Parenting

Mengapa Anak Demam Pasca Imunisasi? Mungkin Ini Penyebabnya, Bun

adorable-baby-bed-1556706

Dari sekian banyak pemicu demam, hal yang paling banyak ditakutkan para Bunda yaitu anaknya didera demam pasca menerima imunisasi. Ya, faktanya ada banyak anak yang mengalami peningkatan suhu tubuh setelahnya. Karena hal ini, ironisnya jadi banyak ibu yang tak ingin membawa anaknya untuk imunisasi. Mereka berpikir, imunisasi bukannya menyebabkan anaknya sehat, justru malah sakit.

Padahal, demam adalah respon tubuh yang sangat wajar terjadi pada semua anak yang mendapat imunisasi. Bunda tidak perlu merasa khawatir karena bila demam dapat ditangani dengan baik, itu tidak akan menjadi masalah. Jika Bunda bertanya kenapa anak bisa demam pasca imunisasi, berikut penjelasannya.

Bunda perlu memahami, imunisasi adalah suatu cara untuk melindungi tubuh dari penyakit berbahaya sebelum penyakit tersebut kontak dengan kita. Imunisasi memanfaatkan mekanisme pertahanan alami dari tubuh, yaitu sistem imun atau sistem kekebalan tubuh, untuk membentuk pertahanan spesifik dalam melawan infeksi virus.

Nah, ketika anak diimunisiasi, ada vaksin jinak yang masuk ke tubuh anak tersebut. Mengutip Hello Sehat, ketika anak diimunisasi, tubuh anak dimasukkan vaksin yang sudah jinak. Kemudian, tubuh akan memproduksi sebuah respon imun dengan cara yang sama seperti ketika tubuh sedang terkena penyakit, tetapi tanpa tubuh menunjukkan gejala penyakit tersebut. Dan ketika tubuh terpapar penyakit yang sama di masa datang, sistem imun tersebut dapat merespon dengan cepat untuk mencegah penyakit tersebut berkembang.

Saat membentuk respon imun setelah anak diimunisasi inilah tubuh memberikan responnya, seperti demam, gatal, dan nyeri pada bekas suntikan. Tubuh membentuk sistem kekebalan tubuh baru gabungan dari vaksin imunisasi yang dimasukkan ke dalam tubuh, sehingga menyebabkan suhu tubuh meningkat (demam).

Namun, tidak semua imunisasi memberikan respon demam, beberapa mungkin menyebabkan demam, seperti imunisasi campak dan DPT (dipteri, pertusis, dan tetanus). Selain itu, tidak semua anak juga mengalami respon demam ini, ada yang demam dan juga ada yang tidak, tiap anak menunjukkan respon setelah imunisasi yang berbeda-beda.

Berikan Penanganan yang Tepat Bila Si Kecil Alami Demam ya Bun

Nah, saat si kecil mengalami demam saat imunisasi, apa yang Bunda dapat lakukan? Tentunya memberikan penanganan agar demam si kecil cepat turun. Mengingat biasanya saat demam, suhu tubuh si kecil akan naik di atas 37,5 Celcius.

Untuk buah hati Bunda yang masih menyusui, pemberian ASI yang lebih sering bisa membantu meringankan demam si kecil. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Jurnal Pediatrics menunjukkan bahwa anak yang diberi ASI eksklusif memiliki risiko yang lebih sedikit mengalami demam dibanding bayi yang tak menerima ASI eksklusif atau hanya menerima susu formula.

Sejatinya belum ada fakta pasti yang menunjukkan jika ASI dapat meredakan demam setelah imunisasi. Namun di lain sisi, ASI mengandung senyawa anti peradangan yang menurunkan risiko demam. Selain itu, anak yang mengonsumsi ASI juga mendapatkan asupan yang lebih daripada anak yang diberikan susu formula sehingga anak lebih cepat pulih dari demamnya.

Demi menurunkan demam, Bunda bisa mengompres si kecil dengan air hangat sebagai upaya untuk menurunkan demam. Kompresan ini bisa diletakkan di lengan atau paha di mana suntikan diberikan.

Pastikan si Kecil Dapat Istirahat yang Cukup Saat Bayi Demam

Ya Bun, sementara ini hal yang harus dilakukan adalah kurangi aktivitas berlebihan. Karena bayi juga membutuhkan istirahat yang banyak, hal ini agar kondisi bayi lebih nyaman. Bunda dapat menggendongnya dengan memberikan ASI sampai bayi benar – benar tidur lelap. Sehingga tubuh bayi rileks, hal ini untuk mengoptimalkan sistem imun dalam melawan virus penyakit.

Jangan lupa, gunakan pakaian yang nyaman dan dapat menyerap keringat pada si kecil, hindari juga pakaian yang membuat tubuh bayi panas dan hindari menggunakan pakaian yang bertumpuk-tumpuk. Konsultasi dengan dokter Jika suhu tubuh bayi tidak lekas turun, ada baiknya untuk membawa bayi ke dokter. Hal ini untuk menghindari reaksi yang berlebihan.

Sementara itu, sebelum Bunda berangkat untuk memberikan imunisasi pada si kecil, pastikan kondisi bayi sehat tidak sedang mengalami batuk, pilek, flu, ataupun demam. Hal ini menghindari sakit parah akibat dari efek demam setelah imunisasi. Jangan melewatkan jadwal imunisasi jangan sampai terlambat dan dilakukan dengan rutin sesuai jadwal yang sudah di tentukan. Hindari imunisasi jika bayi sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi ya Bun.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Bahaya Menaruh Si Kecil Berlama-lama di Car Seat

baby-child-close-up-1132688

Keberadaan car-seat memudahkan para balita untuk merasa nyaman saat berada di dalam mobil ya Bun. Tapi tahukah Bunda, bila si kecil dibiarkan tertidur terlalu lama di car seat, ternyata hal tersebut berbahaya lho Bun. Hal ini diungkapkan berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Pediatrics pada Juli 2019.

Para peneliti menyelidiki tentang kematian bayi yang berhubungan langsung dengan kebiasaan tidur di perangkat duduk — car seat, stroller, ayunan— menemukan bahwa lebih dari 90 persen kematian di car seat. Car seat tidak digunakan sesuai petunjuk, artinya bayi itu tidak diikat ke car seat berukuran tepat. Lebih dari setengah kematian di car seat terjadi di rumah dan yang menjadi korban justru bukan bayi yang kondisinya lemah.

Ketika bayi tidur dalam posisi duduk, kondisi kepala mereka akan jatuh ke depan, Bun. Hal ini yang akhirnya membatasi saluran udara dan menyebabkan mereka berhenti bernapas. Fenomena yang dikenal sebagai sesak napas posisional ditemukan sebagai penyebab 48 persen kematian di kursi mobil dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Pediatrics. 52 persen sisanya karena tercekik oleh tali yang tidak diamankan dengan baik.

Di lain sisi, kendati orangtua mengira aman bagi bayi untuk tetap tidur siang di car seat dalam waktu singkat saat Bunda berkendara, menurut Canadian Pediatric Society, bayi tidak boleh dibiarkan terus tertidur di car seat ketika sudah sampai tujuan ya Bun. Bahkan ketika car seat tersebut dikeluarkan dari mobil, orangtua biasanya akan melonggarkan tali pengikat atau melepas ikatan karena merasa keadaan sudah aman dan nyaman bagi bayi.

Namun ini sangat berbahaya, bayi akan merosot di mana dagunya menyentuh dada. Car seat juga memungkinan bayi menggeliat dan bergerak-gerak sehingga posisi mereka menjadi miring atau terbalik. Ini membuat bayi menjadi terjebak di car seat dan membahayakan jalan napasnya. Lamanya waktu bayi berada di car seat adalah faktor dalam banyak kematian dalam penelitian ini.

Lantas, apa yang Dapat Dilakukan oleh Orangtua?

Bunda dapat membatasi waktu perjalanan atau beristirahat guna memeriksa bayi dan mengeluarkan mereka dari kursi mobil ya Bun. Jika saat tiba di tempat tujuan sementara bayi masih tertidur, maka hal yang paling aman dilakukan adalah membangunkan si kecil dengan lembut dan diam-diam mengeluarkan bayi dari car seat dan meletakannya di tempat tidur. Hal terakhir yang ingin dilakukan orangtua adalah adalah membangunkan bayi yang sedang tidur, tetapi ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan.]

Agar bayi dapat dipindahkan ke tempat tidur dengan lancar, Sukkie Sandhu, spesialis tidur bayi dan anak dan pemilik HappyBaby Sleep Solutions di Victoria, BC, menyarankan untuk membawa car seat ke kamar dan memastikan ruangan gelap dan sunyi. Baru kemudian Bunda mengangkatnya dari car seat dan pindahkan ia ke tempat tidur. Tapi jika bayi terbangun saat Bunda berusaha memindahkannya, buat ia kembali mengantuk dengan membacakan buku, atau menyanyiak lagu pengantar tidur ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Menjemur Bayi Tanpa Dipakaikan Baju Ternyata Efeknya Bahaya

adorable-baby-blanket-1973270 (1)

Seringkali kita menjumapi pemandangan dimana ibu-ibu sedang menjemur bayinya dalam keadaan tidak dipakaikan baju. Tahukah Bunda, hal ini ternyata tak diperbolehkan karena dapat membuat bayi jadi dehidrasi, Bun.

Menjemur bayi memang diketahui memiliki beragam manfaat seperti bayi yang akan mendapat vitamin D, mencegah penyakit kuning, meningkatkan kadar serotonin, mempercepat pembekuan darah, menyehatkan sistem saraf dan meningkatkan imunitas, serta membuat bayi lebih nyenyak tidur. Tapi dengan syarat, menjemur bayi harus dilakukan dengan cara yang benar.

Mengutip dari Viva.co.id, faktanya bayi saat ini mudah sekali terkena sunburn lho Bun. Pemicunya lantaran melanin saat terkena matahari belum berfungsi baik seperti pada orang dewasa. Karenanya, jangan sekali-kali menjemur bayi dalam keadaan telanjang, hal ini sangat tidak direkomendasikan.

Namun bila terjadi kondisi lain seperti bayi mengalami penyakit kuning, baru boleh ditelanjangi, Bun.

Selain itu, Bunda perlu tahu, guna mendapatkan vitamin D, maka menjemur bayi cukup dilakukan pada 10 menit sebelum jam 9 pagi. Dan yang terpenting adalah dipakaikan baju, jangan ditelanjangi. Hal penting lainnya, jangan sampai meninggalkan bayi sendiri selama ia dijemur di bawah sinar matahari. Jadi, aturannya adalah jemur bayi cukup 10 menit. Digendong saja sambil diajak berjalan-jalan.

Sedangkan untuk memproteksi bayi dari sinar matahari, bayi bisa dipakaikan baju lengan panjang, dipakaikan topi atau payung. Karena bayi baru boleh dipakaikan sunscreen saat usianya sudah menginjak 6 bulan, di bawah itu masih belum boleh dipakaikan tabir surya ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Tips Bangunkan Si Kecil Tak Perlu dengan Suara Keras, Bun

bed-child-cute-101523 (2)

Salah satu tantangan orangtua yang buah hatinya sudah mulai sekolah adalah cara membangunkan si kecil di pagi hari. Bahkan kadang si anak bisa saja mengamuk bila dibangunkan pagi-pagi nih Bun. Ternyata ada tips tersendiri supaya si kecil lebih mudah dibangunkan nih Bun. Pertama, orangtua perlu memperhatikan jam tidur si kecil di malam hari. Anak usia 3-5 tahun membutuhkan 10-13 jam tidur agar saat pagi bangun dengan segar.

“Jadi kita lihat kalau anak bangun jam 6 pagi dan tidak segar, berarti jam tidurnya harus dipercepat lagi,” jelas Andyda seperti dikutip dari Liputan6.com.

Jam tidur yang cukup sangat diperlukan untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak. Kurang tidur dapat menganggu kemampuan anak untuk belajar. Selain itu, kurang tidur mengganggu emosi sehingga menyebabkan gangguan mood, kecemasan, hiperaktif dan berbagai gangguan perilaku lainnya pada anak.

Mengingat pentingnya tidur bagi kesehatan anak, maka orangtua perlu memprioritaskan tidur sebagai ritual utama keluarga. Bagi orangtua yang bekerja dan pulang larut malam, maka bisa menugaskan kepada orang di rumah yang mengasuh anak untuk mengajak anak tidur pada jamnya.

Bisa dimulai dengan membacakan cerita, mendongeng, atau mendampingi anak hingga anak tertidur lelap kata Andyda. Menyanyikan lagu atau membaca dongeng dengan menyenangkan dapat membantu anak untuk bisa tidur lebih cepat dan bangun dengan segar.

Bangunkan secara perlahan

Bun, tak semua orang merasa nyaman karena terbangun lantaran suara keras atau tubuh diguncang-guncang. Begitu juga dengan si Kecil. Karenanya, sediakan waktu untuk membangunkan si Kecil sehingga Bunda bisa membangunkannya dengan perlahan.

Misalnya dengan memberi pelukan, menggosok punggungnya atau mengajaknya bangun dengan nada suara yang gembira. Biasakan untuk membangunkan si Kecil 5-10 menit lebih awal dari waktu bangun sehingga Bunda punya cukup waktu untuk membangunkannya secara perlahan.

Pasang musik kesukaannya

Cara membangunkan anak ini lebih efektif dari yang Bunda bayangkan, lho. Pasang saja musik kesukaanya yang berirama gembira atau energik agar suasana hati anak menjadi gembira saat ia terbangun. Tentunya secara berkala Bunda perlu mengganti lagunya, ya. Tapi tenang saja, Bunda tak akan pernah kehabisan stok lagu, kok.

Beri reward jika ia bisa bangun pagi tanpa kesulitan

Tak ada salahnya kok Bun, membuat kesepakatan dengan si kecil mengenai reward untuk bangun di pagi hari yaitu dengan memberikan pujian bahwa ia berhasil bangun pagi dengan tertib.

Beri waktu adaptasi setelah liburan

Nah, biasanya yang lebih menantang adalah bagaimana cara membangunkan anak pagi hari setelah liburan panjang. Karenanya, sebaiknya seminggu sebelum liburan berakhir anak sudah mulai dibiasakan untuk bangun lebih pagi daripada biasanya sehingga ia ada waktu untuk beradaptasi kembali dengan rutinitas pagi di hari sekolah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top