Mom Life

Nasehat Untuk Bunda Saat Si Kecil Tak Masuk Sekolah Favorit

chairs-child-cute-159782

Bun, masuk sekolah favorit menjadi impian banyak orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sana. Namun karena persaingan ketat dan terbatasnya kapasitas, anak tentunya harus lolos mengikuti ketentuan yang diberlakukan, baik oleh pemerintah untuk sekolah negeri, maupun ketentuan sekolah tersebut untuk sekolah swasta. Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo memaklumi bila anak akan sedih atau kecewa bila masuk sekolah favorit.

“Namun bila orang tua protes, artinya orang tua kurang memahami aturan dalam penerimaan murid tersebut dan juga kurang siap menerima atau mengantisipasi konsekuensi dari aturan tersebut,” kata Vera seperti dikutip dari Beritasatu.com.

Sejatinya kurang tepat bila harus memaksakan si kecil bersekolah di tempat yang menurut Bunda ideal dengannya. Nah, hati-hati Bun, sikap memaksakan ini justru akan berdampak buruk bagi anak.

“Anak akan merasa dia harus selalu dapat yang ia mau dan menganggap ini sebuah kegagalan. Anak memandang kalau sekolah ya harus di sekolah itu, kalau tidak ya tidak ada artinya. Padahal tidak harus seperti itu,” tegasnya.

Di masa seperti inilah orangtua harus lebih bersikap bijaksana. Orang tua juga perlu menunjukkan sikap percaya pada kemampuan anak bahwa di manapun anak bersekolah, jika memang anak memiliki kemampuan yang baik maka dia tetap akan berhasil.

“Yang terpenting tetap dukung anak dan jangan sampai anak merasa sebagai anak yang gagal hanya karena tidak masuk sekolah tersebut,” tutup Vera.

Sementara itu, yang terjadi justru sebaliknya. Orangtua millenial cenderung sering cemas dengan masa depan anak-anaknya. Alih-alih mendengarkan suara hati sang anak, banyak orangtua yang akhirnya berlomba-lomba untuk mendidik anak agar mereka bisa jadi yang terbaik.

Ya memang demikian dinamika yang ada, orangtua selalu khawatir dengan masa depan anak mereka. Bahkan menurut psikolog anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, orangtua diliputi ketakutan mengenai kesejahteraan anak mereka kelak.

“Orang tua sekarang tuh wajar ya (kecewa dengan kegagalan) karena beli rumah saja susah ya para orang tua milenial ini. Pekerjaan selalu enggak pasti, jadi mikir, ‘Anak kita pasti bakal lebih parah.’ Itu (hasil) risetnya kayak gitu,” ujar Saskhya.

Belakangan ini, orangtua pun jadi sangat selektif dan kompetitif. Mereka yakin dan percaya setiap anaknya harus mendapat pendidikan yang terbaik. Padahal, sebagai orangtua, ada baiknya kita pun perlu mencari support group lho Bun. Bila Bunda justru menjadikan kepintaran atau nilai sang anak sebagai ajang pamer dengan ibu-ibu lainnya, bukankah jadi kasihan si kecil?

“Cari yang cocok dengan pendekatan emosional, kayak, ‘Kita senang-senang deh, jalan-jalan’ supaya ada me time, tapi ada juga me time-nya yang diskusi sekolah anak ke depannya kayak gimana. Support group itu penting banget supaya keep the parents sane (waras)” kata Saskhya.

Saskhya menambahkan, orang tua perlu belajar untuk open minded, bahwa semua anak itu berbakat. Namun, tinggal cara mengembangkannya saja. Semua tergantung kepribadian, karakteristik anaknya.

“Kemampuan anaknya apa, bakatnya dia seperti apa. Kalau semuanya dilewati tetap enggak bisa, sudah terlalu stres, terus kita udah terlalu cemas parenting kita bakal sering marah-marah kan? Cukup ketemu dengan profesional (psikolog atau terapis), sebenarnya sumber stresnya apa sih,” tutur Saskhya.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Bun, Meminta Tolong Si Kecil Pergi Ke Warung Membawa Banyak Manfaat Loh

brunette-child-daylight-2774383

Biasanya, saat sedang sibuk di dapur, sebagai ibu kadang kita melibatkan si kecil untuk membelikan bumbu dapur ke warung ya Bun. Pekerjaan semacam ini kelihatannya sepele. Bahkan mungkin dulu saat Bunda masih kanak-kanan, Bunda juga pernah mengalaminya.

Tapi tahukah Bun, ternyata aktivitas ini membawa banyak manfaat nih Bun. Menurut laman Sahabat Keluarga – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyuruh anak ke warung memiliki 6 manfaat, apa saja?

Si Kecil dapat Melatih Keberaniannya

Umumnya, anak akan merasa takut untuk pergi keluar rumah kecuali bila ia dipanggil oleh teman-temannya. Sementara dengan menyuruhnya pergi ke warung, hal ini bisa menjadi salah satu trik guna melatih si kecil yang lebih berani.

Mungkin bila awalnya si kecil takut, Bunda bisa mengantarnya sampai ke dekat warung baru kemudian di permintaan selanjutnya, Bunda hanya perlu mengantarnya sampai depan rumah saja. Dalam proses ini memang butuh kesabaran guna melatih keberanian si kecil, tapi ingat, tak perlu sampai memarahinya ya Bun.

Ternyata Bisa Melatih Daya Ingat Juga nih Bun

Bun, selain melatih rasa berani si kecil, dengan meminta tolong si kecil pergi ke warung juga mampu melatih daya ingatnya. Saat Bunda misalnya menyampaikan apa saja yang harus dibeli, maka dengan seksama ia akan menyimak dan mengingat pesan Bunda.

Tapi bila pesanan Bunda terlupa, tak perlu kecewa atau marah ya. Tetap maklumi atau mungkin saja memang ada kesalahan yang terjadi saat transaksi atau saat penjual memasukkan belanjaan ke kantung. Atau, cara terbaik lainnya adalah berikan catatan pada si kecil guna meminimalisir kesalahan.

Melatihnya Memberikan Tanggung Jawab Sedari Dini

Saat memintanya untuk pergi ke warung dengan sederet catatan kebutuhan bumbu dapur atau semacamnya, aktivitas ini berguna untuk melatih tanggung jawabnya, Bun. Bagaimanapun ia pasti akan mempertanggungjawabkan agar pesanan yang diminta dan diamanahkan orangtuanya bahkan mengupayakan agar berhasil mendapatkan barang tersebut.

Juga Melatihnya untuk Belajar Menyampaikan Pesan

Manfaat lain yang didapat adalah melatihnya berkomunikasi dan belajar menyampaikan pesan kepada orang lain. Anak akan berkomunikasi dengan Bunda sebagai pihak yang memberikan instruksi sehingga ia akan berusaha memperhatikan barang yang akan kita pesan.

Selanjutnya, si kecil juga akan berlatih berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada penjual. Mulai dari memberi salam hingga menyampaikan apa saja yang dibutuhkan. Tentunya ada anak yang mampu berkomunikasi dengan baik dan lancar, namun ada juga sebaliknya.

Tapi dengan seringnya Bunda menyuruh anak, maka frekuensi berkomunikasi mereka semakin banyak, serta dapat mengurangi rasa malu, takut, dan menambah percaya diri.

Sekaligus Membiasakannya agar Terbiasa Berhitung

Keuntungan lainnya dari menyuruh anak ke warung adalah melatih untuk berhitung. Terutama jika uang yang Bunda beri ternyata kelebihan, ia akan belajar tak hanya bertanggung jawab pada belanjaannya, tapi juga pada uang serta kembalian yang diterima guna memastikan jumlahnya benar.

Namun dari manfaat yang sudah terlihat, pastikan dulu Bunda menunjuk warung atau toko di sekitar rumah ya Bun. Jadi memang tidak jauh, kondisi jalan aman, serta anak memang sudah bisa diberi kepercayaan ketika usianya sudah cukup matang guna meminta tolong.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Hindari Ucapan yang Bisa Membuat Percaya Diri Anak Menurun, Bun

baby-boy-child-1361766 (2)

Orangtua yang sedang emosi dengan perilaku si kecil mungkin sering lupa dengan ucapan yang terlontar dari mulutnya. Bahkan tanpa disadari, ucapan orangtua bisa saja menyakiti bahkan mempengaruhi harga diri si kecil, Bun.

Linda Bress Silbert, Ph.D dan Alvin J Silbert, Ed.D, yang merupakan founder STRONG Learning Centers, New York, mengatakan kendati ada keluarga dan teman sebaya, sejatinya ucapan orangtua tentu membawa pengaruh besar terhadap anak-anak.

Jadi, orang tualah yang membantu anak-anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Lantas bagaimana caranya? Silbert mengatakan, cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mendukung dan menerimanya sepenuh hati, Bun. Bukan justru merendahkannya.

Hindari ucapan bahwa dia tidak cukup kuat, tidak cukup tampan, atau tidak cukup pintar untuk melakukan sesuatu. Kata-kata dan tindakan Bunda bisa mencegah harga diri anak tumbuh. Karenanya, Silbert mengatakan sebaiknya orang tua membiarkan anak tahu kalau Bunda berpikir dia hebat.

“Anda mungkin tidak menyadari betapa pentingnya untuk menyadari bagaimana Anda berbicara dengan anak,” kata Silbert mengutip bukunya yang berjudul Why Bad Grades Happen to Good Kids; What Parents Need to Know, What Parents Need to Do.

Guna meningkatkan harga diri si kecil, sampaikan pesan dengan lebih hati-hati lagi, Bun. Termasuk saat mereka mengamati wajah dan suara ortu, juga bahasa tubuhnya saat berbicara.

“Anak bisa saja menangkap pesan yang berbeda,” ujar Silbert.

Menurut Silbert, apabila anak-anak percaya orang penting mereka yakni orang tuanya menghargai mereka, mereka pun merasa layak dihargai. Faktor ini sangat penting dalam perkembangan emosional dan keberhasilan sekolah anak-anak, Bun.

“Persepsi anak-anak didasarkan pada firasat, pendapat, gerak tubuh, dan hal-hal lembut lainnya. Anak-anak sangat subyektif dengan tindakan. Karena itu, kita perlu memastikan bahwa kita tidak sengaja mengirimi mereka pesan yang tidak diinginkan,” kata Silbert.

Brynn Burger, seorang ibu yang juga berprofesi sebagai guru pernah mengatakan orang tua yang membesarkan anak-anaknya dengan cara ekstrem hanya membuat masa dewasanya menuju ke jurang kehancuran, Bun. Sebab, yang diperlukan anak-anak adalah sikap positif dari orang tua dan sesuai untuk anak-anak.

“Ketika kita menjadi orang tua, kita tidak menerima instruksi manual atau penjelasan tentang apa yang diharapkan dari setiap anak. Setiap anak, bahkan di rumah yang sama, mungkin memerlukan hal-hal yang berbeda dari orang tua yang berbeda, dan ini bisa sulit diarahkan,” kata Brynn dilansir Addidutemag.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Pentingnya Kenalkan Puasa Arafah Sedari Dini pada Si Kecil

adult-baby-child-1776135 (1)

Sudahkah si kecil diajarkan berpuasa? Tentu jadi kabar baik bila buah hati Bunda sudah mau belajar untuk berpuasa. Namun jangan berkecil hati juga bagi para Bunda yang mungkin pada dua bulan lalu berhasil mengajak si kecil puasa Ramadhan, nah kali ini tak ada salahnya memperkenalkan puasa Arafah ke mereka.

Ya, sehari jelang perayaan Hari Raya Idul Adha, umat Muslim memang disarankan untuk menjalankan puasa Arafah, tepat pada tanggal 9 Zulhijah. Melansir laman NU Online, puasa Arafah ini memiliki keutamaan yang begitu besar.

Menurut hadis yang diriwayatkan HR Muslim, puasa ini masuk ke dalam sunah muakkad. Sedangkan menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat Lc, MA puasa memiliki keistimewaan tersendiri, Bun yakni dapat menggugurkan dosa setahun yang lalu plus menjaga untuk tak melakukan dosa setahun yang akan datang.

Lebih jauh lagi, sudah jadi tanggung jawab orangtua juga mengajari anak-anak agar tergugah untuk berpuasa. Pelan-pelan saja Bun.

Mengutip HaiBunda, Ustazah Aini Aryani, LC, yang menegaskan kalau orang tua harus menjadi contoh untuk anaknya.

“Cara mengajarkan anak berpuasa pastinya harus dicontohkan oleh orang tuanya. Kalau orang tua enggak ikut puasa pasti anak enggak akan puasa. Kenapa? Karena anak itu peniru ulung. Melihat orang tuanya daripada mendengarkan,” kata Aini kepada HaiBunda.

Ajarkan Puasa Sejak Mereka Masih Kecil, Bun

Mengajari anak puasa idealnya dimulai sejak mereka kecil, Bun. Jelaskan kepada mereka mengenai manfaat puasa dan ganjaran pahala yang akan diterima oleh orang-orang yang menunaikannya.

Pelan-pelan jelaskan pada anak jika hakikat puasa Arafah yaitu dapat menghapus dosa setahun yang lalu ya Bun. Serta menjaga mereka dari perbuatan dosa yang akan datang. Pada hakikatnya, puasa dapat menjaga seseorang untuk berbuat dosa. Seperti mencegah anak berbohong, nakal, dan tidak nurut pada orang tua.

Lebih jauh lagi, beritahukan juga pada si kecil jika ada amalan-amalan saleh yang dicintai Allah bila dikerjakan menjelang Idul Adha. Mengenalkan tentang hal ini pada si kecil akan membantu menanamkan keimanan pada anak-anak.

“Terakhir ajari anak bersyukur, ‘Kakak bisa bicara, lihat gara-gara Allah. Kalau Kakak mau bersyukur caranya bisa lewat ibadah, melakukan kewajiban yang diperintahkan Allah’,” tambah Aini.

Yang penting, jangan memaksa anak-anak untuk mau berpuasa ya Bun. Tumbuhkan kesadaran untuk melakukannya secara ikhlas dan semampunya sesuai dengan usia masing-masing anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top