Parenting

Sikap Optimis Perlu Dipupuk dan Dibiasakan Sedari Dini, Pelajari Cara 5 Cara Mendidik Anak Agar Berkepribadian Optimis

Mendidik anak agar optimis tidak hanya akan membantu anak dengan memberikan landasan mental yang baik; namun optimisme juga akan membuatnya lebih siap menghadapi masa depan yang semakin penuh tantangan.

Studi membuktikan bahwa mereka yang mampu membangun rasa optimis dalam kehidupan mereka akan jauh dari rasa frustasi, selalu bersemangat, tidak mudah sakit, mampu membangun hubungan yang harmonis, dan lebih panjang umur.

Sayangnya, sikap optimis tidaklah diwariskan. Seperti halnya karakter yang lain, sikap optimis perlu dipupuk dan dibiasakan sedari dini.

Para ahli parenting berpedapat bahwa 8 tahun pertama kehidupan si Kecil, merupakan waktu yang paling tepat untuk mendidik anak agar optimis.

Jadi, bagaimanakah mendidik anak agar menjadi pribadi yang optimis?

1. Tumbuhkan rasa percaya diri dalam dirinya semenjak dalam kandungan

Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kita dapat mendidik anak sejak dari dalam kandungan. Biasakanlah untuk berkata-kata lembut, bercerita tentang hal-hal yang positif juga membisikkan kata-kata yang penuh semangat.

2. Berikan stimulasi yang sesuai dengan usia dan kebutuhan si Kecil

Kelak ketika si kecil lahir, ijinkan ia untuk mencoba. Sesuaikan stimulasi yang Parents berikan dengan usianya.

Catat perkembangan dan kecenderungan minatnya, agar kelak Parents mudah menemukan cara mendidik yang  sesuai dengan tipe dan karakternya.

Artikel terkait: Alasan mengapa mendidik anak sebaiknya sesuai karakter anak

3. Ajak anak untuk melatih instruksi diri

Ketika balok yang ia susun bolak-balik terjatuh, atau si Usia sekolah tertunduk lesu menghadapi setumpuk tugas, bisikkan padanya, “Ayo, kamu pasti bisa. Mari, ibu/ayah temani untuk mengerjakan tugasmu satu persatu.”

Untuk si Pra-sekolah kita dapat membiasakan kata affirmative melalui dongeng yang kita bacakan sebelum tidur, atau saat menemani si Kecil bermain dengan boneka. Kata-kata affirmative tidak boleh merupakan pembohongan diri.

Misalkan bila si Kecil merasa takut tidak dapat mengerjakan ulangan hariannya, kita tidak boleh langsung mengajarkan ia untuk mengabaikan rasa takutnya tersebut. Kalimat yang tepat adalah, “Saya memang takut, tapi saya bisa menghadapi rasa takut ini dengan mempelajari materi sebaik-baiknya.”

3. Hindarkan si Kecil dari perkataan negatif

Rasa stres, pesimis, timbul karena cara pandang seseorang terhadap suatu masalah atau peristiwa. Biasakan untuk mensugesti si Kecil dengan pernyataan-pernyataan yang positif .

Pastikan si Kecil selalu menerima komentar yang baik ketika ia mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Komentar tersebut harus mampu mengindikasi bahwa itu adalah hasil dari kejadian yang situasional, bukan memang dirinya adalah anak yang gagal.

Contohnya ketika si Kecil mendapat nilai F dalam ulangan hariannya. Coba tanyakan padanya apakah mungkin ada cara untuk memperbaiki hasil tersebut di lain waktu?

Jadi, alih-alih mengatakan :

“Ah, kamu memang lemah dalam pelajaran bahasa”,

“Dasar, kamu aja yang ngga teliti”,

atau malah yang dengan nada bercanda, “Kamu sih, ngga duduk bareng si Juara satu, jadi ngga ketularan deh, pinternya,”

… akan lebih baik bila ajak si Kecil diskusi bagaimana cara terbaik untuk memperoleh hasil seperti yang ia inginkan.

4. Selalu ajak anak untuk berpikir optimis

Kalimat seperti :

“Akan selalu ada jalan bagiku untuk mengubah situasi”,

“Selama aku mau berusaha, pasti akan ada jalan untuk menyelesaikan masalahku”,

“Terkadang memang ada hal yang tidak bisa kita kendalikan seperti keinginan kita, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita menghadapinya,”

… akan sangat baik bila si Kecil terbiasa mendengarnya.

Untuk itu kita perlu menjadi model yang baik bagi si Kecil. Bagaimana kita bersikap saat menghadapi masalah adalah cara mendidik anak agar memiliki sikap optimis.

5. Ajak anak untuk mendekatkan diri pada Tuhan

Ajari anak untuk mengenal Tuhannya dan kembangkan keyakinan bahwa Tuhan adalah Maha Pengasih dan Penyayang yang akan membantu setiap hamba-Nya yang sedang kesulitan.

Studi juga telah membuktikan, bahwa mereka yang mempunyai keyakinan rohani lebih baik, mampu mengembangkan sikap positif dan optimis yang lebih baik pula.

Jadi, mari kita siapkan diri untuk menjadi model orang tua yang optimis untuk anak-anak kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Beberapa Tips untuk Meningkatkan Kecintaan Anak Usia 5 Tahun Membaca Buku

Karena perkembangan teknologi yang semakin canggih, saat ini anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan penggunaan smartphone. Belum lagi situasi yang memang membuat mereka kerap lebih banyak menikmati kegiatan yang berbentuk visual. Sehingga, ketika kita mulai mengarahkan anak untuk membaca buku, mereka tentu tidak akan langsung menyukainya.

Untuk itulah, sebagai orangtua kita perlu memberitahu anak, jika aktivitas membaca juga adalah kegiatan yang menyenangkan. Karena selain membantunya mengurangi kegiatan dengan gadget, ada banyak sekali manfaat pentingnya bukiu bagi anak usia 5 tahun. Dan berikut adalah beberapa manfaatnya:

1. Membantu Anak Meningkatkan Kreativitas dalam Dirinya

Pentingnya buku bagi anak usia 5 tahun yaitu dapat meningkatkan kreativitasnya. Dan perlu diketahui jika kreativitas ini mempunyai peranan yang sangat penting agar anak dapat mengembangkan ide atau minatnya. Selain itu buku juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan imajinasi anak. Tentunya jika anak mempunyai kemampuan tersebut kedepannya bisa lebih mudah dalam mengelola emosi. Terutama nantinya Saat berinteraksi dengan orang lain. 

2. Mampu Meningkatkan Fungsi Otaknya dalam Berpikir

Manfaat lain buku bagi anak usia 5 tahun yaitu dapat meningkatkan fungsi otaknya. Dengan kata lain, fungsi otak anak akan semakin aktif jika sering membaca buku. Bahkan, sudah dibuktikan oleh sebuah penelitian di mana anak yang sering membaca buku dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan berbahasa. Apalagi jika sejak kecil sudah di bacakan buku oleh orang tuanya, kemungkinan terbesarnya saat sudah berusia 5 tahun atau lebih akan lebih mudah untuk belajar membaca. Inilah kenapa penting untuk membiasakan membaca buku. 

3. Dengan Membaca Kemampuan Kognitif Anak Juga Ikut Meningkat

Kemampuan kognitif yang meningkat juga menjadi salah satu dampak dari terbiasanya anak membaca buku. Kemampuan kognitif yang dimaksudkan bisa berupa ingatan, pemecahan masalah, perhatian dan penggunaan kata-kata. Tentu jika kemampuan kognitif tersebut semakin meningkat, maka kedepannya anak akan lebih mudah untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Selain itu, hal tersebut juga sangat bermanfaat agar anak mudah beradaptasi.

Lalu Bagaimana Tips untuk Meningkatkan Kecintaan Anak Terhadap Buku? Ini Jawabannya

Dari penjelasan sebelumnya bisa diambil kesimpulan jika buku mempunyai peranan yang sangat penting pada anak usia 5 tahun. Lalu, bagaimana tips meningkatkan kecintaan anak usia 5 tahun terhadap buku? Berikut ini penjelasannya. 

1. Sebagai Orangtua Kita Harus Bisa Menciptakan Lingkungan yang Kaya Aksara

Tips pertama yang bisa diterapkan dalam meningkatkan kecintaan anak terhadap buku yaitu menciptakan lingkungan kaya akan aksara. Dengan kata lain, sediakan tempat bermain dengan berbagai media seperti gambar dan teks. Tentu dengan media-media tersebut, anak akan lebih mudah untuk memahami dan memperkaya pengetahuannya. Contoh sederhananya permainan yang berhubungan dengan menyusun huruf, suara hewan, tebak gambar dan permainan lainnya.

2. Jadilah Sosok yang Bisa Dicontoh Anak dalam Hal Membaca

Orang tua memang menjadi role model atau contoh bagi anak. Jadi, apapun yang dilakukan oleh orang tuanya akan mudah ditiru oleh anak-anaknya. Tentunya untuk meningkatkan kecintaan anak terhadap buku, pastikan jika orang tuanya juga gemar membaca buku. Melihat orang tuanya yang sering membaca buku, anak juga akan tertarik untuk melakukan hal sama. Bahkan, Jika memungkinkan mengajak anak untuk membaca buku bersama-sama atau sekedar menemaninya membaca. 

3. Ajak Anak Membaca Buku dengan Ekspresi

Tips selanjutnya yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kecintaan anak usia 5 tahun terhadap buku yaitu membacakan buku cerita dengan intonasi dan ekspresi yang tepat. Membaca buku dengan cara yang seperti ini bisa menarik minat anak untuk mengetahui isi buku tersebut. Selain itu, tips ini juga sangat berguna agar anak bisa mempersepsi jika pada buku tersebut banyak hal yang menarik dan selalu ingin untuk menggalinya. Berawal dari tips sederhana ini diharapkan anak bisa tertarik untuk membaca buku. 

4. Beli dan Sediakan Buku Menarik dan Sesuai dengan Minat Anak

Menyediakan buku yang menarik juga menjadi salah satu cara agar kecintaan anak terhadap pukul bisa meningkat. Sebagai langkah awal, pastikan jika orang tua menyediakan buku yang penuh dengan gambar dan warna. Hal ini penting dilakukan dengan tujuan agar anak tidak merasa bosan saat melihat buku tersebut. Buku yang seperti ini juga akan mengenalkan warna dan bentuk gambar pada buku tersebut, sehingga kemampuan anak akan mengalami peningkatan.

5. Sering-seringlah Ajak Anak Ke Toko Buku dan Perpustakaan

Tips selanjutnya bisa mengajak anak ke perpustakaan. Cara ini bisa meningkatkan minat anak dalam membaca buku dan pengalaman baru. Hal ini disebabkan karena di tempat tersebut akan menjumpai banyak orang yang membaca buku, sehingga bisa meningkatkan minat anak. Selain itu, dengan mengajak anak ke perpustakaan atau toko buku juga bisa meningkatkan kemampuannya dalam berinteraksi dengan orang lain yang ada disekitarnya. Tentu tips ini bisa memberikan dua manfaat sekaligus. 

6. Dan Berikan Kesempatan Anak Memilih Buku yang Disukainya

Selanjutnya tips meningkatkan kecintaan anak usia 5 tahun terhadap buku bisa dilakukan dengan cara memberikan kesempatan dalam memilih buku. Dengan kata lain, kesempatan tersebut dapat meningkatkan minat anak untuk membaca buku sesuai dengan keinginannya.

Begitu juga sebaliknya, jika anak dipaksa membaca buku yang diberikan oleh orang tua, justru akan merasa tertekan. Bahkan, parahnya lagi tidak berminat untuk membaca buku. Tentunya setiap orang tua pasti tidak menginginkan hal tersebut.

Demikian penjelasan mengenai beberapa tips yang bisa diterapkan dalam meningkatkan kecintaan anak terhadap buku. Dengan tersedianya berbagai tips tersebut, bisa diterapkan secara bergantian agar anak tidak bosan dan justru tertarik untuk membaca buku terus menerus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Jangan Jadi Orangtua yang Sekedar Status Saja, Inilah Peran Kita Bagi Pertumbuhan Anak

Setiap anak pasti mempunyai tahapan pertumbuhan yang tentunya harus dipantau oleh orangtuanya. Dengan kata lain, peran orang tua bagi pertumbuhan anak sangatlah penting untuk mendeteksi gangguan sejak dini. Begitu juga penting untuk melakukan penanganan dengan cepat. Karena kelalaian kita dalam menyikapi tumbuh kembang anak, bisa jadi berakibat fatal bagi mereka. Nah, sebelum membahas lebih lanjut, yuk pahami dulu apa itu perkembangan anak.

Sekilas Pemahaman Tentang Apa yang Dimaksud dengan Pertumbuhan Anak

Orangtua perlu mengetahu terlebih dahulu, apa itu pertumbuhan anak. Secara singkatnya pertumbuhan merupakan proses perubahan yang terjadi pada anak dan ditandai dengan bentuk tubuh dan ukuran Fisik yang bertambah.

Selain itu, pertumbuhan juga bisa diartikan sebagai perubahan yang terjadi pada anak dalam aspek fisik maupun jasmaniah dan bersifat terbatas serta kuantitatif. Proses pertumbuhan ini merupakan proses pematangan setiap individu. 

Dengan kata lain, untuk mengetahui pertumbuhan anak bisa dilakukan dengan boleh bang berat badan maupun mengukur tinggi badan. Sedangkan untuk mengetahui pengukuran bisa dikatakan Normal atau tidak dapat disesuaikan dengan standar yang tersedia.

Orangtua Berperan Memastikan Kebutuhan Nutrisi yang Dibutuhkan Oleh Anak

Orangtua mempunyai peranan yang cukup penting terhadap pertumbuhan anak, Salah satunya yaitu menjamin kebutuhan nutrisi tercukupi. Dengan kata lain, nutrisi yang tercukupi pada tubuh anak sangat berperan penting pada pertumbuhannya. Lebih jelasnya berikut ini beberapa asupan nutrisi yang harus didapatkan anak dalam memastikan pertumbuhannya lebih optimal, seperti:

  • Menyediakan makanan yang kaya akan nutrisi seperti vitamin, karbohidrat, mineral, protein dan lemak baik. Beberapa nutrisi tersebut berperan penting agar proses pertumbuhan anak bisa lebih optimal.
  • Beberapa nutrisi tersebut, anak juga membutuhkan kandungan omega 3 dan omega 6. Nutrisi tersebut bisa didapatkan pada produk susu atau makanan tertentu. Mengingat kandungan tersebut merupakan lemak baik yang berperan penting untuk pertumbuhan anak. 
  • Orang tua juga harus memastikan kebutuhan nutrisi penting lain seperti DHA, EPA dan ALA. Kandungan tersebut bisa didapatkan pada beberapa jenis makanan seperti ikan salmon maupun sarden.

Orangtua Berperan Memastikan Kebiasaan Makan yang Baik

Peran penting orang tua bagi pertumbuhan anak tidak hanya terfokus pada kebutuhan nutrisi. Namun, coba berperan penting untuk memastikan agar anak mempunyai kebiasaan makan yang baik. Selengkapnya berikut adalah beberapa kebiasaan makan yang baik dan harus diterapkan pada tumbuh kembang anak.

1. Tidak Melewatkan Sarapan Bersama

Cara pertama agar menciptakan kebiasaan makan yang baik yaitu dengan tidak melewatkan sarapan bersama. Setidaknya pada saat sarapan akan terjadi obrolan yang bisa memacu semangat untuk melakukan aktivitas. 

Selain itu, sarapan juga menjadi waktu yang paling tepat untuk menyetok sumber tenaga tubuh dan terutama otak dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan, dasarkan penelitian yang telah dilakukan jika sarapan dapat meminimalisir terjadinya resiko obesitas. 

2. Menyediakan Cemilan Berupa Buah-buahan

Selain membiasakan sarapan bersama, kebiasaan baik yang yang selanjutnya yaitu menyediakan buah-buahan sebagai camilan. Seperti yang diketahui jika buah-buahan mempunyai peranan yang sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan anak.

Salah satu cara untuk meningkatkan minat anak mengkonsumsi buah-buahan yaitu menyediakannya sebagai camilan dan setiap harinya berbeda jenis. Tentu camilan buah-buahan ini lebih sehat dibandingkan dengan camilan kemasan yang kaya akan MSG. 

3. Membiasakan Makan Bersama Anak

Salah satu cara untuk memastikan kebiasaan makan yang baik agar pertumbuhan lebih maksimal yaitu membiasakan makan bersama. Terutama saat di malam hari, pastikan meluangkan waktu untuk makan bersama bersama anak dan anggota keluarga lainnya.

Selain membiasakan makan yang lebih sehat, makan bersama juga bisa meningkatkan hubungan yang baik antara anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya. Bahkan, bisa menciptakan keluarga yang lebih hangat. 

Untuk Itu, Ada Beberapa Cara Mengoptimalkan Tahapan Pertumbuhan Anak yang Juga Perlu Diketahui Orangtua

Mengetahui peran penting orang tua bagi pertumbuhan anak rasanya kurang lengkap jika tidak mengetahui cara mengoptimalkannya. Dengan kata lain cara pengoptimalan ini diperlukan agar pertumbuhan anak bisa lebih optimal yang bisa berpengaruh terhadap perkembangannya.

1. Membiasakan Anak Makan Makanan Sehat

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan tahapan pertumbuhan anak yaitu membiasakannya mengkonsumsi makanan sehat. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya ada banyak makanan sehat yang dapat dipilih dan dikonsumsi anak. 

Beberapa makanan sehat yang dimaksudkan seperti sayuran, buah-buahan, daging, kacang-kacangan dan lainnya. Intinya pastikan makanan tersebut kaya lemak baik, protein dan nutrisi lainnya. 

2. Terapkan Pola Hidup Sehat

Selain memastikan anak biasa mengkonsumsi makanan sehat, cara selanjutnya yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan yaitu Menerapkan pola hidup yang sehat, seperti halnya menjaga kebersihan. Upaya ini dilakukan dengan tujuan agar anak terbebas dari penyakit infeksi atau bakteri lain yang dapat membahayakan kesehatannya. Tentunya jika kesehatan terjaga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak dan begitu juga dengan perkembangannya.

3. Membiasakan Tidur Cukup

Cara selanjutnya yang bisa diterapkan untuk mengoptimalkan tahapan pertumbuhan anak yaitu membiasakan tidur cukup. Pada umumnya waktu tidur yang ideal bagi balita, setiap harinya sekitar 11 sampai 14 jam.

Sedangkan untuk anak yang berusia antara 3 sampai 5 tahun, waktu ideal tidur setiap harinya sekitar 10 sampai 13 jam. Baik itu waktu tidur di siang hari maupun malam hari, pastikan dilakukan secara rutin setiap harinya. Anak yang mendapatkan Tidur yang cukup, pertumbuhannya bisa lebih optimal.

Demikian penjelasan mengenai peran penting orang tua bagi pertumbuhan anak. Tentu dengan mengetahui peran ini, diharapkan pertumbuhan anak bisa lebih optimal. Mengingat pertumbuhan anak juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak hingga dewasa. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Cara Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak di Usia 0-5 Tahun

Perkembangan anak jadi suatu proses penting yang wajib untuk dipantau oleh orangtua, khususnya pada kemampuan motorik halus anak. Namun, perlu diketahui pula, beberapa perubahan yang terjadi pada anak, tentulah membutuhkan arahan dan dukungan dari kita orangtuanya dan orang dewasa lain yang ada di sekitarnya. Dengan kata lain, perkembangan motorik halus anak di usia 0 – 5 tahun tidak terlepas dari pengaruh orang dewasa. Dan kali ini, sayangianak ingin mengajak Bunda-bunda memahami lebih dalam, mengapa peran kita sangat penting pada perkembangan motorik halus anak di usia 0-5 tahun.  

Sebelumnya, Orangtua Perlu Memahami Apa Saja Tahapan Motorik Halus Anak Usia 0-5 Tahun

Setiap tahunnya, tahapan motorik halus anak akan mengalami perubahan. Tentunya dalam setiap tahapan tersebut tidak terlepas dari peran orang tua maupun orang dewasa. Selengkapnya berikut ini penjelasan mengenai tahapan motorik halus anak. 

  • Pada Tahapan pertama atau saat anak berusia 0-3 bulan, sudah mulai bisa menatap orang-orang yang ada disekitarnya. Pada saat itu juga Indra penglihatannya juga sudah mulai berfungsi dengan baik.
  • Saat anak berusia 3-6 bulan, anak akan mulai bisa meraih benda yang ada di sekitarnya seperti memegang pensil, memperluas pandangan dan memegang tangannya sendiri. Selain itu, anak di usia ini juga sudah mulai bisa mengarahkan pandangan ke benda-benda kecil.
  • Anak berusia 6-9 bulan sudah mulai bisa mengambil dua benda dalam waktu bersamaan.  Bahkan, sudah mulai bisa untuk memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain dalam waktu singkat.
  • Anak berusia 9-12 bulan sudah bisa untuk menggenggam pensil dengan erat, mengangkat benda ke posisi berdiri, memasukkan benda ke dalam mulut hingga mengulurkan badan untuk dapat mengambil mainan.
  • Anak berusia 12-18 bulan sudah mulai bisa merengek jika yang menginginkan sesuatu, memasukkan kubus dalam sebuah kotak, menumpuk 2 benda dan mencoba menarik tangan orang yang ada di sekitarnya.
  • Anak berusia 18 bulan sampai 2 tahun sudah mulai bisa mengambil benda kecil hanya dengan satu jari, mulai bisa ha bertepuk tangan, menggelindingkan bola dan menumpuk kubus 4 buah sekaligus.
  • Anak berusia 2-3 tahun sudah mulai bisa mencoret kertas dengan menggunakan pensil, mengambil mainannya sendiri, meluncur satu bagian tubuh dan mengangkat benda dengan satu tangan.
  • Anak berusia 3-4 tahun sudah mulai bisa mengenal hingga 4 warna, menggambar garis lurus dan menumpuk 8 buah kubus sekaligus. Bisa dikatakan anak di usia ini sudah mulai sering melakukan apapun sendiri.
  • Anak berusia 4-5 tahun ini sudah mulai bisa menggambar lingkaran, mengancing baju sendiri, menggambar tanda silang dan menggambar orang dari bagian tubuhnya. Apalagi di usia ini anak sudah mulai sekolah, sehingga sudah lebih memahami banyak hal.

Dan Inilah Peran Orang Dewasa Dalam Membangun Pengetahuan Anak 0-5 Tahun

Salah satu peran orang dewasa dalam membangun pengetahuan anak 0-5 tahun, Salah satunya yaitu dengan meningkatkan kemampuan motorik halus. Mengingat kemampuan ini sangatlah diperlukan untuk tumbuh dan perkembangan anak. Selengkapnya berikut ini beberapa kegiatan yang bisa dilakukan. 

1. Tummy Time

Tummy time yaitu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Lebih tepatnya tummy time adalah upaya memposisikan tubuh bayi agar bisa tengkurap. Jadi tujuan dari Aktivitas ini agar bisa melatih gerakan anak dari satu posisi ke posisi lain. 

Upaya ini jika dilakukan di usia yang tepat sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak mengenai cara menyingkirkan benda-benda. Jadi, benda-benda yang dirasa mengganggu, anak akan berusaha menyingkirkannya. 

2. Biarkan Anak Menggenggam Makanannya

Cara selanjutnya bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak yaitu dengan membiarkannya agar menggenggam makanannya sendiri. Tentu cara ini sangatlah dibutuhkan dalam tumbuh dan perkembangan anak.

Cara ini juga diperlukan agar anak bisa meraba tekstur dan merasakannya. Bahkan, cara ini juga sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan anak untuk memasukkan makanan tersebut kedalam mulutnya sendiri.

3. Mengajak Anak Bermain

Meningkatkan kemampuan motorik halus anak juga bisa dilakukan dengan cara mengajaknya bermain. Tentunya ada banyak sekali permainan yang bisa dilakukan, Salah satunya yaitu menggunakan lilin. 

Maksud dari permainan ini yaitu untuk melatih kekuatan tangan anak dalam mengangkat lilin tersebut. Selain itu, bisa juga dengan memanfaatkan adonan tepung atau busa. Namun, pastikan jika bahan tersebut sangat aman untuk anak. 

4. Mengajak Anak Menggambar dengan Jari

Cara selanjutnya yang bisa dilakukan yaitu mengajak anak menggambar menggunakan jari. Sedangkan untuk menggambar ini tidak harus menggunakan tinta atau cat khusus, tapi juga bisa menggunakan bahan lain.

Misalnya saja menggunakan bahan makanan yang berwarna seperti tepung, susu atau yang lainnya. Permainan ini sangatlah bermanfaat untuk anak agar bisa melampiaskan ekspresinya dan agar lebih aktif. 

5. Bermain dengan Kedua Tangannya

Meningkatkan kemampuan motorik halus anak juga bisa dilakukan dengan cara bermain menggunakan dua tangan. Permainan ini sangatlah berguna untuk meningkatkan kekuatan otot tangan anak dan membuatnya lebih aktif.

Salah satu contoh permainan yang bermanfaat dalam hal ini yaitu menyusun lilin menjadi bentuk panjang atau bulat. Selain itu, Tidak ada salahnya juga untuk mengajak anak untuk memotong lilin menggunakan pisau, tapi tetap dalam pengawasan ya Bun!

6. Belajar dengan Memakai Pakaian Sendiri

Cara lain yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan anak yaitu belajar menggunakan pakaian. Selain itu, bisa juga untuk mengajarinya bagaimana cara menggunakan sepatu dengan benar.

Cara ini sangatlah berguna untuk meningkatkan ketangkasan dan kekuatan tangan. Selain bisa memberikan manfaat tersebut, cara ini juga bisa meningkatkan pengetahuan anak jika mandiri sangat diperlukan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top