keterampilan motorik seperti berjalan dan berlari. Inilah mengapa, orang tua memerlukan ilmu untuk mengetahui perbedaan motorik halus dan kasar. Beberapa hal di bawah ini menjelaskan alasannya.

  1. Untuk membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Jika Anda sudah pernah mengamati seorang anak yang belum cukup menguasai kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuhnya dalam oposisi yang sempurna, seperti lengan kanan dan kaki kiri, lengan kiri dan kaki kanan, atau yang kakinya melipat, jari kakinya mengangkat dari tanah, Anda menduga anak-anak itu tidak mendapatkan bantuan dalam mempelajari keterampilan fisik.
  2. Untuk mendorong anak tetap aktif. Banyak juga yang tidak pernah sepenuhnya menguasai motorik kasar. Kemampuan untuk melakukan keterampilan motorik kasar terkait langsung dengan fisik yang bugar. Sebuah anak yang aktig bergerak dengan senang hati akan terus bergerak. Ia akan terlibat dalam kegiatan seperti menari, lompat tali, dan menggantung dan berayun pada peralatan bermain. Namun, seorang anak yang merasa canggung dan tidak terkoordinasi secara fisik akan menghindari gerakan. Anak seperti ini tidak mungkin untuk mengambil bagian dalam permainan setelah-sekolah dari petak umpet atau lompat tali atau memanjat tiang selama istirahat. Sejak kebiasaan gerakan miskin cenderung tetap dari masa kanak-kanak sampai dewasa, anak yang tidak aktif secara fisik cenderung tumbuh menjadi orang dewasa yang tidak aktif.
  3. Menghindarkan anak dari penyakit berbahaya. Mengingat bahaya kesehatan seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan risiko-mengajar anak-anak keterampilan motorik lainnya memang sama pentingnya
  4. Untuk memahami bahasa pembelajar. Dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk berkembang, secara tidak langsung Anda mengembangkan bahasanya. Setiap kata instruksi, apalagi yang diucapkan berulang-ulang, akan terekam dengan baik.
  5. Membangun aktifitas fisik yang memiliki beberapa keuntungan bagi anak, yaitu:
  • Membangun tulang yang kuat dan otot
  • Meningkatkan keseimbangan dan mengembangkan keterampilan
  • Mempertahankan dan mengembangkan fleksibilitas
  • Mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat
  • Meningkatkan kebugaran kardiovaskular
  • Bantuan relaksasi
  • Memberikan kesempatan untuk meningkatkan perkembangan sosial dan emosional
  • Meningkatkan harga diri

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Si Kecil Mulai Aktif? Ikuti 9 Langkah Ini Untuk Latih Motorik Kasarnya

Menjadi orangtua itu artinya Anda harus siap untuk mengajarkan hal-hal baru pada buah hati Anda demi keberlangsungan tumbuh kembangnya. Orangtua dituntut untuk selalu rajin mencari cara untuk mengajarkan segala sesuatu yang baik pada anak.

Ada tiga hal yang harus mulai diasah oleh orang tua pada anak sejak dini sebagai bekal agar mereka mandiri kelak di masa depan. Tiga hal tersebut adalah kemampuan kognitif, sosial, dan motorik.

Kemampuan motorik pada anak terbagi menjadi dua macam yakni motorik kasar dan halus. Motorik halus berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot-otot kecil pada tubuh anak dan koordinasi mata dengan tangan. Sedangkan motorik kasar adalah gerakan tubuh yang memanfaatkan otot-otot besar. Contoh kemampuan motorik kasar adalah menendang, berjalan, berlari, duduk, dan segala gerakan yang melibatkan sebagian atau seluruh anggota tubuh.

Melalui sembilan cara ini, Anda bisa mengasah kemampuan motorik kasar anak sejak dini agar bisa berkembang dengan baik dan tidak menjadi anak ktertinggal.

BERMAIN BOLA BISA MELATIH KOORDINASI OTAK, MATA, DAN TANGAN

Melatih kemampuan motorik anak bisa dengan cara bermain bersama. Mengajak anak-anak bermain bola dapat melatih kemampuan motorik kasar si kecil menjadi lebih baik. Caranya, posisikan anak Anda dengan jarak 1-2 meter dari posisi Anda, kemudian gelindingkan bola secara perlahan ke arah anak Anda yang sedang berdiri di seberang Anda.

Biarkan dia menangkap atau menendangnya. Cara sederhana yang satu ini dapat meningkatkan koordinasi antara otak – mata – tangan da kemampuan berhitung si kecil.

BERMAIN MEMBANGUN MENARA BALOK DAPAT MENGASAH KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK

Mainan balok kayu dapat digunakan untuk membangun sebuah menara atau gedung pencakar langit. Meski terlihat sederhana, mengajaknya terus-menerus bermain balo kayu yang ditumpuk menjadi bentuk tertentu dapat melatih kemampuan anak untuk memegang dan meraih sesuatu. Selain itu kegiatan ini juga dapat melatih kemampuan kognitif.

BERMAI PUZZLE MENAMBAH PENGETAHUN AKAN WARNA DAN BENTUK PADA ANAK

Puzzle sederhana yang memiliki beragam bentuk dan biasanya terdiri dari berbagai macam warna sangat bagus untuk melatih kemampuan buah hati dalam mengenal berbagai bentuk dan warna, bermain puzzle bersama pun melatih kemampuan kerja sama dalam menyelesaikan masalah. Permainan puzzle yang kompleks membiasakan anak untuk menghadapi sesuatu yang rumit.

MESKI SEPELE, BERMAIN TIUP GELEMBUNG PADA SAAT MANDI BISA MELATIH KOORDINASI TANGAN-MATA-MULUT

Saat si kecil mandi, ajak atau kenalkan dia betapa serunya meniup gelembug dari busa sabun. Kegiatan meniup gelembung saat mandi bukan saja menyenangkan, kegiatan ini juga bisa dimanfaatkan untuk melatih koordinasi antara tangan, mata, dan mulut anak.

BELAJAR MENGGUNTING KERTAS BERGUNA UNTUK MELATIH KOORDINASI OTAK DENGAN KETEPATAN GERAK TANGAN

Saat ini di pasaran sudah banyak gunting aneka wrna yang menarik perhatian anak-anak dan semua bagian gunning tersebut terbuat dari plastik. Berikan gunting jenis tersebut pada anak dan biarkan dia memotong kertas sesuai bentuk yang diinginkannya. Awasi dia ketika menggunting sesuatu dan berikan arahan yang tepat saat menggunting. Belajar menggunakan gunting dapat melatih koordinasi dan ketepatan gerak tangan.

AJARKAN ANAK MELEPAS BAJU SENDIRI, CARA INI DAPAT MELATIH KEMAMPUAN PERENCANAAN MEREKA

Mengajarkan buah hati Anda tentang cara melepas dan memakai baju sendiri bisa menjadi cara efektif agar mereka bisa mandiri. Memberikan mereka kesempatan untuk mengenakan atau melepas pakaian dapat melatih anak Anda mengenai perencanaan dan gerak tubuh agar lebih aktif lagi.

MEMBUKA DAN MEMBACA BUKU MEMBUAT ANAK LEBIH PINTAR DALAM MENGENALI BENDA-BENDA BARU DI SEKITARNYA

Buku adalah jendela dunia, mengenalkan anak pada buku sejak dini bisa menjadi cara yang baik berkenalan pada dunia yang ada di sekitarnya. Berikan si kecil buku yang penuh dengan gambar dan warna sesuai usia perkembangannya. Membiarkannya melihat isi dari buku tersebut dapat melatih kemampuan anak dalam mengenal berbagai jenis benda, hewan, atau tumbuh-tumbuhan.

BERIKAN MAINAN YANG BISA DIPUKUL UNTUK MENINGKATKAN KOORDINASI ANTARA MATA DAN TANGAN

Anak kecil biasanya sangat suka memukul-mukul benda-benda yang ada di sekelilingnya. Untuk itu, Anda sebagai orang tua bisa memberikannya mainan yang bisa dipukul-pukul seperti palu dari kayu, sendok plastik, atau kaleng plastik yang bisa dipukul-pukul. Membiarkannya aktif dengan benda-benda ini dapat mengasah kemampuan koordinasi antara mata dengan tangan sehingga lebih baik lagi untuk digunakan.

MAINAN BALOK KAYU JUGA BISA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCOCOKAN BENTUK DAN WARNA

Beri anak Anda, mainan mencocokan bentuk dan warna yang biasanya terbuat dari balok kayu. Mainan edukatif berupa kotak dengan dengan berbagai bentuk berlubang berguna untuk mengajarkan si kecil konsep mencocokan bentuk dan warna. Biarkan ia mencocokan lubang bentuk segitiga dengan balok kayu bentuk segitiga, lubang persegi dengan balok kayu bentuk persegi, dan begitu seterusnya. Mainan seperti ini juga mengajarkannya untuk lebih inisiatif dalam menemukan masalah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Perkembangan Motorik Anak usia 1 – 5 tahun

Dalam perkembangan anak dikenal proses tumbuh kembang kemampuan geran seorang anak disebuat perkembangan motorik. Secara umum, perkembangan motorik terbagi kedalam perkembangan motorik kasar dan motorik halus.

Masa 5 tahun pertama adalah masa emas bagi perkembangan motorik anak. Hal ini disebabkan pada usia ini bada anak masih begitu lentur dan mudah diarahkan.

Berikut ini tabel perkembangan anak berupa perkembangan motorik kasar dan halus pada usia 1 – 5 tahun

Perkembangan motorik anak pada usia 1 – 2 Tahun

Motorik Kasar Motorik Halus
Merangkak Mengambil benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk
Berdiri dan berjalan beberapa langkah pada sekitar 12 bulan Mengambil benda kecil dalam membungkuk
Berjalan cepat pada sekitar usia 15 bulan Membuka 2 – 3 halaman buku secara bersamaan
Cepat-cepat duduk agar tidak jatuh Menyusun beberapa balok menjadi menara
Merangkak ditangga Menuang cairan dari wadah ke wadah lainnya
Berdiri dikursi tanpa berpegangan Memakai kaus kaki, sepatu sendiri dengan hasil kurang sempurna
Menarik dan mendorong benda keras seperti kursi Memutar tombol Radio atau TV
Melempar bola Mengupas Pisang dengan hasil kurang sempurna

Perkembangan motorik anak pada usia 2 – 3 Tahun

Motorik Kasar Motorik Halus
Melompat ditempat Melakukan kegiatan dengan satu tnagan seperti mencoret-coret
Berjalan Mundur hingga 3 meter Menggambar garis lurus serti lingkarang tak beraturan
Menendang bola dengan mengayunkan kaki Membuka Gerdel pintu
Memanjat mebel dan berdiri diatasnya Menggenggam Pensil
Langsung bangun tanpa berpegangan ketika berbaring Menggunting dengan hasil yang kurang sempurna
Berjinjit dan berdiri sebelah kaki Mengancingkan Baju
Naik tangga dengan kaki dan lompat dari anak tangga terakhir membuka tutup toples
Mengayuh sepeda Memakai baju lengkap sendiri

Perkembangan motorik anak pada usia 3 – 4 Tahun

Motorik Kasar Motorik Halus
Berdiri dengan tumit, tangan di samping tanpa kehilangan keseimbangan Menggambar badan manusia
Melompat dengan satu kaki Menyendok cairan
Berdiri dengan satu kaki selama 5 detik Mencuci dan melap tangan sendiri
Menggunakan bahu dan siku pada saat melempat bola hingga 3 meter Membawa wadah tanpa menumpahkan isinya
Menangkap bola besar
Mengendarai sepeda roda 3

Perkembangan motorik anak pada usia 4 – 5 Tahun

Motorik Kasar Motorik Halus
Menuruni tangga langkah demi Langkah Nebggunakan gunting dengan baik, tidak, meski belum lurus
Tetap seimbang ketika berjalan Memasukan surat kedalam amplop
Melompat selokan sekitar 1/2 meter dengan satu kaki Membawa Secangkir kopi beberapa meter tanpa tumpah
Melempar bola melebihi 4 meter! Memasukan benang kedalam jarum
Membuat belokan tajam dengan seperti roda 3 Mengoleskan selai diatas roti
Memanjat tanggal dilapangan bermain
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top