Parenting

Orang Tua Wajib Tahu! Inilah Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

pendidikananak

Pendidikan untuk anak memang sesuatu yang perlu dipersiapkan sedini mungkin. Sebab jika tidak kedepannya akan merasa keteteran dan tidak bisa mencukupinya. Padahal mendidik dan memberikan pendidikan yang layak merupakan kewajiban dari orang tua. Pendidikan adalah investasi yang baik bagi anak-anak untuk menuju masa depan.

Jika kita sudah siap untuk menikah dan memiliki anak, itu berarti siap juga dengan dana pendidikannya. Pasti sudah tahu bahwa biaya pendidikan anak tidaklah sedikit, artinya harus perlu perjuangan yang maksimal untuk mencapai harapannya.

Lalu apa sajakah yang perlu dipersiapkan ketika menyiapkan dana pendidikan untuk anak? Dalam artikel ini penulis akan mencoba menguraikannya.

Tips jitu menyiapkan dana pendidikan untuk anak

Seperti yang telah kita ketahui bahwa biaya pendidikan di indonesia ini sekarang sudah sangat mahal, bahkan ada yang sampai ratusan juta. Tentu hal itu membuat para orang tua bekerja keras untuk terus menyiapkan biaya pendidikan untuk anak-anaknya. Tak peduli pekerjaan mereka apa, namun keinginannya hanya satu yakni untuk menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini.

Nah bagi anda yang mungkin sedang galau atau bingung bagaimana sebenarnya cara menyiapkan dana pendidikan untuk anak sejak dini yang tepat? Maka di bawah ini ada beberapa cara yang bisa anda terapkan dalam menyiapkan dana pendidikan untuk anak.

  1. Menentukan sekolah yang terbaik untuk anak.

Perlu diketahui bahwa besarnya nominal dana pendidikan harus direncanakan sejak dini, mulai anak masuk TK sampai dengan anak menempuh jenjang Universitas. Dalam memilih instutusi pendidikan harus disesuaikan dengan kemampuan anak dan juga kemampuan ekonomi orang tua tersebut. Jika untuk pendidikan jenjang dasar tentu orang tua tidak harus menyekolahkan anaknya di tempat yang eksklusif, namun yang paling penting anak mampu menyerap ilmu yang diberikan oleh para pendidiknya dan merasa nyaman. Untuk jenjang pendidikan anak usia dini tentu masih menjadi tanggung jawab sepenuhnya orang tua dalam lingkup keluarganya, karena didalamnya terjadi pembentukan karakter anak.

Orang tua pun juga tidak perlu ngotot untuk menyekolahkan anak-anaknya di tempat yang mahal, karena ada jenjang berikutnya yang harus ditempuh demi kelanjutan pendidikan anaknya nanti, terutama sampai ke perguruan tinggi. Semua keperluan dana pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi perekonomian orang tua dan penghasilan yang dimiliki dalam setiap bulannya. Jangan sampai untuk berhutang hanya untuk dana pendidikan di tempat yang mahal jika memang tidak mampu.

  1. Menghitung perkiraan dari keseluruhan dana pendidikan anak.

Memang kita tidak bisa mengetahui dengan pasti berapa biaya pendidikan untuk beberapa tahun ke depan. Namun yang bisa dilakukan adalah mencoba memperkirakan berapa kisaran biaya untuk pendidikan anak-anak kita. Untuk biaya pendidikan jangka pendek mulai dari TK sampai SD, orang tua bisa menyisihkan dengan menabung sebagian penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan anaknya. Setelah itu, ketika anak sudah mulai memasuki usia sekolah sesuai jenjangnya, maka orang tua bisa mengumpulkan berbagai informasi terkait dengan dana pendidikan anaknya, mulai dari SPP, biaya pembangunan, buku-buku, tekxt wajib dan masih banyak yang lain. Apabila anda memutuskan anak anda sekolah jauh dari tempat anda tinggal, maka anda harus memikirkan juga biaya untuk keperluan sehari-hari seperti makan, sewa tempat tinggal, dan biaya operasional lainnya.

  1. Perhatikan tingkat inflasi dan bunga.

Seperti yang telah kita ketahui saat ini bahwa tingkat inflasi semakin naik, dan akan mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Tentu hal tersebut sangat berpengaruh dengan meningkatnya biaya pendidikan untuk anak nantinya. Maka dari itulah, untuk mengembangkan nilai inflasi maka orang tua harus mempersiapkan dana pendidikan yang dapat menekan nilai inflasi tersebut, misalnya bisa diwujudkan dalam reksadana saham, deposito berjangka, properti, investasi emas, dan lainya sebagai dana pendidikan jangka panjang.

  1. Menentukan nominal tabungan.

Apabila dana yang diperlukan dan jumlah waktu anak untuk sampai pada jenjang tersebut, dapat diketahui oleh orang tua, maka orang tua dapat menentukan jumlah tabungan dalam setiap bulannya. Dana pendidikan untuk anak sebaiknya dibedakan, baik yang jangka pendek maupun yang jangka panjang. Peran orang tua adalah mengusahakan untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya yang disesuaikan dengan kondisi financial yang dimilikinya.

  1. Membantu anak mencari beasiswa.

Mungkin jika anda termasuk orang tua yang ingin menyekolahkan anak-anaknya sampai tinggi tetapi untuk penghasilan kurang mencukupi maka anda bisa mencarikan beasiswa untuk anak anda. Mencari beasiswa tidak harus karena kemiskinan, tetapi karena kecerdasan anak anda. Jadi, doakan anak anda supaya memiliki otak yang cerdas sehingga bisa menempuh pendidikan yang sesuai harapan anda.

Selain menyiapkan dana pendidikan untuk anak, ada pula hal lain yang harus orang tua lakukan untuk anak-anaknya yakni selalu memberikan arahan pada anak-anak mengenai pendidikan yang ingin ditempuh oleh mereka nantinya. Selain itu, orang tua juga memiliki kewajiban untuk membimbing anak untuk membentuk kepribadian dan karakteristik yang berbudi luhur.

Demikianlah pembahasan tentang hal-hal yang harus disiapkan dalam menyiapkan dana pendidikan anak. Semoga dapat bermanfaat.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Yuk Bunda Pahami Perkembangan Bayi 5 Bulan

baby

Bayi yang sudah berusia lima bulan bukan hanya dikaruniai wajah yang lucu nan menggemaskan. Kemampuan dan pertumbuhan yang dialami bayi di usia ini pun semakin membuat orangtuanya merasa takjub. Saat Bunda merentangkan kedua lenggan lebar-lebar, pasti ia akan tertawa atau bahkan membuat suara yang terdengar lucu. Ya, Bun, bayi tak hanya tersenyum, mereka bahkan sudah mampu berdecak, menggumam, serta menirukan suara atau bunyi-bunyian yang ada di sekitarnya. Bun, jadikan momen ini sebagai kesempatan emas dengan melatihnya untuk menirukan kata-kata atau suara yang ia dengar ya Bun. Kendati si kecil belum menirukan dengan sama persis, setidaknya otaknya sudah dapat menerima stimulus dari Bunda.

Pahami Aspek Emosi dan Sosial Pada Bayi Usia Lima Bulan ya Bun

Di usia lima bulan, memang masa-masanya bayi akan belajar mengekspresikan emosinya. Ia akan tersenyum, lalu tertawa saat mereka merasa nyaman dan senang. Namun bila ia merasa tak nyaman, ia pun akan tampak cemberut atau menangis sampai berderai air mata. Biarkan bayi mulai belajar tentang dirinya ya Bun. Ia pun juga mulai beradaptasi dan mengenali perbedaan saat diasuh oleh orangtua, pengasuh, atau bahkan kakek dan neneknya.

Di usia ini, si kecil mulai memahami arti bonding dengan orang-orang terdekatnya. Karenanya, bila ia sudah merasa dekat dengan lingkungan keluarganya, pasti ada masa ia akan merasa ketakutan bila ada orang dewasa yang mengajaknya berinteraksi namun belum pernah ia lihat sebelumnya

Ketahuilah Perkembangan Keterampilan Motoriknya Juga

Bun, seiring pertumbuhan bayi, otot-ototnya pun akan semakin kuat. Bayi pun akan semakin sering menggerakan kepala menuruti kemauannya. Ia juga mulai menggerakan anggota badannya guna meraih sesuatu yang ada di depannya. Perlahan tapi pasti, ia juga belajar untuk duduk. Hal-hal semacam ini baik untuk kemampuan motoriknya lho Bun. Kendati untuk duduk memang masih harus disangga dengan sandaran bantal atau tubuh orang dewasa ya Bun.

Nah, untuk membantu si kecil duduk, pastikan Bunda memposisikan kakinya untuk membentuk huruf V ya Bun. Posisi ini akan membantunya menyempurnakan keseimbangannya ketika duduk dan mengurangi risiko jatuh terguling.

Ia Pun Dapat Menggengam Sesuatu Lebih Kuat Lagi

Cobalah Bunda perhatikan, saat ia meraih suatu barang, lalu menggenggammnya di sebelah tangan, ia sudah mampu menggenggam benda tersebut lebih kuat lagi. Menariknya, ia bahkan sudah bisa memindahkannya ke tangan lain. Di usianya ini, tak menutup kemungkinan ia sudah dapat memegang botol atau gelas yang memiliki gagang di kanan kirinya. Bunda cukup pastikan benda apapun yang dipegang oleh si kecil terbuat dair bahan yang tak tajam dan tak mudah pecah ya, ini karena si kecil pasti masih sering membanting atau mengguncang-guncangkannya.

Amati Juga Perkembangan Inderanya, Bun

Di usia lima bulan, indera bayi juga berkembang pesat, Bun. Mulai dari indera pengecap, pendengeran, bahkan penglihatan. Si kecil semakin dapat mengenali benda-benda kecil (seperti misalnya kelereng yang diletakkan di atas lantai) dan benda yang bergerak (seperti misalnya kupu-kupu yang terbang di taman). Ia mulai dapat memahami bahwa ketika ia meletakkan suatu benda dan meninggalkannya, benda itu masih akan berada di sana sampai ia kembali.

Bahkan persepsi si kecil terhadap warna juga semakin baik, ia bahkan mulai mampu membedakan nada warna yang berbeda dari satu jenis warna yang sama.Misalnya, biru muda dan biru tua, meskipun pada usia ini bayi masih tetap memilih warna-warna primer seperti biru, merah, dan kuning.

Yuk Bun Tetap Berikan Stimulasi yang Baik untuk Si Kecil 

Stimulus yang berkelanjutan penting lho Bun guna pertumbuhan yang optimal untuk si kecil. Tak hanya untuk membantu menguatkan otot dan tulang untuk kemampuan motorik si kecil, tapi juga dapat membantu memperkuat hubungan antar sel-sel otak sehingga si kecil berpotensi memiliki kecerdasan yang bervariasi nantinya. Untuk itu, yuk Bun berikan stimulus pada si kecil sebagai berikut:

  1. Tetap lanjutkan kebiasaan berdialog dengan si kecil ya Bun. Perhatikan tiap si kecil membuat suara. Jangan lupa, saat Bunda berbicara, buatlah mimik wajah yang sesuai sehingga si kecil mengenali hubungan antara kata dan perasaan.
  2. Jangan lupa untuk mainkan musik saat Bunda berinteraksi dengannya. Si kecilsuka dengan suara terutama dengan suara musik, Bun. Karena itu, perdengarkan saja musik apa saja mulai dari klasik, jazz, pop, hingga musik tradisional. Perhatikan responnya, mungkin akan bertepuk tangan, tersenyum, bahkan berusaha menirukan musik yang ia dengar.
  3. Letakkan mainan di salah satu tangansi kecil, kemudian pindahkan ke tangan satunya. Lakukan sambil menyebutkan nama benda tersebut. Dengan cara ini, si kecil akan belajar memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain, juga belajar mengenal kosakata baru.
  4. Letakkan mainan di luar jangkauan si kecilketika ia dalam posisi tengkurap, dan perhatikan usahanya untuk meraih benda tersebut. Jika ia gagal, geser mainan tersebut lebih dekat ke arahnya sehingga ia tidak menyerah melakukannya.
  5. Tenangkansi kecil tiap kali bertemu orang asing. Jika Bunda menenangkannya ketika ia menangis atau gelisah, ia akan merasa dicintai, dilindungi, dan aman.
  6. Kondisikan rumah Bunda sehingga aman untuk bayi. Tutup steker listrik yang terbuka, tempatkan peralatan rumah tangga yang berbahaya dalam sebuah lemari yang terkunci, dan singkirkan semua benda yang berpotensi tertelan oleh si kecil. Juga, berhati-hatilah untuk tidak menempatkan wadah berisi air panas atau benda-benda berat di atas meja dimana bayi Bundaberpotensi meraihnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Inilah Cara Menghadapi Anak Yang Nakal, Bandel Dan susah diatur

Inilah Cara Menghadapi Anak Yang Nakal, Bandel Dan susah diatur

Apakah anak anda termasuk anak yang nakal, bandel dan susah diatur? Anda merasa kewalahan mengurusinya? Tenang dalam artikel kali ini penulis akan mencoba untuk memaparkan bagaimana cara menghadapi anak-anak yang nakal, sulit diatur dan bandel.

Pada beberapa kasus mungkin anda menemukan anak-anak anda yang periang dan juga penurut terhadap nasehat anda. Namun anda pasti akan terkejut jika tiba-tiba anak anda berubah menjadi sosok yang nakal, pembangkang, mudah marah, hiperaktif, cengeng dan sikap-sikap lain yang tidak disenangi. Maka dari itulah terkadang anda sebagai orang tua merasa jengkel dan marah ketika menghadapinya. Namun, sebagai orang tua tentulah tidak bisa jika hanya dengan marah-marah, melainkan peranan orang tua begitu penting untuk menghadapi anak yang semacam itu. Lalu bagaimana caranya? Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa anda lakukan.

Tips pintar untuk menghadapi anak yang nakal, bandel dan sulit untuk diatur:

  1. Lakukan pendekatan kepada anak.

Ketika anak anda rewel, nakal dan susah diatur sebaiknya jangan hadapi dia dengan keras, emosional, dan penuh amarah. Sebab cara itu tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada, justru anak akan semakin rewel dan nakal. Jika itu sudah terjadi, maka anda pun akan merasa kerepotan untuk mengurusinya.

Oleh karena itulah, anda harus melakukan pendekatan yang baik, berilah nasehat dengan lembut bahwa apa yang dilakukannya itu tidak baik. Selain itu, anda sebagai orang tua juga harus menjaga kekonsistenan, jangan sampai goyah karena anak merengek menangis. Sebagai contoh, ketika anak anda meminta terus mainan yang harganya mahal, katakan tidak, jika anda sudah mengatakan tidak maka jangan luluh karena tangisannya, melainkan biarkanlah sampai dia pada akhirnya menurut dengan anda. Dengan demikian, anak anda akan terbiasa dengan apa yang anda ajarkan.

  1. Tunjukanlah tekat yang kuat terhadap anak.

Selain harus menjaga kekonsistenan, anda sebagai orang tua juga harus memiliki tekat yang kuat dalam menghadapi anak anda yang memang nakal. Ketika si kecil sedang bertengkar hebat, dan anda sebagai orang tua sulit untuk melerainya, anda harus menunjukan tekad yang kuat. Tentu hal itu sangatlah penting anda miliki sebab jika kita menyerah, meski pun sebenarnya anak-anak tidak tahu apakah mereka bisa menang atau tidak. Maka dari itulah, dengan tekad yang kuat secara internal yang anda miliki akan menjauhkan anak anda dari hal-hal yang buruk.

  1. Buatlah peraturan yang khusus untuk anak.

Buatlah peraturan khusus yang sebelumnya telah dibicarakan terlebih dahulu dengan anak-anak anda. Peraturan yang anda buat harus memiliki konskuensi supaya anak dapat berusaha menghindari perbuatan nakal tersebut. Semakin anda sabar maka anak-anak anda akan semakin mudah untuk dikendalikan oleh anda. Jangan lupa untuk selalu memberlakukan peraturan yang sudah anda buat supaya anak anda mengingat batasannya. Selain itu, anda harus selalu memberikan anak penghargaan pada saat anak melakukan hal-hal yang baik, seperti memberi pujian kepadanya.

  1. Tunjukan sikap yang manis dan lembut kepada anak.

Ketika anak kita melakukan hal yang buruk ditempat umum tentu kita sebagai orang tua merasa dongkol dan ingin memarahi anak tersebut. Namun ternyata tindakan semacam itu sangat salah didalam upaya mendidik anak yang nakal, karena anak akan semakin menangis keras-keras, semakin berontak dan semakin bertingkah yang nakal. Namun anda harus memberikan sikap yang penuh kelembutan, berikanlah dia pengertian dan berusaha untuk memaafkannya.

Cobalah untuk bertanya pada anak anda, mengapa melakukan kesalahan, karena terkadang mereka melakukan hal yang salah bukan karena keinginannya sendiri, melainkan karena dorongan dari lingkungan sekitar.

  1. Jangan terlalu memanjakan anak.

Tentu kita tahu bahwa sikap memanjakan anak yang ditanamkan sejak dini akan berpengaruh buruk bagi perkembangan anak. Hal itu akan mengakibatkan anak menjadi terbiasa dengan jalan yang mudah ketika dia ingin mendapatkan sesuatu. Hal tersebut akan terlihat ketika suatu saat nanti keinginannya tidak terpenuhi maka dia akan menunjukan sikap yang membangkang kepada anda sebagai orang tuanya. Maka dari itulah, anda sebagai orang tua jangan memanjakan anak-anak anda, tetapi perlakukanlah dia dengan baik dan sewajarnya saja.

  1. Berikanlah contoh yang baik untuk anak-anak anda.

Perlu anda tahu bahwa anak yang masih berada dalam tahap pengembangan dan pertumbuhan akan cenderung menirukan apa yang telah anda lakukan. Dia sangat mudah menyerap apapun yang terjadi disekitarnya, maka jika anda ingin anak-anak anda tumbuh menjadi sosok yang baik, patuh dan tidak nakal, sebaiknya berikanlah contoh dengan baik. Berikanlah sikap yang baik, jangan berkata yang kasar atau yang buruk ketika dihadapan anak. Selain itu, usahakan untuk menjauhkan anak-anak anda dari perbuatan-perbuatan yang buruk yang nantinya akan berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak anda.

Sebagai contoh anda harus menjauhkan dari tontonan televisi yang menayangkan kekerasan, teman yang nakal dan tontonan kriminilitas.

  1. Jangan memberikan label buruk pada anak-anak anda.

Ketika anak anda nakal dan bandel, maka anda sebagai orang tua janganlah sekali-kali memberikan label yang buruk pada mereka. Sebagai contoh “kamu anak yang nakal, bandel, susah diatur.” Justru pemberian label itu akan menjadikan anak semakin nakal, dia beranggapan bahwa sifat nakal yang dimiliki adalah karakternya, sehingga akan menyusahkan anda sebagai orang tua untuk mendidiknya.

Demikian tadi pembahasan tentang cara menghadapi anak yang nakal, bandel dan susah diatur. Semoga artikel di atas dapat bermanfaat untuk anda para orang tua.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Inilah Pentingnya Peran Seorang Ayah Untuk Kecerdasan Anak

Inilah Pentingnya Peran Seorang Ayah Untuk Kecerdasan Anak

Perlu diketahui bahwa peran dari seorang ayah sangat penting untuk tumbuh kembang anak sampai dia dewasa nanti. Di zaman sekarang ini baik ayah atau pun ibu memiliki peranan yang sama didalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak supaya optimal. Tidak ada lagi pemisahan yang mengatakan bahwa ayah hanya bertugas mencari nafkah saja, sementara untuk anak sepenuhnya tanggung jawab seorang ibu.

Apabila pandangan itu sampai saat ini masih diterapkan, maka seorang anak akan kehilangan figur dari sosok ayah. Mengapa demikian? Karena peran seorang ayah dalam kehidupan anak sangat berarti, terutama untuk membangun kecerdasan emosional, meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi, dan untuk memberi motifasi anak dikemudian hari. Apabila seorang anak sama sekali tidak merasakan peran dari seorang ayah maka dia akan merasa kesulitan untuk melakukan adaptasi baik di sekolah, lingkungan sosial atau pun dalam perubahan yang lain. Hasil dari reset juga menunjukan bahwa seorang anak yang tanpa peran ayah:

  1. Sebanyak 63 % anak akan mengalami masalah psikologis seperti: merasa gelisah, suasana hati yang mudah sekali berubah, fobia, dan juga depresi.
  2. Sebanyak 56 % lebih memiliki daya tangkap di bawah rata-rata.
  3. Sebanyak 43 % anak sangat agresif terhadap orang tua.

Menurut pakar psikologi dari PBKP Fakultas Psikologi Universitas taruma negara, Agustina, M.Psi., dia pun telah menyeret perbedaan antara ayah pada zaman dulu dengan ayah pada zaman sekarang. Terutama dilihat dari segi waktu. Namun yang lebih membedakan antara ayah zaman dulu dengan ayah zaman sekarang adalah adanya peningkatan dalam hal pendidikan. Jadi, secara gamblang dapat disimpulkan bahwa ayah pada zaman sekarang hampir semua memiliki pendidikan yang relatif tinggi, sehingga dia memiliki cara tersendiri untuk ikut andil dalam memberikan pendidikan untuk anak-anaknya. Dengan demikian, anak akan merasa nyaman dan mampu menjadi sosok anak yang memiliki dua figur, yakni dari seorang ayah dan ibu.

Bentuk perhatian yang harus diberikan dari ayah meski sibuk bekerja

Menjadi seorang ayah memang bukan perkara yang mudah, sebab dia memiliki tanggungjawab yang amat berat yakni menafkahi keluarga. Terlepas dari itu dia juga memiliki peranan yang amat penting dalam mendidik anak-anaknya, meski telah sibuk di luar rumah. Lalu perhatian seperti apakah yang harusnya diberikan untuk anak disela-sela kesibukannya? Berikut ini adalah bentuk perhatian yang harus diterapkan oleh seorang ayah pada anak-anaknya.

  1. Usahakan untuk selalu meluangkan waktu untuk sang anak.

Dalam satu hari minimal ayah harus memiliki waktu 15 sampai 30 menit untuk melakukan cengkrama dengan keluarga. Dalam momen tersebut ayah bisa menanyakan kepada anak tentang kegiatan hari ini dan mengajaknya bermain.

Dengan demikian, anak akan merasa diperhatikan dan cara tersebut memiliki makna untuk perkembangan anak. Seorang ayah yang positif akan memberikan dampak yang positif pula untuk tumbuh kembangnya.

  1. Selalu usahakan untuk menampakan ungkapan sayang pada anak-anak.

Cobalah untuk sejenak memerhatikan anak, dengan bertanya tentang apa saja kegiatan di sekolah, bagaimana belajarnya, bagaimana teman-temannya. Cara seperti itu bisa meningkatkan kemampuan akademis anak. Oleh karena itulah, sesibuk apa pun seorang ayah sebisa mungkin harus meluangkan waktu untuk si buah hati karena sesibuk apapun ayah anak memerlukan perhatian, kasih sayang, dan juga dukungan penuh dari seorang ayah.

Selain ucapan ferbal, ayah juga bisa memberikan perhatian yang berupa belaian sayang, pelukan hangat, dan penghargaan berupa pujian kepada sang anak ketika dia mencapai sesuatu atau ketika dia sudah bisa melakukan hal yang menunjukan perkembangannya. Selain kata-kata, pelukan, sentuhan hangat dari seorang ayah juga amat penting bagi anak. Misalnya ayah bisa menggendong dia saat bersamanya.

  1. Selalu usahakan untuk bisa makan bersama di rumah bersama anak.

Sebisa mungkin ayah harus meluangkan waktunya untuk selalu bisa makan bersama atau berdoa bersama. Jika malam tidak bisa, maka bisa ketika sarapan pagi. Sebab dengan begitu anak dapat merasakan kehangatan dan kedekatan yang erat antara anggota keluarga. Selain itu, momen tersebut dapat dijadikan sebagai ajang untuk saling mengobrol antara anggota keluarga mengenai kegiatan masing-masing pada hari tersebut.

  1. Serasikan antara kesibukan dengan perhatian anak.

Selain harus menyerasikan antara kesibukan dengan perhatian anak, ayah juga harus pandai-pandai dalam menjaga kekompakan di depan anak. Ibu dalam hal ini juga harus ikut serta mendukung demi tumbuh kembangnya.

  1. Menikmati masa liburan bersama anak.

Usahakan ketika ayah libur bekerja selalu bersama menemani anak dalam bermain. Dengan begitu anak akan merasa nyaman dan dekat selayaknya bersama ibunya.

Demikian tadi pembahasan tentang pentingnya peran ayah dalam perkembangan dan pertumbuhan anak. Semoga bisa memberi manfaat yang positif bagi kita semua.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top