Kesehatan

Mengenal Gangguan Kesulitan dalam Perkembangan Motorik Anak dan Solusinya

Gangguan kesulitan dalam perkembangan motorik anak membuat mereka memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas seperti berbicara, berjalan, bahkan bernapas. Hal ini dikarenakan adanya masalah pada saraf motorik anak yang berfungsi untuk mengirim sinyal dari otak ke sumsum tulang belakang. 

Penyebab Gangguan Kesulitan Dalam Perkembangan Motorik Anak dan Solusinya

Penyebab utama dari adanya gangguan ini adalah karena masalah di saraf motorik atas pada bagian otak dan motorik bawah di sumsum tulang belakang. Sinyal yang seharusnya berfungsi mengirim pesan dari otak ke sumsum tulang belakang terganggu sehingga penderita mengalami kesulitan untuk bergerak. 

  1. PLS (Primary Lateral Sclerosis)

PLS merupakan jenis penyakit yang menyerang saraf motorik atas tepatnya di bagian otak. Penyebabnya bisa jadi karena adanya mutasi gen ALS2 yang merupakan gen penghasil protein. Gen ini dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu fungsi saraf motorik atas sehingga bisa bekerja dengan baik. 

  1. ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis)

ALS merupakan jenis penyakit yang menyerang saraf motorik atas dan bawah. Penyebabnya masih belum diketahui pasti namun dugaan utamanya berkaitan erat dengan faktor lingkungan, genetik, dan keturunan. Gejala penyakit ini biasanya lebih berat karena yang bermasalah adalah kedua bagian saraf.

  1. SMA (Spinal Muscular Atrophy)

SMA merupakan jenis penyakit yang menyerang saraf motorik bawah. Penyebab penyakit ini adalah karena adanya kelainan pada gen SMN1 atau gen penghasil protein yang memiliki peran krusial untuk kelangsungan hidup sel saraf motorik. 

  1. Sindrom Pascapolio

Sindrom ini bisa menimpa anak-anak dan membuat sel saraf menjadi lemah dikarenakan penyakit polio. Sel saraf akhirnya menjadi rusak karena penyakit maupun proses penuaan. Itulah mengapa penting sekali untuk melakukan imunisasi polio sejak dini pada anak. 

  1. Kennedy

Penyakit ini menyerang saraf motorik bawah yang terletak di sumsum tulang belakang. Penyebab penyakit ini adalah karena adanya mutasi gen AR di kromosom X yang biasanya berasal dari keturunan atau genetik orang tua. 

  1. PBP (Progressive Bulbar Palsy)

PBP merupakan jenis penyakit yang menyerang saraf motorik bawah di mana sel tersebut terhubung dengan batang otak. Penyebab pasti dari PBP pada anak ibasanya dikarenakan adanya mutasi gen SLC52A. Gen ini memberikan instruksi pada tubuh agar menghasilkan protein yang dibutuhkan saraf motorik bawah. 

Tips Mengatasi Gangguan Kesulitan Dalam Perkembangan Motorik Anak

Melihat anak kesulitan dalam melakukan gerakan dan tidak tumbuh seperti anak normal lainnya tentu membuat sedih. Anak yang mengalami gangguan motorik sering disebut dengan istilah dispraksia. Untuk mengantisipasi dan menangani anak dengan gangguan tersebut, Anda bisa mengikuti tips berikut ini: 

  1. Terapi Okupasi

Terapi okupasi merupakan jenis terapi yang dilakukan untuk melihat bagaimana fungsi anak dalam kehidupan baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitarnya. Dengan metode ini, maka anak akan lebih fokus untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti layaknya anak normal lainnya. 

Dengan metode terapi okupasi ini, maka anak-anak akan belajar mengerjakan tugas-tugas tertentu yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sehingga keterampilan motoriknya pun akan semakin terasah. Kemampuan yang bisa diajarkan seperti menulis, berpakaian, atau mengikat sepatu. 

  1. Bermain Aktif

Mengajak anak bermain secara aktif dengan melibatkan fisik tentu sangat diperlukan untuk menstimulasi tumbuh kembang mereka. Ajak mereka bermain secara aktif baik di dalam rumah maupun di luar ruangan untuk membantu meningkatkan koordinasi dan kemampuan motorik anak. 

Bermain aktif seperti ini seperti mengajak anak jalan-jalan ke kompleks perumahan, bermain ayunan, prosotan, dan lain sebagainya. Jika memilih beraktivitas di rumah maka bisa dengan melakukan kegiatan seperti bermain lego, busy book, masak-masakan, dan lainnya yang dapat menstimulasi motorik halus maupun kasar. 

  1. Terapi Wicara

Terapi ini diperlukan untuk menangani anak yang mengalami keterlambatan bicara. Kelainan yang terjadi pada saraf motorik juga dapat mempengaruhi koordinasi otot yang berfungsi untuk mengucapkan kata atau berbicara. Sehingga terapi wicara sangat diperlukan untuk menangani masalah tersebut. 

Terapi wicara akan membantu anak untuk pelan-pelan belajar mengucapkan kata dengan lancar. Terapis biasanya akan mengajak si kecil untuk berkomunikasi dua arah sehingga kemampuan anak dalam berbicara pun bisa semakin ditingkatkan. 

  1. CBT (Cognitive Behavioural Therapy)

Terapi perilaku kognitif merupakan salah satu bagian dari psikoterapi yang dapat membantu anak untuk bertindak dan berpikir kognitif. Metode ini juga bisa membantu mengurangi tekanan psikologis yang dialami anak akibat adanya gangguan pada sel saraf motoriknya. 

Biasakan anak untuk melakukan kegiatan positif dan jauhkan dari hal-hal negatif yang dapat mempengaruhi pikirannya. Karena stress dan frustasi pada anak juga bisa membuat gejala gangguan perkembangan motorik menjadi semakin parah. Awasi terus perilaku anak setiap waktu. 

  1. Pelatihan Motorik Perseptual

Pelatihan motorik perseptual sangat bagus untuk diterapkan karena berhubungan dengan peningkatan kemampuan visual, bahasa, pendengaran anak, dan gerakan. Metode ini akan memberikan serangkaian tugas pada anak secara bertahap agar mereka merasa terangsang untuk aktif bergerak. 

Pelatihan motorik ini harus dilakukan secara bertahap agar anak tidak merasa frustasi atau stress dengan beban kerja yang diberikan. Sehingga mereka tetap bisa enjoy dalam belajar dan beraktivitas demi membantu perkembangan motorik anak agar dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Mengetahui perkembangan anak yang tumbuh dengan baik adalah harapan setiap orang tua. Namun, dalam beberapa kasus tidak semua anak beruntung dan ada yang mengalami gangguan kesulitan dalam perkembangan motorik ini. Tips di atas bisa menjadi solusi terbaik untuk penanganan yang tepat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

8 Peran Orang Tua Dalam Kehidupan Anak

Setiap orang pasti memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangatlah penting. Bahkan, peran orang tua diperlukan sejak anak emas dalam kandungan hingga dewasa. Entah itu berperan untuk mengajari anak hingga memenuhi kebutuhannya. 

Pentingnya Peran Orang Tua

Orang tua menduduki peran yang sangat penting, karena menjadi sekolah pertama bagi anak-anak. Sekalipun anak sudah sekolah, peran orangtua masih diperlukan. Mengingat aktivitas anak akan paling banyak dilakukan di rumah.

Tentu jika orang tua tidak melakukan peranannya dengan baik, pasti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Contoh sederhananya jika orang tua tidak menanamkan hal-hal positif dan memberikan contoh tidak baik, tentu anak akan menirunya.

Begitu juga sebaliknya, orang tua yang melakukan perannya dengan baik, maka akan berdampak pada karakternya. Intinya, orang tua mempunyai peranan penting dalam pembentukan karakter anak yang akan berguna untuk masa depan. 

Inilah 8 Peran Orang Tua Di Kehidupan Anak

Meskipun setiap orang memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangat penting, tapi tidak semua orang yang benar-benar memahami dan menerapkannya. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mempunyai anak, penting mengetahui beberapa peranannya berikut ini. 

  1. Menjamin Kebutuhan Anak Tercukupi

Bukan menjadi hal yang asing lagi jika orang tua mempunyai peranan yang cukup penting terutama dalam memenuhi kebutuhan anak. Beberapa hal yang termasuk dalam kebutuhan Anda seperti pakaian yang layak, makanan bergizi, tempat tinggal dan lainnya.

Terutama dalam hal ini penting untuk memastikan kebutuhan anak dalam asupan bergizi sangat diperlukan. Hal ini disebabkan karena asupan yang bergizi sangat berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. 

  1. Memastikan Anak Berada Di Lingkungan yang Baik

Peran orang tua terhadap kehidupan anak selanjutnya yaitu memastikan berada di lingkungan yang baik. Tentunya jika anak berada di lingkungan yang tepat, maka akan berpengaruh juga terhadap tumbuh dan kembangnya.

Begitu juga sebaliknya, jika anak berada di lingkungan yang tidak baik maka akan mudah terpengaruh melakukan hal-hal yang negatif. Kenapa menjadi orangtua penting untuk melakukan pengawasan terhadap anak. 

  1. Menciptakan Keamanan dan Kenyamanan

Menciptakan keamanan atau rasa aman terhadap anak merupakan salah satu peran orang tua. Mengingat orang tua adalah tempat pulang, sehingga jika tidak terdapat rasa aman maka anda akan merasa tertekan.

Menciptakan keamanan dan rasa nyaman bisa dilakukan dengan berbagai hal Salah satunya memberikan kasih sayang. Selain itu, penting juga untuk memberi arahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak seharusnya.

  1. Menanamkan Nilai yang Baik

Peran lain yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya yaitu menanamkan nilai-nilai baik. Mengingat orang tua menjadi guru pertama dalam pendidik anak, sehingga karakter anak dimulai dari orang tuanya. Ada beberapa hal yang harus ditanamkan sejak dini dan setiap orang tua wajib mengetahuinya.

Adapun beberapa hal yang dimaksudkan seperti bersikap jujur, tidak mengambil barang orang lain, saling tolong-menolong, tidak merendahkan orang lain dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga untuk memberi pengertian kepada anak jika melakukan sesuatu yang buruk tidak diperbolehkan. 

  1. Mengajari Anak dalam Hal Baik

Mengajari dan mendidik anak juga menjadi salah satu peran orang tua yang wajib untuk dilakukan. Tentunya dalam hal ini harus mengajari anak dalam hal yang baik. Didikan yang diberikan oleh orang tua sejak dini bisa berpengaruh terhadap karakternya di masa depan. 

Semakin baik didikan dari orang tua sejak dini, maka anak akan lebih mudah untuk berbaur dengan masyarakat dengan cara yang baik. Misalnya saja mempunyai sopan santun, saling tolong-menolong, saling memaafkan dan lain sebagainya. 

  1. Memberikan Arahan

Peran orang tua selanjutnya yang yaitu memberikan arahan kepada anak dan juga bimbingan. Arahkan anak untuk selalu melakukan hal yang baik. Selain itu, jelaskan juga alasan kenapa tidak boleh melakukan hal yang buruk dan apa dampaknya kepada diri sendiri dan orang lain.

Sekalipun anak melakukan sebuah kesalahan, jangan langsung memarahinya. Langkah yang paling tepat untuk menanganinya yaitu menasehati dan memberi hukuman yang sekiranya bisa memberikan kesadaran kepada anak. Selain itu, penting juga untuk memberikan motivasi kepada anak. 

  1. Identitas Keagamaan

Identitas agama seorang anak berasal dari keluarganya, terutama orang tua. Tentunya peran orang tua dalam hal ini harus mengenalkan nilai-nilai agama dan keberadaan Sang Pencipta. Terutama untuk anak-anak, penyampaian tersebut harus dalam bahasa yang mudah dipahami. 

Tentunya untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut akan lebih mudah jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga harus memberikan contoh yang baik agar anak lebih mudah untuk menirunya. 

  1. Mendisiplinkan Anak

Meskipun kasih sayang dari orang tua sangat diperlukan oleh anak, tapi tetap saja harus menerapkan disiplin. Justru dengan membiarkan anak melakukan apapun yang disukainya dapat berdampak menjadi manja dan tidak bisa bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.

Semakin dini mengajarkan untuk disiplin, anak akan tumbuh menjadi orang yang bertanggungjawab. Contoh sederhananya mengajarkan anak untuk makan dan tidur tepat waktu. Bahkan, tidak ada salahnya juga untuk membuat jadwal harian anak. Demikian penjelasan mengenai peran orang tua yang dibutuhkan untuk kehidupan anak. Dari penjelasan ini bisa diambil kesimpulan jika karakter anak dibentuk dari didikan dan peran orang tua. Begitu juga sebaliknya, jika orang tua tidak melakukan perannya dengan baik, karakter yang terbentuk juga tidak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Memahami Gigi Bayi dan Seluk Beluk Pertumbuhannya

Gigi merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Selain berfungsi untuk mengunyah, keberadaan gigi juga bisa menambah estetika wajah. Karena itu, setiap fase perkembangannya—mulai dari gigi bayi sampai dewasa—harus diperhatikan dengan baik, terutama oleh para ibu.

Gigi bayi atau gigi susu bia

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah mendalam dan premium dari Sayangianak.com yang membantu Bunda dalam mendidik dan membesarkan Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Mengenal Bagaimana Perkembangan Mental Anak Usia 4 – 5 Tahun

Usia bawah lima tahun merupakan masa golden age di mana sebagai orang tua sangat penting untuk memperhatikan perkembangan anak di usia ini. Terlebih lagi terkait perkembangan mental anak usia 4 – 5 tahun yang biasanya mulai muncul pada fase ini terkadang membuat bingung banyak orang tua.

Fase Per

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah mendalam dan premium dari Sayangianak.com yang membantu Bunda dalam mendidik dan membesarkan Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top