Dapatkan Artikel menarik dan mendalam langsung lewat SAYANGIANAK EXTRA di emailmu...

* indicates required
Kesehatan

Menurut Penelitian: Ibu Dengan Tiga Anak Paling Stress Dibanding Dengan Jumlah Lainnya

beach-boys-children-1231365

Kata orang, semakin banyak anak semakin banyak rezeki. Tapi Bun, hadirnya kondisi ini juga tentu harus diimbangi dengan tanggung jawab yang lebih besar untuk mengurus anak. Tahukah Bunda, berdasarkan penelitian dan survei terbaru memaparkan jika ibu dengan tiga orang anak faktanya memang lebih stres dibanding dengan ibu beranak satu atau dua orang.

Ironisnya, berdasarkan survei yang dikutip dari TODAY.com, mengungkapkan tingkat stres yang dialami ibu beranak tiga ini justru tidak dialami oleh ibu beranak empat atau lebih. Hasilnya, dari 7.164 ibu asal Amerika yang mengikuti survei ini, rata-rata responden mengklaim tingkat stresnya sebesar 8,5 dengan menggunakan skala 1-10 dimana poin 10 menunjukkan kondisi paling stres.

Lantas sebenarnya apa ya Bun yang membuat ibu dengan tiga anak didera stres?

boy-child-childhood-235554

Ternyata beberapa diantaranya lantaran didera kekhawatiran finansial dan kesulitan menyeimbangkan antara urusan pekerjaan dan rumah tangga lho Bun. Sebanyak 75 persen responden mengaku mereka lebih sering stres lantaran membayangkan besarnya tuntutan dari diri mereka sendiri agar menjadi ibu yang ‘sempurna’. Bahkan tekanan ini jauh lebih besar daripada tekanan yang didapatkan dari penilaian ibu-ibu lainnya.

Seorang blogger dari Scarry Mommy sekaligus penulis Buku Motherhood Comes Naturally, Jill Smokler mengatakan, para ibu ini lebih sering menghakimi dirinya sendiri. Smokler sendiri merasakan hal ini karena ia mempunyai tiga orang anak dan ia sangat sepakat jika tiga adalah angka yang paling membuatnya stres.

“Beranjak dari satu anak ke dua anak mungkin bisa dikatakan transisi yang mudah. Tapi dari dua ke tiga maka segalanya berubah menjadi naik-turun. Saya seperti tak bisa mengendalikannya karena saya hanya punya dua tangan! Hanya karena saya tak bisa menggandeng mereka bertiga saat menyeberang jalan, saya langsung merasa sangat stres,” kisahnya.

Ini Dia Lho Bun Alasan Para Ibu ini Stres Menghadapi Situasi Terbarunya

bully

Beberapa alasan yang sering diungkapkan para ibu berdasarkan survei online adalah sebagai berikut, Bun:

  • 146 persen ibu mengaku suami mereka menyebabkan lebih banyak stres ketimbang anak-anaknya
  • 72 persen ibu stres akibat memikirkan betapa stresnya mereka
  • Penyebab stres terbesar adalah 60 persen ibu mengatakan mereka kekurangan waktu untuk melaksanakan segala tanggung jawab mereka
  • 60 persen ibu mengaku membesarkan anak perempuan itu lebih stres daripada membesarkan anak laki-laki
  • 9 dari 10 ibu stres karena dituntut untuk selalu bugar dan atraktif

Lakukan Me Time Guna Meredakan Stress ya Bun

lucrezia-carnelos-785058-unsplash

Guna meredakan stress yang terus melanda, seorang psikiater yang berbasis di New York, Dr Janet Taylor mengatakan bahwa stress yang dialami Bunda adalah masalah yang ia lihat dan alami setiap hari.

“Para ibu sadar betul tentang adanya fakta bahwa mereka tak punya waktu untuk mengurus kebutuhan mereka sendiri. Banyak yang lupa membaca buku favoritnya, berolahraga atau melakukan hobi mereka, bahkan beberapa ibu tak punya waktu untuk mandi,” ujar Taylor.

Untuk itu, Taylor menyarankan para Ibu untuk tetap menyediakan waktu me time demi meredam stress. Di lain sisi, ia pun tertawa saat mendengar hasil survei yang menyatakan bahwa mempunyai empat anak atau lebih itu tak sestres mempunyai tiga anak. Kebetulan Taylor sendiri memiliki empat anak, dua diantaranya adalah kembar dan ia sepakat akan temuan survei ini.

Menurut Taylor, justru semakin banyak anak yang Bunda miliki, semakin tinggi tingkat kepercayaan diri Bunda, terutama dengan kemampuan pola asuh yang Bunda gunakan selama ini. Pada akhirnya Bunda hanya harus melepaskan semua beban dan otomatis stres itu akan berkurang dengan sendirinya.

Kini, usia putra putri Taylor berkisar antara 19-25 tahun dan menurutnya penyebab stres yang dialami orangtua itu akan cenderung berubah-ubah dari waktu ke waktu, tapi tak dapat dipungkiri jika stres itu akan terus ‘menghantui’ mereka.

Taylor juga mengatakan jika kadar stres harian sebesar 8,5 dari skala 1-10 yang dilaporkan rata-rata ibu dalam survei tersebut sebenarnya membebani tak hanya pikiran tapi juga tubuh mereka.

“Untuk itu Anda perlu sesekali berkata ‘tidak’ pada anak-anak, pasangan atau teman-teman Anda. Hal ini perlu meski saya tahu banyak wanita yang sangat kesulitan melakukannya. Alih-alih membuat bekal makan siang untuk anak, luangkan waktu untuk jalan-jalan kendati hanya 10 menit, ambil nafas dalam-dalam dan fokuslah pada kebutuhan Anda sendiri dulu,” saran Taylor.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Ini Cara Mengembangkan Potensi Anak Sesuai Dengan Kepribadiannya, Setiap Orang Tua Perlu Tahu

megembangkanpotensianak

Setiap anak terlahir unik dan memiliki karakter yang berbeda-beda. Bahkan antar saudara kandung pun bisa memiliki karakter yang berbeda.

Bisa saja sang kakak yang pendiam dan pemalu mempunyai adik yang lebih berani dan selalu ingin tampil. Selain itu, setiap anak juga memiliki minat dan bakatnya masing-masing.

Oleh karena itu, bunda perlu mengenali masing-masing kepribadian anak saat akan mengembangkan potensinya.

Orangtua bertugas mengembangkan potensi anak dengan memberikan stimulasi yang tepat. Namun, mungkin bunda sering kebingungan, stimulasi apa lagi yang harus diberikan agar potensi anak berkembang?

Nah, agar bunda tidak kebingungan maka bunda perlu mengetahui kepribadian serta minat dan bakat anak.

Mengetahui Kepribadian Anak Adalah Langkah Awal Dalam Mengembangkan Potensi

Sebelum mencoba untuk mengembangkan potensi anak, bunda perlu mengetahui tipe kepribadian anak. Apakah anak bunda cenderung pendiam dan pemalu, aktif, supel, atau mudah bergaul.

Bunda juga bisa mempelajari tipe kepribadian melankolis, sanguinis, koleris, dan plegmatis. Amati perilaku anak sehari-hari agar bunda mengenali kepribadian anak.

Amati pula setiap kegiatan anak, lihat hal-hal yang membuat anak berbinar-bianr saat mengerjakannya. Dengan begitu bunda bisa mengetahui kepribadian dan hal yang disukai anak.

Ketahui Kepribadian pada Manusia yang harus kita ketahui:

Berikut penjelasan keempat kepribadian tersebut yang dirangkum dari Psichologia:

1. Sanguinis

Orang dengan tipe kepribadian sanguinis cenderung hidup, optimis, ringan, dan riang. Tipe ini juga menyukai petualangan dan memiliki toleransi tinggi akan risiko.

Selain itu, tipe sanguin biasanya lemah dalam menoleransi kebosanan, serta akan mencari variasi dan hiburan. Secara alami, sifat ini kadang-kadang negatif dalam memengaruhi hubungan percintaan dan lainnya.

Karena kepribadian ini berperilaku mencari kesenangan, banyak orang dengan kepribadian sanguinis cenderung berjuang dengan kecanduan (ingin suatu hal dengan terus-menerus).
2. Plegmatis

Seseorang dengan kepribadian plegmatis biasanya adalah orang-orang yang cinta damai. Tipe ini biasanya mencari keharmonisan antar-pribadi dan hubungan dekat yang membuat orang-orang plegmatis menjadi pasangan yang setia dan orang tua yang penuh kasih.

Orang-orang plegmatis suka menjaga hubungan dengan teman-teman lama, anggota keluarga yang jauh, dan tetangga. Dalam hal kepribadian, tipe plegmatis cenderung menghindari konflik dan selalu berusaha menengahi orang lain untuk memulihkan perdamaian dan harmoni.

3. Koleris

Seseorang dengan kepribadian koleris biasanya orang yang sangat berorientasi pada tujuan. Orang yang koleris terkenal sangat cerdas, analitis, dan logis, sangat praktis dan langsung, tetapi tipe ini tidak harus menjadi teman baik atau orang yang ramah.

Seorang koleris tidak menyukai pembicaraan singkat dan menikmati percakapan yang mendalam dan bermakna. Mereka lebih suka sendirian daripada di perusahaan dengan orang berkepribadian lemah.

4. Melankolis

Orang-orang dengan kepribadian melankolis menyukai tradisi. Misalnya wanita memasak untuk laki-laki, laki-laki membuka pintu bagi wanita.

Tipe melankolis rata-rata mencintai keluarga dan teman-temannya, tidak seperti orang-orang sanguinis. Melankolis tidak suka mencari hal-hal baru dan petualangan dan bahkan cenderung akan sangat menghindarinya.

Orang yang melankolis juga dikenal sangat sosial dan berupaya berkontribusi pada komunitas, sangat teliti dan akurat. Tipe ini adalah manajer yang fantastis dengan kepribadian yang baik.

Tips yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi anak dari kecil.

Setelah bunda mengetahui kepribadian, minat dan bakat anak, maka selanjutnya bunda perlu mengembangkan Potensinya. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi anak dari kecil.
~ Kenali Anak Sebagai Teman

Sepertinya terlalu klise, tapi memang benar. Dengan mengenali anak sebagai teman, anak akan lebih mudah untuk diajak berkompromi, anak lebih mudah diarahkan misalnya untuk mencoba hal-hal baru yang bertujuan untuk membuatnya pintar dan mengembangkan potensinya.

~ Bebaskan anak menjadi diri sendiri

Karakter yang baik dapat dibangun dan diajarkan pada anak tanpa menghilangkan karakteristik pribadinya. Bebaskan anak untuk menjadi diri sendiri namun tetap arahkan kearah kebaikan.

~ Berikan Stimulasi yang Tepat Sesuai Usianya

Setiap orangtua pasti ingin anaknya pintar, ingin anaknya bisa melakukan ini dan itu. Tapi jangan lupa, bahwa si Kecil juga punya bakat dan minat yang berbeda, dan kemampuan dasar yang berbeda sesuai dengan usianya. Jadi berikanlah stimulasi yang tepat sesuai dengan usianya.

Stimulasi yang tepat dan dilakukan secara konsisten, akan dapat merangsang kekuatan hubungan antar sel otak, yang akan membuat anak lebih pintar dalam berbagai hal.

~ Pendidikan agama sejak dini

Apabila sejak kecil ia sudah diajarkan ilmu dan norma-norma agama, maka hal tersebut akan melekat dalam perilaku sehari-hari. Dengan mengenal Tuhan maka anak akan mencerminkan perilaku yang baik dan menghindari perbuatan yang tidak terpuji.

~ Mengenalkan Nilai-nilai Positif Sejak Dini

Penting sekali mengenalkan hal-hal kecil tapi positif kepada anak sejak dini, sejak usia berapapun, baik dia sudah mengerti ataupun belum. Karena nilai-nilai itulah yang akan tertanam di dalam alam bawah sadarnya hingga anak dewasa nanti, dan mempengaruhi perkembangan potensi dalam dirinya.

~ Buat Daftar Permainan Edukatif

Di era di mana informasi digital semakin pesat, tidak susah untuk mencari informasi atau ide-ide mengenai berbagai permainan edukatif yang bisa dikenalkan pada si Kecil. Agar tidak lupa dan tidak bingung saat tiba-tiba harus bermain bersama si Kecil, bisa membuat daftarnya, lalu menyimpannya di handphone agar dapat diakses sewaktu-waktu, dan juga bisa menambahkan daftarnya jika terpikir ide permainan edukatif yang lain.

~ Menjadi contoh bagi si Kecil
Tidak hanya anak, orang dewasa termasuk Bunda pun memiliki tipe karakter sendiri. Bunda dapat mengidentifikasi mana karakter dasar Mama.

Untuk mengajarkan dan membangun sifat positif dalam diri si Kecil tentunya harus dibarengi oleh contoh nyata. Mama harus dapat menjadi contoh yang baik bagi anak sebagai standar acuannya dalam bersikap dan merespon segala hal dalam kehidupannya.

~ Memahami perasaan anak

Sebagai orangtua, sudah seharusnya memiliki kedekatan batin dengan buah hati. Bunda harus dapat menyentuh dan memahami perasaan anak.Dengan kasih sayang tulus dan keinginan untuk memahami apa yang anak rasakan maka akan lebih mudah dalam mendidik dan mengarahkan si Kecil.

Jika anak terlihat sedih sepulang bermain dengan temannya, tanyakan apa yang membuatnya demikian. Apabila ada permasalahan antara anak dan temannya, berilah nasehat apa yang harus dilakukan untuk berdamai dan saling memaafkan. Dengan begitu anak akan merasa bahwa Mama perhatian dengannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Hai Para Suami, Sumber Bahagia Perempuan Hamil itu Suami yang Suka Mengelus Perutnya

hamilistri

Kehamilan merupakan momen yang ditunggu oleh setiap pasangan yang menantikan buah hati. Kabar kehamilan istri pasti akan membuat suami merasa sangat bahagia, apalagi jika sudah dalam masa penantian yang lama. Perjuangan untuk bertemu dengan buah hati masih terus berlanjut saat masa kehamilan.

Perubahan – Perubahan yang dialami Oleh Ibu Hamil

Seorang perempuan yang sedang hamil akan mengalami perubahan dalam tubuhnya. Hormon kehamilan yang berfungsi menjaga janin dan kehamilan juga bisa menyebabkan perubahan emosi, sehingga bisa menjadi lebih sensitif. Selain itu, ibu hamil umumnya juga menginginkan hal tertentu atau ngidam.

Banyak ibu hamil yang mengalami morning sickness saat masa kehamilan, ditandai dengan rasa mual hingga muntah, pusing, dan lemas. Tubuhnya juga akan mengalami perubahan, perut semakin membesar dan berat badan terus bertambah.

Beberapa ibu hamil juga mengalami perubahan pada kulitnya seperti  munculnya flek hitam, garis hitam di perut, stretch mark, dan gatal-gatal. Oleh karena itu, ibu hamil sangat membutuhkan dukungan dan perhatian lebih selama menjalani masa kehamilan, terutama dari sang suami.

Beberapa dukungan yang bisa dilakukan Oleh Suami

Mengelus Perut Ibu Hamil Merupakan Salah Satu Bentuk Perhatian Suami

Setiap ibu hamil pasti ingin diperhatikan dan dimanja oleh suami. Tidak perlu dengan hal yang muluk, perhatian sederhana seperti mengelus perut istri yang sedang hamil merupakan kebahagiaan tersendiri bagi ibu hamil. Dengan mengelus perut istri yang sedang hamil dapat membantu istri untuk meringankan keluhan tersebut.

Selain itu mengelus perut istri merupakan salah satu bentuk kasih sayang, perhatian, dan sebagai ungkapan kebahagiaan suami saat menantikan kehadiran buah hati. Dengan begitu istri akan merasa tenang karena merasa dilindungi dan mendapat kasih sayang dari suami.

Manfaat Mengelus Perut Ibu Hamil Bagi Janin

Tak hanya membuat istri bahagia, mengelus perut istri yang sedang hamil juga mempunyai banyak manfaat bagi janin di dalam kandungan lho. Elusan sang ayah akan memperkuat bonding ayah dengan si kecil dalam kandungan.

Menurut penelitian yang dilakukan Universitas Dundee, Skotlandia, mengelus perut ibu hamil dapat menstimulasi janin. Janin dalam kandungan bisa merespon saat perut bundanya dielus, terutama pada trimester dua dan tiga.

Oleh karena itu, Sebaiknya ayah sering mengelus perut bunda sambil mengajak si kecil dalam kandungan mengobrol, bernyanyi, atau membacakan ayat-ayat suci, dan rasakan respon si kecil berupa tendangan-tendangan kecilnya. Hal itu akan meningkatkan bonding ayah dengan si kecil sejak dini.

Jadi, untuk para suami, sering-seringlah mengelus perut istri yang sedang hamil ya. Karena bahagia perempuan yang sedang hamil itu sederhana, yaitu mempunyai suami yang perhatian dan suka mengelus perutnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Kenali Gangguan Mental yang Mengancam Ibu Baru

babyblues

Ibu yang baru melahirkan pasti mengalami banyak perubahan dalam hidupnya. Apalagi bagi ibu yang baru melahirkan anak pertama, kehidupan sebelum mempunyai anak dengan setelah si kecil lahir pasti terasa sangat berbeda.

Dulu bunda bebas melakukan kegiatan yang disukai kapan pun, tetapi setelah si kecil lahir maka semua waktu dan tenaga harus dicurahkan untuk menjaga si kecil. Terutama pada awal-awal menjadi ibu, rasa sakit paska melahirkan belum hilang total tetapi ibu tetap harus siaga mengurus bayi. Begadang, kurang istirahat, makan tidak teratur, dan tidak sempat merawat diri biasa dialami.

Rasa lelah yang dialami setelah melahirkan wajar terjadi. Namun, jika merasa terus-menerus kelelahan disertai rasa sedih dan khawatir yang berlebih maka hal itu bisa jadi gejala baby blues.

Ada banyak faktor yang menyebabkan baby blues, di antaranya adalah perubahan hormonal, kelelahan, kurang persiapan menjadi ibu, dan kurangnya dukungan orang terdekat.

Setelah melahirkan, seorang perempuan akan mengalami perubahan hormonal yang mempengaruhi mood sehingga bisa mengalami mood swing. Jika kondisi tersebut diperparah dengan faktor yang lain maka bisa memicu terkena baby blues.

Gejala Baby Blues: emosi yang labil, rasa sedih yang muncul tiba-tiba

Ada beberapa gejala baby blues. Beberapa di antaranya adalah emosi yang labil, rasa sedih yang muncul tiba-tiba hingga menangis tanpa sebab yang pasti, bahkan saat melihat si kecil.

Selain itu, muncul kekhawatiran dan takut tidak bisa mengasuh anak dengan baik, kurang percaya diri, serta merasa sangat kelelahan. Umumnya gejala baby blues akan membaik dalam waktu dua minggu.

Tentunya harus dengan dukungan suami dan orang terdekat ibu. Jika gejala masih berlanjut lebih dari dua minggu, bahkan menjadi lebih parah maka harus waspada mengalami depresi paska melahirkan dan perlu konsultasi dengan ahlinya.

Cara Mencegah dan Mengatasi Baby Blues

Perubahan emosi dan mood pada ibu yang baru melahirkan memang hal yang wajar. Namun, jika tidak dicegah dan diatasi dengan baik maka bisa menjadi gangguan.

Oleh karena itu, ibu perlu melakukan persiapan jauh sebelum melahirkan. Persiapan yang diperlukan mulai dari kesiapan fisik, mental, dan materi. Agar ibu lebih percaya diri dalam mengasuh anak maka ibu perlu belajar tentang merawat bayi, parenting, dan tumbuh kembang anak.

Carilah informasi dengan sumber yang valid misalnya dari jurnal atau konsultasi dengan ahlinya. Selain itu, dukungan suami adalah hal yang penting. Mintalah suami untuk selalu mendampingi dan mendukung ibu, ajaklah suami untuk belajar bersama. Ibu juga bisa mencari teman “senasib” dengan bergabung di komunitas ibu atau komunitas parenting.

Menjadi ibu adalah impian banyak perempuan di dunia, oleh karena itu bunda perlu mempersiapkan dengan baik, menikmati setiap prosesnya dan menerima setiap keadaan. Semoga menjadi ibu yang bahagia ya, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top