Parenting

Meski Terlihat Sepele, Jangan Lakukan 5 Hal Ini Pada Bayi Yang baru Lahir!

newborn-baby-feet-basket-161709

Sembilan bulan sepuluh hari bukanlah waktu yang singkat untuk menunggu kehadiran buah hati. Tak heran begitu bayi lahir, suara tangis pertamanya mampu membuat sang ibu meneteskan air mata suka cita. Bahagia dan terharu adalah dua hal yang dirasakan ibu saat melihat wajah polos dan bisa mengenggam tangan halus yang  masih suci itu.

Kebahagiaan itu dengan cepat menular ke sekelilingnya.  Orang-orang di sekitarnya pun jatuh hati begitu melihat wajah menggemaskan bayi. Tak heran bila mereka berebut memberi perhatiaan untuk si kecil. Dari mulai membuat ekspresi wajah lucu demi membuatnya tertawa atau mencium dengan gemas. Namun tahukan Bunda,  meski terlihat sepele melakukan 5 hal bisa memberi pengaruh kurang baik untuk bayi.

Bayi memang menggemaskan, namun membiarkan semua orang menciumnya bisa menularkan bakteri

Saat bayi lahir pasti sangat menggemaskan, tak heran bila semua orang ingin menggendong atau bahkan ingin menciumnya sebagai bentuk kasih sayang. Namun hal itu sebaiknya jangan dilakukan saat bayi baru saja lahir. Terdengar kolot memang, namun bukan tanpa alasan mengapa saat bayi lahir sebaiknya jangan dicium oleh banyak orang. Selama seminggu pertama bayi masih memiliki imun tubuh yang sangat lemah. Ketika ada yang menciumnya, bisa saja menularkan bakteri dan kuman. Apalagi jika kondisi orang yang mencium dan menggendong tidak sedang dalam keadaan bersih, baik tangan ataupun mulutnya.

Jika anak anda terkena bakteri dalam usia yang masih terlalu dini, maka pengobatannya masih sulit. Mengingat bayi tersebut juga sedang beradaptasi dengan lingkungan baru yang notabene berbeda dengaan rahim  ibunya. Jika ada yang ingin mencium sebaiknya mintalah mereka mencuci tangan dan mulutnya. Pastikan juga mereka dalam kondisi sehat. Untuk lebih meminimalisir penularan bakteri sebisa mungkin hindari bepergian ke tempat ramai. Jangan segan untuk melakukan hal-hal tersebut demi kesehatan bayi ya Bunda!

Biarkan si bayi beradaptasi dengan tidak merubah jadwal apapun di rumah

Saat memiliki bayi, entah disadar atau tidak, akan ada perubahan besar yang terjadi. Bayi memang butuh perhatian khusus, tetapi anda tidak perlu merubah jadwal atau kebiasaan di rumah. Tidak perlu meminta semua orang diam saat si bayi sedang tidur atau menutup jendela agar si kecil bisa terlelap saat tidur disiang hari. Biarkan suasana rumah apa adanya, suara berisik dengan anak kecil ataupun tv justru akan membantu bayi anda beradaptasi dengan cepat pada suara bising. Dengan begitu dia pun tetap akan bisa tidur dengan lelap meski ada suara bising di sekitarnya.

Sebaiknya jaga kebersihan popok si bayi dan hindari penggunaan dot terlalu dini ya Bunda!

Bayi yang baru lahir akan buang air dan kotoran lebih banyak daripada bayi umur 6 bulan. Ini berarti bayi yang baru lahir harus diganti popoknya lebih sering. Periksalah popoknya secara teratur untuk memastikannya tetap bersih. Lakukan hal ini mengurangi kemungkinan terkena penyakit kulit. Jangan biasakan penggunaan popok lebih dari enam jam sekalipun masih bersih. Dengan begini bayi anda bisa terhindar dari ruam kulit yang disebabkan oleh suhu yang lembab.

Bayi lahir dengan naluri untuk mengisap, pada saat itu asi tetaplah makanan terbaik untuknya. Mengisap empeng terlalu dini dapat mengganggu jadwal menyusuinya. Bayi Anda terbiasa dengan kehangatan tubuh, detak jantung dan aroma tubuh anda. Daripada memberikan dot, menyusui justru bisa memberikan kenyamanan bagi bayi. Namun tidak perlu tengelam dalam rasa bersalah yang berlebihan juga jika anda belum bisa memberinya asinya. Untuk mengatasinya anda masih tetao bisa memberikan susu dari botol sesuai denggan nasihat dokter. Pastikan juga untuk selalu mencuci botol dan dot dengan air mendidih sebelum menggunakannya.

Gunakan baju sesuai dengan kondisi

Saat melihat bayi mungkin anda anda berpikir bahwa dia adalah mahkluk kecil yang rentan pada beberapa kondisi tertentu, termasuk cuaca. Mungkin bayi terlihat seperti kedinginan. Meskipun begitu, jangan memberi baju berlebihan. Gunakan baju sesuai dengan kondisi cuaca saat itu, jangan memberinya baju yang terlalu tebal  untuk menghindari suhu badan panas dan dehidrasi. Namun jangan juga memberikan baju yang terlalu tipis untuk menghindari si kecil masuk angin. Cara ampuh untuk menyiasati hal ini adalah dengan memberikan baju berlapis, sehingga mudah untuk ditambah atau dilepas agar mudah disesuaikan dengan suhu udara.

Meskipun terlihat sehat, jangan abaikan kontrol teratur ke dokter ya Bunda!

Mengingat bayi yang baru masih masih rentan terhadap beberapa kondisi tertentu, sebaiknya tetap lakukan kontrol ke dokter dengan teratur. Selain untuk memantau kesehatannnya, anda juga jadi bisa melihat perkembangan buah hati. Jadwalkan kunjungan ke dokter secara teratur.Kunjungan ke dokter juga dapat membuat anda cepat mengetahui bila sesuatu yang tidak normal terjadi bayi. Rasanya sulit bagi anda untuk melakukan sendiri, sebab hanya dokter yang bisa memastikan hal ini.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Bahaya Menaruh Si Kecil Berlama-lama di Car Seat

baby-child-close-up-1132688

Keberadaan car-seat memudahkan para balita untuk merasa nyaman saat berada di dalam mobil ya Bun. Tapi tahukah Bunda, bila si kecil dibiarkan tertidur terlalu lama di car seat, ternyata hal tersebut berbahaya lho Bun. Hal ini diungkapkan berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Pediatrics pada Juli 2019.

Para peneliti menyelidiki tentang kematian bayi yang berhubungan langsung dengan kebiasaan tidur di perangkat duduk — car seat, stroller, ayunan— menemukan bahwa lebih dari 90 persen kematian di car seat. Car seat tidak digunakan sesuai petunjuk, artinya bayi itu tidak diikat ke car seat berukuran tepat. Lebih dari setengah kematian di car seat terjadi di rumah dan yang menjadi korban justru bukan bayi yang kondisinya lemah.

Ketika bayi tidur dalam posisi duduk, kondisi kepala mereka akan jatuh ke depan, Bun. Hal ini yang akhirnya membatasi saluran udara dan menyebabkan mereka berhenti bernapas. Fenomena yang dikenal sebagai sesak napas posisional ditemukan sebagai penyebab 48 persen kematian di kursi mobil dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Pediatrics. 52 persen sisanya karena tercekik oleh tali yang tidak diamankan dengan baik.

Di lain sisi, kendati orangtua mengira aman bagi bayi untuk tetap tidur siang di car seat dalam waktu singkat saat Bunda berkendara, menurut Canadian Pediatric Society, bayi tidak boleh dibiarkan terus tertidur di car seat ketika sudah sampai tujuan ya Bun. Bahkan ketika car seat tersebut dikeluarkan dari mobil, orangtua biasanya akan melonggarkan tali pengikat atau melepas ikatan karena merasa keadaan sudah aman dan nyaman bagi bayi.

Namun ini sangat berbahaya, bayi akan merosot di mana dagunya menyentuh dada. Car seat juga memungkinan bayi menggeliat dan bergerak-gerak sehingga posisi mereka menjadi miring atau terbalik. Ini membuat bayi menjadi terjebak di car seat dan membahayakan jalan napasnya. Lamanya waktu bayi berada di car seat adalah faktor dalam banyak kematian dalam penelitian ini.

Lantas, apa yang Dapat Dilakukan oleh Orangtua?

Bunda dapat membatasi waktu perjalanan atau beristirahat guna memeriksa bayi dan mengeluarkan mereka dari kursi mobil ya Bun. Jika saat tiba di tempat tujuan sementara bayi masih tertidur, maka hal yang paling aman dilakukan adalah membangunkan si kecil dengan lembut dan diam-diam mengeluarkan bayi dari car seat dan meletakannya di tempat tidur. Hal terakhir yang ingin dilakukan orangtua adalah adalah membangunkan bayi yang sedang tidur, tetapi ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan.]

Agar bayi dapat dipindahkan ke tempat tidur dengan lancar, Sukkie Sandhu, spesialis tidur bayi dan anak dan pemilik HappyBaby Sleep Solutions di Victoria, BC, menyarankan untuk membawa car seat ke kamar dan memastikan ruangan gelap dan sunyi. Baru kemudian Bunda mengangkatnya dari car seat dan pindahkan ia ke tempat tidur. Tapi jika bayi terbangun saat Bunda berusaha memindahkannya, buat ia kembali mengantuk dengan membacakan buku, atau menyanyiak lagu pengantar tidur ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Tiga Masalah Kulit yang Biasanya Dialami Bayi Baru Lahir

adorable-baby-blanket-1973270 (1)

Kemampuan adaptasi diperlukan setiap orang, bahkan bayi pun perlu melakukan adaptasi begitu ia lahir. Tak terkecuali bagian kulitnya, mengingat sebelumnya selama dalam kandungan, ia terlindungi oleh air ketuban, begitu lahir maka kondisinya berbeda. Untuk itu, para orangtua baru sangat disarankan untuk selalu menjaga kondisi kulit bayi ditahun pertama yakni 0-12 bulan.

“Bicara soal kulit jika kalau direntangkan bisa 1 sampai 2 meter persegi. Salah satu organ terbesar dan paling penting, karena sebagai pertahanan tubuh, keluar masuknya partikel lewat kulit. Kalau kulit sakit otomatis kita gampang sakit,” kata Caessar di acara media gathering Bambi Baby, di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan ketebalan kulit bayi sejatinya hanya sepertiga kulit orang dewasa lho Bun. Belum lagi karena adanya proses adaptasi, tak sedikit bayi akan mengalami kelainan kulit. Tapi Bunda tak perlu khawatir karena kata dokter spesialis anak yang berpraktik di RSPI Bintaro ini hanya bersifat sementara. Apa saja kelainan kulit bayi yang bersifat sementara? Berikut jenisnya, Bun.

1. Erythema Toxicum Neonatorum

Kelainan ini ditandai dengan ruam kemerahan yang dapat mulai timbul saat bayi usia 3 hari. Menurut Caessar, umumnya terjadi di wajah, dada, dan punggung. Bentuknya seperti bercak, bentol ataupun menyerupai jerawat.

“Kelainan ini diduga merupakan bentuk adaptasi kulit bayi, dapat hilang dalam 2 – 4 minggu tanpa pengobatan,” kata Caessar

2. Deskuamasi

Pernah mendengar istilah deskuamasi, Bun? Ya, deskuamasi adalah pengelupasan kulit yang terjadi pada hari-hari pertama kehidupan. Kelainan ini merupakan proses normal pembentukan lapisan kulit dan hilang dalam sekitar 4 minggu.

“Dapat diatasi dengan mengoleskan pelembap segera setelah dimandikan,” ujar Caessar.

3. Cradle cap

“Kalau mengalami ini orang tua baru pasti bertanya-tanya, ‘Bayi kok ketombean ya?’ Nah, cradle cap ini kulit mati yang berwarna kekuningan di kulit kepala dan dahi bayi yang timbul dalam usia beberapa hari atau bulan,” kata Caessar.

Cradle cap disebabkan oleh produksi kelenjar minyak kulit yang berlebih. Cara menanganinya cukup dengan memandikan bayi dan keramas seperti biasa, oleskan minyak mineral atau petrolatum, cradle cap akan hilang dalam beberapa hari atau minggu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Pentingnya Merawat Kulit Bayi Sejak Ia Baru Lahir

bambi

Tahukah Bunda, kondisi kulit bayi berbeda dengan kulit orang dewasa dalam hal struktur dan kematangannya. Tingkat sensitivitas kulit bayi pun jauh lebih rentan. Ini karena saat bayi keluar dari dalam kandungan, ia kemudian terpapar kondisi yang berbeda, mulai dari perubahan suhu, ancaman kuman, dan sebagainya. Untuk itu, banyak hal yang harus dipelajari Bunda dan bayinya.

Lebih lanjut lagi, kelenjar keringat kulit bayi pun belum bekerja secara efektif serta cepat kehilangan kelembaban lantaran jumlah melaninnya jauh lebih sedikit sehingga rentan dengan sinar ultraviolet.

“Bila kulit bayi tak terlindungi dengan baik, masalah yang muncul umumnya ruam popok, biang keringat, kerak kepala, eksim, hingga kulit sensitif. Karenanya, dibutuhkan produk-produk perawatan bayi yang dapat memenuhi kebutuhan bayi,” ujar dokter spesialis anak, Dr Caessar Pronocitro, Sp. A, M.Sc.

Mengetahui kebutuhan tersebut, Bambi Baby baru saja meluncurkan serangkaian produk terbaru mereka dalam acara Media Gathering ‘Mom & Baby’s Priority Care: The Golden First Year’, kemarin (23/7) di Jakarta.

Produk yang diluncurkan Bambi meliputi Mild Lotion, Telon Balm, Face Cream, Diaper Rash Cream, Hand Sanitizer, Hair Gel, dan Hair Lotion untuk bayi. Khusus ibu hamil, Bambi menghadirkan Mom’s Stretchmark Cram yang membantu merawat kulit ibu.

Keberadaan Bambi Baby juga mendapat dukungan dari aktris Shandy Aulia yang diketahui tengah mengandung 12 minggu.

“Karena merupakan kehamilan pertama, saya langsung browsing tentang produk perawatan bayi yang terpercaya dan pilihan saya jatuh ke Bambi Baby karena beragam keunggulannya,” ujar Shandy.

Kesehatan kulit berikut perawatan terhadap kulit bayi sejatinya memang sudah harus diperhatikan bahkan sejak si kecil belum lahir ya, Bun. Hal ini guna meningkatkan kesadaran orangtua tentang kondisi bayi di periode emas tahun pertamanya sehingga berdampak baik untuk tumbuh kembang si kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top