Lifestyle

Mudah, Berikut Cara Menghitung Usia Kehamilan!

Kehamilan merupakan proses yang dinantikan oleh pasangan suami istri. Namun terkadang karena pengalaman pertama para ibu terkadang masih belum tau bagaimana cara menghitung usia kehamilan mereka. Bahkan banyak masyarakat yang belum tepat dan sering salah paham tentang ini. 

Pentingnya Edukasi Tentang Cara Menghitung Usia Kehamilan 

Terkadang sampai sekarang masih ada stigma miring terkait dengan kehamilan yang berjarak cukup dekat dengan pernikahan. Inilah pentingnya melakukan edukasi terhadap pasangan sebelum pernikahan. Tujuannya agar mereka juga bisa tenang dan tidak terpengaruh stigma tersebut. 

Cara menghitung usia kehamilan sendiri sebenarnya dilakukan dari masa akhir menstruasi bulan sebelumnya. Jadi jangan langsung menduga jika itu adalah hamil di luar nikah kemudian menyebarkan rumor ke lingkungan sekitar. Padahal aslinya tidaklah demikian. 

Cara Menghitung Usia Kehamilan 

Untuk para ibu yang baru pengalaman pertama mengandung, menghitung usia kehamilan tentu saja bukanlah hal mudah. Selain dapat berkonsultasi dengan dokter, bisa juga menggunakan kalkulator kehamilan atau manual juga boleh. Untuk cara lengkapnya adalah sebagai berikut. 

1. Pakai Kalkulator Kehamilan Online 

Di zaman yang sudah serba digital ini semua hal sudah bisa diakses dengan mudah, termasuk mengetahui usia janin dalam perut. Sekarang sudah ada kalkulator kehamilan online yang dapat digunakan para bunda mempersiapkan kebutuhan bayi dalam perkiraan waktu yang tepat.

Cara penggunaannya juga mudah, cukup dengan memasukkan tanggal, bulan, serta tahun hari pertama terakhir kali haid, kemudian tautkan siklus haid apakah biasanya 3 hari atau sampai 7 hari. Jika sudah maka kirimkan data dan tunggu sebentar, maka aka nada pemberitahuan usia kehamilan.

2. Hitung Pakai Rumus Naegele 

Sebelum adanya kalkulator online, sudah ada rumus naegele yang bisa digunakan untuk mengetahui siklus haid seorang wanita. Namun cara ini hanya bisa dipakai bagi mereka dengan siklus tetap dan teratur misalnya 30 hari atau 28 hari. Kemudian ingat tanggal pertama dan terakhir haid.

Cara penggunaan atau bentuk rumus dari Naegele sendiri sebenarnya cukup rumit sehingga harus dijelaskan oleh dokternya langsung. Tentunya sambil menjelaskan secara detail kebutuhan mendatang ibu dan bayi dalam kandungan. Namun jika kurang nyaman bisa gunakan cara kalkulator online saja.

3. Sistem Fundus Uteri 

Selanjutnya adalah sistem fundus uteri yang ada dalam puncak rahim. Puncak rahim nantinya akan meninggi seiring perkembangan janin semakin besar. Cara menghitung inilah yang biasanya digunakan oleh para dokter untuk menentukan usia kehamilan dari para ibu muda paling valid dan tepat. 

Cara menghitungnya sebenarnya tidak terlalu rumit, para ibu juga bisa mempraktekannya langsung untuk mengetahui usia dari kehamilan mereka. Caranya dengan meraba puncak rahim terasa menonjol pada bagian perut. Kemuduan hitung jaraknya dari tulang kemaluan sampai pucak rahim.

4. Coba dengan Deteksi Pergerakan Janin 

Jika malas menggunakan kalkulator online, Anda juga bisa memakai cara manual saja, misalnya mendeteksi lewat pergerakan janin. Jika sudah merasa mulai ada pergerakan, tandanya usia kehamilan adalah 18 sampai 20 minggu . Namun ini hanya berlaku pada masa kehamilan pertama saja. 

Bagi perempuan yang sudah hamil kedua atau kesekian kalinya pasti bisa merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 16 sampai 18 minggu saja. Jadi masing-masing memang punya pengalaman berbeda-beda. Jangan sungkan untuk menjelaskannya pada dokter atau sharing ke para ibu lainnya.

Manfaat Melakukan Perhitungan Masa Kehamilan 

Dengan tahu masa kehamilan maka bisa menyesuaikan berbagai macam hal serta kebutuhan dari janin dalam perut tersebut. Usia kehamilan merupakan data penting yang diperlukan dokter untuk menentukan waktu pemeriksaan rutin. Selain itu adapula manfaat lain yang akan didapatkan. 

1. Mencegah Terjadinya Gangguan Selama Masa Kehamilan 

Biasanya dalam pemeriksaan rutin dokter juga akan melakukan serangkaian tes yang bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan selama masa kehamilan. Memeriksa perkembangan janin dan memastikan kesehatan bunda juga jadi prioritas para dokter selama tes dilakukan.

Selain itu pemeriksaan juga sangat berguna sebagai ajang konseling bagi para ibu muda yang masih belum berpengalaman menghadapi kehamilan pertama mereka. Biasanya disitu Anda bisa memberitahukan keluh kesah atau hambatan lain yang mungkin ditemui selama proses mengandung.

2. Memastikan Asupan Nutrisi Kedepan Bagi Bayi 

Dengan mengetahui usia kandungan sebenarnya maka bunda bisa mempersiapkan kebutuhan nutrisi yang tepat bagi anaknya. Karena bagaimanapun memang kebutuhan setiap masa kehamilan akan berbeda-beda, disesuaikan dengan perkembangan janin dalam tubuh. 

Dari pemantauan usia kandungan yang dilakukan dokter pastinya sudah mengetahui tindakan tepat yang harus dilakukan oleh ibu untuk memenuhi asupan nutrisi kedepannya. Oleh karena itu jika masih belum mengerti cara menghitung usia kandungan jangan ragu menanyakannya pada dokter. 

3. Mengetahui Perkiraan Hari Persalinan 

Terakhir, dengan menghitung usia dalam kandungan Anda jadi bisa mengetahui perkiraan hari persalinan. Proses induksi sekarang ini juga sudah banyak dilakukan oleh banyak rumah sakit, hal ini tentunya sangat membantu para ibu mempersiapkan persalinannya.

Biasanya untuk memperkirakan persalinan, dapat menambahkan 40 minggu atau sekitar 280 hari dari HPHT. Contoh kasus bisa saja berbeda-beda, tergantung dengan masa siklus masing-masing orangnya. Jadi tidak semuanya bisa sama, karena kondisi dalam rahim juga berbeda-beda. 

Itulah beberapa cara bisa dicoba untuk menghitung usia kandungan yang sebenarnya. Jika ini adalah kehamilan pertama, kemungkinan besar akan mengalami berbagai macam kendala maka jangan lupa untuk selalu melakukan konsultasi dengan dokter kandungan di tempat masing-masing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Tahap Perkembangan Janin Trimester Kedua yang Wajib Diketahui

Ketika hamil, perkembangan janin tentu menjadi hal yang bikin Bunda penasaran. Sudah sebesar apa si kecil dalam kandungan? Kemampuan apa yang sudah dimilikinya? Melihatnya melalui layar saat pemeriksaan USG pun selalu ditunggu-tunggu.

Memasuki trimester kedua, biasanya tubuh sudah beradaptasi lebih baik dengan hadirnya janin. Ketidaknyamanan yang kerap dikeluhkan di trimester pertama semakin jauh berkurang. Mual dan muntah yang umum dirasakan di awal kehamilan pun mulai jarang muncul.

Bisa dibilang trimester kedua adalah saat hamil yang paling nyaman. Tak heran banyak ibu hamil yang melakukan babymoon di masa ini.

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Dengan Sayangi Anak EXTRA, orang tua dapat mengakses semua artikel premium, kelas & event eksklusif dan video – video seputar parenting, kesehatan dan ibu & anak baik dari para ahli Sayangi Anak maupun dari Team Sayangi Anak..

Lebih Detail

Already a subscriber?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

7 Tanda-Tanda Melahirkan Semakin Dekat

Mengetahui dan mengenali tanda-tanda melahirkan sangat penting bagi seorang calon ibu. Pada umumnya, tubuh akan merasakan sejumlah perubahan yang terjadi secara bertahap dan konsisten. Apabila tanda-tanda tersebut semakin sering muncul, Bunda harus segera mempersiapkan diri untuk menyambut momen kelahiran si kecil.

Bagi setiap wanita, momen melahirkan adalah pengalaman yang sangat unik. Sering kali, persiapan yang dilakukan justru tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. 

Namun, tidak ada salahnya untuk mempersiapkan diri dengan informasi yang lengkap seputar tanda-tanda menjelang persalinan. Melatih diri dengan metode khusus untuk meredakan nyeri juga akan membantu menghadapi momen menegangkan ini.

Tanda-Tanda Melahirkan, Hitungan Hari Hingga Jam

Persalinan tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi melalui proses yang cukup panjang. Sebagian ibu mungkin akan merasakan tiap fase dalam waktu yang singkat, sedangkan sebagian ibu yang lain butuh waktu berjam-jam. Yuk, simak penjelasan para ahli di Mayo Clinic mengenai tahap-tahap persalinan beserta tanda-tanda yang mengiringinya.

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Dengan Sayangi Anak EXTRA, orang tua dapat mengakses semua artikel premium, kelas & event eksklusif dan video – video seputar parenting, kesehatan dan ibu & anak baik dari para ahli Sayangi Anak maupun dari Team Sayangi Anak..

Lebih Detail

Already a subscriber?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Kapan Waktu Terbaik untuk Cek Kehamilan ke Dokter Kandungan

Setelah mengetahui ciri-ciri hamil muda, Bunda perlu membuat janji temu dengan dokter spesialis kandungan. The American Pregnancy Association merekomendasikan ibu hamil untuk berkonsultasi dengan dokter setidaknya 8 minggu sejak periode menstruasi terakhir.

Dengan memulai perawatan sejak awal lewat pengawasan dokter, kesehatan Bunda dan si kecil di dalam kandungan akan terpantau dengan baik. Dari spesialis kandungan, Bunda bisa mendapatkan berbagai informasi terkait kondisi kehamilan, seperti:

  1. Mengetahui HPL.
  2. Mengetahui berbagai faktor risiko kehamilan yang berkaitan dengan kondisi kesehatan, penyakit keturunan atau usia.
  3. Riwayat kesehatan keluarga.
  4. Jadwal perawatan pra kelahiran terbaik.

Seberapa Sering Memeriksakan Kehamilan?

Pada kunjungan pertama, dokter mungkin akan memberitahu seberapa sering sebaiknya Bunda memeriksakan diri ke dokter. Untuk kehamilan yang sehat dan aman, rekomendasi waktu kunjungan ke dokter sebaiknya dilakukan pada:

  1. Minggu ke-4 sampai minggu ke-28 dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sekali dalam sebulan.
  2. Minggu ke-28-36 dianjurkan untuk melakukan kunjungan ke dokter setiap dua minggu sekali.
  3. Minggu ke 36-40 dianjurkan untuk memeriksakan kandungan setiap minggu.

Meskipun sibuk, pastikan untuk memenuhi anjuran jadwal kunjungan yang diberikan oleh dokter. Melakukan perawatan pra kelahiran sangat penting untuk kesehatan Bunda dan si kecil.

Ketika seorang ibu tidak mendapatkan perawatan pra kelahiran, bayi berisiko tiga kali lebih tinggi lahir dengan berat badan rendah. Melalui pemeriksaan berkala, dokter bisa menemukan berbagai masalah sejak dini. Dengan demikian, langkah penanganan bisa dilakukan. Hal ini adalah kunci untuk menjalani kehamilan sehat.

Kondisi yang Mengharuskan Pemeriksaan Kandungan Lebih Sering

Rekomendasi terkait frekuensi pemeriksaan kandungan sifatnya tidak tetap. Dokter biasanya memiliki pertimbangan tersendiri. Semua tergantung pada kondisi Bunda dan janin yang dikandung.

Ada beberapa faktor risiko yang mungkin mengharuskan Bunda lebih sering melakukan pemeriksaan antara lain:

1. Berusia 35 Tahun atau Lebih

Sebenarnya kebanyakan wanita usia 30-an sampai 40-an melahirkan bayi yang sehat. Namun wanita yang berusia di atas 35 tahun punya risiko lebih besar mengalami masalah dalam kehamilan termasuk kondisi cacat lahir pada bayi yang dikandung.

2. Memiliki Masalah Kesehatan Sebelum Hamil

Jika Bunda punya kondisi medis khusus, termasuk diabetes atau tekanan darah tinggi, kondisi kehamilan perlu dikelola dengan cermat. Hal ini dilakukan agar tidak berpengaruh pada kesehatan janin. Masalah kesehatan lain yang juga memerlukan penanganan khusus saat hamil adalah asma, lupus, anemia, dan obesitas

3. Memiliki Masalah Kesehatan yang Muncul Saat Hamil

Selama kunjungan pra kelahiran yang Bunda lakukan, dokter akan mencari tahu komplikasi yang mungkin terjadi di masa kehamilan seperti preeklamsia (tekanan darah tinggi yang terjadi selama masa kehamilan) atau diabetes gestasional (diabetes yang dialami seorang wanita hanya dia masa kehamilan saja). Jika Bunda mengalami salah satu dari masalah kesehatan ini, dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan yang lebih sering

4. Ada Risiko Kelahiran Prematur

Jika sebelumnya Bunda punya riwayat persalinan prematur atau ada tanda-tanda akan melahirkan prematur, dokter kandungan perlu melakukan pengawasan lebih ketat.

Dengan mengunjungi dokter secara rutin untuk perawatan pra kelahiran, Bunda akan merasa lebih nyaman. Bunda bisa mengetahui kondisi kesehatan bayi dan melakukan pencegahan untuk risiko-risiko yang tidak diinginkan.

Itulah ulasan lengkap terkait ciri-ciri hamil muda dan berbagai hal yang perlu diketahui di awal masa kehamilan. Sambut kelahiran dengan persiapan terbaik agar Bunda dan si kecil sehat selalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top